You are on page 1of 15
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknikteknik penyajian, atau biasanya disebut metode pembelajaran. Dalam kenyataan, cara atau metode mengajar atau teknik penyajian yang digunakan guru untuk menyampaikan informasi atau pesan lisan kepada siswa berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan, keterampilan serta sikap. Metode yang digunakan untuk memotivasi siswa agar mampu menggunakan pengetahuannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi ataupun untuk menjawab suatu pertanyaan akan berbeda dengan metode yang digunakan untuk tujuan agar siswa mampu berpikir dan mengemukakan pendapatnya sendiri di dalam menghadapi segala persoalan. Metode pemecahan masalah (Problem Solving) digunakan dalam pembelajaran yang membutuhkan jawaban atau pemecahan masalah. Sebagai metode pembelajaran, metode pemecahan masalah sangat baik bagi pembinaan sikap ilmiah pada siswa. Dengan metode ini, para siswa belajar memecahkan suatu masalah menurut prosedur kerja ilmiah. B. Rumusan Maslah 1. Apa itu problem solving ? 2. Bagaimana mana problem solving dalam pembelajaran matematika ? C. Tujuan Penulisan 1. Agar mengetahui problem solving 2. Agar mengetahui problem solving dalam pembelajaran matematika BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Problem Solving Problem solving menurut Hamalik adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan masalah dan memecahkan berdasarkan data dan informasi yang akurat, sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat. Problem solving yaitu suatu pendekatan dengan cara problem identifikation untuk ketahap syntesis kemudian dianalisis yaitu pemilahan seluruh masalah sehingga mencapai tahap application selajutnya komprehension untuk mendapatkan solution dalam penyelesaian masalah tersebut. Pendapat lain problem solving adalah suatu pendekatan dimana langkah-langkah berikutnya sampai penyelesaian akhir lebih bersifat kuantitatif yang umum sedangkan langkah-langkah berikutnya sampai dengan pengelesain akhir lebih bersifat kuantitatif dan spesifik. Metode pemecahan masalah adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong siswa untuk mencari dan memecahkan suatu masalah atau persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Metode ini diciptakan seorang ahli didik berkebangsaan Amerika yang bernama John Dewey. Metode ini dinamakan problem method. Adapun Crow & Crow dalam bukunya Human development and Learning menyebut metode ini dengan nama problem solving method. Pemecahan masalah merupakan terjemahan dari ‘problem solving’. Menurut Cagne dalam Ruseffendi pemecahan masalah adalah teori belajar yang tingkatnya paling tinggi dan kompleks dibandingkan dengan tipe belajar lainnya. Jadi, metode pemecahan masalah (problem solving) merupakan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah, baik masalah pribadi maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. B. Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika Dalam belajar matematika pada dasarnya seseorang siswa tidak terlepas dari masalah. The National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) menyatakan belajar menyelesaikan masalah adalah alasan utama untuk mempelajari matematika. Adanya peningkatan kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah, berarti siswa tersebut telah mengalami perubahan dalam tingkah lakunya, dengan demikian dalam pembelajaran matematika kemampuan memecahkan masalah sangat penting. Sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Soejadi bahwa dalam matematika kemampuan pemecahkan masalah bagi seseorang siswa akan membantu keberhasilan siswa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan yang terkandung dalam bermatematika seluruhnya bermuara pada penguasaan konsep dan memampukan siswa memecahkan masalah dengan kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis dan terstruktur. Polya dalam Tim PLPG Medan menyatakan jika guru matematika mengisi waktunya dialokasikan dengan men-drill murid-muridnya dalam operasi rutin, maka ia membunuh kepentingan mereka, menghambat perkembangan intelektual mereka, menyalahgunakan kesempatan itu. tetapi jika dia menantang rasa ingin tahu murid-muridnya dengan menetapkan mereka masalah proporsional dengan pengetahuan mereka , dan membantu mereka untuk memecahkan masalah mereka dengan menstimulasi pertanyaan, mungkin dia memberi rasa untuk mereka, dan beberapa sarana, pemikiran independen . Problem solving merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Melalui kegiatan ini aspek-aspek kemampuan matematika penting seperti penerapan aturan pada masalah tidak rutin, penemuan pola, penggeneralisasian, komukasi matematika, dan lain-lain dapat dikembangkan secara lebih baik. Namun demikian kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan pemecahan masalah dalam proses pembelajaran matematika belum dijadikan sebagai kegiatan utama. Padahal, di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang kegiatan tersebut dapat dikatakan merupakan inti dari kegiatan pembelajaran matematika di sekolah. Sebagaimana tercantum dalam kurikulum matematika sekolah bahwa tujuan diberikannya matematika antara lain agar siswa mampu menghadapi perubahan keadaan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, dan efektif. Hal ini jelas merupakan tuntutan sangat tinggi yang tidak mungkin bias dicapai melalui hafalan, latihan pengerjaan soal yang bersifat rutin, serta proses pembelajaran biasa. Untuk menjawab tuntutan tujuan yang demikian tinggi, maka perlu dikembangkan materi serta proses pembelajarannya yang sesuai. Terdapat beberapa aspek dalam pembelajaran problem solving mulai dari mengaitkan pembelajaran dengan masalah yang kontekstual dengan kehidupan nyata peserta didik atau yang berbasis dengan masalah hingga soal-soal pembelajaran juga dalam bentuk problem solving. Problem solving dalam soalsoal pembelajaran sangat erat kaitannya dengan cara berpikir peserta didik, karena juga menentukan cara berpikir peserta didik dalam menyelesaikan suatu masalah dalam soal baik itu secara perindividu maupun perkelompok. C. Contoh Soal Problem Solving Kita dapat menyatakan 3 dengan banyak cara. atau atau Wah asyik ya belajar bilangan bulat. Nyatakan bilangan-bilangan berikut ini dengan menggunakan biji merah dan hitam (setidaknya 4 cara). Sekarang kita akan belajar operasi bilangan bulat. berapakah 4 + (-2)? Kita punya 4 biji hitam. Kita tambahkan 2 biji merah. = Ingat , sepasang biji hitam dan biji merah menjadi nol. = Sehingga, 4 + (-2) = 2. Sekarang, Kita gunakan garis bilangan. Bayangkan, mula-mula kamu di titik 4. Operasi penjumlahan berarti menghadap ke kanan. Negatif artinya lawan. Jadi, lawan dari hadap kanan adalah hadap kiri. Maka, ditambah negatif 2 artinya melangkah ke kiri 2 satuan. Jadi, sekarang kamu berada di titik 2. 1. Suhu di dalam suatu lemari pendingin mula-mula -10 derajat Celcius. Karena mati listrik, suhunya naik 15 derajat Celcius. Berapa derajat Celcius suhu di dalam lemari tersebut saat ini? 2. Suhu di dalam sebuah ruangan pendingin mula-mula -5 derajat . Pendingin di ruangan itu di tambah kemampuannya, sehingga suhu ruangan turun 10 derajat. Berapa suhu ruangan sekarang? Pecahan Senilai Selamat pagi, anak-anak. Fibo, coba bagi kue ini menjadi 2 bagian yang sama besar. Lalu ambillah 1 potong. Berapa bagian yang kamu dapat ? 1 2 bagian, Bu. Betul. Sekarang coba Aci potong kue ini menjadi 4 bagian yang sama besar. Ambil 2 potong . Berapa bagian yang kamu dapat? 2 4 bagian, Bu. Siapa di antara kalian yang mendapatkan bagian kue yang lebih besar ? Sama besarnya , Bu. Betul. karena itu, 1 2 dan 2 4 disebut? Pecahan senilai. Apa maksudnya, Bu Artinya 1 2 dan 2 4 itu sama 1 2 Apakah ada Pecahan senilai lainnya? 1 1 kenjang berisi 24 jagung. 2 3 keranjang berisi … jagung. 3 4 keranjang berisi … jagung. 2 3 2 6 keranjang berisi … jagung. 3 12 keranjang berisi … jagung. 1 batang coklat terdiri dari 12 kotak kecil. 1 batang coklat terdiri dari … kotak kecil. 3 2 3 batang coklat terdiri dari … kotak kecil. 2 4 batang coklat terdiri dari … kotak kecil. 3 4 batang coklat terdiri dari … kotak kecil. 1 keanjang berisi 60 apel. 2 keranjang berisi … apel. 5 = 2 4 2 3 keranjang berisi … apel. 4 6 keranjang berisi … apel. 3 4 keranjang berisi … apel. 4 10 keranjang berisi … apel. Pecahan dan Pengurangan Pecahan Asyik, ibu membelikan coklat kue coklat untuk kita. Ayo kita potong menjadi 4 bagian . Aku ambil 2 potong ya. Ih kamu rakus. Kan baru makan siang. Kan kita sedang masa pertumbuhan. Saya 1 potong saja juga sudah cukup. Halo, kalian sedang makan apa? Kue cokelat, Bu. Ibu mau? Kalian sendiri sudah makan berapa bagian dari kue ini? Saya 2 4 2 4 dan lalu aci 1 4 Jadi 1 4 3 4 , Bu Wah pintar sekali kalian. Jadi yang ibu dapat ini berapa bagian ? Tadi saya memotong menjadi 4 potong. 3 Kami sudah makan 3 potong atau 4 bagian. Ibu mendapat sisa 1 potong., berarti … 1 4 bagian Ah aci. Kan saya harusnya menjawab. Sekarang gentian dong. Sudah , jangan ribut! Ibu tahu Fibo juga bisa menjawab. Jadi kalau ibu tuliskan kalimat Matematikanya, maka jumlah kue yang telah kalian makan adalah 2 4 + 1 4 = 3 4 . Lalu sisa kue bagaimana menghitungnya, Fibo? 4 4 - 3 4 = 1 4 Betul tidak, Bu? Ya betul, Fibo pintar. Seperempat, Setengah dan Satu Putaran. Ini posisi jarum jam pada pukul 12.00. 3 jam kemudian posisi jarum jam adalah sebagai berikut? Bagus…. Masih ingat, berapa putaran jarum pendek bergerak? Seperempat putaran. Berapa derajat jarum jam berputar? 90˚ Bu Guru. Tiga jam kemudian adalah pukul 06.00. Jarum pendek telah bergerak sejauh berapa? Setengah putaran, Bu. Berapa derajat jarum panjang telah bergerak? uuuy 180˚, Bu. Bagus, Jadi setengah putaran = 180˚, Bu Satuan Pengukuran Waktu 210 hari = …. minggu …. hari 223 hari = …. minggu …. hari 230 hari = …. minggu …. Hari 3 bulan = ..... hari 7 bulan = ..... hari 25 bulan = ..... hari 40 hari = ...... bulan ..... hari 50 hari = ...... bulan ..... hari 60 hari = ...... bulan ..... hari BAB III PENUTUP Kesimpulan Pemecahan masalah (problem solving) merupakan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah, baik masalah pribadi maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. The National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) menyatakan belajar menyelesaikan masalah adalah alasan utama untuk mempelajari matematika. Problem solving merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajaran maupun penyelesaiannya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Melalui kegiatan ini aspek-aspek kemampuan matematika penting seperti penerapan aturan pada masalah tidak rutin, penemuan pola, penggeneralisasian, komukasi matematika, dan lain-lain dapat dikembangkan secara lebih baik. DAFTAR PUSTAKA Dirjen Binbaga Depag RI, 1993, Garis-garis Besar Program Pengajaran MTs: Matematika (Cetakan pertama), Dirjen Binbaga Depag RI, Jakarta. Nasution. 1982. Berbagai Pendekatan alam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: PT. Bina Aksara. Purwanto, Edy. 1999. Desain Teks Untuk Belajar “Pendekatan Pemecahan Masalah”. Jurnal IPS dan Pengajarannya. Roestiyah N.K. (1998). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Rukmana, Ade dan Suryana, Asep. ( 2006). Pengelolaan Kelas. Bandung: UPI Press. Saud, Udin Saefudin dan Suherman, Ayi. (2006). Inovasi Pendidikan. Bandung: UPI Press. http://wwwmatematics.blogspot.co.id/2009/03/pendekatan-problem-solving.html http://zackeyhernandez.blogspot.co.id/2013/04/metode-belajar-problemsolving.html