You are on page 1of 3

Kondisi awal PBB di tahun 20015

Pada tahun 2015 Ditetapkan kurang lebih sebanyak 742.413 NOP dengan
potensi pajak kurang lebih sebesar Rp. 79.166.500.000.
Dari angka Potensi Pajak diatas, Berdasarkan penggolongannya. Potensi PBB
terbagi menjadi 2 (dua) yaitu :

PBB Buku 1,2 dengan nilai Pajak dibawah Rp. 500.000, dengan nilai
Potensi kurang lebih sebesar 27.729.330.000
dan
PBB Buku 3,4,5 dengan nilai Pajak diatas Rp. 500.000, dengan nilai
potensi kurang lebih sebesar 51.437.170.000

Dari potensi tersebut, DPPKAD ditarget untuk perolehan PBB tahun 2015
adalah sebesar Rp. 75.000.000.000.
Dengan besaran target 75.000.000.000 yang sudah ditetapkan, DPPKAD
membagi target tersebut secara proporsional menjadi target perolehan untuk
masing masing buku 1,2 dan buku 345 menjadi :

Buku 1,2 kurang lebih sebesar Rp.26.637.276.000
dan
Buku 3,4,5 kurang lebih sebesar Rp.48.362.723.000

Untuk pelaksanaan dilapangan, pembagian tugas untuk pembagian SPPT dan
konsentrasi penagihan pajak, untuk buku 1,2 dilaksanakan oleh desa,
sedangkan buku 3,4,5 dilaksanakan langsung oleh DPPKAD.

Realisasi PBB tahun 2015
Berdasarkan data tanggal 23 Desember 2015, hasil realisasi PBB sebagai
berikut :
o
o

Buku 1,2 sebesar : 22.366.130.392,00
Buku 3,4,5 sebesar : 49.080.199.477,00

Sehingga total penerimaan PBB adalah 71.446.329.869,00
Secara keseluruhan angka tersebut belum mencapai target yang ditetapkan.
Pencapaiannya sebesar 97,72% dari target atau kurang sebesar Rp.
3.553.670.131

Jika dilihat dari pembagian ketetapan untuk buku 1,2 dan buku 3,4,5
Pada realisasi untuk buku 1,2 tercapai 83,69% dari target atau kurang
sebesar Rp.4.271.145.913
Sedangkan pada buku 3,4,5 tercapai 101.44 % dari terget atau melampaui
sebesar Rp. 717.475.782

000. Tercatat sebanyak 1. 000 75. total piutang untuk kategori tanah kas desa dan atau ganjaran selama rentang waktu tahun 1994 s/d 2015 adalah sebesar Rp.694. 800 % dari POTEN SI 85.798.TRIMARTA Dari Sisi perkembangan Potensi PBB Berdasarkan data ketetapan.5 sudah melampaui target.34% % dari TARGE T 109.000. Berdasarkan hasil verifikasi untuk tunggakkan pajak tahun 1994 s/d 2007 didapatkan angka sejumlah 60.00 Buku 3. 4.766. Tahun 2014 sebanyak 97 desa/kelurahan atau 27.000. contoh :  PT.000. Alih fungsi lahan yang awalnya lahan pertanian menjadi jalan tol masih banyak yang belum terdata Masih banyaknya tunggakkan PBB untuk tanah kas desa dan tau tanah ganjaran.496.60% 89. IGLASS Permasalahan pajak untuk pengembang / perumahan yang lahannya sudah alih kepemilikan ke masing-masing user masih banyak yang belum terdata. Dari data hasil bulan panutan. 225 74. target dan realisasi PBB pada range tahun 2012 s/d 2014 sebagai berikut TAHU N 2012 2013 2014 KETETAPA N / POTENSI 71.917.766.596.614.2 Lemahnya realisasi PBB khususnya buku 1. 000 65. jika dinominalkan.4.033.471.02% 93.55%.78 % 95.858. 000 % dari POTE NSI 77.318.84 % 101.2 menunjukkan bahwa belum semua desa serius atau termotivasi untuk mendorong warganya dalam melunasi kewajiban pajak PBB.4. Wajib Pajak Besar yang belum ada kejelasan status bayarnya karena dalam kondisi down bahkan ada yang pailit antara lain :   PT. Permasalahan kevalidan / kebenaran data yang masih banyak terjadi di lapangan menyebakan wajib pajak enggan untuk membayar.24% dari total 356 desa/kelurahan yang mengikuti bulan panutan sedangkan pada pada tahun 2015 sebanyak 123 desa/kelurahan atau 34.93 % 87. NOP dalam kategori ini masih menunggak. 554 76.759.154.000.509. 482 66.55 % REALISASI 61.050 tagihan tidak terbayar dikarenakan berstatus sudah ganti pemilik atau mengalami mutasi objek pajak.884. 350 71.000.5 Walaupun pemcapaian buku 3. 912 TARGET 56. Surabaya Agung PT.69% . akan tetapi masih ada beberapa masalah yang menghambat pencapaian / realisasi di sektor ini sedikit terhambat diantaranya adalah.46 % 97.Permasalahan PBB Buku 1.

500.000. 869 90.000.2015 79. Dari tahun 2012.467.34 % dan tahun 2015 sebesar 90.000 atau 33.92%.446.74 % 71.24% Dari data diatas. Perlu diketahui bersama bahwa pencapaian nilai PBB sangatlah bergantung pada beasarnya potensi PBB yang ditetapkan.74% dari ketetapan di 2015. . 000 94.000.000. Dimana pada tahun 2014 tercapai sebesar 93.55 % dari potensi / ketetapan di 2014 dan 94.422 atau sekitar 10.000 atau 97. Kondisi diatas tentunya perlu ditindaklanjuti dan dicarikan solusi agar pencapaian target bisa tercapai di tahun-tahun yang akan datang. Prosentse yang pada tahun – tahun sebelumnya belum pernah menyentuh angka tersebut.24% dari nilai Ketetapan.24% 95.17%. nilai realisasi di kedua tahun tersebut mengalami kenaikan baik dari sisi nominal maupun prosentase terhadap ketetapan / potensi PBB yang ada.308.329.000. Sedangkan rentang / space antara ketetapan dan target yang ditetapkan pada kedua tahun tersebut semakin sempit (mepet) dimana pada tahun 2014 dan 2015 ditarget sebesar 75.166. Penambahan ketetapan / potensi PBB adalah sebesar Rp. untuk tahun 2014 dan tahun 2015 memang secara berturut – turut tidak memenuhi target dan terjadi penurunan prosentase realisasi terhadap target. Hal ini tidak seimbang bila dibandingkan dengan kenaikan target yang pada rentang tahun 2012 s/d 2015 terjadi peningkatan sebesar 19. setelah penyerahan PBB dari KPP hingga tahun 2015. jika dilihat hanya dari sisi target. 7. 647 75. Yang pada trend di tahun – tahun sebelumnya berada di bawah angka 90%. Akan tetapi perlu diketahui.000.