You are on page 1of 20

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
1.1.1

DEFENISI DAN LATAR BELAKANG

Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi di sepanjang jalan saluran kemih,
termasuk ginjal itu sendiri akibat proliferasi suatu mikroorganisme.
Untuk menyatakan adanya infeksi saluran kemih harus ditemukan bakteri di dalam
urin. Suatu infeksi dapat dikatakan jika terdapat 100.000 atau lebih bakteri/ml urin, namun
jika hanya terdapat 10.000 atau kurang bakteri/ml urin, hal itu menunjukkan bahwa adanya
kontaminasi bakteri.Bakteriuria bermakna yang disertai gejala pada saluran kemih disebut
bakteriuria bergejala. Sedangkan yang tanpa gejala disebut bakteriuria tanpa gejala.
Infeksi saluran kemih tanpa bakteriuria dapat muncul pada keadaan:
a. Fokus infeksi tidak dilewati urin, misalnya pada lesi dini pielonefritis karena
infeksi hematogen.
b. Bendungan total pada bagian saluran yang menderita infeksi.
c. Bakteriuria disamarkan karena pemberian anibiotika.
Infeksi saluran kemih sering terjadi pada wanita. Salah satu penyebabnya adalah
uretra wanita yang lebih pendek sehingga bakteri kontaminan lebih mudah melewati jalur ke
kandung kemih. Faktor lain yang berperan adalah kecenderungan untuk menahan urin serta
iritasi kulit lubang uretra sewaktu berhubungan kelamin. Uretra yang pendek meningkatkan
kemungkinan mikroorganisme yang menempel dilubang uretra sewaktu berhubungan
kelamin memiliki akses ke kandung kemih.
Infeksi saluran kemih pada pria jarang terjadi, pada pria dengan usia yang sudah
lanjut, penyebab yang paling sering adalah prostatitis atau hyperplasia prostat. Prostat adalah
sebuah kelenjar seukuran kenari yang terletak tepat di bawah saluran keluar kandug kemih.
Hiperplasia prostat dapat menyebabkan obstruksi aliran yang merupakan predisposisi untuk
timbulnya infeksi dalam keadaan normal, sekresi prostat memiliki efek protektif antibakteri.
1.1.2

EPIDEMIOLOGI

Infeksi saluran kemih dapat terjadi pada 5% anak perempuan dan 1-2% anak laki-laki.
Kejadian infeksi saluran kemih pada bayi baru lahir dengan berat lahir rendah mencapai 10100 kali lebih besar disbanding bayi dengan berat lahir normal (0,1-1%). Sebelum usia 1

tahun, infeksi saluran kemih lebih banyak terjadi pada anak laki-laki. Sedangkan setelahnya,
sebagian besar infeksi saluran kemih terjadi pada anak perempuan. Misalnya pada anak usia
pra sekolah di mana infeksi saluran kemih pada perempuan mencapai 0,8%, sementara pada
laki-laki hanya 0,2% dan rasio ini terus meningkat sehingga di usia sekolah, kejadian infeksi
saluran kemih pada anak perempuan 30 kali lebih besar dibanding pada anak laki-laki. Pada
anak laki-laki yang disunat, risiko infeksi saluran kemih menurun hingga menjadi 1/5-1/20
dari anak laki-laki yang tidak disunat. Pada usia 2 bulan – 2 tahun, 5% anak dengan infeksi
saluran kemih mengalami demam tanpa sumber infeksi dari riwayat dan pemeriksaan fisik.
Sebagian besar infeksi saluran kemih dengan gejala tunggal demam ini terjadi pada anak
perempuan.
1.1.3

KLASIFIKASI

Infeksi saluran kemih dapat diklasifikasikan berdasarkan anatomi, yaitu:
a. Infeksi saluran kemih atas
1. Pielonefritis akut (PNA), adalah proses inflamasi parenkim ginjal yang disebabkan
oleh infeksi bakteri.
2. Pielonefritis kronis (PNK), mungkin terjadi akibat lanjut dari infeksi bakteri
berkepanjangan atau infeksi sejak masa kecil. Obstruksi saluran kemih serta refluks
vesikoureter dengan atau tanpa bakteriuria kronik sering diikuti pembentukan jaringan
ikat parenkim ginjal yang ditandai pielonefritis kronik yang spesifik.
b. Infeksi saluran kemih bawah
1. Sistitis, adalah presentasi klinis infeksi saluran kemih disertai bakteriuria bermakna.
2. Sindroma uretra akut (SUA), adalah presentasi klinis sistitis tanpa ditemukan
mikroorganisme (steril).

1.1.4

ETIOLOGI
Bakteri yang sering menyebabkan infeksi saluran kemih adalah jenis bakteri

aerob. Pada kondisi normal, saluran kemih tidak dihuni oleh bakteri atau mikroba lain, tetapi

uretra bagian bawah terutama pada wanita dapat dihuni oleh bakteri yang jumlahnya makin berkurang pada bagian yang mendekati kandung kemih. Lemahnya pertahanan tubuh telah menyebabkan bakteri dari vagina. Pseudomonas aeruginosa C. Infeksi oleh bakteri gram positif lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan infeksi gram negatif. Acinetobacter D. Bakteri itu kemudian berkembang biak di saluran kemih sampai ke kandung kemih. Penderita diabetes. 4. 6. Pernah dikateterisasi pada kandung kemih. Seperti adanya batu kemih dan • • pembesaran kelenjar prostate. 7. Kelompok anterobacteriaceae seperti : No. Proteus sp. masuk ke dalam saluran kemih. 3. Pseudomonas aeroginosa Staphylococcus epidermidis Enterococci sp. Mikroorganisme Persentase biakan (%) 1. 2. 5. atau Enterobacter sp. Stafilokokus sarophyticus • 1. Escherichia coli Klebsiela sp. namun tidak tertutup kemungkinan infeksi dapat terjadi karena jamur dan virus. Infeksi saluran kemih sebagian disebabkan oleh bakteri. . rektum (dubur) atau dari pasangan (akibat hubungan seksual). Enterokokus faecalis E. Candida albicans Staphylococcus aureus 50-90 10-40 5-10 2-10 2-10 2-10 1-2 1-2 B. 8.5 FAKTOR RESIKO Abnormalitas dari saluran kemih yang merusak atau memperlambat aliran urin yang memudahkan bakteri tumbuh di kandung kemih.1. perineum (daerah sekitar vagina). bahkan bisa sampai ke ginjal. Bakteri infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh bakteri-bakteri di bawah ini : A.

Kateter b.1. Batu saluran kemih c. kulit perineum. Hubungan sexual Pasien dengan kandung kemih neurogenic atau divertikulum Wanita postmenopause dengan prolaps kandung kemih Wanita hamil (4-10%) Wanita yang memakai kontrasepsi spermicide atau diafragma 1. Sitoskopi 1. prepusium penis. Instrumentasi a. Neurogenic bladder b. Oklusi ureter (sebagian atau total) 2. terdiri atas : a. Dilatasi uretra c. yaitu : 1. dan sekitar anus. Refluks vesikoureter 3. Anomali kongenital b. Striktura uretra 5.• • • • • • Pasien imunosupresi. Bendungan aliran urin. Mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui 4 cara. yaitu: .7 PATOGENESIS DAN PATOFISIOLOGI Saluran kemih merupakan area yang seharusnya bebas dari mikroorganisme atau steril.1. Kuman penyebab ISK pada umumnya adalah kuman yang berasal dari flora normal usus dan hidup secara komensal di introitus vagina.Hygienitas 6.6 FAKTOR PRESISPOSISI Faktor predisposisi yang mempermudah untuk terjadinya ISK. Urin sisa dalam buli-buli karena : a. Infeksi saluran kemih terjadi pada saat mikroorganisme masuk ke dalam saluran kemih dan berkembang biak di dalam media urin.

1. (4)masuknya kuman melaui ureter ke ginjal 1. infeksi paling sering terjadi dengan cara ascending. walapupun infeksi secara hematogen dapat terjadi pada anak usia infant. Infeksi Ascending Infeksi secara ascending (naik) dapat terjadi melalui 4 tahapan. c. b. 3. . (3)penempelan kuman pada dinding buli-buli. limfogen. 2. 4. langsung dari organ sekitar yang sebelumnya sudah terinfeksi atau eksogen sebagai akibat dari pemakaian instrument ( perkontinuitatum). Kolonisasi mikroorganisme pada uretra dan daerah introitus vagina. Dua jalur utama terjadinya ISK adalah ascending dan hematogen. (1)kolonisasi kuman di sekitar uretra. secara umum. ascending. Masuknya kuman secara ascending ke dalam saluran kemih. multiplikasi dan penempelan mikroorganisme dalam kandung kemih. hematogen. masuknya mikroorganisme ke dalam buli-buli. yaitu: a. Gambar 1. Namun. (2)masuknya kuman melalui uretra ke buli-buli.

Pertahanan lokal terhadap infeksi. Tidak ada hambatan didalam saluran kemih. Mekanisme wash out dapat berjalan dengan baik dengan aliran urin yang adekuat adalah jika: a. Gangguan dari sistem ini akan mengakibatkan kuman mudah sekali untuk bereplikasi dan menempel pada urotelium. b. 4. No 1. 3. antara lain : a. Pertahanan lokal tubuh terhadap infeksi Mekanisme pengosongan urin yang teratur dari buli-buli dan gerakan peristaltik ureter 2. Terjadinya infeksi saluran kemih karena adanya gangguan keseimbangan antara mikroorganisme penyebab infeksi (uropatogen) sebagai agent dan epitel saluran kemih sebagai host. . (wash out mechanism) Derajat keasaman (pH) urin Osmolaritas urin yang cukup tinggi Panjang uretra pada pria Pertahanan lokal sistem saluran kemih yang paling baik adalah mekanisme wash out urin. Pertahanan lokal dari host. Peranan sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari imunitas selular dan humoral. Faktor host Kemampuan host untuk menahan mikroorganisme masuk ke dalam saluran kemih disebabkan oleh beberapa faktor.d. naiknya mikroorganisme dari kandung kemih ke ginjal. Jumlah urin cukup. yaitu aliran urin yang mampu membersihkan kuman-kuman yang ada di dalam urin. Tabel . Gangguan keseimbangan ini disebabkan oleh pertahanan tubuh dari host yang menurun atau karena virulensi agent yang meningkat. b. 1.

Tuberculosis. Walaupun jarang terjadi. endotel. misalnya infeksi S. dan menghasilkan enzim urease yang dapat merubah suasana urin menjadi basa. Hematogen Infeksi hematogen kebanyakan terjadi pada anak usia infant. anak dengan daya tahan tubuh yang rendah karena menderita sesuatu penyakit kronis. kebiasaan jarang minum dan gagal ginjal menghasilkan urin yang tidak adekuat. Ditinjau dari jenis pilinya terdapat 2 jenis bakteri yang mempunyai virulensi berbeda. obstruksi saluran kemih. dan adanya dilatasi atau refluks sistem urinaria. Salmonella sp. 2. . sehingga memudahkan terjadinya infeksi saluran kemih. 2. Candida albicans. pseudomonas sp. kulit. adanya kantong-kantong pada saluran kemih yang tidak dapat mengalir dengan baik misalnya pada divertikula. M.Oleh karena itu. b. Tipe pili P. aureus pada ginjal bisa terjadi akibat penyebaran hematogen dari fokus infeksi di tulang. Faktor agent (mikroorganisme) Bakteri dilengkapi dengan pili atau fimbriae yang terdapat di permukaannya. atau pada anak yang mendapatkan pengobatan imunosupresif. menghasilkan toksin (hemolisin). Penyebaran hematogen bisa juga timbul akibat adanya fokus infeksi di tempat lain. yaitu : a. Selain itu beberapa bakteri mempunyai sifat dapat membentuk antigen. 2. dan Proteus sp termasuk jenis bakteri/ jamur yang dapat menyebar secara hematogen. Keadaan lain yang dapat mempengaruhi aliran urin dan menghalangi mekanisme wash out adalah adanya: 1. Stagnansi atau stasis urin (miksi yang tidak teratur atau sering menahan kencing. atau tempat lain. Tipe pili 1.. banyak menimbulkan infeksi pada sistitis. Didapatkannya benda asing di dalam saluran kemih yang dipakai sebagai tempat persembunyian kuman. yang sering menimbulkan infeksi berat pielonefritis akut.. Pili berfungsi untuk menempel pada urotelium melalui reseptor yang ada dipermukaan urotelium.

misal infeksi Staphylococcus dapat menimbulkan abses pada ginjal .8 MANIFESTASI KLINIS . Urolitiasis merupakan kristalisasi dari mineral dari matriks seputar. tumor atau massa. Pembentukan batu urinarius juga dapat terjadi pada penyakit inflamasi usus dan pada individu dengan ileustomi atau reseksi usus. sampai batu sebesar kandung kemih berwarna orange. statis urin. Patofisiologi batu ginjal Batu dalam perkemihan berasal dari obstruksi saluran kemih. Obstruksi yang lengkap bisa menjadi hidronefrosis yang di setai tanda-tanda dan gejala-gejalanya. Batu terbentuk di traktus urinarius ketika konsentrasi substansi tertentu seperti kalsiumoksalat. mencakup infeksi. Di tambah adanya infeksi meningkatkan kebasaan urin ( oleh produksi ammonium ). karena individu ini mengabsorbsi oksalat secara berlebihan. yang di sebut pasir atau krikil. Batu dapat di temukan di setiap bagian ginjal sampai ke kandung kemih dan ukurannya bervariasi dan deposit granuler yang kecil. fosfat. menyajikan sarang untuk pembentukan batu. periode immobilisasi ( drainase renal yang lambat dan perubahan metabolisme kalsium ). Peningkatan konsentrasi larutan urin akibat dari intake cairan rendah dan juga peningkatan bahan-bahan organic akibat infeksi saluran kemih atau urin statis. seperti pus. yang berakibat presipitasi kalsium fosfat dan magnesium ammonium fosfat. 1. sam urin dan custine.1. seperti sitrat yang secara normal mencegah kristalisasi dalam urin. Proses patofisiologi dari batu perkemihan sifatnya mekanis. Factor-faktor ini mencetuskan peningkatan konsentrasi kalsium di dalam darah dan urin. Kondisi lain yang mempengaruhi laju pembentukan batu mencakup PH urin dan status cairan pasien ( batu cenderung terjadi pada pasien dehidrasi ). Batu juga dapat terbentuk ketika terdapat defisiensi substansi tertentu. kalsium fosfat dan asam urat meningkat. menyebabkan pembentukan batu kalsium.penyebaran hematogen ini dapat mengakibatkan infeksi ginjal yang berat. darah. Komposisi mineral dari batu ginjal bervariasi kira-kira tigaperempat bagian dari batu adalah kalsium. jaringan yang tidak vital. Factor tertentu yang mempengaruhi pembentukan batu. Obstruksi mungkin hanya partial atau lengkap. Urolitiasis mengacu pada adanya batu ( kalkuli) di traktus urinarius.

frekuensi miksi meningkat perubahan warna dan bau urine. nyeri suprapublik.1. Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah adalah : o Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih o Spasme pada area kandung kemih dan suprapubis o Hematuria o Nyeri punggung dapat terjadi 2.  Pielonefritis : demam. tanda dan gejala sebagai berikut:  Sistitis : piuria urgensi. demam biasanya tidak ada. diare. menggigil. muntah.  Uretritis : mungkin mirip dengan sistitis kecuali adanya discharge urethra  Prostatitis: serupa dengan sistitis kecuali gejala obstruksi orifisium uretra (contoh: hesitansi. aliran lemah). mual. Tanda dan gejala ISK bagian atas adalah : o Demam o Menggigil o Nyeri panggul dan pinggang o Nyeri ketika berkemih o Malaise o Pusing o Mual dan muntah Berdasarkan bagian saluran kemih yang terinfeksi. . nyeri punggung atau bokong.

hematuria. walaupun tingkat kesulitannya paling tinggi dibanding cara yang lain karena harus dibantu dengan alat USG untuk memvisualisasikan adanya urine dalam vesica urinaria. Cara terbaik dalam pengumpulan spesimen adalah dengan cara pungsi suprapubik.Urin yang dipergunakan adalah urin porsi tengah (midstream). disuria terminal. Secara umum. kultur urin (+): bakteriuria > 105/ml urin. Laboratorium: lekositosis. Pemeriksaan fisik: febris. Untuk bayi dan anak kecil. Urinalisis Untuk pengumpulan spesimen. menggigil.9 DIAGNOSIS Anamnesis : ISK bawah frekuensi. demam. yang dinilai adalah sebagai berikut: .10 PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk menunjang menegakkan diagnosis infeksi saluran kemih. antara lain : 1. 1. nyeri suprapubik. Pada urinalisis. nyeri tekan suprapubik. spesimen didapat dengan memasang kantong steril pada genitalia eksterna. ISK atas: nyeri pinggang. lekosituria. nyeri ketok sudut kostovertebra. mual dan muntah. dapat dipilih pengumpulan urin melalui urin porsi tengah. untuk anak laki-laki dan perempuan yang sudah bisa berkemih sendiri. serupa dengan pielonefritis kecuali demam menetap meskipun diobati dengan antibiotik. Abses ginjal (intrarenal atau perinefrik). pungsi suprapubik. dan kateter uretra. polakisuria. 1. maka cara pengumpulan spesimen yang dapat dipilih adalah dengan cara urin porsi tengah.1.1.

seperti batu saluran kemih dan infeksi saluran kemih. silinder epitel. urin terkontaminasi dengan antiseptik. silinder eritrosit. diagnostik untuk pielonefritis. Eritrosit Ditemukannya eritrosit dalam urin (hematuria) dapat merupakan penanda bagi berbagai penyakit glomeruler maupun non-gromeruler. 2. bila ditemukan paling sedikit 8000 leukosit per ml urin yang tidak disentrifus atau setara dengan 2-5 leukosit per lapangan pandang besar pada urin yang di sentrifus. Infeksi saluran kemih dapat dipastikan bila terdapat leukosit sebanyak > 10 per mikroliter urin atau > 10. Piuria Piuria atau sedimen leukosit dalam urin yang didefinisikan oleh Stamm. Silinder Silinder dalam urin dapat memiliki arti dalam diagnosis penyakit ginjal. urin terkontaminasi dengan leukosit vagina. 3. dapat ditemukan pada nekrosis tubuler akut atau pada gromerulonefritis akut.000 per ml urin . 2. 3.a. infeksi tuberkulosis. b. 6. Piuria yang steril dapat ditemukan pada keadaan : 1. 4. antara lain: 1. 5. nefritis intersisial kronik (nefropati analgetik). sangat diagnostik untuk glomerulonefritis atau vaskulitis ginjal. . silinder leukosit bersama dengan hanya piuria. nefrolitiasis. tumor uroepitelial c.

terutama bila anak belum diobati atau tidak menunjukkan adanya gejala ISK. Mikroskopis : pada pemeriksaan mikroskopis dapat digunakan urin segar tanpa diputar atau pewarnaan gram.000 cfu per ml urin yang diambil melalui kateter.4. karena kemungkinan terjadi kontaminasi dari luar.000 cfu per ml urin masih diragukan. Bakteri dinyatakan positif bila dijumpai satu bakteri lapangan pandang minyak emersi. Kristal :Kristal dalam urin tidak diagnostik untuk penyakit ginjal. Bakteriologis a. merupakan penanda untuk sindroma nefrotik bila ditemukan bersamaan dengan proteinuria nefrotik. . 3. diantaranya yang paling sering dipakai adalah tes reduksi griess nitrate. Hoberman et al.000 cfu/ml dari 1 organisme patogen > 100. yaitu: Tabel . Kriteria untuk diagnosis bakteriuria bermakna Pengambilan specimen Aspirasi supra pubik Jumlah koloni bakteri per ml urin > 100 cfu/ml dari 1 atau lebih organisme Kateter Urine bag atau urin porsi tengah patogen > 20. lebih sering hanya disebabkan oleh kontaminasi. Namun. Biakan bakteri : pembiakan bakteri sedimen urin dimaksudkan untuk memastikan diagnosis ISK yaitu bila ditemukan bakteri dalam jumlah bermakna. e. silinder lemak. Tes Kimiawi Beberapa tes kimiawi dapat dipakai untuk penyaring adanya bakteriuria. 2. d. sehingga masih diperlukan biakan ulang.000 cfu/ml Dalam penelitian Zorc et al. menyatakan bahwa ISK pada anak-anak sudah dapat ditegakkan bila ditemukan bakteri lebih besar dari 10. Dasarnya adalah sebagian besar mikroba kecuali enterococci mereduksi nitrat.000 hingga 49. Bakteri :Bakteri dalam urin yang ditemukan dalam urinalisis tidak identik dengan infeksi saluran kemih. menyatakan bahwa ditemukannya jumlah koloni bakteri antara 10. b.

Banyak obat-obat antimikroba sistemik diekskresikan dalam konsentrasi tinggi ke dalam urin. murah dan cukup adekuat. Bermacam cara pengobatan yang dilakukan pada pasien ISK. Penentuan jumlah kuman/mL dilakukan dengan membandingkan pola pertumbuhan kuman yang terjadi dengan serangkaian gambar yang memperlihatkan pola kepadatan koloni antara 1000 hingga 10. antara lain:  pengobatan dosis tunggal  pengobatan jangka pendek (10-14 hari) .000 cfu per mL urin yang diperiksa. Tes Plat – Celup (Dip-Slide) Beberapa pabrik mengeluarkan biakan buatan yang berupa lempengan plastik bertangkai dimana pada kedua sisi permukaannya dilapisi pembenihan padat khusus.4. namun bila sudah terjadi keluhan harus segera dapat diberikan antibiotika. Cara ini mudah dilakukan.1. misalnya ultrasonografi dan CT Scan.000. Antibiotika yang diberikan berdasarkan atas kultur kuman dan tes kepekaan antibiotika.11 PENATALAKSANAAN Pada ISK yang tidak memberikan gejala klinis tidak perlu pemberian terapi. Radiologis dan pemeriksaan penunjang lainnya Pemeriksaan radiologis pada ISK dimaksudkan untuk mengetahui adanya batu atau kelainan anatomis yang merupakan faktor predisposisi ISK. Pemeriksaan ini dapat berupa foto polos abdomen. 1. lalu diletakkan pada suhu 37oC selama satu malam. Kekurangannya adalah jenis kuman dan kepekaannya tidak dapat diketahui . Lempengan tersebut dicelupkan ke dalam urin pasien atau dengan digenangi urin. demikian pula dengan pemeriksaan lainnya. Karena itu dosis yang jauh dibawah dosis yang diperlukan untuk mendapatkan efek sistemik dapat menjadi dosis terapi bagi infeksi saluran kemih. pielografi intravena. Setelah itu lempengan dimasukkan kembali kedalam tabung plastik tempat penyimpanan semula.

Sebagian besar ISK akan menunjukkan perbaikan dengan cotrimoxazole. Namun. pola pengobatan ISK harus sesuai dengan bentuk ISK. Amoxicillin 20-40 mg/kg/hari dalam 3 dosis. aman dengan efek samping yang minimal. mencegah dan mengobati bakteriemia dan bakteriuria. Mengkoreksi kelainan anatomis yang merupakan faktor predisposisi Tujuan penatalaksanaan ISK adalah mencegah dan menghilangkan gejala. yaitu: 1. peningkatan angka resistensi E. Uji sensitivitas antibiotik menjadi pilihan utama dalam penentuan antibiotik yang dipergunakan. Namun obat ini masih dapat diberikan pada ISK dengan bakteri yang sensitif terhadapnya. dan 2. sedangkan untuk bayi premature adalah 25 mg/kg berat badan sehari dalam dosis terbagi 4. serta faktor-faktor penyerta lainnya. Kloramfenikol 50 mg/kg berat badan sehari dalam dosis terbagi 4. pengobatan jangka panjang (4-6 minggu)  pengobatan profilaksis dosis rendah  pengobatan supresif Prinsip umum penatalaksanaan ISK adalah : 1. Antibiotik yang sering dipergunakan untuk terapi ISK. Sekitar 50% bakteri penyebab ISK resisten terhadap amoxicillin.coli terhadap antibiotik ini menjadikan angka kegagalan kesembuhan ISK yang diterapi dengan antibiotik ini menjadi tinggi. Pemilihan antibiotik sangat dipengaruhi oleh bentuk resistensi lokal suatu daerah. . keadaan anatomi saluran kemih. Oleh karena itu. murah. Co-trimoxazole atau trimethoprim 6-12 mg trimethoprim/kg/hari dalam 2 dosis. Eradikasi bakteri penyebab dengan menggunakan antibiotik yang sesuai. mencegah dan mengurangi risiko kerusakan ginjal yang mungkin timbul dengan pemberian obat-obatan yang sensitif. Penelitian menunjukkan angka kesembuhan yang lebih besar pada pengobatan dengan cotrimoxazole dibandingkan amoxicillin. Amoksisilin secara tradisional merupakan antibiotik lini pertama untuk ISK pada anak-anak. 2. 3.

contoh urin harus kembali diambil dan diperiksa ulang. Secara struktur analog dengan asam p-amino benzoat (PABA). Kultur ulang setelah 2 hari pengobatan umumnya tidak diperlukan jika diperoleh perbaikan dan bakteri yang dikultur sebelumnya sensitif terhadap antibiotik yang diberikan.4. Pada pasien dewasa. Conway et al. Lama pemberian antibiotik pada ISK umumnya masih menjadi kontroversi. maka kultur ulang dilakukan setelah 2 hari pengobatan. Sulfonamide Sulfonamide dapat menghambat baik bakteri gram positif dan gram negatif. dapat . Selain itu nitrofurantoin juga lebih mahal dari Cotrimoxazole dan memiliki efek samping seperti mual dan muntah.) pada anak perempuan. Cephalexin kira-kira sama efektif dengan cotrimoxazole. Fluoroquinolon yang sering dipergunakan pada pasien dewasa tidak pernah dipergunakan pada anak-anak karena mengganggu perkembangan pada sistem muskuloskeletal dan sendi . Antibiotik profilaksis tidak dianjurkan diberikan pada anak penderita ISK. sehingga pemberian antibiotik profilaksis tidaklah diperlukan. Jika tidak ada perbaikan dalam 2 hari setelah pengobatan. Pada anak penderita refluks vesikourinaria. menyatakan bahwa pemberian antibiotik profilaksis berkaitan erat dengan meningkatnya risiko terjadinya resistensi dan tidak adanya pengurangan dalam risiko terjadinya ISK berulang maupun renal scarring. Dalam penelitiannya. namun dari berbagai penelitian. lamanya antibiotik diberikan pada anak adalah sebaiknya 714 hari. Obat-obatan seperti Asam nalidiksat atau Nitrofurantoin tidak digunakan pada anakanak yang dikhawatirkan mengalami keterlibatan ginjal pada ISK. Cephalosporin seperti cefixime atau cephalexin 1-2 gr dalam dosis tunggal atau dosis terbagi (2 kali sehari) untuk infeksi saluran kemih bagian bawah (sistitis) sehari. pemberian antibiotik selama 1-3 hari telah menunjukkan perbaikan berarti. Jika sensitivitas bakteri terhadap antibiotik yang diberikan atau tidak dilakukan tes sensitivitas/resistensi sebelumnya. Biasanya diberikan per oral. namun lebih mahal dan memiliki spectrum luas sehingga dapat mengganggu bakteri normal usus atau menyebabkan berkembangnya jamur (Candida sp. antibiotik profilaksis tidak memberikan efek berarti dalam pengurangan risiko terjadinya ISK berulang.

metabolisme terjadi di hati dan di ekskresi di ginjal. granulocytopenia. Sangat bagus untuk mengobati infeksi pada saluran kemih. Sulfonamide digunakan untuk pengobatan infeksi saluran kemih dan bisa terjadi resisten karena hasil mutasi yang menyebabkan produksi PABA berlebihan. vomiting. Biasanya untuk pengobatan utama infeksi saluran kemih. Trimethoprim dapat diberikan tunggal (100 mg setiap 12 jam) pada infeksi saluran kemih akut. aktif melawan bakteri gram negatif kecuali Pseudomonas spp. Mempunyai 3 jenis berdasarkan waktu paruhnya :  Short acting  Intermediate acting  Long acting Trimethoprim Mencegah sintesis THFA. Efek samping : megaloblastik anemia. leukopenia. maka akan menghambat sintesis folat. dan bekerja secara sinergis. Dua tablet per hari mungkin cukup untuk . fotosensitivitas). maka Trimethoprim memiliki volume distribusi yang lebih besar dibandingkan dengan Sulfamethoxazole. rash. Karena Trimethoprim lebih bersifat larut dalam lipid daripada Sulfamethoxazole. Trimethoprim + Sulfamethoxazole (TMP-SMX): Jika kedua obat ini dikombinasikan. telinga dan infeksi sinus yang disebabkan oleh Haemophilus influenza dan Moraxella catarrhalis.dikombinasi dengan Trimethoprim. diare). pernafasan. Hematotoxicity (granulositopenia. dan pada tahap selanjutnya dengan menghambat enzim dihydrofolate reductase yang mencegah pembentukan tetrahydro dalam bentuk aktif dari folic acid. aplastik anemia) dan lain-lain. (thrombositopenia. Diberikan per oral atau intravena. gangguan pencernaan (nausea. Efek samping yang ditimbulkan hipersensitivitas (demam. mencegah resistensi. Dua tablet ukuran biasa (Trimethoprim 80 mg + Sulfamethoxazole 400 mg) yang diberikan setiap 12 jam dapat efektif pada infeksi berulang pada saluran kemih bagian atas atau bawah. di diabsorpsi dengan baik dari usus dan ekskresi dalam urine.

Levofloxacin Merupakan generasi ketiga dari fluoroquinolones. walaupun dalam kadar yang berbeda-beda. mykobacteria. Fluoroquinolon terutama diekskresikan di ginjal dengan sekresi tubulus dan dengan filtrasi glomerulus. Hampir sama baiknya dengan generasi kedua tetapi lebih baik untuk bakteri gram positif. Efek samping yang paling menonjol adalah mual. Pseudomonas. Penghambatan DNA gyrase mencegah relaksasi supercoiled DNA yang diperlukan dalam transkripsi dan replikasi normal. muntah dan diare. sangat baik untuk infeksi saluran kemih. Ciprofloxacin Merupakan generasi kedua dari fluoroquinolones. Efek samping : pada pasien AIDS yang diberi TMP-SMX dapat menyebabkan demam. leukopenia dan diare. dan separuh tablet biasa diberikan 3 kali seminggu untuk berbulan-bulan sebagai pencegahan infeksi saluran kemih yang berulang-ulang pada beberapa wanita. Setelah pemberian per oral. termasuk Mycoplasma pneumoniae.menekan dalam waktu lama infeksi saluran kemih yang kronik. mempunyai efek yang bagus dalam melawan bakteri gram negatif dan juga melawan gonococcus. Pada insufisiensi ginjal. Neisseria. dapat terjadi akumulasi obat. Fluoroquinolon dapat merusak kartilago yang sedang tumbuh dan sebaiknya tidak diberikan pada pasien di bawah umur 18 tahun. . Fluoroquinolon menghambat bakteri batang gram negatif termasuk enterobacteriaceae. Fluoroquinolones Mekanisme kerjanya adalah memblok sintesis DNA bakteri dengan menghambat topoisomerase II (DNA gyrase) topoisomerase IV. kemerahan. Fluoroquinolon diabsorpsi dengan baik dan didistribusikan secara luas dalam cairan tubuh dan jaringan. Norfloxacin Merupakan generasi pertama dari fluoroquinolones dari nalidixic acid.

Amphotericine B. 4 kali sehari dalam 7 hari setelah makan. Siklosporin. sehingga diperlukan dosis obat yang lebih tinggi untuk mencapai dosis terapeutik. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan berbagai upaya antara lain dengan mengganti cara pemberian.pemakaian obat yang bersifat nefrotoksik seperti aminoglikosida. Nitrofurantoin diabsorpsi dengan baik setelah ditelan tetapi dengan cepat di metabolisasi dan diekskresikan dengan cepat sehingga tidak memungkinkan kerja antibakteri sistemik. Neuropati dan anemia hemolitik terjadi pada individu dengan defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase. memberikan obat yang merangsang motilitas lambung dan menghindari pemberian bersama dengan obat yang menggangu absorpsi dan motilitas. Bagi pasien gagal ginjal yang menjalani dialisis. Dosis harian rata-rata untuk infeksi saluran kemih pada orang dewasa adalah 50 sampai 100 mg. berkurangnya absorpsi usus dan gangguan metabolisme di hati. Pada gagal ginjal. Gagal ginjal akan menurunkan absorpsi dan menganggu kerja obat yang diberikan secara oral oleh karena waktu pengosongan lambung yang memanjang.Nitrofurantoin Bersifat bakteriostatik dan bakterisid untuk banyak bakteri gram positif dan gram negatif. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian obat pada kelainan fungsi ginjal adalah :  penyesuaian dosis obat agar tidak terjadi akumulasi dan intoksikasi obat . Efek samping : anoreksia. farmakokinetik dan farmakodinamik obat akan terganggu sehingga diperlukan penyesuaian dosis obat yang efektif dan aman bagi tubuh. Faktor penting dalam pemberian obat dengan kelainan fungsi ginjal adalah menentukan dosis obat agar dosis terapeutik dicapai dan menghindari terjadinya efek toksik. . Obat tepat digunakan untuk pasien ISK dengan kelainan fungsi ginjal Ginjal merupakan organ yang sangat berperan dalam eliminasi berbagai obat sehingga gangguan yang terjadi pada fungsi ginjal akan menyebabkan gangguan eliminasi dan mempermudah terjadinya akumulasi dan intoksikasi obat. Obat ini diekskresikan di dalam ginjal. perubahan pH lambung. mual. beberapa obat dapat mudah terdialisis. muntah merupakan efek samping utama.

Mengosongkan kandung kemih segera setelah terjadi dorongan untuk buang air kecil juga bisa membantu mengurangi risiko infeksi kandung kemih atau ISK. 4. Beberapa jurnal dan text book dikatakan penggunaan Trimethoprim + Sulfamethoxazole (TMP-SMX) mempunyai resiko yang paling kecil dalam hal gangguan fungsi ginjal. Hanya saja penggunaanya memerlukan dosis yang lebih kecil dan waktu yang lebih lama. Pada pasien dengan creatine clearance 15 hingga 30 ml/menit. Mencuci sebelum dan sesudah berhubungan seksual juga dapat menurunkan resiko seorang wanita dari ISK. infeksi kandung kemih. 3. Hindari sandal jepit.Pada pasien ISK yang terinfeksi bakteri gram negatif Escherichia coli dengan kelainan fungsi ginjal adalah dengan mencari antibiotik yang tidak dimetabolisme di ginjal. Minum banyak cairan (air) setiap hari akan membantu pengeluaran bakteri melalui sistem urine. Hindari pemakaian celana dalam yang dapat membuat keadaan lembab dan berpotensi berkembang biaknya bakteri. 6. dosis yang diberikan adalah setengah dari dosis Trimethoprim 80 mg + Sulfamethoxazole 400 mg yang diberikan tiap 12 jam. 2. bila setelah buang air besar atau air kecil bersihkan dengan cara membersihkan dari depan ke belakang. Vitamin C membuat urin asam dan membantu mengurangi jumlah bakteri berbahaya dalam sistem saluran kemih. Beberapa hal paling penting untuk mencegah infeksi saluran kencing. dan infeksi ginjal adalah menjaga kebersihan diri . dan mencuci kulit di sekitar dan antara rektum dan vagina setiap hari. Cara pemberiannya dapat dilakukan secara oral maupun intravena. . Buang air kecil sebelum dan setelah melakukan hubungan seks dapat flush setiap bakteri yang mungkin masuk ke uretra selama hubungan seksual. Penghitungan creatine clearance: TKK = (140 – umur) x berat badan 72 x kreatinin serum Pencegahan 1. 5.

1. dan gangguan fungsi ginjal.1. obstruksi saluran kemih. bayi prematur. sepsis. Komplikasi lain yang mungkin terjadi setelah terjadi ISK yang terjadi jangka panjang adalah terjadinya renal scar yang berhubungan erat dengan terjadinya hipertensi dan gagal ginjal kronik. ISK pada kehamilan dengan BAS (Basiluria Asimtomatik) yang tidak diobati: pielonefritis.12 KOMPLIKASI Komplikasi yang dapat terjadi pada infeksi saluran kemih antara lain batu saluran kemih.1. Pregnancy-induced hypertension ISK pada kehamilan: retardasi mental. pertumbuhan bayi lambat. infeksi kuman yang multisistem. Abses perinefrik 1. Sistitis emfisematosa : sering terjadi pada pasien DM. anemia. fetal death. . Cerebral palsy. Pielonefritis emfisematosa à syok septik dan nefropati akut vasomotor.13 PROGNOSIS Prognosis infeksi saluran kemih adalah baik bila dapat diatasi faktor pencetus dan penyebab terjadinya infeksi tersebut.