You are on page 1of 22

1

BAB I
PENDAHULUAN

Sejak tahun 1950-an, stem cell mulai menarik minat peneliti di seluruh
dunia, yaitu sejak ditemukannya sel yang menyusun sumsum tulang yang dapat
membentuk semua jenis sel darah pada manusia yang selanjutnya disebut stem
cell hematopoietic. Stem cell itulah yang berperan sebagai awal mula
pertumbuhan sel dalam menyusun tubuh manusia secara keseluruhan. 2 Stem cell
dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi sel punca yang berarti awal mula.
Penyakit jantung merupakan masalah kesehatan endemik terbesar di dunia.
Terlepas dari pertimbangan klinis dan usaha yang besar pada dekade terakhir ini
dan perkembangan obat-obatan baru dan terapi bedah, mortalitas dan morbiditas
tetap sangat tinggi. Karena keterbatasan potensial sel miokard untuk memperbaiki
dan memperbarui dirinya sendiri, maka sejumlah proporsi otot jantung secara
signifikan kehilangan kemampuannya untuk bekerja, dan kehilangan ini mungkin
menjadi faktor terpenting pada kejadian gagal jantung yang timbul pada pasien
dengan penyakit coronary artery dan dilatasi kardiomiopati.1
Penyakit jantung, termasuk infark miokard dan iskemi merupakan
penyakit yang berhubungan dengan kehilangan yang permanen dari kardiomiosit
dan vaskuler, baik dengan cara apoptosis ataupun nekrosis. Kemampuan alami
tubuh untuk memperbaki dan memperbarui jaringan miokard tidak efektif seperti
yang terjadi pada terapi yang saat ini dipergunakan untuk mencegah remodeling
dari ventrikel kiri. Transplantasi sel, yang secara langsung bertujuan untuk
mempopulasikan jaringan memberikan metode terapi yang dapat digunakan untuk
memperbaiki jaringan miokard yang rusak.2
Sampai akhir-akhir ini, metode reperfusi untuk iskemik miokard
merupakan satu-satunya intervensi yang tersedia untuk mengganti beragam fungsi
selular yang terimbas oleh iskemi miokard, termasuk mencegah kematian sel
karena proses nekrosis atau apoptosis. Metode reperfusi menghasilkan kerusakan

2

miokard yang luas, termasuk miokard stunning, dan pemulihan jantung dapat
muncul hanya setelah periode disfungsi kontraktile yang dapat memakan waktu
berjam-jam sampai beberapa hari. Hal ini merupakan bukti bahwa keterbatasan
kapasitas regenerasi dan proliferasi dari kardiomiosit manusia tidak dapat
mencegah pembentukan formasi scar yang mengikuti infark miokard maupun
kehilangan dari fungsi jantung yang muncul pada pasien dengan gagal jantung
dan kardiomiopati. Fungsi penggantian dan regenarasi otot jantung merupakan
tujuan akhir yang sangat penting, yang dapat didapatkan baik dengan menstimulus
autologous kardiomiosit resident atau dengan trasplantasi sel allogenic ( contoh :
stem sel embrionik, sel mesenchym sumsum tulang, atau myoblast tulang).1
Miokardium, yang terdiri atas banyak kardiomiosit, merupakan jenis sel
yang sudah tidak dapat berdiferensiasi lagi. Respons sel tersebut terhadap cedera
berupa Studi terbaru menyatakan bahwa terdapat sistem perbaikan alamiah dari
miosit yang mengalami kerusakan, akan tetapi mekanisme itu tidak bekerja pada
kerusakan sel yang lebih lanjut.6 Dengan demikian potensi terapi stem cell dalam
mengatasi kerusakan sangat menjanjikan walaupun, penggunaannya sangatlah
rumit. Dalam mengatasi defisit miosit terkait dengan kerusakan yang terjadi, tidak
hanya diperlukan regenerasi sel dalam skala besar, tetapi diperlukan kontraksi
yang sinkron secara elektromekanis dari sel-sel yang telah diregenerasi.hipertrofi
namun tidak mengalami hiperplasia. Studi terbaru menyatakan bahwa terdapat
sistem perbaikan alamiah dari miosit yang mengalami kerusakan, akan tetapi
mekanisme itu tidak bekerja pada kerusakan sel yang lebih lanjut. 6 Dengan
demikian potensi terapi stem cell dalam mengatasi kerusakan sangat menjanjikan
walaupun, penggunaannya sangatlah rumit. Dalam mengatasi defisit miosit terkait
dengan kerusakan yang terjadi, tidak hanya diperlukan regenerasi sel dalam skala
besar, tetapi diperlukan kontraksi yang sinkron secara elektromekanis dari sel-sel
yang telah diregenerasi.
Penyakit degeneratif mengakibatkan kerusakan di tingkat sel yang bersifat
irreversible, sehingga terapi konvensional tidak dapat mengatasinya secara
sempurna. Selama ini terapi hanya berperan dalam memperlambat maupun
mencegah kerusakan jaringan/organ yang lebih luas.2 Dengan demikian melalui

.3 aplikasi stem cell secara klinis. diharapkan dapat menjadi jawaban dalam mengatasi kerusakan sel yang irreversible.

trombus atau plak aterosklerosis.1 Infark miokard adalah perkembangan cepat dari nekrosis otot jantung yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Kompresi secara mekanik dapat disebabkan oleh tumor. Iskemia terjadi oleh karena obstruksi. tanpa gejala pendahuluan. kompresi. Arteri sirkumfleks kiri berjalan pada sulkus arterio-ventrikuler dan mengelilingi permukaan posterior jantung. Obstruksi pembuluh darah dapat disebabkan oleh embolus. Vasokonstriksi pembuluh darah dapat disebabkan obat-obatan seperti kokain. Otot jantung diperdarahi oleh 2 pembuluh koroner utama. paling sering karena trombus atau embolus. Arteri koroner kiri kemudian bercabang menjadi arteri desendens anterior kiri dan arteri sirkumfleks kiri. ruptur karena trauma dan vasokonstriksi.1. yaitu arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri. disebabkan oleh obstruksi sirkulasi ke daerah itu. volvulus atau hernia.1 Infark Miokard 2. Arteri desendens anterior kiri berjalan pada sulkus interventrikuler hingga ke apeks jantung. Kedua arteri ini keluar dari aorta.1 Definisi Infark adalah area nekrosis koagulasi pada jaringan akibat iskemia lokal.2 Klinis sangat mencemaskan karena sering berupa serangan mendadak umumya pada pria 35-55 tahun. Ruptur karena trauma disebabkan oleh aterosklerosis dan vaskulitis. .4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Arteri koroner kanan berjalan di dalam sulkus atrio-ventrikuler ke kanan bawah .

WHO memprediksi pada tahun 2030 kematian akibat penyakit jantung akan terus meningkat serta menempati peringkat pertama penyebab kematian di dunia sebesar 14. Infark miokard tercatat sebagai salah satu penyakit kardiovaskuler yang sering terjadi.1 Anatomi Pembuluh Darah Koroner 2.1. penyakit kardiovaskular menempati peringkat pertama dari sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia. terdapat sekitar 50 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular setiap tahunnya. ditemukan bahwa kematian akibat infark miokard 5. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2007. infark miokard juga tercatat sebagai penyebab utama gagal jantung kongestif dan kematian. dengan 39 juta di antaranya berasal dari negara berkembang.5 Gambar 2.3 . Selain itu.2%.2 Epidemiologi Di dunia.1%.3 Menurut data Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2010.

6 Infark miokard akut merupakan sindrom klinis dengan dua dari tiga kombinasi karakteristik yaitu gejala tipikal infark miokard (nyeri maupun ketidaknyamanan dada). 4. akan terjadi kerusakan miokard secara progresif dan irreversible. antara lain: 1. a.4 Semua karakteristik itu menggambarkan daerah infark di jantung (miokard) akibat berkurangnya suplai darah ke area tersebut. Infark miokard tipe 4a Peningkatan kadar pertanda biokimiawi infark miokard (contohnya troponin) 3 kali lebih besar dari nilai normal akibat pemasangan percutaneous coronary intervention (PCI) yang memicu terjadinya infark miokard. Infark miokard tipe 2 Infark miokard jenis ini disebabkan oleh vaskonstriksi dan spasme arteri menurunkan aliran darah miokard. Infark miokard tipe 3 Pada keadaan ini. peningkatan kebutuhan dan ketersediaan oksigen dan nutrien yang inadekuat memicu munculnya infark miokard. peningkatan kadar enzim jantung. Hal-hal tersebut merupakan akibat dari anemia.3 Etiologi dan Faktor Resiko Infark miokard terjadi oleh penyebab yang heterogen. peningkatan pertanda biokimiawi tidak ditemukan. Hal ini disebabkan sampel darah penderita tidak didapatkan atau penderita meninggal sebelum kadar pertanda biokimiawi sempat meningkat. Infark miokard tipe 1 Infark miokard secara spontan terjadi karena ruptur plak. 3. 5. 2. Infark miokard tipe 4b Infark miokard yang muncul akibat pemasangan stent trombosis. yang dapat menyebabkan gagal jantung hingga kematian. Infark miokard tipe 5 . atau diseksi plak aterosklerosis.5 2.1. Akibatnya. dan perubahan gambaran elektrokardiogram yang mendeskripsikan suatu infark termasuk gambaran Q patologis. fisura. b. Selain itu. aritmia dan hiper atau hipotensi.

3 Wanita mengalami kejadian infark miokard pertama kali 9 tahun lebih lama daripada laki-laki. diet dan alkohol. Lamakelamaan plak ini terus tumbuh ke dalam lumen. hipertensi. jenis kelamin.3 2.2 Faktor. Pemaparan terhadap faktor-faktor di atas menimbulkan injury . merokok. sehingga diameter lumen menyempit. dan kemudian menjadi sama rentannya seperti pria.7 Peningkatan kadar troponin 5 kali lebih besar dari nilai normal. dan aktivitas fisik. Ada empat faktor resiko biologis infark miokard yang tidak dapat diubah. diabetes mellitus tipe II. Wanita agaknya relative kebal terhadap penyakit ini sampai menopause. Penyakit yang serius jarang terjadi sebelum usia 40 tahun. Kejadian infark miokard jenis ini berhubungan dengan operasi bypass koroner. diabetes.1. Faktor resiko lain masih dapat diubah. Resiko aterosklerosis koroner meningkat seiring bertambahnya usia. merokok. The Coronary Primary Prevention Trial (CPPT) memperlihatkan bahwa penurunan kadar kolesterol juga menurunkan mortalitas akibat infark miokard. reactive oxygen species dan inflamasi menyebabkan disfungsi dan aktivasi endotelial. Hal diduga karena adanya efek perlindungan estrogen Abnormalitas kadar lipid serum yang merupakan faktor resiko adalah hiperlipidemia.4 Patogenesis Kejadian infark miokard diawali dengan terbentuknya aterosklerosis yang kemudian ruptur dan menyumbat pembuluh darah. Penyempitan lumen mengganggu aliran darah ke distal dari tempat penyumbatan terjadi. 5 Faktor-faktor seperti usia.faktor tersebut adalah abnormalitas kadar serum lipid. obesitas. hipertensi. Hiperlipidemia adalah peningkatan kadar kolesterol atau trigliserida serum di atas batas normal. Perbedaan onset infark miokard pertama ini diperkirakan dari berbagai faktor resiko tinggi yang mulai muncul pada wanita dan laki-laki ketika berusia muda. Penyakit aterosklerosis ditandai dengan formasi bertahap fatty plaque di dalam dinding arteri. ras. The National Cholesterol Education Program (NCEP) menemukan kolesterol LDL sebagai faktor penyebab penyakit jantung koroner. faktor psikososial. yaitu usia. dan riwayat keluarga. konsumsi buah-buahan. sehingga berpotensi dapat memperlambat proses aterogenik. genetik. diet.

anti-trombotik dan anti-proliferasi. kadar oksigen ke jaringan miokard menurun dan dapat menyebabkan gangguan dalam fungsi mekanis. membatasi lesi dari lumen pembuluh darah.5 Leukosit yang bersirkulasi menempel pada sel endotel teraktivasi. yang berkerja sebagai vasodilator. Kemudian leukosit bermigrasi ke sub endotel dan berubah menjadi makrofag. dan menyebabkan manifestasi klinis infark miokard.5 Pada saat episode perfusi yang inadekuat. Akibat kadar oksigen yang berkurang. obstruksi kritis pada arteri koroner kiri atau arteri koroner desendens kiri berbahaya. Sebaliknya. endotelin-1. terjadi beragam abnormalitas metabolisme.5 Selama kejadian iskemia. disfungsi endotel justru meningkatkan produksi vasokonstriktor. fungsi dan struktur sel. Sel makrofag yang terpajan dengan kolesterol LDL teroksidasi disebut sel busa (foam cell). Lapisan fibrosa menutupi ateroma matur. Perlekatan trombosit ke tepian ateroma yang kasar menyebabkan terbentuknya trombosis. dan angiotensin II yang berperan dalam migrasi dan pertumbuhan sel. asam . Kejadian tersebut secara temporer dapat memperburuk keadaan obstruksi. sel-sel tidak dapat lagi memproduksi molekul-molekul vasoaktif seperti nitric oxide. Ulserasi atau ruptur mendadak lapisan fibrosa atau perdarahan yang terjadi dalam ateroma menyebabkan oklusi arteri .8 bagi sel endotel. biokimia dan elektrikal miokard. Akibat disfungsi endotel.5 Penyempitan arteri koroner segmental banyak disebabkan oleh formasi plak. menurunkan aliran darah koroner. Lokasi obstruksi berpengaruh terhadap kuantitas iskemia miokard dan keparahan manifestasi klinis penyakit. Perfusi yang buruk ke subendokard jantung menyebabkan iskemia yang lebih berbahaya. Faktor pertumbuhan dan trombosit menyebabkan migrasi otot polos dari tunika media ke dalam tunika intima dan proliferasi matriks. Perkembangan cepat iskemia yang disebabkan oklusi total atau subtotal arteri koroner berhubungan dengan kegagalan otot jantung berkontraksi dan berelaksasi. Miokard normal memetabolisme asam lemak dan glukosa menjadi karbon dioksida dan air. Proses ini mengubah bercak lemak menjadi ateroma matur. Di sini makrofag berperan sebagai pembersih dan bekerja mengeliminasi kolesterol LDL. Oleh sebab itu.

Infark miokard subendokardial terjadi hanya di sebagian miokard dan terdiri dari bagian nekrosis yang telah terjadi pada waktu berbeda-beda. leher dan punggung. Pada Non STEMI. Faktor . Keparahan dan durasi dari ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen menentukan apakah kerusakan miokard yang terjadi reversibel (<20 menit) atau ireversibel (>20 menit). Infark miokard transmural disebabkan oleh oklusi arteri koroner yang terjadi cepat yaitu dalam beberapa jam hingga minimal 6-8 jam.9 lemak tidak dapat dioksidasi. Dengan kata lain STEMI hanya terjadi jika arteri koroner tersumbat cepat. Semua otot jantung yang terlibat mengalami nekrosis dalam waktu yang bersamaan. Iskemia yang ireversibel berakhir pada infark miokard. Gejalanya adalah rasa sakit pada dada sentral atau retrosentral yang dapat menyebar ke salah satu atau kedua tangan. Gangguan fungsi membran sel menyebabkan kebocoran kanal K+ dan ambilan Na+ oleh monosit. Erosi dan ruptur plak ateroma menimbulkan ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen. Perkembangan perlahan dari stenosis koroner tidak menimbulkan STEMI karena dalam rentang waktu tersebut dapat terbentuk pembuluh darah kolateral. trombus yang terbentuk biasanya tidak menyebabkan oklusi menyeluruh lumen arteri koroner.5 Non STEMI merupakan tipe infark miokard tanpa elevasi segmen ST yang disebabkan oleh obstruksi koroner akibat erosi dan ruptur plak.5 Gejala Klinis Nyeri dada penderita infark miokard serupa dengan nyeri angina tetapi lebih intensif dan berlangsung lama serta tidak sepenuhnya hilang dengan istirahat ataupun pemberian nitrogliserin.5 Ketika aliran darah menurun tiba-tiba akibat oklusi trombus di arteri koroner.5 Infark miokard dapat bersifat transmural dan subendokardial (nontransmural). 2. Keadaaan ini mengganggu stabilitas membran sel. maka terjadi infark miokard tipe elevasi segmen ST (STEMI). glukosa diubah menjadi asam laktat dan pH intrasel menurun.8 Angina pektoris adalah “jeritan” otot jantung yang merupakan rasa sakit pada dada akibat kekurangan pasokan oksigen miokard.1.

Selama fase awal miokard infark akut. Tekanan darah menurun atau normal selama beberapa jam atau hari.10 pencetus yang menyebabkan angina adalah kegiatan fisik. Pasien terus menerus mengubah posisinya di tempat tidur.5 Dari ausklutasi prekordium jantung. umumnya pada pasien infark miokard transmural tipe STEMI. serta ektremitas biasanya terasa dingin. Pada infark daerah anterior. Hal ini karena kegiatan tersebut mencetuskan peningkatan kebutuhan oksigen. tekanan vena jugularis normal atau sedikit meningkat (Irmalita. Jika didengar dengan seksama. 2005). sakit dada juga sering timbul ketika pasien sedang beristirahat. terdengar pulsasi sistolik abnormal yang disebabkan oleh diskinesis otot-otot jantung. Perubahan elektrokardiografi (EKG) Nekrosis miokard dilihat dari 12 lead EKG. Pulsasinya juga sulit dipalpasi. berkeringat dingin dan lemas. emosi berlebihan dan terkadang sesudah makan. 2.6 Diagnosis Diagnosis IMA ditegakkan bila didapatkan dua atau lebih dari 3 kriteria. takut. Pulsasi arteri karotis melemah karena penurunan stroke volume yang dipompa jantung (Antman. 1996). Hal ini dilakukan untuk menemukan posisi yang dapat mengurangi rasa sakit. Adanya nyeri dada Sakit dada terjadi lebih dari 20 menit dan tidak hilang dengan pemberian nitrat biasa. penurunan intensitas suara jantung dan paradoxal splitting suara jantung S2 merupakan pertanda disfungsi ventrikel jantung. EKG pasien yang mengalami oklusi total arteri koroner menunjukkan . Volume dan denyut nadi cepat.5 Rasa nyeri hebat sekali sehingga penderita gelisah. yaitu : 1. Namun. Penemuan suara jantung tambahan (S3 dan S4).7 Pada fase awal infark miokard. Bradikardi dan aritmia juga sering dijumpai. namun tidak berhasil. namun pada kasus infark miokard berat nadi menjadi kecil dan lambat. ditemukan suara jantung yang melemah. Kulit terlihat pucat dan berkeringat. Dalam waktu beberapa minggu. dapat terdengar suara friction rub perikard. tekanan darah kembali normal.6 2.1.

5 Oleh sebab itu. mioglobin. lactate dehydrogenase. creatine kinase isoenzyme MB (CK-MB). Pada nekrosis miokard. maka tidak terjadi elevasi segmen ST. protein intraseluler akan masuk dalam ruang interstitial dan masuk ke sirkulasi sistemik melalui mikrovaskuler lokal dan aliran limfatik. Pasien dengan gambaran EKG tanpa elevasi segmen ST digolongkan ke dalam unstable angina atau Non STEMI. Kemudian gambaran EKG berupa elevasi segmen ST akan berkembang menjadi gelombang Q.11 elevasi segmen ST.6 . 7 Peningkatan kadar serum protein-protein ini mengkonfirmasi adanya infark miokard. myosin light chain (MLC) dan cardiac troponin I dan T (cTnI dan cTnT). carbonic anhydrase III (CAIII).7 3. nekrosis miokard dapat dideteksi dari pemeriksaan protein dalam darah yang disebabkan kerusakan sel. Ketika trombus tidak menyebabkan oklusi total. Protein-protein tersebut antara lain aspartate aminotransferase (AST). Sebagian kecil berkembang menjadi gelombang non-Q. Peningkatan petanda biokimia.

2 Stem Cell/ Sel Punca Sel Punca atau stem cell adalah sel yang tidak/belum terspesialisasi dan mempunyai kemampuan/potensi untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel-sel yang spesifik yang membentuk berbagai jaringan tubuh. Lokasi infark miokard berdasarkan perubahan gambaran EKG 2.12 Tabel 2. tetapi dapat berasal dari berbagai bagian tubuh. dan dapat berdiferensiasi menjadi lebih dari satu jenis sel (multipoten/pluripotent). mampu memperbanyak diri. Agar dapat disebut sebagai stem cell. Stem . terdapat karakteristik yang mesti dipenuhi yaitu belum berdiferensiasi.1. Sel tersebut tidak hanya berasal dari embrio maupun fetus.

sel pankreas dan lain-lain 2.2 Gambar 2. jenis organ/jaringan asal. sel otot rangka. dan hasil akhir diferensiasi. Yang termasuk dalam sel punca totipoten adalah zigot dan morula.13 cell diklasifikasikan berdasarkan asalnya.Self regenerate/self renew yaitu kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri.Differentiate yaitu kemampuan untuk berdifferensiasi menjadi sel lain.Totipoten yaitu sel punca yang dapat berdifferensiasi menjadi semua jenis sel. Sel Punca mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel yang khas (spesifik) misalnya sel saraf. 1 Sifat/karakter sel punca yaitu differentiate dan self regenerate/renew Sel Punca mempunyai 2 sifat yang khas yaitu: 1. Stem cells mampu membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel. Berdasarkan pada kemampuannya untuk berdifferensiasi sel punca dikelompokkan menjadi: 1. sel otot jantung. Sel-sel ini merupakan sel embrionik awal yang mempunyai kemampuan untuk membentuk berbagai jenis sel termasuk sel-sel yang menyusun plasenta dan tali pusat. . penanda permukaan.

mesoderm. 2. Stem Cell Dewasa Stem cell dewasa merupakan sel yang belum berdiferensiasi dan kadangkadang ditemukan dalam keadaan inaktif. kondrosit. jantung. adiposit.14 Karenanya sel punca kelompok ini mempunyai kemampuan untuk membentuk satu individu yang utuh. Berbeda dengan non sel punca. Contoh lainnya adalah sel punca saraf (neural stem cells) yang mempunyai kemampuan berdifferensiasi menjadi sel saraf dan sel glia. Yang termasuk sel punca pluripoten adalah sel punca embrionik (embryonic stem cells).2 Stem cell tersebut memiliki kapasitas diferensiasi terbatas bila dibandingkan dengan stem cell embrional. 4. dan berbagai . 3. yaitu: 1. mesenkimal (osteosit. yaitu saat pembentukan blastosis dan akan terimplantasi ke 2. Massa sel dalam tersebut terbentuk saat embrio berusia 3-5 hari. Sel tersebut hanya dapat berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel yang umumnya segolongan seperti stem cell hematopoietik.Pluripoten yaitu sel punca yang dapat berdifferensiasi menjadi 3 lapisan germinal (ektoderm. Stem Cell Embrionik Merupakan stem cell yang diperoleh dari massa sel dalam (inner cell mass) dari embrio mamalia pada tahap blastosis. dan endoderm) tetapi tidak dapat menjadi jaringan ekstraembrionik seperti plasenta dan tali pusat. lekosit dan trombosit. Adapun jenis-jenis stem cell yang mempunyai potensi berperan pada terapi sel jantung. di jaringan dengan fungsi spesifik dalam tubuh.Multipoten yaitu sel punca yang dapat berdifferensiasi menjadi berbagai jenis sel misalnya sel punca hemopoetik (hemopoetic stem cells) yang terdapat pada sumsum tulang yang mempunyai kemampuan untuk berdifferensiasi menjadi berbagai jenis sel yang terdapat di dalam darah seperti eritrosit. sel punca mempunyai sifat masih dapat memperbaharui atau meregenerasi diri (self-regenerate/self renew) Contohnya erythroid progenitor cells hanya mampu berdifferensiasi menjadi sel darah merah.Unipotent yaitu sel punca yang hanya dapat berdifferensiasi menjadi 1 jenis sel. jaringan saraf.

43 Rerata ventrikel kiri mempunyai berat kurang lebih 200 gram. metode isolasi dan penyimpanan sel yang tepat. diperlukan kematian sekitar 25% dari ventrikel. Untuk mencapai hasil yang optimal. Agar infark dapat mengakibatkan gagal jantung. 4 sehingga defisit miosit oleh infark yang dapat mengakibatkan gagal jantung berjumlah sekitar 1 milyar kardiomiosit. pada beberapa golongan. dapat terjadi transdiferensiasi. jumlah yang dipakai. Jenis stem cell yang dipilih adalah stem cell derivat sumsum tulang yang diisolasi dari aspirat sumsum tulang paling banyak digunakan karena tingkat aplikabilitasnya yang tinggi.3 Aplikasi Stem Cell Pada Infark Miokard Tujuan utama dalam aplikasi stem cell ialah untuk regenerasi sel yang telah rusak yaitu untuk menggantikan kardiomiosit. Oleh karena itu diperlukan jumlah sel yang sama disertai . serta waktu yang tepat. rute administrasi. sehingga jumlah kardiomiositnya mencapai kira-kira 4 milyar. kulit. yaitu diferensiasi di luar golongan tersebut. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mengembangkan stem cell dengan gabungan kelebihan dari masing-masing karakteristik stem cell embrionik dan dewasa. Miokard terdiri atas sekitar 20 juta kardiomiosit per gram per jaringan. stem cell jenis ini memiliki risiko yang jauh lebih kecil dalam mengalami diferensiasi menjadi keganasan bila dibandingkan dengan stem cell embrionik. tidak membutuhkan ekspansi secara in vitro. 10 Stem cell mesenkimal juga cukup menjanjikan karena berpotensi mengalami transdiferensiasi menjadi kardiomiosit serta lebih ditoleransi oleh sistem imun sehingga risiko penolakan transplantasi sangat rendah. Walaupun demikian.11 Meskipun demikian. sel dari derivate jaringan adiposa dapat mengalami transdiferensiasi menjadi sel dengan karakteristik menyerupai kardiomiosit. dan sebagainya. tentunya harus dapat menjawab pertanyaan mendasar seperti jenis stem cell.15 jenis sel penyusun jaringan ikat). Teknik isolasi stem cell dewasa juga sulit karena konsentrasinya sangat rendah dibandingkan dengan sel-sel di sekitarnya yang telah matur sehingga dapat menurunkan kemampuan multiplikasi stem cell.9 Sebagai contoh. 2. dan yang paling penting yaitu mampu berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel.

Metode aplikasi stem cell dengan injeksi langsung ke area infark sulit dilakukan karena memerlukan operasi terbuka di dada. manfaat stem cell dalam regenerasi akan menurun. Pada 48 jam pertama pasca-infark miokard. masih diperlukan pengkajian lebih lanjut untuk menemukan protokol yang terbaik dalam optimalisasi terapi stem cell.48 Berdasarkan hal itu. sementara molekul konsentrasi adhesi akan menurun. molekul konsentrasi akan lebih menstimulasi stem cell yang ditransplan. bila dibandingkan studi REPAIR yang menggunakan protokol Ficoll dan teknik penyimpanan dalam 10 medium X-vivo + serum. tidak menghasilkan manfaat. Meskipun demikian. dan kapasitas stem cell yang bermigrasi terkait stimulasi SDF. bahwa pasien yang ditransplantasikan stem cell sampai hari ke-4 pasca-infark miokard. 45 Setelah 3-4 hari pertama sel infark mengalami adhesi. masih diperlukan studi yang lebih lanjut terkait hal ini. Untuk pemrosesan sel diperlukan standardisasi protokol isolasi stem cell yang merupakan bagian dari faktor mayor dalam mendukung optimalisasi terapi stem cell. Sel diantarkan menuju lumen sentral melalui inflasi balon kateter dalam memaksimalkan waktu kontak antara sel dengan sistem mikrosirkulasi arteri yang terkait area infark.6 Tujuh hari setelah infark miokard.16 sinkronisasi elektromekanik dari jantung inang. sehingga waktu aplikasi stem cell yang paling tepat ialah antara 7-14 hari pasca-infark miokard. ditemukan bahwa terdapat penurunan jumlah total sel.9 . Setelah 2 minggu pembentukan jejas terkait infark. ke dalam proses inflamasi dibandingkan pembentukan miokardium yang fungsional. konsentrasi VEGF mencapai puncaknya. 7 Hal tersebut sesuai dengan studi REPAIR-AMI. colony-forming units (CFU). akan terjadi debridemen dan pembentukan matriks fibrin sebelum fase penyembuhan dimulai. 3 Sementara pada pasien yang ditransplantasikan pada hari ke 4-8 menunjukkan peningkatan ejeksi fraksi. Metode aplikasi stem cell yang umum digunakan ialah melalui pendekatan transvaskuler yang cocok untuk terapi infark yang akan mengantarkan jumlah sel dalam jumlah besar menuju area jejas. Pada studi ASTAMI yang menggunakan protokol dengan teknik penyimpanan menggunakan NaCl + plasma. Teknik itu mudah dilakukan dalam waktu kurang dari sejam dan dapat membuat sel bertahan di area infark.

sehingga dapat mencegah masalah yang mungkin timbul di masa depan di area tersebut. Meskipun demikian. 4 Melalui kedua mekanisme perbaikan jantung tersebut. stem cell factor (SCF).4 Sitokin dan faktor pertumbuhan tersebut seperti IL-3. . granulocyte-macrophage-colony stimulating factor (GM-CSF). menginduksi proliferasi kardiomiosit. Sel tidak hanya mencapai area infark saja. Melalui komunikasi sel parakrin. Di sisi lainnya. 2. dan flt3 ligan (FL). masih perlu pengkajian lebih dalam mengenai hal ini. dan faktor pertumbuhan yang telah disekresikan stem cell. namun menjangkau area yang mengalami jejas sebelumnya dan tidak terdeteksi radiografi. sitokin. berperan dalam melindungi kardiomiosit dari apoptosis sel. yaitu diferensiasi stem cell dan produksi faktor pertumbuhan stem cell. Hal tersebut karena diperlukan sekitar 1 milyar kardiomiosit dalam mengatasi defisit miosit akibat infark yang dapat menginduksi gagal jantung.2 Telah banyak studi yang membuktikan bahwa transplantasi stem cell seperti stem cell sumsum tulang dalam penanganan infark miokard mampu meningkatkan fungsi ventrikel dan mengurangi area infark sehingga dapat menghambat remodeling. stem cell terbukti berperan dalam meningkatkan serta memperbaiki fungsi jantung.17 Metode aplikasi intravena lebih efektif karena dapat mencapai jaringan dan pembuluh di sekitar area infark. peningkatan fungsi ventrikel terjadi hanya dalam waktu 72 jam setelah transplantasi. terjadi sangat dini dalam proses regenerasi. Mekanisme perbaikan jaringan yang kedua yaitu melalui produksi faktor pertumbuhan sel terkait dengan masih adanya stem cell yang berada di jantung setelah 2 minggu implantasi.4 Mekanisme Perbaikan Miokard dengan Stem Cell Mekanisme perbaikan jaringan rusak melalui aplikasi stem cell terdiri atas dua jenis. dan merekrut stem cell kardiak yang telah ada sebelumnya. 4 Oleh karena itu. Hal itu mengarahkan pada hipotesis adanya peran sekresi sitokin dan faktor pertumbuhan dari stem cell dalam proses regenerasi jaringan. masih menjadi kontroversi apakah hal itu terjadi sebagai efek langsung dari diferensiasi atau karena penggabungan sel dengan kardiomiosit. IL-8.

18 BAB III KESIMPULAN .

masih perlu dilakukan studi yang mendalam terkait optimalisasi terapi stem cell di masa yang akan datang. Metode aplikasi yang paling sesuai ialah melalui pendekatan transvaskuler. Daftar Pustaka . Meskipun demikian.19 Penanganan infark miokard akut tidak hanya terbatas pada terapi konvensional dalam melakukan reperfusi namun regenerasi miokard yang telah mengalami kerusakan irreversibel. tidak membutuhkan ekspansi secara in vitro. Usaha tersebut dicapai melalui aplikasi stem cell. Regenerasi miokard dilakukan untuk mencegah gagal jantung dan kematian sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien. dan mampu berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel. Jenis stem cell yang paling banyak digunakan pada terapi infark miokard ialah stem cell derivat sumsum tulang karena aplikabilitasnya yang tinggi.

2002. Nakamura T. Djuwantono T. Roger VL.84(10):876-92. Stem cell therapy in acute myocardial infarction: a pot of gold or pandora’s box.88(4):343-7. Tex Heart Inst J. Stacey GN. Dalam Freshney RI. Ferguson JL. 2006. Proc Natl Acad Sci USA. Simari RD. Atsari AG.I:24-5. Wiley Interscience. 2006. Boediono A.18(6):827-42. 3. Kim YJ. Terzic CM. Epidemiology of myocardial infarction. and fusion after infarction. Stem Cells International. Cardiac stem cells and progenitors: developmental biology and therapeutic challenges. Sandra F. 2009. differentiation. Recent progressions in Stem cell research: breakthroughs achieved and challenge faced. Best practice and research clinical obstetrics and gynaecology. Jakarta: Penerbit Erlangga. History and perspective of stem cell. 2007.20 1. Acta Med Indones. Auerbach JM (editor). Transactions of The American Clinical and Climatological Association.100:12313-8. Stem cell therapy for cardiovascular disease. Fox KAA. Terzic A. Perin EC. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia. 8. Parmacek MS. Mishina Y. 2012. . Gaussin V. Shah VK. 2004. 4. Beckett GJ. 9. 2009. 12.91:537. Cardiac cell repair therapy: a clinical perspective. Oh H. Walker SW. Culture of Human Stem Cells. Bongso A.41(1):30-1. Tany J. 2010. Cardiac progenitor cells from adult myocardium: homing. Setiawan B.Gersh BJ. Halim D. Heart. Med Clin North Am. 2007. 2. based on cardiac troponin. Myocardial infarction redefined: the new ACC/ASC definition. 10. Stem cell-dasar teori & aplikasi klinis. 2003.117:239-40. Gallardo TD. Murti H. Shalia KK.33(2):204-8. 6. 11. Richard M. Stoddart M. increases the apparent incidence of infarction. 5. 2011:1-20. Mayo Clin Proc. Bradfute SB. 7. Potensi human adult mesenchymal stem cells sebagai terapi pencegahan remodeling pada stadium pemulihan infark miokard. Behfar A. Culture of umbilical cord and cord blood derived stem cells.

18.24(7):1779-88. Frisca. Frati G. Menasché P. Dib N. 19. Peichev M. Comparative analysis of mesenchymal stem cells from bone marrow. J Am Coll Cardiol. 23. Montarras D. Kluter H. Isolation and expansion of adult cardiac stem cells from human and murine heart.21 13. 2009. Adult cardiac stem cells are multipotent and support myocardial regeneration. Pereira D. Blood 2000. umbilical cord blood. JACC Cardiovasc Interv.blast transplantation for severe postinfarction left ventricular dysfunction. 14. Amado LC. The secrets of Stem cell therapy for myocardial infarction.24:1294-301. 2008. Boyle AJ.95(9):91121. randomized. Vilquin JT. Journal of Molecular and Cellular Cardiology. 16. Early improvement in cardiac tissue perfusion due to mesenchymal stem cells. 17. 2006. One-year follow-up of feasibility and safety of the first US. Dinsmore J.114(6):763-76. or adipose tissue. 2008.41(7):1078-83. Wang X.294(5):2002-11. . Hagège AA. et al. CDK 2009. Eichler H. Menasche P. Skeletal muscle stem cells. Messina E. Hu Q. 20. Am J Physiol Heart Circ Physiol. Bieback K. Setiawan B.Circulation Research. controlled study using 3-dimensional guided catheter-based delivery of autologous skeletal myoblasts for ischemic cardiomyopathy (CAuSMIC study). Lababidi Z. 2004. 2006. Sandra F.18(4):330-6. Naiyer AJ. 2008. De Angelis L.45(4):545-53. Stem Cells. Schuleri KH. Beltrami AP. 21. Current opinion in genetics and development. Cell 2003. 15. Buckingham M. Torella D. Kern S. The role of the Sca.95(3):952-8. 2003. Barluchi L. Prawiro W.1/CD31 cardiac progenitor cell population in postinfarction left ventricular remodeling. Skeletal myoblasts and cardiac repair.36:177-9. Stoeve J. Expression of VEGFR-2 and AC133 by circulating human CD34 (+) cells identifies a population of functional endothelial precursors. Autologous skeletal myo. Nakamura Y. Stem Cells. Sardjono CT. 22.2(1):9-16.

Biologic properties of endothelial progenitor cells and their potential for cell therapy. 25. Tian H. Prasongsukarn K.49(6):421-49. Kim BO. Vaughan DE.112(9) (suppl):I96-I104. 26. 2005. . Endothelial progenitor cells in neovascularization of infarcted myocardium. Journal of Molecular and Cellular Cardiology 2008. Young PP. Cell transplantation improves ventricular function after a myocardial infarction: a preclinical study of human unrestricted somatic stem cells in a porcine model.22 24. Circulation. Ii M. Hatzopoulos K. 2007.45(4):530-44. Progress in Cardiovascular Diseases. Jujo K. Losordo DW.