You are on page 1of 3

Beruang yang Malang

Alkisah pada suatu hari yang cerah di hutan,ada seekor beruang yang kelaparan.Ia
menjelajahi hutan untuk mencari madu,tapi sayang dia tak menemukan satu sarang lebah
sama sekali.Ia pun akhirnya pergi ke sungai untuk mencari ikan.Di sana,ia menemukan
banyak ikan yang sedang berenang.
Ia akhirnya berhasil menangkap satu ikan yang sangat besar.Di saat sang beruang membuka
mulutnya lebar-lebar untuk melahap sang ikan,tiba-tiba sang ikan membuka mulutnya.
“Tolong,jangan makan aku!”teriak sang ikan.
Sang beruang pun tidak jadi memakan ikan tersebut.
“Memangnya kenapa?”tanya sang beruang keheranan.
“Kau boleh memakanku,tapi ada syaratnya.Izinkanlah aku meminta izin terlebih dahulu pada
keluargaku di rumah.Tunggulah sebentar,aku akan kembali.”janji sang ikan.
“Baiklah,kau akan kulepaskan.”ucap sang beruang yang percaya pada sang ikan.
Akan tetapi,setelah lama sekali,ternyata sang ikan tidak muncul kembali.Akhirnya sang
beruang pun sadar dirinya telah ditipu sang ikan.Ia pun sangat menyesal karena sifatnya yang
terlalu mudah ditipu sehingga ia tidak jadi mendapatkan apa yang nyaris ia dapatkan.
Akhirnya,sang beruang berjanji bahwa dirinya akan menjadi seekor hewan yang tidak mudah
dibodohi atau ditipu hewan lainnya.

tolong. Mendengar pujian itu.. kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. lihat dunia yang luas ini. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir ke dalam lumpur.. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan itu.” kata si kupukupu. Ia terjatuh ke dalam lumpur. kepompong yang dulu ia ejek sudah menyelamatkan dirinya. di mana-mana terdapat genangan lumpur. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu. bantu aku! Aku mau tenggelam. Kemudian. sang semut memegang erat ranting itu. Kemudian.. “Semut. Bahkan. peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan. “ Tolong.” Koda Akhirnya. sang semut berterima kasih kepada kupukupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya.! Resolusi Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Karena hujan. Ternyata. Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu. Bagaimana nasibmu jika ranting itu patah?” Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji. kepompong alangkah jelek nasibmu. tolong. sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu . “Aku adalah kepompong yang pernah diejek. kupu-kupu berkata kepada semut. “Hei.Kupu-Kupu Berhati Mulia Orientasi Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalanjalan di taman. Komplikasi Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana. Ayo jalan-jalan. sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya.” Lalu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.. Ia sangat bahagia karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah.

Tentang teks eksemplum 2. Ciri Teks Eksemplum 1) Bernuansa naratif Teks eksemplum bernuansa naratif namun bukan naratif murni 2) Isi teks umumnya bercerita mengenai pengalaman pribadi Dalam tek eksemplum cerita yang diceritakan umumnya berupa pengalaman pribadi yang dirasakan atau dialami oleh tokoh 3) Isi teks bercerita tentang suatu insiden Isi teks eksemplum berupa insiden yang tak tak diharapkan atau diinginkan oleh tokoh 4) Terdapat perubahan perilaku tokoh untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Teks eksemplum berakhir dengan pesan moral dari kejadian yang dialami tokoh utama. Di bagian akhir teks eksemplum menggambarkan perilaku tokoh menyesali kejadian yang telah terjadi. . Tampak perubahan sikap tokoh untuk lebih hati-hati dalam melakukan sesuatu.