You are on page 1of 6

2.

3

Etiologi insomnia
Orang yang mengalami insomnia dapat disebabkan oleh banyak faktor,

walapun mngkin satu faktor lebih dominan mempengaruhi. Beberapa faktor
pencetus untuk terjadinya insomnia antara lain :13
1. Faktor Ekstrinsik
Misalnya cahaya, kebisingan, hygiene, suhu, kelembaban dan perubahan
lingkungan sekitar atau jadwal kerja. Kelelahan akibat perjalanan jauh atau
pergeseran waktu kerja dapat menyebabkan terganggunya irama sirkadian
tubuh, sehingga sulit untuk tidur. Ritme sirkadian bertindak sebagai jam
internal, mengatur siklus tidur-bangun, metabolisme, dan suhu tubuh
2. Faktor Intrinsik
a. Stres. Kekhawatiran tentang pekerjaan, kesehatan, sekolah, atau
keluarga dapat membuat pikiran menjadi aktif di malam hari, sehingga
sulit untuk tidur. Peristiwa kehidupan yang penuh stres, seperti
kematian atau penyakit dari orang yang dicintai, perceraian atau
kehilangan pekerjaan, dapat menyebabkan insomnia.
b. Kecemasan & Depresi. Hal ini mungkin disebabkan ketidakseimbangan
kimia dalam otak atau karena kekhawatiran yang menyertai depresi.
c. Kondisi Medis. Jika seseorang memiliki gejala nyeri kronis, kesulitan
bernapas dan sering buang air kecil, kemungkinan mereka untuk
mengalami insomnia lebih besar dibandingkan mereka yang tanpa
gejala tersebut. Kondisi ini dikaitkan dengan insomnia akibat artritis,
kanker, gagal jantung, penyakit paru-paru, gastroesophageal reflux
disease (GERD), stroke, penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer.
3. Faktor Iatrogenik
a. Obat-obatan. Beberapa resep obat dapat mempengaruhi proses tidur,
termasuk beberapa antidepresan, obat jantung dan tekanan darah, obat
alergi, stimulan (seperti Ritalin) dan kortikosteroid.

1

nikotin dan alkohol. Pola tidur. namun perilaku yang diduga sebagai faktor pencetus dari insomnia primer. b. tetapi mencegah tahap lebih dalam tidur dan sering menyebabkan terbangun di tengah malam. Menurut DSM-IV. insomnia sekunder. teh. Nikotin merupakan stimulan yang dapat menyebabkan insomnia. Insomnia transient : merupakan insomnia yang berlangsung beberapa malam. Masalah psikologis. kebiasaan sebelum tidur dan lingkungan tempat tidur sering menjadi penyebab insomnia primer. Kopi. Kafein. 2. cola dan minuman yang mengandung kafein adalah stimulan yang terkenal. Insomnia sekunder Insomnia yang berhubungan dengan gangguan mental atau factor organic.b. Alkohol adalah obat penenang yang dapat membantu seseorang jatuh tertidur. kurang dari 1 minggu dan biasanya berhubungan dengan kejadian tertentu yang bersifat sementara. disebabkan oleh faktor medis.16. jarang sekali datang ke dokter.4 Klasifikasi insomnia15. seperti depresi. 2 . Insomnia primer Insomnia yang tidak berhubungan dengan gangguan mental atau factor organic. 2) Berdasarkan onset a. Orang dengan insomnia ini.17 1) Berdasarkan penyebab a. masalah fisik seperti arthritis dan diabetes serta penggunaan alkohol dapat menyebabkan insomnia sekunder. insomnia primer tidak disebabkan oleh medis.

perubahan jadwal kerja dan efek samping dari pengobatan. Kondisi ini cukup mengganggu dan penderita c. unspecified (organic) 3 . unspecified (nonorganic) k. berada di lingkungan dengan perubahan suhu yang ekstrim. Jenis insomnia ini cenderung mengeluhkan stamina yang buruk untuk menyelesaikan tugas rutinnya dan sulit berkonsentrasi. yaitu dengan terbangun dini hari dan sulit tidur lagi. Acute insomnia Psychophysiologic insomnia Paradoxical insomnia (sleep-state misperception) Idiopathic insomnia Insomnia due to mental disorder Inadequate sleep hygiene Behavioral insomnia of childhood Insomnia due to drug or substance Insomnia due to medical condition Insomnia not due to substance or known physiologic condition. yaitu sulit masuk tidur. Physiologic insomnia. 3) Berdasarkan bentuknya (pattern of insomnia) a. f. Difficulty in initiating sleep (DIS) Sleep onset insomnia. i. Insomnia jangka panjang (kronis) merupakan insomnia yang dialami tiap malam selama 1 bulan atau lebih.b. Early morning waking. b. Difficulty in maintaining sleep (DSM) Sleep maintenance insomnia. h. harus segera mendapatkan penanganan. j. without further sleep (EMW) Sleep onset insomnia. insomnia diklasifikasikan menjadi :18 a. b. g. berada di lingkungan yang ramai dan bising. c. Kondisi ini mengganggu orang yang dalam keadaan stress. c. iritabel dan gelisah. yaitu bias tidur tapi sering kebangun. Insomnia jangka pendek (akut) : adalah insomnia yang terjadi dalam jangka waktu yang pendek yaitu 2-3 minggu. Insomnia jangka panjang ini dapat mengganggu kualitas hidup juga mengganggu mental dan fisik. mudah tersinggung. Berdasarkan International Classification of Sleep Disordes yang direvisi. d. e.

kualitas tidur yang buruk. 4 . seperti kelelahan.2. Riwayat medis. Pemakaian obat-obatan. gangguan memori dan gangguan suasana hati. Namun biasanya penderita melaporkan kombinasi dari ketiga keluhan tersebut. atau obat terlarang. d. bukan hanya di malam hari.21 a. alkohol. Biasanya mengeluh tidak cukup tidur. Jika mereka dapat tidur di siang hari. Tingkatan stres psikis. mereka mengalami gangguan irama sirkardian karena sulit tidur di malam hari. Aktivitas fisik Diagnosis berdasarkan kebutuhan tidur secara individual. f. banyak masalah pribadi. Sulit memulai tidur 2. kurang konsentrasi.20 Gejala insomnia yang merupakan keluhan tidur buruk seperti kurang tidur.13 2. dilakukan penilaian terhadap: 15.5 Gejala insomnia National Center for Sleep Disorders Research menyatakan bahwa insomnia merupakan pengalaman tidur yang tidak adekuat. Kesulitan memulai tidur adalah keluhan yang paling sering pada penderita insomnia. e. Jika insomnia yang dialami berulang-ulang dapat meningkatkan kekhawatiran tidak bisa tidur. Sulit mempertahankan tidur / sering terbangun 3. gangguan kesehatan bahkan khawatir dapat menyebabkan kematian. ditandai satu atau lebih gejala berikut. gangguan fungsi di siang hari. Badan tidak segar meskipun sudah tidur. waktu untuk memulai tidur yang terlalu lama. lalu diikuti oleh sulit mempertahankan tidur dan bangun terlalu dini. c. Apabila penderita mengatakan mereka tidak bisa tidur berarti mereka mengalami kesulitan tidur sepanjang hari. b. yaitu :19 1. Pola tidur penderita.6 Diagnosis Untuk mendiagnosis insomnia. Bangun terlalu cepat di pagi hari 4.

atau yang lainnya yang merupakan area yang memiliki fungsi yang penting. selam 3 bulan terakhir. dan terbangun menjelang dini hari. akademic. kebiasaan. c. Adanya gangguan jiwa lain seperti depresi dan anxietas tidak menyebabkan diagnosis  insomnia diabaikan. Keluhan adanya kesulitan masuk tidur atau mempertahankan tidur.0) atau gangguan penyesuaian (F43. Adanya preokupasi dengan tidak bisa tidur dan peduli yang berlebihan terhadap akibatnya pada malam hari dan sepanjang siang hari. Gejala dari insomnia (DSM – 5) (APA. Ada kalanya pemeriksaan darah juga dilakukan untuk menemukan masalah pada tyroid atau pada hal lain yang bisa menyebabkan insomnia. Kriteria “lama tidur” (kuantitas) tidak diguankan untuk menentukan adanya gangguan.Pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk menemukan adanya suatu permasalahan yang bisa menyebabkan insomnia. pendidikan. Sulit tidur setidakny 3 malam setiap minggunya. Ketidakpuasan dengan kualitas dan kuantitas dari tidur. dapat dimasukkan dalam reaksi stres akut (F43. sulit mempertahankan tidur atau sering terbangun. tempat kerja. b.2) 5 . Gangguan saat tidur yang disebabkan oleh stress atau gangguan di sosial. Lama gangguan yang tidak memenuhi kriteria di atas (seperti pada “transient insomnia”) tidak didiagnosis di sini. Ketidakpuasan terhadap kuantitas dan atau kualitas tidur menyebabkan penderitaan yang cukup berat dan mempengaruhi fungsi dalam sosial dan  pekerjaan. 3. 2013) 1. 2. dengan 1 atau lebih gejala yang mengikuti seperti sulit tidur. dan disertai dengan tidur yang tidak adekuat 4. Insomnia tidak dijelaskan sebagia gangguan mental atau kondisi medic Kriteria Diagnostik Insomnia Non-Organik berdasarkan PPDGJ21  Hal tersebut di bawah ini diperlukan untuk membuat diagnosis pasti: a. Gangguan minimal terjadi 3 kali dalam seminggu selama minimal 1 bulan. Insomnia tidak berhubungan dengan gangguan tidur yang lainnya 5. oleh karena luasnya variasi individual. atau kualitas tidur yang buruk. d.

6 .