You are on page 1of 19

Laporan Kimia Fisika IV

I.

Judul Percobaan

II.
III.
1.
2.
3.

: Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan
Viscometer Ostwald
Tanggal percobaan
: Rabu, 3 Desember 2014; pukul 09.30
Selesai Percobaan
: Rabu, 3 Desember 2014; pukul 13.00
IV. Tujuan Percobaan :
Terampil menggunakan viscometer ostwald.
Menentukan sifat-sifat molekul.
Menyelidiki angka kental relative suatu zat cair dengan menggunakan air sebagai
pembanding.
Dasar Teori
Perbedaan sifat zat cair salah satunya adalah adanya perbedaan terhadap tingkat

V.

kekentalandari zat cair tersebut. Kekentalan atau disebut juga viskositas merupakan
besar kecilnya gesekan di dalam fluida.
Kekentalan atau viskositas adalah gaya hambat atau friksi internal yang
mempengaruhi kemampuan mengalir suatu fluida. Sifat kekentalan dan sifat aliran
suatu zat cair dapat diukur dengan menggunakan instrumen yang disebut viskometer.
Nilai viskositas dinyatakan dengan satuan N detik/m2 atau Pascal detik (Pa s)
dalam satuan SI. Dalam sistem CGS, viskositas dinyatakan dengan satuan dyne
detik/cm2 atau poise (P), dimana 1 P = 100 cP (centipoise) atau 1 cP = 10-3 Pa s.
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Viskositas
Faktor- fator yang mempengaruhi viskositas adalah sebagai berikut:
1.

2.

Tekanan
Viskositas cairan naik dengan naiknya tekanan, sedangkan viskositas gas tidak
dipengaruhi oleh tekanan.
Temperatur
Viskositas akan turun dengan naiknya suhu, sedangkan viskositas gas naik
dengan naiknya suhu. Pemanasan zat cair menyebabkan molekul-molekulnya
memperoleh energi. Molekul-molekul cairan bergerak sehingga gaya interaksi antar
molekul melemah. Dengan demikian viskositas cairan akan turun dengan kenaikan
temperatur.

3.

Kehadiran zat lain
Penambahan gula tebu meningkatkan viskositas air. Adanya bahan tambahan
seperti bahan suspensi menaikkan viskositas air. Pada minyak ataupun gliserin
adanya penambahan air akan menyebabkan viskositas akan turun karena gliserin

4.

maupun minyak akan semakin encer, waktu alirnya semakin cepat.
Ukuran dan berat molekul

Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald

Page

Mempunyai viskositas (kekentalan). metode pengukuran berdasarkan laju aliran fluida dalam pipa kapiler vertikal saat menempuh jarak tertentu. Mempunyai rapat masa dan berat jenis. Dapat dianggap tidak termampatkan. adesi dan tegangan permukaan. baik menjadi lebih kental maupun lebih encer. Viskositas absolut dapat diukur dengan menggunakan kecepatan alir melalui pipa kapiler Metode prmgukuran viskositas dapat dilakukan dengan metode Ostwalt. Sedangkan zat cair yang mengalami sifat semakin encer oleh lamanya pengadukan disebut bersifat rheopectic. Contoh : gelatin.Laporan Kimia Fisika IV Viskositas naik dengan naiknya berat molekul. horizontal yang berhubungan dengan atmosfer. Setidaknya terdapat 2 prinsip dasar sistem metode pengukuran viskositas. d. 6. e. Pertama. Pengaruh waktu terhadap kekentalan dan sifat aliran Kekentalan beberapa zat cair yang bersifat non – Newtonian berubah dengan bertambahnya waktu pengukuran. Alat yang digunakan dengan metode ini adalah viscometer Ostwald yang unsur kerjanya berdasarkan Hukum Poiseuille. Viskositas absolut suatu cairan didefinisikan sebagai gaya yang digunakan untuk memindahkan bidang datar suatu satuan luas terhadap bidang lain yang sama sejauh satu satuan panjang pada satu satuan kecepatan. krim. Misalnya laju aliran alkohol cepat. Berat molekul Viskositas akan naik jika ikatan rangkap semakin banyak. Zat cair mempunyai beberapa sifat sebagai berikut: a. Zat cair ideal tidak mempunyai kekentalan. Mempunyai kohesi. viskositas CPO dengan gugus OH pada trigliseridanya naik pada keadaan yang sama. lambat sehingga viskositas juga tinggi. Kekentalan disebabkan karena kohesi antara patikel zat cair. Kekuatan antar molekul Viskositas air naik denghan adanya ikatan hidrogen. c. larutan minyak laju alirannya lambat dan kekentalannya tinggi seta laju aliran 5. Persamaan hukum Poiseuille: 4 η= pr t 8 lV Keterangan : Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page . Zat cair yang mengalami sifat semakin mengental oleh lamanya pengadukan disebut bersifat thixotropic. Apabila ruangan lebih besar dari volume zat cair akan terbentuk permukaan bebas b. Alat yang digunakan untuk mengukur viskositas fluida disebut viskometer.

Besar dan panjang molekul menghalangi aliran. kemampuannya mengalir kecil karena gaya Van der Walls yang kuat. Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page . Pada zat – zat yang ikatan molekulnya kuat.Laporan Kimia Fisika IV η = Viskositas cairan V = Volume cairan t = Waktu r = Jari – jari pipa kapiler l = Panjang pipa kapiler p = Tekanan Gambar viscometer ostwald Makin besar viskositas cairan. proporsi kecepatan molekul sesuai dengan distribusi Boltzman. Gelas dan polimer–polimer tinggi mempunyai viskositas yang besar. makin sulit cairan itu mengalir. Jika zat cair itu sudah dapat mengalir. Viskositas zat cair itu dapat terjadi bila bagian – bagian zat cair yang saling berdekatan itu mengalir (bergerak dengan kecepatan yang tidak sama).

5 M Larutan Gliserol 0. Selain itu viskositas juga dipengaruhi oleh zat – zat yang terlarut dalam cairan tersebut. Viskositas relatif suatu cairan merupakan perbandingan viskositas absolut air pada suhu yang sama. Penambahan polimer juga dapat meningkatkan viskositas karena bentuk molekulnya yang berupa batang atau benang – benang yang cukup panjang. Larutan Prosedur KerjaAseton Digunakan untuk mencuci viscometer Viscometer ostwold bersih Dialiri zat yang akan dicari viskositasnya Viscometer siap dipakai Dimasukkan 5 mL gliserol dengan berbagai konsentrasi mulai dari yang terendah Tiup sampai cairan berada diatas tanda bagian atas viscometer Dibiarkan menngalir turun Dicatat waktu untuk melewati z tanda tersebut Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Waktu (s) Page . Viskositas zat cair sangat dipengaruhi oleh temperatur.Laporan Kimia Fisika IV Viskositas suatu fluida dipengaruhi oleh temperatur dan tekanan. Penambahan koloid pada cairan dapat mengubah viskositas.25 M Larutan Gliserol 0. Alat dan Bahan  Alat  Viscometer Ostwald  Pipet volume 5 mL  Stopwatch  Beaker Glass       Bahan : Larutan Aseton Larutan Etanol Larutan Gliserol 0. Hubungan ini dapat dinyatakan sebagai berikut : η1 d 1 t 1 = η2 d 2 t 2 VI. semakin tinggi temperatur maka semakin rendah koefisien viskositas.75 M Larutan Gliserol 1 M  VII. Pengukuran viskositas absolut secara langsung memiliki kendala yang sulit diatasi.

W Page 5 . D ug X. XXIII. XXI. bersih Viscometer ostwold XX.Semaki m n besar ak konsent in rasi be maka sa viskosit r asnya ko semaki ns n besar. tra yang 0 si dibutuh XXV. K Dimasukkan 5 mL gliserol dengan berbagai konsentrasi mulai dari yang terendah Tiup sampai cairan berada diatas tanda bagian atas viscometer XXX. XXVI.untuk mencuci viscometer Digunakan XVIII. Prosedur Percobaan aa Hasil Pengam atan n/ R XIV. XI. Kesimp ulan ea ks Larutan Aseton XV. S esudah XXVIII.  XXII. Hasil pengamatan IX. Se XXIX. LXXX. XVII. XII.  XIX. en waktu XXXI. XVI. Sebelum Larutan Etanol : larutan tidak berwarna Gliserol : larutan tidak berwarna Viscometer siap dipakai XXVII.VIII. Dibiarkan menngalir turun Dicatat waktu untuk melewati z tanda tersebut 0 Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Waktu (s) i LXI. XIII. Dialiri zat yang akan dicari viskositasnya XXIV.

LX K V LXXXIV.2641 ak   gram Air : 00. XXXV. dua > 0. LXX . LXXXI. K n lama. XLIV. ita semaki 0 s XXXVI. ak pada konsent be XLII.02.25 M LXXXII. ak untuk 0 0 a melewa XXXIV.75 M r. 1 se XXXVIII. vi ti 0 0 sk tanda os juga XXXVII.m kan XXXII. XXXIII. V iskosita m  XL.5 M w XLI. rasi 0. M s sa 1 2 tu ya XLIII.01 s Berat piknometer + giserol : in XXXIX. Berat piknometer : 15. ng 0 2 di bu Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page 6 1 M > > 0.

LVII. XLIX. se 0 1 m a ju ga ak LX. CI. C. XCV. XCIV. CV. Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald in Page 7 2 an XLVII. XCVI. 1 2 w ati du a LIV. K V LIII. tu 0 2 hk  LXXXVI. CIV. LV. XCVII. LX 0 1 LXXXVIII. 0 1 LVIII.XLV. XC e 0 1 XLVIII. XCVIII. . XCIX. CII. CVI. LII. XLVI. XCIII. un 0 2 tu k m Viskositas L. 1 XCII. LI. ta 0 1 nd LVI. LX 0 1 el XC. LIX. CVIII. CVII. CIII.

LXXII. LXIV. LXXVIII. LXX. LXXVI. Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page 8 CIX. LXXIII. LXVII. LXIX.la m a LXII. LXVI. LXVIII. . LXXI. CX. LXXVII. LXV. LXIII. LXXV. LXXIV.

Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page 9 .LXXIX.

828 0. Zat CXVI. Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page . Gliser ol 1 M CXXI.75M . Aquades CXIX.CXI.5 M CXXV. Pada percobaan yang berjudul “Menentukan Kekentalan Relatif Zat Cair dengan Viscometer Ostwald” ini memiliki tujuan untuk menentukan sifat-sifat molekul dan menyelidiki angka kental relative suatu zat cair dengan menggunakan air sebagai pembandingnya. Nilai Densitas Zat Cair CXV. Gliser /mL) CXVIII. Adapun metode yang dilakukan adalah metode penentuan kekentalan relative zat cair dengan menggunakan viscometer Ostwald. 0. Zat cair yang digunakan yaitu gliserol dengan berbagai konsentrasi yaitu 1M .939 0. 0. 0.25M dan sebagai pembandingnya digunakanaquades CXIII. Nilai densitas masing – masing zat cair didapatkan : CXIV. ol 0.Gliser 0.848 CXXVI. Sebelum melakukan tahap – tahap pengukuran viskositas gliserol.5M . 0. CXXIV.25 M CXXVII. Analisis dan Pembahasan CXII. ol 0. 0. Tabel 1.5M .75 M CXXIII.986 CXX. Massa Cair Jenis (gram CXVII. 0. Zat cair yang digunakan adalah gliserol dengan berbagai konsentrasi yaitu 1M . dan 0. dilakukan penentuan densitas zat cair yang akan diukur viskositasnya dan didapatkan nilai viskositas. dan 0.75M .25M dan sebagai pembandingnya digunakan aquades. Gliserol 0.941 CXXII.

CXXXVI. Langkah pertama membilas viscometer Ostwald. Fungsi lain ialah alkohol atau aseton bersifat lebih volatil (mudah menguap) daripada air sehingga dapat mempercepat proses pengeringan. Gambar. CXLI. CXXX. CXXXVIII. setelah itu dimasukkan sebanyak 5 mL gliserol. Fungsi pembilasan dengan aseton atau alkohol adalah agar zat cair yang dimasukkan dalam viscometer Ostwald setelah digunakan tidak tercampur dengan zat cair dengan konsentrasi yang berbeda yang akan dimasukkan kedalam viscometer Ostwald. CXXXI. zat cair yang akan dicari viskositasnya. CXXXV. caranya adalah memberi tekanan dengan cara meniup larutan gliserol sampai berada di atas kedua tanpa pada viscometer Ostwald. CXXXII. Setelah tahap pembilasan viscometer Ostwald selesai. Sebelum membilas dengan yang akan diuji. CXL. langkah selanjutnya adalah memasukkan gliserol ke dalam viscometer Ostwald dengan menggunakan pipet volume 5 mL. CXLIV. Untuk mengukur waktu yang diperlukan gliserol untuk melewati jarak antara dua tanda yang terdapat pada viscometer (waktu alir). CXXXVII.CXXVIII. Pada viscometer Ostwald terdapat dua tanda yaitu upper mark dan lower mark seperti pada gambar dibawah ini. CXXXIII. CXXIX. Selanjutnya langkah tersebut diulangi Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page . CXXXIX. Viscometer Ostwald CXLIII. CXXXIV. Kemudian membiarkan cairan mengalir turun pada saat cairan tepat berada pada upper mark mencatat waktu yang dibutuhkan cairan tersebut untuk mengalir turun sampai pada lower mark. CXLII. sebenarnya viscometer Ostwald seharusnya dibilas dengan menggunakan alkohol atau aseton. Setelah diketahui ondensitas dari masing – masing zat cair.

sebanyak dua kali.01 CLXXI.75 M CLXI. Viskositas relatif suatu cairan merupakan perbandingan viskositas absolut air pada suhu yang sama. 0. 3. Hubungan ini dapat dinyatakan sebagai berikut : η1 η2 CLXXV. 1 M CLXXIX. = d1 t 1 d2 t 2 CLXXVI.s. Gliserol 1 M CLIV. Zat CXLVIII. Waktu alir (s) CLI.025 x 10 -3 Pa. CL. 2.932 x 10-3 75 M CLXXXIV.39 CLXX.01 CLIX. 1. 5.01 CLXIV. trata-rata t1 Cair CLIII.514 x 10-3 Page . Gliserol 0. Setelah didapatkan data seperti yang dijelaskan pada tabel 2.97 CLV.Gliserol CLXVI. Sehingga didapat data sebagai berikut : CXLV. 2. 2. 3.s) CLXXXI.5 CLXII. 2. 2.Dari hasil perhitungan maka didapatkan data. 2.11 CLXIII.01 CLXXII. CLXXIV. Percobaan tersebut langkahnya sama. CLXXXV. 3. t2 CLII. hal yang sama dilakukan untuk air dan gliserol dengan berbagai konsentrasi. 2. 0. 2.56 M CLXV.01 CLXVIII. 2.78 CLXVII.458 x 10-3 CLXXXII. CXLVII. Tabel 2. Waktu (s) alir gliserol berbagai konsentrasi CXLVI.Viskosita s (Pa. Harga Viskositas Gliserol Pada Berbagai Konsentrasi CLXXVIII.2. nilai viskositas gliserol dengan konsentrasi : CLXXVII.25 M CLXIX. 2.99 rol 0. Glise CLVIII. Langkah selanjutnya adalah menentukan angka kekentalan relatif zat cair atau viskositas (η) dari gliserol dari masing – masing konsentrasi dengan membandingkan dengan viskositas air (aquades) yang telah diketahui pada tabel harga viskositas yaitu sebesar 1. 2. G liserol CLXXX.01 0.01 CLVI.05 CLVII. Air CLXXIII.52 CLX. 50 M Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald 1. CLXXXIII. Tabel 3.

CXCIII. CLXXXVII. 10-3 25 M CLXXXVIII. maka semakin sulit cairan tersebut untuk mengalir. Berdasarkan gambar kurva tersebut bahwa regresi linier R2 = 0. Semakin besar nilai viskositas cairan. Jika zat cair tersebut sudah dapat mengalir proporsi kecepatan molekul sesuai dengan distribusi Boltzman. Kesimpulan Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page . CLXXXIX. kemampuan mengalirnya kecil karena adanya gaya Van der Walls antara molekul yang kuat. atau semakin menurunnya konsentrasi suatu zat cair (gliserol) maka semakin menurun/semakin kecil pula nilai dari viskositasnya. Pada zat – zat yang ikatan molekulnya kuat (konsentrasi tinggi). CXCIV. Viskositas zat cair dapat terjadi bila bagian – bagian zat cair yang saling berdekatan itu mengalir (bergerak dengan kecepatan yang sama). Gambar. Jadi semakin besar konsentrasi gliserol maka semakin besar harga viskositas atau nilai kekentalan relatifnya yang didapatkan. sehingga di dapat grafik sebagai berikut : grafik viskositas vs konsentrasi gliserol viskositas (pa.353 x Dari Tabel 3 dapat dibuat suatu kurva dengan memplotkan harga viskositas dengan konsentrasi pada masing – masing gliserol.s) Linear () konsentrasi gliserol (M) CXC. Kurva perbandingan Antara Konsentrasi Gliserol Dengan Harga Viskositas CXCII. CXCI. 0. Kurva tersebut menggambarkan konsentrasi berbanding lurus dengan harga viskositasnya. 1.952.CLXXXVI.

Tinjauan Pustaka Viskometer. 2011. 2011. (Diakses pada tanggal 7 desember 2014. 458 x 10-3 1.5 M > 0. CCX. CCXV.25 M CCV. Anonim. Daftar Pustaka CCXVI. A. M 0. pukul 16. Martin.html. CCXX. CCIX. Anonim A. Adapun kesimpulan yang didapatkan dari percobaan ini adalah sebagai berikut: 1. Viskositas pada konsentrasi : 1M > 0.blogspot. Semakin besar konsentrasi maka viskositasnya semakin besar dan waktu yang dibutuhkan untuk melewati dua tanda juga makin lama. G CXCVII. 2008. (Diakses pada tanggal 7 desember 2014. CCIV. Penerbit Buku Kedokteran EGC. CCVII. Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page . Seminar Nasional IV SDM Teknologi Nuklir Yogyakarta. Mekanika Fluida. Jakarta. Sehingga didapatkan nilai viskostias gliserol dengan konsentrasi : CXCVI.upi. 0. CCXI.75 M CC. 1986. R. Budianto. CCVIII. Viskositas Zat Cair. liserol CXCVIII.353 x 10-3 CCVI.514 x 10-3 1. Dugdale. CCXIX.25 M 3. Viscometer Ostwald bekerja berdasarkan prinsip pipa kapiler 2. Online: http://repository. pukul 16. Online : http://laporan- kita. Erlangga: Jakarta. skositas 1 CXCIX.edu/operator /upload/sfis0708830chapter2pdf.com/ 2011/06/viscositas-zat-cair. Metode Penentuan Koefisien Kekentalan Zat Cair Dengan Menggunakan Regresi Linear Hukum Stokes. CCXIV.48) CCXVIII. 0.CXCV.s) 2.75 M > 0.50 M CCIII.H. Farmasi Fisik. Vi CCI.. CCII. CCXII.932 x 10-3 1. (Pa. CCXIII. 1963. Edisi III. et al.45) CCXVII.

No. Nasrudin. CCXXXIII. 2 CCXLVII. No.CCXXI. 2. 3. 2 CCXLIII. 1. CCXXIV. CCXL. 2 Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page . CCXXVIII. 2012. CCXLIV. 2 CCXLV. Lampiran Perhitungan  Massa piknometer + Glliserol CCXXXIX. Pengolahan Limbah Pabrik Sabun Dari Soap Gliserin Menjadi Triasetin. 2013. CCXXX. CCXXXIV. CCXXXVII. 0. Muhajir. CCXLVIII. dkk. K. 2011. Panduan Praktikum Mata Kuliah Kimia Fisika IV. D. dan Teddy H. CCXXVII. K M CCXLI. CCXXV.0. CCXXXVIII. CCXXVI. Surabaya : Universitas negeri surabaya CCXXIII. CCXXXVI. 1 CCXLII. 0. Retno. 2. CCXXXII. Jurnal Kompetensi Teknik Vol. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. CCXXIX. CCXXII. Pengaruh Viskositas Terhadap Aliran Fluida Gas-Cair Melalui Pipa Vertikal Dengan Perangkat Lunak Ansys Fluent 13. CCXLVI. CCXXXV. 0. CCXXXI. Harun.

¿ 0. ηair =η1=1.2830 gr 10 mL CCLXIII.75 M → ρ= m v 9. ¿ CCLXIV. ¿ 0. Massa jenis Gliserol ρ= CCLI.8679 gr gr = =0. ¿ 0. CCL.94197 gr /mL CCLVI. m air 9. m v CCLII.5 M → ρ= m v 8.4817 gr 10 mL CCLX. 0.3905 gr 10 mL CCLVII.4197 gr 10 mL CCLIV.84817 gr /mL 0.8283 gr /mL CCLXV. s o Untuk Gliserol 1 M Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page .98679 v air 10 mL mL CCLXVI. Densitas air=d 1= CCLXVII.025 x 10−3 Pa .93905 gr /mL 0. CCLIX. ¿ CCLXI. 1 M → ρ= CCLIII. CCLXII. m v 9.CCXLIX. ¿ CCLV. ¿ 0. ¿ CCLVIII.25 M → ρ= m v 8.

s o Untuk Gliserol 0. s x 0.932 x 10-3 Pa.94197 CCLXX.876 x 10−3 1.η1 d 1 x t 1 = η2 d 2 x t 2 CCLXVIII.94197 CCLXXIX.s = 1.25 M η1 d 1 x t 1 CCLXXXII.05 s mL g x 2. η2 = CCLXXX. η2 = 0. CCLXIX.002 x 10−3 1. η2 = η1 x d 2 x t 2 d1 xt 1 1.983 g x 5.01 s mL Pa. η2 = η1 x d 2 x t 2 d1 xt 1 1.01 s mL Pa.98679 3. s x 0. η2 = d 2 x t 2 Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page .983 g x 3. η2 = 0.s CCLXXXI.s = 2.s = 1.75 M η1 d 1 x t 1 = CCLXXII.5 M η1 d 1 x t 1 = CCLXXVII. o Untuk Gliserol 0.11 s mL g x 2. η2 d 2 x t 2 CCLXXVIII.025 x 10−3 Pa.94197 CCLXXIV. η2 d 2 x t 2 CCLXXIII.98679 3. CCLXXI. η2 = η1 x d 2 x t 2 d1 xt 1 1. η2 = CCLXXV.514 x 10-3 Pa. η2 η2 = = 0.983 g x 3.s CCLXXVI.98679 4.832 x 10−3 1. o Untuk Gliserol 0.458 x 10-3 Pa. s x 0.025 x 10−3 Pa.01 s mL Pa.025 x 10−3 Pa.97 s mL g x 2.

η2 = η1 x d 2 x t 2 d1 xt 1 1. CCXCV.CCLXXXIII.s = 1.s CCLXXXVI.01 s mL Pa. CCXC.94197 CCLXXXIV.η2 = = 0.353 x 10-3 Pa. Mengukur Massa Jenis Gliserol Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page . CCXCI.98679 2. Lampiran Gambar CCLXXXIX. CCLXXXVIII.78 s mL g x 2. CCXCIV.684 x 10−3 1. Larutan Etanol dan Mengukur viskositas air Gliserol CCXCII.983 g x 2. CCXCIII. CCLXXXVII. Mengukur Viskositas Gliserol CCXCVI. s x 0. η2 CCLXXXV.025 x 10−3 Pa.

Menentukan Kekentalan Relative Zat Cair dengan Viscometer Ostwald Page . CCXCIX.CCXCVII. CCXCVIII.