You are on page 1of 3

Sitostatika

Depo Sitostatika merupakan bagian dari Depo Farmasi Rawat Inap yang baru berdiri
selama 2 tahun. Alasan dibentuknya Depo Sitostatika ini dikarenakan meningkatnya
peresepan obat kemoterapi di RSUD Tugurejo, selain itu sediaan kemoterapi memerlukan
penangan khusus karena efeknya yang bersifat karsinogenik, mutagenik, dan teratogenik
apabila terpapar pada tubuh manusia. Depo ini buka dari jam 7.00 hingga pelayanan resep
kemoterapi atau pencamputan obat sitostatika selesai dan hanya menggunakan 1 shift. Depo
ini memiliki 1 Apoteker Penanggung Jawab dan dibantu oleh 4 orang TTK.
Penanganan obat sitostatika di Depo ini dilakukan pada ruangan khusus atau clean
room yang memiliki persyaratan sebagai berikut:
1. Ruang Aseptic Dispensing
Ruang ini harus memenuhi persyaratan:
a. Ruang bersih: kelas 10.000 ( dalam Laminar Air Flow = kelas 100)
b. Ruang/tempat penyiapan: kelas 100.000
c. Ruang antara: kelas 100.000
d. Ruang ganti pakaian: kelas 100.000
e. Ruang/tempat penyimpanan untuk sediaan yang telah disiapkan.
Tata ruang harus menciptakan alur kerja yang baik sedangkan luas ruangan disesuaikan
dengan macam dan volume kegiatan. Ruang aseptic dispensing harus memenuhi spesifikasi:
a. Lantai
Permukaan lantai harus datar dan halus, tanpa sambungan keras, resisten terhadap zat
kimia dan jamur, serta tidak mudah rusak.
b. Dinding
Permukaan dinding harus rata dan halus, terbuat dari bahan yang keras, tanpa sambungan,
resisten terhadap zat kimia dan jamur, serta tidak mudah rusak. Sudut-sudut pertemuan
lantai dengan dinding dan langit-langit dengan dinding dibuat melengkung dengan radius
20-30 mm. Colokan listrik yang ada harus data dengan permukaan dan kedap air dan dapat
dibersihkan.
c. Plafon
Penerangan, saluran, dan kabel dibuat di atas plafon, dan lampu rata dengan langitlangit/plafon dan diberi lapisan untuk mencegah kebocoran udara.
d. Pintu
Rangka terbuat dari stainles steel dan pintu membuka kearah ruangan yang bertekanan
lebih tinggi.
e. Aliran udara
Aliran udara menuju ruang bersih, ruang penyiapan, ruang ganti pakaian dan ruang antara
harus melalui HEPA filter dan memenuhi persyaratan kelas 10.000. pertukaran udara
minimal 120 kali/jam.
f. Tekanan udara

Sedangkan ruang bersih penanganan sitostatia harus bertekanan lebih rendah dibandingkan ruang sekitarnya (Permenkes RI. Ruang cuci tangan dan ruang ganti pakaian Sebelum masuk ke ruang antara. 3) Suhu 18 – 22°C. c. penghitungan dosis dan volume cairan). d. Menurut Direktorat Bina Farmasi Tahun 2009 mengenai Pedoman Dasar Dispensing Sediaan Steril. 7) Pass box adalah tempat masuk dan keluarnya alat kesehatan dan bahan obat sebelum dan sesudah dilakukan pencampuran. ganti pakaian dan antara harus 45 Pascal lebih tinggi dari tekanan udara luar. Tekanan udara dalam ruangan yang mengandung risiko lebih tinggi terhadap produk hendaknya selalu lebih tinggi dibandingkan ruang sekitarnya. Berikut ini merupakan perbandingan denah Sitostatika standar dari Binfar dengan Ruangan Sitostatika yang ada di RSUD Tugurejo. Ruang steril (Clean Room) Ruangan steril harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1) Jumlah partikel berukuran 0. pelabelan.5 mikron tidak lebih dari 350. Kelembapan Kelembapan relatif berkisar antara 45-55%. 2) Jumlah jasad renik tidak lebih dari 100 per meter kubik udara. b. pencampuran sediaan steril dalam hal ini obat sitostatika memerlukan ruangan khusus dan terkontrol. Pass box ini terletak di antara ruang persiapan dan ruang steril. petugas harus mencuci tangan.Tekanan udara di dalam ruang bersih adalah 15 Pascal lebih rendah dari ruang lainnya. Ruang Persiapan Ruanagn yang digunan untuk administrasi dan penyiapan alat kesehatan dan bahan obat (etiket. ganti pakaian kerja dan memakai Alat Pelindung Diri (APD).000 partikel. h. Ruang antara (Ante Room) Petugas yang akan masuk ke ruang sterli melalui suatu ruang antara. Ruangan ini terdiri dari: a. g. 58 Tahun 2014). ruang ganti pakaian steril dan ruang ganti pakaian hendaknya mempunyai perbedaan tekanan udara 10-15 pascal. 6) Tekanan udara di dalam ruang lebih positif dari pada tekanan udara di luar ruangan. Ruang bersih. ruang penyangga. sedangkan tekanan udara dalam ruang penyiapan. . 4) Kelembaban 35 – 50%. 5) Di lengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) Filter. No. Temperatur Suhu udara ruangan bersih dan steril dipelihara pada suhu 16-25oC.

2) Sarung tangan Sarung tangan yang dipilih harus memiliki permeabilitas yang minimal sehingga dapat memaksimalkan perlindungan bagi petugas dan cukup panjang untuk menutup pergelangan tangan. Perbedaan tersebut terletak pada masih banyak terdapat sudut di dalam ruangan pencampuran sitostatika. masih terdapat perbedaan antara ruangan standar yang telah ditetapkan oleh Binfar dengan ruangan yang ada di RSUD Tugurejo. yang merupakan alat y Peralatan yang harus digunakan saat melakukan pencampuran sediaan steril meliputi: 1) Baju Pelindung Baju Pelindung ini sebaiknya terbuat dari bahan yang impermeable (tidak tembus cairan).Berdasarkan gambar di atas. tidak melepaskan serat kain. . 3) Kacamata pelindung Hanya digunakan pada saat penanganan sediaan sitostatika. bermanset dan tertutup di bagian depan.. namun hal tersebut sudah di atasi dengan penggunaan alat BSC tipe . dengan lengan panjang.. Khusus untuk penanganan sediaan sitostatika harus menggunakan dua lapis. dan 4) Masker disposible. Sarung tangan terbuat dari latex dan tidak berbedak (powder free).