You are on page 1of 25

SISTEM PELAYANAN SOSIAL BPJS KESEHATAN

(Tugas Mata Kuliah ADM Pelayanan Publik )

Oleh
ALEXANDER SITINJAK
55.11.15.004

JURUSAN MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG
2016
0

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kesehatan, rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan sehingga
saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat
sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman bagi pembaca dalam Program Kesehatan BPJS.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

1

..........1 Daftar Isi.................18 2....DAFTAR ISI Kata Pengantar.........................1 PROGRAM BPJS............................................................................10 2....21 3....................................................................................................3 PERSYARATAN BPJS..1 Latar Belakang .....................................................................2 SARAN.22 2 .................................................................2 SASARAN BPJS....................................................................................................................... 3 1.........................................................................2 Perumusan Masalah....................................................................................................................................................................................................12 2............................7 ANALISA TENTANG BPJS ......................................................................1 KESIMPULAN......................................6 KENDALA BPJS.......................................20 BAB III PENUTUP 3.............................................................................................. 6 BAB II PEMBAHASAN 2.................................................................................................21 DAFTAR PUSTAKA .....................................7 2.........2 BAB I PENDAHULUAN 1.......................................................................................................5 PELAKSANAAN BPJS................13 2.......4 PROSEDUR BPJS KESEHATAN.17 2................................................................................................................................................................

WHA juga menyarankan kepada WHO agar mendorong negara-negara anggota untuk 3 . cacat. yang berada di luar kekuasaannya. World Health Assembly (WHA) menggaris bawahi perlunya pengembangan sistem pembiayaan kesehatan yang menjamin tersedianya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan memberikan perlindungan kepada mereka terhadap risiko keuangan. Berdasarkan Deklarasi tersebut.1 Latar Belakang Hak tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya merupakan hak asasi manusia dan diakui oleh segenap bangsa-bangsa di dunia. pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan melalui Universal Health Coverage diselenggarakan melalui mekanisme asuransi kesehatan sosial. menjadi janda/duda. perumahan dan perawatan kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlukan dan berhak atas jaminan pada saat menganggur. setiap orang berhak atas derajat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya termasuk hak atas pangan. Dalam sidang ke58 tahun 2005 di Jenewa. menderita sakit. termasuk Indonesia. WHA ke58 mengeluarkan resolusi yang menyatakan. mencapai usia lanjut atau keadaan lainnya yang mengakibatkan kekurangan nafkah. antara lain jaminan kesehatan bagi semua penduduk (Universal Health Coverage).BAB I PENDAHULUAN 1. pakaian. pasca Perang Dunia II beberapa negara mengambil inisiatif untuk mengembangkan jaminan sosial. Pasal 25 Ayat (1) Deklarasi menyatakan. Pengakuan itu tercantum dalam Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1948 tentang Hak Azasi Manusia.

4 . pemerintah memberikan jaminan melalui skema Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). diantaranya adalah melalui PT Askes (Persero) dan PT Jamsostek (Persero) yang melayani antara lain pegawai negeri sipil. Biaya kesehatan dan mutu pelayanan menjadi sulit terkendali. skema-skema tersebut masih terfragmentasi. terbagi. Namun demikian. Untuk masyarakat miskin dan tidak mampu. Usaha ke arah itu sesungguhnya telah dirintis pemerintah dengan menyelenggarakan beberapa bentuk jaminan sosial di bidang kesehatan. pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi kesehatan perorangan. pada 2004. setiap orang juga mempunyai kewajiban turut serta dalam program jaminan kesehatan sosial. veteran. penerima pensiun. dikeluarkan Undang-Undang No. Untuk mengatasi hal itu.bagi.mengevaluasi dampak perubahan sistem pembiayaan kesehatan terhadap pelayanan kesehatan ketika mereka bergerak menuju Universal Health Coverage. dan pegawai swasta. Untuk mewujudkan komitmen global dan konstitusi di atas. Sebaliknya. Dalam UU 36/2009 ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman. dan terjangkau. UU 40/2004 ini mengamanatkan bahwa jaminan sosial wajib bagi seluruh penduduk termasuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui suatu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hak ini juga termaktub dalam UUD 45 pasal 28H dan pasal 34. falsafah dan dasar negara Pancasila terutama sila ke-5 juga mengakui hak asasi warga atas kesehatan. bermutu. 23/1992 yang kemudian diganti dengan UU 36/2009 tentang Kesehatan.40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). dan diatur dalam UU No. Di Indonesia.

5 .101 Tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran (PBI). merupakan kompromi optimal.Undang-Undang No. Atau. apabila UU tersebut sudah divonis tidak mengakomodir kepentingan kita. sebelum UU itu dilaksanakan. Secara operasional.Konsekuensi logis dari sebuah negara demokrasi adalah bahwa rumusan suatu UU yang telahdiundangkan harus dilaksanakan. Peraturan Presiden No. Inilah hakikat negara demokrasi. Perdebatannya berlangsung sangat alot. jika seseorang atau sekelompok orang yakin bahwa UU SJSN itu merugikankepentingan lebih banyak rakyat. keadilan antar daerah dan antar golongan pekerjaan. Khusus untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan yang implementasinya dimulai 1 Januari 2014. UU no 40/04. Nasionalisme. meskipun ada aspirasi atau keinginankita yang berbeda dengan yang dirumuskan UU SJSN. maka ia atau mereka dapat mengajukan alternatif ke DPR untuk merevisi atau membuat UU baru. Setelah disetujui DPR. sertapertimbangan kondisi geografis serta ekonomis yang berbeda-beda telah pula dibahas mendalam. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Sesungguhnya keinginan untuk mendirikan BPJS baru telah dibahas dalam prosespenyusunan UU SJSN. antara lain: Peraturan Pemerintah No. maka rumusan suatu UUmengikat semua pihak. Kita harus belajarkonsekuen dan berani menjalankan sebuah keputusan UU. Jaminan Sosial Nasional akan diselenggarakan oleh BPJS.Apa yang dirumuskan dalam UU SJSN. baik yang tadinya pro maupun yang tadinya kontra terhadap suatu isi atau pengaturan. Berbagai pertimbangan tentangcost-benefit. 24 Tahun 2011 juga menetapkan. wakil rakyat. dan Peta Jalan JKN (Roadmap Jaminan Kesehatan Nasional). Boleh saja kita tidak setuju dengan isisuatu UU dan tidak ada satupun UU yang isinya 100% disetujui dan didukung oleh seluruhrakyat. pelaksanaan JKN dituangkan dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden. yang terdiri atas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Sangatlah tidak layak dan tidak matang.

1. Apa dasar hukum yang melandasi adanya BPJS itu ? 3.2 PERUMUSAN MASALAHAN Ada pun rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1. Apa saja manfaat yang diperoleh jika menjadi anggota BPJS 6 . Apa saja hak dan kewajiban peserta BPJS ? 4. Apa yang dimaksud BPJS itu ? 2.

BAB II PEMBAHASAN 2. yaitu pendidikan bagi semua. Mengingat pentingnya peranan BPJS dalam menyelenggarakan program jaminan sosial dengan cakupan seluruh penduduk Indonesia. Dengan demikian dapat diketahui secara pasti batas-batas tanggung jawabnya dan sekaligus dapat dijadikan sarana untuk mengukur kinerja kedua BPJS tersebut secara transparan. maka UU BPJS memberikan batasan fungsi. disamping pilar lainnya. lapangan pekerjaan yang terbuka luas dan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkeadilan. tugas dan wewenang yang jelas kepada BPJS. secara tegas menyatakan bahwa BPJS yang dibentuk dengan UU BPJS adalah badan hukum publik. 7 . BPJS yang dibentuk dengan UU BPJS adalah BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kedua BPJS tersebut pada dasarnya mengemban misi negara untuk memenuhi hak konstitusional setiap orang atas jaminan sosial dengan menyelenggarakan program jaminan yang bertujuan memberi kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.1 PROGRAM BPJS Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS). Penyelenggaraan jamianan sosial yang adekuat dan berkelanjutan merupakan salah satu pilar Negara kesejahteraan.

dengan tujuan untuk menjamin agar peserta menerima uang tunai apabila memasuki masa pensiun. FUNGSI UU BPJS menetukan bahwa BPJS Kesehatan berfungsi menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Sedangkan program jaminan kematian diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dengan tujuan untuk memberikan santuan kematian yang dibayarkan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia. Selanjutnya program jaminan hari tua diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial atau tabungan wajib. Menurut UU SJSN program jaminan kecelakaan kerja diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial. jaminan pensiun.A. Kemudian program jaminan pensiun diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial atau tabungan wajib. dengan tujuan menjamin agar peserta memperoleh manfaat pelayanan kesehatan dan santunan uang tunai apabila seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja atau menderita penyakit akibat kerja. untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak pada saat peserta kehilangan atau berkurang penghasilannya karena memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total tetap. jaminan hari tua. dan jaminan kematian. Jaminan Kesehatan menurut UU SJSN diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas. Jaminan pensiun ini diselenggarakan berdasarkan manfaat pasti. 8 . mengalami cacat total tetap. BPJS Ketenagakerjaan menurut UU BPJS berfungsi menyelenggarakan 4 program. atau meninggal dunia. yaitu program jaminan kecelakaan kerja. dengan tujuan menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.

Memberikan informasi mengenai penyelenggaraan program jaminan sosial kepada peserta dan masyarakat. Menerima bantuan iuran dari Pemerintah.B. b. kehati-hatian. solvabilitas. dan hasil yang memadai. Menagih pembayaran Iuran. Melakukan dan/atau menerima pendaftaran peserta. pemungutan. Tugas pendaftaran kepesertaan dapat dilakukan secara pasif dalam arti menerima pendaftaran atau secara aktif dalam arti mendaftarkan peserta. C. b. f. c. TUGAS Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana tersebut diatas BPJS bertugas untuk: a. Mmengumpulkan dan mengelola data peserta program jaminan sosial. pembayaran manfaat dan/atau membiayai pelayanan kesehatan dan tugas penyampaian informasi dalam rangka sosialisasi program jaminan sosial dan keterbukaan informasi. d. keamanan dana. Dengan kata lain tugas BPJS meliputi pendaftaran kepesertaan dan pengelolaan data kepesertaan. Membayarkan manfaat dan/atau membiayai pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan program jaminan sosial. pengelolaan Dana jaminan Sosial. Mengelola Dana Jaminan Sosial untuk kepentingan peserta. e. pengumpulan iuran termasuk menerima bantuan iuran dari Pemerintah. Memungut dan mengumpulkan iuran dari peserta dan pemberi kerja. dan g. 9 . WEWENANG Dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana diamksud di atas BPJS berwenang: a. Menempatkan Dana Jaminan Sosial untuk investasi jangka pendek dan jangka panjang dengan mempertimbangkan aspek likuiditas.

Melakukan kerjasama dengan pihak lain dalam rangka penyelenggaraan program jaminan sosial. Mengenai sasaran penyusunan peraturan pelaksanaan.2 SASARAN BPJS Sasaran yang ditetapkan secara umum sudah cukup komprehensif dan terukur. f. g. Melaporkan pemberi kerja kepada instansi yang berwenang mengenai ketidakpatuhannya dalam membayar iuran atau dalam memenuhi kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. atau kekurangan pembayaran. e. Membuat atau menghentikan kontrak kerja dengan fasilitas kesehatan. Membuat kesepakatan dengan fasilitas kesehatan mengenai besar pembayaran fasilitas kesehatan yang mengacu pada standar tarif yang ditetapkan oleh Pemerintah. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas kepatuhan peserta dan pemberi kerja dalam memanuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan jaminan sosial nasional. dan h.sehingga mudah untuk dilaksanakan dan gampang dievaluasi. 10 . Kewenangan menagih pembayaran Iuran dalam arti meminta pembayaran dalam hal terjadi penunggakan. kemacetan. kewenangan melakukan pengawasan dan kewenangan mengenakan sanksi administratif yang diberikan kepada BPJS memperkuat kedudukan BPJS sebagai badan hukum publik. 2.c. Mengenakan sanksi administratif kepada peserta atau pemberi kerja yang tidak memenuhi kewajibannya. Namun demikian ada 3 catatan yang perlu dikemukakan mengenai sasaran untuk tahun 2014 dan 2019 sebagai berikut. d. 1.

Seperti diketahui sistem jaminan sosial sangat tergantung pada regulasi yang ditetapkan oleh regulator. 2 (dua) tahun untuk peraturan yang mendukung beroperasinya BPJS Ketenagakerjaan. dan pada tahun 2019 meningkat lebih dari 100% sehingga menjadi 257. Menurut doktrin peraturan perundangan harus bersifat konstan untuk adanya kepastian. 3. 11 . UU Nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS menentukan. Penyesuaian peraturan perundangan pada tahun 2019. Dikawatirkan hal tersebut akan mempengaruhi pelaksanaan tranformasi badanpenyelenggara dan kinerja kedua BPJS yang akan lahir pada 1 Januari 2014. peraturan pelaksanaan dari UU tersebut harus ditetapkan paling lama: a. Sasaran kepesertaan untuk tahun 2014 sebanyak 121.5 juta jiwa penduduk merupakan sasaran yang cukup ideal. namun tetap terbuka untuk perubahan jika kondisi objektif menuntut adanya perubahan. Toleransi waktu untuk menentapkan peraturan pelaksanaan UU BPJS yang diberikan terlalu longgar. Karena itu. dan untuk mendukung BPJS Ketenagakerjaan paling lama 25 November 2013. Sasaran kepesertaan. 2. dan b.Seluruh peraturan pelaksanaan yang diperlukan untuk mendukung beroperasinya BPJS ditetapkan tahun 2014.sasaranperubahan peraturan perundangan pada tahun 2019 harus terlebih dahulu diawali dengan kajian komprehensif baik dari aspek hukum maupun aspek non hukum yang mempengaruhi tingkat legitimasi suatu peraturan perundangan dan keberlakuannya dalam masyarakat yang berkembang diunamis. 1 (satu) tahun untuk peraturan yang mendukung beroperasinya BPJS Kesehatan. Artinya peraturan pelaksanaan untuk mendukung BPJS Kesehatan harus ditetapkan paling lama 25 November 2012.6 juta jiwa penduduk. karena jaminan sosial lahir berdasarkan UU dan peraturan pelaksanaannya. terhitung sejak UU tersebut diundangkan pada 25 November 2011.

500 4.2. Bank BRI setelah mendpaatkan virtual account dari Kantor BPJS Kesehatan. Asli/photocopy akte lahir anak 4. pegawai BUMN. Asli/photocopy akte nikah 3. 5. Bank BNI. KTP penanggung 5. pegawai swasta. Untuk mendapatkan info lebih lanjut silakan hubungi hotline service BPJS Kesehatan Cabang Lampung (Telp 0721. anggota TNI. anggota Polri. Asli/photocopy kartu keluarga 12 . dan apabila ingin melanjutkan kembali maka harus membayar premi/iuran yang tertunggak dan dikenakan denda 2% dari premi/iuran tersebut.3 PERSYARATAN BPJS Persyaratan antara lain:  Asli/photo copy kartu keluarga 1 lembar  Asli/photo copy KTP 1 lembar  Pas foto berwarna 3 x 4. pegawai pemerintah non pegawai negeri. Pembiayaan premi/iuran dapat dilakukan pada Bank Mandiri.000  Kelas 3 = Rp 25.700444) dan Halo BPJS Kesehatan (500 400). Apabila pembayaran premi/iuran menunggak 3 bulan berturut-turut maka pelayanan kesehatannya dihentikan sementara. 6. Dapat memilih pembayaran premi/iuran nominal per orang per bulan sebagai berikut:  Kelas 1 = Rp 80.000  Kelas 2 = Rp 51. 1 lembar  Persyaratan lain bila diperlukan 3. syarat-syaratnya adalah: 1. Nomor kartu peserta penanggung 2. pegawai BUMD. Sedangkan untuk mutasi/penambahan anggota keluarga pekerja penerima upah termasuk PNS.

4 PROSEDUR BPJS KESEHATAN PROSEDUR UMUM 13 . Pas foto anak ukuran 3×4. 1 lembar (jika ingin daftarkan istri/suami) 8. Memiliki ATM Mandiri lebih disarankan karena Bank Mandiri menyediakan mobile bank di halaman Kantor BPJS Kesehatan Cabang Lampung sehingga memudahkan anda untuk membayar iuran awal.6. Datanglah sepagi mungkin ke Kantor BPJS Kesehatan Lampung karena banyaknya orang yang ingin mendaftar 2. Mengisi formulir daftar isian penambahan anggota keluarga Saran-saran ketika anda akan mendaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan: 1. Pembayaran iuran ini juga bisa anda lakukan di Kantor Cabang Utama/ATM Bank BNI Lampung. 3. Pas foto penanggung ukuran 3×4. Antrian warga yang tak memiliki ATM Mandiri terlihat cukup panjang untuk membayar iuran melalui loket yang hanya dijaga 1 teler. Bank BRI Lampung. 1 lembar 7. 1 lembar (jika anak berusia di atas 5 tahun) 9. Pas foto istri/suami ukuran 3×4. atau Bank Mandiri Lampung jika tak mau mengantri terlalu lama 2.

PROSEDUR PELAYANAN RAWAT JALAN DI FASKES TINGKAT PERTAMA PROSEDUR PELAYANAN KESEHATAN DI FASKES RUJUKAN TINGKAT LANJUTAN PROSEDUR PELAYANAN OBAT 14 .

Faskes tingkat Pertama Faskes tingkat lanjutan 15 .

PROSEDUR PELAYANAN ALAT KESEHATAN PROSEDUR UNTUK FASKES 16 .

PROSEDUR KERJA SAMA FASKES DENGAN BPJS KESEHATAN PROSEDUR KLAIM PELAYANAN KESEHATAN Prosedur umum   17 .

Mengelola Dana Jaminan Sosial untuk kepentingan peserta. Melakukan dan/atau menerima pendaftaran peserta. Menerima bantuan iuran dari Pemerintah. e. c. dan 18 . Membayarkan manfaat dan/atau membiayai pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan program jaminan sosial. Mmengumpulkan dan mengelola data peserta program jaminan sosial.5 PELAKSANAAN BPJS Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana tersebut diatas BPJS bertugas untuk: a.Prosedur klaim faskes tingkat lanjutan 2. d. b. Memungut dan mengumpulkan iuran dari peserta dan pemberi kerja. f.

Karena sosialisasi 19 .dan e. Memberikan informasi mengenai penyelenggaraan program jaminan sosial kepada peserta dan masyarakat. pengumpulan iuran termasuk menerima bantuan iuran dari Pemerintah. 2. Masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadappentingnya program Jaminan Kesehatan yang dianut oleh UU SJSN. Karena itu.6 KENDALA BPJS Terutama karena dihadapkan pada masalah : a. b. pembayaran manfaat dan/atau membiayai pelayanan kesehatan dan tugas penyampaian informasi dalam rangka sosialisasi program jaminan sosial dan keterbukaan informasi. Lemahnya penegakan hukum. Tugas pendaftaran kepesertaan dapat dilakukan secara pasif dalam arti menerima pendaftaran atau secara aktif dalam arti mendaftarkan peserta. d. dapat dipahami jika dalam Peta Jalan dikemukakan bahwa “sosialisasi” merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan Jaminan kesehatan Nasional. pengelolaan Dana jaminan Sosial. Dengan kata lain tugas BPJS meliputi pendaftaran kepesertaan dan pengelolaan data kepesertaan. c. pemungutan. Masalah yang terkait dengan sisi pelayanan kesehatan dihubungkan dengan factor demogarafi dan geografi Indonesia .g. Pekerja penerima upah belum seluruhnya menjadi peserta dan pekerja bukan penerima upah masih belum terjangkau. BPJS Kesehatan masih dalam tahap konsolidasi kelembagaan.

Ade juga menemukan masalah praktek percaloan di Kantor Cabang BPJS dan rumah sakit yang marak. Mereka juga menemukan perbedaan tarif di rumah sakit type A. Di antaranya pembatasan pembuatan kartu kepesertaan BPJS di daerah. untuk penyakitpenyakit kronis. 20 . dan terbatasnya kuota kamar untuk pasien program BPJS. Karena itu ditanggung sendiri oleh pasien pada saat dirujuk ke rumah sakit lain. Koalisi Pemantau Badan Penyelenggara Jamina Sosial (BPJS) Kesehatan." jelas dia. Direktur Advokasi dan relawan Jamkes Watch. Sehingga rujukan ekslusif menjadi bermasalah. "Penyediaan alat bantu fisik pasien yang tidak ditanggung olehBPJS. Permasalahan ini banyak ditemui langsung. penegakan hukum/sanksi tegas untuk rumah sakit yang nakal. tangan dan bola mata palsu. perbedaan pelayanan antara pasien umum dengan pasien program BPJS. Sementara fasilitas nicu di rumah sakit type C dan D juga berbeda tarif. Rabu (17/9). Biaya ambulance juga menjadi permasalahan. Jamkes Watch dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menemukan 20 permasalahan selama BPJS Kesehatan resmi beroperasi 1 Januari 2014 kemarin.yang baik akan memberikan pemahaman dan kesadaran kepada peserta dan pemberi kerja akan hak dan kewajibannya serta manfaatnya menjadi peserta Jaminan kesehatan. B. Selain itu dia menengarai sosialisasi BPJS yang kurang mengena dan tidak sesuai dengan kondisi masyarakat ditingkat yang paling bawah (grassroot). Dalam praktiknya ada indikasi adanya permainan dalam penetapan jenis dan merk obat oleh dokter rumah sakit yang bersifat komersial." kata Ade dalam keterangan persnya. Ade Lukman memaparkan permasalahan itu banyak terjadi dalam pelayanan kesehatan. ada lagi minimnya biaya/tarif pelayanan/kunjungan dokter dalam program BPJS. embatasan waktu rawat inapbagi pasien BPJS. seperti kaki. "Lainnya. C.

adanya intervensi Menteri Kesehatan kedalam BPJS sebagai Badan Penyelenggara. 2.." jelasnya.. Asabri. Dengan adanya permasalahan itu. Terakhir. Itu juga yang menyebabkan pengadaan mobil ambulance di setiap kantor cabang BPJS. jangan2 ini hanya upaya menutupi ketidakmampuan pemerintah mendanai jamkesmas sehingga harus diambilkan premi dari seluruh masyarakat sehingga terjadi subsidi silang dengan harapan orang mampu tidak akan memanfaatkan jaminan kesehatan tsb ( kan mereka sudah punya asuransi lain ) tapi tetap diwajibkan bayar premi 21 . sepertinya kembali ke konsep sosialis sebagai upaya untuk mengatur masyarakat secara kolektif Pemerintah hanya menanggung premi untuk masyarakat miskin sementara yang lainnya harus co sharing dengan wajib membayar premi ... mencabut Permenkes RI Nomor 69 Tahun 2013 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan pada Fasilitas Tingkat Pertama dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan dalam Penyelenggaraan Program JaminanKesehatan. kebanyakan mereka tidak melayani selama 24 jam. Jamkesmas dll dengan tambahan mewajibkan seluruh masyarakat untuk ikut asuransi kesehatan.7 ANALISA TENTANG BPJS Menurut pendapat saya pribadi BPJS Kesehatan bukanlah suatu program inovatif pemerintah karena hanya menggabungkan beberapa jaminan kesehatan yang sudah ada seperti jaminan Askes. mereka menuntut perubahan Sistem INA CBGs menjadi Fee for Service. "Antisipasi oleh BPJS dan rumah sakit dalam hal penyediaan kamar rawat inap kelas 2 di rumah sakit terkait kewajiban bagi perusahaan untuk mengikutsertakan atau mengalihkan pekerjanya dalam program BPJS Kesehatan 1 Januari 2015... Jamsostek. nah apa bedanya dengan sekarang .Khusus untuk staf BPJS.

... apa bedanya nih asuransi dengan pajak ?? Pengelolaan BPJS Kesehatan akan dilkukan hanya oleh satu badan pengelola. siapa yang bayar lebih akan dapat pelayanan lebih. bayangkan ibarat sebuah proyek besar biasanya kontraktor akan mencari beberapa sub kontraktor agar pekerjaannya maksimal ini malah sebaliknya....... UU BPJS juga memastikan bahwa dana masyarakat tersebut tidak hanya untuk pelayanan kesehatan tetapi juga untuk biaya operasional (Pasal1 ayat 3 dan Pasal 41 ayat 1d) sedangkan sebagai aset dana tsb juga bisa digunakan untuk pengadaan barang dan jasa serta diinvestasikan yg akan diatur dengan PP ( Pasal 41 ayat2 dan Pasal 43 ayat 2) ... karena sejatinya prinsip asuransi bukanlah sesuatu yang wajib . 22 .Mewajibkan seluruh masyarakat ikut asuransi sepertinya mengingkari azas2 demokrasi terhadap suatu kebebasan memilih oleh masyarakat termasuk memilih dalam menentukan masa depan mereka sendiri ...( pelaksanaan askes PNS saja saat ini masih banyak kelemahan ) Secara mutu layanan sudah pasti akan terjadi penurunan karena disamping ratio dokter dan jumlah penduduk belum memadai ( tdk usah bicara ratio spesialis ) kita juga tidak boleh munafik bahwa prinsip ekonomi juga berlaku dalam dunia kesehatan ....

1. Adanya dasar hukum yang melandasi terbentuknya BPJS 3. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. yakni berupa pelayanan kesehatan dan Manfaat non medis meliputi akomodasi dan ambulans. sehingga dapat mangaplikasikan dalam dunia keperawatan apabila kita melakukan pelayanan kepada pasien dirumah sakit maupun ditempat kesehatan lainnya.1 KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya.2 SARAN Dengan adanya makalah ini mahasiswa dapat memahami tentang BPJS serta mampu mempelajari BPJS.BAB III PENUTUP 3. 3. 2. Ada hak dan kewajiban yang akan diterima bila menjadi peserta BPJS 4. 23 . dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial (UU No 24 Tahun 2011). Manfaat yang diperoleh dari Jaminan Kesehatan.

jamsosindonesia.com/teropong/subdetail/bpjs-kesehatan_397/prosedurpelayanan-kesehatan_120 24 .com/hidup-sehat/umum/66017/berikut-ini-puluhan-permasalahan-bpjskesehatan-versi-jamkes-watch http://www.com/cetak/printout/268 http://jaringnews.DAFTAR PUSTAKA http://www.jamsosindonesia.