You are on page 1of 3

1.

Mekanisme Kontraksi Pada Otot Polos
Otot polos mengadung filamen aktin, miosin, dan tropomyosin, tetapi tidak memiliki
troponin. Pada sifat kimiawi mirip dengan filamen aktin dan miosin di otot rangka. Proses
kontraksi diaktifkan oleh ion kalsium, dan ATP dipecah menjadi ADP untuk memberikan
energi bagi kontraksi. Perbedaan besar antara susunan fisik otot polos dan otot rangka,
demikian juga pada perangkai eksitasi-kontraksi, pengaturan kontraksi oleh ion kalsium,
lamanya kontraksi, dan jumlah energi yang dibutuhkan untuk kontraksi.
Ada sifat fisika otot polos tidak mempunyai susunan bergaris filamenaktin dan miosin
seperti dijumpai pada otot rangka. Unit kontraksi mirip dengan kontraksi otot rangka.
Perbedaan lainnya adalah kebanyakan filamen miosin mempunyai jembatan silang yang
tersusun sehingga jembatan pada satu sisi berayun ke satu arah dan yang lain berayun ke arah
sebaliknya. Dan menyebabkan miosin menarik filamen aktin dari satu arah pada satu sisi
ketika secara bersamaan menarik filamen aktin yang lain kearah sebaliknya pada sisi yang
lain.
2. Perbandingan antara Kontraksi Otot Polos dan Kontraksi Otot

Polos dan

Kontraksi Otot Rangka
Kontraksi otot polos merupakan tonik yang dapat berlangsung lama. Siklus lambat dari
jembatan silang miosin karena kepala jembatan silang memiliki aktivitas ATPase yang jauh
lebih lemah dari pada aktivas ATPase pada otot rangka, sehingga pemecahan ATP yang
memberi energi bagi pergerakan kepala jembatan silang menjadi jauh berkurang.
Penggunaan sedikit energi pada otot polos ini bersifat penting bagi keseluruhan ekonomi
seluruh tubuh karena organ-organ seperti usus,kandung kemih dan empedu dan organ viseral
lainnya harus mempertahankan tonik kontraksi otot hampir waktu yang tidak terbatas.
a. Mekanisme “latch” untuk Mempertahankan Kontraksi yang Lama Pada Otot Polos
Makna penting Mekanisme “latch” bahwa mekanisme ini dapat mempertahankan
kontraksi tonik yang lama pada otot polos yang berjam-jam dengan menggunakan energi
yang sedikit. Dan dibutuhkan sinyal eksitatorik berlanjut yang berasal dari serabut saraf atau
sumber hormonal.
b. Stress-Relaksasi Otot Polos
Gambaran penting lain dari otot polos, khususnya jenis otot polos unit-tunggal viseral
dari banyaknya organ berongga, adalah kemampuannya untuk kembali mendekati

Justru kontraksi otot polos diaktifkan oleh suatu mekanisme yang seluruhnya berbeda. b. Bila rantai ini tidak mengalami fosforilasi. ~ Kombinasi kalmodulin-ion kalsium kemudian bergabung dengan sekaligus mengaktifkan miosin kinase yaitu suatu enzim yang melakukan fosforilasi. dan oleh beberapa cara lainnya. oleh regangan otot. Yaitu : a. ~ Salah satu rantai ringan dari setiap kepala miosin yang disebut rantai pengatur. Kemudian ketika aktivase enzim menurun. Kalmodulin mengaktifkan jembatan silang miosin. sel otot polos mengandung sejumlah besar protein pengatur lain disebut kalmodulin. Kombinasi Ion Kalsium dengan Kalmodulin-Aktivasi Miosin Kinase dan Fosforilasi Kepala Miosin Sebagai pengganti troponin. Pengaturan Saraf dan Hormon Terhadap Kontraksi Otot Polos Otot polos dapat dirangsang untuk berkontraksi oleh berbagai jenis sinyal. Pengaturan Kontraksi oleh Ion Kalsium Stimulus yang memicu sebagian besar otot polos adalah adanya peningkatan ion kalsium intrasel. . yaitu protein pengatur yang diaktifkan oleh ion kalsium untuk menimbulkan kontraksi otot rangka. 3. frekuensi siklus juga menurun. 4. Proses aktivasi ini dan kontraksi selanjutnya terjadi dalam urutan sebagai berikut . siklus perlekatan-perlepasan kepala miosin dengan filamen aktin tidak terjadi. Penghentian Kontraksi Peran Miosin Fosfat Miosin Fosfatase terletak didalam cairan pada sel otot polos yang menguraikan fosfat dari rantai ringan pengatur. mengalamifosforilasi sebagai rensponterhadap miosin kinase. Frekuensi siklus kepala miosin akan tinggi.kekuatan kontraksi asalnya dalam waktu beberapa menit setelah otot tersebut memanjang atau memendek. Enzim ini menyebabkan kepala miosin tetap melekat pada filamen aktinuntuk waktu yang semakin lama semakin panjang dalam masa siklus. ~ Ion kasium berikatan dengan Kalmodulin. Otot polos tidak mengandung troponin. oleh rangsangan hormonal.oleh sinyal saraf. Kemungkinan Mekanisme Pada Pengaturan Fenomena Latch Bila enzim miosin kinase dan miosin fosfatase keduanya diaktifkan secara kuat. 5.

a. Di tempat yang banyak terdapat lapisan sel otot.Penyebab utama perbedaan ini adalah karena membran otot polos mengandung banyak jenis protein reseptor yang dapat menimbulkan proses kontraksi. Ditempat ini sel Schwann yang menyelubungi akson diselang-selingi sehingga substansi transmitter dapat disekresikan oleh dinding varises. Akson yang mensarafi serabut otot polos tidak mempunyai jenis percabangan kaki ujung yang khas pada end plate motorik disebut otot rangka. Kemudian substansi transmiter kemudian berdifusi kedalam sel. Taut difus yang menyekresi substansi transmiternya ke dalam matriks yang membungkus otot polos. Taut Neuromuskular Pada Otot Polos Serabut-serabut saraf otonom yang mensarafi otot polos pada umumnya bercabang secara difuspada puncak lembaran serabut otot. dan eksitasi otot kemudian menjalar dari lapisan luar inihingga ke lapisan dalam melalui penghantaran PA di massa otot. . Justru sebagian besar akson terminal yang kecil mempunyai banyak varises yang menyebar di sepanjang sumbunya. serabut saraf seringkali hanya mensarafi lapisan luar.