You are on page 1of 21

BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN

REFERAT

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

JUNI 2012

KONTRASEPSI HORMONAL

Oleh:
Muh Ilyas Ingratubun
110 206 125
Pembimbing
dr. A. Kasmawati Kasim
Konsulen
dr. Abd.Rahman, Sp.OG
DILAKSANAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2012

HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa :
Nama

: Muh. Ilyas Ingratubun

NIM

: 110 206 125

Judul Refarat

: Kontrasepsi Hormonal

Telah menyelesaikan tugas dalam rangka kepaniteraan klinik pada bagian Obstetri
dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Muslim Indonesia.

Makassar, Juni 2012
Konsulen

Pembimbing

(dr. Abd.Rahman, Sp.OG)

(dr. A. Kasmawati Kasim)
Mengetahui,

KPM Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

(dr.H. Nasrudin A.M., Sp.OG)

Abd. Sp. Kasmawati Kasim / dr. Makassar. 15 Juni 2012 Tempat : Ruang Pinang Rumah Sakit Dr. Ilyas Ingratubun Stambuk : 110 206 1125 Benar telah membacakan referat dengan judul “Kontrasepsi Hormonal”.OG) (dr.SURAT KETERANGAN PEMBACAAN REFERAT Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa : Nama : Muh. Wahidin Sudirohusodo Pembimbing/superisor : dr.OG Minggu dibacakan : Minggu IX Nilai : Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sebaik-baiknya dan digunakan sebagaimana mestinya. Kasmawati Kasim) DAFTAR HADIR PEMBACAAN REFERAT .Rahman. Juni 2012 Konsulen Pembimbing (dr.Rahman. Abd. A. pada : Hari / Tanggal : Jumat. Sp.

Abd.Rahman Sp. 15 Juni 2012 Tempat: Ruang Pinang Rumah Sakit Dr. Juni 2012 Konsulen Pembimbing (dr. Wahidin Sudirohusodo No Nama Stambuk Tanda Tangan Makassar. Ilyas Ingratubun Stambuk : 110 206 125 Hari/Tanggal : Jumat. Kasmawati Kasim) DAFTAR ISI .Nama : Muh. A.OG) (dr.

I. Kontrasepsi Oral B. Kontra berarti “melawan” atau “mencegah”. PENDAHULUAN Kontrasepsi berasal dari kata kontra dan konsepsi. CARA KERJA KONTRASEPSI HORMONAL IV.1 . Kontrasepsi Oral B. EFEK SAMPING KONTRASEPSI HORMONAL A. AKDR Hormonal 1 1 3 4 4 6 6 6 7 7 11 12 15 DAFTAR PUSTAKA KONTRASEPSI HORMONAL I. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma. sedangkan konsepsi adalah pertemuan sel telur yang matang dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. PEMBAGIAN KONTRASEPSI III. AKDR Hormonal V. PENDAHULUAN II. Kontrasepsi Implan D. Kontrasepsi Suntikan C. JENIS KONTRASEPSI HORMONAL A. Kontrasepsi Suntikan C. Kontrasepsi Implan D.

PEMBAGIAN KONTRASEPSI a. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR).2. Cara kontrasepsi sederhana.1. kontrasepsi mekanik dan metode sterilisasi. Cara kontrasepsi modern/metode efektif. 2. . 3 2. Cara kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan kontrasepsi permanen.1 Kontrasepsi dapat reversible (kembali) atau permanen (tetap). terbagi lagi atas kontrasepsi tanpa alat dan kontrasepsi dengan alat/obat. 2 II. Kontrasepsi tidak permanen dapat dilakukan dengan pil. Sedangkan kontrasepsi dengan alat/obat dapat dilakukan dengan menggunakan kondom. Kontrasepsi permanen adalah kontrasepsi yang tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan operasi.Kontrasepsi Teknik seperti sistem kalender. Berdasarkan mekanisme kerjanya kontrasepsi dapat dibagi menjadi: 1.Kontrasepsi hormonal adalah pencegahan konsepsi atau pencegahan kehamilan setelah hubungan seksual dengan menghambat sperma mencapai ovum matang atau dengan mencegah ovum yang dibuahi tertanam pada endometrium dengan menggunakan preparat kombinasi estrogen dan progesteron atau preparat progesteron saja.2.3 . Kontrasepsi Non Hormonal1. metode pemberian ASI (metode LAM–Lactational Amenorrhoe Methode) dan senggama terputus.3 b. Sedangkan cara kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan metoda mantap. dan norplant. yaitu dengan operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita). Kontrasepsi sederhana tanpa alat dapat dilakukan dengan senggama terputus dan pantang berkala. suntikan.3 Kontrasepsi non hormonal merupakan berbagai macam metode untuk mencegah kehamilan yang dibagi menjadi 3 yaitu kontrasepsi teknik. Ada dua pembagian cara kontrasepsi secara umum. dan vasektomi (sterilisasi pada pria). yaitu : 1. Kontrasepsi yang reversible adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk mempunyai anak lagi.

spiral (IUD–Intra - Uterine Device/AKDR–Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). CARA KERJA KONTRASEPSI HORMONAL a.4. 1. Dapat berupa kombinasi estrogen dan progesteron atau progesteron saja.4. Pada kontrasepsi hormonal digunakan estrogen dan progesteron sintetik. Ini tersedia dalam berbagai metode pemberian seperti oral. Ovulasi dihambat melalui pengaruh estrogen terhadap hypothalamus dan selanjutnya menghambat FSH dan LH. walaupun dengan dosis tinggi efek menghambat ovulasi sekitar 95%-98%. perjalanan ovum atau implantasi. Implan dan yang terakhir IUS untuk masing-masing 3 tahun dan 5 tahun. Ovulasi tidak selalu dihambat oleh pil kombinasi yang mengandung estrogen 50 µg. etinodiol. suntikan.- Kontrasepsi Mekanik seperti penggunaan kondom. norethindron. 1 2.5.6 2. estron. mestranol dan progesteron sintetik adalah progestin.4 . Estrogen yang terdapat secara alamiah adalah estradiol. Mekanisme Kerja Estrogen Estrogen mempunyai khasiat kontrasepsi dengan jalan mempengaruhi ovulasi. Alasan utama untuk menggunakan estrogen dan progesteron sintetik adalah bahwa hormon alami hampir seluruhnya akan dirusak oleh hati dalam waktu singkat setelah diabsorbsi dari saluran cerna ke dalam sirkulasi porta. norgestrel. Kontrasepsi Hormonal1. Kontrasepsi Hormonal Hanya Progesteron Kontrasepsi hormonal dengan progestogen menghindari efek samping estrogen. Hal ini dipengaruhi efek dari progesterone disamping estrogen. Estrogen sintetik adalah etinil estradiol. dan estriol. Kontrasepsi Hormonal Kombinasi Kontrasepsi hormonal kombinasi dapat diberikan secara oral (pil KB kombinasi). secara sistemik (suntikan) dan trandermal.5 III. noretinodrel. 5 Kontrasepsi hormonal berisi 2 hormon steroid yaitu hormon estrogen dan progesteron. implan dan sistem intrauterin (IUS). 5 1.3 Metode Sterilisasi yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi).

6 Progesterone juga sebagai kontrasepsi dimana progesterone memberi efek sebagai berikut :1. kortikosteroid dan estrogen secara endogen.3.1.3 1. uterus dan alat kelamin eksternal serta karakteristik seksual sekunder wanita. . Berbagai sediaan estrogen alam atau sintetik dikembangkan untuk pemakaian oral. Mekanisme Kerja Progesteron Progesteron adalah suatu steroid C 21 yang disekresikan oleh korpus luteum. progestin sintetik tertentu memiliki efek anabolik.6 b. androgenik atau estrogenic (biasanya lemah). parenteral maupun topikal. ovarium. Absorpsi oleh membran mukosa saluran kelamin dan pencernaan biasanya baik dan absorpsi melalui kulit juga bisa menimbulkan efek sistemik.Estrogen atau hormon seks wanita bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan tuba Falopi. Estradiol merupakan estrogen alam utama yang diproduksi oleh ovarium di samping beberapa estrogen yang diproduksi secara metabolik dalam hati.1. Di samping efek progestationalnya. Progesteron merupakan progestin alami yang paling banyak yang selain efeknya sebagai hormon juga berfungsi sebagai prazat untuk produksi berbagai androgen.6 Merupakan hormon yang secara alami terutama diproduksi oleh corpus luteum dan plasenta yang berperan dalam reproduksi dengan mempersiapkan endometrium untuk implantasi telur dan membantu perkembangan serta berfungsinya kelenjar mammary. Hormon tersebut terutama berkaitan dengan perubahan perubahan siklus normal yang terjadi pada endometrium dan rahim selama siklus. Lendir serviks mengalami perubahan menjadi lebih pekat sehingga penetrasi dan transportasi sperma selanjutnya lebih sulit. Progesteron secara alamiah adalah 17a-hidroksiprogesteron. plasenta (dalam jumlah kecil) dan folikel.

IV. dalam tuba akan dihambat. Pil kombinasi.6 a. Walaupun ovulasi dapat terjadi. Pil pertama mulai diminum pada hari kelima siklus haid selanjutnya setiap hari 1 pil selama 21-22 hari. Umumnya 2-3 hari sesudah pil terakhir diminum akan timbul perdarahan haid yang merupakan perdarahan putus obat (withdrawal bleeding ).4. untuk penggunaan satu siklus. 1. Kapasitas diperlukan oleh sperma untuk membuahi sel telur dan menembus rintangan 3. Kontrasepsi oral terdiri atas lima macam yaitu : 1). Penggunaan pada siklus selanjutnya sama seperti siklus sebelumnya yaitu pil pertama ditelan pada hari kelima siklus siklus haid.2. Implantasi dihambat bila progesterone diberikan sebelum ovulasi. Kontrasepsi Oral Kontrasepsi oral adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk tablet. mengandung hormon estrogen dan progestron yang digunakan untuk mencegah hamil. produksi progesterone dari korpus 5. sehingga implantasi dihambat. dalam satu pil terdapat estrogen dan progestrone sintetik yang diminum setiap hari selama 3 minggu yang terdiri dari 21-22 pil yang setiap pilnya berisi derivat estrogen dan progestin dosis kecil. Jika progesterone diberikan sebelum konsepsi maka perjalanan ovum 4.6 . Penghambatan ovulasi melalui fungsi hypothalamus-hipofisis-ovarium. JENIS KONRASEPSI HORMONAL Berdasarkan jenis dan cara pemakaiannya dikenal tiga macam kontrasepsi hormonal yaitu :1. Kapasitas sperma dihambat oleh progesterone. luteum akan berkurang.4. disekeliling ovum.

1. yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuscular. estrogen hanya diberikan selama 14 – 16 hari pertama di ikuti oleh kombinasi progestrone dan estrogen selama 5 – 7 hari terakhir. Pil mini bukan menjadi pengganti dari pil oral kombinasi. . untuk menggugurkan kandungan. Pil ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. Dosis tinggi estrogen tunggal (misalnya 25 mg dietilstilbestrol sehani selama 5 hari) atau kombinasi dengan progestogen (100 μg etinilestradiol dan 1 mg levonorgestrel 2 kali sehari dengan selang waktu 12 jam) dapat mengurangi risiko kehamilan setelah hubungan intim yang tidak dijaga dengan efek samping mual dan gangguan siklus menstruasi. di samping penyalahgunaannya b. yang digunakan oleh wanita yang ingin menggunakan kontrasepsi oral tetapi sedang menyusui atau untuk wanita yang harus menghindari estrogen oleh sebab apapun.2). Pil mini.1 3). Pil sekunseal.1. Kontrasepsi suntikan yang umum digunakan adalah : 1) DMPA (Depo Medroxy Progesteron Acetat). merupakan pil hormon yang hanya mengandung progestrone dalam dosis kecil (≤ 0. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut. kurang mendukung penggunaannya. tetapi hanya sebagai suplemen/tambahan. mengandung 150 mg DMPA.7 4).5 mg) yang harus diminum setiap hari termasuk pada saat haid. Morning after pil (kontrasepsi darurat. Kenyataan bahwa obat harus digunakan dalam waktu 72 jam setelah senggama.7 Kontrasepsi Suntikan Kontrasepsi suntikan di Indonesia merupakan salah satu kontrasepsi yang popular. pil paska senggama) Konsep metoda kontrasepsi sesudah hubungan intim bukanlah hal yang baru dan cukup menarik.

c. Implant adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam bawah kulit. dan progesteron juga mengakibatkan endometrium menjadi atrofi. menyebabkan penebalan mukus serviks hingga menghambat penetrasi sperma. 9 d. dan merupakan kontrasepsi jangka panjang 5 tahun serta efek perdarahan lebih ringan tidak menaikan tekanan darah. Kontrasepsi Implant1 Kontrasepsi implant mekanisme kerjanya adalah menekan ovulasi. Sangat efektif bagi ibu yang tidak boleh menggunakan obat yang mengandung estrogen. namun tanpa mengandung copper. sama seperti IUD dengan tembaga. AKDR Hormonal AKDR hormonal yang beredar saat ini mengandung sekitar 25% dari kadar hormone progestin yang digunakan pada kontrasepsi hormonal yaitu sekitar 4660 mg dengan pelepasan 20 µcg per hari. Komponen vertikalnya mengandung 52 mg hormone levonorgestrel sintesis.2) Cyclofem yang mengandung 50 mg medroksiprogesteron asetat dan 10 mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi intramuskular sebulan sekali. 3) Norethindrone enanthate (Noresterat) dengan dosis 200 mg. membuat getah serviks menjadi kental dan membuat endometrium tidak sempat menerima hasil konsepsi. Selain itu. juga menyebabkan endometrium menjadi tipis sehingga sulit terjadi implantasi janin di endometrium. IUD dengan progestogen/levonorgestrel (Mirena) menghambat ovulasi. AKDR levonorgestrel efektif digunakan selama 5 tahun. 1. diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik intramuskular . 8. Bentuknya menyerupai AKDR copper Nova-T. yang memiliki keefektivitas yang cukup tinggi. Mirena (yang dianggap sebagai ‘benda asing’ di uterus) juga .

diperhatikan. Sementara efek kerja progestin menyebabkan terbalik. Pengaruh kontrasepsi hormonal pada metabolisme karbohidrat sebenarnya sangat kompleks. levonogestrel 0. Efek kerja estrogen menurunkan konsentrasi kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) dan meningkatkan kolesterol HDL (High Density Lipoprotein).4. Pil Kombinasi Pil kombinasi berisi derivate estrogen dan progestin seperti microgynon yang mengandung etnylestradiol 0.15 mg. stroke. Peningkatan ini diduga karena estrogen dapat menginduksi terjadinya peningkatan pada substrat renin.03 mg. serangan jantung. Secara umum. b. Kontrasepsi Oral1. EFEK SAMPING KONTRASEPSI HORMONAL Adapun efek samping dari jenis kontrasepsi hormonal yaitu : a. Hipertensi Pil Kombinasi yang digunakan dapat berefek samping terhadap tekanan darah. V.menstimulasi pengeluaran mediator inflamasi yang bersifat spermisidal dan ovisidal. Pada penggunaan dengan dosis yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah 140/90 atau lebih. dapat terjadi gangguan penggunaan glukosa yang akan dikompensasi oleh meningkatnya sekresi insulin. 6 1. sehingga menjadi perhatian klinis. terutama pada mereka yang mempunyai . Pada beberapa akseptor. penggunaan dosis kontrasepsi oral yang tinggi. terutama yang dimediasi oleh komponen progestin. Preparat estrogen menghambat proliferasi sel otot polos vaskuler sehingga penggunaan pada pasien dengan resiko penyakit jantung dan stroke perlu c. menurunkan toleransi glukosa. penggunaan kontrasepsi oral kombinasi dapat meningkatkan trigliserida dan kolesterol total. Peningkatan risiko trombosis vena.6 Kenaikan berat badan Lebih lanjut. Pada pemberian pil oral kombinasi. 4. Adapun efek samping dari pil kombinasi yaitu : a.

Beberapa akseptor pil kombinasi mengalami pembesaran kelenjar payudara. Perdarahan bercak atau spotting (terjadi pada 3 bulan pertama) dan Amenorea Penggunaan hormon kelamin eksogen terus menerus dapat menyebabkan fungsi ovarium relatif menurun. Sakit kepala Hal ini dapat dihubungkan akibat gangguan sirkulasi. 6 Stimulasi terhadap kelenjar payudara terjadi sebagian besar pada akseptor yang menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen. kedua-duanya tetapi dapat tampaknya mempengaruhi progestinlah yang mempunyai efek lebih besar. Estrogen dan metabolisme progestin. pertumbuhan folikel dan korpus luteum terganggu dan sekresi hormon endogen menurun. Penyebab keadaan di atas belum diketahui dengan jelas. karbohidrat. Umumnya estrogen dapat menghambat laktasi sedangkan derivat progesteron hampir tidak mempengaruhi laktasi. 4. Penggunaan preparat kombinasi estrogen dapat menghambat laktasi. hormon pertumbuhan ini bersifat anti-insulin. penarikan air sehingga pasien tampak berat badan semakin meningkat4.6 Nyeri Payudara2. Disamping mempengaruhi metabolisme karbohidrat. Kadang-kadang pembesaran kelenjar ini disertai rasa nyeri tekan. pil ini dapat menurunkan toleransi karbohidrat. f. Besarnya hambatan laktasi ini berkaitan dengan dosis estrogen atau progestin yang digunakan. preparat progesteron menghambat aldosteron untuk mereabsorbsi natrium sehingga pasien terkadang mengalami retensi natrium sehingga apabila terjadi retensi natrium maka meningkatkan d. meskipun hal ini bersifat reversibel.predisposisi genetik atau yang dalam riwayat keluarganya ada pasien diabetes melitus.9 e. Perubahan ini biasanya akan menghilang bila penggunaan obat . dan hal ini sering berhubungan dengan besarnya dosis obat. Gangguan ini antara lain disebabkan oleh meningkatnya hormon pertumbuhan yang sering terjadi pada tahun pertama penggunaan obat.

Kebanyakan pigmentasi terjadi pada pasien yang berkulit warna gelap dan selalu terpapar sinar ultraviolet. Pil Mini2. tetapi pada penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang. Beberapa contoh pil mini yang beredar di Indonesia : 1. 2. kembalinya fungsi ovarium ini membutuhkan waktu yang cukup lama.4. h.6 Penggunaan kontrasepsi dosis besar atau jangka panjang. . dilatasi sinusoid dan edema.6 g. sedangkan estrogen menyebabkan otot uterus menjadi lunak dan mengalami hipertrofi. dapat menyebabkan perubahan gambaran histologi endometrium dan miometrium. 2. Tidak memberikan efek samping estrogen. Microval. Kloasma Kloasma terjadi karena estrogen merangsang perkembangan pigmentasi pada kulit. Batu empedu Estrogen menyebabkan jumlah kolesterol ke empedu bertambah dan mengurangi sekresi asam empedu. dengan akibat terjadi perubahan metabolisme endometrium. NOR-QD. microlut mengandunng 0. Sangat efektif pada masa laktasi dan tidak menurunkan produksi ASI.4. 1.03 mg levonogestrol.35 mg noretindron. Micrinor.dihentikan. noriday. Perubahan tersebut pada umumnya bersifat reversibel. Umumnya terjadi hipertrofi miometrium. norod mengandung 0. Metode ini cocok untuk Ibu menyusui yang ingin memakai PIL KB. Sedangkan mini pil dalam kemasan dengan isi 35 pil mengandung 300 mikro gram levonogestrel atau 350 mikro gram noretindron. Perubahan morfologi ini disebabkan oleh adanya perubahan biokimiawi dan enzimatik yang cukup kompleks. Pemberian progestin jangka panjang dapat menyebabkan atrofi endometrium. noregeston.1. 4 Pil mini dalam kemasan dengan isi 28 pil mengandung 75 mikro gram desogestrel.

5 mg norgeestrel. spotting.5 mg etinodial diassetat.3. 1. Ditambah lagi jika terdapat tidar teraturnya pasien dalam mengkonsumsi pil tersebut. selain itu dengan mudah terjadi perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak sehingga lemak di bawah kulit akan bertambah. Gangguan Haid : a). berikut ini merupakan beberapa efek samping yang dihasilkan dari pemakaian KB suntik DMPA yaitu : 1. 2. 5. noegest mengandung 0. b. Amenorhoe yaitu tidak datang haid setiap bulan selama menggunakan . Gangguan haid (perdarahan bercak. 3.4 Pemakaian kontrasepsi suntik memiliki beberapa efek samping. Femulen mengandung 0. Peningkatan berat badan Biasanya disebabkan hormon progesteron yang menyebabkan nafsu makan bertambah dan menurunkan aktivitas fisik. Exluton mengandung 0. Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan pil progestin atau mini pil antara lain: Efek samping utama adalah gangguan perdarahan (perdarahan bercak atau perdarahan tidak teratur). 4. Ourette. Kontrasepsi Suntikan2. amenorea dan haid tidak teratur) Gangguan haid yang dialami pada pasien dengan menggunakan pil mini hamper sama yang terjadi jika menggunakan pil kombinasi.5 mg linestrenol. Payudara tegang Efek progesterone dapat merangsang proliferasi asini payudara sehingga beberapa pasien mengeluhkan payudara menjadi tegang.

2. Biasanya disebabkan hormon progesteron yang menyebabkan nafsu makan bertambah dan menurunkan aktivitas fisik.kontrasepsi. Sebab terjadinya diduga hal ini berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon sehingga endometrium mengalami perubahan histology dan adanya waktu yang dibutuhkan ovarium untuk kembali ke keadaan fungsi yang normal. Spoting yaitu bercak-bercak perdarahan diluar haid yang terjadi selama menggunakan kontrasepsi suntikan. c). Beberapa akseptor kontrasepsi oral dengan dosis estrogen yang rendah dapat menjadi amenore. Metrorhagia yaitu perdarahan yang berlebihan jumlahnya Pemberian kontrasepsi hormonal sering menyebabkan gangguan siklus haid. atau hanya spotting. yang kadang-kadang berkepanjangan. Kontrasepsi suntik seperti DMPA merangsang pusat pengendalian nafsu makan di hipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari biasanya.9 Berat badan bertambah beberapa kilogram dalam beberapa bulan setelah menggunakan kontrasepsi suntikan. Pada penghentian penggunaan golongan obat ini. Keadaan amenore disebabkan atrofi endometrium dimana sebelumnya tidak terjadi ovulasi di ovarium sehingga tidak akan terjadi fase sekresi di endometrium dimana pada fase sekresi ini terjadi penebalan dinding ovarium. Perubahan Berat Badan2. Beberapa akseptor kontrasepsi suntikan sering mengalami perdarahan sedikitsedikit (spotting). bahkan ada pula yang terjadi beberapa tahun setelah kontrasepsi dihentikan. . b). sebagian akseptor akan mengalami ovulasi kembali segera setelah obat dihentikan. pada sebagian lain ovulasi baru terjadi beberapa bulan sesudahnya. selain itu dengan mudah terjadi perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak sehingga lemak di bawah kulit akan bertambah.

Pusing dan sakit kepala Rasa berputar /sakit kepala. Gangguan Haid Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan bercak (spotting). yang dapat terjadi pada satu sisi. jerawat. serta amenorea. Walaupun terjadi jauh lebih jarang . mulut kering. kurang dari 10% setelah tahun pertama. Kontrasepsi Implant2. atau meningkatkan jumlah darah haid.9 Pada umumnya efek samping yang ditimbulkan implant tidak berbahaya. 4. tetapi tidak sering. seperti pendarahan haid yang banyak atau sedikit. Keputihan Penyebabnya yaitu efek progesteron merubah flora dan pH vagina. mual. Keadaan ini biasanya terjadi 3 – 6 bulan pertama sesudah beberapa bulan kemudian. Efek samping kontrasepsi implant adalah nyeri. durasi dan volume aliran darah. Perdarahan yang tidak teratur dan memanjang biasanya terjadi pada tahun pertama. serta spotting (bercak-bercak perdarahan). Yang paling sering ditemukan adalah gangguan haid yang kejadiannya bervariasi pada setiap pemakaian. bahkan ada pemakaian yang tidak haid sama sekali. 1. Oligomenore dan amenore juga terjadi. kira-kira 80% pengguna. Sejumlah perubahan pola haid akan terjadi pada tahun pertama penggunaan. payudara tegang. gatal atau infeksi pada tempat pemasangan Efek samping lain yang mungkin timbul. tetapi jarang adalah sakit kepala. Perubahan tersebut meliputi perubahan pada interval antar perdarahan. hipermenorea. c. kedua sisi atau keseluruhan dari bagian kepala. perubahan selera makan dan perubahan berat badan. 5.3. sehingga jamur mudah tumbuh di dalam vagina dan menimbulkan keputihan. Hematoma Warna biru dan rasa nyeri pada daerah suntikan akibat perdarahan di bawah kulit. Ini biasanya bersifat sementara.

yang efek estrogen pada kadar SHBG-nya (suatu peningkatan) menghasilkan penurunan dalam androgen bebas yang tidak berikatan. Peningkatan berat badan Wanita yang meggunakan implan lebih sering mengeluhkan peningkatan berat badan dibandingkan penurunan berat badan. menyebabkan peningkatan kadar steroid bebas (baik levonorgestrel maupun testosteron). Jerawat disebabkan oleh aktivitas androgenik levonorgestrel yang menghasilkan suatu dampak langsung dan juga menyebabkan penurunan dalam kadar globulin pengikat hormon seks (SHBG. Hal ini berbeda dengan kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung levonorgestrel. Walaupun peningkatan nafsu makan dapat dihubungkan dengan aktivitas androgenik levonorgestrel. Nyeri kepala Sebagian besar efek samping yang dialami oleh pengguna adalah nyeri kepala. masalah perdarahan dapat terjadi pada waktu kapan pun. kadar rendah implan agaknya tidak mempunyai dampak klinis apapun. pemantauan lanjutan lima tahun pada 75 wanita yang menggunakan implan Norplant dapat menunjukkan tidak adanya peningkatan dalam indeks masa tubuh (juga tidak ada hubungan antara perdarahan yang tidak teratur dengan berat badan). sex hormonne binding globulin). Yang jelas. Penilaian perubahan berat badan pada pengguna implan dikacaukan oleh perubahan olahraga. 2. Jerawat Jerawat.setelah tahun kedua. merupakan keluhan kulit yang paling umum di antara pengguna implan. diet. a. kira-kira 20% wanita menghentikan penggunaan karena nyeri kepala. dengan atau tanpa peningkatan produksi minyak. dan penuaan. 3. .

sebagian besar pasien mampu menyaksikan dengan santai proses pemasangan atau pengangkatan implannya. Ekspulsi biasanya terjadi pada 3-6 bulan pertama. Implan harus dipasang (diinsersikan) dan diangkat melalui prosedur pembedahan yang dilakukan oleh personel terlatih. suatu insiden yang dapat dikurangi paling baik dengan cara pelatihan yang baik dan pengalaman dalam melakukan pemasangan serta pencabutan implant. d. wanita akan menghadapinya dengan berbagai derajat keprihatinan serta kecemasan. Sebagaimana dengan pengalaman baru manapun. AKDR Hormonal 1. Pada kenyataannya. yang dapat sebagian atau seluruh AKDR. meninggalkan jaringan parut kecil yang biasanya sukar dilihat karena lokasi dan ukurannya. Wanita harus diberitahu bahwa insisi yang dibuat untuk prosedur tersebut kecil dan mudah sembuh. Kalau nyeri dapat dilakukan anestesi paraservikal. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan spasmolitikum atau pemakaian AKDR yang lebih kecil ukurannya. Insiden pengangkatan yang mengalami komplikasi adalah kira-kira 5%.b. Pasien dapat pula diberi petunjuk cara meraba 2. Kejang-rahim. Walaupun ketakutan akan rasa nyeri saat pemasangan implan merupakan sumber kecemasan utama banyak wanita. Wanita tidak dapat memulai atau menghentikan metode tersebut tanpa bantuan klinisi. Perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan (nervousness) Pemasangan dan pengangkatan implan menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar wanita. Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan. terutama pada bulan-bulan pertama. filamen sendiri sebelum senggama dan sesudah haid selesai. Nyeri pada waktu pemasangan. c. 3. Ekspulsi dapat diketahui oleh pasien pada waktu memperhatikan darah haidnya. nyeri yang sebenarnya dialami tidak separah yang dibayangkan. .

Contraception. Current Diagnostic of Obstetrics & Gynaecology. Contraception and Family Planning. Dalam hal ini AKDR harus dikeluarkan melalui laparoskopi. 15. Infeksi pelvik. editor. atau laparatomi.go. Australia: Blackwell Publishing Asia. Laufer N. Infeksi yang ringan umumnya dapat diobati dengan antibiotik. Kontrasepsi In: Ilmu Kebidanan. Dewhurst’s Textbook of Obstetrics & Gynaecology. 3 ed. dan Trijatmo R. 915- 2. 3. In: Edmonds K. 4. In: DeCherney N. 5. p. 2012. United States of America: The McGraw-Hill Companies. Wiknjosastro H dAB. Glasier A. Jika infeksinya berat. DAFTAR PUSTAKA 1. editor. . Perforasi uterus.html. AKDR harus dkeluarkan dan berikan antibiotik yang sesuai. 2007. DeCherney AH.id/bkkbn-jatim/html/akdr. BKKBN.4. Kontrasepsi. p. p. 2008. jatim. 7 ed.bkkbn- Goodwin M. 343-9. 2006. Hal ini lebih-lebih harus dilakukan kalau terjadi perforasi pada AKDR tembaga. karena dapat menimbulkan perlekatan-perlekatan dengan usus. hendaknya dibuat biakan dan uji sensitivitas dari daerah endoserviks. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo. 314-21. Available at: URL: http://www. Accessed 06 februari.

Available at: URL: http://sectiocadaveris. th ed. . Contraception. 22nd ed. 1 6. Pregnancy Prevention. Metode kontrasepsi mekanis pada wanita. Gilstrap L. Lecture Notes of Obstetrics & Gynaecology. Hamilton D.wordpress. Pernoll M. p. 2003. Contraception. editor. Wenstrom KD. 46-2. In: Martin l. United States of America: Churchill Livingstone. Publishing Asia. 2005. Magowan B. Oestrogen-Dependent Hormonal Contraception. p. 727-32. editor. Pitkin J. 10 th ed.5. Obstetrics & Gynaecologyan Illustrated Colour. p. Companies. of America: The MCGraw-hill Companies. editor. 106. Pernoll. Benson & Pernoll’s Handbook of Obstetrics & Gynaecology. Accessed 10 november. 2004. p.com/artikel-kedokteran/metodekontrasepsi-mekanis-pada-wanita/html. editor. Williams Obstetrics & Gynaecology. 2010. Bloom SL. Australia: The Blackwell 8. 2nd ed. Anonim. 2007. In: Pitkin J PA. United States 9. 1-48. In: Cunningham G HJ. In: Hamilton D F. Leveno KJ. Cunningham G. United States of America: The MCGraw-hill 7.