You are on page 1of 19

KATA PENGANTAR

Puji & syukur saya panjatkan kepada tuhan YME atas limpahan rahmat dan
karuniannya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul “Paragraf” ini dengan lancer.Penulisan makalah ini bertujuan untuk
memenuhi salah satu tugas yang di berikan oleh dosen mata kuliah Bahasa
Indonesia bapak Muhammad Yacoub.
Selawat & salam terlimpah selalu kepada junjungan Nabi Muhammad
Saw.Allah Swt, menganugerahi kita berbagai macam nikmat yang paling besar
adalah nikmat Iman dan nikmat Islam.Dengan Iman dan Islam,kita akan selalu
berada di jalan yang lurus dalam mengarungi kehidupan dunia,sehingga kita akan
selamat dunia dan akhirat.
Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada bapak pembimbing yang telah
memberikan pengajaran dan arahannya, dan kepada kedua orang tua saya yang
telah memberikan saya semangat dan arahannya nya sehingga makalah ini telah
selesai saya kerjakan dengan sebaik baiknya.
Saya menyadari bahwa makalah ini tentu masih ada kekurangannya.Untuk
itu,kritik dan saran yang konstruktif sangat saya harapkan untuk kesempurnaan
makalah ini.Harapan saya dengan adanya makalah yang saya buat ini dapat
memudahkan pembaca memahaminya.

Langsa,10 Oktober 2013
Penulis

Melda Apriana

Paragraf Tanpa Kalimat Topik. a. Proses Unsur-Unsur Paragraf. b. Kesatuan Bentuk (Kohesi). B2. . Ketuntasan. D4.DAFTAR ISI Kata Pengantar …………………………………………………………………. Kepaduan. Hanya Memiliki Satu Pikiran Utama. i Daftar Isi ……………………………………………………………………………ii I. A. Alasan atau Keterangan. Menemukan Perbedaan Paragraf Induktif dan Deduktif Melalui Kegiatan Membaca Intensif. D3. a. Kesimpulan. b. Konsisten Sudut Sandang. Jenis Paragraf. Tujuan. Pendahuluan. f. F. c. Penutup a. Kesatuan Makna (Koherensi). g. h. Syarat Paragraf Yang Baik. Kalimat Topik Pada Awal dan Akhir Paragraf. Kalimat Topik Pada Akhir Paragraf. d. II. c. Latar Belakang Masalah. E. Contoh dan Ilustrasi. B. B1. b. D2. d. b. Keruntutan. Tanya Jawab. Kalimat Topik Pada Awal Paragraf. Deduksi dan Induksi. D1. a. e. c. a. Saran. D. b. Pembahasan. Kalimat Topik Pada Tengah Paragraf. Kalimat Topik Dalam Paragraf.. Jenis-Jenis Paragaraf Berdasarkan Pengembangannya. Paragraf Berdasarkan Fungsi. Kesatuan Paragraf (Kesatuan Pikiran). Sudut Pandang Tempat dan Fungsi. Pengertian Paragraf. d. c. C. Rumusan Masalah. Pikiran Utama dan Kalimat Topik.

Tujuan dari makalah ini adalah untuk memperdalam mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah di pelajari dan di bimbing oleh dosen pembimbing mata kuliah Bahasa Indonesia. 2. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan beberapa masalah yang perlu di bahas yaitu: 1. Syarat paragraf yang baik. yaitu Bapak M. Latar Belakang Masalah. Pengertian Paragraf. Menemukan perbedaan paragaraf induktif dan deduktif melalui kegiatan membaca intensif. 6. 4. Tujuan. M. Oleh karena itu. Dalam menulis sebuah karangan atau cerita tentunya selalu dijumpai susunan dari banyak kata yang membentuk kalimat. semua kalimat yang mendukung paragraf itu secara sama sama mendukung satu ide. maka makalah ini disusun agar bias menambah pengetahuan para pembaca tentang penggunan paragraf yang baik. Unsur unsur paragaraf. Rumusan Masalah. dan kalimat harus tersusun secara efektif (kalimat disusun dengan menggunakan kalimat efektif sesuai ide bias di sampaikan dengan tepat).Hum terutama bagian Paragraf yang akan di bahas dalam makalah ini. Jenis paragaraf. Menyusun paragraf berarti menyampaikan suatu gagasan atau pendapat tertentu yang harus di sertai alasan ataupun bukti tertentu. Menyusun suatu paragraf yang baik harus memperhatikaan beberapa aspek aspek Tersebut antara lain ide pokok yang dikemukakan harus jelas. 3. . untuk lebih memahami bagaimana menyusun sebuah paagraf yang benar dan mengetahui berbagai macam jenis paragraf.Yacoub. c. b. Pikiran utama dan kalimat topik.BAB I PENDAHULUAN a. 5. Kalimat kalimat tersebut harus dihubungkan lagi sehingga terbentuk sebuah paragraf. Terdapat kekompakan hubungan antara satu kalimat dengan kalimat yang membentuk alinea.

Artinya semua unsur karangan yang panjang ada dalam paragraf. Pembahasan. Namun. hlm. 2. Paragraf menggunakan pikiran penjelas(gagasan penjelas) yang dinyatakan dalam kalimat penjelas.adalah bagian suatu karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan pikiran utama sebagai pengendaliannya dan pikiran penjelas sebagai pendukung. dan disertasi.2010).III. . Setiap paragraf menggunakan sebuah kalimat topik dan selebihnya merupakan kalimat pengembang yang berfungsi menjelaskan. ganti paragraf berarti ganti pokok pikiran). logis. dan padu. Mozaik Bahasa Indonesia. Kalimat utama bertakuk ke dalam lima ketukan soasi untuk jenis karangan biasa misalnya surat dan delapan ketukan untuk jenisan karangan ilmiah formal. 1 Susilo Mansurudin. misalnya makalah. Memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis dan memudahkan pemahaman bagi pembaca. Menandai peralihan (penggantian gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf. pengertian paragraf yang mendasar dapat berupa karangan mini. A. 4. dalam satu kesatuan ide yang tersusun secara lengkap. Definisi lain mengenai paragraf.1 Paragraf dapat pula di definisikan sebagai satuan bahasa tulis yang terdiri dari beberapa kalimat yang tersusun secara runtut. tesis. utuh.126. dan menerangkan pikiran pikiran yang ada dalam topik. 2.2 Fungsi paragraf: 1. Paragraf menggunakan pikiran utama (gagasan utama yang di nyatakan dalam kalimat topic. Ciri ciri paragraf menurut widjono yaitu sebagai berikut: 1. Mengekspresikan gagasan tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan perasaan kedalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam satu kesatuan. 3. Sering disebut juga dengan alinia. menguraikan. 2 Ibid. skripsi. (Malang : UIN – MALIKI PRESS.125. Pengertian Paragraf Paragraf merupakan bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung suatu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru. 3. h.

imron. Ima berjalan melewati taman kampus menuju ruang kuliyah. 8. 11.127. Sebagai penampung fragmen pikiran atau ide pokok. Kalimat Topik Dalam Paragraf. h. Sebagai penanda bahwa pikiran baru dimulai.4.tidak ada pikiran yang lebih utama dari lainnya. Alat untuk menyampaikan fragmen atau ide pokok kepada para pembaca. Pikiran utama yaitu topik yang dikembangkan menjadi sebuah paragraf. B2. Alat untuk memudahkan pembaca memahami jalan pikiran pengarang. Paragraf Tanpa Kalimat Topik. Dalam pikiran utama berfungsi sebagai pengendali keseluruhan paragraf. . B. 6. Contoh: 1. Pedoman bagi pembaca mengikuti dan memahami alur pikiran pengarang. 7. Paragraf yang terdiri dari beberapa kalimat kadang kadang menyajikan pikiran yang setara. Ima berangkat ke kampus UIN Maliki malang pukul 07. 9. Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan fikiran secara sistematis. Memudahkan mengembangkan topik karangan ke dalam satuan satuan unit pikiran yang lebih kecil. Sambil menggendong laptop di tas ranselnya. Memudahkan pengendalian variabel terutama karangan yang terdiri atas beberapa variabel. dan anas datang tiga menit setelah ima merebahkan di kursi kampus ruang B. 10. 2. 12. Pikiran utama ini dinyatakan dalam kalimat topik. sesekali membetulkan jilbab akibat tersapu angin pagi yang sejuk. 3. Sebagai pengantar transisi dan penutup (konklusi). 4. 5. 3 B1. 3 Ibid.00 denganmengendarai skuternya. Pikiran Utama Dan Kalimat Topik.301. dst. Sukron.

Dasar penangkapan adalah suap pengalihan hutan lindung. Kalimat Topik Pada Akhir Kalimat. Kasus suap dikalangan pemimpin bangsa terulang.129 . B.9/4/08)dini hari. Dalam islam. Pikiran utama:kasus suap di kalangan pemimpin bangsa kembali terulang. Contoh contoh keterangan.anggota DPR Komisi IV disebuah hotel di Jakarta. Kalimat topik pada awal paragraf pada umumnya berisi pikiran utama yang bersifat umum. 4 Ibid. h. Penangkapan AL-Amin Nasution anggota DPR Komisi IV.128 5 Ibid. suap atau risywah memiliki sejarah cukup panjang. Paragraf di atas diawali dengan kalimat penjelas diawali no 1 dan di akhiri no 2. 3. Paragraf diakhiri kalimat topik dan diawalin dengan kalimat penjelas. h. Kalimat Topik Pada Awal Paragraf. kecuali dia bertemu dengan Allah dengan membawa (siksa dari)unta yang bersuara.5 Contoh: 1. mengingat kalimat topik di awal kalimat dengan diikuti oleh kalimat penjelas berisi pikiran pikiran penjelas.Tim KPK menangkap ALAmin Nasution. 2. 2. atau rincian kalimat topik.4 Contoh: 1. Penalaran deduktif.. Demi Allah tidak boleh salah seorang dari kalian mengambilnya tanpa hak.. A. Pada Rabu (kompas.Penempatan kalimat topik dalam karangan yang terdiri dari beberapa paragraf dapat dilakukan secara bervariasi. Kalimat Penjelas: 1. 2.

dan bentuk paralel. Kita masih merasa sebagai pengekspor minyak..6 D. yang tidak mendukung kesatuan paragraf. kata transisi. Akan tetapi. h. Syarat paragraf yang baik. Artinya kalimat topik berada pada awal paragraph. Jika terdapat kalimat yang sumbang. maka paragraf akan rusak kesatuannya. subsidi BBM saat ini tidak mudah diruntukan sebagai resiko politiknya sangat berbahaya. a. b. Kesatuan Paragraf (Kesatuan Pikiran) Untuk menjamin adanya kesatuan paragraf. Kepaduan ini dapat dibangun melalui repetisi (pengulangan) kata kunci atau sinonim. Penalaran pada kalimat topik ini integrasi antara induktif deduktif. Paragraf dapat berupa beberapa kalimat. Pikiran utama pada kalimat topik yang berada di tengah paragraf. kata ganti. 1. C. seluruhnya harus merupakan kesatuan. tidak satu kalimat pun yang sumbang. katuntasan. Paragraf yang baik menurut widjono harus memenuhi syarat kesatuan. setiap paragraf hannya berisi satu pikiran. dan juga pada akhir paragraf. keruntutan.. yakni APBN untuk subsidi. 7 b. Kalimat Topik Pada Tengah Paragraf. dan konsistensi penggunaan sudut pandang. Pengulangan Kata Kunci. Kepaduan Paragraf dinyatakan padu jika dibangun dengan kalimaat kalimat yang ada dalam paragraf menghasilkan kejelasan struktur dan makna paragraf. 131 . kepaduan. Contoh: 1. 6 Ibid. Kalimat Topik Pada Awal Dan Akhir Paragraf. a.C.130 7 Ibid.

Sebab. akhirnya. Hal ini dipicu oleh naiknya minyak dunia yang melambung tinggi pada pasar global. Kata Ganti. paragraf menjadi padu. Hasil.Semua kalimat dalam paragraf dihubungkan dengan kata kunci atau sinonimnya. Hal ini terbukti dengan melambungnya harga harga sembako. jadi. peserta lemhanas ada yang tertidur ketika SBY berpidato. akibat: Akibatnya. pronominal atau padanan sebuah kata yang telah disebut pada kalimat pertama (terdahulu) dapat disebutkan kembali pada kalimat berikutnya dengan kata gantinya. bentuk kata yang sama. baik intrakalimat maupun antar kalimat. b..8 4. Strktur paralel atau kesejajaran merupakan bentuk bentuk sejajar. sehingga. Hal inilah yang menyebabkan rotasi perekonomian indonesia mengalami kemerosotan dst. Indonesia rasanya belum mengedepankan budaya malu. utuh dan kompak. Sebab. Budaya malu yang dimaksud kan adalah…. struktur kalimat yang sama. Contoh: Perekonomian indonesia mengalami carut marut. oleh karena itu. Dengan pengulangan itu. akibat: Sebab. 3. 2. hasilnya. Contoh: 8 Ibid. perangkai yang menyatakan adanya hubungan. Contoh: a. Kepaduan dapat dijalin dengan kata ganti. akibatnya maka. repetisi atau pengulangan bentuk kata (kalimat)yang sama. Kata Transisi. Presiden SBY menghentikan sejenak pidatonya dan memahami peserta sidang Lemhanas. konjungsi. oleh sebab itu.134 . Struktur Parallel. dampaknya. dampaknya. Kata Transisi yakni kata penghubung. karena. h.

.. 1.dan kemauan. Menulis yang runtut pengendalian pikiran.137 10 Ibid. Keruntutan merupakan penyusunan urutan gagasan dalam karangan.Rollan Baartes maupun Charles Morris tidak akan di bahas kajian ini. Sesekali menggunakan sudut pandang tersebut harus menggunakan secara konsisiten dan tidak boleh berganti sejak awal hingga akhir.138 . 9 Ibid. Sudut pandang adalah cara penulis menempatkan diri dalam karangan. Menurut presiden Megawati. h. c. Contoh: Penulis membatasi bahasan kajian makalah ini hanya seputar semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Pierce. Ketuntasan.9 d. 10 e..emosi.Sejak 1998. pelaksanaan tersebut justru terhambat oleh penegak hukum di lapangan. Kesabaran (konsistensi/istiqomah) sehingga tidak melewatkan pikiran penting dan menyajikannya dengan cara cara di atas. pelaksanaan reformasi hukum belum menunjukkan tanda tanda yang serius. Keterangan: Kata kata yang di cetak miring merupakan bentuk sejajar (parallel). Ketuntasan pengelompokan bahasa yaitu objek secara kesempurnaan lengkap membahas dan materi menyeluruh dan utuh.untuk itu penulis memerlukan.kesejajaran bentuk ini berfungsi untuk mengikat makna sehingga membentuk keaduan paragraf. Konsisten Sudut Pandang.di antaranya. Ketuntasan atau kesempurnaan dapat diwujudkan dengan berbagai hal.mengenai semiotika Saussure. h. seluruhnya menggunakan imbuhan pe- an.Klasifikasi yaitu - menyuluruh. Keruntutan.

Sebuah paragraf dikatakan mengandung kesatuan makna jika seluruh kalimat dalam paragraf itu hanya membicarakan satu ide pokok. Jenis Paragraf. data. 4.pikiran pikiran ini lazimnya terwujud dalam bentuk kalimat kalimat penjelas yang tentuharus mengacu pada pikiran utama. h. Kesatuan Bentuk (Kohesi).140 . Gigih. yaitu menulis secara berkelanjutan sampai tuntas dan tidak mengenal lelah. dan penalaran menjadi saling sempurna. lengkap. 3.12 D. h. paragraf. dan menarik. Membaca dan menuis kembali menjadi naskah yang siap dikonsumsi oleh pembaca. Paragraf yang baik harus hanya memiliki satu pikiran utama atau aggasan pokok. Ketekunan dalam menjring (menyisir pikiran mana yang perlu di tulis dan mana yang harus di buang.berarti dalam paragraf lebih dari satub ide tau masalah.2. penggunaan kata sambung atau frasa penghubung antar kalimat. kalimat. paragraf tersebut tidak efektif. Berketelitian yang tinggi dalam menghimpun gagasan.. Satu topic. Jika dalam sebuah paragraf terdapat kalimat yang menyimpang dari masalah yang sedang dibicarakan. Paragraf tersebut harus di pecah agar tetap memiliki hanya satu pikiran utama. 11 Ibid. 5. dan menyinergikan dengan himpunan kata. Kesatuan paragraf atau kohesi terwujud jika aliran kalimat berjalan mulus. Satu pikiran utama itu didukung oleh pikiran pikiran penjelas. Koherensi itu dapat di bentuk dengan cara repetisi. lancar. Hanya Memiliki Satu Pikiran Utama. dan fakta yang tersebar menjadi satu sajian tuisan yaang utuh. penggunaan kata ganti. Kesatuan Makna (Koherensi). g. Jika dalam satu paragraf terdapat dua atau lebih pikiran utama. dan logis.atau satu masalah saja.11 f. tanda baca.

Fungsi paragraf dapat di bagi beberapa. 13 3. Sudut Pandang Tempat Dan Fungsi. Perbandingan dalah yang berusaha memperjelsan paparannya dengan jalan membandingkan atau mempertentangkan hal hal yang di bicarakan.h. a.78 13 Susilo Mansurudin. misalnya.2007). b. Sudut pandang tempat dan fungsinya di dalam karangaan. Sudut pandang penalaran.oleh karna itu pertentangan di targetkan menolak eksistensi obek atau bahasan yang di sertai pembuktian yang akurat. 2. 4. Sebab – Akibat. Artinya.Tanggerang: Esis. sebab merupakan fungsi sebagai pikiran utama dan akibat sebagai pikiran penjelas. Definisi dapat dijadikan sebuah pengembangan paragraf dengan sebuah uraian pengertian.h. ada definisi yang lebih panjang lagi. definisi formal kalimat. Panduan Belajar Bahasa Indonesia dan sastra Indonesia. Sudut pandang isi atau pikiran yang di kemukakan. yaitu akibat pikiran utama dan sebab sebagai rincian penjelasannya. Dalam paragraf sebab akibat.actual dan jitu.antara lain: 1.opcit.Macam dan jenis paragaraf dapaay di lihat dari masing masing sudut.. 1. pertentangan merupakan proses argumentasi dengan melakukan penolakan. Atau sebaliknya. atau bahkan dapat juga berupa definisi luan yaitu yang uraiannya sekurang kurangnya terdiri dari satu paragraf. Dapat berupa sinonim kata. Analogi paragraf ini biasanya digunakan untuk menggunakan sesuatu yang dikenal umum dengan yang kurang di kenal. Perbandingan dan pertentangan.1. D. Qadha dan Qadar.143 . mengenai definisi kiamat kubro maupun sughro atau definisi tentang Takdir. Definisi. 3. 2. 12Alex Suryanto & Agus Haryanta. Salah satu contoh untuk membuktikan eksistensi Allah kita dapat menganalogikan dengan seorang pembuat jam yang ruwet.

Deduksi adalah proses penalaran dengan menyebutkan gagasan utama yang bersifat umum dan dilanjutkan dengan gagasan gagasan yang bersifat khusus.atau ciri ciri orang yang masuk syurga atau muttain adalah dst.2. a. Akan tetapi kajian wanita sektor politik maupun publik secara umum telah banyak di lakukan. memang kajian wanita ketika bersentuhan dengan emansipasi atau gender jarang di lakukan. Paragraf Pengantar.5. dan karakter harus berada berada di kelompok lain.144 .jika perbedaan sifat. c. h.Sementara dalam khasanah sastra saat ini seolah olah ditujukan pembaca laki laki dan perempuan “di paksa’’ untuk membaca sebagai laki laki. Hal ini sejalan dengan semakin maraknya fenomena wanita di sektor publik dan meningkatnya peran wanita di bidang politik. Berkata dusta. ciri dan karakter sama maka objek-objek tersebut menjadi satu kelompok. 14 Ibid.14 D. Demikian pula untuk induksi proses penalaran dengan menyebutkan gagasab utama yang bersifat khusus dan dilanjutkan dengan gagasan gagasan yang bersifat umum. Klasifikasi. Berjanji ingkar. Kajian tentang fenomena wanita lebih banyak deilakukan penelitian di sektor politik dan publik di banding wilayah sastra. Amanat berkianat.beberapa objek dengan sifat. Contoh: Klasifikasi orang orang munafik. ciri. ciri dan karakter.3.Paragraf Berdasarkan Fungsi. b.Deduksi Dan Induksi. Merupakan pengelompokan sesuatu berdasarkan kesamaan dan perbedaan sifat.. D.

detail.menguraikan arti. dengan perbandingan. analogi. dapat pua dengan pernyataan retoris. Paragraf pengantar sering pula disebut dengan paragraph topik. Karena dengan paragraf pengantar diharapkan akan menghantarkan pembaca lebih tertarik dan berminat untuk membaca kelanjutan paragraf berikutnya.membandingkan dengan. kesenjangan kontras. Misalnya dengan menyampaikan sebuah berita hangat atau aktual. Fungsi paragraf pengembang.membahas dan lain – lain. berfungsi sebagai pengikat makna bagi semua paragraf lain. Paragraf menentukan arah karangan selanjutnya.membandingkan. Adapun cara untuk memulai sebuah paragraph adalah diawali dengan berbagai cara.mengklasifikasikan. 2) Menarik minat pembaca dengan mengemukakan latar belakang pentingnya pemecahan masalah.menghubung kan. mendebarkan hati pembaca dengan suatu suspense. 4) Menyatakan pendirian (pernyataan maksud) sebagai persiapan pada pendirian selengkapnya sampai dengan akhir karangan. memberi latar belakang sauna dan karakter memberi contoh konkret berkenaan dengan pokok pembicaraan. mengawali karangan dengan sesuatu pernyataan yang tegas.oleh karena itu. paragraph pertama harus dibuat sebaik dan semenarik mungkin Paragraf pengembang yakni paragraf yang berfungsi menerangkan atau menguraikan gagasan pokok karangan. menyampaikan anekdot. yaitu: 1) Menguraikan.Untuk menulis suatu paragraf yang baik tentunya tidak langsung pada inti paragraf.dengan demikian. mengungkap peristiwa yang luar biasa.mendeskripsikan. lazim .menjelaskan.fungsi. 3) Menyatakan tesis yaitu ide sentral karangan yang akan di bahas.menganalisis. Adapun fungsi paragraf pengantar yakni: 1) Menunjukkan pokok persoalan yang mendasari masalah.atau menguraikan. namun ada sedikit pengantar dalam mengantarkan inti pokok dari paragraf pengantar sendiri.Kata yang digunakan: mengidentifikasikan.

Kata kata yang lazim digunakan: dengan. contoh:alas an. h.sesuai dengan.15 Paragraf Peralihan.lebih jauh.rincian:kata kata yang lazim di gunakan: tambahan pula.bertolak bertentangan.kontroversi.fakta.mereka memilih zona aman.berbeda demikian.diantara PTS itu pernah meraih prestasi gemilang dengan mencetak angka rata rata 300 hingga 400 orang mahasiswa per prodi setiap angkatan.rincian.Calon mahasoswa semakin selektif dalam memilih PTS karena tidak ingin masa depan mereka terkatung katung akibat sulit diterima di perusahaan.fakta.pertimbangan lain. Paragraf peralihan merupakan paragraph penghubung yang terletak diantara dua paragraf utama.alas an.147 .sejalan dengan hal itu.seimbang dengan.sesungguhnya.Sebanyak 49 PTS di jawa timur bahkan berada dalam keadaan tidak sehat.Padahal.meskipun dengan.2) Menolak konsep: alasan argumentasi (pembuktian)..dan kontr dsb.tetapi.tidak belakang sama dengan.pro. 3) Banyaknya persoalan yang melilit PTS terutama terkait dengan keributan dengan pihak yayasan semakin memicu turunnya angka perolehan mahasiswa akibat stigma negative di masyarakat.dengan.Kondisi ini terlihat dari jumlah mahasiswa yang kurang dari 100 oran. 3) Mendukung konsep: argument.tidak halnya sejalan dengan.idenya sebuah PTS yang sehat di jatim minimal memiliki 200 orang mahasiswa per prgorm studi ( prodi). 2) Tak bias dimungkiri. Contoh: 15 Ibid.argumentasi.Bahkan. 1) Kekhawatiran akan matinya perguruan tinggi swasta akibat dibukanya jalur di perguruan tinggi negeri serta kurangnya penjaminan mutu lulusan PTS semakin menjadi kenyataan.jurusan favorit seperti ekonomi dan teknik melebihi 1000 orang mahasiswa setiap angkatan.menyajikan dukungan.contoh.

Dari uraian di atas dapat dilihat permasalahan penelitian sebagai berikut.permasalahan pada penelitian ini berfokus. Pengembangan Paragraf.Selanjutnya. Pembaca agar membaca sebuah karangan tertarik dibutuhkan suatu pengembangan paragraf yang cukup signifikan. 2) Jika strategi strategi ini di lepas bukan tidak mungkin PTS tersebut tinggal menunggu lonceng kematian saja.namun semangat yang besar dan segar diharapkan terus berlanju. deduksi . Gambaran penelitian tersebut memberikan fondasi untuk lebih intens meneliti perihal kecendrungan korupsi yang dilakukan oleh para anggota DPR baik daerah maupun pusat. Paragraf Penutup. 3) Menyajikan kesimpulan.yaitu.induksi perbandingan pembuktian dst.Mereka memilih zona aman. Fungsi paragraf penutup. 2) Mengingatkan (menegaskan)kepada pembaca akan pentingnya pokok pembahasan. Pengembangan Secara Alamiah. 1) Sebagai penutup. 1) Banyaknya persoalan yang melilit PTS terutama terkait dengan keributan dengan pihak yayasan semakin memicu turunnya angka perolehan mahasiswa akibat stigma negative di masyarakat.komunikasi melalui keterangan yang di bacanya telah di tutup. Secara alamiah biasanya di dasarkan pada peristiwa kronologi yang menyangkut urutan ruang dan waktu.misalnya ketika membuat .menyatakan bahwa karangan sudah selesai.calon mahasiswa semakin selektif dalam memilih PTS karena tidak ingin masa depan mereka terkatung katung akibat suit di terima di perusahaan.Artinya perlu pengembangan dengan dasar secara ilmiah.

Hasil Menulis paragraf berarti mengembangkan paragraf.menerjemahkan dan berkarya lebih keras. Paragraf jenis ini dikembangkan dengan pertanyaan terlebih dahulu lazimnya kalimat pertama merupakan kalimat pertanyaan yang mengandung ide paragraf kalimat pengembangannya berupa jawaban atas pertanyaan tadi.detektif dsb. Kalimat kalimat jawaban merupakan kalimat penjelas atau pengembangan paragraf. D.Sayyeda yang mulia Khadijah. a) Tanya Jawab.Kau harus terus bekerja.biasanya paragraf ini banyak kita jumpai pada cerita cerita fiktif.cerita misteri.laporan kronologis kejadian seseorang dijerat hukuman karena bertindak korupsi. Klimaks Anti Klimaks. Banyak lelaki yang menjadi kerdil setelah memiliki istri yang cantik dan kaca raya. ide atau Pernyataan gagasan yang sedangkan pernyataan pernyataan lain merupakan idea tau gagasan sedangkan pernyataan pernyataan ain merupakan pernyataan pengembangan atau pernyataan penjelas.Isteri Makkah pada zamannya. Paragraf atau karangan ini untuk menyajian sebuah konflik. (Al-Israa:ayat 29). sebuah paragraf merupakan pengembangan sebuah pernyataan menjadi sekelompok dikembangkan pernyataan itu yang merupakan berkaitan.dan itu tida membuat beliau kerdil tapi justru sebaliknya dengan kekayaan isteri nya itu beliau menegakkan Agama Allah.adalah yaitu Rasulullah Konglomberta Saw. b) Contoh atau Ilustrasi.Maka kau tida boleh kerdil.Tetapi kita mempunyai teladan beliau. Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Pengembangannya.dan selanjutnya dalam sebuah cerita fiksi juga harus menyajikan sebuah anti klimaks.4.perisiwa dan menjurus pada bentuk klimaks.semangat dan kerja keras nya luntur. .Alur cerita akan di bangun dengan paragraf yang membangun pada sebuah konflik.

Ismail Kusmayadi.Sesuai dengan sebutannya. Baik dengan cara deduktif.sesuai dengan namanya. Alasan inilah yang memperkokoh ide paragraf sehingga kebebnaran ide itu dapat diterima pembacanya. 16 . alasan itu merupakan keterangan.h. Be Smart Bahasa Indonesia. (Bandung: Grafindo Media Pratama.paragraf proses ialah paragraf menjelaskan proses terjadinya atau proses bekerjanya sesuatu urutan langkah dalam melakukan sesuatu pun tergolong paragraf sejenis. Contoh atau ilustrasi inilah yang memberikan penjelasan akan kebenaran ide atau gagasan paragraf. Paragraf adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang di pergunakan oleh pengarang sebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya kepada para pembaca supaya pikiran tersebut dapat diterima dengan jelas oleh pembaca maka paragraf harus tersusun secar logis – sistematis. Unsur Unsur paragraf. Ide pokok biasanya berupa kata frase atau klausa. paragraf contoh atau paragraf ilustrasi. c) Alasan Atau Aeterangan.paragraf alasan ialah paragraf yang mengembangkan ide utamanya memaafkan penjelasan yang bermakna alas an. paragraf jenis ini dikembangkan dengan menggunakan contoh atau ilustrasi. d) Proses.Alat bantu untuk menciptakan susunan logis – sistematis itu ialah unsur unsur paragraf.16 E. Perkataan’’alasan’’ biasa diganti dengan ‘’keterangan’’ sebab pada hakikatnya. atau paduan keduannya. induktif.23 . seperti: 1) Ide pokok yaitu ide pembicaraan atau masalah yang bersifat abstrak.paragaf proses pun tergolong jenis paragraf deskriptif. Seperti halnya paragraf pemerian. 2) Kalimat topik yaitu perwujudan pernyataan ide pokok dalam bentuk yang masih abstrak.2008).

5) Kalimat penegas yaitu kalimat yang berfungsi menegaskan dengan cara mengulang bentuk kalimat topik pada bagian akhir paragraf. Cendekia Berbahasa bahasa dan Sastra Indonesia. opcit .h. baik tataran wacana. (Bandung: PT Setia Purna Inves. Dalam tataran kalimat. paragraf.31 . Paragraf dikemas dan diorganisir secara sistematis sehingga ide ide dapat tersampaikan secara runtutdan mampu secara kompak menompang gagasan sentral menurut peran masing masing.frase. ataupun pikiran pembaca. Paragraf itu menampung gagasan pokok penulis untuk memperjelas tema atau persoalan umum yang dibahasnya. Ide pengembangan berupa kata.antar paragraf dalam suatu karangan. Ada tulisan yang sekedar memaparkan fakta tanpa bermaksud memengaruhi perasaan.dalam tataran wacana ada karangan berpola piramida terbalik dan ada yang berpola piramida biasa.dan sebagainya.3) Ide pengembang yaitu rincian atau penjelasan ide poko dalam bentuk yang konkret.Paragraf transisi berfungsi sebagai penunjang koherensi atau kepaduan antar kalimat. sikap.ada pola umum-khusus. dikenal pola kalimat biasa (S-P-O) dan pola innversi (P-OS).umumkhusus-umum. Hal ini memunculkan adanya keanekaragaman pola penyajian gagasan. atau klausa. pikiran. ada tulisan yang memiliki suatu kepentingan tertentu sehingga dalam penyampaian nya harus mempertimbangkan cara yang paling efektif untuk mencapai maksud tersebut. Menemukan Perbedaan Paragraf Induktif Dan Deduktif Melalui Kegiatan Membaca Intensif.17 F. 4) Kalimat pengembang yaitu perwujudan penyataan ide pengembang dalam bentuk konkret. 18 17. Pengorganisasian atau penataan paragraf sangat mempertimbangkan isi. kepentingan dan tujuan tulisan. Paragraf menjadi sarana untuk menyalurkan ide ide pokok penulis sehingga mudah di pahami..khusus-umum. Sebuah wacana atau karangan terbentuk atas sekumpulan paragraf.59 18 Panduan belajar Bahasa Dan sastra Indonesia. Sebaliknya. Erwan Juhara. 6) Transisi yaitu rantai mata penghubung.Sementara.h. ataupun kalimat.2005). dalam tataran paragraf.

Paragraf merupakan sekumpulan kalimat yang dirangkai atau dihubungkan sehingga membentuk suatu gagasan tertentu. Paragraf dibedakan menjadi tiga yaitu paragraf yang terbentuk berdasarkan sifat dan tujuan. Penutup a) Kesimpulan. Untuk itu kritik dan saran yang konstruktif sangat saya harapkan untuk kesempurnaan makalah ini. berdasarkan letak kalimat utamanya. Saya menyadari bahwa makalah ini tentu masih ada kekurangan. dan berdasarkan isinya. Sebuah paragraf yang baik harus memperhatikan beberapa persyaratan agar terbentuk suatu gagasan yang mudah di mengerti oleh para pembaca. .III. b) Saran.