You are on page 1of 8

Prosiding Seminar Nasional Kimia, ISBN : 978-602-0951-00-3

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 20 September 2014

UJI SKRINING FITOKIMIA PADA EKSTRAK HEKSAN, KLOROFORM DAN


METANOL DARI TANAMAN PATIKAN KEBO(Euphorbiae hirtae)
PHYTOCHEMICAL SCREENING TEST ON HEXANE, CHLOROFORM AND
METHANOL EXTRACTS OF PATIKAN KEBO(Euphorbiae hirtae)
Minhatun Nafisah, Tukiran, Suyatno, dan Nurul Hidayati
Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya
Jl. Ketintang Surabaya (60231), Telp. 031-8298761
E-mail:minhatunnafisah@gmail.com

ABSTRACT
Abstrak.Telah dilakukan uji skrining fitokimia terhadap ekstrak heksana, kloroform dan metanol
pada tanaman patikan kebo(Euphorbiae hirtae) yang meliputikandungan senyawa fenolik, flavonoid,
saponin, alkaloid, tanin dan steroid atau triterpenoid pada.Hasil uji skrining fitokimia terhadap
ekstrak heksan pada tanaman tersebut diketahuimengandung senyawa fenolik, flavonoid dan steroid.
Untuk ekstrak kloroform diketahui tumbuhan ini mengandung senyawa fenolik dan steroid,sedangkan
ekstrak metanol terdapat senyawa fenolik, tanin, steroid, dan alkaloid(pereaksi Dragendorf dan
Wagner). Senyawa-senyawa kimia yang tidak ditemukan dalam ekstrak metanol, kloroform dan
heksan pada tanaman patikan kebo adalah senyawa saponin, triterpenoid dan alkaloid (pereaksi
Mayer).
Kata kunci: Fitokimia, Patikan Kebo, Skrining
Abstract.It has been conducted a phytochemical screening test on hexane, chloroform and methanol
extracts of patikan kebo (Euphorbiae hirtae) includingphenolic, flavonoid, saponin, alkaloid, tannin
and steroid/triterpenoid.The results ofphytochemical screening teston the hexane extract was known
contain phenolic, flavonoid and steroid. The chloroform extractof the plant can be identified the
contents of phenolicand steroid. Meanwhile, the methanol extractwas reported that the extractconsist
of phenolic, tannin, steroid, and alkaloid (by Dragendorfand Wagners reagents). For a while, the
results of the test on hexane, chloroform, and methanol extractsabovecould be informed that the
plantdoesnt contain saponin, triterpenoid and alkaloid (by Mayers reagent).
Keywords: Phytochemical, Patikan Kebo, Screening

rerumputan tepi jalan, kebun atau


pekarangan rumah yang tidak terurus,
sungai. Keluarga herbal ini dicirikan
dengan batang lunak yang tidak begitu
kuat menyangga daun, serta memiliki
getah putih yang cukup kental. Tanaman
ini masih famili dengan patikan cina, yaitu
dalam famili Euphorbiaceae.
Patika kebo di Indonesia punya
berbagai naman daerah. Di Sumatera
dikenal dengan daun biji kacang, daun
dadih-dadih.
Penduduk
di
Jawa
menyebutnya gelang susu, gedong anak,
nanangkaan,
nangkaan, kukonkukon,

PENDAHULUAN
Patikan kebo (Euphorbiae hirtae)
merupakan tanaman herba merambat yang
hidup di permukaan tanah, terutama pada
daerah yang beriklim tropis. Patikan kebo
termasuk tanaman liar yang biasa tumbuh
di permukaan tanah yang tidak terlalu
lembab dan ditemukan secara terpencar
satu sama lain (Hamdiyati dkk., 2008).
Tanaman patikan kebo merupakan
tanaman liar yang banyak ditemukan di
daerah tropis. Di Indonesia, tanaman obat
tradisional ini dapat ditemukan diantara
B - 279

Prosiding Seminar Nasional Kimia, ISBN : 978-602-0951-00-3


Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 20 September 2014

patikan, patikan jiwa, patikan kebo, kaksekakan.


Masyarakat
di
Maluku
menyebutnya sosonongan, isuma ibi, isu
gibi
(http://tarmiziblog.
blogspot.com/2011/03/manfaat-patikancina-dan-patikan-kebo.html/23.04/11-092014).

merupakan khasiat dari daun patikan kebo,


diantaranya
mengobati
radanga
tenggorokan, bronkhitis, asma, radang
perut, diare, disentri, dan kencing darah,
radang kelenjar susu dan payudarah
bengkak, penyakit eksim dan berak darah.
Kemampuan tanaman patiakan kebo dalam
mengobati berbagai macam penyakit ini
melibatkan senyawa-senyawa kimia di
dalamnya yang dapat bersifat antiseptik,
anti-inflamasi, antifungi, dan antibakterial,
seperti kandungan tanin, flavanoid
(terutama quarcitrin dan myricitrin) (Ekpo
& Pretorius, 2007: 201).
Cara dan penyiapan tanaman
patikan kebo sebagai obat tradisional
antara lain:1) Radang tenggorokan, ambil
daun patikan kebo secukupnya, kemudian
cuci sampai bersih, lalu seduh dengan air
panas secukupnya, kemudian saring dan
ambil airnya. Gunakan air seduhan daun
petikan kebo tersebut untuk berkumurkumur. 2) Bronkhitis, ambil daun patikan
kebo 1 genggam dan cuci sampai bersih,
kemudian direbus dengan botol cocacola sampai mendidih, setelah mendidih
angkat saring ambil airnya. Minum air
ramuan tersebut 3 kali sehari masingmasing cangkir sekali minum.3) Asma,
ambil daun patikan kebo kering 1
genggam, cuci sampai bersih, selanjutnya
rebus dengan 2-3 gelas air sampai
mendidih. Cara menggunakannya minum
ramuan tersebut 2 kali sehari gelas pagi
dan sore.4) Radang Perut, Diare,
Disentri, Dan Kencing Darah, ambil daun
patiakan kebo segenggam dan cuci sampai
bersih, kemudian daun patikan kebo dan
satu potong gula batu rebus dengan 3 gelas
air
sampai
mendidih.
Cara
menggunakannya, saring ambil airnya,
kemudian minum air ramuan tersebut dua
kali sehari dengan dosis sekali minum 1
cangkir.5) Radang Kelenjar Susu dan
Payudarah Bengkak, ambil daun patikan
kebo 1 genggam dan dua sendok kedelai,
cuci samapai bersih, kemudian rebus
kedua bahan tersebut secara bersamaan
dengan volume air 3-5 gelas sampai

Tanaman Patikan kebo


Patikan kebo merupakan tumbuhan
gulma, terna, tegak dengan ketinggian
sekitar 6 cm sampai 60 cm, batangnya
berambut berwarna hijau kecoklatan,
percabangan selalu keluar dari dekat
pangkal batang dan tumbuh lurus ke atas,
akar tunggang dan jarang tumbuh
mendatar di permukaan tanah. Daun
patikan kebo berbentuk jorong meruncing
sampai tumpul, tepinya bergerigi dan
berbulu dipermukaan atas dan bawah.
Panjang helaian daun mencapai 50 mm
dan lebarnya 25 mm, pertulangan
menyirip, letak daun yang satu dengan
yang lain berhadap-hadapan.Daunnya
berwarna hijau atau hijau keunguan.
Tumbuhan patikan kebo mampu bertahan
hidup selama 1 tahun dan berkembang
biak melalui biji.
Kandungan senyawa kimia yang
terdapat dalam tanaman patikan kebo
sangat banyak, tidak hanya terdapat pada
bagian daunnya dibagaian akar serta
batang
terdapat
senyawa
kimia,
diantaranya myricyl alkohol, taraxerol,
tirucalol, kamzuiol, hentriacon-tane yang
terdapat pada bagian akarnya, sedangkan
cosmosiin terdapat pada bagaian batang
dan daun.Khasiat pada tanaman patikan
kebo telah dimanfaat sebagai obat untuk
mengobati berbagai penyakit. Berikut
B - 280

Prosiding Seminar Nasional Kimia, ISBN : 978-602-0951-00-3


Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 20 September 2014

mendidih. Saring ambil airnya, minum air


ramuan tersebut dua kali sehari dengan
dosis satu gelas. Untuk cara lain : ambil
daun patikan kebo yang masih segar
kemudian
dicuci
sampai
bersih,
selanjutnya ditambahkan garam dapur
secukupnya, kedua bahan tersebut tumbuk
sampai halus, tempelkan pada bagian
payudarah yang sakit. 6) Eksim, ambil
daun patikan kebo secukupnya, kemudian
cuci sampai bersih, rebus dengan air
secukupnya sampai mendidih. Gunakan air
ramuan tersebut untuk bagian tubuh yang
sakit
(http://khasiatdaunalami.blogspot.com/201
3/03/khasiat-daun-patikankerbau.html/21.09/11-09-2014)

b. Tahap ekstraksi tanaman patikan kebo


(Euphorbiae hirtae)
Serbuk halus tanaman tanaman
patikan
kebo
(Euphorbiae
hirtae)sebanyak 5 gram dimaserasi
dengan pelarut metanol, heksan, dan
kloroform dengan ketinggian pelarut 1
cm diatas sampel. Maserasi didiamkan
selama 24 jam pada suhu kamar. Hasil
maserasi
disaring
menggunakan
penyaring Buchner dan filtrat yang
diperoleh diuapkan secara vakum
menggunakan penguap putar rotary
vacuum evaporator untuk memperoleh
ekstrak kental.
c. Uji fitokimia pada beberapa tanaman
patikan
kebo
(Euphorbiae
hirtae)dengan
pelarut
metanol,
heksana dan kloroform
Ekstrak kental tanaman tanaman
patikan kebo (Euphorbiae hirtae)dari
beberapa pelarut di analisis dengan
dilakukan uji kandungan alkoloid,
saponin, flavonoid, steroid, triterpenoid,
fenolik dengan langkah sebagai berikut:
1 Identifikasi kandungan alkaloid
Sebanyak 1 ml ekstrak kental tanaman
patikan kebo (Euphorbiae hirtae)dari
pelarut metanol, heksan, kloroform
masing-masing dimasukkan dalam
tabung reaksi dan ditambah dengan 5
tetes amonia pekat. Setelah itu, disaring
kemudian ditambah 2 ml asam sulfat
2N dan dikocok hingga memberi
lapisan atas dan bawah. Larutan dibagi
menjadi 3 bagian, pada tabung pertama
ditambahkan 1 tetes mayer, adanya
alkaloid ditandai dengan terbentuknya
endapan. Pada tabung kedua ditambah 1
tetes
pereaksi
Dragendorf
dan
terbentuknya endapan menandakan
adanya alkaloid. Tabung ketiga
ditambah 1 tetes pereaksi Wagner dan
terbentuknya
endapan
coklat
menandakan
adanya
alkaloid
(Harborne, 1987).
2 Uji kandungan steroid dan
triterpenoid

METODE PENELITIAN
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan: gelas
kimia, gelas ukur, vial besar, labu ukur,
spatula, corong kaca, seperangkat alat
penyaring Buchner, rotary vacuum
evaporator (Heidolph laborata 4001),
timbangan digital, penyemprot, pipa
kapiler, pipet tetes, pipet volum,
penangas listrik, kasa, cawan petri,
pisau. Sementara bahan yang digunakan
yaitu serbuk dari daun tanaman patikan
kebo, metanol, heksan, kloroform,
HgCl2, KI, asam salisilat, I2, Bi(NO3)3,
HNO3 pekat, H2SO4 pekat, FeCl3, HCl
pekat, pita Mg, asam asetat anhidrat,
NaCl, gelatin, amonia dan aquades.
Prosedur Penelitian
a. Penyiapan sampel tanaman patikan
kebo (Euphorbiae hirtaeherba)
Sampel daun tanaman patikan
kebo
(Euphorbiae
hirtae)yang
terkumpul dibersihkan dari kotoran
yang menempel, kemudian dipotong
kecil-kecil, selanjutnya dikeringkan
dengan di angin-anginkan. Sampel yang
sudah kering kemudian digiling hingga
diperoleh serbuk halus yang siap untuk
dimaserasi.
B - 281

Prosiding Seminar Nasional Kimia, ISBN : 978-602-0951-00-3


Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 20 September 2014

Sebanyak 1 ml ekstrak kental tanaman


patikan kebo (Euphorbiae hirtae)dari
pelarut metanol, heksan, kloroform
masing-masing dimasukkan dalam
tabung reaksi. Kemudian ditambah
dengan asam asetat anhidrat dan asam
sulfat pekat. Jika terbentuk warna biru
atau hijau menandakan adanya steroid.
Jika terbantuk warna ungu atau jingga
menandakan
adanya
triterpenoid
(Harborne, 1987).
3 Uji kandungan fenolik
Sebanyak 3 tetes ekstrak kental tanaman
patikan kebo (Euphorbiae hirtae)dari
pelarut metanol, heksan, kloroform
masing-masing diteteskan pada .pelet
porselen. Kemudian ditambah dengan
metanol, lalu diaduk sampai homogen.
Seteh itu, ditambah FeCl3. Adanya
fenolik ditandai dengan terbentuknya
warna hijau, kuning, orange, atau merah
(Harborne, 1987).
4 Uji kandungan flavonoid
Sebanyak 1 ml ekstrak kental tanaman
patikan kebo (Euphorbiae hirtae)dari
pelarut metanol, heksan, kloroform
masing-masing dimasukkan dalam
tabung reaksi. Kemudian ditambah
dengan 5 tetes etanol, lalu dikocok
sampai homogen. Setelah itu ditambah
dengan pita Mg dan 5 tetes HCl pekat.
Jika menghasilkan warna kuning,
orange, dan merah menandakan adanya
flavonoid (Harborne, 1987).

5 Uji kandungan saponin


Sebanyak 1 ml ekstrak tanaman patikan
kebo (Euphorbiae hirtae)dari pelarut
metanol, heksan, kloroform masingmasing dimasukkan dalam tabung
reaksi. Kemudian ditambah 2 ml
aquades, lalu dikocok sampai homogen.
Setelah itu, dipanaskan selama 2-3
menit. Dinginkan, setelah dingin kocok
dengan kuat. Adanya busa yang stabil
selama 30 detik menunjukkan sampel
mengandung saponin (Harborne, 1987).
6 Uji kandungan tanin
Sebanyak 1 ml ekstrak kental tanaman
patikan kebo (Euphorbiae hirtae) dari
pelarut metanol, heksan, kloroform
masing-masing dimasukkan dalam
tabung reaksi. Kemudian ditambah 5
tetes NaCl 10%, lalu dikocok sampai
homogen. Setelah itu disaring, filtrat
yang dihasilkan ditambah dengan
gelatin
1%
dan
NaCl
10%.
Terbentuknya endapan menandakan
adanya tanin (Harborne, 1987).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil uji dari fitokimia ekstrak
daun tanaman patikan kebo dengan
berbagai pelarut menunjukkan bahawa
terdapat senyawa bioaktif pada daun yang
mengindikasikan adanya senyawa fenolik,
flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid
atau triterpenoid sebagaimana didalam
tabel.

Tabel. Hasil uji skrining fitokimia ekstrak pada berbagai pelarut dari tanaman patikan kebo
(Euphorbiae hirtae)
Uji Fitokimia
1. Fenolik
2. Flavonoid
3. Tanin
4. Saponin
5. Alkaloid :
a. Dragendorf
b. Wagner
c. Mayer
6. Steroid/ triterpen

Metanol
+
+
-

Heksana
+
+
-

Kloroform
+
-

+
+
+/-

+/-

+/-

B - 282

Prosiding Seminar Nasional Kimia, ISBN : 978-602-0951-00-3


Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 20 September 2014

Dari tabel diatas dapat dilihat


bahwa senyawa yang terkandung
maupun tidak terkandung dalam daun
tanaman obat patikan kebo dapat
dijelaskansebagai berikut. Hasil uji
skrining fitokimia terhadap ekstrak
heksan pada tanaman tersebut diketahui
mengandung
senyawa
fenolik,
flavonoid dan steroid. Untuk ekstrak
kloroform diketahui tumbuhan ini
mengandung senyawa fenolik dan
steroid, sedangkan ekstrak metanol

terdapat senyawa fenolik, tanin, steroid,


dan alkaloid (pereaksi Dragendorf dan
Wagner). Senyawa-senyawa kimia yang
tidak ditemukan dalam ekstrak metanol,
kloroform dan heksan pada tanaman
tersebut adalah senyawa saponin,
triterpenoid dan alkaloid (pereaksi
Mayer). Berikut adalah penjelasan uji
skrining fitokimia yang memberikan
tanda positif untuk masing-masing
senyawa.

Senyawa fenolik, ekstrak tanaman


patikan kebo dinyatakan positif
terhadap uji senyawa fenolik jika timbul

warna hijau, merah, kuning, orange,


biru atau hitam.Persamaan reaksinya
dapat dinyatakan sebagai berikut:

FeCl3( aq ) 6 ArOH ( s ) 6 H 3Cl [ Fe(OAr )6 ]3 ( aq )

Tanaman patikan kebo yang


diekstraksi dengan pelarut yang berbeda
(heksana, kloroform, dan methanol)
dilaporkan ketiga ekstak mengandung
senyawa
fenolik.
Warna
yang
ditimbulkan berbeda pada setiap
ekstrak. Pada ekstrak metanol, timbul
warna
biru
kehitaman
yang
menandakan positif terdapat senyawa
fenolik. Untuk ekstrak kloroform timbul
warna
hijau
kehitaman
yang
menandakan
positif
senyawa
fenolik,sedangkan ekstrak heksana

positif senyawa fenolik yang ditandai


dengan timbulnya warna hijau.
Senyawa
flavonoid,
untuk
mengetahui
ekstrak
yang
uji
mengandung
senyawa
flavonoid
digunakan uji shinoda test, yaitu
menggunakan larutan HCl pekat dan
sedikit
potongan
Mg
yang
menghasilkan warna orange. Berikut
adalah reaksi uji flavonoid terhadap
ekstrak patikan kebo berdasarkan uji
shonoda test:

Mg( s ) 2 HCl(l ) MgCl2( aq ) H 2( g )


MgCl2( aq ) 6 ArOH ( s ) [ Mg (OAr )6 ]4( aq ) 6 H 2Cl

Hasil uji ekstrak pada tanaman


patikan kebo dilaporkan bahwa
senyawa flavonoid terdapat pada
esktrak heksana, dan tidak ada
padaekstrak kloroform dan metanol.
Warna yang ditimbulkan dari ekstrak
metanol dan kloroform berwarna hijau,

sedangkan ekstrak heksana berwarna


kuning.
Senyawa tanin, pada uji tanin
ekstrak patikan kebo menunjukkan hasil
positif jika ditandai dengan adanya
endapan kuning. Dari hasil uji fitokimia
tanaman obat ini, ditemukan senyawa
tanin pada ekstrak dengan pelarut
B - 283

Prosiding Seminar Nasional Kimia, ISBN : 978-602-0951-00-3


Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 20 September 2014

metanol
yang
ditandai
dengan
timbulnya warna kuning kehijauan dan
terdapat
endapan.
Pada
pelarut
kloroform dan heksan tidak timbul
endapan, sehingga senyawa tanin
negatif pada pelarut ini.
Senyawa saponin, ekstrak patikan
kebo diuji dengan menggunakan
metode Forth. Timbulnya buih pada uji
Forth menunjukkan adanya glikosida
dalam
ekstrak
tersebut
yang
mempunyai kemampuan membentuk
buih dalam air yang terhidrolisis
menjadi glukosa dan senyawa lainnya.
Uji saponin ini menunjukkan hasil
positif dimana setelah dikocok dan
didiamkan
ada
busa
yang

stabil/bertahan selama 2-4menit. Dari


hasil uji tidak ditemukan senyawa
saponin pada ketiga ekstrak. Warna
yang dihasilkan hijau untuk pelarut
kloroform dan metanol, sedangkan
pelarut heksana timbul warna kuning.
Senyawa alkaloid, pada uji
senyawa alkaloid ditetesi dengan 3
reagen yaitu reagen Meyer, reagen
Dragendrof dan reagen Wagner. Untuk
senyawa alkaloid pada pereaksi Meyer,
diperkirakan nitrogen pada alkaloid
akan bereaksi dengan ion logam K+ dari
kalium
tetraiodomerkurat(II)
membentuk kompleks kalium-alkaloid
yang mengendap. Persamaan reaksinya
dapat dinyatakan sebagai berikut:

Pada reaksi menggunakan pereaksi


Wagner, dijelaskan bahwa ion logam K+
membentuk ikatan kovalen koordinasi
dengan alkaloid sehingga membentuk

kompleks
kalium-alkaloid
yang
mengendap. Persamaan reaksinya dapat
dinyatakan sebagai berikut:

Pada reaksi menggunakan reagen


Dragendorf, dinyatakan bahwa ion
logam K+ membentuk ikatan kovalen
koordinasi dengan alkaloid sehingga

membentuk kompleks kalium-alkaloid


yang mengendap. Persamaan reaksi
dapat dinyatakan sebagai berikut:

B - 284

Prosiding Seminar Nasional Kimia, ISBN : 978-602-0951-00-3


Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 20 September 2014

Adanya alkaloid masing-masing


ditandai dengan terbentuknya endapan
putih, coklat, dan jingga. Pada hasil uji
fitokimia dari tanaman patikan kebo
diketahui terdapat senyawa alkaloid
(Reagen Dragendorf dan Wagner) pada
pelarut metanol, yaitu timbul warna
hijau kecokelatan dan terdapat endapan
pada
alkaloid
dengan
reagen
Dragendorf, sedangkan pelarut metanol

dengan reagen Wagner timbul warna


cokelat dan ada endapan.
Senyawa steroid/triterpenoid, uji
yang
banyak
digunakan
untuk
mengetahui
kandungan
steroid/triterpenoid adalah LiebermannBurchard yang dengan kebanyakan
sterol dan triterpen memberikan warna
biru dan hijau. Berikut merupakan
mekanisme secara umum reaksi
Liebermann-Burchard :
HOAc/H2SO4

+
HO

Carbonium Ion of 3,5-Diena


Ac2O
(SO3)

+ SO2
+

HOO2 S

Cholestahexaena Sulfonic Acid


max 410 NM (calc. 418 NM)**

Pentaenylic cation
max 620NM (calc.626 NM)*

(Sumber: Burke et al., 1974)

Hasil uji skrining fitokimia pada


tanaman obat tidak ditemukan adanya
senyawa triterpenoid pada ketiga
pelarut, sedangkan senyawa steroid
ditemukan terkandung pada pelarut
metanol, kloroform dan heksana yang
memberikan
warna
hijau
pada
ketiganya.

Dragendorf dan Wagner). Untuk senyawasenyawa kimia yang tidak ditemukan


dalam ekstrak heksana, kloroform, dan
metanol dari tanaman patikan kebo
diantaranya senyawa saponin, triterpen dan
alkaloid (Meyer).
SARAN
Untuk memaksimalkan hasil dari
penelitian ini, maka perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut terhadap tanaman
patikan kebo, baik dari sisi isolasi,
pemurnian, elusidasi struktur dari isolate
murni, maupun uji hayati terhadap
senyawa aktifnya sehingga nantinya dapat
diaplikasikan pada bidang-bidang ilmu lain
seperti kedokteran, pertanian, farmasi dan
lain-lain. Selain dapat menambah wawasan
yang lebih dalam tentang senyawasenyawa atau komponen-komponen kimia
yang terkandung didalamnya juga dapat

SIMPULAN
Berdasarkan hasil uji skrining
fitokimia ini, senyawa yang tekandung
dalam ekstrak heksana, kloroform dan
metanol dari tanaman patikan kebo
teridentifikasi senyawa steroid dan fenolik.
Selain itu, pelarut heksana juga
terindentifikasi
senyawa
flavonoid,
sedangkan ekstrak tanaman patikan kebo
dengan pelarut metanol juga diketahui
terdapat
senyawa
lainnya
seperti
senyawatanin dan alkaloid (reagen
B - 285

Prosiding Seminar Nasional Kimia, ISBN : 978-602-0951-00-3


Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 20 September 2014

memberikan informasi yang berguna dan


bermanfaat bagi semua masyarakat.

Padmawinata & I. Soediro, Penerbit


ITB: Bandung.
Harborne, J.B., 1996. Metode Fitokimia :
Penuntun Cara Modern Menganalisis
Tumbuhan,
Terbitan
Kedua.
Penerbit ITB: Bandung.
Tarmudji dan M. Soleh., 2006. Mengatasi
Berak Darah dengan Patika Kebo,
Penerbit Tabloid Sinar Tani, Bogor.
http://khasiatdaunalami.blogspot.com/201
3/03/khasiat-daun-patikankerbau.html (diakses 11-09-2014,
21.09).
http://tarmiziblog.blogspot.com/2011/03/m
anfaat-patikan-cina-dan-patikankebo.html (diakses 11-09-2014,
23.04).

Ucapan Terima Kasih


Terima kasih kami ucapkan kepada
Prof. Dr. Tukiran, M.Si.selaku dosen
pembimbing yang telah membimbing dan
membantu semua kelancaran dalam proses
penelitian hingga berjalannya proses
publikasi/seminar ini. Penelitian ini
didanai sebagian dari Islamic Development
Bank (IDB) melalui kerjasama dengan
Program
Desentralisasi,
Direktorat
Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat,
Direktorat
Jenderal
Pendidikan Tinggi, Kemendikbud, dengan
nomor
SK
Rektor
Unesa:
097/UN38/HK/LT/2014, tertanggal 25
Februari 2014. Untuk ini, penulis
menyampaikan banyak terima kasih atas
dukungan dana tersebut.
DAFTAR ACUAN
Hamdiyati, Y., Kusnadi, I. dan Hardian.
2008. Aktivitas Antibakteri Ekstrak
Daun Patikan Kebo (Euphorbia
hirta)
Terhadap
Pertumbuhan
Bakteri Staphylococcus epidermis.
Jurusan Pendidikan Biologi MIPA.
Universitas Pendidikan Indonesia.
Jurnal Pengajaran MIPA, 12(2).
Ekpo, O.E. & Pretorius, E., 2007.
Asthma, Euphorbia hirta and Its
Anti-inflamatory Properties. South
African Journal of Science. 103,
201-203.
Assidqi, Khoirunnisa., Tjahjaningsih,
Wahyu., Sigit, Setyawati. 2012. The
Potentials of Leaves Extracts of
Patikan Kebo (Euphorbia hirta) As
Antibacterial Against Aeromonas
Hydrophila
Invitro.
Fakultas
Perikanan dan Kelautan. Universitas
Airlangga. Journal of Marine and
Coastal Science. 1(2), pp. 113 124.
Harborne, J. B., 1987. Metode Fitokimia.
Penuntun Cara Modern Menganalisis
Tumbuhan.
Terjemahan
K.
B - 286