You are on page 1of 4

Mamografi- Merupakan pemotretan pada payudara dengan alat khusus

menggunakan radiasi ringan sinar-x yang dapat mendeteksi tumor


sangat kecil yang tidak teraba oleh dokter sekalipun. Selain itu,
bermanfaat dalam menemukan lesi berukuran sangat kecil, sampai
2 mm, yang tidak teraba dalam pemeriksaan klinis (biasanya
berukuran di bawah 1 cm).
Biopsi
1.Fine-needle aspiration Biopsy- Dokter dapat menggunakan jarum tipis
untuk mengambil sel atau cairan dari benjolan pada payudara
2.Core biopsy- Dokter menggunakan jarum yang lebar untuk mengambil
sampel dari jaringan payudara
3.Skin biopsy- Bila ditemukan perubahan pada kulit payudara, dokter
akan mengambil sedikit sampel dari kulit
4.Surgical biopsy- Ahli bedah akan mengambil contoh jaringan payudara
Pemeriksaan Biomarker pada jaringan payudara - Berupa pemeriksaan
penanda biokimia pada jaringan payudara (yang diperoleh dari
hasil biopsi), yang dihasilkan selama terjadi abnormalitas pada
tubuh dapat membantu menetapkan diagnosis kanker payudara.
Pemeriksaan reseptor hormon - Seperti sel sehat lainnya, tumor
payudara memerlukan hormon untuk tumbuh. Tumor ini memiliki
reseptor untuk hormon estrogen, progesteron atau keduanya. Bila
hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor payudara memiliki
reseptor tersebut maka terapi hormon adalah pilihan terapi yang
paling direkomendasikan.
Pemeriksaan Her2/neu (Human Epidermal Growth Factor Receptor 2)
- Protein Her2/neu ditemukan pada beberapa jenis sel kanker.
Pemeriksaan ini menunjukkan apakah jaringan memiliki protein
her2/neu atau kopi gen yang berlebih. Bila tumor payudara
memiliki jumlah her2/neu dalam jumlah berlebih, terapi tertarget
(targeted therapy) bias menjadi salah satu pilihan pengobatan.
Untuk mendapatkan hasil membutuhkan waktu beberapa minggu.
Hasil pemeriksaan ini dapat membantu dokter memutuskan
pengobatan yang tepat.
Pengobatan yang dilakukan
Radioterapi, pada payudara dan daerah ketiak dilakukan serangkaian
radiasi berdosis ringan untuk membunuh sel kanker. Radiasi
dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker yang tersisa
pasca operasi.

Kemoterapi (chemotherapy), pengobatan dengan obat-obatan anti


kanker untuk mencegah pembiakan sel-sel kanker. Bias dilakukan
terpisah, ataupun disertai dengan bedah atau radioterapi.
Kemoterapi bias menimbulkan efek samping berupa rasa mual,
rambut rontok dan kehilangan tenaga.
Terapi hormon, sasaran dari terapi hormon adalah mencegah estrogen
memperparah sel kanker yang ada, dengan menyeimbangkan
hormon. Seperti diketahui, hormon esterogen merupakan salah satu
faktor yang bertanggung jawab terhadap risiko terjadinya kanker
payudara. Pada terapi hormon terdapat beberapa golongan obat
yang digunakan, antara lain adalah golongan antiesterogen, salah
satunya adalah tamoksifen.
Terapi antibodi monoklonal (Monoclonal Antibody drug), terapi inovasi
baru untuk mengatasi kanker dengan meningkatkan imunitas tubuh untuk
mengatasi perkembangan sel kanker. Obat-obatan golongan antibodi
monoklonal, seperti Rituximab membuat sel kanker akan lebih dikenali
oleh sistem imun, sedangkan Cetuximab bekerja menghambat ikatan
antara growth factordengan reseptor pada sel. Selain itu, kombinasi obat
antibodi monoklonal dengan partikel radioaktif (terapi radiasi) dapat
menghantarkan radiasi langsung tepat sasaran pada sel kanker. Hal ini
digunakan untuk memastikan radiasi tersebut tidak merusak sel yang
sehat.
Stadium 0
Sel-sel kanker masih berada di dalam saluran payudara (breas duct),
belum menginvasi ke dalam jaringan payudara normal yang berdekatan.
Stadium I
Ukuran kanker sekitar 2 cm atau kurang dan hanya terbatas pada
payudara dan belum sampai pada kelenjar getah bening.
Stadium IIA
- Tidak ditemukan tumor pada payudara, tapi sel-sel kanker ditemukan di
kelenjar getah bening aksila (axillary lymph nodes) yang terletak di
bawah lengan.
Atau,

- Ukuran tumor sebesar 2 cm atau kurang dan telah menyebar ke kelenjar


getah bening aksila.
Atau,
- Tumor sudah berukuran lebih dari 2 cm tapi tidak lebih dari 5 cm, dan
belum menyebar ke kelenjar getah bening aksila.
Stadium IIB
- Ukuran tumor sudah lebih besar dari 2 cm tapi tidak lebih dari 5 cm, dan
sudah menyebar ke kelenjar getah bening aksila.
Atau,
- Ukuran tumor sudah lebih besar dari 5 cm tapi belum menyebar ke
kelenjar getah bening aksila.
Stadium IIIA
- Tidak ada tumor yang ditemukan di payudara. Kanker ditemukan di
kelenjar getah bening melekat bersama atau pada sturktur yang lain, atau
kanker ditemukan pada kelenjar getah bening dekat tulang dada.
Atau,
- Tumor bisa ditemukan dengan berbagai ukuran. Kanker sudah
menyebabr ke kelenjar getah bening aksila, dimana saling melekat atau
menempel pada struktur lain, atau kanker ditemukan pada kelenjar getah
bening dekat tulang dada.
Stadium IIIB
-Tumor bisa ditemukan dengan berbagai ukuran dan sudah menyebar ke
dinding dada dan/atau kulit payudara,
Dan,
- Mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening aksila yang
mengelompok bersama atau melekat pada struktru lain, atau kanker sudah
menyebar ke kelenjar getah bening dekat tulang dada.
- Kanker payudara yang sudah mengalami inflamasi (inflammatory breast
cancer) paling tidak sudah masuk pada stadium IIIB.

Stadium IIIC
- Bisa jadi tidak ditemukan adanya kanker di payudara namun tumor
sudah ditemukan dengan berbagai ukuran dan sudah menyebar ke dinding
dada dan/atau kulit payudara.
Dan,
- Kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening baik di atas maupun di
bawah tulang selangka (collarbone).
Dan,
- Kanker bisa jadi sudah menyebar ke kelenjar getah bening aksila atau ke
kelenjar getah bening dekat tulang dada.
Stadium IV
Kanker sudah menyebar atau bermetastase ke bagian tubuh yang lain.