You are on page 1of 32

KONSEP HARGA DIRI RENDAH (HDR)

PENGERTIAN
Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang
berkepanjangan akibat evaluasi negative terhadap diri sendiri dan kemampuan diri.
Harga diri rendah kronik merupakan evaluasi diri negatif yang berkepanjangan/ perasaan
tentang diri atau kemampuan diri (Herdman, 2012).Hargadiri rendah yang berkepanjangan
termasuk kondisi tidak sehat mental karena dapat menyebabkan berbagai masalah
kesehatan lain, terutama kesehatanjiwa.
Harga diri rendah muncul akibatdari penilaian internal individu maupun penilaian
eksternal yang negatif. Penilaian internal adalah penilaian yang berasal dari diri individu
sendiri, sedangkan penilaian eksternal merupakan penilaian dari luardirii ndividu (misal:
lingkungan) yang mempengaruhi penilaian individu tersebut.

PROSES TERJADINYA MASALAH


Proses terjadinya harga diri rendah pada pasien akan dijelaskan dengan menggunakan
konsep stress adaptasi Stuart Sundeen yang meliputi stressor dari faktor predisposisi dan
presipitasi.
a

FaktorPredisposisi
Hal-hal yang dapat mempengaruhi terjadinya harga diri rendah, meliputi:
1

Faktor Biologis
Pengaruh faktor biologis meliputi adanya faktor herediter anggota keluarga yang
mengalami gangguan jiwa, riwayat penyakit atau trauma kepala.

Faktor Psikologis
Pada pasien yang mengalami harga diri rendah, dapat ditemukan adanya
pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, seperti penolakan dan harapan
orang tua yang tidak realistis, kegagalan berulang; kurang mempunyai
tanggungjawab personal; ketergantungan pada orang lain; penilaian negatif pasien
terhadap gambaran diri, krisis identitas,peran yang terganggu, ideal diri yang tidak
realistis; pengaruh penilaian internal individu.

Faktor Sosial Budaya


Pengaruhsosialbudayameliputipenilaiannegatifdarilingkunganterhadappasien yang
mempengaruhipenilaianpasien,sosial

ekonomi

rendah,

riwayat

penolakan

lingkungan padatahaptumbuh kembang anak, dan tingkat pendidikan rendah.


b FaktorPresipitasi
Faktor presipitasi harga diri rendah antara lain:
1

Trauma: penganiayaan seksual dan psikologis atau menyaksikan peristiwa yang


mengancam kehidupan.

Ketegangan peran: berhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan dan
individu mengalaminya sebagai frustasi.
a

Transisi peran perkembangan: perubahan normatif yang berkaitan dengan


pertumbuhan.

Transisi peran situasi: terjadi dengan bertambah atau berkurangnya anggota


keluarga melalui kelahiran atau kematian.

Transisi peran sehat-sakit:sebagai akibat pergeseran dari keadaan sehat dan


keadaan sakit. Transisi ini dapat dicetuskan oleh kehilangan bagian tubuh;
perubahan ukuran, bentuk, penampilan atau fungsi tubuh; perubahan fisik

yang berhubungan dengan tumbuh kembang normal; prosedur medis dan


keperawatan.
3

TANDA DAN GEJALA


Tanda dan gejala harga diri rendah dapat dinilai dari ungkapan pasien yang menunjukkan
penilaian negatif tentang dirinya dan didukung dengan data hasil wawancara dan
observasi.

Data Subjektif:
Pasien mengungkapkan tentang:

Hal negative diris endiriatau orang lain

Perasaan tidak mampu dan pandangan hidup yang positif

Penolakan terhadap kemampuan diri

Data Objektif:
1

Penurunan produktivitas

Tidak berani menatap lawan bicara

Lebih banyak menundukkan kepala saat berinteraksi

Bicara lambat dengan nada suara lemah

PROSES KEPERAWATAN HARGA DIRI RENDAH

PENGKAJIAN HARGA DIRI RENDAH


Pengkajian dilakukan dengan carawawancara dan observasi pada pasien dan
keluarga(pelaku rawat).
Tanda dan gejala harga diri rendah dapat ditemukan melalui wawancara dengan
pertanyaan sebagai berikut:

Bagaimana pandangan/ penilaian Anda tentang diri sendiri?

Bagaimana penilaian Anda terhadap diri sendiri yang mempengaruhi hubungan Anda
dengan orang lain?

Apa yang menjadi harapan Anda?

Apa saja harapan yang telah Anda capai?

Apa saja harapan yang belum berhasil Anda capai?

Apa upaya yang Anda lakukan untuk mencapai harapan yang belum terpenuhi?

Tanda dan gejala harga diri rendah yang dapat ditemukan melalui observasisebagai
berikut:

Penurunan produktivitas

Pasien tidak berani menatap lawan bicara

Pasien lebih banyak menundukkan kepala saat berinteraksi

Bicara lambat dengan nada suara lemah

DIAGNOSIS KEPERAWATAN HARGA DIRI RENDAH


Diagnosis keperawatan dirumuskan berdasarkan tanda dan gejala harga diri rendah yang
ditemukan. Pada pasien gangguan jiwa, diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah:

Harga diri rendah kronis


3

TINDAKAN KEPERAWATAN HARGA DIRI RENDAH


Tindakan keperawatan harga diri rendah dilakukan terhadap pasien dan keluarga (pelaku
rawat).Saat melakukan pelayanan di poli kesehatan jiwa Puskesmas atau kunjungan
rumah, perawat menemui keluarga (pelaku rawat) terlebih dahulu sebelum menemui
pasien.Bersama keluarga (pelakurawat), perawat mengidentifikasi masalah yang dialami

pasien dan keluarga (pelaku rawat).Setelah itu, perawat menemui pasien untuk melakukan
pengkajian dan melatih cara untuk mengatasi harga diri rendah yang dialami pasien.
Setelah perawat selesai melatih pasien, maka perawat kembali menemui keluarga (pelaku
rawat) dan melatih keluarga (pelaku rawat) untuk merawat pasien, serta menyampaikan
hasil tindakan yang telah dilakukan terhadap pasien dan tugas yang perlu keluarga
lakukan yaitu untuk membimbing pasien melatih kegiatan yang telah diajarkan oleh
perawat untuk mengatasi harga diri rendah.
Tindakan keperawatan untuk pasien dan keluarga dilakukan pada setiap pertemuan,
minimal empat kali pertemuan dan dilanjutkan hingga pasienmampu mengatasi harga diri
rendah dan keluarga mampu merawat harga diri rendah.

a Tindakan Keperawatan untuk Pasien Harga Diri Rendah


Tujuan: Pasienmampu:
1

Membina hubungan saling percaya

2
3
4
5
6

Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki


Menilai kemampuan yang dapat digunakan
Menetapkan/ memilih kegiatan yang sesuai kemampuan
Melatih kegiatan yang telah dipilih sesuai kemampuan
Merencanakan kegiatan yang telah dilatihnya.

TindakanKeperawatan:
1

Membina hubungan saling percaya, dengan cara:


a

Ucapkan salam setiap kali berinteraksi dengan pasien.

Perkenalkan diri dengan pasien: perkenalkan nama dan nama panggilanyang


Perawat sukai, serta tanyakan nama dan nama panggilan pasien yang disukai.

Tanyakan perasaan dan keluhan pasien saat ini.

Buat kontrak asuhan: apa yang Perawat akan lakukan bersama pasien, berapa
lama akan dikerjakan, dan tempatnya dimana.

Jelaskan bahwa Perawat akan merahasiakan informasi yang diperoleh untuk


kepentingan terapi.

Tunjukkan sikap empati terhadap pasien.

Penuhi kebutuhan dasar pasien bila memungkinkan.

Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien.


Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah :
a

Identifikasi kemampuan melakukan kegiatan dan aspek positif pasien (buat


daftar kegiatan)

Beri pujian yang realistik dan hindarkan memberikan penilaian yang negatif
setiap kali bertemu dengan pasien.

Membantu pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan.


Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah :
a

Bantu pasien menilai kegiatan yang dapat dilakukan saat ini (pilih dari daftar
kegiatan): buat daftar kegiatan yang dapat dilakukan saat ini.

Bantu pasien menyebutkannya dan memberi penguatan terhadap kemampuan


diri yang diungkapkan pasien.

Membantu pasien dapat memilih/menetapkan kegiatan berdasarkan daftar kegiatan


yang dapat dilakukan.
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah :
a

Diskusikan kegiatan yang akan dipilih untuk dilatih saat pertemuan.

Bantu pasien memberikan alasan terhadap pilihan yang ia tetapkan.

5 Melatih kegiatan yang telah dipilih pasien sesuai kemampuan.


Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah :
a

Latih kegiatan yang dipilih (alat dan cara melakukannya).

Bantu pasien memasukkan pada jadual kegiatan untuk latihan dua kali per hari.

Berikan dukungan dan pujian yang nyata setiap kemajuan yang diperlihatkan
pasien.

Membantu pasien dapat merencanakan kegiatan sesuai kemampuannya dan


menyusun rencana kegiatan.
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah :
a

Beri kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah dilatihkan.

Beri pujian atas aktivitas/kegiatan yang dapat dilakukan pasien setiap hari.

Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap


aktivitas.

Susun daftar aktivitas yang sudah dilatihkan bersama pasien dan keluarga.

Beri

kesempatan

pasien

untuk

mengungkapkan

perasaannya

setelah

pelaksanaan kegiatan.
f

Yakinkan bahwa keluarga mendukung setiap aktivitas yang dilakukan pasien.

Implementasi tindakan keperawatan terhadap pasien dilakukan dalam empat kali


pertemuan, dan dapat dilanjutkan untuk kegiatan lain sehingga harga diri rendah
teratasi. Pada masing-masing pertemuan dilakukan tindakan keperawatan berdasarkan
strategi pelaksanaan (SP) sebagai berikut:

SP 1 Pasien:Pengkajian dan latihan kegiatan pertama


Identifikasi pandangan/penilaian pasien tentang diri sendiri dan pengaruhnyaterhadap
hubungan dengan orang lain, harapan yang telah dan belum tercapai, upaya yang
dilakukan untuk mencapai harapan yang belum terpenuhi; identifikasi kemampuan
melakukan kegiatan dan aspek positif pasien (buat daftar kegiatan);bantu pasien
menilai kegiatan yang dapat dilakukan saat ini (pilih dari daftar kegiatan mana
kegiatan yang dapat dilaksanakan): buat daftar kegiatan yang dapat dilakukan saat ini;
bantu pasien memilih salah satu kegiatan yang dapat dilakukan saat ini untuk
dilatih;latih kegiatan yang dipilih (alat dan cara melakukannya); masukkan kegiatan
yang telah dilatih pada jadual kegiatan untuk latihan dua kali per hari.

Orientasi:
Selamat

pagi

mbak,

perkenalkan

saya

perawat.,senang

dipanggil

..Nama mbak siapa?


Oh mbak Nursita, senang dipanggil apa mbak?
Baiklah mbak Sita, saya perawat puskesmas Grogol yang saat ini sedang
melakukan tugas kunjungan rumah. Tadi saya telah menemui ibunya, dan sekarang
saya ingin bercakap-cakap dengan mbak Sita. Bagaimana perasaan mbak Sita saat
ini?
O mbak Sita merasa bosan apa yang membuat mbak Sita merasa bosan?
Jadi mbak Sita merasa bosan karena merasa tidak berarti. Bagaimana kalau
sekarang kita membicarakan tentang perasaan mbak dan kemampuan yang mbak
Sita miliki?
Dimana kita bisa bercakap-cakap?
Baik, berapa lama mbak Sita?

Bagaimana jika 30 menit?Tujuan kita bercakap-cakap adalah agar mbak Sita dapat
menilai kembali kemampuan yang dimiliki selama ini dan kegiatan yang biasa mbak
Sita lakukan.

Kerja:
Sebelumnya saya ingin menanyakan tentang penilaian mbak Sita terhadap diri
mbak sendiri. Tadi mbak Sita mengatakan merasa bosan karena tidak berarti. Apa
yang menyebabkan mbak Sita merasa demikian?
Jadi mbak Sita merasa telah gagal memenuhi keinginan orangtua. Ada lagi hal
lain yang tidak menyenangkan yang mbak Sita rasakan?
Bagaimana hubungan mbak Sita dengan keluarga dan teman-teman setelah mbak
Sita merasakan hidup yang tidak berarti dan tidak berguna?
Oo mbak Sita jadi malas dan malu. Ada lagi?
Tadi mbak Sita juga mengatakan telah gagal memenuhi keinginan orangtua,
sebenarnya apa saja harapan atau cita-cita mbak Sita?
Yang mana saja dari harapan mbak Sita yang telah mbak capai?
Bagaimana usaha mbak Sita untuk mencapai harapan yang belum terpenuhi?

Agar dapat mencapai harapan-harapan mbak Sita, mari kita sama-sama menilai
kemampuan yang dimiliki mbak Sita untuk dilatih dan dikembangkan. Coba mbak
Sitasebutkan kemampuan apa saja yang mbak pernah miliki?
Bagus, apalagi? Mari kita buat daftarnya ya!Kegiatan rumah tangga yang biasa

mbak Sita lakukan? Bagaimana dengan merapikan kamar? Menyapu? Mencuci


piring,dst.
Wah, bagus sekali ada tujuh kemampuan dan kegiatan yang mbak Sita miliki. Nah,
sekarang dari tujuh kemampuan/ kegiatan ini, yang mana yang masih dapat
dikerjakan di rumah? Coba kita lihat, yang pertama bisakah, yang kedua,.
(hingga tujuh kemampuan/ kegiatan (misalnya akhirnya ada lima yang masih dapat
dilakukan).
Bagus sekali, ternyata ada lima kegiatan yang masih dapat dikerjakan di rumah.
Menurut mbak Sita adakah bantuan yang diperlukan untuk mbak Sita melakukan
kegiatan ini?
Iya, bagus sekali!

Mari kita lihat kembali daftar kegiatan yang telah kita buat tadi
Coba mbak Sita pilih yang mana yang akan dikerjakan sesuai kemampuan. Yang
nomor satu main tenis. Wah, saat ini belum bisa dilakukan ya... Yang nomor dua
merapikan tempat tidur, bagaimana mbak Sita? Wah, tentu bisa dilakukan ya. Bagus
sekali!
Baik nomor tiga mencuci piring, bisa ya? (danseterusnya hingga kelimanya
didiskusikan, misalnya akhirnya ada empat kegiatan yang dipilih untuk dikerjakan
di rumah).
Nahdari keempat kegiatan yang telah dipilih untuk dikerjakan di rumah mana
yang mau dilatih hari ini?
Baik, mari kita latihan merapikan tempat tidur. Tujuannya agar mbak Sita dapat
meningkatkan kemampuan merapikan tempat tidur dan merasakan manfaatnya.
Dimana kamarnya?

Nah, kalau kita akan merapikan tempat tidur, kita pindahkan terlebih dahulu bantal
dan selimutnya. Bagus! Sekarang kita angkat spreinya, dan kasurnya kita balik. Nah,
sekarang kita pasang lagi spreinya, kita mulai dari arah atas ya Bagus! Sekarang
bagian kaki, tarik dan masukkan, lalu bagian pinggir dimasukkan. Sekarang ambil
bantal, rapikan, dan letakkan di bagian atas/kepala. Mari kita lipat selimut. Nah,
letakkan di bagian bawah/kaki. Bagus!
Bagus sekali, mbak Sita dapat mengikuti langkah-langlahnya. Sekarang, mari kita
masukkan pada jadual harian mbak Sita ya... Mau berapa kali sehari merapikan
tempat tidur? Bagus! Duakali sehari pagi-pagi bangun tidur, lalu setelah istirahat
siang jam 4. Jika sudah dikerjakan, beri tanda ya.M artinya mandiri, diisi jika
merapikan tempat tidur dilakukan mbak Sita tanpa diingatkan keluarga; B artinya
bantuan, diisi jika kegiatan merapikan tempat tidur dilakukan dengan bantuan
keluarga atau harus diingatkan keluarga terlebih dahulu; dan T artinya tergantung,
diisi jika mbak tidak melakukannya

Terminasi:
Bagaimana perasaan mbak Sita setelah latihan merapikan tempat tidur?
Nah, sekarang coba ulangi kembali langkah-langkah merapikan tempat tidur!
Bagus sekali! Jangan lupa merapikan tempat tidur sesuai jadual yang telah dibuat
tadi ya yaitu setelah bangun tidur pagi hari dan setelah istirahat siang hari
Nah, minggu depan saya akan datang kembali, kita latihan kegiatan yang kedua.
Mau jam berapa?
Baiklah, kalau begitu minggu depan saya akan datang pada jam 10.
Sampaijumpa.

SP 2 Pasien: Latihan kegiatan kedua


Evaluasi tanda dan gejala harga diri rendah, validasi kemampuan pasien melakukan
kegiatan pertama yang telah dilatih dan berikan pujian, evaluasi manfaat melakukan
kegiatan pertama, bantu pasien memilih kegiatan kedua yang akan dilatih, latih
kegiatan kedua (alat dan cara), masukkan pada jadual kegiatan untuk latihan: dua
kegiatan, masing-masing dua kali per hari.
Orientasi:
Selamat pagi mbak Sita
Wah, mbak Sita kelihatan rapi pagi ini?
Bagaimana perasaan mbak Sita saat ini? Bagaimana dengan perasaan-perasan
negatif yang sering mbak rasakan?
Bagus sekali.. perasaan tidak berarti dan tidak berguna tidak dirasakan lagi
belakangan ini
Bagaimana dengan kegiatan merapikan tempat tidurnya?
Boleh saya lihat kamar tidurnya?
Tempat tidurnya rapi sekali bagus! Sekarang mari kita lihat jadualnya
Wah ternyata mbak Sita telah melakukan kegiatan merapikan tempat tidur sesuai
jadual nanti kegiatan ini tetap mbak Sita teruskan ya
Lalu apa manfaat yang mbak Sita rasakan dengan melakukan kegiatan merapikan
tempat tidur secara terjadual?

Sesuai janji kita minggu lalu, hari ini kita akan lanjutkan latihan untuk kegiatan
yang kedua. Hari ini mbak Sita mau latihan mencuci piring kan?
Bagaimana kalau pertemuan kita hari ini selama 20 menit?
Dimana tempat mencuci pringnya?

Tujuan kita bercakap-cakap dan latihan pagi ini adalah agar mbak Sita dapat
meningkatkan kemampuan mencuci piring sehingga mbak akan merasa puas dan
merasakan manfaat darihasil kegiatanmbak.

Kerja:
Baik, sebelum mulai latihan mencuci piring kita persiapkan dulu perlengkapan
untuk mencuci piring. Menurut mbak Sita apa saja yang perlu kita siapkan saat akan
mencuci piring?
Yaaa bagus sekali. Jadi sebelum mencuci piring kita perlu menyiapkan alatnya,
yaitu sabun cuci piring dan spons untuk mencuci piring. Selainitujugatersedia air
bersihuntukmembilaspiring yang telahkitasabuni. Nah, sekarang bagaimana langkahlangkahnya atau cara mencuci piring yang biasa mbak Sita lakukan?
Benar sekali. pertama kita bersihkan piring dari sisa-sisa makanan dan kita
kumpulkan di satu tempat. Kemudian kita basahi piring dengan air, lalu sabuni
seluruh permukaan piring, dan kemudian dibilas hingga bersih sampai piringnya
tidak terasa licin lagi. Kemudian piringnya bisa kita letakkan pada rak piring yang
tersedia. Jika ada piring dan gelas, maka yang pertama kali kita cuci adalah gelasnya,
setelah itu baru piringnya. Sekarang bisa kita mulai mbak Sita ya.
Bagus sekali, mbak Sita telah berlatih mencuci piring dengan cara yang baik.
Sekarang, kita masukkan lagi kegiatan ini ke jadual harian mbak Sita ya... Mau
berapa kali sehari mencuci piringnya?
Bagus sekali! Jadi mbak Sita mau mencuci piring dua kali sehari. Kapan saja mbak
Sita?

Ooh sehabis sarapan pagi dan sehabis makan siang. Kita masukkan ke jadualnya
ya Yah, silakan mbak Sita tulis sesuai kesepakatan tadi. Jangan lupa kegiatan
merapikan tempat tidurnya tetap dimasukkan ke dalam jadualnya. Waktunya sama
seperti jadual sebelumnya ya mbak? Nanti kalau kegiatannya sudah dikerjakan, beri
tanda ya.
Terminasi:
Bagaimana perasaan mbak Sita setelah latihan mencuci piring?
Nah, sekarang coba ulangi kembali langkah-langkah mencuci piring!
Benar mbak Sita! Jangan lupa mencuci piring sesuai jadual yang telah dibuat tadi
ya yaitu setelah sarapan pagi hari dan setelah makan siang
Minggu depan saya akan balik lagi kesini, kita latihan kegiatan yang ketiga. Mau
jam berapa?
Jam 09 pagi? Baik, sampaijumpa.

Latihan 3 untuk pasien: Latihan kegiatan ketiga


Evaluasi tanda dan gejala harga diri rendah, validasi kemampuan melakukan kegiatan
pertama dan kedua yang telah dilatih dan berikan pujian, evaluasi manfaat melakukan
kegiatan pertama dan kedua, bantu pasien memilih kegiatan ketiga yang akan dilatih,
latih kegiatan ketiga (alat dan cara), masukkan pada jadual kegiatan untuk latihan:
tiga kegiatan, masing-masing dua kali per hari.
Orientasi:
Selamat pagi mbak Sita
Bagaimana perasaan mbak Sita saat ini? Bagaimana dengan perasaan-perasan
negatif yang pernah mbak rasakan?

Bagus sekali.. jadi sekarang mbak Sita merasa hidup ini berarti dan lebih
berguna
Bagaimana dengan jadual kegiatannya sudah dikerjakan?
Mari kita lihat jadualnya.Yang. merapikan tempat tidur sudah dikerjakan.
Bagus sekali!Boleh saya lihat kamar tidurnya?
Wah, tempat tidurnya rapi sekali bagus!Kemudian untuk mencuci piringnya, juga
sudah dikerjakan sesuai jadual?
Wah, mbak Sita luar biasa semua telah dikerjakan sesuai jadual. Coba kita lihat
sama-sama tempat cuci piringnya. Bersih sekali, tidak ada piring dan gelas kotor,
semua sudah rapi di rak piringnya
Apa manfaat yang mbak Sita rasakan dengan melakukan kegiatan-kegiatan ini?
Kegiatan ini terus mbak Sita lakukan yaagar mbak Sita semakin terampil
melakukannya dan semakin dapat merasakan manfaatnya
Sesuai dengan kesepakatan kita minggu lalu, hari ini kita akan lanjutkan latihan
kegiatan ketiga, yaitu menyapu. Pertemuan ini selama 30 menit. Tujuan pertemuan
pagi ini adalah untuk berlatih menyapu sehingga mbak Sita dapat menyapu dengan
baik dan merasakan manfaat dari kegiatan menyapu.

Kerja:
Menurut mbak Sita, apa saja persiapan untuk menyapu lantai?
Bagus. sebelum mulai menyapu, kita perlu menyiapkan sapu dan pengki.
Bagaimana caramenyapu yang biasa mbak Sita lakukan?
Yah, bagus! Jadimenyapu dilakukan dari arah sudut ruangan. Menyapu
dilakukan juga di bawah meja dan kursi, bila perlu meja dan kursinya digeser, agar
dapat menyapu pada bagian lantainya dengan lebih bersih. Begitu juga untuk kolong

tempat tidur perlu disapu


Ruangan mana yang ingin disapu saat ini? Mari kita mulai berlatih

Yaa bagus sekali! Menurut mbak Sita bagaimana perbedaan setelah ruangan ini
disapu dibandingkan tadi sebelum disapu?
Mari kita tambahkan kegiatan menyapu ke dalam jadual kegiatannya. Mau jam
berapa saja kegiatan menyapu dilakukan? Baik, jadi. kegiatan menyapu akan mbak
Sita kerjakan dua kali sehari, jam 8 pagi dan jam 16.30. Kemudian untuk kegiatan
merapikan tempat tidur dan mencuci piringnya tetap seperti jadual yang lalu ya
mbak
Terminasi:
Bagaimana perasaan mbak Sita setelah latihan menyapu?
Nah, sekarang coba ulangi kembali persiapan untuk menyapu!
Ya, benar sekali mbak Sita! Jangan lupa kegiatan menyapu dilakukan sesuai jadual
yang telah dibuat tadi ya yaitu jam 8 pagi dan jam 16.30, juga kegiatan merapikan
tempat tidur dan mencuci piring sesuai jadual
Minggu depan saya akan balik lagi kesini, kita latihan kegiatan yang keempat, yaitu
memasak. Mau jam berapa?
Jam 11? Baik, kalau begitu sampai jumpa ya.

SP 4 Pasien : Latihan kegiatan keempat


Evaluasi data harga diri rendah, validasi kemampuan melakukan kegiatan pertama,
kedua, dan ketiga yang telah dilatih dan berikan pujian; evaluasi manfaat melakukan
kegiatan pertama, kedua, dan ketiga; bantu pasien memilih kegiatan keempat yang

akan dilatih; latih kegiatan keempat (alat dan cara); masukkan pada jadual kegiatan
untuk latihan: empat kegiatan, masing-masing dua kali per hari.
Orientasi:
Selamat siang mbak Sita
Bagaimana perasaan mbak Sita saat ini? Bagaimana dengan perasaan-perasan
negatif yang pernah mbak rasakan?
Bagus sekali.. jadi sekarang mbak Sita tidak lagi merasakan perasaan tersebut
Bagaimana dengan jadual kegiatannya sudah dilakukan sesuai jadual?
Mari kita sama-sama lihat jadualnya. Merapikan tempat tidur sudah dikerjakan.
Kemudian untuk mencuci piringnya dan menyapu juga sudah dikerjakan sesuai
jadual
Coba kita lihat kamar tidurnya.
Bagus sekali, tempat tidurnya sudah rapi.
Tempat cucian piring juga bersih, tidak ada yang kotor lagi. Lantai ruangan juga
bersih. Bagus sekali semua telah dikerjakan sesuai jadual. Mbak Sita bisa tetap
lanjutkan kegiatan ini sesuai jadual
Nah, setelah melakukan kegiatan merapikan tempat tidur, mencuci piring, dan
menyapu setiap hari sesuai jadual... manfaat apa yang mbak Sita rasakan?

Sesuai dengan janji kita minggu lalu, hari ini kita akan lanjutkan latihan kegiatan
keempat, yaitu memasak. Kita bertemu selama 30 menit ya
Tujuan pertemuan pagi ini adalah untuk latihan memasak sehingga keterampilan
memasak mbak Sita makin meningkat dan ini dapat membantu meningkatkan rasa
percaya dirimbak.

Kerja:
Hari ini mbak Sita mau masak apa?
Masak mie goreng. Baik persiapan yang telah disiapkan apa saja?
Luar biasa! Mbak Sita telah mempersiapkan bahan untuk membuat mie goreng,
yaitu mie, minyak goreng, dan bumbu-bumbunya. Alat yang telah disiapkan apa saja
mbak?
Baik ada kuali, sutil untuk menggoreng. Jadi bisa kita mulai mbak Sita ya.
Wah. harum sekali tumisan bumbunya
Sudah siap ternyata masakan mie gorengnya
Bagaimana kalau kita tambahkan jadual memasak pada jadual kegiatan harian
mbak. Kapan saja mbak akan memasak?
Bagus dua kali sehari. Jam 11 dan jam 5 sore. Kemudian untuk kegiatan
merapikan tempat tidur, mencuci piring, dan menyapu lantai tetap seperti jadual
yang lalu ya mbak

Terminasi:
Bagaimana perasaan mbak Sita setelah latihan memasak?
Nah, sekarang coba ulangi kembali langkah-langkah untuk membuat mie goreng!
Ya, benar sekali mbak Sita! Jangan lupa jadual memasaknya dilakukan sesuai
jadual yaitu jam 11 dan jam 5 sore. juga kegiatan merapikan tempat tidur,
mencuci piring, dan menyapu lantai.

Minggu depan saya akan balik lagi kesini untuk mengevaluasi pelaksanaan jadual
kegiatan mbak Sita. Mau jam berapa?

Jam 11? Baik, kalau begitu sampai minggu depan ya.

b Tindakan Keperawatan untukKeluarga Pasien Harga Diri Rendah


Keluarga (pelaku rawat) diharapkan dapat merawat pasien harga diri rendah di rumah
dan menjadi sistem pendukung yang efektif bagi pasien.
Tujuan:Keluargamampu:
1

Mengenal masalahharga diri rendah

Mengambil keputusan untuk merawat hargadiri rendah

Merawat hargadiri rendah

Memodifikasi lingkungan yang mendukung meningkatkan harga diri pasien

Menilai perkembangan perubahan kemampuan pasien

Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

Tindakan Keperawatan:
1

Mendiskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien

Menjelaskan tentang harga diri rendah: pengertian, tanda dan gejala, proses
terjadinya harga diri rendah, dan akibat jika tidak diatasi.

Membantu keluarga mengambil keputusan merawat pasien

Melatih keluarga cara merawat harga diri rendah

Membimbingkeluargamerawathargadirirendah

Melatih keluarga menciptakan suasana keluarga dan lingkungan yang mendukung


meningkatkan harga diri pasien

Mendiskusikan tanda dan gejala kekambuhan yang memerlukan rujukan segera ke


fasilitas pelayanan kesehatan

Menganjurkan follow up ke fasilitas pelayanan kesehatan secara teratur.

Tindakan keperawatan untuk keluarga (pelaku rawat) dilakukan dalam empat kali
pertemuan. Pada masing-masing pertemuan dilakukan tindakan keperawatan
berdasarkan strategi pelaksanaan (SP).

Latihan 5 untuk keluarga:Mengenal masalah harga diri rendah dan latihan


caramerawat: melatih kegiatan pertama
Diskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien harga diri rendah, jelaskan
pengertian, tanda dan gejala, proses terjadinya harga diri rendah, dan akibat harga diri
rendah (gunakan booklet), jelaskan cara merawat harga diri rendah, berikan pujian
terhadap semua hal positif yang dimiliki pasien, latih keluarga memberi tanggung
jawab kegiatan yang dipilih pasien, bimbing memberikan bantuan pada pasien,
anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberikan pujian.

Orientasi:
Selamat pagi ibu Perkenalkan saya perawat, senang dipanggil ..
Nama ibu siapa?
Oh ibu Rani, ibu Rani senang dipanggil apa bu?
Saya perawat puskesmas Grogol yang saat ini sedang melakukan tugas kunjungan
rumah. Berdasarkan informasi dari kader kesehatan, saya mendengar bahwa ibu
sedang kebingungan dengan anak ibu yang tidak lagi seperti yang dulu

Apakah ada pekerjaan rumah yang sedang ibu Rani kerjakan saat ini?

Oosudah selesai bagaimana kalau sekarang kita membicarakan tentang hal


yang dialami Sita, anak ibu?
Berapa lama kita bisa bercakap-cakap pagi ini?
Sekarang sekitar 10 menit saja dulu, setelah itu saya akan menemui anak ibu untuk
menanyakan tentang hal yang dialaminya serta melatih anak ibu mengatasi
masalahnya. Kemudian saya kembali akan menemui ibu
Tujuan pertemuan ini adalah agar ibu Rani mengenal masalah yang dialami Sita dan
dapat berlatih cara merawat Sita sehingga ibu Rani tidak bingung lagi seperti yang
ibu sampaikan tadi

Kerja:
Coba ibu ceritakan apa yang ibu rasakan dalam merawat anak ibu?
Jadiibu bingung karena anak ibu tidak seperti yang dulu lagi. Apa yang ibu
maksudkan dengan tidak seperti yang dulu lagi?
Oo anak ibu sering mengatakan hidupnya tidak berguna, merasa tidak berarti,
tidak lagi rajin melakukan kegiatan seperti dulu, jika berbicara dengan orang lain
tidak berani menatap wajah
Apa yang telah keluarga lakukan untuk mengatasi masalah ini?
Tidak ada.Baik, kalau begitu saya akan menemui anak ibu sekarang dan
menanyakan apa yang dialaminya serta melatihnya cara mengatasi masalah. Nanti
saya akan menemui ibu Rani lagi yaSilakan jika ada hal yang ingin ibu Rani
kerjakan.

(Percakapan dihentikan dulu, perawat menemui pasien, setelah melatih pasien,


perawat kembali melanjutkan percakapan dengan keluarga)

(percakapan lanjutan)
Kerja:
Ibu Rani, saya telah bercakap-cakap dengan Sita tadi. Benar seperti yang ibu
Rani sampaikan tadi, Sita mengatakan bahwa ia tidak berguna, hidupnya tidak
berarti,. juga ia tidak mau menatap lawan bicara. Nah hal ini menunjukkan
bahwa Sita mengalami harga diri rendah. Ini ada booklet tentang cara merawat harga
diri rendah. Mari kita lihat sama-sama
Harga diri rendah adalah kondisi seseorang yang menilai keberadaan dirinya lebih
rendah dibandingkan orang lain. Yang terpikir olehnya adalah hal negatif tentang diri
sendiri sebagai individu yang gagal, tidak mampu, dan tidak berprestasi. Kondisi
demikian sering dialami oleh orang yang mengalami gangguan jiwa.

Sekarang kita lihat tentang tanda-tanda harga diri rendah, yaitu tidak berani menatap
wajah orang yang mengajak berbicara, selalu menghindar untuk bertemu dengan
orang lain, nada suara lemah, dan sering mengatakan tidak berguna, merasa gagal,
tidak mempunyai prestasi atau kemampuan apapun. Nahkalau pada Sita sendiri
tanda-tanda harga diri rendah yang mana saja yang ibu temukan?

Penyebab terjadinya harga diri rendah antara lain adalah penolakan dan harapan
orang tua yang tidak realistis, sering mengalami kegagalan, kurang mempunyai
tanggungjawab personal, ketergantungan pada orang lain, ideal diri yang tidak
realistis artinya harapan atau keinginan yang tidak sesuai, pernah mengalami trauma:

penganiayaan seksual dan psikologis atau menyaksikan peristiwa yang mengancam


kehidupan. Menurut ibu Rani, kira-kira apa yang menyebabkan Sita mengalami
harga diri rendah?

Oohjadi adanya harapan keluarga yang terlalu tinggi terhadap anak, ada lagi bu?

Cara merawat seseorang yang mengalami harga diri rendah adalah diskusikan halhal positif yang dimiliki, pilih hal positif mana yang masih dapat dilakukan, beri
kesempatan pada Sita untuk mengerjakan aktivitas yang bisa dilakukannya dengan
baik, beri pujian untuk setiap hal positif yang Sita lakukan, hindarkan memberikan
kritik yang terlalu tajam jika ingin mengkritik lakukan dengan cara yang tidak
menyakitkan, misalnya dengan kata-kata: Hal yang bisa ditingkatkan adalah.,
bukan dengan mengatakan: Kamu telah salah.

Jika Sita menyampaikan kekurangan atau hal negatif tentang dirinya, maka katakan
bahwa ada hal negatif tetapi pasti juga ada hal positif. Beri kesempatan pada Sita
melakukan aktivitas yang terus menerus meningkat. Ada hal yang ingin ibu Rani
tanyakan?

Tadi saya telah mendiskusikan bersama Sita tentang kemampuan yang dimilikinya,
dan ada empat kegiatan yang akan dilatih satu persatu setiap minggunya, yaitu
merapikan tempat tidur, mencuci piring, menyapu lantai, dan memasak. Tadi saya
telah melatih kegiatan yang pertama yaitu merapikan tempat tidur, seperti yang tadi
ibu saksikan juga. Selanjutnya tadi Sita telah mengisi jadual kegiatan untuk
merapikan tempat tidur setiap hari, yaitu dua kali sehari saat setelah bangun tidur

pagi dan tidur siang. Nanti tolong ibu pantau, jika Sita telah melakukannya beri
pujian, tetapi jika ia lupa melakukannya tolong ibu motivasi untuk melakukannya.
Bagaimana ibu Rani. ada yang ingin ditanyakan?

Setelah Sita melakukan kegiatan merapikan tempat tidur, maka beri dia pujian.
Bagaimana kalau sekarang ibu Rani berlatih untuk memberi pujian pada Sitasetelah
merapikan tempat tidur. Menurut ibu Rani bagaimana caranya?

Bagus ibu. Benar sekali yang ibu praktekkan tadi, yaitu menyebutkan nama anak
ibu dan memberikan pujian terhadap hal positif yang dilakukannya

Terminasi:
Bagaimana perasaan ibu Rani setelah mengenal tentang harga diri rendah dan
berlatih cara memberi pujian?
Coba ibu ulangi kembali bagaimana cara memberi pujian pada Sita setelah ia
merapikan tempat tidur!
Bagus ibu!

Jangan lupa nanti ibu pantau pelaksanaan jadual Sita untuk merapikan tempat tidur,
beri pujian jika ia telah melakukannya dan ingatkan jika ia lupa melakukannya
Baik. waktu kita telah habis. Saya harus kembali ke puskesmas. Saya akan datang
kembali minggu depan dan kita akan sama-sama melatih kegiatan kedua yaitu
mencuci piring. Waktunya sama seperti sekarang bu ya

Saya mohon diri. Selamat pagi

Latihan 6 untuk keluarga: Latihan cara merawat: membimbing melakukan


kegiatan kedua
Evaluasi kemampuan keluarga mengidentifikasi gejala harga diri rendah, validasi
kemampuan keluarga dalam membimbing pasien melaksanakan kegiatan yang telah
dilatih, evaluasi manfaat yang dirasakan keluarga dalam merawat, beri pujian,
bersama keluarga melatih pasien dalam melakukan kegiatan kedua yang dipilih
pasien, anjurkan membantu pasien sesuai jadual dan memberi pujian.
Orientasi:
Selamat pagi ibu Rani
Bagaimana kondisi mbak Sita saat ini? Apakah ia masih sering mengatakan bahwa
dirinya tidak berarti dan tidak berguna
Bagaimana dengan kegiatan ibu Rani dalam membimbing Sita merapikan tempat
tidur dan memberikan pujian?
Bagus sekali ibu Rani telah berlatih merawat Sita dengan baik. Apa manfaat yang
ibu Rani rasakan dengan merawat Sita?
Sesuai dengan kesepakatan minggu lalu, sekarang kita akan melatih Sita mencuci
piring dengan cara yang benar. Pertemuan kita selama 20 menit bu ya
Tujuan pertemuan kita agar ibu Rani dapat berlatih cara merawat Sita

Kerja:
Hari ini Sita akan berlatih bagaimana cara mencuci piring yang benar. Agar Sita
dapat melakukannya dengan baik tentunya alat-alat yang diperlukan untuk mencuci
piring perlu disediakan

Setelah Sita mencuci piring jangan lupa ibu Rani beri pujian, dengan pujian yang
diberikan akan membantu meningkatkan motivasi Sita untuk melakukan kegiatan
mencuci piring dan juga membantu meningkatkan harga dirinya, Sita akan merasa
hidupnya berguna karena telah melakukan hal positif atau sesuatu yang berguna.
Bagaimana kalau sekarang kita menemui Sita untuk melatihnya mencuci piring

(Perawat bersama keluarga melatih pasien mencuci piring)

(percakapan lanjutan setelah melatih pasien mencuci piring)

Tadi kita telah bersama-sama melatih Sita mencuci piring dengan cara yang benar.
Bagus sekali, tadi ibu sudah memberikan pujian ketika Sita selesai mencuci piring.
Seperti yang telah disampaikan Sita tadi, ia akan mencuci piring setiap hari secara
terjadual, yaitu setelah sarapan pagi dan setelah makan siang. Ibu dapat membantu
Sita mengatasi masalahnya dengan memberikan pujian seperti tadi setelah Sita
mencuci piring, dan mengingatkan Sita jika ia lupa melakukan kegiatannya. Begitu
juga dengan jadual merapikan tempat tidur, tetap ibu pantau pelaksanaannya
Bagaimana bu. ada yang ingin ditanyakan atau disampaikan?

Terminasi:
Bagaimana perasaan ibu setelah berlatih cara merawat Sita?
Coba ibu sebutkan kembali, apa yang perlu ibu lakukan setelah Sita selesai mencuci
piring?
Ya benar sekali bu. Jangan lupa nanti ibu pantau pelaksanaan jadual Sita untuk

mencuci piring, beri pujian jika ia telah melakukannya dan ingatkan jika ia lupa
melakukannya. Begitu juga untuk jadual merapikan tempat tidur tetap ibu Rani
pantau

Baik. waktu kita telah habis. Saya harus mengunjungi keluarga lain. Saya akan
datang kembali minggu depan dan kita akan sama-sama melatih kemampuan anak
ibu yang ketiga yaitu menyapu. Waktunya jam 9 buya

Sayamohondiri. Selamatsiang

Latihan 7 untuk keluarga: Latihan cara merawat: membimbing melakukan


kegiatan ketiga
Evaluasi kemampuan keluarga mengidentifikasi gejala harga diri rendah, validasi
kemampuan keluarga dalam membimbing pasien melaksanakan kegiatan yang telah
dilatih, evaluasi manfaat yang dirasakan keluarga dalam merawat, beri pujian,
bersama keluarga melatih pasien melakukan kegiatan ketiga yang dipilih, anjurkan
membantu pasien sesuai jadual dan berikan pujian.

Orientasi:
Selamat pagi ibu Rani
Bagaimana kondisi mbak Sita saat ini? Apakah ia masih sering mengatakan hal-hal

negatif tentang dirinya?


Bagaimana dengan kegiatan ibu Rani dalam membimbing Sita merapikan tempat
tidur dan mencuci piring?
Bagus sekali! Ibu Rani telah berlatih merawat Sita dengan baik. Apa yang ibu
Rani rasakan setelah merawat Sita?
Sesuai dengan kesepakatan minggu lalu, sekarang kita akan melatih Sitamelakukan
kegiatan ketiga, yaitu menyapu. Pertemuan kita selama 30 menit bu ya
Tujuan pertemuan kita agar ibu Rani dapat berlatih cara merawat Sita

Kerja:
Hari ini Sita akan latihan menyapu. Apa saja perlengkapan menyapu yang
tersedia?
Nanti kita sama-sama dampingi Sita ketika ia latihan menyapu. Ibu masih ingatkan
hal yang perlu ibu lakukan setelah Sita menyelesaikan pekerjaannya?
Bagaimana kalau sekarang kita menemui Sita untuk melatihnya menyapu?
(Perawat bersama keluarga melatih pasien menyapu)

(percakapan lanjutan setelah melatih pasien menyapu)

Ibu Rani, saya lihat tadiSita dapatmenyapu dengan baik. Agar Sita dapat lebih
merasakan manfaat dari kegiatan menyapu ini, ibu tetap beri pujian setiap ia selesai
melakukan kegiatan menyapu, dan ibu ingatkan untuk mengerjakannya jika ia lupa

Nah, tadi seperti biasanya Sita juga telah mengisi jadual kegiatan untuk menyapu. Ia
menjadualkannya sehari dua kali, yaitu jam 8 pagi dan jam 16.30. Seperti biasa,

tolong ibu Rani pantau pelaksanaannya bu ya, dan jangan lupa setelah itu beri
pujian. Ada yang ingin ibu Rani tanyakan?

Baiklah, kalau tidak ada, kita akhiri pertemuan kita untuk hari ini

Terminasi:
Bagaimana perasaan ibu setelah melatih Sita menyapu?
Coba ibu peragakan kembali, hal yang perlu ibu lakukan setelah Sita selesai
menyapu?
Ya bagus sekali cara ibu memberi pujian. Jangan lupa nanti ibu pantau
pelaksanaan jadual Sita untuk menyapu, beri pujian jika ia telah melakukannya dan
ingatkan jika ia lupa melakukannya. Begitu juga dengan jadualnya untuk merapikan
tempat tidur dan mencuci piring
Baik bu. waktu kita telah habis. Saya harus mengunjungi keluarga lain. Saya akan
datang kembali minggu depan dan kita akan sama-sama melatih kemampuan anak
ibu yang keempat yaitu memasak. Waktunya jam 11 bu yaSaya mohon diri
sekarang. Selamat siang

Latihan 8 untuk keluarga: Latihan caramerawat: membimbing melakukan


kegiatan keempat
Evaluasi kemampuan keluarga mengidentifikasi gejala harga diri rendah, validasi
kemampuan keluarga dalam membimbing pasien melaksanakan kegiatan yang telah
dilatih, evaluasi manfaat yang dirasakan keluarga dalam merawat,beri pujian, bersama
keluarga melatih pasien melakukan kegiatan keempat yang dipilih, jelaskan follow up

ke Puskesmas, tanda kambuh, dan rujukan, anjurkan membantu pasien sesuai jadual
dan memberikan pujian.
Orientasi:
Selamat siang ibu Rani
Wah, nampaknya ibu sudah siap untuk pertemuan kita hari ini
Bagaimana kondisi mbak Sita saat ini? Apakah ia masih mengatakan hal-hal negatif
tentang dirinya?
Bagaimana dengan kegiatan ibu Rani dalam membimbing Sita merapikan tempat
tidur, mencuci piring, dan menyapu?
Bagus sekali ibu Rani
Apa manfaat yang ibu rasakan dengan merawat Sita?
Sesuai dengan kesepakatan minggu lalu, sekarang kita akan melatih Sita untuk
memasak. Pertemuan kita selama 30 menit bu ya
Tujuan pertemuan kita agar ibu Rani dapat berlatih cara merawat Sita

Kerja:
Hari ini Sita akan latihan memasak. Rencananya Sita mau masak apa bu?
Ooo mie goreng. Apa saja bahan dan alat yang telah ibu bantu untuk disiapkan?
Ya sudah lengkap. Ada bahan untuk membuat mie goreng. Ada mie, bumbubumbu yang diperlukan, minyak goreng,
Seperti biasa, nanti kita sama-sama dampingi Sita ketika ia menggoreng mie. Ibu
masih ingatkan hal yang perlu ibu lakukan setelah Sita menyelesaikan
pekerjaannya?
Bagaimana kalau sekarang kita menemui Sita untuk melatihnya menggoreng mie
(Perawat bersama keluarga melatih pasien menggoreng mie)

(Selesai melatih, perawat melanjutkan diskusi)

Tadi kita telah melatih Sita memasak, dan Sita ingin melakukan kegiatan memasak
sehari dua kali, yaitu jam 11 dan jam 5 sore. Seperti biasa, ibu pantau ya
pelaksanaannya.
Bagus, dengan cara yang ibu lakukan, kita berharap Sita dapat kembali percaya diri
dan harga dirinya meningkat
Ooh ya bu.ada beberapa hal yang perlu ibu perhatikan, yaitu ibu perlu segera
menyampaikan pada kader kesehatan jika Sita mengalami kemunduran atau tidak
lagi mau melakukan kegiatan yang telah dilatihkan, mulai sering mengungkapkan hal
negatif tentang dirinya, tidak mau berinteraksi dengan orang lain, dan tidak mau
minum obat lagi (jika pasien mendapatkan obat). Ibu juga bisa segera mengunjungi
puskesmas walaupun belum waktunya untuk kontrol. Jika kondisinya tidak dapat
diatasi di puskesmas, maka kami akan merujuk ke rumah sakit umum yang memiliki
fasilitas pelayanan kesehatan jiwa atau ke rumah sakit jiwa

Terminasi:
Bagaimana perasaan ibu setelah melatih Sita memasak?
Coba ibu sebutkan kembali kondisi-kondisi Sita yang perlu segera dilaporkan?
Ya bagus sekali
Jangan lupa nanti ibu pantau pelaksanaan kegiatan Sita untuk merapikan tempat
tidur, mencuci piring, menyapu, dan memasak. Beri pujian jika ia telah
melakukannya dan ingatkan jika ia lupa melakukannya.

Baik bu. waktu kita telah habis. Saya harus mengunjungi keluarga lain. Saya akan
datang kembali minggu depan dan kita akan sama-sama mengevaluasi kemampuan

Sita yang telah dilatihkan selama ini


Ibu Rani ada waktu jam berapa untuk minggu depan?
Baik, waktunya jam 11 bu ya

Saya mohon diri. Selamat siang