You are on page 1of 24

MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU

YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN
YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN

A. DATA DAN ANALISIS
1.

Deliniasi

Kawasan Kota Baru Jakabaring di Kota Palembang Berada dalam administrasi
Kota Palembang. Kawasan Jakabaring diarahkan dalam RTRW sebagai wilayah
pengembangan baru, implikasi dari perluasan dan pemilahan kegiatan
perdagangan skala lokal dan regional, sebagai bentuk antisipasi dari
perkembangan di kawasan pusat kota. SWK ini menjadi orientasi baru bagi
penduduk dalam pemenuhan kebutuhan dan memecah konsentrasi kegiatan
di pusat kota “lama”.

Adapun wilayah yang termasuk Kepada Kawasan

jakabaring adalah , Kecamatan Seberang Ulu I, Kecamatan Seberang Ulu II dan
Kecamatan Plaju dengan total luas Kawasan Jakabaring adalah sekitar 2.023
Ha. Untuk lebih jelasnya mengenai Deliniasi

kawasan Kota baru Jakabaring

dapat dilihat pada Gambar berikut.
Gambar 1.

2.

Deliniasi Kota Baru Jakabaring

Terkait dengan Pengembangan Kawasan Kota Baru Arah
Kebijakan Rencana Tata Ruang Berdasarkan RTRW Kota
Palembang :

A. Struktur Ruang
Sistem pusatpelayanan kota Padang adalah :

2-1

MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU
YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN
YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN

Tabel 1. Pusat Pelayanan di Kota Palembang
Pusat Pelayanan
Kota (PPK)
1. Merdeka

Sub Pusat Pelayanan Kota
(Sub-PPK)
a. Sub-PPK Sukarami

Pusat Pelayanan
Lingkungan (PPL)
Tersebar di seluruh

b. Sub PPK Alang-Alang Lebar
2. Jakabaring

wilayah Kota
Palembang

c. Sub PPK Ilir Barat I
d. Sub-PPK Gandus
e. Sub PPK Ilir Barat II
f. Sub PPK Bukit Kecil
g. Sub PPK Ilir Timur I
h. Sub PPK Kemuning
i. Sub PPK Ilir Timur II
j. Sub PPK Kalidoni
k. Sub-PPK Sako
l. Sub PPK Sematang Borang
m. Sub-PPK Plaju
n. Sub PPK Seberang Ulu II
o. Sub PPK Seberang Ulu I
p. Sub PPK Kertapati

Rencana pembangunan dan pengembangan jalan di Kota Palembang antara
lain:

Pembangunan dan Pengembangan Jalan Arteri Primer.
 Pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur, yang menghubungkan Jl. Tanjung
Api-Api sampai ke Plaju-Sungai Gerong dan melewati wilayah Kota
Palembang sebelah timur.
 Pembangunan

Jalan

Lingkar

luar

Barat,

yang

menghubungkan

Jl.

Indralaya-Palembang ke Jl. Palembang-Jambi.

Pembangunan dan Pengembangan Jalan Arteri Sekunder.

Pembangunan dan Pengembangan Jalan Kolektor

Pembangunan dan Pengembangan Jalan Lokal.

Rencana pembangunan jaringan jalan lingkar dikembangkan dengan tujuan :
a) Mendistribusikan pergerakan ekternal dan melintas ke jaringan jalan
lingkar.
b) Membuka kawasan-kawasan yang relatif terisolir terutama kawasan
yang berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten lain sehingga
memiliki aksesibilitas yang lebih besar bagi kegiatan kawasan
c) Meningkatkan

aksesibilitas

kawasan

Ilir

dengan

Ulu

dengan

pembangunan jembatan Musi sebagai akses penghubung jalan lingkar
2-2

Tata Guna Lahan Gambar berikut memperlihatkan peta tata guna lahan kota Palembang eksisting. terutama kegiatan perdagangan dan jasa di sepanjang Jalan utama dan kegiatan permukiman. Rencana Jaringan Jalan Fungsi dan Komponen Kegiatan Yang Dikembangkan Pada Kawasan Kota Baru Memperhatikan tata guna lahan kawasan perencanaan dalam 5 tahun terakhir. terlihat secara kualitatif perkembangan berbagai kegiatan. Penggunaan Lahan Eksisting Kota Palembang 2-3 .MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN Gambar 2. Gambar 3. 3. 4.

855 60.Daya Tampung Maksimal dihitung dengan kepadatan penduduk netto 200Jiwa/Ha.515 53. Dengan asumsi kepadatan yang dituju dalam pengembangan Kawasan Kota Baru pada level besar.461 167. karena diperlukan keseimbangan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan.426 41.521 22. Daya Tampung Kawasan Kota Baru Jakabaring Luas Lahan (Ha) 2023 Kawasan Potensial (Ha) 1416 Daya Tampung Penduduk (Jiwa) Minimum Maksimum 141.286 46. Jumlah Penduduk Kota Palembang Dirinci Per-Kecamatan Tahun 2013 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kecamatan Ilir Barat Ii Seberang Ulu I Seberang Ulu Ii Ilir Barat I Ilir Timur I Ilir Timur II Sukarami Sako Kemuning Kalidoni Bukit Kecil Gandus Kertapati Plaju LakiLaki (Jiwa) 34.496 84.091 36.797 171. Kependudukan a) Jumlah Penduduk . Oleh karena itu.423 29.836 94.077 82.600 283.767 56.574 90.696 87.626 42.484 74.388 45.07 44.215 2-4 .074 66.208 46.023 Ha.200 Sumber : Hasil Analisis.794 84. Tahun 2015.003 87.636 36.384 85. 6. Namun.319 67.833 87.366 44. maka kepadatanyang dituju adalah100 – 200 jiwa/Ha dengan jumlah pendudk yang dapat ditampung maksimal adalah Tabel 2. tidak seluruh lahan akan dikembangkan sebagai lahan terbangun. .727 72.867 Jumlah (Jiwa) 67. Tabel 3.07 42. Keterangan : Daya Tampung Minimal dihitung dengan kepadatan penduduk netto 100Jiwa/Ha.282 109.016 22.432 31.445 42. dengan asumsi 30% lahan dicadangkan sebagai ruang hijau atau ruang terbuka hijau.318 71. maka lahan yang akan dikembangkan di kawasan perencanaan adalah sekitar 1416 Ha.802 145.537 44.55 48.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN 5. dari keseluruhan lahan efektif pengembangan. Daya Dukung dan Daya Tampung Lahan Berdasarkan hasil analisis.348 Peremp uan (Jiwa) 33. diketahui bahwa lahan efektif pengembangan di kawasan perencanaan adalah 2.393 133.

Proyeksi penduduk di Kawasan Jakabaring terdiri dari dua jenis yaitu proyeksi penduduk dengan trend dan proyeksi penduduk dengan migrasi (.128 18.85.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN No.712 Jumlah Penduduk 2021 2026 2031 9.8 22 27.303 Jakabaring dapat 25. Perbandingan Daya Tampung dan Proyeksi Jumlah Penduduk Kota Baru Jakabaring 2-5 . Proyeksi Jumlah Penduduk Kawasan Jakabaring Tahun 2016-2035 No .975 15 TOTAL 786. Dengan asumsi pengembangan kota baru akan dilakukan pada tahun 2020 Untuk hasil perbandingan dapat dilihat pada grafik berikut ini.098 2035 13. Tabel 4.2 6. Gambar 4.545.507 22.8 5.71 12. Adapun tingkat migrasi di Kawasan Jakabaring diasumsikan sama dengan rata-rata tingkat laju pertumbuhan Penduduk per Kecamatan di kawasan Jakabaring yaitu 0.2 69 66 64 19. 734 Sumber : Kota Palembang Dalam Angka Tahun 2014 b) Proyeksi Penduduk Jika dilihat dari perkembangan penduduk pada Tahun 2008-2011.5 14 4.3 10.7 69 25 80 4.127 759.348 90.335 Sumber : Hasil Analisis. untuk memberikan penyimpangan minimum atas data penduduk masa lampau dengan tetap mengasumsikan bahwa pola perkembangan penduduk di masa lampau akan berlaku di masa yang akan datang.78 Lebar 16 Sematang Borang 18.1 71 16.0 27 4.05 69 2 5 5. LakiLaki (Jiwa) Kecamatan Alang-Alang 45. maka digunakan metoda proyeksi penduduk dengan menggunakan teknik analisis model regresi linear.102 1.12 9 7.0 6.30 4 37. Untuk melihat apakah Kawasan menampung jumlah penduduk dimasa yang akan datang maka perlu perbandingan antara daya tampung penduduk di Kawasan Jakabaring dengan proyeksi penduduk di Kawasan jakabaring.43 Peremp Jumlah uan (Jiwa) (Jiwa) 44. Tahun 2015.3 84 6. perkembangan yang terjadi bersifat fluktuatif. Namun. Kecamatan Seberang Ulu I (Sebagian) Seberang Ulu II (Sebagian) 1 2 3 Plaju (Sebagian) 2016 8.5 6.

000 20.000 140.000 2016 2021 2026 proyeksi dengan trend 2031 2035 daya tampung proyeksi dengan migrasi 7.000 80.000 60.000 120. semi permanen dan temporer yang tersebar diseluruh Kecamatan.000 40. Perkembangan Kawasan Perumahan Kota Palembang 2-6 . Sarana Permukiman a) Sarana Perumahan Jenis permukiman penduduk yang ada di seluruh Kota Palembang terdiri atas permanen.000 100. Gambar 5.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN 160.

b) Sarana Pendidikan Sarana Pendidikan seperti jumlah Sekolah di Kota Palembang baik Negeri maupun Swasta pada tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 1341 sarana pendidikan yang terdiri dari : 1. Sebanyak 67 Perguruan Tinggi/ Universitas. Jumlah fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit. Prasarana Permukiman a) Transportasi Warga Palembang banyak menggunakan bus dan angkutan kota sebagai sarana transportasi. Sebanyak 130 Sekolah Menegah Umum/ Madrasah Aliyah (SMU/MA) 5. Sebanyak 54 Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) 6. moda transportasi taksi juga banyak digunakan masyarakat. c) Sarana Kesehatan . Sebanyak 285 sekolah taman kanak-kanak 2. Selain taksi dan angkutan kota di Palembang 2-7 . Terdapat beberapa perusahaan taksi yang beroperasi di penjuru kota. Selain menggunakan bus dan angkot. 32 unit dan 20 unit dari fasilitas tersebut diharapkan peningkatan kesehatan masyarakat kota Palembang semakin meningkat. Tahun 2015. 8.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN Untuk perkiraan jumlah rumah di kawasan Kota baru Jakabaring dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5. 70 Unit. Sebantak 357 Sekolah Menegah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). Proyeksi Jumlah Kebutuhan Rumah Tipe Rumah Rumah Tipe Besar Rumah Tipe Sedang Rumah Tipe Kecil Jumlah 201 5 557 111 4 167 1 334 2 202 0 650 130 0 195 1 390 1 202 5 743 148 7 223 0 446 1 203 0 837 167 3 251 0 502 0 203 5 911 182 2 273 4 546 7 Sumber : Hasil Analisis. Puskesmas Puskesmas Pembantu. 39 Unit. Klinik bersalin dan puskesmas keliling pada tahun 2010 masingmasing berjumlah 26 unit. Sebanyak 448 Sekolah Dasar/Madarasah ibtidaiyah (SD/MI) 3. 4.

156 orang penumpang Palembang memiliki sebuah Bandar Udara Internasional yaitu Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II).18 persen yaitu dari 9. Ogan dan Komering. Namun karena beberapa hal misalnya kapasitas jalan yang tidajk sebanding dengan jumlah kendaraan dan disiplin pengemudi yang masih rendah membuat transportasi di kota ini masih semerawut. Sering juga kita lihat kendaraan umum yang mangkal/ menunggu penumpang di sepanjang jalan.003 orang tahun 2007 menjadi 1. Selain itu. Bandara ini juga menjadi embarkasi haji bagi warga Sumatera Selatan. Hongkong. Kuala Lumpur. yang disebut ketek.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN dapat ditemukan bajaj yang berperan sebagai angkutan perumahan.35 persen dari 1. telah di kembangkan angkutan kota yang lebih bersifat massal berupa bus kota. Baru-baru ini telah dibuka jalur kereta komuter yang diperuntukkan bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya yang melayani jalur Kertapati-Indralaya.475. sedangkan penerbangan internasional melayani Singapura. Sarana Transportasi Udara Kota Palembang 2-8 . domestik Pangkal melayani Pinang dan jalur Palembang kota-kota ke lainnya. Sebagai sebuah kota yang dilalui oleh beberapa sungai besar. dimana setiap bajaj memiliki kode warna tertentu yang hanya boleh beroperasi di wilayah tertentu di kota Palembang. Perhubungan melalui udara. Jika dilihat selama tahu 2009 total penumpang yang berangkat berjumlah 908. China dan Thailand. Penerbangan Batam. Untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan sarana angkutan dalam kota sejalan denga perkembangan kota semangkin cepat. Tabel 6.834 ton pada tahun 2007 naik menjadi 11.527 pada tahun 2008.415 orang dan yang datang ke Kota Palembang sebesar 902. Bandara ini terletak di barat laut Palembang. Dan arus barang mengalami peningkatan sebesar 22.800. Arus lalu lintas yang diangkut dari stasiun Kereta Api pada tahun 2008 mengalami peningkatan sebesar 3. Ketek ini melayani penyeberangan sungai melalui berbagai dermaga di sepanjang Sungai Musi. Malaka. Hal ini akan terus dilakukan secara bertahap di bagian kota lainnya dengan tujuan untuk mengurangi jumlah kendaraan umum di Palembang yang semakin banyak dan tidak terkendali jumlahnya serta mengurangi kemacetan karena kendaraan ini memiliki jalur laju khusus yang terpisah dari kendaraan lainnya.890 orang pada tahun 2008. pada awal tahun 2010 rute angkutan kota dan bus kota di beberapa bagian kota akan digantikan oleh kendaraan umum baru berupa bus Trans Musi yang serupa dengan bus Trans Jakarta di Jakarta.722.879. Bandung. lalu lintas pesawat dan penumpang dari dan ke kota Palembang melalui Bandara Sultan Mahmud Badarudin II tahun 2009 terlihat cukup berfluktuasi. Jakarta. masyarakat Palembang juga mengenal angkutan air. melayani baik penerbangan domestik maupun internasional.

2-9 . Selain itu Palembang juga memiliki Stasiun Kertapati yang terletak di tepi sungai Ogan. Garuda Indonesia. 1 Palembang 30155.00 WIB LLU : ADC Panjang Landasan / Arah / PCN : 3000 x 4523 m / 11-29 / 73 FCWT.21. Panjang Landasan: 3. Sumatera Selatan. Saat ini sedang dibangun pelabuhan Tanjung Api-api yang melayani pengangkutan penumpang dan barang masuk serta keluar Sumatera Selatan. Batavia Air. Merpati Nusantara Airlines. Telp : 0711-385001 Jarak Dari Ibukota Provinsi: 12 Km Kelas : I Jam Operasi : 06. Stasiun ini menghubungkan wilayah Palembang dengan Bandar Lampung. Palembang juga memiliki tiga pelabuhan utama yaitu Boom Baru. Ketiga pelabuhan ini melayani pengangkutan penumpang menggunakan ferry ke Muntok (Bangka) dan Batam.00 . Tanjung Api . Tanjung Enim.Api No. Lion Air.000 m Jenis Pesawat yang Bisa Mendarat: B-737 Maskapai Penerbangan: AirAsia.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN N O 1 NAMA BANDARA Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II LOKASI BANDARA DESKRIPSI Jl. dan Lubuklinggau. Kertapati. Lahat. Pelabuhan 36 Ilir dan Pelabuhan Tanjung Api Api.

460. Proyeksi Jumlah Kebutuhan Telekomunikasi Kawasan Jakabaring No I II III d) Uraian KAWASAN JAKABARING Kebutuhan BTS (Unit) Kebutuhan Domestik Rumah Tipe Besar (80%) Rumah Tipe Sedang & Kecil (20%) Jumlah Kebutuhan Domestik Kebutuhan Non Domestik Kegiatan Sosial Ekonomi (30%) Telepon Umum (10%) Jumlah Kebutuhan Non Domestik Total II + III Sumber : Hasil Analisis.4 00 5.504.7 50 683.007.404 351.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN b) Energi Untuk hasil analisis perkiraan kebutuhan energi listrik dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 7.5 00 2.575. Tahun 2015.6 07 1.635. Rumah Sedang c.640 300.04 468 1.175.7 75 1.366.0 25 6.3 50 8.690.5 67 2.27 401 1.050.0 80 4.7 50 1.003 520.876.60 1. Penerangan Jalan (10 %) Jumlah Kebutuhan Non Domestik Total Jumlah Kebutuhan Kawasan Jakabaring Sumber : Hasil Analisis.28 836.1 25 8.5 47 1.9 00 627.13 117.225.5 13 1.108 492.07 1.5 53 1.23 1.10 .883.450 1.03 164.004.59 602 2.840.115.75 743.19 650.82 535 1.506 728.430.156.7 50 835.248.5 20 2.6 30 4.431.463.82 100.675 1.1 50 6.8 50 1. Tahun 2015.170 594. Fasilitas Sosial Ekonomi (20%) b.800 1.7 50 1.8 20 6.0 33 2. Rumah Kecil Jml Kebutuhan Domestik II 2021 2026 2031 2035 1.9 27 2.254.4 75 1. c) Kebutuhan Listrik (Watt) 2016 Telekomunikasi Untuk hasil analisis kebutuhan prasarana Jakabaring dapat dilihat pada tabel berikut ini: telekomunikasi di Kawasan Tabel 8.873 451.833.4 00 975.45 133.1 50 557.672.17 1.43 1. 2016 Kebutuhan Telepon (SST) 2021 2026 2031 2035 0 0 1 1 1 445.0 00 1.755.76 150.448.882.339.65 557. Proyeksi Jumlah Kebutuhan Air Bersih Kawasan Jakabaring 2 .01 656 2.932.2 70 5.600 417.7 25 7. Rumah Besar b.575 1.296 Air Minum Untuk hasil analisis perkiraan jumlah kebutuhan air bersih dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 9.375 2. Proyeksi Jumlah Kebutuhan Energi Listrik Kawasan Jakabaring No Uraian KAWASAN JAKABARING I Kebutuhan Domestik Tipe Rumah : a.369.1 60 2.274.93 911.3 73 1.178.258.338 669.253.639 401.350 487.8 75 Kebutuhan Non Domestik a.

85 412.89 0.580.17 2.387.69 6.11 .144.268.908.40 229.75 1 2.77 Sumber : Hasil Analisis.24 6.568.12 366.098 27.2 05 2.29 25.025.16 19.3 9 2.545.0 0 410.25 4.7 12 14.19 9.13 4. 62 2.00 1.38 6.31 0 1. 34 2.680 250.50 249.67 2.00 2. 66 1.495.1 0 185.64 8.036.90 1 22.80 5.424 200.09 6.32 320.42 1 2.851.303 25.47 5.26 3.9 58 2.880.002.68 5.98 9.08 8.420 1.525.3 35 23. Air liter/hari liter/detik 2016 2021 2026 2031 2035 16.48 7 3.34 2 19.180 1.619.0 0 292.5 0 1.3 03 18.780.114.959.14 29.59 2.680.00 138.08 1.20 0 5. e) Air Limbah Untuk hasil analisis perkiraan air limbah di Kawasan Jakabaring dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 10.00 2.80 5.7 4 2.44 7.00 1.5 5 2.01 22. 57 2.100 67 78 89 100 109 133. 2 .239.605.709.338.0 0 1.0 0 376.880 1.507 22.14 9.5 07 16.05 31.3 33 3.098.48 5 5.60 3.0 98 21.05 1 Sumber : Hasil Analisis. Tahun 2015.470.745.784 218.505.98 0 1.291.626.0 0 334.92 2. Tahun 2015.71 449.712 19.59 274.720 1.84 4 4.2 35 3.313.056 178.13 1 3.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN Uraian Jumlah penduduk Rata-rata Konsumsi Air Kebutuhan Air domestik Kran/Hidran Umum Kebutuhan Non Domestik Volume / Satuan Jiwa Liter/orang/har i Liter/hari Unit per 250 jiwa Kapasitas 2000 liter 25% dari Kebutuhan Domestik Sub Total I Tingkat Kebocoran 10% dari total domestik dan non domestik Sub Total II Hidran Pemadan Kebakaran Total 10 % .678.335 60 60 60 60 60 1.92 3.10 178.02 0 27.43 1.083.06 2. Proyeksi Jumlah Air Limbah Kawasan Jakabaring N Keterangan o KAWASAN JAKABARING 1 Satuan Jml Penduduk Jiwa Penduduk yang terlayani Septic Tank Penduduk yang terlayani MCK Kebutuhan Septic Tank untuk Keluarga 5 Kebutuhan MCK 6 Lumpur Tinja Domestik yang dihasilkan Asumsi Terlayani 85% Asumsi Terlayani 15% Unit (1 Septic Tank = 1 KK) Unit (1 MCK = 100 jiwa) lt/hari (30 lt x jlh pddk)/365 hari 7 Lumpur Non Tinja lt/hari (20% tinja) 8 Total Jumlah Lumpur lt/hari 9 Kebutuhan Mobil Tinja Unit (Kapasitas 4 m3) 2 3 4 2016 2021 2026 2031 2035 16.640.9 1 1.6 0 161.5 81 2.46 7 21 25 28 32 35 1.170.30 % dari keb.60 152. 72 1.696 156.9 0 208.520.90 203.46 1 25.4 0 226.5 6 1.37 3.83 3.

356 5.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN f) Persampahan Untuk hasil analisis dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 11. Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah ruang-ruang di dalam kota dimana unsur hijau (vegetasi) yang alami dan sifat ruang terbuka lebih dominan (Hakim.02 0 2035 U ni t 10 9 11 1 0 2 .14 58. Untuk hasil analisis dapat dilihat ada tabel berikut ini : Tabel 12. g) Ruang Terbuka Hijau Ruang Terbuka (RT) terdiri atas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH).000 7 1 120.00 Kecamatan 0 Sumber : Hasil Analisis.09 8 12.0 25 5.33 5 m3/org/ha ri m3/hari 0. 2002). Sarana Unit RT Unit Rw Kelurahan Jalur Hijau (15m2/jiwa) Pendu duk Pendu kung (Jiwa) Eksis ting Proyeksi Jumlah Kebutuhan RTH 2016 U ni t 250 67 2.5 45 4.4 70 5.754 5.91 75.003 m3/org/hari 50.12 M2 27.201 410.50 7 9.01 3 25 29 33 38 41 6 m3 8 10 11 13 14 12 m3 4 5 6 6 7 10 m3 7 m3 8 m3 10 m3 5 7 6 5 6 8 7 6 7 10 8 7 8 11 9 8 8 12 10 8 2m Sumber : Hasil Analisis.6 80 3.852 292.66 8 8.50 7 22.15 9 2 1 6.30 3 25.529 376. Tahun 2015.71 2 19.014 250.09 8 27.46 0 1 2030 U ni t 10 0 10 1 0 M2 25.33 5 13.34 2 2020 U ni t 78 8 1 0 M2 19.691 334.54 9 7.52 66. 0 M2 16.90 1 Kebutuhan 2025 U ni M2 t 22.6 05 3. Proyeksi Jumlah Timbunan Sampah N Keterangan o KAWASAN JAKABARING 1 Jumlah Penduduk 2 Standar Produksi Sampah 3 Produksi Sampah Kebutuhan Gerobak Sampah Kebutuhan Bak Sampah Kecil Kebutuhan Bak Sampah Besar TPS Kontainer Besi Truk Terbuka Dump-Truck Arm-Roll Truck 4 5 6 7 8 9 10 Satuan 2016 2021 2026 2031 2035 Jiwa 16.46 7 .30 89 3 11.500 30. Tahun 2015.29 82.71 2 8.

dan Tantangan Kawasan Kota Baru Jakabaring Secara umum.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN Gambar 6. Peluang. e. B. 9. Berdekatan dengan sungai yang merupakan salah satu sumber air baku selain sumber mata air yang ada di kawasan untuk keperluan masyarakat kawasan perencanaan. juga berfungsi sebagai sarana transportasi air. d. Memiliki sarana dan prasarana perkotaan yang mendukung perkembangan kegiatan perkotaan. Dilalui jalan nasional berupa jalur lintas Sumatera.13 . c. Permasalahan. g. Merupakan daerah sentra kegiatan perekonomian khususnya ekonomi rumah tangga meliputi industri makanan dan kerajinan. Memiliki pusat olahraga terbesar yaitu pusat olahraga Jakabaring. Memiliki morfologi yang relatif datar sehingga dapat dikembangkan menjadi pusat pengembangan kawasan kota. KONSEP RENCANA 2 . b. Terdapatnya pasar induk Buah-buahan f. potensi yang dimiliki Kawasan jakabaring adalah sebagai berikut. Kondisi Sarana dan Prasarana Kawasan Jakabaring Rumusan Potensi. a.

MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN 1. Struktur ruang yang dimaksud adalah sebagai berikut Sistem pusatpelayanan kota Padang adalah : 2 .14 . a) Konsep Makro Pengembangan Kawasan Kota Baru Struktur Ruang Struktur ruang terbentuk untuk pengembangan kawasan Kota Baru Jakbaring pengembangan kegiatan utama dari Kota Lama menuju Pusat olahraga dan sekitarnya sebagai pusat pengembangan Kawasan Kota Baru.

MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN Tabel 3. d. Jakabaring b) a. g. j. Pusat Pelayanan di Kota Palembang Sub Pusat Pelayanan Kota (Sub-PPK) Sub-PPK Gandus Sub PPK Ilir Barat II Sub PPK Bukit Kecil Sub PPK Ilir Timur I Sub PPK Kemuning Sub PPK Ilir Timur II Sub PPK Kalidoni Sub-PPK Sako Sub PPK Sematang Borang Sub-PPK Plaju Sub PPK Seberang Ulu II Sub PPK Seberang Ulu I Sub PPK Kertapati Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) Palembang Pola Ruang Arahan pola ruang Kawasan Kota Baru secara Makro merupakan pola ruang yang telah disusun. h. sebagai berikut : Gambar 3. f. b. k. Pola Ruang Kawasan Kota Baru secara Makro Jakabaring 2 .7 Pusat Pelayanan Kota (PPK) 2. i.70.15 . m. l. e. c.

MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN c) Jaringan Sirkulasi/Transportasi Rencana pengembangan jalan kolektor primer meliputi:  Right of Way (ROW) direncanakan sebesar 30 meter.  Jalan lokal primer dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 10 km/jam.73. Gambar 3.72.  Jalan kolektor sekunder dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 20 km/jam.  Tidak dilengkapi dengan median jalan.  Badan jalan direncanakan sebesar 18 meter. Gambar 3. Gambar 3.  Lebar badan jalan tidak kurang dari 9 meter. Rencana Penampang Jalan Lokal Primer 2 .16 .71. Rencana Penampang Jaringan Arteri Primer Rencana Penampang Jaringan Kolektor Primer 1 Jalan Lokal Primer Rencana pengembangan jalan lokal primer meliputi:  Right of Way (ROW) direncanakan sebesar 12 meter.

17 . Gambar 3.  Lebar badan jalan tidak kurang dari 6.  Jalan kolektor primer dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 10 km/jam. Rencana Penampang Jalan Lingkungan 2 .  Kendaraan angkutan berat tidak diizinkan melalui fungsi jalan ini di daerah permukiman.5 meter.74.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN 2 Jalan Lingkungan Rencana pengembangan jalan lingkungan meliputi:  Right of Way (ROW) direncanakan sebesar 10 meter.

yaitu sistem permukaan terbuka. karena dengan adanya titik mati. dengan ketentuan:  Jaringan pipa distribusi primer dikembangkan sepanjang jaringan jalan kolektor primer yang ada di Kawasan Kota Baru Jakabaring  Jaringan pipa distribusi sekunder merupakan cabang dari pipa distribusi primer sepanjang jalan lokal dan kolektor sekunder.18 . kotoran yang terbawa selama aliran bisa dibuang pada akhir pengaliran di akhir pipa cabang. Jalur pengaliran tentunya menuju ke sisi selatan dan tengah Kawasan. b Rencana pengembangan jaringan distribusi akan digunakan sistem cabang.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN 2. 2 .  Tekanan pipa cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengalir air. sekunder dan tersier. dimana air hujan yang turun akan jatuh pada permukaan jalan dan mengalir menuju saluran-saluran sekunder dan tersier. Pertimbangan menggunakan sistem terbuka ini adalah:  Cukup ekonomis karena jalurnya relatif pendek. b Pengembangan Jaringan drainase di Kawasan Kota Baru Jakabaring dengan sistem terpisah dengan tujuan agar sistem pembuangan limbah dapat dibedakan antara limbah perumahan.  Mudah dalam pengoperasiannya. b) Drainase Rencana pengembangan jaringan drainase di Kawasan Kota Baru Jakabaring meliputi: a Pengembangan jalur pengaliran drainase mengikuti pola jaringan jalan dan di alirkan menuju badan penerima dengan media dan konstruksi drainase yang mendukung pengaliran cepat. limbah perkantoran ataupun bisnis sehingga pembuangannya dapat dipilah-pilah sesuai kategorinya dan dipisahkan sehingga masing-masing mampu menampung curah hujan dan membuangnya secara terpisah.  Jaringan pipa distribusi tersier merupakan cabang dari pipa sekunder sepanjang jalan lingkungan untuk disalurkan ke rumah-rumah atau kegiatan lainnya. Konsep Pengembangan Infrastruktur Permukiman a) Air Minum Rencana pengembangan jaringan air minum di Kawasan Kota Baru Jakabaring meliputi: a Pengembangan jaringan pipa distribusi primer.

d Skema Sumur Resapan Penyediaan kolam tandon/retensi dilengkapi dengan filter penangkap sampah. c) Skema Kolam Retensi Di Samping Badan Sungai Ilustrasi Rencana Pengembangan Jaringan Drainase Limbah Berdasarkan kondisi yang ada dan perkiraan produksi limbah di Kawasan Kota Baru Jakabaring Rencana sistem pengelolaan air limbah di Kawasan Kota Baru Jakabaring meliputi: a Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara individu direncanakan pada kawasan permukiman kepadatan rendah dan sedang.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN c Pengembangan sumur resapan pada setiap pekarangan.76. Gambar 3.19 .77. Gambar 3.75. Pengolahan individual merupakan pengolahan air limbah yang dilakukan 2 . Gambar 3.

yang proses pengumpulan sampahnya dapat dilakukan baik secara individual maupun secara komunal melalui bak-bak penampungan yang disediakan di setiap unit lingkungan perumahan maupun pada unit kegiatan komersial dan pemerintahan/perkantoran. d) Persampahan Arahan rencana pengembangan sistem pengelolaan persampahan di Kawasan Kota Baru Jakabaring dilakukan dengan melalui proses berikut: 1 Sistem Pewadahan. Sedangkan sampah dari kegiatan komersial dan pemerintahan/perkantoran serta yang berada di sepanjang jalan utama dikelola oleh instansi terkait. sedangkan tong-tong sampah pada sarana kota di sediakan oleh pemerintah. yaitu melalui penyediaan tong-tong sampah di setiap rumah maupun bangunan sarana kota. 4 Pengembangan reduksi sampah dalam skala mikro. yaitu kontainer sampah maupun sampah dari tiap lokasi TPS atau Transfer Depo diangkut oleh kendaraan truk sampah maupun armroll truck/dump truck ke lokasi tempat pemrosesan akhir (TPA) yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. kawasan komersial dan Kawasan Wisata. Reuse (penggunaan kembali) dan Recycle (daur ulang) atau 3R. sehingga dapat mengurangi volume sampah yang ditimbulkan).MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN secara sendiri-sendiri pada masing-masing rumah terhadap air limbah yang dihasilkan.20 . yaitu melalui reduksi sampah dari rumah tangga (pemilahan sampah mulai dari sumbernya maupun dengan Reduce (perolahan kembali). dengan ukuran 40 . e) Fasilitas Proteksi Kebakaran Arahan rencana pengembangan prasarana kebakaran di Kawasan Kota Baru Jakabaring dilakukan dengan melalui proses berikut:  Pengembangan Tempat Penyimpanan Air (Reservoir)  Pengembangan Jaringan Distribusi 2 .100 liter. dengan diagram sistem penanganannya sebagai berikut: b Pengembangan sistem pembuangan air limbah secara komunal direncanakan pada kawasan permukiman kepadatan tinggi. 3 Sistem Pemindahan dan Pengangkutan. 2 Sistem Pengumpulan. Tong sampah di setiap rumah disediakan sendiri oleh masing-masing keluarga. Sampah domestik tersebut kemudian diangkut memakai gerobak sampah ukuran 1 m3 ke lokasi Transfer Depo atau Tempat Penampungan Sementara (TPS) oleh pengelola swadaya masyarakat di masing-masing unit lingkungan.

2 . Dinas PU CK Daerah Penyusunan Kawasan Kemen PUPR Siap Bangun (CK). Dinas PU Kawasan Daerah Penyusunan DED Kemen PUPR (CK).  Pembangunan BTS (Base Transceiver Station) dengan mepertimbangkan perkiraan kebutuhan BTS sampai akhir tahun perencanaan. Dinas PU Sumbe r Dana WaktuPelaksanaan 20 20 20 21 26 31 2016 2020 20 20 20 25 30 35 1 2 3 4 5 APBN APBN APBN. APBD Kota. Dinas PU Daerah PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN JalanLingkugan Perencanaan Jaringan Dinas PU Bina Jalan Lingkungan Marga Daerah Pembangunan Dinas PU Bina jaringan jalan Marga Daerah Drainase Penyusunan Outline Kemen PUPR Plan Drainase (CK). APBD Kota APBD Kota APBD Kota. N o A 1 2 3 5 B 1 a b 2 a b c Usulan Program FISIK DAN TATA RUANG Penegasan Lokasi Deliniasi Kawasan Pembebasan dan Pematangan Lahan Penyusunan Masterplan Kawasan Kota Baru Penanggung Jawab Kemen Agraria dan Tata Ruang Kemen Agraria dan Tata Ruang Kemen PUPR (CK). Bappenas.MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN  f) Sistem Pompa Hydrant Listrik Adapun rencana pengembangan jaringan telekomunikasi di Kawasan Kota Baru Jakabaring lebih rinci adalah sebagai berikut :  Mengembangkan/meningkatkan Stasiun Telepon Otomat (STO) serta mengikuti jaringan sambungan telepon yang telah ada serta menambah Rumah Kabel (RK) guna meningkatkan kapasitas sambungan telepon terpasangnya. APBD Kota.21 . APBN. Dinas PU Daerah Pembangunan Kemen PUPR Jaringan Drainase (CK).

B LH Daerah B LH Daerah APBD Kota APBN Dinas Kebersihan Daerah Dinas Kebersihan Daerah APBD Kota Dinas Kebersihan Daerah APBD Kota Dinas Kebersihan Daerah Dinas Kebersihan Daerah APBD Kota PT PLN APBD Kota APBN APBD Kota APBD Kota APBD Kota 2 . B LH Daerah Kemen LH.22 .MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN N o Usulan Program Penanggung Jawab Sumbe r Dana WaktuPelaksanaan 20 20 20 21 26 31 2016 2020 20 20 20 25 30 35 1 2 3 4 5 Daerah 3 a b c d 4 a b c d 5 a b c d Air Bersih Penyusunan Outline Plan Air Bersih Kawasan Kota Baru Peningkatanproduksi IPA Pengembangan jaringan pipa transmisi dan distribusi Pengembangan penampungan air hujan Air Limbah Penyusunan Outline Plan Air LImbah Pembangunan IPAL Pengembangan jaringan IPAL Pengembangan septiktank individual bidang resapan Persampahan Penyusunan Masterplan Persampahan Pengembangan metode pengolahan sampah 3 R dan Bank Sampah Penyediaan sarana dan prasarana operasinal persampahan Penyediaan Bangunan TPST e Pembentukan kader peduli sampah 6 a Kelistrikan Penataan dan Pengembangan Kemen ESDM APBN PDAM APBD Prov APBD Prov PDAM PDAM APBD Kota Kemen LH. B LH Daerah Kemen LH.

MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN N o b c 7 a b c 8 a Usulan Program jaringan listrik tegangan menengah Penataan dan Pengembangan jaringan listrik tegangan rendah Penyediaan gardu induk kawasan kotabaru Telekomunikasi Penataan sempadan BTS Pengembangan jaringan telepon kabel Penyediaan Rumah Kabel Ruang Terbuka Hijau PenyusunanPerencan aan RTH b Pembangunan RTH c Pengelolaan dan Pemeliharaan RTH 9 a Proteksi Kebakaran Penyusunan RISPK (Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran) Pengadaan Pos Kebakaran Lingkungan Pengadaan Sarana dan Prasarana Proteksi Kebakaran Pembentukan lembaga proteksi kebakaran oleh warga b c d Penanggung Jawab Sumbe r Dana PT PLN APBD Kota PT PLN APBD Kota PT TELKOM. Dinas Pertamanan Daerah Dinas Pertamanan Daerah APBN. APBD Kota 2 . Kemen PUPR (CK) APBN Dinas Kebakaran Daerah APBD Kota Dinas Kebakaran Daerah APBD Kota Dinas Kebakaran Daerah APBD Kota WaktuPelaksanaan 20 20 20 21 26 31 2016 2020 20 20 20 25 30 35 1 2 3 4 5 APBN. BLH APBD Kota APBD Kota APBD Kota PT TELKOM PT TELKOM Kemen Agraria dan Tata Ruang. Kemen PUPR Kemen Agraria dan Tata Ruang. Kemen PUPR.23 .

dll) SOSIAL EKONOMI Kemen PUPR. sarana sosial. 1 2 Usulan Program Penanggung Jawab Sumbe r Dana Pengembangan fasilitas penunjang (komersil. perkantoran. Kemen PUPR APBN Kemen Agraria dan Tata Ruang. Kemen PUPR APBN WaktuPelaksanaan 20 20 20 21 26 31 2016 2020 20 20 20 25 30 35 1 2 3 4 5 2 . PU Daerah APBN Pembentukan masyarakat/ kelompok swadaya masyarakat Penguatan lembaga pengelolaan dan pengawasan kawasan kota baru Kemen Agraria dan Tata Ruang.24 .MASUKAN TEKNIS PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN KOTA BARU YANG MENDUKUNG PERWUJUDAN KAWASAN PERMUKIMAN YANG LAYAK HUNI DAN BERKELANJUTAN N o 1 0 C .