You are on page 1of 27

KERAJAAN KEDIRI

Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada
abad ke-12. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Pusat
kerajaanya terletak di tepi Sungai Brantas yang pada masa itu telah menjadi
jalur pelayaran yang ramai.

Arca Wisnu, berasal dariKediri, abad ke-12 dan ke-13.

Berdirinya Kerajaan Kediri
Pada tahun 1041 atau 963 M Raja Airlangga memerintahkan membagi
kerajaan menjadi dua bagian. Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh
seorang Brahmana yang terkenal akan kesaktiannya yaitu Mpu Bharada. Kedua
kerajaan tersebut dikenal dengan Kahuripan menjadi Jenggala (Kahuripan) dan
Panjalu (Kediri) yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai Brantas dikisahkan
dalam prasasti Mahaksubya (1289 M), kitab Negarakertagama (1365 M), dan
kitab Calon Arang (1540 M). Tujuan pembagian kerajaan menjadi dua agar
tidak terjadi pertikaian.
Kerajaan Jenggala meliputi daerah Malang dan delta sungai Brantas
dengan pelabuhannya Surabaya, Rembang, dan Pasuruhan, ibu kotanya
Kahuripan, sedangkan Panjalu kemudian dikenal dengan nama Kediri meliputi
Kediri, Madiun, dan ibu kotanya Daha. Berdasarkan prasasti-prasasti yang
ditemukan masing-masing kerajaan saling merasa berhak atas seluruh tahta
Airlangga sehingga terjadilah peperangan.
Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membelah wilayah
kerajaannya karena kedua putranya bersaing
memperebutkan takhta.Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan
kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru, yaitu Daha.
Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan

timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan. Panjalu
dapat dikuasai Jenggala dan diabadikanlah nama Raja Mapanji Garasakan
(1042 – 1052 M) dalam prasasti Malenga. Ia tetap memakai lambang Kerajaan
Airlangga, yaitu Garuda Mukha. Pada awalnya perang saudara tersebut,
dimenangkan oleh Jenggala tetapi pada perkembangan selanjutnya
Panjalu/Kediri yang memenangkan peperangan dan menguasai seluruh tahta
Airlangga. Dengan demikian di Jawa Timur berdirilah kerajaan Kediri dimana
bukti-bukti yang menjelaskan kerajaan tersebut, selain ditemukannya prasastiprasasti juga melalui kitab-kitab sastra. Dan yang banyak menjelaskan tentang
kerajaan Kediri adalah hasil karya berupa kitab sastra. Hasil karya sastra
tersebut adalah kitab Kakawin Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu
Panuluh yang menceritakan tentang kemenangan Kediri/Panjalu atas Jenggala.
Perkembangan Kerajaan Kediri
Dalam perkembangannya Kerajaan Kediri yang beribukota Daha tumbuh
menjadi besar, sedangkan Kerajaan Jenggala semakin tenggelam. Diduga
Kerajaan Jenggala ditaklukkan oleh Kediri. Kejayaan Kerajaan Kediri sempat
jatuh ketika Raja Kertajaya (1185-1222) berselisih dengan golongan pendeta.
Keadaan ini dimanfaatkan oleh Akuwu Tumapel Tunggul Ametung.
Namun kemudian kedudukannya direbut oleh Ken Arok. Diatas bekas
Kerajaan Kediri inilah Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari, dan
Kediri berada di bawah kekuasaan Singasari. Ketika Singasari berada di bawah
pemerintahan Kertanegara (1268 – 1292), terjadilah pergolakan di dalam
kerajaan. Jayakatwang, raja Kediri yang selama ini tunduk kepada Singasari
bergabung dengan Bupati Sumenep (Madura) untuk menjatuhkan Kertanegara.
Akhirnya pada tahun 1292 Jayakatwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan
membangun kembali kejayaan Kerajaan Kediri.
Perkembangan politik kerajaan Kediri
Mapanji Garasakan memerintah tidak lama. Ia digantikan Raja Mapanji
Alanjung (1052 – 1059 M). Mapanji Alanjung kemudian diganti lagi oleh Sri
Maharaja Samarotsaha. Pertempuran yang terus menerus antara Jenggala dan
Panjalu menyebabkan selama 60 tahun tidak ada berita yang jelas mengenai
kedua kerajaan tersebut hingga munculnya nama Raja Bameswara (1116 – 1135
M) dari Kediri.Pada masa itu ibu kota Panjalu telah dipindahkan dari Daha ke
Kediri sehingga kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. Raja
Bameswara menggunakan lencana kerajaan berupa tengkorak bertaring di atas
bulan sabit yang biasa disebut Candrakapala. Setelah Bameswara turun takhta,
ia digantikan Jayabaya yang dalam masa pemerintahannya itu berhasil
mengalahkan Jenggala.
Pada tahun 1019 M Airlangga dinobatkan menjadi raja Medang
Kamulan. Airlangga berusaha memulihkan kembali kewibawaan Medang
Kamulan, setelah kewibawaan kerajaan berahasil dipulihkan, Airlangga

Airlangga meninggal pada tahun 1049 M. penuh kemunafikan dan pembunuhan berlangsung terhadap pangeran dan raja – raja antar kedua negara. Lancana kerajaanya adalah tengkorak yang bertaring disebut Candrakapala. yang lebih dikenal sebagai kameshwara I (1115 – 1130). Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan. tahta beralih pada putra Airlangga yang lahir dari selir.memindahkan pusat pemerintahan dari Medang Kamulan ke Kahuripan. Medang Kamulan mencapai kejayaan dan kemakmuran. Ia menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu. Berkat jerih payahnya. Hal ini dapat terlihat hingga abad ke 12. kerajaan kembali dipersatukandi bawah kekuasaan Kediri. Tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan. Pewaris tahta kerajaan Medang Kamulan seharusnya seorang putri yaitu Sri Sanggramawijaya yang lahir dari seorang permaisuri.bayangi Jenggala yang berada dalam posisi yang lebih lemah. Namun karena memilih menjadi pertapa. Kameshwara Raja ke dua kerajaan Kediri yang bergelar Sri Maharajarake Sirikan Shri Kameshwara Sakalabhuwanatushtikarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa. Hal itu menjadikan suasana gelap. Dalam masa pemerintahannya Mpu Darmaja telah mengubah kitab samaradana. dan kerajaan Kediri (Panjalu) dengan ibu kota Dhaha. Airlangga memutuskan untuk mundur dari pemerintahan dan menjadi pertapa dengan sebutan Resi Gentayu. adapun raja – raja yang pernah berkuasa pada masa kerajaan Kediri adalah: Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu Jayawarsa adalah raja pertama kerajaan Kediri dengan prasastinya yang berangka tahun 1104. Kehidupan Politik Masyarakat Kediri  Hubungan antara raja dan pejabat menengah kerajaan dapat bersifat langsung  Kalangan intelektual dari kalangan brahma diundang untuk ikut serta dalam pemerintahan  Organisasi meliter diperkuat. Namun perseteruan ini berakhir dengan kekalahan jenggala. . dimana Kediri tetap menjadi kerajaan yang subur dan makmur namun tetap tidak damai sepenuhnya dikarenakan dibayang. Dalam kitab ini sang raja di puji–puji sebagai titisan dewa Kama. Menjelang akhir hayatnya. Untuk menghindari perang saudara. Tindakan ini dilakukan untuk memenangkan persaingan melawan Ganggak dan menciptakan keamanan  Pengaturan penyaluran air dimedernisasikan untuk meningkatkan ekonomi SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAN KEDIRI Sistem pemerintahan kerajaan Kediri terjadi beberapa kali pergantian kekuasaan.

Kehidupan sosial masyarakat kerajaan Kediri Kehidupan sosial masyarakat Kediri cukup baik karena kesejahteraan rakyat meningkat masyarakat hidup tenang.mada (mabuk). Dengan kehidupan masyarakatnya yang aman dan damai maka seni dapat berkembang antara lain kesusastraan yang paling maju adalah seni sastra. Hal . kama. Pemerintahan Kertajaya Raja terakhir pada masa Kediri. yakni enam macam musuh dalam diri manusia. prabu Sarwaswera memegang teguh prinsip tat wam asi yang artinya Dikaulah itu. moha (kebingungan).dan ibukotanya yang keindahannya dikagumi seluruh dunia bernama Dahana. sang prabu memang senantiasa berbuat adil pada masyarakatnya. Dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dan hal budaya dan kesusastraan tidak tanggung–tanggung. moksa. segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar. Prabu Sarwaswera Sebagai raja yang taat beragama dan budaya. Tujuan hidup manusia menurut prabu Sarwaswera yang terakhir adalah mooksa. Masyarakat yang aman dan tentram sangat dia harapkan. Ramalan–ramalan itu dikumpulkan dalam satu kitab yang berjudul jongko Joyoboyo. Sikap merakyat dan visinya yang jauh kedepan menjadikan prabu Jayabaya layak dikenang. semua makhluk adalah engkau. Keenam itu adalah kroda (marah). Raja Kediri paling terkenal adalah Prabu Jayabaya. dikaulah (semua) itu. Keahlian sebagai pemimpin politik yang ulung Jayabaya termasyur dengan ramalannya. bersih. Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju kearah kesatuan. loba (rakus). Sebagai plemeluk agama yang taat mengendalikan diri dari pemerintahannya dengan prinsip. Permaisurinya bernama Shri Kirana. Jayabaya Raja kediri ketiga yang bergelar Shri Maharaja Shri Kroncarryadipa Handabhuwanapalaka Parakramanindita Digjayotunggadewanama Shri Gandra. matsarya (iri hati). yaitu pemanunggalan jiwatma dengan paramatma. sad kama murka. dan berlantai ubin yang berwarna kuning. Prabu Kroncharyadipa Namanya yang berarti beteng kebenaran. dan hijau serta orang-orang Kediri telah memakai kain sampai di bawah lutut. di bawah pemerintahannya Kediri mencapai kejayaan. Prinsip kesucian prabu Srengga menurut para dalang wayang dilukiskan oleh prapanca. yang berasal dari Janggala. dan rapi. Srengga Kertajaya Srengga Kertajaya tak henti–hentinya bekerja keras demi bangsa negaranya. Kertajaya dikenal dengan catur marganya yang berarti empat jalan yaitu darma. arta. hal ini terlihat dari rumah-rumah rakyatnya yang baik. Kertajaya raja yang mulia serta sangat peduli dengan rakyat. kama (hawa nafsu). Dengan prasatinya pada tahun 1181.

ada 1.ini terlihat dari banyaknya hasil sastra yang dapat Anda ketahui sampai sekarang. Rumah-rumahnya rata-rata sangat bersih dan rapi. Kediri terkenal sebagai penghasil beras. Di samping itu. Kondisi Ekonomi pada Jaman Kerajaan Kadiri Perekonomian Kediri bersumber atas usaha perdagangan. Hasil sastra tersebut. Hal ini terlihat dari kemampuan kerajaan memberikan penghasilan . kapas dan ulat sutra. Arca yang ditemukan di desa Gayam. perbendaharaan kerajaan. yaitu masyarakat yang terdapat dalam lingkungan raja dan beberapa kaum kerabatnya serta kelompok pelayannya. Kehidupan sosial kemasyarakatan pada zaman Kerajaan Kediri dapat kita lihat dalam kitab Ling-Wai-Tai-Ta yang disusun oleh Chou Ku-Fei pada tahun 1178 M. Semuanya itu dihasilkan pada masa pemerintahan Kameswara. yaitu golongan masyarakat yang terdiri atas para pejabat atau petugas pemerintahan di wilayah thani (daerah). Golongan-golongan dalam masyarakat Kediri dibedakan menjadi tiga berdasarkan kedudukan dalam pemerintahan kerajaan:  Golongan masyarakat pusat (kerajaan). Pemerintahannya sangat memerhatikan keadaan rakyatnya sehingga pertanian. dan perdagangan mengalami kemajuan yang cukup pesat.  Golongan masyarakat thani (daerah).  Golongan masyarakat non pemerintah. peternakan. Lantainya dibuat dari ubin yang berwarna kuning dan hijau. Kediri memiliki 300 lebih pejabat yang bertugas mengurus dan mencatat semua penghasilan kerajaan. kitab Lubdaka dan Wertasancaya karya Mpu Tan Akung. Dengan demikian dipandang dari aspek ekonomi.000 pegawai rendahan yang bertugas mengurusi benteng dan parit kota. selain seperti yang telah dijelaskan pada uraian materi sebelumnya juga masih banyak kitab sastra yang lain yaitu seperti kitab Hariwangsa dan Gatotkacasraya yang ditulis Mpu Panuluh pada masa Jayabaya. yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kadiri diharapkan dapat membantu memberikan lebih banyak informasi tentang kerajaan tersebut. dan gedung persediaan makanan. kitab Kresnayana karya Mpu Triguna dan kitab Sumanasantaka karya Mpu Monaguna. kitab Simaradahana karya Mpu Darmaja. dan pertanian. Kitab tersebut menyatakan bahwa masyarakat Kediri memakai kain sampai bawah lutut dan rambutnya diurai. peternakan. yaitu golongan masyarakat yang tidak mempunyai kedudukan dan hubungan dengan pemerintah secara resmi atau masyarakat wiraswasta. kerajaan Kediri cukup makmur. Kediri itu tergolong langka karena untuk pertama kalinya ditemukan patung Dewa Syiwa Catur Muka atau bermuka empat. Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007. Beberapa arca kuno peninggalan Kerajaan Kediri.

Prasasti ini di keluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk Desa Ngantang yang setia pada Kadiri selama perang dengan Jenggala. Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Dengan demikian melalui prasasti. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa.tetap kepada para pegawainya dibayar dengan hasil bumi. Di samping kitab sastra maupun prasasti tersebut di atas. Selain itu. Karya Sastra dan Prasasti pada Jaman Kerajaan Kadiri Prasasti pada Jaman Kerajaan Kadiri diantaranya yaitu:  Prasasti Banjaran yang berangka tahun 1052 M menjelaskan kemenangan Panjalu atau Kadiri atas Jenggala  Prasasti Hantang tahun 1135 atau 1052 M menjelaskan Panjalu atau Kadiri pada masa Raja Jayabaya. Keterangan ini diperoleh berdasarkan kitab Chi-Fan-Chi dan kitab Ling-wai-tai-ta. . Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana.Dan dari Prasasti tersebut dapat di ketahui kalau Raja Jayabhaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Janggala dan mempersatukannya kembali dengan Kadiri. Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Ghatotkachasraya.Pada prasasti ini terdapat semboyan Panjalu Jayati yang artinya Kadiri Menang. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa. Kehidupan Ekonomi Masyarakat Kediri Kehidupan ekonomi kerajaan Kediri bersumber pada usaha pertanian. Berita Cina tersebut disusun melalui kitab yang berjudul Ling-mai-tai-ta yang ditulis oleh Cho-ku-Fei tahun 1178 M dan kitab Chu-Fan-Chi yang ditulis oleh Chau-Ju-Kua tahun 1225 M. juga ditemukan berita Cina yang banyak memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat dan pemerintahan Kediri yang tidak ditemukan dari sumber yang lain. sebagai kiasan. kitab sastra maupun kitab yang ditulis orang-orang Cina tersebut perkembangan Kediri.  Prasasti Jepun 1144 M  Prasasti Talan 1136 M Seni sastra juga mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Kadiri. dan perdagangan. sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Janggala. Penduduk kerajaan Kediri menanam kapas dan memelihara ulat sutera. kemenangan. Hasil pertanian utamanya adalah berupa beras. peternakan.

Kerajaan Kediri bangkit kembali di bawah pemerintahan Jayakatwang. manusia paripurna yang telah memperoleh derajat oboring jagad raya. Raja Jayabaya (1135-1157M) Kerajaan Kediri mengalami masa keemasan ketika diperintah oleh Prabu Jayabaya. karena rakyat telah berjasa kepada Raja. Setelah berhasil mengalahkan Kertanegara. Salah seorang pemimpin pasukan Singasari. Pada masa pemerintahannya Raja Jayawarsa memberikan hadiah kepada rakyat desa sebagai tanda penghargaan. Raden Wijaya. Panuluh. Setelah itu tidak ada lagi berita tentang Kerajaan Kediri. Dalam pertempuarn itu Ken Arok dapat mengalahkan Kertajaya. Gathutkacasraya. Pada tahun 1293. Jayakatwang memperbolehkan Raden Wijaya untuk membuka Hutan Tarik sebagai daerah tempat tinggalnya. Triguna dan Manoguna. terjadi pertentangan dengan kaum Brahmana. Kerajaan Kediri mencapai puncak peradaban terbukti dengan lahirnya kitab-kitab hukum dan kenegaraan sebagaimana terhimpun dalam kakawin Baratayuda. Mereka adalah jalma sulaksana. dan Hariwangsa yang hingga kini merupakan warisan ruhani bermutu tinggi. Dari prasasti itu diketahui Raja Jayawarsa sangat besar perhatiannya kepada masyarakat (rakyat) dan berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Mereka menggangap Kertajaya telah melanggar agama dan memaksa meyembahnya sebagai dewa. datang tentara Mongol yang dikirim oleh Kaisar Kubilai Khan untuk membalas dendam terhadap Kertanegara. pada tahun 1222 M. Sukses gemilang Kerajaan Kediri didukung oleh tampilnya cendekiawan terkemuka Empu Sedah. Raja-raja di Kerajaan Kediri : 1. Prasasti seperti yang ditemukan itu lebih banyak memuat masalah-masalah keagamaan sehigga sangat baik diketahui keadaan pemerintahannya. . Karena perilakunya yang baik. pada masa itu menandai berakhirnya kerajaan Kediri. akuwu Tumapel. Dalam perang tersebut pasukan Jayakatwang mudah dikalahkan. 2. 3. Keadaan ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Jayakatwang. berhasil meloloskan diri ke Madura. Di bawah kepemimpinan Prabu Jayabaya. Kemudian kaum Brahmana meminta perlindungan Ken Arok . Ia bekerjasama dengan tentara Mongol dan pasukan Madura di bawah pimpinan Arya Wiraraja untuk menggempur Kediri. Perseteruan memuncak menjadi pertempuran di desa Ganter. Raja Bameswara (1117M) Banyak meninggalkan Prasasti seperti yang ditemukan didaerah Tulung Agung dan Kertosono.Runtuhnya Kediri Runtuhnya kerajaan Kediri dikarenakan pada masa pemerintahan Kertajaya . Raja Sri Jayawarsa Hanya dapat diketahui dari prasasti Sirah Keting (1104 M). Darmaja.

semua makhluk adalah engkau . Prabu Jayabaya memerintah antara 1130 – 1157 M. Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju kearah kesatuan. Sikap merakyat dan visinya yang jauh ke depan menjadikan Prabu Jayabaya layak dikenang sepanjang masa. Pertanian dan perkebunan hasilnya berlimpah ruah. Tujuan hidup manusia menurut prabu Sarwaswera yang terakhir adalah moksa. Raja Sri Aryeswara (berdasarkan prasasti Angin (1171) Sri Aryeswara adalah raja Kadiri yang memerintah sekitar tahun 1171. Kalau rakyat kecil hingga saat ini ingat pada beliau. yaitu tentang penggunaan nama hewan dalam kepangkatan seperti nama gajah. . Hasil bumi itu kemudian diangkut ke kota Jenggala. dikaulah (semua) itu . Lambang kerajaan Kadiri saat itu adalah Ganesha. Kerajaan yang beribukota di Dahono Puro bawah kaki Gunung Kelud ini tanahnya amat subur. dekat Surabaya. Raja Jayabaya juga terkenal sebagai ahli nujum atau ahli ramal. sehingga segala macam tanaman tumbuh menghijau. kebo dan tikus. Tidak diketahui pula kapan ia pemerintahannya berakhir.Strategi kepemimpinan Prabu Jayabaya dalam memakmurkan rakyatnya memang sangat mengagumkan (Gonda. Roda perekonomian berjalan lancar sehingga kerajaan Kediri benar-benar dapat disebut sebagai negara yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja. . 5. Nama-nama tersebut menunjukkan tinggi rendahnya pangkat seseorang dalam istana.Dalam ramalannya. Di tengah kota membelah aliran sungai Brantas. Di samping sebagai raja besar. Airnya bening dan banyak hidup aneka ragam ikan. sehingga makanan berprotein dan bergizi selalu tercukupi. Raja Sri Gandra Masa pemerintahan Raja Gandra (1181 M) dapat diketahui dari Prasasti Jaring. Tidak diketahui dengan pasti kapan Sri Aryeswara naik takhta. prabu Sarwaswera memegang teguh prinsip tat wam asi yang artinya Dikaulah itu. yaitu pemanunggalan jiwatma dengan paramatma. segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar. Raja Jayabaya menyebutkan beberapa hal seperti ratu adil yang akan datang memerintah Indonesia. 1925 : 111). Dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dalam hal hukum dan pemerintahan tidak tanggung-tanggung. Raja Sri Saweswara (berdasarkan prasasti Padelegan II (1159) dan prasasti Kahyunan (1161)) Sebagai raja yang taat beragama dan budaya. Raja Kadiriselanjutnya berdasarkan prasasti Jaring adalah Sri Gandra. 4. dengan naik perahu menelusuri sungai. Nama gelar abhisekanya ialah Sri Maharaja Rake Hino Sri Aryeswara Madhusudanawatara Arijamuka. 23 maret 1171. Ramalan-ramalannya dikumpulkan dalam sebuah kitab JongkoJoyoboyo. Peninggalan sejarahnya berupa prasasti Angin. hal itu menunjukkan bahwa pada masanya berkuasa tindakannya selalu bijaksana dan adil terhadap rakyatnya. 6.

prasasti Wates Kulon (1205). 8. Kaum Brahmana banyak yang lari dan minta bantuan ke Tumapel yang saat itu diperintah oleh Ken Arok. Kedua pasukan itu bertemu di dekat Ganter (1222 M). Bahkan pada masa pernerintahannya juga dikenal cerita-cerita panji seperti cerita Panji Semirang. Selama masa pemerintahannya. Raja Kertajaya juga dikenal dengan sebutan Dandang Gendis. Merupakan raja terakhir dari Kerajaan Kediri. . Prasasti Kamulan (1194). prasasti Palah (1197). Raja Kertajaya kemudian mempersiapkan pasukan untuk menyerang Tumapel. Mengetahui hal ini. kestabilan kerajaan menurun. Dalam pertempuran itu pasukan dari Kediri berhasil dihancurkan. Sementara itu. seni sastra mengalami perkembangan yang sangat pesat. dan Pararaton). Raja Sri Kameswara (berdasarkan prasasti Ceker (1182) dan Kakawin Smaradahana) Pada masa pemerintahan Raja Kameswara (1182-1185 M). Di antaranya Empu Dharmaja mengarang Smaradhana. Kedudukan kaum Brahmana di Kerajaan Kediri semakin tidak aman. Hal ini disebabkan Raja Kertajaya mempunyai maksud mengurangi hak-hak kaum Brahmana. Raja Sri Kertajaya (1190-1222 M) ( berdasarkan prasasti Galunggung (1194). Keadaan ini ditentang oleh kaum Brahmana. Ken Arok dengan dukungan kaum Brahmana melakukan serangan ke Kerajaan Kediri. Kekuasaan Kerajaan Kediri berakhir dan menjadi daerah bawahan Kerajaan Tumapel. Raja Kertajaya berhasil meloloskan diri (namun nasibnya tidak diketahui secara pasti). Nagarakretagama.7.

Seperti yang tertulis pula pada Prasasti Kudadu.1292). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luarJawa. Kitab Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi dari kitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui. Ken Arok berkedudukan sebagai Akuwu (Bupati) di Tumapel menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya. Lokasi Kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari. Perang melawan Kerajaan Kediri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel di bawah pimpinan Ken Arok.Menurut Kitab Pararaton. maka tahun 1222 M /1144 C Ken Arok menyerang Kediri.KERAJAAN SINGOSARI / SINGHASARI Kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. karena tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung. Kejayaan Kerajaan Singasari Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari (1268 . Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi Raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Ken Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kerajaan Kediri. Kabupaten Malang. Ken Arok juga yang mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. sehingga Kertajaya mengalami kekalahan pada pertempuran di desa Ganter. Selanjutnya ia berkeinginan melepaskan Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kadiri yang diperintah oleh Kertajaya. Sebelum menjadi raja. Menurut Kitab Nagarakretagama. ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja.Pada tahun 1275 ia mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk . juga melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahanKerajaan Kadiri/Kediri. Keinginannya terpenuhi setelah kaum Brahmana Kadiri meminta perlindungannya. Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya (Raja Kediri) melawan kaum brahmana. Dengan alasan tersebut. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri yang bernama Ken Arok. Dan merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Majapahit (1293 M – awal abad ke 6 M). Keberadaan Kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang. Ken Arok yang mengangkat dirinya sebagai raja Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. ketika pertama kali didirikan tahun 1222. yang kemudian menjadi akuwu baru. Nama resmi Kerajaan Singosari sendiri sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Yang menjabat sebagai akuwu (setara jabatan Camat jaman sekarang) Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung.

C. Melayu. Namun dalam perkembangannya. karyasastra. Kerajaan ini akhirnya dianggap telah ditundukkan. Gurun. Pada tahun 1227 M. Nagarakretagama menyebutkan daerah-daerah bawahan Singhasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain.Namun permintaan itu ditolak tegas olehKertanagara. Hal ini dapat dilihat dari raja yang memerintah : 1. Kidung Harsawijaya Kidung ini menyebutkan raja Jayakatwang sebagai samantharaja (raja bawahan) yang patuh kepada Kertanegara. B. Pada tahun 1284. sebagai tanda persahabatan kedua negara. dan Bakulapura. Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukkan Bali. dengan dikirimkannya bukti arca Amoghapasa yang dari Kertanagara. Saat itu penguasa Sumatra adalah Kerajaan Dharmasraya(kelanjutan dari Kerajaan Malayu). catatan. Ken Arok dibunuh oleh seorang suruhan Anusapati (anak tiri Ken Arok). Perkembangan kerajaan Singasari banyak diwarnai dengan pembunuhan. Kitab Negarakertagama Kitab ini merupakan karya Mpu Prapanca (1365) yang berisi perkembangan kehidupan kerajaan Majapahit dan memuat pula raja yang berkuasa di Singasari. Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari menandai munculnya suatu dinasti baru.Pahang.menjadikan Sumatra sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi ekspansi bangsa Mongol. 2. Pada tahun 1289 Kaisar Kubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari meminta agar Jawa mengakui kedaulatan Mongol. Bali. Sumber tersebut meliputi : A. Ken Arok (1222–1227 M) Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken Arok yang sekaligus juga menjadi Raja Singasari yang pertama dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Jayakatwang pada akhirnya menyerang kedudukan Kertanegara. maupun bangunan candi. Kitab Pararaton Kitab ini berisi cerita mitos daririwayat Ken Arok yang penuh keajaiban hingga riwayat raja-raja Singasari. yakni Dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau Girindra (Girindrawangsa). Sumber sejarah : Adapun sumber sejarah dalam mempelajari kerajaan Singasari dapat diperoleh dari berbagai prasasti. Ken Arok hanya memerintah selama lima tahun (1222–1227 M). Anusapati (1227–1248 M) . Ken Arok dimakamkan di Kegenengan dalam bangunan Siwa–Buddha.

Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan para pengikutnya. Untuk dapat mewujudkan gagasan penyatuan Nusantara. 5. Anusapati tidak banyak melakukan pembaharuan-pembaharuan karena larut dengan kesenangannya menyabung ayam. Pada tahun 1254 M Wisnuwardana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuwaraja (raja muda) dengan maksud mempersiapkannya menjadi raja besar di Kerajaan Singasari. Ppemerintahan Ranggawuni membawa ketenteraman dan kesejahteran rakyat Singasari. Dengan demikian. Tohjoyo (1248 M) Dengan meninggalnya Anusapati maka tahta Kerajaan Singasari dipegang oleh Tohjoyo. yaitu mahamentri i hino. dan mahamenteri i sirikan. secara tiba-tiba Tohjoyo menyabut keris buatan Empu Gandring yang dibawanya dan langsung menusuk Anusapati. ia mengganti pejabat-pejabat yang kolot dengan yang baru. 4. Ranggawuni berhasil menggulingkan Tohjoyo dan kemudian menduduki singgasana. mahamentri i halu. Dalam jangka waktu pemerintahaannya yang lama.Dengan meninggalnya Ken Arok maka takhta Kerajaan Singasari jatuh ke tangan Anusapati. Kertanegara mengirimkan utusan ke Melayu yang dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu 1275 yang berhasil . Namun. meninggallah Anusapati yang didharmakan di Candi Kidal. Pada saat Anusapati asyik menyaksikan aduan ayamnya. seperti Patih Raganata digantikan oleh Patih Aragani. Pada tahun 1268 Wisnuwardanameninggal dunia dan didharmakan di Jajaghu atau Candi Jago sebagai Buddha Amogapasa dan di Candi Waleri sebagai Siwa. Ia naik takhta pada tahun 1268 dengan gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. Peristiwa kematian Ken Arok akhirnya terbongkar dan sampai juga ke Tohjoyo (putra Ken Arok dengan Ken Umang). Dalam pemerintahannya. Banyak Wide dijadikan Bupati di Sumenep (Madura) dengan gelar Aria Wiaraja. ia dibantu oleh tiga orang mahamentri. Kertanegara (1268-1292 M) Kertanegara adalah Raja Singasari terakhir dan terbesar karena mempunyai cita-cita untuk menyatukan seluruh Nusantara. 3. Setelah Jawa dapat diselesaikan. Tohjoyo memerintah Kerajaan Singasari tidak lama sebab anak Anusapati yang bernama Ranggawuni berusaha membalas kematian ayahnya. Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati gemar menyabung ayam sehingga diundangnya Anusapati ke Gedong Jiwa (tempat kediamanan Tohjoyo) untuk mengadakan pesta sabung ayam. kemudian perhatian ditujukan ke daerah lain. Ranggawuni (1248–1268 M) Ranggawuni naik takhta Kerajaan Singasari pada tahun 1248 M dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana oleh Mahesa Cempaka (anak dari Mahesa Wongateleng) yang diberi kedudukan sebagai ratu angabhaya dengan gelar Narasinghamurti.

dan Gurun (Maluku).  Menguasai Bali. ia meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya. kehidupan sosial masyarakat kurang mendapat perhatian karena ia larut dalam kegemarannya menyabung ayam. Berdasarkan segi budaya. Hal ini ditandai dengan pengirimkan Arca Amoghapasa ke Dharmasraya atas perintah Raja Kertanegara. Mengetahui sebagian besar pasukan Singasari dikirim untuk menghadapi serangan Mongol maka Jayakatwang (Kediri) menggunakan kesempatan untuk menyerangnya. ditemukan candi-candi dan patung-patung diantaranya candi Kidal. Kubilai Khan menuntut raja-raja di daerah selatan termasuk Indonesia mengakuinya sebagai yang dipertuan. Ketika Ken Arok menjadi Akuwu di Tumapel. dan patung Amoghapasa juga merupakan perwujudan Kertanegara . Politik Luar Negeri :  Melaksanakan Ekspedisi Pamalayu untuk menguasai Kerajaan melayu serta melemahkan posisi Kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka.menguasai Kerajaan Melayu. kehidupan masyarakat Singasari mengalami masa naik turun. Banyak daerah-daerah yang bergabung dengan Tumapel. Serangan dilancarakan dari dua arah. Sunda. dan candi Singasari. yakni dari arah utara merupakan pasukan pancingan dan dari arah selatan merupakan pasukan inti. Singasari juga menaklukan Pahang. candi Jago.  Berbuat baik terhadap lawan-lawan politiknya seperti mengangkat putra Jayakatwang (Raja Kediri) yang bernama Ardharaja menjadi menantunya. Bakulapura (Kalimantan Barat). KEHIDUPAN KERAJAAN Dari segi sosial. Upaya yang ditempuh Raja Kertanegara dapat dilihat dari pelaksanaan politik dalam negeri dan luar negeri. Kertanegara menolak dengan melukai muka utusannya yang bernama Mengki. Tindakan Kertanegara ini membuat Kubilai Khan marah besar dan bermaksud menghukumnya dengan mengirimkan pasukannya ke Jawa. dia berusaha meningkatkan kehidupan masyarakatnya. Bali. Sedangkan patungpatung yang ditemukan adalah patung Ken Dedes sebagai Dewa Prajnaparamita lambing kesempurnaan ilmu. Dan pada masa Kertanegara. Selain menguasai Melayu. patung Kertanegara dalam wujud patung Joko Dolog. dll. Pada masa Wisnuwardhana kehidupan sosial masyarakatnya mulai diatur rapi.  Menguasai Jawa Barat. Namun pada pemerintahan Anusapati.  Menguasai Malaka dan Kalimantan.dengan tujuan untuk menahan perluasaan kekuasaan Kubilai Khan dari Dinasti Mongol. Politik Dalam Negeri :  Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani. Kertanegara juga menjalin hubungan persahabatan dengan raja Champa.  Memperkuat angkatan perang.

Rencana Tohjaya telah diketahui oleh Ranggawuni dan Mahesa Cempaka. Dalam jangka waktu pemerintahan yang cukup lama itu (1227-1248 M). Tetapi Tohjaya mengirim pasukannya untuk menangkap Ranggawuni dan Mahesa Cempaka. Pendirian dinasti ini bertujuan menghilangkan jejak tentang siapa sebenarnya Ken Arok dan mengapa ia berhasil mendirikan kerajaan. Ken Arok sebagai raja pertama Kerajaan Singasari bergelar Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi dan dinastinya bernama Dinasti Girindrawangsa (Dinasti Keturunan Siwa). Tohjaya mengirim pasukan di bawah pimpinan Lembu Ampal. karena Anusapati larut dengan kegemarannya sendiri. tahta Kerajaan Singasari langsung dipegang oleh Anusapati. saat ia dibunuh oleh kaki tangan Anusapati. Tohjaya memerintah Kerajaan Singasari hanya beberapa bulan saja (1248 M). Raja Ken Arok Setelah kemenangannya dalam pertempuran melawan Kerajaan Kediri. tahta kerajaan dipegang oleh Tohjaya. yang merupakan anak tirinya (anak Ken Dedes dengan suami pertamanya Tunggul Ametung). secara tiba-tiba Tohjaya mencabut keris Empu Gandring yang dibawa Anusapati dan langsung menusukkan ke punggung Anusapati hingga ia meninggal. karena putra Anusapati yang bernama Ranggawuni mengetahui perihal kematian Anusapati. Peristiwa kematian Ken Arok akhirnya terbongkar dan sampai kepada putra Ken Arok dengan Ken Umang yang bernama Tohjaya. yaitu menyabung ayam. agar keturunan-keturunan Ken Arok (bila suatu saat menjadi raja besar) tidak ternoda oleh perilaku dan tindakan kejahatan yang pemah dilakukan oleh Ken Arok.(kedua patung kertanegara baik patung Joko Dolog maupun Amoghapasa menyatakan bahwa Kertanegara menganut agama Buddha beraliran Tantrayana). Namun. Ranggawuni yang dibantu oleh Mahesa Cempaka menuntut hak atas tahta kerajaan kepada Tohjaya. Tohjaya mengetahui bahwa Anusapati suka menyabung ayam. Untuk menyelidiki persembunyian Ranggawuni dan Mahesa Cempaka. Raja Anusapati Dengan meninggalnya Ken Arok. Masa pemerintahan Ken Arok diakhiri secara tragis. karena itu Anusapati diundang untuk menyabung ayam di Gedong Jiwa (tempat kediaman Tohjaya). Di samping itu. Raja Ken Arok memerintah pada tahun 12221227 M. Raja Tohjaya Dengan meninggalnya Anusapati. Anusapati tidak melakukan pembaruanpembaruan. Kehidupan Politik Kerajaan Singosari yang pemah mengalami kejayaan dalam perkembangan sejarah Hindu di Indonesia pernah diperintah oleh raja-raja sebagai berikut. Lembu Ampal akhirnya menyadari bahwa yang berhak atas tahta kerajaan ternyata . sehingga keduanya melarikan diri sebelum pasukan Tohjaya menangkap mereka. Saat Anusapati sedang asyik melihat aduan ayamnya. Ken Arok memutuskan untuk membuat dinasti Bhattara serta membangun kerajaan baru dengan nama Kerajaan Singasari.

tahta KerajaaSingasari beralih kepada Kertanegara. Tujuannya menciptakan kerukunan dan politik yang stabil.Ranggawuni. Kebijakan dalam negeri  Pergantian pejabat kerajaan. tetapi dari sisi yang lain muncul beberapa ancaman yang justru berakibat hancurnya Singasari. Raja Kertanegara Raja Kertanegara (1268-1292 M) merupakan raja terkemuka dan raja terakhir dari Kerajaan Singasari. Dalam rangka mewujudkan Stabilitas politik Kerajaan Singasari. Setelah keadaaan Jawa Timur dianggap baik. di satu sisi Kertanegara berhasil mencapai cita-citanya memperluas dan memperkuat Singasari. Raja Wisnuwardhana Ranggawuni naik tahta atas Kerajaan Singasari dengan gelar Sri JayaWisnuwardhana dibantu oleh Mahesa Cempaka dengan gelar Narasinghamurti. Upaya yang ditempuh Raja Kertanegara dapat dilihat dari pelaksanaan politik dalam dan luar negeri. b.  Memelihara keamanan dan melakukan politik perkawinan. Selanjutnya Ranggawuni menduduki tahta Kerajaan Singasari. Wisnuwardhana mengangkat putranya sebagai Yuvaraja (raja muda) dengan maksud untuk mempersiapkan putranya yang bernama Kertanegara menjadi seorang raja besar di Kerajaan Singasari. Kebijakan Luar Negeri  Menggalang persatuan ‘Nusantara’ dengan mengutus ekspedisi tentara Pamalayu ke Kerajaan Melayu (Jambi). Raja Kertanegara menempuh jalan sebagai berikut. Raja Kertanegara melangkah ke luar Jawa Timur untuk mewujudkan cita-cita persatuan seluruh Nusantara di bawah panji Kerajaan Singasari. Narasinghamurti sebagai Ratu Angabhaya. Stabilitas kerajaan yang diwujudkan pada masa pemerintahan Raja Wisnuwardhana disempurnakan lagi dengan tindakan-tindakan yang tegas dan berani.  Menggalang kerjasama dengan kerajaan lain. a. Pahang. Dari tindakan-tindakan politik Kertanegara tersebut. Pemerintahan kedua penguasa tersebut membawa keamanan dan kesejahteraan. Kerajaan Singasari mencapai masa kejayaannya. Mengutus pasukan ke Sunda. Ancaman yang muncul dari luar yaitu dari tentara Kubilai-Khan dari Cina Mongol karena Kertanegara tidak mau mengakui kekuasaannya bahkan menghina utusan Kubilai-khan yaitu Meng-chi. Di bawah pemerintahannya. Bali. Setelah Wisnuwardhana meninggal dunia (dialah satu-satunya raja yang meninggal tidak terbunuh di Kerajaan Singasari). maka ia berbalik memihak Ranggawuni dan Mahesa Cempaka. Ranggawuni yang dibantu Mahesa Cempaka dan Lembu Ampal berhasil merebut tahta kerajaan dari tangan Tohjaya. Pada tahun 1254 M. bertujuan menggalang pemerintahan yang kompak. Wisnuwardhana sebagai raja. Contohnya menjalin persekutuan dengan kerajaan Campa. Dari dalam adanya serangan . Mereka memerintah bersama Kerajaan Singasari (1248-1268 M).

Kabupaten Malang dan terletak pada lembah di antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna. yang mangkat(meninggal) pada tahun 1292 akibat istana diserang tentara Gelang-gelang yang dipimpin oleh Jayakatwang. maka jatuhlah Singasari di bawah kekuasaan Jayakatwang dari Kediri. walaupun tidak ditemukan sumber secara jelas. dan candi Singosari. Peniggalan – peninggalan Kerajaan Singasari 1. Jago. karena bagian atasnya hanya tersisa sebagian dan menurut cerita setempat karena tersambar petir. Ada kemungkinan perekonomian ditekankan pada pertanian dan perdagangan karena Singosari merupakan daerah yang subur dan dapat memanfaatkan sungai Brantas dan Bengawan Solo sebagai sarana lalu lintas perdagangan dan pelayaran. Kertanegara terbunuh. Di Sagala sebagai Jina (Wairocana) bersama permaisurinya Bajradewi. tentang candi Singosari tempat Kertanegari di muliakan. Kuat dugaan. Candi Sumberawan .dari Jayakatwang (Kadiri) tahun 1292 yang bekerja sama dengan Arya Wiraraja Bupati Sumenep yang tidak diduga sebelumnya. Setelah Kertanegara meninggal maka didharmakan/diberi penghargaan di candi Jawi sebagai Syiwa Budha. candi ini tidak pernah selesai dibangun. Relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di candi ini. Candi Singosari Candi ini berlokasi di Kecamatan Singosari. Kedua perwujudan patung tersebut dapat di ketahui bahwa raja Kertanegara beragama Budha beraliran Tantrayana (Tantriisme). di candi Singasari sebagai Bhairawa. Sengan keseluruhan bangunan candi ini tersusun atas bahan batu andesit. Kehidupan Budaya Gambaran perkembangan kebudayaan sejak berdirinya kerajaan Singosari terlihat dari di temukannya peninggalan berupa candi – candi dan patung yang di bangun dari zaman kekuasaan Singosari. Candi ini cukup unik. patung Kertanegara dalam bentuk Joko Dolok yang di temuksn dekat Surabaya dan patung Amoghapasa juga perwujudan dari raja Kertanegara yang dikirim ke Dharmacraya ibu kota kerajaan Melayu. Kehidupan Ekonomi Dalam kehidupan ekonomi. 2. 3. Sedangkan patung yang di temukan adalah patung Ken Dedes sebagai dewi Prajnaparamita lambing kesempurnaan ilmu. candi ini merupakan tempat “pendharmaan” bagi raja Singasari terakhir. Diantaranya seperti candi Kidal. Untuk memperjelas pemahaman Anda. Candi Jago Arsitektur Candi Jago disusun seperti teras punden berundak. Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama serta Prasasti Gajah Mada yang bertanggal 1351 M di halaman komplek candi. Sang Kertanegara.

Candi Jawi Candi ini terletak di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan – Kecamatan Prigen dan Pringebukan.4. pada awalnya ditempatkan di Candi Jago dan sekarang tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Prasasti ini berupa lempengan-lempengan tembaga yang diterbitkan Kertanagara pada tahun 1255 sebagai raja muda di Kadiri. 5. Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singhasari. 7. Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara. dan bertarikh 1211 Saka atau 21 November 1289. Keadaan inilah yang memberi nama Candi Rawan. termasuk pemaparan letak benda-benda angkasa. yang bertarikh tahun 1351 M. Prasasti Singosari Prasasti Singosari. 8. ditemukan di Singosari. Arca tersebut . Menurut penjaga situs sejarah ini. 9. arca Dwarapala merupakan pertanda masuk ke wilayah kotaraja. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singasari dan digunakan oleh umat Buddha pada masa itu. bertarikh 1343. Kertanegara. namun hingga saat ini tidak ditemukan secara pasti dimanan letak kotaraja Singhasari. Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha. Jawa Timur dan sekarang disimpan di Museum Gajah dan ditulis dengan Aksara Jawa.Prasasti ini ditulis untuk mengenang pembangunan sebuah caitya atau candi pemakaman yang dilaksanakan oleh Mahapatih Gajah Mada. Paruh pertama prasasti ini merupakan pentarikhan tanggal yang sangat terperinci. Pemandangan di sekitar candi ini sangat indah karena terletak di dekat sebuah telaga yang sangat bening airnya. Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. namun sebenarnya merupakan tempat pedharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari. Arca Dwarapala Arca ini berbentuk Monster dengan ukuran yang sangat besar. Kabupaten Malang. atas perintah ayahnya Wisnuwardhana raja Singhasari. Prasasti ditulis dalam bahasa Sansekerta. Prasasti Manjusri Prasasti Manjusri merupakan manuskrip yang dipahatkan pada bagian belakang Arca Manjusri. Prasasti Mula Malurung Prasasti Mula Malurung adalah piagam pengesahan penganugrahan desa Mula dan desa Malurung untuk tokoh bernama Pranaraja. Paruh kedua mengemukakan maksud prasasti ini. yaitu sebagai pariwara pembangunan sebuah caitya. Dengan jarak sekitar 6 km dari Candi Singosari. 6. Prasasti Wurare Prasasti Wurare adalah sebuah prasasti yang isinya memperingati penobatan arca Mahaksobhya di sebuah tempat bernama Wurare (sehingga prasastinya disebut Prasasti Wurare).

Riwayat Kerajaan Tumapel-Singasari pun berakhir. Setelah runtuhnya Singasari. Raja kedua dari Singhasari. Akhirnya Kerajaan Singasari mengalami keropos di bagian dalam. sekaligus ipar. perjalanan kerajaan Singasari bisa dikatakan berlangsung singkat. yang merupakan sepupu. juga diyakini sebagai bagian dari kutukan Mpu Gandring. Dalam serangan itu Kertanegara mati terbunuh. 10.sebagai penghormatan dan perlambang bagi Raja Kertanegara dari kerajaan Singhasari. Hal ini terkait dengan adanya sengketa yang terjadi dilingkup istana kerajaan yang kental dengan nuansa perebutan kekuasaan. Sedangkan tulisan prasastinya ditulis melingkar pada bagian bawahnya. yang dianggap oleh keturunannya telah mencapai derajat Jina (Buddha Agung). Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang bupati Gelang-Gelang. Candi ini dibangun sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Anusapati. Kematian Anusapati dibunuh oleh Panji Tohjaya sebagai bagian dari perebutan kekuasaan Singhasari. Jayakatwang menjadi raja dan membangun ibu kota baru di Kediri. sekaligus besan dari Kertanegara sendiri. . yang memerintah selama 20 tahun (1227 – 1248). Candi Kidal Candi Kidal adalah salah satu candi warisan dari kerajaan Singasari. Pada saat itu Kerajaan Singasari sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa. RUNTUHNYA KERAJAAN SINGASARI Sebagai sebuah kerajaan.

yaitu Sungai Brantas dan Bengawan Solo. Semi. Aryawiraraja yang sangat besar jasanya diberi kekuasaan atas sebelah Timur meliputi daerah Lumajang. Maka ketika Raden Wijaya kembali ke Istana. Berkat bantuannya ia berhasil menduduki tahta. Pemberontakan Nambi. Raden Wijaya dibantu oleh mereka yang turut berjasa dalam merintis berdirinya Kerajaan Majapahit. ternyata serangan yang lebih besar justru dilancarkan dari selatan. Raden Wijaya bertugas menghadang bagian utara. pemberontakan Juru Demung 1235 saka. Ike-Mise. hampir meruntuhkan Kerajaan Majapahit. Kesempatan itu pula dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk berbalik melawan tentara Mongol. Setelah Jayakatwang terbunuh. Raja-raja Majapahit  Kertajasa Jawardhana (1293 – 1309) Merupakan pendiri kerajaan Majapahit. Pada Masa pemerintahannnya ditandai dengan pemberontakanpemberontakan. Raden Wijaya memerintah dengan sangat baik dan bijaksana. Lasem. pada masa pemerintahannya. sehingga tentara Mongol terusir dari Jawa dan pulang ke negrinya. dengan menghadiahkan daerah tarik kepada Raden Wijaya sebagai daerah kekuasaannya. tentara Mongol berpesta pora merayakan kemenanganya. dan Kau Hsing dengan tujuan menghukum Kertanegara. Misalnya pemberontakan Ranggalawe 1231 saka. serta anak sungainya yang dapat dilayari sampai ke hulu. Sejarah Terbentuknya Kerajaan Majapahit Pada saat terjadi serangan Jayakatwang. pemberontakan Lembu Sora 1233 saka. Kuti dengan peristiwa Bandaderga. Maka tahun 1293 Raden Wijaya naik tahta dan bergelar Sri Kertajasa Jayawardhana. Setelah merasa aman ia pergi ke Madura meminta perlindungan dari Aryawiraraja. pemberontakan Gajah Biru 1236 saka. maka Raden Wijaya memanfaatkan situasi itu untuk bekerja sama menyerang Jayakatwang. Ketika tentara Mongol datang ke Jawa dengan dipimpin Shih-Pi. ia melihat Istana Kerajaan Singasari hampir habis dilalap api dan mendengar Kertanegara telah terbunuh bersama pembesar-pembesar lainnya. Pemberontakan Kuti adalah pemberontakan yang berbahaya. Blambangan.  Raja Jayanegara (1309-1328) Kala Gemet naik tahta menggantikan ayahnya dengan gelar Sri Jayanegara.KERAJAAN MAJAPAHIT Letak Geografis Kerajaan Majapahit Secara geografis letak kerajaan Majapahit sangat strategis karena adanya di daerah lembah sungai yang luas. Akhirnya ia melarikan diri bersama sisa-sisa tentaranya yang masih setia dan dibantu penduduk desa Kugagu. Susunan pemerintahannya tidak berbeda dengan susunan pemerintahan Kerajaan Singasari. .

Untuk memilih penggantinya bukan suatu pekerjaan yang mudah. ring Seram. oleh karena itu yang seharusnya menjadi raja adalah Gayatri. ring Sunda. Gajah Mada melakukan tipu muslihat. lamun kalah ring Gurun. Pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh Gajah Mada yang pada saat itu menjabat Patih Daha. Dari Kitab Negerakertagama dapat diketahui bahwa daerah kekuasaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. ring Tumasik. Kerajaan Majapahit kehilangan seorang mahapatih yang tak ada duanya. Gajah Mada kemudian berusaha menunjukkan kesetiaannya. Banyak korban dikedua belah pihak. ring Palembang. samana sun amukti palapa”. adapun isi dari amukti palapa adalah sebagai berikut :”Lamun luwas kalah nusantara isum amakti palapa. ia bercita-cita menyatukan wilayah Nusantara yang dibantu oleh Mpu Nala dan Adityawarman. Satu-satunya daerah yang tidak tunduk kepada kekuasaaan Majapahit adalah kerajaan Sunda yang saat itu dibawah kekuasaan Sri baduga Maharaja. Tribuwana Tunggadewi (1328 – 1350) Raja Jayanegara meninggal tanpa meninggalkan seorang putrapun. Setelah putri Sunda (Diah Pitaloka) serta ayahnya Sri Baduga Maharaja bersama para pembesar Sunda berada di Bubat. Pada tahun 1331 timbul pemberontakan yang dilakukan oleh daerah Sadeng dan Keta (Besuki). Gajah Mada tidak mau perkawinan Hayam Wuruk dengan putri Sunda dilangsungkan begitu saja. hampir sama luasnya dengan wilayah Indonesia yang sekarang. Hayam Wuruk Hayam Wuruk naik tahta pada usia yang sangat muda yaitu 16 tahun dan bergelar Rajasanegara. Ia menghendaki agar putri Sunda dipersembahkan kepada Majapahit (sebagai upeti). bahkan pengaruh kerajaan Majapahit sampai ke negara-negara tettangga. Atas jasanya ini Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih Kerajaan Majapahit menggantikan Pu Naga. Raja Jayanegara dibunuh oleh tabibnya sendiri yang bernama Tanca. Dewan Saptaprabu yang sudah beberapa kali mengadakan sidang untuk memilih pengganti Gajah Mada . Kemudian Gajah Mada melakukan penaklukan-penaklukan. Pada tahun 1339. Maka terjadilah perselisihan paham dan akhirnya terjadinya perang Bubat. Sri Baduga gugur. Hayam Wuruk bermaksud mengambil putri Sunda untuk dijadikan permaisurinya. yang dibantu oleh suaminya yang bernama Kartawardhana. Tahun 1364 Gajah Mada meninggal. Di masa pemerintahan Hayam Wuruk yang didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada. tetapi karena ia telah menjadi seorang Bhiksu maka digantikan oleh putrinya Bhre Kahuripan dengan gelar Tribuwana Tunggadewi. Sumpahnya itu dikenal dengan Sumpah Palapa. Tanca akhirnya dibunuh pula oleh Gajah Mada. putri Sunda bunuh diri. Gajah Mada bersumpah tidak makan Palapa sebelum wilayah Nusantara bersatu.  Namun semua itu dapat diatasi. Majapahit mencapai keemasannya.

Majapahit telah beberapa kali mengirim utusan persahabatan ke Cina. pemerintahan raja-raja berikutnya berturut-turut adalah Suhita. Hal ini dibuktikan oleh Raden Wiajaya. karena Bhre Wirabhumi (Putri Hayam Wuruk) dari selir maka ia tidak berhak menduduki tahta kerajaan walaupun demikian ia masih diberi kekuasaan untuk memerintah di Bagian Timur Majapahit . Ayodya (Siam). kedua kidung ini menceritakan Raden Wijaya ketika menghadapi musuh dari kediri dan tahun-tahun awal perkembangan Majapahit  Kitab Pararaton. Hayam Wuruk. Raja Hayam Wuruk meninggal pada tahun 1389. Hal itu terbukti sekitar tahun 1370 – 1381. Wikramawardhana meninggal tahun 1429. Sumber Sejarah berdirinya Kerajaan MajaPahit Sumber sejarah mengenai berdiri dan berkembangnya kerajaan Majapahit berasal dari berbagai sumber yakni :  Prasasti Butok (1244 tahun). yang tidak luput ditandai perebutan kekuasaan. Wikramawardhana Putri mahkota Kusumawardhani yang naik tahta menggantikan ayahnya bersuamikan Wikramawardhana. Prasasti ini memuat peristiwa keruntuhan kerajaan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya untuk mendirikan kerajaan  Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji Wijayakrama. dan Maha Patih Gajahmada dalam usahanya mewujudkan kerajaan besar. Dalam prakteknya Wikramawardhanalah yang menjalankan roda pemerintahan. Mpu Nala sebagai menteri Amancanegara dan patih dami sebagai Yuamentri. yaitu daerah Blambangan.Raja kerajaan Majapahit sebagai negarawan ulung juga sebagai politikus-politikus yang handal. Champa dan Kamboja. seperti Kerajaan Cina. akhirnya memutuskan bahwa Patih Hamungkubhumi Gajah Mada tidak akan diganti “untuk mengisi kekosongan dalam pelaksanaan pemerintahan diangkat Mpu Tandi sebagais Wridhamantri. Sedangkan Bhre Wirabhumi anak Hayam Wuruk dari selir. menceritakan tentang perjalanan Rajam Hayam Wuruk ke Jawa Timur. tangguh dan berwibawa. Perebutan kekuasaan antara Wikramawardhana dengan Bhre Wirabhumi disebut perang Paregreg. Prasasti ini dikeluarkan oleh Raden Wijaya setelah ia berhasil naik tahta kerajaan. Struktur pemerintahan di pusat pemerintahan Majapahit : . Kehidupan Politik Majapahit selalu menjalankan politik bertetangga yang baik dengan kerajaan asing. Rajasa Wardhana. Purwawisesa dan Brawijaya V. Hal itu diketahui dari berita kronik Cina dari Dinasti Ming. Kertawijaya. menceritakan tentang pemerintahan raja-raja Singasari dan Majapahit  Kitab Negarakertagama.

kerajaan Majapahit memegang dua peranan yang sangat penting.1. besi. masing-masing dharmadyaka dibantu oleh sejumlah pejabat keagamaan yang disebut Upapat. pala. Kehidupan Sosial Ekonomi dan Kebudayaan Kerajaan Majapahit Hubungan persahabatan yang dijalin dengan negara tentangga itu sangat mendukung dalam bidang perekonomian (pelayaran dan perdagangan). kapas dan kayu cendana. Sebagai Kerajaan Perantara – Kerajaan Majapahit membawa hasil bumi dari daerah yang satu ke daerah yang lainnya. intan. ikan. gading. Dengan daerah subur itu maka kerajaan Majapahit merupakan produsen barang dagangan. Wilayah kerajaan Majapahit terdiri atas pulau dan daerah kepulauan yang menghasilkan berbagai sumber barang dagangan. Candi Tegalwangi dan candi Tikus (Trowulan). 2. cengkeh. bukti-bukti perkembangan kebudayaan di kerajaan Majapahit dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan berikut ini :  Candi : Antara lain candi Penataran (Blitar). Selain pejabat-pejabat yang telah disebutkan dibawah raja ada sejumlah raja daerah (paduka bharata) yang masing-masing memerintah suatu daerah. Barang dagangan yang dipasarkan antara lain beras. Dari susunan pemerintahannya kita dapat melihat bahwa sistem pemerintahan dan kehidupan politik kerjaan Majapahit sudah sangat teratur. 3. Disamping raja-raja daerah adapula pejabat-pejabat sipil maupun militer. Dalam dunia perdagangan. Dharmadyaka yang diduduki oleh 2 orang. Raja Yuaraja atau Kumaraja (Raja Muda) Rakryan Mahamantri Katrini  Mahamantri i-hino  Mahamantri i –hulu  Mahamantri i-sirikan 4. Rakryan Mahamantri ri Pakirakiran  Rakryan Mahapatih (Panglima/Hamangkubhumi)  Rakryan Tumenggung (panglima Kerajaan)  Rakryan Demung (Pengatur Rumah Tangga Kerajaan)  Rakryan Kemuruhan (Penghubung dan tugas-tugas protokoler) dan  Rakryan Rangga (Pembantu Panglima) 5. timah. Keadaan masyarakat yang teratur mendukung terciptanya karya-karya budaya yang bermutu. Pada masa hayam Wuruk ada 7 Upapati.  Sastra : Hasil sastra zaman Majapahit dapat kita bedakan menjadi  Sastra Zaman Majapahit Awal . Sebagai kerajaan Produsen – Majapahit mempunyai wilayah yang sangat luas dengan kondisi tanah yang sangat subur. lada.

Korawasrama.      Kitab Negarakertagama. karangan Mpu Prapanca Kitab Sutasoma. Tantu Pagelaran. isinya tentanng kekacauan di Pulau Bali. Tantri Kamandaka dan Pancatantra. . isinya menguraikan riwayat Raden Wijaya sampai menjadi raja  Kitab Usana Jawa. Calon Arang. isinya menceritakan raja-raja Singasari dan Majapahit  Kitab Sundayana.  Kitab Usana Bali. karangan Mpu Tantular Kitab Arjunawiwaha. Babhulisah. karangan Mpu Tantular Kitab Kunjarakarna Kitab Parhayajna Sastra Zaman Majapahit Akhir Hasil sastra zaman Majapahit akhir ditulis dalam bahasa Jawa Tengah. isinya tentang peristiwa Bubat  Kitab Sarandaka. isinya tentang penaklukan Pulau Bali oleh Gajah Mada dan Aryadamar. isinya tentang pemberontakan Ranggalawe  Panjiwijayakrama. pemindahan Keraton Majapahit ke Gelgel dan penumpasan raja raksasa bernama Maya Denawa. diantaranya ada yang ditulis dalam bentuk tembang (kidung) dan yang ditulis dalam bentuk gancaran (prosa). isinya tentang pemberontakan sora  Kitab Ranggalawe. Hasil sastra terpenting antara lain :  Kitab Prapanca.  Selain kitab-kitab tersebut masih ada lagi kitab sastra yang penting pada zaman Majapahit akhir seperti Kitab Paman Cangah.

Jawa Barat. Raden Baribin. Awal Pakuan Pajajaran Seperti tertulis dalam sejarah. Tak sampai di situ saja. Beberapa catatan menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan tahun 923 oleh Sri Jayabhupati. Pada masa lalu. Cibadak. salah seorang saudara Prabu Kertabumi termasuk di antaranya. Nyaris terjadi peperangan di antara dua raja yang sebenarnya adalah besan. Pernikahan Dewa Niskala itu mengundang kemarahan Raja Susuktunggal dari Kerajaan Sunda. Suka Bumi. sang Raja juga menikah dengan salah satu keluarga pengungsi yang ada dalam rombongan Raden Barinbin. Kuningan.KERAJAAN PAJAJARAN Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda). di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibu kotanya. Dewa Niskala dianggap telah melanggar aturan yang seharusnya ditaati. Pemberontakan. Pada masa kejatuhan Prabu Kertabumi (Brawijaya V) itulah mengalir pula pengungsi dari kerabat Kerajaan Majapahit ke ibukota Kerajaan Galuh di Kawali. tepi Sungai Cicatih. Selain diterima dengan damai oleh Raja Dewa Niskala ia bahkan dinikahkan dengan Ratna Ayu Kirana salah seorang putri Raja Dewa Niskala. seperti yang disebutkan dalam Prasasti Sanghyang Tapak (1030 M) di kampung Pangcalikan dan Bantarmuncang. . Kata Pakuan sendiri berasal dari kata Pakuwuan yang berarti kota. saling berebut kekuasaan di antara saudara berkali-kali terjadi. Aturan itu keluar sejak “Peristiwa Bubat” yang menyebutkan bahwa orang Sunda-Galuh dilarang menikah dengan keturunan dari Majapahit. akhir tahun 1400-an Majapahit kian melemah.

Selanjutnya nama Pakuan Pajajaran menjadi populer sebagai nama kerajaan. Mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran. Dewa Niskala menunjuk Jayadewata. Ciamis • Prasasti Rakyan Juru Pangambat • Prasasti Horren • Prasasti Astanagede • Tugu Perjanjian Portugis (padraõ).Disebut besan karena Jayadewata. Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu. Prabu Susuktunggal pun menunjuk nama yang sama. antara lain mengenai wilayah kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. yaitu Kondisi Politik (Politik-Pemerintahan) Kerajaan Pajajaran terletak di Jawa Barat. Demikianlah. anaknya. yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor • Kitab cerita Kidung Sundayana dan Cerita Parahyangan • Berita asing dari Tome Pires (1513) dan Pigafetta (1522) Segi Geografis Kerajaan Pajajaran Terletak di Parahyangan (Sunda). Kondisi Keseluruhan Kerajaan pajajaran (Kondisi POLISOSBUD). Sukabumi • Prasasti Kawali. seperti: • Prasasti Batu Tulis. dapatlah ditelusuri jejak kerajaan ini. kemudian dewan penasehat berhasil mendamaikan keduanya dengan keputusan: dua raja itu harus turun dari tahta. antara lain : . yakni tahun 1482. yang berkembang pada abad ke 8-16. terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskah Babad Pajajaran. Jayadewata yang kemudian bergelar Sri Baduga Maharaja mulai memerintah di Pakuan Pajajaran pada tahun 1482. Sumber Sejarah Dari catatan-catatan sejarah yang ada. ia menyebutkan bahwa ibukota Kerajaan Sunda disebut Dayo (dayeuh) itu terletak sejauh sejauh dua hari perjalanan dari Kalapa (Jakarta). maupun catatan bangsa asing. akhirnya Jayadewata menyatukan dua kerajaan itu. Awal “berdirinya” Pajajaran dihitung pada tahun Sri Baduga Maharaha berkuasa. Jakarta • Taman perburuan. Selain naskah-naskah babad. Kemudian mereka harus menyerahkan tahta kepada putera mahkota yang ditunjuk. Pakuan sebagai ibukota Sunda dicacat oleh Tom Peres (1513 M) di dalam “The Suma Oriantal”. Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Pajajaran. dan Carita Waruga Guru. sebagai penerus kekuasaan. Kampung Tugu. Bogor • Prasasti Sanghyang Tapak. naskah kuno. Untungnya. baik dari prasasti. putra raja Dewa Niskala adalah menantu dari Raja Susuktunggal. Carita Parahiangan.

membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan Wanagiri. memperteguh ibu kota. membuat talaga besar yang bernama Maharena Wijaya. saat ini masih bisa terjejaki. Kemudian membuat Kabinihajian (kaputren). Pembangunan Pajajaran di masa Sri Baduga menyangkut seluruh aspek kehidupan. pamingtonan (tempat pertunjukan). Puncak Kejayaan/ Keemasan Kerajaan Pajajaran Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan. kesatriaan (asrama prajurit). . mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. meninggalkan Pakuan karena serangan Hasanudin dan anaknya. bertahta di Pakuan • Ratu Sakti (1543 – 1551). kesatriaan. Alasan ini pula yang banyak diingat dan dituturkan masyarakat Jawa Barat. namun tak kurang yang musnah termakan jaman. senantiasa hidup abadi dihati dan pikiran masyarakat. Sang Maharaja membuat karya besar. bertahta di Pakuan • Ratu Dewata (1535 – 1543). yaitu . pagelaran (bermacammacam formasi tempur). di kisahkan para Juru Pantun dan penulis Babad. bertahta di Pakuan (Bogor sekarang) • Surawisesa (1521 – 1535). pagelaran. mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan Pembangunan yang bersifat material tersebut terlacak pula didalam Prasasti Kabantenan dan Batutulis. memberikan desa perdikan kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat.Daftar raja Pajajaran • Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521). memperkuat angkatan perang. membuat Talaga Maharena Wijaya. seolah-olah Sri Baduga atau Siliwangi adalah Raja yang tak pernah purna. pamingtonan. bertahta di Pakuan • Ratu Nilakendra (1551-1567). Tentang pembangunan spiritual dikisahkan dalam Carita Parahyangan. memperkuat angkatan perang. memerintah dari PandeglangMaharaja Jayabhupati (Haji-Ri-Sunda) • Rahyang Niskala Wastu Kencana • Rahyang Dewa Niskala (Rahyang Ningrat Kencana) • Sri Baduga MahaRaja • Hyang Wuni Sora • Ratu Samian (Prabu Surawisesa) • dan Prabu Ratu Dewata. membuat Kabinihajian. Ia memperteguh (pertahanan) ibu kota. Maulana Yusuf • Raga Mulya (1567 – 1579). dikenal sebagai Prabu Surya Kencana. Dari kedua Prasasti serta Cerita Pantun dan Kisah-kisah Babad tersebut diketahui bahwa Sri Baduga telah memerintahkan untuk membuat wilayah perdikan.

golongan yang di anggap jahat (tukang copet. dll) Kehidupan Budaya Kehidupan budaya masyarakat Pajajaran sangat di pengaruhi oleh agama Hindu. Kondisi Kehidupan Ekonomi Pada umumnya masyarakat Kerajaan Pajajaran hidup dari pertanian. penari. prasasti-prasasti. Peninggalan-peninggalannya berupa kitab Cerita Parahyangan dan kitab Sangyang Siksakanda. Pontang. berarti mengkilap atau berseri.  Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan/ kejayaan dan Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya. golongan perdagangan. Kerajaan Pajajaran memiliki enam pelabuhan penting.  Sumber sejarahnya berupa prasati-prasati. sama artinya dengan kata Sriman.Puncak Kehancuran Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya. Tamgara. dan badut). Berakhirnya zaman Pajajaran ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (singgahsana raja). . dan berita asing. terutama perladangan. Batu berukuran 200x160x20 cm itu diboyong ke Banten karena tradisi politik agar di Pakuan Pajajaran tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. dan menandakan Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan Sunda yang sah karena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja. Di samping itu. yaitu Kesultanan Banten. Palangka Sriman Sriwacana tersebut saat ini bisa ditemukan di depan bekas Keraton Surosowan di Banten. tukang rampas. Masyarakat Banten menyebutnya Watu Gilang. kitab cerita. Pajajaran juga mengembangkan pelayaran dan perdagangan. Cigede. yaitu Kesultanan Banten. maling. prampok. Kesimpulan  Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda). begal. golongan petani. taman perburuan. dan jenis-jenis batik. dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf. tugu perjanjian. Sunda Kelapa (Jakarta). dan Cimanuk (Pamanukan) Kondisi Kehidupan Sosial Kehidupan masyarakat Pajajaran dapat di golongan menjadi golongan seniman (pemain gamelan. yaitu Pelabuhan Banten.