You are on page 1of 20

Pendahuluan

Keluarga merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dengan ruang
lingkup yang lebih kecil. Harmonisnya kehidupan berkeluarga memberikan
peranan yang sangat besar dalam menciptakan masyarakat yang lebih
kondusif, rukun dan damai. Namun keharmonisan keluarga kadang bisa juga
terusik oleh perbedaan-perbedaan yang tidak bisa dielakkan, misalkan
perbedaan sifat, pendapat, keinginan, visi dan misi. Agar keberlangsungan
keluarga tetap terkontrol maka kehadiran kepemimpinan di tengah-tengah
keluarga menjadi sesuatu yang sangat urgen.
Islam sebagai agama yang kaffah dalam memberikan petunjuk hidup, juga
tak ketinggalan dalam memberikan petunjuk kepemimpinan dalam keluarga.
Salah satu di antara sekian banyak nash yang menyinggung masalah ini
adalah hadits Rasulullah saw:

‫عن الزهري عن سالم عن أبيه قال سمعت رسول الله }صلى الليه عليييه‬
‫ل عن رعيته فالمييام راعع ومسييؤو ل‬
‫وسلم{ يقول كلكم راعع وكلكم مسؤو ل‬
‫ل‬
‫عن رعيته والرجل في أهله راعع وهو مسؤو ل‬
‫ل عن رعيته والمرأة في بيييت‬
‫زوجها راعية وهي مسؤولة عن رعيتها والخادم في مال سيييده راعع وهييو‬
1
‫مسؤو ل‬
‫ل عن رعيته‬
Dari Al Zuhri dari Salim dari ayahnya, ia berkata, saya mendengar Rasulullah
saw bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintakan
pertanggung jawabannya masing-masing. Maka seorang pimpinan adalah
pemimpin dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya, laki-laki adalah
pemimpin bagi keluarganya dan bertanggungjawab terhadap yang
diimpinnya, seorang wanita adalah pemimpin di dalam rumah keluarganya
dan bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya, seorang pembantu
juga adalah pemimpin bagi harta tuannya dan bertanggung jawab terhadap
apa yang dia pimpin.”
Pada kesempatan ini pemakalah akan membahas kepemimpinan tersebut
dari sudut pandang Al Qur’an, namun karena tema ini sangat luas maka
penulis hanya membatasinya pada masalah kepemimpinan dalam keluarga.
Berikut poin-poin yang akan di bahas dalam makalah ini:
1 Muhammad bin Futuh Al Humaidi, Al Jam’u baina Al Shahihain Al Bukhari wa
Muslim. Beirut: Dar Al Nasyr, 2002, cet. 2, hal. 110
1

1.
2.
3.
4.
5.
I.

Kepemimpinan seorang suami
Kewajiban isteri
Petunjuk Al Qur’an dalam menangani isteri yang nusyuz
Ayat tentang talak
Ishlah
QS. An Nisa’: 34

‫ضيهه ع ب‬
‫ضي ب‬
‫جا ه‬
‫ض‬
‫ه ب بعع ب‬
‫ميا فب ل‬
‫مو ب‬
‫النر ب‬
‫ن ع ببلى الن ن ب‬
‫ل الللي ه‬
‫سابء ب ب ب‬
‫وا ه‬
‫ل قب ل‬
‫م ع بليى ب بععي ع‬
‫قوا م ب‬
‫مييا‬
‫ف ه‬
‫ما أ بن ع ب‬
‫ت ب‬
‫صال ب ب‬
‫ب بب ب‬
‫حافبظ بييا ل‬
‫ت بقان ببتا ل‬
‫حا ه‬
‫وال بهب ع‬
‫نأ ع‬
‫وبب ب ب‬
‫ت ل بل عغبي عيي ب‬
‫م بفال ل‬
‫م ب‬
‫ب ع‬
‫ف ب‬
‫ن نه ه‬
‫ن فبييي‬
‫ه بوالللت بييي ت ب ب‬
‫ح ب‬
‫ن بواهع ه‬
‫خيياهفو ب‬
‫ب‬
‫ظ الل ل ه‬
‫جهروههيي ل‬
‫ن فبعبظ هييوهه ل‬
‫شييوبزهه ل‬
‫ال عمضاجع واضربوههن فبإ ب‬
‫ه‬
‫سييببيلل إ ب ل‬
‫ل ب ع‬
‫ب ب ب ب ب ع به‬
‫ن ب‬
‫ن الل ليي ب‬
‫ن أط بععن بك ه ع‬
‫م فببل ت بب عهغوا ع بل بي عهبيي ل‬
‫ب‬
‫ن ع بل بييا ك بببيلرا‬
‫كا ب‬
Makna Mufradat:

‫ت‬
‫بقان ببتا ل‬

: masdarnya adalah ‫ قنوت‬yang berarti tetap dalam ketaatan dan
2

kepatuhan.
‫حافظات للغيب‬: yang bisa menjaga rahasia
‫تخافون‬
‫ تعلمون وتتيقنون‬:3
‫ نشوز‬: tinggi hati, durhaka kepada suami
‫تبغوا‬
: dari masdar ‫ البغي‬yang

melampaui batas.

berarti kezhaliman dan

4

Makna ayat:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah
telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain
(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari
harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada
Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah
memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya,
maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka,
2 Al Ishfahani, Al Mufradat fi Garib Al Qur’an. Kairo: Maktabah Taufiqiyah, 2003, hal 413.
3 Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar Al Qurtubi, Al Jami’ Al Ahkam. Kairo: Dar Al Kutub Al Misriyah,
juz 5, hal. 170.

4 Ahmad Mustafa Al Maragi, Tafsir Al Maragi. Kairo: Dar Al Nashr, 1946, juz 5, hal 26.
2

hal 169 3 . Bagi beberapa kalangan masyarakat 5 Jalaluddin Al Suyuti. maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Rasulullah saw bersabda: “Qishash!”. Jalaluddin Al Suyuti juga menyebutkan riwayat Ibnu Mardawiyah dari Ali. Maka Allah SWT menurunkan ayat “ ‫”…الرجال قوامون على النساء‬. jilid 5. Oleh karena itu seorang suami harus mengatur. Kemudian jika mereka mentaatimu.dan pukullah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. si isteri juga harus menaati dan menerima perintahnya selagi hal tersebut tidak mengandung maksiat. Lubab al Nuqul fi Asbab Al Nuzul.” Sebab Turunnya Ayat: Jalaluddin Al Suyuti dalam buku Lubab al Nuqul fi Asbab Al Nuzul menukil riwayat Ibnu Abi Hatim dari al Hasan. lafazh (‫ )قوام‬dalam ayat di atas mempunyai makna memperhatikan dan menjaga dengan sungguh-sungguh. 6 Al Qurthubi. mendidik. Perempuan tersebut pun pulang tanpa qishash.5 Tafsir Ayat: ‫ض ب‬ ‫جا ه‬ ‫ه‬ ‫ما فب ل‬ ‫مو ب‬ ‫النر ب‬ ‫ن ع ببلى الن ن ب‬ ‫ل الل ل ه‬ ‫ساءب ب ب ب‬ ‫وا ه‬ ‫ل قب ل‬ ‫ب‬ ‫ب‬ ‫ب‬ ‫م‬ ‫ف ه‬ ‫ما أن ع ب‬ ‫قوا ب‬ ‫وال بهب ع‬ ‫نأ ع‬ ‫ض وبب ب ب‬ ‫م ب‬ ‫م ع‬ ‫}ع بلى ب بعع ع‬ Firman Allah SWT: {‫م‬ ‫ب بعع ب‬ ‫ضه ه ع‬ Menurut Al Qurthubi. menjaga dan melarang isterinya berkeluyuran di luar rumah.” Sabda Rasulullah saw: “‫ذلك‬ ‫”ليس له‬. 6 Sekilas hal ini memang kelihatan timpang. 2002. bahwa seorang perempuan datang menghadap Nabi saw untuk mengadukan suami yang telah memukulnya. hal 80. bahwa seorang pria Anshar datang bersama isterinya kepada Rasulullah saw. Kairo: Maktabah Al Shafa. si isteri berkata: “wahai Rasulullah. kaum laki-laki yang diposisikan sebagai pemimpin di tengah-tengah keluarga mempunyai drajat yang lebih tinggi daripada kaum perempuan. Maka Allah SWT pun menurunkan “‫النساء‬ ‫”…الرجال قوامون على‬. dia telah memukul wajahku hingga membekas. Sebaliknya.

bab 82. Tafsir Al Qur’an Al Azhim. dimana kaum perempuan sudah banyak yang bisa mencari nafkah dengan penghasilan yang banyak atau bahkan lebih tinggi dari suaminya. hal 292. 7 Berangkat dari sini Ibnu Katsir mengatakan: “Itulah sebabnya kenabian hanya dikhususkan bagi laki-laki.9 Jika pun dikaitkan dengan kehidupan modern sekarang. jilid 5. Dalam syari’at sendiri sudah ditegaskan bahwa pemimpin dalam keluarga adalah laki-laki. akal. nafkah dan tanggungan yang diwajibkan oleh Allah kepada mereka melalui Al Qur’an dan Hadits nabi Muhammad saw. pemberian keutamaan ini bisa dipertentangkan dengan hak-hak dan nilai-nilai kesetaraan gender. Dalam hal ini Al Qur’an sendiri telah menjelaskannya. sebenarnya penentuan posisi kepemimpinan tersebut sudah sangat tepat proporsional. no. Shahih Al Bukhari. potensi kekuatan mereka dalam berjihad. Kairo: Maktabah Al Shafa. hal 169 8 Muhammad bin Isma’il Al Bukhari.modern sekarang. keadaan tersebut – menurut hemat pemakalah – tidak bisa mengubah posisi kepemimpinan lakilaki di tengah-tengah keluarga. masalah warisan dan kewajiban amar makruf nahi munkar. Riyadh: Dar Thayyibah. Sebab bagi mereka laki-laki dan perempuan harus mempunyai kesetaraan. 9 Abu Al Fida’ Ismail bin Katsir. demikian juga halnya dalam sabda Rasulullah saw: ‫ل عين رعيتيه فالميام راعع ومس ؤو ل‬ ‫كلكم راعع وكلكم مسيؤو ل‬ ‫ل عين رعيتيه‬ ‫والرجل في أهله راعع وهو مسؤو ل‬ ‫ل عيين رعيتييه والمييرأة فييي بيييت زوجهييا‬ 7 Al Qurthubi. Keutamaan tersebut menurut Al Qurthubi adalah urusan nafkah yang mereka tanggung. 4 .” 2. kalau mau objektif melihat realita dan fakta-fakta yang ada di lapangan. jilid 3. 4425. demikian juga halnya kekuasaan tertinggi. jilid 2. ‫ض‬ ‫ه ب بعع ب‬ ‫ما فب ل‬ ‫ل الل ل ه‬ ‫بب ب‬ ‫م ع بلى ب بعع ع‬ maksudnya bahwa kaum laki-laki lebih utama daripada kaum perempuan. Allah SWT berfirman: ‫ضه ه ع ب‬ ‫ض ب‬ 1. sebagaimana dalam ayat 34 surah An Nisa’ di atas. Kitab Al Magazi. Alasan yang paling utama dalam masalah ini adalah tuntutan ketaatan terhadap syari’at Islam. Namun sebenarnya. hal 375.” Lalu menambahkan sabda Rasulullah saw: 8 ‫هم امرأة‬ ‫مبر ه‬ ‫لن هيفبل ح قو ل‬ ‫م وبللوا أ ع‬ “Tidak akan sukses kaum yang menyerahkan urusan kepemimpinan mereka kepada perempuan. ‫قوا م ب‬ ‫م‬ ‫ف ه‬ ‫ما أ بن ع ب‬ ‫وال بهب ع‬ ‫نأ ع‬ ‫وبب ب ب‬ ‫م ب‬ ‫ب ع‬ maksudnya berupa mahar.

pendapat Abu Hanifah Kepemimpinan tidak gugur. Hilangnya kemampuan memenuhi kewajiban 10 Muhammad bin Futuh Al Humaidi. laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan bertanggungjawab terhadap yang diimpinnya.” Selain itu. Dalam kondisi seperti ini.‫راعييية وهييي مسييؤولة عيين رعيتهييا والخييادم فييي مييال سيييده راعع وهييو‬ 10 ‫مسؤو ل‬ ‫ل عن رعيته‬ “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintakan pertanggung jawabannya masing-masing. jilid 5. 11 dengan dalil firman Allah SWT: 12 . b. Al Baqarah: 280 5 .” Penulis sendiri lebih condong pada pendapat kedua di atas. seorang pembantu juga adalah pemimpin bagi harta tuannya dan bertanggung jawab terhadap apa yang dia pimpin. Maka seorang pimpinan adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. lakilaki lebih tepat untuk menjadi pemimpin anak-isterinya dari pada dipimpin oleh isteri. pendapat Malik dan Syafi’i Ketidakmampuan memberi nafkah dan pakaian bisa menggugurkan kepemimpinan laki-laki terhadap isterinya. fisik. Karena kepemimpinan laki-laki pada dasarnya adalah tanggungjawab. hal.‫سبرةع‬ ‫ن كا ب‬ ‫وبإ ب ع‬ ‫مي ع ب‬ ‫ن هذو ع ه ع‬ ‫سبرةع فبن بظ ببرة ل بإلى ب‬ “Dan jika dia dalam kesukaran. jika dipandang dari segi watak. sedangkan nafkah merupakan kewajiban. Namun bagaimana jika si suami tidak mampu lagi memberikan nafkah? Terkait masalah ini Al Qurthubi mengutip 2 pendapat ulama: a. maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Sebab disini tujuan syari’at telah hilang. kemampuan memberi pengayoman terhadap keluarga dan kondisi kehidupan bermasyarakat. si isteri juga mempunyai hak untuk memfasakh ikatan pernikahan mereka. hal 169 12 QS. . seorang wanita adalah pemimpin di dalam rumah keluarganya dan bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. 110 11 Al Qurthubi.

Menurut Al Maragi.15 Rasulullah saw bersabda: ‫خير النساء التى إذا نظييرت إليهييا سييرتك وإذا أمرتهييا أطاعتييك وإذا غبييت‬ ‫ وتل هذه الية )الرجال قوامون على‬:‫ قال‬. juz 5. Firman Allah SWT: ‫ف ب‬ ‫حافب ب‬ {‫ه‬ ‫ح ب‬ ‫ما ب‬ ‫ت ب‬ ‫صال ب ب‬ ‫ظ الل ل ه‬ ‫ب بب ب‬ ‫ظا ل‬ ‫ت بقان ببتا ل‬ ‫حا ه‬ ‫ت ل بل عغبي ع ب‬ ‫}بفال ل‬ Wanita-wanita yang baik adalah yang taat kepada suami. Justru dengan masih menetapnya status kepemimpinan tersebut pada dirinya. baik yang berkaitan dengan urusan harta mau pun dirinya sendiri. juz 5.14 Sementara Al Qurthubi berpendapat ayat ini sebagai perintah kepada wanita untuk menaati suami dan memenuhi haknya. merahasiakan berita-berita yang berkaitan dengan urusan ranjang dan hal-hal yang bersifat privasi lainnya kepada siapapun bahkan kerabat sekalipun. Itu semua mereka lakukan sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT. yaitu mengandung. sehingga tidak menempuh cara hidup sendiri-sendiri apalagi berseberangan satu sama lain. melahirkan dan mendidik.13 Selain itu. kepemimpinan ini akan lebih efektif dalam mengontrol dan mengatur perbedaan-perbedaan yang ada. hal 170. jika engkau tidak ada di sampingnya dia 13 Ahmad Mustafa Al Maragi. terutama di saat si suami tidak berada di sampingnya.tersebut tidak berarti menghilangkan tanggungjawab kepemimpinannya. Dengan demikian kehidupan keluarga pun tetap bisa berjalan dengan harmonis. jika engkau menyuruhnya dia taat. dia akan selalu tertuntut untuk memenuhi kewajiban memberi nafkah. pandangan mata dan pendengaran orang lain. penggalan ayat ini merupakan pesan sekaligus gertakan bagi kaum wanita yang suka menyebarluaskan rahasia rumahtangga dan tidak menjaga hak-hak suami saat pergi. Di antara hikmah pemberian tongkat kepemimpinan ini kepada laki-laki adalah seorang perempuan bisa lebih aman. 6 . tenang dan dengan nafkah yang cukup dalam menjalankan tugas fithriahnya yang sangat mulia.‫عنها حفظتك في نفسها ومالك‬ 16 ‫النساء( إلى آخر الية‬ “Sebaik-baik wanita adalah yang membuatmu senang saat melihatnya. yang lebih penting dari itu adalah menjaga kehormatan keluarga dari jangkauan tangan. jilid 5. hal 27 14 Ahmad Mustafa Al Maragi. hal 28 15 Al Qurthubi.

Kairo: Hijr. maka itu akan membuatnya merasa terpukul sehingga dia pun akan kembali dengan damai kepada suaminya. Sebab sebagian wanita ada yang cukup diingatkan dengan azab dan murka dari Allah SWT. 17 Di antara hikmahnya adalah jika si isteri memang masih mencintai suaminya.17 Tidur di ranjang yang sama dengan berhadap-hadapan mampu menumbuhkan ketenangan suami isteri dan meredam permasalahan-permasalahan yang terjadi sebelumnya. 19 Poin terakhir di atas merupakan sebuah masalah yang tak luput dari sorotan beberapa aktivis masyarakat modern sekarang. 86. 18 Ahmad Mustafa Al Maragi. Juz 4. hal. tinggi hati. 171. no. sombong. maka langkah selanjutnya adalah: c. Firman Allah SWT: {‫في‬ ‫ب‬ ‫ن‬ ‫جبع بوا ع‬ ‫م ب‬ ‫ضا ب‬ ‫}ال ع ب‬ ‫ضربهبوهه ل‬ ‫ن فبعب ه‬ ‫ن نه ه‬ ‫ن‬ ‫بوالللبتي ت ب ب‬ ‫ن بواهع ه‬ ‫خاهفو ب‬ ‫جهروهه ل‬ ‫ظوهه ل‬ ‫شوبزهه ل‬ Jika suami menemukan isterinya isteri melakukan nusyuz. memberikan nasehat yang menyentuh. Al Qurthubi. hal 29 7 . Lih.” Dia (Abu Hurairah) berkata: dan Rasululah pun membaca ayat ini: ” ‫ ”الرجال قوامون على النساء‬hingga akhir ayat.menjaga dirinya dan hartamu. Kalau tidak berhasil maka ia harus mencoba langkah kedua: b. perhiasan dan sebagainya. melakukan pemukulan yang tidak menyakitkan. tidak mau taat atau membangkang dan ditakutkan tidak mau lagi menjalankan kewajibannya sebagai isteri. terutama yang berafiliasi pada organisasi kesetaraan gender dan anti kekerasan dalam dalam rumah 16 Sulaiman bin Daud bin Al Jarud. membelakanginya di tempat tidur. maka ini akan membuatnya merasa terpanggil untuk mengevaluasi diri dan berdamai dengan suaminya. sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw terhadap Hafshah. Namun jika memang dia sudah benci. hal. Musnad Abu Daud Al Thayalisi. hal 172 19 Ahmad Mustafa Al Maragi. 18 Namun jika suami melakukan yang sebaliknya. maka pemisahan tersebut akan membuktikan bahwa isteri ini telah berbuat durhaka kepada suaminya itu Lih. 1999. jilid 5.: Al Qurthubi. Jika cara ini tidak berhasil juga. peringatan dan tidak memenuhi keinginan-keinginannya seperti pakaian. maka hendaknya suami melakukan langkah-langkah berikut: a. hal 28Menurut para ulama’ – sebagaimana disebutkan oleh Al Qurthubi – adalah selama satu bulan. ada juga yang dengan ancaman. 2444. jilid 5.

21 Oleh karena itu. selanjutnya terus melakukan pendekatan dengan berbagai bentuk kasih sayang. hal. Firman Allah SWT: {‫ن ع بل بييا ك بببيرا ل‬ ‫ه كا ب‬ ‫}إ ب ل‬ ‫ن الل ل ب‬ 20 Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar Al Qurtubi. tanpa tahun. juz 4. hal 140. Rasulullah saw sendiri sebagai uswah terbaik dalam mengaplikasikan Al Qur’an tidak pernah memukul isterinya. 23 Muhammad Sayyid Tantawi. Al Tafsir Al Wasit li Al Qur’an Al Karim. Dalam sebuah hadits disebutkan: ‫ ما ضرب رسول الله صلى الله عليه و‬: ‫عن عائشة رضي الله عنها قالت‬ 22 ‫سلم شيئا قط بيده ول امرأة ول خادما إل أن يجاهد في سبيل الله‬ Dari Aisyah ra. menjalankan kewajibannya kepada suami sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT. Firman Allah SWT: ‫}فبإ ب‬ {‫سببيلل‬ ‫ب ع‬ ‫ن ب‬ ‫ن أط بععن بك ه ع‬ ‫م بفل ت بب عهغوا ع بل بي عهب ل‬ Maksudnya jika mereka telah meninggalkan nusyuz. Beirut: Dar Ihya’ Turats Al Arabi. hal 141.” 4. Akan tetapi semua masalah yang telah berlalu harus dianggap seakan-akan belum pernah terjadi.tangga yang berkiblat ke barat. Padahal pukulan merupakan pilihan terakhir dan dapat dipastikan bahwa pemukulan tersebut sangat sarat dengan adab.23 5. 21 Muhammad Sayyid Tantawi. maka suami tidak diperbolehkan untuk mencari-cari celah yang mengarah pada permusuhan. Tanpa mengaji lebih jauh. tujuannya juga untuk perbaikan. hal. pemukulan harus berusaha dihindari sebisa mungkin. juz 3. 2007. jika masih ada pilihan lain. 2328. dalam pandangan mereka. tangan atau lainnya. 172. Oleh karena itu pukulan tersebut tidak boleh meretakkan tulang. Mereka juga tidak boleh dizhalimi dengan menyakitinya secara lisan. Shahih Muslim. 1814. juz 5. 8 . kecuali untuk jihad fi sabilillah. kembali kepada ketaatan. no. Ia berkata: “Rasulullah saw tidak pernah sama sekali memakai tangannya untuk memukul perempuan dan pembantu. bukan yang lainnya. Kairo: Dar al Sa’adah. 22 Muslim. perintah pemukulan suami terhadap isterinya dalam Al Qur’an menjadi bukti bahwa Islam melegalkan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. menggoreskan luka20 dan harus menghindari wajah.

1443. Al Baqarah ayat 228 ‫ل ل بهيي ب‬ ‫ن‬ ‫ن ب بأ بن ع ه‬ ‫مط بل ل ب‬ ‫ة قههروعء بول ي ب ب‬ ‫ن بثلث ب ب‬ ‫ف ب‬ ‫نأ ع‬ ‫ن ي بك عت ه ع‬ ‫قا ه‬ ‫بوال ع ه‬ ‫ت ي بت ببرب ل ع‬ ‫ميي ب‬ ‫ح ل ه ل‬ ‫سه ب ل‬ ‫ص ب‬ ‫ب‬ ‫مييا ب‬ ‫ن ب بييالل لهب بوال عي بييوعم ب ال ب‬ ‫ن ي هييؤ ع ب‬ ‫حييا ب‬ ‫ن إب ع‬ ‫ه فبييي أعر ب‬ ‫خل بييقب الل ليي ه‬ ‫ب‬ ‫م ل‬ ‫ن ك هيي ل‬ ‫مه ب ل‬ ‫خييرب‬ 24 Al Qurthubi. Nah. Kekuasaan-Nya melebihi kekuasaan tangan apa pun. Lebih jelasnya. Maksud. Allah SWT dengan sifat Maha Tinggi dan Maha Besar-Nya tidak menghukum pelaku maksiat setelah bertaubat. maksud penyebutannya merupakan bentuk ancaman bagi suamisuami yang menzhalimi isterinya. hal. masih ada Allah yang akan memberikan pembelaan. Jika mereka telah taat. Meski pun Allah SWT Maha Tinggi dan Maha Besar. juz 1. namun Dia hanya menurunkan azab karena dosa-dosa yang zhahir.24 Penyebutan dua sifat ‫ العلى‬dan ‫ الكبير‬di penghujung ayat di atas sangat sesuai dengan pesan-pesan ayat ini. para suami juga harusnya demikian. Suami juga harusnya hanya menilai kesalahan isteri dari yang terlihat saja. Nah. 3. 2. jika mereka lemah membela diri dari tindak kezhaliman suami. 5. 4. tidak usah menyelidiki perasaan cinta ataupun benci dari lubuk hatinya. QS. namun Dia tidak membebani manusia di luar batas kemampuan mereka. 9 . jangan sampai membebani isteri di luar kemapuan mereka. Tafsir Al Fakhru Al Razi. jika kalian mampu berbuat semena-mena kepada isteri maka ingatlah kekuasaan Allah. Hal ini bisa dilihat dari beberapa sudut pandang: 1. hal 173. Meski pun Allah SWT Maha Tinggi dan Maha Besar. Karena Allah lebih ‘Tinggi‘ dan lebih ‘Besar’ dari segalanya. tapi mengampuninya. Sebab Dia Maha Tinggi. jika perempuan telah bertaubat dari perbuatan nusyuz maka sudah lebih utama agar suaminya memaafkan dan menerimanya kembali.25 II. Maha Qahir dan Maha Besar. 25 Al Fakhru Al Razi. jilid 5. tanpa tahun. jangan menzhalimi mereka dengan semenamena.Merupakan isyarat kepada para suami untuk melapangkan dada dan bersifat lemah lembut. Kairo: Dar Al Nasyr.

27 Hal ini disebabkan karena suami bertanggung jawab terhadap keselamatan dan Kesejahteraan rumah tangga (Lihat surat An Nisaa' ayat 34). dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu. no Hadits 2281 10 .II 1418 H Juz 2 Hal. jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. lihat Sunan Abu dawud.” Sebab Turunnya Ayat : Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Asma binti Yazid bin As-Sakan mengenai turunnya ayat tersebut sebagai berikut: :‫ت‬ ‫ج أبو داود وابن أبي حاتم ب‬ ‫أخر ب‬ ‫عن أسماء بنييت يزيييد بيين ال س‬ ‫ قييال ع‬،‫ن النصييارية‬ ‫سييك ب ب‬ ‫م ب‬ ‫ بفأنز ب‬،‫دة‬ ‫ل‬ ‫ب‬ ‫طلقةب‬ ‫ع س‬ ‫ ولم يكن لل ه‬،‫ى عهد ب رسول الله صسلى الله عليه وسسلم‬ ‫طسلق ه‬ ‫ت عل ب‬ 28 ‫ة قههروعء‬ ‫ن ب بأ بن ع ه‬ ‫ن بثلث ب ب‬ ‫ف ب‬ ‫مط بللقا ه‬ ‫ بوال ع ه‬:‫ق‬ ‫ت ي بت ببرب ل ع‬ ‫سهب ل‬ ‫ص ب‬ ‫الله العبد سة ب بللطل ب‬ 26 Quru' dapat diartikan suci atau haidh. Makna Ayat “Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru'[26]. 28 Dr. tidak boleh mereka Menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya. mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya[ 27].Wahbah bin Musthafa Al Juhaily.‫كإ ب‬ ‫وبعول بته ب‬ ‫مث عيي ه‬ ‫ذي‬ ‫ل ال ليي ب‬ ‫ن ب‬ ‫صل ل‬ ‫ن بفي ذ بل ب ب ب ع‬ ‫نأ ب‬ ‫ن أبراهدوا إ ب ع‬ ‫حا وبل بهه ل‬ ‫حقل ب ببرد نه ب ل‬ ‫بهه هه ل‬ ‫م‬ ‫ج ل‬ ‫ح ب‬ ‫زيلز ب‬ ‫ن د ببر ب‬ ‫ف وببللنر ب‬ ‫مععهرو ب‬ ‫كي ل‬ ‫ة بوالل ل ه‬ ‫ن ببال ع ب‬ ‫ل ع بل بي عهب ل‬ ‫جا ب‬ ‫ع بل بي عهب ل‬ ‫ه عب ب‬ Makna mufradat: ‫ت‬ ‫مط بل ل ب‬ ‫قا ه‬ ‫ ال ع ه‬wanita-wanita yang ditalak ‫ ينتظرن ويصبرون‬: ‫ن‬ ‫ي بت ببرب ل ع‬ ‫ص ب‬ ‫ والحيض عند أبى حنيفة‬،‫ وهو الطهر عند الشافعى‬،‫ جمع قرء‬: ‫ الزوج الذي طلق‬:‫ المراد به‬،‫ جمع من بعل‬: ‫ن‬ ‫ب ههعول بت ههه ل‬. akan tetapi Para suami. Bab Talaq. maktabah Asriyah Beirut. ‫قه هروعء‬. jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Cet. Tafsir Munir Darul Fikri Beirut Damasqus. dan Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. 319 .

kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya Maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka 'iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya.Bahwa Asma binti Yazid As-Sakan Al-Anshariyyah berkata: “Aku ditalak oleh suamiku di zaman Rasulullah Saw disaat belum ada hukum ‘iddah bagi wanita yang ditalak. dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil. Tafsir Ayat : Firman Allah SWT: ( ‫ت‬ ‫مط بل ل ب‬ ‫قا ه‬ ‫) بوال ع ه‬ “wanita-wanita yang ditalak”. dan musyawarahkanlah 29 Yang dimaksud dengan mut'ah di sini pemberian untuk menyenangkan hati isteri yang diceraikan sebelum dicampuri.Ahzaab : 49). 11 . kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu Maka berikanlah kepada mereka upahnya. Maka berilah mereka mut'ah[ 29] dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik. oleh suami-suami mereka.” (Qs. dan juga isteri yang sedang hamil yang dikhususkan dengan firman-Nya ‫ب‬ ‫قوا ع بل بيهن وإن ك ه ه‬ ‫ب‬ ‫قوا‬ ‫ف ه‬ ‫ضي ن ه‬ ‫حي ع ه‬ ‫ل فبأن ع ب‬ ‫ن أول ب‬ ‫م ب‬ ‫ن ب‬ ‫ت ب‬ ‫عب ل بب ع‬ ‫ن ل بت ه ب‬ ‫م بول ت ه ب‬ ‫ن وه ع‬ ‫ن ب‬ ‫ث ب‬ ‫أ ع‬ ‫ح ع‬ ‫جد بك ه ع‬ ‫سك بن عت ه ع‬ ‫م ع‬ ‫ل‬ ‫ضالروهه ل‬ ‫م ع‬ ‫م ع‬ ‫سك بهنوهه ل‬ ‫ع‬ ‫ع بل بيهن حتى يضعن حمل بهن فبإن أ برضعن ل بك هم بفتآتوهه ه‬ ‫م‬ ‫ن وبأت ب ب‬ ‫ه‬ ‫ف وبإ ب ع‬ ‫مععهرو ع‬ ‫نأ ه‬ ‫ن ت ببعا ب‬ ‫سعرت ه ع‬ ‫م بب ب‬ ‫مهروا ب بي عن بك ه ع‬ ‫ع‬ ‫جوبرهه ل‬ ‫ل‬ ‫عب ل ب ل ب ب ع ب ب ع ه ل ب ع ع ب ع ب‬ (٦) ‫خبر ى‬ ‫ه أه ع‬ ‫ست هعر ب‬ ‫فب ب‬ ‫ضع ه ل ب ه‬ “tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. apabila kamu menikahi perempuanperempuan yang beriman. maka Allah menetapkan hukum ‘iddah bagi wanita yaitu menunggu setelah bersuci dari tiga kali haid”. kemudian dikhususkan oleh ayat 49 surat AlAhzaab ‫قتموههن من قبب ب‬ ‫ب‬ ‫مهنوا إ ب ب‬ ‫م‬ ‫مبنا ب‬ ‫مؤ ع ب‬ ‫بيا أي لبها ال ل ب‬ ‫لأ ع‬ ‫ذا ن بك ب ع‬ ‫م ل‬ ‫ما ل بك ه ع‬ ‫ن فب ب‬ ‫ن تب ب‬ ‫م ط بل ل ع ه ه‬ ‫ت ثه ل‬ ‫م ال ع ه‬ ‫حت ه ه‬ ‫نآ ب‬ ‫سوهه ل‬ ‫ل ب ع ع ب‬ ‫ذي ب‬ (٤٩) ‫ميل‬ ‫ن ب‬ ‫ج ب‬ ‫ن ب‬ ‫حا ب‬ ‫سبرا ل‬ ‫سنر ه‬ ‫عد لةع ت بععت ب ل‬ ‫ن ب‬ ‫ن وب ب‬ ‫دون ببها فب ب‬ ‫حوهه ل‬ ‫مت نهعوهه ل‬ ‫م ع‬ ‫ع بل بي عهب ل‬ “Hai orang-orang yang beriman. Maka diterapkan yang umum dengan mengecualikan yang dikhususkan.baiknya. yaitu isteri yang dicerai sebelum digauli. Maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin. keumumannya mencakup juga isteri yang diceraikan sebelum digauli.

ada yang mengatakan suci dan adapula yang mengatakan haid. ‫" ةثالةثققةةق رقققررءوءء‬tiga kali quru'”. Klasifikasi Kandungan Al-Qur’an. Tetapi ayat yang paling banyak membahas tentang iddah ada dalam surat Al-Baqarah yang berkaitan dengan iddah talaq dan iddah kematian. ada juga yang berpendapat quru’ adalah tiga kali masa haid dengan alasan untuk mengetahui bersihnya rahim dari kandungan. 264 12 ( . 1993). ada yang berpendapat quru’ adalah tiga kali masa suci. ayat yang menerangkan tentang iddah tersebut dalam surat Al-Baqarah.30 Para mufassir dalam menafsirkan kata quru’ pada ayat tersebut berbeda pendapat. di antaranya adalah mengetahui tidak kosongnya rahim. Juz. dan jika kamu menemui kesulitan Maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya. ada dua perbedaan pendapat para ulama tentang maksud dari quru' tersebut. Tafsir Maraghi. maksudnya. 2 hal. yaitu apabila telah berulang-ulang tiga kali haidh' padanya maka diketahui bahwa dalam rahimnya tidak terjadi kehamilan hingga tidak akan membawa kepada tercampurnya nasab.di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik. Syirkah Maktabah Musthafa al-Halaby Mesir. (Jakarta : Gema Insani Press. Quru’ (‫ ) رقررءوءء‬adalah jamak dari Qar’un (‫ )قرءء‬dengan memfathahkan Qaf.[31] Iddah ini memiliki beberapa hikmah. surat At-Talaq dan surat Al-Ahzab. I 1365H.” (QS. hendaklah mereka menunggu dan menjalani iddah selama. Dalam Al-Qur’an. ‫أ‬ )‫ن‬ ‫مما أ‬ ‫ه ه‬ ‫حما ه‬ ‫ف ي أنر أ‬ ‫ه ن‬ ‫ق الل ف‬ ‫خل أ أ‬ ‫أ‬ ‫م ه‬ "apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya" 30 Ahmad Musthafa Al-Maraghi 1371H. 164 31 Choiruddin Haddri. At-Thalaq :6) ‫أ‬ ‫ن ب هأن ن ف‬ Firman Allah SWT: ‫ن‬ ‫ف ه‬ ‫ه ن‬ ‫ص أ‬ ‫ي أت أأرب ن ن‬ ‫س ه‬ "hendaklah menahan diri (menunggu)". Karena itu Allah mewajibkan atas mereka untuk memberitahu tentang apa yang didalam rahim firman Allah SWT. Cet . adapun pendapat Imam Hanafi serta Imam Ahmad bin Hambali quru’ berarti Haidh dan imam Maliki serta Syafi’i quru’ berarti at-Tuhru (bersih).

karena kondisinya telah menjadi wanita asing (ajnabiyah) baginya. Apabila diikutkan (dinasabkan) kepada selain bapaknya maka akan terputusnya keluarga. warisan. apabila ia mempercepat (waktu sucinya) lalu ia mengabarkannya. Juz 1 hal 101 13 . padahal ia dusta. dan bila dinisbatkan hal itu kepada hukum syariat maka ia sedang berdusta. maka nafkah itu haram dari dua sisi: bahwa nafkah yang diambilnya itu bukanlah haknya. Dan jika ia berdusta dan mengabarkan bahwa ia tidak haidh untuk menambah panjang masa iddahnya untuk dapat mengambil nafkah dari suaminya yang tidak wajib atasnya.I 1420 H. dan kemungkinan saja suaminya ruju' kepadanya setelah habis masa iddahnya hingga hal itu menjadi sebuah tindakan perzinaan. ‫أ‬ ‫أ‬ ‫ن ي فبب ن‬ ‫ح ل‬ ‫ه‬ ‫مما أ‬ ‫ه ه‬ ‫ول أي أ ه‬ ‫ن ب هببمالل ه‬ ‫ؤ ه‬ ‫حما ه‬ ‫ف ي أنر أ‬ ‫ل لأ ف‬ ‫م ن‬ ‫ن هإ ن ك ف ن‬ ‫ه ن‬ ‫م أ‬ ‫ه ن‬ ‫ق الل ف‬ ‫خل أ أ‬ ‫ن أ‬ ‫ن أ ن ي أك نت ف ن‬ ‫( أ‬ ‫م ه‬ ‫أ‬ )‫ر‬ ‫وم ه ا نل ه‬ ‫وال ني أ ن‬ ‫أ‬ ‫خ ه‬ "Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya. dan bisa saja suatu saat ia menikahi salah seorang dari mahramnya dan akan terjadi kepada selain ayahnya dan tetapnya hal-hal yang mengikutinya seperti warisan darinya atau untuknya.Dan Allah mengharamkan bagi mereka menyembunyikan hal itu. Adapun menyembunyikan haidh. jika mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhir". Karena itu Allah Ta’ala berfirman. Terjadinya tindakan menyembunyikan (haidh dan kehamilan) dari mereka adalah sebuah dalil atas tidak adanya iman mereka kepada Allah dan Hari Akhir. dan mahrammahram dan karib kerabatnya terhalang darinya. dan bila tidak atau sekiranya mereka beriman kepada Allah dan Hari 32 Abdurahman bin Nasir as-Sa’diy 1376H. karena menyembunyikan hal itu akan menyebabkan kemudharatan yang sangat banyak. baik kehamilan maupun haidh. di mana dalam hal itu terjadi keburukan dan kerusakan yang tidak diketahui kecuali oleh Allah SWT. Tafsir as-Sa’diy Taisir fi tafsir kalami Al-manan.32 Menyembunyikan kehamilan berkonsekuensi dinasabkannya janin kepada orang yang bukan haknya yang boleh jadi tidak menginginkannya atau mempercepat habisnya masa Iddah. Muasasa Risalah Cet. demi ingin terus mendapatkannya. maka itu tindakan menghilangkan hak suami darinya (untuk ruju) dan menghalalkan dirinya untuk selain suaminya (utk bisa dinikahi) dan segala hal yang disebabkan olehnya dari keburukan sebagaimana yang telah di sebutkan. dan orang yang menjadikan seorang yang dinisbatkan kepadanya itu sebagai karib kerabatnya.

14 . ‫ب‬ ‫ل‬ ‫سو ه‬ ‫ بقا ب‬:‫ل‬ ‫ بقا ب‬،‫مبر‬ ‫ل‬ ‫ض ال ع ب‬ ‫ه ع بل بي عييهب وب ب‬ ‫ل بر ه‬ ‫سييل ل ب‬ ‫صللى الل ه‬ ‫ن عه ب‬ ‫ »أب عغبيي ه‬:‫م‬ ‫ل الل لهب ب‬ ‫حبل ب‬ ‫عب ع‬ ‫ن ع بب عد ب اللهب ب ع ب‬ 34 «‫إ ببلى الل لهب الط لبلقه‬ 33 Abdurahman bin Nasir as-Sa’diy 1376H. kelembutan. perbaikan dan cinta kasih. 33 artinya. Juz 1 hal 650. yaitu bahwa mungkin saja suaminya menyesal berpisah dengannya hingga masa iddah ini dijadikan waktu untuk berfikir matang dan memutuskan ketetapannya. ‫صقق ة‬ { ‫الحح ا‬ ‫" }ق إإصنق أةةراردءواق إإ ص‬jika mereka (para suami) menghendaki ishlah".Akhir dan mereka mengetahui bahwa mereka pasti diberikan balasan dari amalan-amalan mereka niscaya tidak akan terjadi pada mereka sesuatu pun dari hal itu. untuk suami-suami mereka selama mereka masih menunggu masa iddah agar suami mereka mengembalikan mereka kepada pernikahan (awal). yaitu keinginan. Maka tidaklah halal bagi mereka kembali kepada istri-istri mereka dengan maksud menimbulkan mudharat bagi mereka dan memperpanjang lagi masa iddahnya. Sunan Ibnu Majah 273 H. Kebanyakan para ulama berpendapat bahwa ia memiliki hak tetapi hukumnya haram. Daru Ihya’ Al Halaby. Ayat ini juga dalil atas diterimanya informasi dari seorang wanita tentang kabar yang mereka informasikan tentang diri mereka dari perkara yang tidak diketahui oleh selain mereka seperti kehamilan. Juz 1 hal 101 34 Ibnu Majah Abu Abdullah Muhammad bin Yajid. Ini menunjukkan kepada kecintaan Allah Ta’ala kepada adanya kasih sayang di antara kedua suami istri dan kebencianNya terhadap perpisahan sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. haidh dan lain sebagainya.I 1420 H. ) ‫أ‬ ‫ف ي ذل ه أ‬ ‫ك‬ ‫ن ه‬ ‫ق ب هأردد ه‬ ‫نأ أ‬ ‫وب ف ف‬ ‫عول أت ف ف‬ ‫ه ن‬ ‫ه ن‬ ‫ح ل‬ ‫( أ‬ "Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu". Yang shahih adalah apabila ia tidak menghendaki perbaikan maka ia tidak memiliki hak sebagaimana zhahir redaksi ayat tersebut. Diteruskan dengan firman Allah SWT:. Apakah suami memiliki hak dengan maksud yang seperti itu? Dalam masalah ini ada dua pendapat. Muasasa Risalah Cet. Makna ayat ini adalah bahwasanya bila mereka tidak menginginkan perbaikan maka mereka tidaklah berhak kembali kepada pernikahan dengan istri mereka. Ini adalah hikmah lain dari masa menunggu tersebut. Tafsir as-Sa’diy Taisir fi tafsir kalami Al-manan.

semua itu kembali kepada yang ma'ruf. tempat. adapun bila dengan syarat. mempunyai satu tingkatan lebih daripada istrinya". maka seorang suami tidak berhak untuk kembali kepada istrinya yang telah ditalak. [35] ‫ل أ أ‬ { ‫ة‬ ‫ج ة‬ ‫ن دأأر أ‬ ‫وهللدر أ‬ ‫ه ن‬ ‫جما ه‬ ‫} أ‬ ‫علي ن ه‬ "Akan tetapi para suami. Yang dimaksud dengan persamaan hak disini adalah bahwa antara keduanya saling member dan saling mencukupi. adapun talak ketiga. 286 15 ."Perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah adalah thalaq" Ini adalah khusus pada talak satu dan dua (thalaq raj'i). tata cara dan kebiasaan yang berlaku pada suatu masyarakat dalam bermuamalah. pergaulan dan tempat tinggal. maka menurut syarat tersebut kecuali syarat yang menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal. demikian juga berjima'. Kemudian Allah berfirman. imam masjid (shalat) maupun kekhalifahan 35 Ahmad Mustafa Al-Maraghi. ia pun harus mengingat bahwa ia mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi terhadap isterinya. Drs Anwar Rasyidi. dan patokan bagi hak-hak di antara suami istri adalah pada yang ma'ruf yaitu menurut adat yang berlaku pada negeri tersebut dan pada masa itu dari wanita yang setara untuk laki-laki yang setara. dan hal itu berbeda sesuai dengan perbedaan waktu. Kedudukan kenabian.( Semarang. ketinggian.cet 2. kondisi.. Jika suami meminta sesuatu dari isterinya. Di sini terdapat dalil bahwa nafkah. dan ini juga merupakan konsekuensi dari akad yang mutlak. ialah bahwa hak dan kewajiban kedua belah pihak. kehakiman. ‫ذ ي أ أ‬ ‫مث ن ف‬ {‫ف‬ ‫ل ال ن ه‬ ‫ن ه‬ ‫عفرو ه‬ ‫م ن‬ ‫ول أ ف‬ ‫ه ن‬ ‫ه ن‬ ‫ن هبمال ن أ‬ ‫} أ‬ ‫علي ن ه‬ "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf " maksudnya. orang dan kebiasaan.CV Toha Putra. pakaian. para wanita memiliki hak dan kewajiban atas suami-suami mereka sebagaimana para suami memiliki hak yang wajib maupun yang sunnah atas mereka. Hal.Tafsir Al-Maraghi. Artinya.1992 ) pnj. pengaturannya diserahkan kepada norma-norma. namun bila mereka berdua sepakat untuk kembali bersama maka harus melakukan akad yang baru yang terpenuhi syarat-syaratnya.dkk. kepemimpinan dan hak yang lebih atas dirinya.

ini mengenai talak raji’ dan memang tidak ada yang lebih utama daripada suami. Cet . I 1365H. karena sewaktu masih dalam keadaan iddah. ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[37] ketika suaminya tidak ada. kemudian jika mereka mentaatimu. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.[40] 36 Ahmad Musthafa Al-Maraghi. oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). bukan merupakan syarat bagi diperbolehkannya ruju’. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[39]. 16 . dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. Selama mereka dan bukan untuk menyusahkan isteri. Juz. ‫ضيهه ع ب‬ ‫ضي ب‬ ‫جا ه‬ ‫ن‬ ‫ف ه‬ ‫ميا أ بن ع ب‬ ‫قيوا ب‬ ‫ه ب بعع ب‬ ‫م ا فب ل‬ ‫مو ب‬ ‫النر ب‬ ‫ن ع ببلى الن ن ب‬ ‫ض وبب ب ب‬ ‫ل الللي ه‬ ‫س ابء ب ب ب‬ ‫وا ه‬ ‫م ع‬ ‫ل قب ل‬ ‫م ع بليى ب بعع ع‬ ‫ب‬ ‫ف ب‬ ‫حافب ب‬ ‫ن نه ه‬ ‫ن‬ ‫ه بواللبتي ت ب ب‬ ‫ح ب‬ ‫خاهفو ب‬ ‫ما ب‬ ‫ت ب‬ ‫صال ب ب‬ ‫ظ الل ل ه‬ ‫ب بب ب‬ ‫ظا ل‬ ‫ت بقان ببتا ل‬ ‫حا ه‬ ‫وال بهب ع‬ ‫أ ع‬ ‫ت ل بل عغبي ع ب‬ ‫م بفال ل‬ ‫شييوبزهه ل‬ ‫م ب‬ ‫ظوههن واهعجروههن في ال عمضاجع واضربوههن فبإ ب‬ ‫فبعب ه‬ ‫ن‬ ‫ل ب‬ ‫سببيل إ ب ل‬ ‫ل ب ع‬ ‫ب ب ب ب ب ع به‬ ‫ن ب‬ ‫ن أط بععن بك ه ع‬ ‫م بفل ت بب عهغوا ع بل بي عهب ل‬ ‫ل ب ه ه‬ ‫ه ب‬ ‫ن ع بل بييا ك بببيلرا‬ ‫كا ب‬ ‫الل ل ب‬ kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.dan segala kekuasaan adalah khusus bagi laki-laki. dan juga mempunyai hak dua kali lipat dari hak kaum wanita dalam banyak perkara seperti warisan dan semacamnya. syrkah maktabah musthafa al-halaby Mesir. dan pukullah mereka. 39 Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. 164 37 Maksudnya: tidak Berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya. sebab itu Maka wanita yang saleh. 2 hal. 38 Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik. Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar. ini merupakan dorongan bagi orang yang berniat mengadakan perbaikan. Musthafa al-Maragi mengatakan maksud darajah ‫ جدجرججججءة‬disini adalah sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat annisa ayat 34 36 sebagaimana Allah berfirman. tidak ada hak bagi orang lain untuk mengawini isterinya. oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[38].

serta kemauan. kepribadian.Perempuan dalam Sebuah Perkawinan Para perempuan mempunyai hak dan kewajiban seperti halnya para pria dalam kehidupan perkawinan.ilmu dan usahanya. Bilamana ada kesibukan diluar rumah yang sangat urgen demi kelangsungan hidup maka tidak ada larangan untuk bekerja dengan syarat menjaga agama dan akhlaknya dan menjauhi fitnah. ibu adalah sekolah pertama bagi para anak-anak.berusaha.( Bandung . sedangkan pembatasan hak serta kewajiban maka disandarkan pada urf/adat yang sesuai dengan syariat tidak menghalalkan yang haram dan tidak mengharamkan yang halal. Karena pada dasarnya perempuan secara naluriah tercipta untuk dirumah dan kaum pria diciptakan untuk berusaha dan bekerja. dengan menempatkan fatimah didalam rumah untuk mengurus-nya dan menempatkan Ali ra diluar rumah untuk berjihad. maka tidak masuk akal jika menyama ratakan laki-laki dan perempuan secara fisik dan fitrahnya. dkk. maka para ibu adalah kepala rumah tangga itu sendiri. karena pria maupun perempuan adalah mahluk yang mempunyai akal. membina keluarga dan membangun umat. tidak tidak sama sekali.41 {‫م‬ ‫ه أ‬ ‫ح ه‬ ‫زيةز أ‬ ‫كي ة‬ ‫والل ف‬ ‫} أ‬ ‫ع ه‬ 40 Imam Jalaluddin Al-Mahalli. Sinar Baru Algesindo. kewajiban menafkahi itu semua adalah taklif bagi para suami. pemikiran. bukankah para ibu mempunyai tugas penting dalam mendidik dan mempersiapkan para anak. dan ternyata pekerjaannya dirumah banyak dan mempunyai kepentingan yang sangat vital sekali. seperti hal nya nabi muhammad memposisikan ali ra dan fatimah ra. dan mencari rezeki. lebih dari itu adalah penghormatan dan pemuliaan bagi para wanita agar terjaga dgn baik.Tafsir Jalalain. 112 17 . Karena para perempuan mempunyai kewajiban juga hak yg sesuai dengan fitrahnya. Ini bukan mengenyampingkan keadaan perempuan atau melemahkan kemapuan akal. Hal. Ini bisa dilihat dari munasabah ayat diatas dengan ayat 228 al-Baqarah yang membahas pengkhususan hak-hak serta kewajiban dalam kehidupan perkawinan dan sosial Di dalam tafsir al-Wadhih “Darajah” disini adalah kepemimpinan (qawaamah) atas para istri. 2004).

Masalah iddah istri yang ditinggal mati suami. I. 2000). 445 43 Muhammad Jawad Mughniyah. karena akibat dari talaq istri harus melaksanakan iddah. Tafsir Al-wadhih. Fiqih Lima Madzab. Dan tidak termasuk dalam keumuman ayat ini adalah wanita-wanita hamil. Hikmah Iddah Islam tidak berbuat dzalim kepada seorang istri. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Hikmah tentang disyariatkannya iddah ini diwajibkan kepada istri yang ditalaq (perceraian dan kematian) untuk meyakinkan bersihnya kandungan istri. Pada masa iddah istri tetap berhak memperoleh nafkah dan tempat tinggal serta jaminan keamanan dari pihak suaminya. dan wanita-wanita yang belum dicampuri suaminya. juga hamba sahaya. 41 Lihat Muhammad mahmud Al Hijazy. Juz I hal 144 42 M."Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana". Quraish Shihab. karena ikut berkabung dan berduka cita atas kematian suaminya. karena dengan iddah (masa tunggu) selama tiga bulan untuk mengetahui apakah ada janin yang ada di rahimnya.[ 43] dan istri harus melaksanakan ketentuan-ketentuan yang sudah diatur pada masa iddah mati. selama seorang istri masih terikat keadaannya dan iddah istri yang ditinggal mati suaminya agar ikut berkabung atau berduka cita atas kematian suaminya. 10. (Jakarta : Lentera. Maksudnya. penerbit Daru jiil AlJadid Beirut Cet. vol. Akan tetapi bersama keperkasaanNya Allah juga bijaksana dalam segala tindakanNya. Iddah dan talaq sangat berkaitan. 1413H. mereka tidak memiliki iddah. Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. karena iddah mereka adalah dua haidh sebagaimana perkataan sahabat radhiallahu ‘anhu. Allah memiliki keperkasaan yang kuat dan kekuasaan yang agung di mana segala sesuatu tunduk kepadaNya. sedangkan konteks ayat menunjukkan bahwa yang dimaksud di sana adalah wanita yang merdeka. 1997). (Jakarta : Lentera Hati. karena iddah mereka adalah melahirkan bayinya. istri harus melaksanakan iddah selama empat bulan sepuluh hari. karena tujuan pokok iddah adalah kebersihan rahim [ 42] dan diharapkan hubungan perkawinan mereka dapat diteruskan kembali. 465 18 .

5. Dan wanita ini tidak halal untuk dilamar atau dinikahi selama ia dalam masa iddah. 19 . karena firman Allah diatas menyatakan. membelakangi di tempat tidur dan melakukan pemukulan yang tidak menyakitkan. 9. Kuatnya dorongan atau keinginan seorang wanita untuk menikah lagi. “hendaklah menahan diri (menunggu)”. Suami wajib mengikuti langkah-langkah yang dituntun Al Qur’an dalam menangani isteri yang berbuat nusyuz. Jika isteri telah bertaubat dari nusyuz maka suami wajib memperlakukannya dengan baik. 3. 12. Dan dalam masa iddah tersebut suami dihukumi masih sebagai suaminya. Laki-laki wajib melindungi. yaitu: menasehati. Ini adalah penetapan bahwa ia adalah masih suaminya. 11. karena allah telah memberikan kepadanya berbagai keistimewaan yang tidak ditemukan pada wanita. Ada ulama yang mengartikan bahwa quru’ itu suci dan ada juga yang mengartikan quru’ itu dengan haid 8. 6. 1. “Dan suamisuaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu”. jika belum habis masa iddahnya. mendidik dan menafkahi isterinya. Seseorang suami lebih berhak untuk merujuk istrinya yang ditalaknya. Allah SWT melarang pasangan suami isteri menceritakan masalahmasalah ranjang dan rahasia-rahasia kelurga kepada siapa pun. 10. 2.Kesimpulan yang Dapat Diambil dari 2 Ayat di Atas: 1.Penetapan kepemimpinan seorang lai-laki terhadap wanita. suaminya tetap mewarisinya dan sebaliknya jika suaminya yang meninggal maka iapun mewarisinya. sebagaiman ayat. Allah SWT menetapkan laki-laki sebagai pemimpin keluarga karena kelebihan-kelebihan mereka yang tidak diberikan kepada kaum wanita. Adanya hak mutlaq bagi seorang suami untuk ruju’ kepada istrinya sebelum habisnya masa iddah. bahkan dikatakan ia adalah tetap menjadi istrinya berdasar dalil jika ia meninggal. Isteri dilarang berbuat nusyuz 4. Orang yang dicerai oleh suaminya. Seseorang wanita yang ditalak haram hukumnya menyembunyikan haidh atau kehamilan yang telah diciptakan allah swt didalam rahimnya dengan maksud apapun. 7. Penetapan hak-hak bagi masing-masing suami istri atas pasangannya. seolah-olah dalam diri wanita tersebut terdapat sesuatu yang menganjurkan agar terputusnya hubungannya dengan yang pertama. 5. maka dia harus menunggu tiga kali quru’.

Tafsir Al Qur’an Al Azhim. Sunan Ibnu Majah 273 H. Dr. Ahmad Musthafa Al-Maraghi 1371H. jilid 2 Riyadh: Dar Al Fakhru Al Razi. Kairo: Maktabah Taufiqiyah. Lubab al Nuqul fi Asbab Al Nuzul. 2002. (Jakarta : Lentera Hati. Tafsir as-Sa’diy Taisir fi tafsir kalami Al-manan. I 1365H. Tafsir Al-wadhih. 2007 20 . Sinar Baru Algesindo. 1997). Al Mufradat fi Garib Al Qur’an. Tidak dihalalkan wanita tersebut dikhitbah (dilamar) atau dinikahkan dengan laki-laki lain selama masih dalam masa iddah. Al Ishfahani. Kairo: Maktabah Al Shafa M. Imam Jalaluddin Al-Mahalli. Muasasa Risalah Cet. Beirut: Dar Al Nasyr. dkk.I 1420 H. Tafsir Al Fakhru Al Razi. 1413H Muhammad bin Futuh Al Humaidi. Thayyibah. 2003. (Jakarta : Lentera.13. Kairo: Dar al Sa’adah. 2004). Abdurahman bin Nasir as-Sa’diy 1376H. Al Jam’u baina Al Shahihain Al Bukhari wa Muslim. Tafsir Al-Misbah : Pesan. Daftar pustaka Abdurahman bin Nasir as-Sa’diy 1376H. Tafsir Maraghi. I. penerbit Daru jiil AlJadid Beirut Cet. vol. Al Tafsir Al Wasit li Al Qur’an Al Karim. Jalaluddin Al Suyuti. Cet . 10. Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. cet.II 1418 H Ibnu Majah Abu Abdullah Muhammad bin Yajid. Quraish Shihab. Fiqih Lima Madzab. Muasasa Risalah Cet.I 1420 H.( Bandung . 2002. tanpa tahun. Tafsir Munir Darul Fikri Beirut Damasqus. Muhammad bin Isma’il Al Bukhari. Muhammad Mahmud Al Hijazy. Muhammad Sayyid Tantawi. Tafsir as-Sa’diy Taisir fi tafsir kalami Al-manan. Wahbah bin Musthafa Al Juhaily. 2 hal 80. Juz 1 hal 101 Abu Al Fida’ Ismail bin Katsir. Shahih Al Bukhari. Cet. Kairo: Dar Al Nasyr. syrkah maktabah musthafa al-halaby Mesir. 2000).Tafsir Jalalain. Kairo: Maktabah Al Shafa. Daru Ihya’ Al Halaby. Muhammad Jawad Mughniyah.