You are on page 1of 2

REFLEKSI KASUS

BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah)
1. Rangkuman Kasus
Bayi Ny. W lahir spontan pervaginam dengan berat lahir 1800 gram dan usia
kehamilan 38 minggu. Apgar score 1 menit pertama menunjukkan nilai 7 dan 5 menit
pertama menunjukkan nilai 9. Gerak aktif, bayi menangis dengan kuat.
2. Perasaan terhadap Pengalaman
Bagaimana cara menangani bayi BBLR? Apakah komplikasi dari BBLR?

3. Evaluasi
Penegakkan diagnosis berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lab pada bayi.
4. Analisis
Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 tanpa
memandang usia kehamilan. BBLR dapat terjadi pada bayi kurang bulan (<37 minggu) atau pada
bayi cukup bulan (≥ 37 minggu) / IUGR (Intra Uterine Growth Restriction).
BBLR baik yang kurang bulan maupun cukup bulan mempunyai masalah-masalah seperti :
1. Ketidakstabilan suhu, karena :
- Kurang lemak subkutan / lemak coklat sehingga tidak mampu untuk menggigil.
2. Masalah Pernapasan karena :
- Defisiensi surfaktan paru akibat paru imatur
- Pernafasan yang periodik dan apneu
- Risiko aspirasi akibat belum terkoordinasinya reflek batuk, reflek menghisap, dan
menelan
3. Fungsi hati yang belum sempurna sehingga mempunyai risiko tinggi untuk mengalami
hiperbilirubinemia akibat konjugasi dan ekskresi bilirubin yang terganggu. Selain itu
imaturitas hati menyebabkan produksi faktor pembekuan darah (vit K) juga berkurang
sehingga menimbulkan gangguan pada homeostasis pembekuan darah dan tak jarang
menimbulkan perdarahan otak.
4. Kelainan hematologis
- Anemia onset dini/lanjut
- Hiperbilirubinemia
- Disseminated Intravascular coagulation (DIC)
5. Masalah pencernaan :
- Refleks isap dan telan yang buruk terutama sebelum 34 minggu
- Motilitas usus menurun
- Pengosongan lambung tertunda
- Pencernaan dan absorbs vitamin yang larut dalam lemak kurang
- Defisiensi enzim lactase pada brush border usus
- Menurunnya cadangan kalsium, fosfor, protein, dan zat besi dalam tubuh
- Meningkatnya risiko bayi untuk mengalami NEC (Necrotizing Enterocolitis)
6. Risiko infeksi karena imaturitas sistem imun pada bayi BBLR sehingga mempunyai risiko
tinggi untuk mengalami infeksi/sepsis neonatorum.
7. Kelainan metabolik dan bisa menyebabkan hipoglikemia
Penatalaksanaan pda bayi BBLR adalah :
1. Pemberian vitamin K1 (injeksi 1x1mg IM) (PO 2mg, 3x = saat lahir, 3-10 hari, 4-6 minggu)
2. Pertahankan suhu tubuh normal (axilla 36,5 – 37,5 celcius) dengan cara :
a. KMC
b. Warmer
c. Jangan memandikan atau menyentuh bayi dengan tangan yang dingin

1

d. Pantau suhu tubuh bayi secara regular tiap 2-3 jam sekali
3. Pemantauan Gula darah untuk memantau hipoglikemia pada BBLR
4. Pemberian Minum
- Asi adalah pilihan pertama
- Beri minum minimal 8x/hari
- Indikasi cairan IV : status kardiovaskuler dan respirasi yang tidak stabil, fungsi usus
belum berfungsi, NEC, IUGR berat, dan berat lahir < 1000 gram.
5. Pantau berat bayi secara periodik
Berat bayi akan turun selama 7-10 hari pertama (<15% untuk BBLR), berat lahir akan
kembali dalam 14 hari.
6. Pantau perkembangan dan pertumbuhan
7. Pantau retinopati karena prematuritas

5. Kesimpulan
Bayi dengan BBLR mempunyai berbagai macam komplikasi sehingga cara penanganan
BBLR yang khusus sangat diperlukan untuk meminimalisasi komplikasi pada BBLR.

6. Daftar Pustaka
IDAI. 2011. Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia Edisi II. IDAI
Perinasia. 2015. Manajemen Bayi Berat Lahir Rendah denagan Perawatan Metode
Kanguru. Jakarta : Perinasia

2