You are on page 1of 17

A.

B.
C.

D.

Judul: mengukur kondutivitas listrik tanah dan kelembaban tanah
Indikator
1. Mengukur konduktivitas listrik tanah dari berbagai jenis tanah
2. Mengukur kelembapan tanah dari berbagai jenis tanah
Tujuan
1. Menentukan besarnya konduktivitas listrik dari 3 sampel tanah yang berbeda
2. Menentukan besarnya kelembapan tanah dari 3 sampel tanah yang berbeda
3. Menyelidiki pengaruh kelembaban tanah terhadap besarnya konduktivitas listrik
tanah.
4. Menyelidiki pengaruh suhu tanah terhadap konduktivitas listrik tanah.
Kajian pustaka
1. Sifat alami tanah
Tanah adalah akumulasi partikel mineral yang tidak mempunyai atau
lemah ikatan antarpartikelnya yang terbentuk karena pelapukandari batuan. Proses
penghancuran dalam pembentukan tanah dari batuan terjadi secara fisis atau
kimiawi. Proses fisis antara lain erosi akibat tiupan angin, pengikisan oleh air dan
gletsyer. Atau perpecahan akibat pembekuan dan pencairan es dalam batuan.
Partikel-partikle tanah terdapat dalam rentang ukuran yang cukup lebar,
mulai dari berangkal sampai serbuk batu halus yang berbentuk akibat
penggerusan oleh gletsyer. Diantara partikel-partikel tanah terdapat ruang kosong
yang disebut pori-pori yang berisi air atau udara.
Proses kimiawi menghasilkan perubahan pada susunan mineral batuan
asalnya. Salah satu penyebabnya adalah air yang mengandung asma atau alkali,
oksigen dan karbondioksida. Pelapukan kimiawi mwnghasilkan pembentukan
kelompok-kelompok partikel Kristal berukurran koloid (˂0,002 mm)yang dikenal
sebagai mineral lempung. Hampir semua mineral lempung berbentuk lempengan
yang mempunyai permukaan spesifik (perbandingan antara luas permukaan
dengan massa) yang tinggi. Akibatnya sifat-sifat partikel ini sangat dipengaruhi
oleh gaya-gaya permukaan.
2. Temperature tanah
Temperature merupakan sifat penting tanah karena pembekuan dan
pencucian berperan dalam pelapukan batuan atau pembentukan struktur dan
mengangkat akar-akar tanaman. Proses-proses kimia dan aktivitas-aktivitas
mokroorganisme yang mengubah menjadi bentuk yang tersedia juga dipengaruhi
oleh temperatur.
3. Proses perhitungan resistansi tanah
Penentuan nilai resistansi berdasarkan pengukuran setiap titik pergeseran
dapat ditentukan dengan menggunakan rumus:
R=

V
I

……………………………. (i)

Dimana
R = Resistansi atau tahanan tanah (Ω)

.V = beda potensial pada tanah (V) I = arus yang mengalir (A) Sedangkan dalam metode ini beberapa persamaan menggunakan definisi sebagai berikut: 1. Dari persamaan (ii) diperoleh persamaan resistivitas yaitu: Ρ=R A V = L I A L ………………………………….(iii) Untuk konduktor dengan panjang L dan luas penampang A akan digambarkan berdasarkan penampang berikut Gambar konduktor dengan panjang L dan luas penampamg A Sehingga untuk untuk medan listrik E = V L diperoleh tahanan yang dapat dituliskan dalam bentuk: R=ρ L A ………………………………….(iv) Dengan R menyatakan tahanan (Ω) dan ρ adalah resistivitas/tahanan jenis (Ω m). Resistivitas dengan persamaan: E ρ= J ………………………………………….(ii) 2.. (v) . Konduktivitas dengan persamaan: I ρ σ= ……………………………………….

. Rumus yang digunakan untuk mengukur kadar air tanah: Kandungan air tanah (% berat) = Berat basah−berat kering Berat kering x 100% Berat basah = (berat tanah + berat wadah) sebelum dipanaskan – berat wadah Berat kering = (berat tanah + berat wadah) sesudah dipanaskan – berat wadah Kandungan air tanah (% volume) = kadar air (% berat) x Bulk Destiny. perlu dilakukan penelitian tentang sifat-sifat tanah lain yang dapat diukur sebagai penduga kadar air tanah. Metode langsung secara gravimetric memiliki akurasi yang sangat tinggi namun membutuhkan waktu dan tenaga yang sangat besar.Dimana: V = Beda potensial dua buah titik (V) I = Besar arus listrik yang mengallir (A) E = kuat medan listrik (V/m) J = rapat arus listrik (A/m2) σ = konduktivitas listrik (Ωm-1) ρ = Resistivitas / tahanan jenis (Ωm) L = jarak antara elektroda (m) A = Luas penampang (m2) R = Hambatan (Ω) X = Jarak pergeseran elektroda potensial (m) 4. TDR). 1991). Oleh sebab itu. Prinsip kerja kedua metode tersebut adalah menguku br dinamika sebaran neutron atau waktu hantar listrik didalam tanah akibat adanya sejumlah air.. Dua metode penetapan kadar air tanah secara tidak langsung yang sudah banyak dikenal adalah melaui pengukuran sebaran neutron dan pengukuran waktu hantaran listrik dalam tanah ( time domain reflektometry.1986). Kendala yang dihadapi dalam memanfaatkan neutron probe dan TDR untuk memonitor fluktuasi kadar air tanah adalah haraga kedua alat tersebut sangat mahal. Kebutuhan akan metode yang cepat dalam memonitor fluktuasi kadar air tanah dilapangan menjadi sangat mendesak sebagai jawaban atas tingginya waktu dan tenaga yang dibutuhkan oleh metode gravimetri. Kelembapan tanah atau kadar air tanah Kadar air tanah dapat ditetapkan ssecara langsung melalui pengukuran perbedaan berat tanah (disebut metode gravimetric) dan secara tidak langsung melalui pengukuran sifat-sifat lain yang berhubungan erat dengan air tanah (Gardner. (Nadler et al.

Wadah atau piring Kegiatan II mengukur konduktivitas listrik tanah 1. 7. mistar Variable kontrol: kuat arus dari catu daya. 6. 2. bola lampu 5 watt. jenis tanah. wadah. . Kantung plastik 3. 5. bak tanah. Cangkul 2. 5. F.E. jarak elektroda Langkah kerja Kegiatan I mengukur konduktivitas listrik tanah 1. Box atau kardus 6. 3. 4. multimeter. Variable kontrol: massa tanah dan jenis tanah. thermometer. G. Melakukan penggalian sedalam ±20 cm. timbangan. Alat dan bahan Kegiatan I mengukur kelembapan tanah 1. kantung plastic. massa tanah. Thermometer 8. Menghubungkan elektroda potensial pada salah satu ujung elektroda arus dan ujung elektroda potensial lainnya dibiarkan lepas kemudian menancapkan elektroda potensial elektroda arus pada masing-masing ujung bak. Bak tanah. Bola lampu 5 watt 3 buah 5. Multimeter Sumber tegangan DC Tiga jenis tanah yang berbeda Wadah atau baskom Mistar Wadah berbentuk persegi panjang Kabel elektroda Baterai 1. Menentukan lokasi pengukuran dan lokasi pengambilan sampel tanah 2. Menyediakan bak tanah (wadah berbentuk persegi panjang) 4. Timbangan 4. Galilah tanah pada kedalam 20 m tersebut. 3. Tiga jenis tanah yang berbeda 7. box. Kegiatan II mengukur konduktivitas listrik tanah Variable bebas: multimeter. 8. Mengisi bak tanah dengan tanah dari dari dasar bak sampai seluruh permukaan bak menjadi rata.5 volt 2 buah Identifikasi Variabel Kegiatan I mengukur kelembapan tanah Variable bebas: cangkul.

20 cm. dan sumber tegangan (baterai sebagai sumber tegangan DC) satu sama lainnya seperti gambar berikut: 7. Kegiatan I mengukur konduktivitas listrik tanah Tabel hasil pengamatan . 60 cm). 8. 15 cm. Mengukur massa wadah penyimpanan tanah 5. 4. Menghubungkan voltmeter. Mengulangi kegiatan 1-8 untuk sampel ke dua dan ketiga. 30 cm. Galilah tanah pada kedalam 20 m tersebut. 9. Menghitung nilai resistivitas (tahanan jenis) berdasarkan persamaan berikut: ρ = 2πr V I 11.6. Nyalakan lampu selama 24 jam 8. Data hasil pengamatan a. Merangkai lampu neon 5 watt dengan kardus. 3. Kegiatan II mengukur kelembapan tanah 1. Meletakkan tanah kedalam kardus yang sudah dirangkai 7. Mengukur massa tanah setelah dipanaskan H. 50 cm. Mengukur massa tanah. Mengulangi kegiatan -7 pada pergeseran elektroda C sehingga jaraknya berubah (AC = 10 cm. Menancapkan elektroda A ke tanah dengan jarak spasi elektroda 5 cm dari elektroda C (AC = 5 cm) kemudian di on-kan sambil mencatat beberapa saat hasil pembacaan pada voltmeter pada table pengamatan. Memplot grafik hubungan karakteristik antara konduktivitas listrik dengan jarak pergeseran elektroda untuk setiap lapisan batuan. Melakukan penggalian sedalam ±20 cm. Menentukan lokasi pengukuran dan lokasi pengambilan sampel tanah 2. Menentukan konduktivitas listrik material (σ) pada suatu pengukuran digunakan rumus: σ= I ρ 12. 6. 40 cm. 10.

Kegiatan I mengukur konduktivitas listrik tanah 1. Jenis tanah Tanah TDM Tanah naimata Tanah RSS Baumata Berat tanah basah (kg) 0. Jarak AC = 4 cm 2.4 2.25 x 10-3 A = 2. Menggunakan rumus Menentukan besarnya arus yang mengalir melalui tanah I= skala yang ditunjuk x batasukur skala maximum a).4 2.5 2.45 Batas Ukur (mA) 2. Jenis tanah baumata 1).48 Pengolahan Data a.5 2.4 2.6 Berat Tanah kering (kg) 0.4 2.5 mA I= 3 2).4 2.13 x 10-3 A Skala maximum 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 .5 0.5 2.5 2.5 2. Jarak AC = 6 cm 2.7 x 2.4 2.5 0.45 2.5 2.5 mA I= 3 3).29 x10-3 A = 2.4 2.4 0.5 2.5 2.5 b. jarak AC = 2 cm 2.5 2.5 2.56 x 2.5 2.5 mA I= 3 = 2.75 x 2.5 2.N o 1 Jenis Tanah Tanah TDM 2 Tanah Naimata 3 Tanah RSS Baumata Jarak AC (cm) 5 10 15 20 5 10 15 20 5 10 15 20 Skala yang ditunjuk 2.45 2. Kegiatan II mengukur kelembaban tanah Table hasil pengamatan No 1 2 3 I.33 2.65 0.

5 mA I= 3 5).5 mA I= = 1. Jarak AC = 8 cm 2. jarak AC = 2 cm = 2.5 mA I= 3 6). Jarak AC = 10 cm 2.6 x 2. Jenis tanah Naimata 1).3 x10-3 A = 2.5 mA I= 3 3). Jarak AC = 6 cm 2. Jarak AC = 2 cm I= 2.5 mA 3 2).5 x 2.5 mA I= 3 4).45 x 2.24 x 2. Jarak AC = 8 cm 2.08 x 10-3 A = 2.25 x 10-3 A = 2.16 x 10-3 A = 2.05 x 10-3 A 6). Jarak AC = 12 cm 2. Jenis tanah Penfui 1).86 x 10-3 A 3 b).83 x 10-3 A .5 mA I= 3 5).7 x 2.4).65 x 2. Jarak AC = 10 cm 2.2 x 2. Jarak AC = 12 cm 2.04 x 10-3 A = 1.6 x 2.21 x 10-3 A = 2. Jarak AC = 4 cm 2.5 mA I= 3 c).5 mA I= 3 = 2.46 x 2.

Jarak AC = 12 cm 2.88 x 2.18 x 10-3 A Menentuka besarnya resistansi (R) σ = = 2.4 x 10-3 A 4).I= 2.3 x 10-3 A 5).73 x 2. Jarak AC = 10 cm 2.62 x 2.5 mA I= 3 1 ρ = 2.9 x 2.8 x 2.5 mA I= 3 = 2.5 mA I= 3 = 2. Jarak AC = 8 cm 2.95 x 2.42 x 10-3 A 3).5 mA I= 3 = 2. Jarak AC = 6 cm 2.27 x 10-3 A 6).5 mA 3 2).46 x10-3 A .5 mA I= 3 = 2. Jarak AC = 4 cm 2.

02 × 104 Ω 0.86 × 10−4 = 0.115 0.14) ( 5 ) × 0.115 0.8× 10−4 .51 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 4.23 × 10 -4 a.σ = 1 5.31 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 4.14) ( 10 ) × = 9.11 0.21 × 10 -4 ρ3= 2 (3.17 × 10 -4 ρ2= 2 (3.8× 10−4 = 4.8× 10−4 = 4.31× 10−4 = 0.51× 10−4 = 2.14) ( 5 ) × 0. Tanah Kayu putih untuk jarak 10 cm V ρ= 2п r × I ρ1= 2 (3.

1 0.6× 10−4 = 11.σ = 1 ρ σ = 1 9.14) ( 10 ) × 0.02× 10−4 = 0.53 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 7.13 × 10 -4 b.53 ×10−4 = 0.08 × 10 -4 ρ3= 2 (3.14) ( 10 ) × 0.11 × 10 -4 ρ2= 2 (3.83× 10−4 .11 0.14) ( 5 ) × 0. Tanah oebobo untuk jarak 5 cm ρ= 2п r × V I ρ1= 2 (3.5 × 10 = 0.5 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 −4 11.12 1 ×10−4 = 7.

1125 0.= 3.78 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 −4 3.23 ×10−4 = 0.26 × 10 -4 ρ2= 2 (3.25 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 4.66× 10−4 = 5.78 × 10 = 0.19 × 10 -4 ρ3= 2 (3.23 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 5.25 ×10−4 = 0.14) ( 5 ) × 0.23 × 10 -4 0.11 0.14) ( 5 ) × = 4.83× 10−4 .

11 0.14) ( 10 ) × = 5.a) Tanah Oeebobo untuk jarak 10 cm ρ= 2п r × V I ρ1= 2 (3.12 × 10 -4 ρ3= 2 (3.15 × 10 -4 ρ2= 2 (3.16 × 10−4 .14) ( 10 ) × 0.32 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 8.83× 10−4 = 8.10 1 ×10−4 = 6.28 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 6.28 × 10−4 = 0.1 1.41 × 104 Ω 0.14) ( 10 ) × 0.32×10−4 = 0.

σ = 1 ρ σ = 1 −4 5.9 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 6.11 0.115 0.41 ×10 = 0.14) ( 5 ) × = 6.9 × 10−4 = 0.5× 10−4 = 6.14 × 10 -4 ρ2= 2 (3.14) ( 5 ) × 0.01 × 104 Ω σ = 1 ρ 0.6× 10−4 .23 × 10 -4 b) Tanah Penfui untuk jarak 5 cm ρ= 2п r × V I ρ1= 2 (3.

6 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 −4 8.117 1 ×10−4 = 3.8× 10−4 .11 0.σ = 1 −4 6.67 × 10−4 = 0.14) ( 10 ) × = 8.01 ×10 = 0.14) ( 5 ) × 0.16 × 10 -4 ρ3= 2 (3.67 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 3.27 × 10 -4 c) Tanah Penfui untuk jarak 10 cm ρ= 2п r × V I ρ1= 2 (3.6× 10 = 0.12 × 10 -4 0.

1 = 500 × 100 × 100 .5 = 0.5 m2 = 0.12 1 ×10−4 = 7.ρ2= 2 (3.14) ( 10 ) × 0.4 =0. Menghitung Kelembapan tanah a) Tanah penfui m1 = 0.1 Massa air Massa Buti r Air 0.115 0.83 × 10 -4 ρ3= 2 (3.5 – 0.5 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 −4 7.2 ×10−4 = 0.5 ×10 = 0.6× 10−4 = 1.2 × 104 Ω σ = 1 ρ σ = 1 1.4 massa butir air = m1 – m2 Kadar Air = = 0.13 × 10 -4 1.14) ( 10 ) × 0.

5 – 0. konduktivitas dan kelembapan tanah.multimeter.5 = 0. . Pembahasan Proyek ini bertujuan untuk menghitung konduktivitas dan kelembapan tanah dengan tiga sampel tanah yang berbeda dan membandingkan tingkat konduktivitas dan kelembapan dari tiga sampel tanah tersebut. Untuk mengukur nilai kelembapan.46 massa butir air = m1 – m2 = 0. Alat dan bahan yang digunakan dalam proyek ini yang pertama sampel tanah. baterai.05 Kadar Air = Massa air Massa Buti r Air 0. Dari tiga sampel tanah ini kemudian ditimbang massa awalnya dan ketiga sampel tanah ini massa awalnya 0.45 massa butir air = m1 – m2 = 0.45 =0.air secukupnya.04 × 100 × 100 = 1250 c) Tanah Baun m1 = 0.5 m2 = 0. Penfui Kayu putih dan Baun.5 m2 = 0.timbangan.06 Kadar Air = Massa air Massa Buti r Air 0.5 kg. Selain itu kita juga dapat mengetahui pengertian tanah.5 – 0.b) Tanah Kayu Putih m1 = 0.5 = 0.4 =0.05 × 100 × 100 = 21000 E. Hal pertama yang kami lakukan adalah mengambil sampel tanah di tiga tempat yang berbeda yaitu. kabel dan plat tembaga.wadah.

dan tanah baun 21000. Setelah 24 jam kami mengukur kembali massa tanah. tanah kayu putih 1250.4 kg. Setelah mengukur tingkat kelebapan tanah untuk tiga sampel tanah selanjutnya kami mengukur tingkat konduktivitas tanah. Kelembapan tanah diukur dengan persamaan : Massa air Kadar Air = Massa Buti r Air × 100 Dari persamaan ini didapatkan hasil untuk kelembapan tanah penfui 500..46kg.dan tanah baun 0. Selanjutnya untuk mengukur nilai konduktivitas.45kg. pertama-tama kami merangkai alat seperti gambar Data yang diperoleh untuk massa tanah setelah dipanaskan yakni tanah penfui 0. Untuk mengukur nilai dari konduktivitas tanah kami menggunakan persamaan : 1 σ = ρ ρ= 2п r × V I dengan menggunakan persamaan ini kami dapatkan hasil yakni untuk tanah penfui .tanah yang telah diukur massanya dimasukan kedalam gardus dan dipanaskan menggunakan lampu neon selama 1x24 jam. tanah kayu putih 0.