You are on page 1of 23

Laporan Akhir

Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang

BAB
5

ANALISIS DAN

PEMBAHASAN

5.1. Kondisi Indikator Pembangunan Manusia
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jombang tahun 2012
dihitung dengan tiga indikator utama yaitu Indek Harapan Hidup (IHH) yang
menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat, Indeks Pendidikan (IP) yang
menggambarkan kondisi pengetahuan masyarakat, dan Indeks Daya Beli (IDB) yang
menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat.
Untuk menghitung nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten
Jombang tahun 2012 menggunakan data hasil survei primer tahun 2012. Kemudian
untuk membantu dan mempertajam analisis, maka akan didukung data-data sekunder
yang sudah tersedia dan di publikasikan oleh instansi terkait.
5.1.1. Kondisi Indikator Bidang Kesehatan
Pembangunan Bidang Kesehatan sangat terkait dengan kemampuan hidup
rata-rata penduduk di Kabupaten Jombang. Hal ini dapat diukur dengan angka Indeks
Harapan Hidup (IHH) dari indikator pembentuknya. IHH sendiri diukur atau dihitung
berdasarkan satu indikator yaitu rata-rata jumlah bayi lahir hidup.
Hasil perhitungan masing-masing indikator di atas akan membentuk Indeks
Harapan Hidup. Sebagai penunjang dan menambah referensi mengenai indikator
harapan hidup, maka disini akan diuraikan juga indikator-indikator bidang kesehatan
yang masih terkait seperti berikut.

Bab V – Analisis dan Pembahasan

V-1

Laporan Akhir
Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang

Tabel 5.1.
Prosentase Bayi Lahir Hidup
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Kecamatan
Jombang
Gudo
Peterongan
Jogoroto
Sumobito
Perak
Kesamben
Mojowarno
Diwek
Ngoro
Plandaan
Bandar Kedung Mulyo
Mojoagung
Tembelang
Bareng
Kudu
Ngusikan
Ploso
Megaluh
Wonosalam
Kabuh
Kabupaten

Bayi Lahir
Hidup
99,47
99,33
99,20
99,30
99,69
99,32
99,27
99,36
99,19
99,06
99,68
99,74
99,37
98,86
99,58
99,95
98,05
99,91
98,77
98,40
99,22
99,27

Sumber : hasil survei, 2012

Bab V – Analisis dan Pembahasan

V-2

Tahun 2012 Sumber: Hasil Survei diolah. Indikator ini menunjukkan tingkat keamanan proses persalinan seorang ibu terutama dari sisi bayinya. seperti yang terlihat pada gambar di atas.1 dimuka. Berdasarkan hasil prosentase bayi lahir hidup. 2012. Jumlah bayi lahir hidup di masing-masing kecamatan dapat dilihat pada tabel 5. menunjukkan bahwa kecamatan yang mempunyai prosentase jumlah Bab V – Analisis dan Pembahasan V-3 . Presentase Bayi Lahir Hidup.1.  Bayi Lahir Hidup Bayi Lahir Hidup merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan bidang kesehatan. Semakin banyak jumlah lahir hidup di suatu kecamatan.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Gambar 5. Kabupaten Jombang. maka nilai indeksnya akan besar dan sebaliknya.

sehingga bisa memperkecil Indek Harapan Hidup kecamatan tersebut. Sumobito (99.40%).68%). Wonosalam (98. Bandarkedungmulyo (99. dibandingkan kecamatan-kecamatan yang lainnya. dan 2) Angka lama sekolah (MYS). sehingga bisa memperbesar Indek Harapan Hidup kecamatan tersebut. Indeks Pendidikan dihitung berdasarkan 2 (dua) indikator yaitu: 1) Angka melek huruf (AMH). Ploso (99. Sedangkan kecamatan yang mempunyai prosentase jumlah Bayi Lahir Hidup terendah adalah Kecamatan Ngusikan (98. 5.77%) dan Tembelang (98.2.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang lahir hidup kelompok tertinggi adalah Kecamatan Kudu (99. dibandingkan kecamatan-kecamatan yang lainnya. Megaluh (98. Kondisi ini menunjukkan bahwa keempat kecamatan tersebut mempunyai tingkat Bayi Lahir Hidup yang lebih rendah.74%).05%). Kondisi ini menunjukkan bahwa kelima kecamatan tersebut mempunyai tingkat bayi lahir hidup yang lebih tinggi. Bab V – Analisis dan Pembahasan V-4 . Kondisi Indikator Bidang Pendidikan Indikator Pendidikan akan diukur dari dua indikator yang mengindikasikan kualitas sumberdaya manusia dari aspek pendidikan di Kabupaten Jombang.95%).91%).1.69%) dan Plandaan (99.86%). Berikut ini dua indikator pendidikan menurut hasil survei tahun 2012 di Kabupaten Jombang.

39 85.61 5.84 95.77 6.73 97.95 82. Kabupaten Jombang Tahun 2012 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan Jombang Gudo Peterongan Jogoroto Sumobito Perak Kesamben Mojowarno Diwek Ngoro Plandaan Bandarkedungmulyo Mojoagung Tembelang Bareng Kudu Ngusikan Ploso Megaluh Wonosalam Kabuh Kabupaten AMH 98.67 6.07 5.61 5. Indikator Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata lama Sekolah (MYS) Menurut Kecamatan.50 95. Berikut ini disajikan Angka Melek Huruf masyarakat di masing-masing kecamatan.77 7.42 90.23 91.45 93.88 90.04 86.90 93. semakin tinggi angka melek huruf masyarakat di suatu daerah.93 8.87 96.35 8.52 7.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Tabel 5.45 98. dan sebaliknya.82 7.16 7.2.23 7.91 95. menunjukkan semakin besar jumlah masyarakat tersebut yang bisa membaca huruf latin.53 6.47 Sumber : hasil survei.29 88.41 6.85 97.74 88.22 6.66 87. 2012  Melek Huruf Angka melek huruf menggambarkan tingkat kemampuan masyarakat untuk membaca huruf latin.79 MYS 10.81 8.82 6.37 6.64 6.08 95.51 94. Bab V – Analisis dan Pembahasan V-5 .39 7.47 7.31 87.

Bab V – Analisis dan Pembahasan V-6 .Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Gambar 5. Berdasarkan hasil prosentase Angka Melek Huruf. Angka Melek Huruf.84%). Tahun 2012 Sumber: Hasil Survei. 2012. sehingga bisa memperbesar Indek Pendidikan kecamatan tersebut dibandingkan kecamatankecamatan yang lainnya. diolah. Kecamantan Jombang (98. Peterongan (97. seperti yang terlihat pada gambar grafik di atas menunjukkan bahwa ada 4 (empat) kecamatan yang mempunyai prosentase Angka Melek Huruf tertinggi.73%).87%) dan Perak (97. Dengan demikian hampir semua masyarakat yang ada di empat kecamatan tersebut bisa membaca dan menulis huruf latin. Empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Gudo (98. Kabupaten Jombang.3.45%).

Angka Rata-rata Lama Sekolah. 2012. dibandingkan kecamatan-kecamatan yang lainnya. Tahun 2012 Sumber: Hasil Survei. Bab V – Analisis dan Pembahasan V-7 . Semakin tinggi angka partisipasi masyarakat menunjukkan antusias masyarakat untuk bersekolah ketingkat sekolah yang lebih tinggi. kemudian Ngusikan sebesar 85.  Rata-rata Lama Sekolah Rata-rata Lama Sekolah menunjukkan tingkat partisipasi masyarakan untuk bersekolah. Berikut ini gambaran angka Rata-rata Lama Sekolah di masing-masing kecamatan.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Sedangkan kecamatan yang mempunyai prosentase angka melek huruf terendah adalah Kecamatan Kabuh sebesar 82. sehingga akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Kabupaten Jombang.4. sehingga bisa memperkecil Indek Pendidikan kecamatan tersebut.45. Gambar 5. Kondisi ini menunjukkan bahwa dua kecamatan tersebut mempunyai tingkat Angka Melek Huruf yang lebih rendah.31. diolah.

Konsekuensinya adalah akan berdampak pada rendahnya nilai Indeks Pendidikan di wilayah tersebut. berarti rata-rata pendidikan setara dengan kelas tiga SLTP. Kemudian keempat adalah Kecamatan Jogoroto sebesar 8.61) dan Kabuh (5. Wonosalam (5. Kemudian urutan kedua adalah Kecamatan Gudo sebesar 8.93 atau setara dengan SLTP kelas tiga.61). Kondisi tingkat konsumsi riil perkapita yang disesuaikan diukur dari nilai pengeluaran perkapita per bulan hasil survei tahun 2012 disajikan pada tabel berikut.00) adalah Kecamatan Megaluh (5. Wilayah kecamatan dengan angka tertinggi adalah Kecamatan Jombang sebesar 10.16 atau setara dengan SLTP kelas tiga. Kondisi Indikator Bidang Ekonomi Indikator bidang ekonomi diukur dari tingkat kemampuan daya beli masyarakat. Urutan ke tiga adalah Kecamatan Peterongan sebesar 8.81 atau setara dengan SLTP kelas tiga. Nilai rata-ratanya berada jauh dibawah rata-rata tingkat kabupaten yang memiliki angka 7.1. Daya beli masyarakat diukur dari tingkat pengeluaran penduduk perkapita per bulan.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Berdasarkan Angka Rata-rata Lama Sekolah (MYS) menunjukkan bahwa di Kabupaten Jombang mencapai 7. Jadi keempat kecamatan dengan AMH tertinggi memiliki angka diatas 8. khusus untuk Kecamatan Jombang setara dengan SLTA.35. Bab V – Analisis dan Pembahasan V-8 .52). 5.47. Sedangkan kecamatan yang mempunyai Rata-rata Lama Sekolah terendah hanya setara dibawah SLTP (angka dibawah 6.47.3. atau setara dengan pendidikan kelas dua SLTP. berarti setingkat kelas satu SLTA.

Kabupaten Jombang.) 1 Jombang 590.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Tabel 5.068 7 Kesamben 591.599 16 Kudu 588.595 17 Ngusikan 606.845 Kabupaten 589.3.582 20 Wonosalam 592.802 15 Bareng 593. Kemampuan Daya Beli Per Kapita Menurut Kecamatan Per Bulan.620 5 Sumobito 604.029 6 Perak 570.641 Sumber : hasil survei.464 10 Ngoro 590.317 19 Megaluh 606. Tahun 2012 No Kecamatan Kemampuan Daya Beli (Rp.283 3 Peterongan 576.267 8 Mojowarno 590.053 14 Tembelang 600.773 2 Gudo 588.322 18 Ploso 569.709 4 Jogoroto 583.578 9 Diwek 591.836 13 Mojoagung 566.356 11 Plandaan 596. 2012 Bab V – Analisis dan Pembahasan V-9 .332 21 Kabuh 593.024 12 Bandar Kedung Mulyo 591.

2.2. 2012 Gambar 5. Capaian Indeks Harapan Hidup Indikator Harapan Hidup akan diukur dengan satu indikator yang mengindikasikan kemampuan hidup rata-rata penduduk di Kabupaten Jombang.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Sumber : hasil survei diolah kembali. 5. Indek Harapan Hidup (IHH) disusun berdasarkan satu indikator kesehatan yaitu Bayi Lahir Hidup sebagai berikut. Kabupaten Jombang. Analisis Indeks Pembangunan Manusia 5.582 per bulan. Indeks Harapan Hidup dihitung berdasarkan 1 (satu) indikator dengan bobot 100 persen terhadap Angka Harapan Hidup (AHH). Selanjutnya tingkat daya beli terendah adalah Kecamatan Mojoagung sebesar 566.053. Tahun 2012 Menurut data pada tabel diatas menunjukkan bahwa tingkat daya beli tertinggi adalah Kecamatan Megaluh sebesar Rp. 606. Grafik Tingkat Daya Beli Perkapita Menurut Kecamatan Per Bulan.1.5. Bab V – Analisis dan Pembahasan V-10 .

13 Mojoagung 14 Tembelang 15 Bareng 16 Kudu 17 Ngusikan 18 Ploso 19 Megaluh 20 Wonosalam 21 Kabuh Kabupaten Angka Bayi Lahir Hdup 99.27 73.78 Menengah Atas 99.91 Menengah Atas 99.20 71.74 79. diolah.Status Rendah Bab V – Analisis dan Pembahasan : IHH ≤ 50 V-11 .36 76.63 Menengah Atas 98.74 Menengah Atas 98.37 77.86 67.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Tabel 5.57 Menengah Atas 99.23 Menengah Atas 99.91 79. Tahun 2012 No Kecamatan 1 Jombang 2 Gudo 3 Peterongan 4 5 Jogoroto Sumobito 6 Perak 7 Kesamben 8 Mojowarno 9 Diwek 10 Ngoro 11 Plandaan 12 Bandar Kedung M.58 78.06 68.6.32 79.06 Menengah Bawah 99.10 Menengah Atas 99. Angka Bayi Lahir Hidup dan Nilai Indeks Harapan Hidup (IHH) Berdasarkan Kecamatan.47 99.31 Menengah Atas 98.30 75.81 Menengah Atas 99.16 Menengah Atas 99.94 Menengah Atas 99.22 71.27 Menengah Atas 98. 2012.59 Menengah Atas 99.74 Menengah Atas 99.87 Menengah Bawah 99.68 79.61 Menengah Atas 99.77 67.36 75.91 Menengah Atas 99.40 62.47 77.69 99.85 Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Sumber : Hasil Survei.58 75.95 79. Selanjutnya Indek Harapan Hidup (IHH) di masing-masing kecamatan tersebut dikelompokkan menurut ketentuan UNDP berikut: .33 IHH Kreteria IHH 77.05 61.19 69.43 Menengah Atas 99.

2012. Kecamatan yang mempunyai IHH kelompok tertinggi adalah Kecamatan Kudu (79.74).Status Menengah Atas : 66 < IHH ≤ 80 . Gambar 5.Status Tinggi : IHH > 80. Grafik Indeks Harapan Hidup (IHH) Masing-masing Kecamatan di Kabupaten Jombang.6. Ploso (79. Tahun 2012 Sumber: Hasil Analisis.63). Pada tingkat Kabupaten Jombang menunjukkan IHH sebesar 77. berarti termasuk kategori “Menengah Atas”.Status Menengah Bawah : 50 < IHH ≤ 66 . Secara grafis perbandingan nilai IHH dimasing-masing kecamatan di Kabupaten Jombang dapat digambarkan dengan grafik sebagai berikut.85. Bandarkedungmulyo Bab V – Analisis dan Pembahasan V-12 . Berdasarkan kreteria di atas. menunjukkan hanya satu kecamatan tergolong Indeks Harapan Hidup dengan kreteria Tinggi yaitu Kecamatan Kudu.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang . Perbandingan IHH antar kecamatan relevan untuk dilakukan dalam rangka mengetahui perbedaan kondisi kesehatan masyarakat antar wilayah.

21 80.78 37. meliputi : (1) Melek Huruf.49 45.52 73.64 75.4. Sedangkan kecamatan yang mempunyai angka IHH terendah adalah Kecamatan Ngusikan (61. (2) Rata-rata Lama Sekolah.45 Bab V – Analisis dan Pembahasan I MYS 69.64 85.23 91.80 78.45 98. Kondisi ini menunjukkan bahwa kelima kecamatan tersebut mempunyai angka Indek Harapan Hidup kecamatan tertinggi.11 48.46 49.70 73.7.09 79.43).38 81.08 95.41 52. Hasil penghitungan IP berdasarkan dua indikator tersebut diawali dengan nilai indeks masing-masing indikator sebagai berikut.74 88. dibandingkan kecamatan-kecamatan yang lainnya.66 87.54 54.84 95.36 72.98 84.51 94. Tahun 2012 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan Jombang Gudo Peterongan Jogoroto Sumobito Perak Kesamben Mojowarno Diwek Ngoro Plandaan Bandar KM Mojoagung Tembelang Bareng Kudu Ngusikan Ploso Megaluh Wonosalam Kabuh I AMH 98.38 44.06).23 78.56 67.80 40.78 42.10). Kabupaten Jombang. Capaian Indeks Pendidikan Indek Pendidikan (IP) disusun berdasarkan 2 (dua) indikator pendidikan.04 86.80 51.39 85. Sumobito (79.67 83.91 95.24 43.47 45.87) dan Wonosalam (62.93 73.14 48.45 49.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang (79.00 59.40 IP 88.90 93. Kondisi ini menunjukkan bahwa kedua kecamatan tersebut mempunyai Indek Harapan Hidup kecamatan terendah. Dua indikator tersebut.26 37.29 88.88 90.72 71.95 82.71 42.74 75.12 36.31 87.85 97.87 96.53 44.36) dan Plandaan (79.2.73 97. dibandingkan kecamatan-kecamatan yang lainnya.2. Tabel 5. 5. Nilai Indeks Pendidikan (IP) Masing-Masing Kecamatan.42 77.70 79.44 Kriteria Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Menengah Atas Tinggi Menengah Atas Menengah Atas Tinggi Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas V-13 .56 71.50 95.23 58.08 73.42 90.

12 Menengah Atas Sumber: Hasil Analisis. Tahun 2012 Bab V – Analisis dan Pembahasan V-14 . Grafik Indeks Pendidikan (IP) Masing-masing Kecamatan di Kabupaten Jombang.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang No Kecamatan I AMH Kabupaten 93. Gambar 5. Selanjutnya Indek Pendidikan (IP) di masing-masing kecamatan tersebut dikelompokkan menurut ketentuan UNDP berikut: . sedangkan 6 kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang tergolong Indeks Pendidikan dengan kreteria “Tinggi”.79 I MYS IP 49.Status Menengah Atas : 66 < IHH ≤ 80 . Secara grafis perbandingan nilai IP dimasing-masing kecamatan di Kabupaten Jombang dapat digambarkan dengan diagram berikut. menunjukkan bahwa sebagian besar atau sebanyak 15 Kecamatan tergolong Indeks Pendidikan dengan kreteria “Menengah Atas”.Status Rendah : IHH ≤ 50 . 2012.Status Menengah Bawah : 50 < IHH ≤ 66 .80 Kriteria 79.Status Tinggi : IHH > 80 Berdasarkan kreteria di atas.7. Perbandingan IP antar kecamatan relevan untuk dilakukan dalam rangka mengetahui perbedaan kondisi pendidikan masyarakat antar wilayah.

Angka IP ini hampir mendekati angka 80. Capaian Indeks Daya Beli Indek Daya Beli (IDB) disusun berdasarkan indikator rata-rata konsumsi masyarakat hasil penghitungan IDB berdasarkan indikator rata-rata pengeluaran konsumsi per kapita per bulan.3.44). Perhitungan tersebut diawali dengan menghitung nilai rata-rata konsumsi pengeluaran konsumsi riil masyarakat. 2012. kemudian Kecamatan Peterongan dan Jogoroto. dengan kata lain IP Kabupaten Jombang hampir termasuk ke dalam kategori “Tinggi”. Indeks ini didasarkan perhitungan atas pengeluaran konsumsi perkapita riil per bulan yang disesuaikan dibandingkan dengan nilai konsumsi riil perkapita yang disesuaikan per bulan Bab V – Analisis dan Pembahasan V-15 . Sedangkan kecamatan yang mempunyai nilai Indeks Pendidikan (IP) terendah adalah Kecamatan Kabuh (67.4. 5.67.64.2. Wonosalam (71. Indeks Pendidikan (IP) Kabupaten Jombang sebesar 79. kemudian disusul dengan Kecamatan Gudo dengan nilai indeks 85.70).12 yang termasuk dalam kategori “Menengah Atas”. Kecamatan yang mempunyai nilai Indeks Pendidikan (IP) paling tinggi adalah Kecamatan Jombang dengan nilai 88.56) dan Ngusikan (71.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Sumber: Hasil Analisis.

31 67.9. 2012 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kecamatan Jombang Gudo Peterongan Jogoroto Sumobito Perak Kesamben Mojowarno Diwek Ngoro Plandaan Bandar Kedungmulyo Mojoagung Tembelang Bareng Kudu Ngusikan Ploso Megaluh Wonosalam Kabuh Kabupaten IDB Kreteria 67.79 62. Nilai Indeks Masing-masing Indikator Daya Beli Berdasarkan Kecamatan.48 69.41 67.51 67.24 70.15 67. Selanjutnya nilai indeks pengeluaran konsumsi masing-masing kecamatan tersebut dijadikan sebagai tolok ukur Indeks Daya Beli Masyarakat. Kabupaten Jombang.85 66.41 67.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang menurut UNDP yaitu nilai minimum sebesar Rp.720.93 Menengah Atas Menengah Atas Menengah Bawah Menengah Bawah Menengah Atas Menengah Bawah Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Bawah Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Bawah Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Menengah Atas Sumber: Hasil Analisis.54 70.62 63.56 67.10 68.95 65. 732. Penentuan Indeks Daya Beli berdasarkan hasil dari pembagian antara indeks rata-rata konsumsi masing-masing kecamatan dibagi dengan kebutuhan konsumsi berdasarkan kebutuhan hidup layak minimum di Kabupaten Jombang.000 dan maksimal Rp. Berikut ini disajikan nilai Indeks Daya Beli (IDB) dimasing-masing kecamatan. Tabel 5.20 66.69 70.26 62.44 61.91 66.36 67. Selanjutnya Indek Daya Beli (IDB) di masing-masing kecamatan tersebut dikelompokkan menurut ketentuan UNDP sebagai berikut: Bab V – Analisis dan Pembahasan V-16 . 300. 2012.85 67.

menunjukkan bahwa sebagian besar atau sebanyak 16 Kecamatan tergolong Indeks Daya Beli dengan kreteria “Menengah Atas”. berarti termasuk kreteria “Menengah Atas”. Perbandingan IDB antar kecamatan relevan untuk dilakukan dalam rangka mengetahui perbedaan kondisi ekonomi masyarakat antar wilayah.26. kemudian disusul oleh Kecamatan Sumobito sebesar 72. sebanyak 5 kecamatan dengan kreteria “Menengah Bawah”.Status Menengah Atas : 66 < IHH ≤ 80 . Capaian IDB Kabupaten Jombang sebesar 66.8. Grafik Indeks Daya Beli (IDB) Masing-masing Kecamatan di Kabupaten Jombang.Status Rendah : IHH ≤ 50 . Secara grafis perbandingan nilai IDB dimasing-masing kecamatan di Kabupaten Jombang dapat digambarkan dengan diagram berikut. Gambar 5.93. Kecamatan yang mempunyai nilai Indeks Daya Beli (IDB) paling tinggi adalah Kecamatan Megaluh yaitu sebesar 73. 2012. Tahun 2012 Sumber: Hasil Analisis.Status Menengah Bawah : 50 < IHH ≤ 66 .Status Tinggi : IHH > 80. Berdasarkan kreteria di atas.35. Sedangkan kecamatan yang mempunyai nilai Bab V – Analisis dan Pembahasan V-17 .Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang .

Tahun 2012 No.67 66.70 65.81 Menengah Atas 85.38 63.48) dan Ploso (63. IHH 1 Jombang 77.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Indeks Daya Beli (IDB) terendah adalah Kecamatan Mojoagung (62.91 15 Bareng 78.74 7 Kesamben 73.39 Menengah Atas 77.31 72.41 74.80 62.36 72.10 70.72 66.53 Menengah Atas 84.36 6 Perak 75.4.64 67.61 9 Diwek 69.74 67. Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut.68 Menengah Atas 75.85 75.62 76.59 11 Plandaan 79.2.24). Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Secara Komposit Berdasarkan ketiga nilai indeks yang telah dibahas sebelumnya.26 76.58 2 Gudo 75.23 69. maka selanjutnya diperoleh Indeks komposit yang menunjukkan capaian IPM masingmasing kecamatan di Kabupaten Jombang secara keseluruhan.99 Menengah Atas 79.64 67.15 74.40 Menengah Atas 73.98 70. Keberhasilan pembangunan manusia di wilayah ini secara rata-rata dari 21 kecamatan pada kreteria “Menengah Atas” dengan nilai indeks rata-rata sebesar 74.74 Bab V – Analisis dan Pembahasan IP IDB IPM Kreteria IPM 2012 88.57 8 Mojowarno 76.52 67.10. Capaian Indeks Pembangunan Manusia Masing-Masing Kecamatan Di Kabupaten Jombang.4.54 74.21 67.81 3 Peterongan 71. Tabel 5.83 Menengah Atas 81.20 77. Kecamatan/Kab.36 67.27 14 Tembelang 67.09 67.23 5 Sumobito 79.51 71.43 13 Mojoagung 77.48 71. 5.03 Menengah Atas 83.91 16 Kudu 79.63.16 4 Jogoroto 75.32 Menengah Atas 78.41 73.93 68.04 Menengah Atas 72.10 12 Bandar KM 79.95 72.05 Menengah Atas V-18 .32 Menengah Atas 80.69 73.50 Menengah Atas 75.42 61.81 Menengah Atas 73.55 Menengah Atas 78.94 10 Ngoro 68.16 Menengah Atas 79.44 73.

Tahun 2012 Bab V – Analisis dan Pembahasan V-19 .Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang No.65 Menengah Atas 73.31 20 Wonosalam 62.24 71.87 18 Ploso 79.70 70.44 67.06 Menengah Atas 67.56 70.79 68. Kecamatan/Kab.63.78 Kab. Grafik Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Masing-Masing Kecamatan di Kabupaten Jombang.56 67.06 21 Kabuh 71.63 19 Megaluh 67. Secara lebih jelas mengenai peringkat IPM masing-masing kecamatan dapat dilihat pada gambar berikut.89.56 67.12 66.57 Menengah Atas 71.74 menjadi 74. IHH 17 Ngusikan 61. berarti naik 0.85 70.91 69.04 Menengah Atas 79.85 IPM Kreteria IPM 2012 IP IDB 71. Gambar 5. Angka IPM Kabupaten Jombang tahun 2012 meningkat sedikit lebih tinggi dari tahun 2011 yaitu dari 73. Jombang 77.12 Menengah Atas 73.08 62.93 74. Secara umum pembangunan manusia di Kabupaten Jombang menunjukkan tingkatan yang perlu diapresiasi karena secara rata-rata menunjukkan karegori “Menengah Atas“. 2012.9.63 Menengah Atas Sumber: Hasil Analisis.

63 dari tingkat standar kehidupan layak menurut UNDP (dengan skala 100). Diwek. Sumobito. Apabila diukur dari prosentase.63. Peterongan. maka sudah mencapai 74. Jogoroto. Megaluh. Dari 21 kecamatan tidak ada satupun wilayah kecamatan yang memiliki indeknya diatas atau sama dengan 80. Ngoro. Ploso. Kecamatan yang tergolong “Menengah Atas“ terdapat 21 kecamatan. Bareng. Perak.63 persen dari standar kehidupan layak menurut UNDP. IPM dalam lingkup Kabupaten Jombang sudah mencapai angka sebesar 74.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Sumber: Hasil Analisis. Gudo. Tembelang. Ngusikan dan Wonosalam. Hal ini dapat menjadi cermin atau tolok Bab V – Analisis dan Pembahasan V-20 . yaitu: Jombang. Plandaan. 2012. Mojoagung. sehingga tidak ada wilayah yang termasuk pada ketegori IPM “Tinggi“. Kudu. Namun demikian masih perlu diapresiasi secara positif karena mayoritas sudah termauk dalam kreteria “Menengah Atas”. Kesamben. Mojowarno. Kabuh. berarti secara rata-rata dapat dikatakan bahwa penduduk Kabupaten Jombang telah mencapai 74. Bandar Kedungmulyo.

39 Menengah Atas Bab V – Analisis dan Pembahasan V-21 .85).71 77.63 ini berasal dari tiga komponen yaitu IHH (77.69 77. Selanjutnya perlu dilihat perkembangan IPM selama empat tahun terakhir sebagai berikut.81 72.44 71.95 74.96 71.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang ukur keberhasilan pembangunan manusia di Kabupaten Jombang.81 72. Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia.57 72.80 71.32 72.21 70.03 73.10 77.74 74.53 Menengah Atas 6 Perak 71.28 75.25 74.14 71.42 74.32 Menengah Atas 7 Kesamben 72. Hal ini sangat riskan apabila terjadi gejolak ekonomi sedikit saja.32 Menengah Atas 9 Diwek 71.50 Menengah Atas 13 Mojoagung 69. Tabel 5. Kenaikan angka IPM pada tahun 2012 ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia diwilayah ini telah membuahkan hasil sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan penduduknya.81 Menengah Atas 12 Bandar KM 70.3 73. Namun bidang ekonomi masih perlu adanya trobosan pembangunan yang cukup besar karena daya belinya baru diatas sedikit dari kreteria “Menengah Bawah”.11. Per Kecamatan.98 70.83 Menengah Atas 4 Jogoroto 72. Indeks Pendidikan (79. Angka IDB hanya 0.73 72. Kabupaten Jombang. bahkan bisa dikatakan hampir masuk dalam kategori menengah bawah.99 Menengah Atas 8 Mojowarno 71.43 71.91 72. berarti hampir mencapai kreteria “Tinggi”.90 72.79 76.55 72.57 73.40 Menengah Atas 11 Plandaan 69.20 71. karena dapat menurunkan daya beli sehingga kreteria mudah untuk turun ke level di bawahnya.16 Menengah Atas 5 Sumobito 70.42 73. 2009 2010 2011 2012* Kreteria IPM 2012 1 Jombang 76.81 Menengah Atas 2 Gudo 75.03 Menengah Atas 3 Peterongan 74.58 76. IPM tingkat kabupaten sebesar 74. Tahun 2009 – 2012 No.00.61 74.93 71.8 72.68 Menengah Atas 10 Ngoro 70.31 71.34 72.93 diatas kreteria “Menengah Bawah”.73 71.12) dan IDB (66.29 76.40 70. Capaian pembangunan manusia dari bidang kesehatan dan pendidikan sudah menunjukkan hasil yang cukup baik karena mendekati angka 80.93).75 73. Kecamatan/Kab.

04 Menengah Atas 16 Kudu 69.02 82.65 65. Namun hanya saja disini dibedakan menurut jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan. 2012.86 (naik sebesar 0.34 69.48 71. Kenaikan yang relatif tipis atau rendah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah untuk bidang pembangunan manusia selalu mengalami kemajuan.54).79 93.82 75.23 69.04 Menengah Atas 72. Peningatan indeks dari tahun ke tahun naik tipis (kecil) yaitu selalu masih dibawah angka 1.89 92.29 65.03 70.65 Menengah Atas 19 Megaluh 69. Indeks Pembangunan Manusia Menurut Gender Kabupaten Jombang Tahun 2012 Keterangan Harapan Hidup Melek Huruf Perempuan Angka Indeks 71.88). Berikut ini hasil penghitungan IPM menurut gender tahun 2012.78 71.89 Bab V – Analisis dan Pembahasan Laki-laki Angka Indeks 72.91 69.86 73.74 (naik sebesar 0. 2009 2010 2011 14 Tembelang 71.81 92.05 Menengah Atas 17 Ngusikan 67.58 68. meski relatif lambat.89). Dari tahun 2009 sebesar 72. Pada saat ini (tahun 2012) mengalami hal yang sama yaitu naik tipis sebesar 0.65 70.41 70.33 72.59 67.12 Menengah Atas 18 Ploso 67.75 73.92 70.57 70.57 Menengah Atas 20 Wonosalam 64. Jombang 2012* 74.55 70.00.47 71.74 Kab.12. Tabel 5.4.55 Menengah Atas 15 Bareng 69. 5.66 69.79 V-22 .2.63 Kreteria IPM 2012 Menengah Atas Sumber: Hasil Analisis.22 70. Dari empat tahun terakhir menunjukkan bahwa angka IPM dari tahun ke tahun naik cukup halus (kecil).5.32 93.Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang No.81 66.18 65.32 72.06 Menengah Atas 21 Kabuh 65. Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Secara Gender Penghitungan IPM menurut gender secara konseptual sama dengan IPM pada umumnya. Kecamatan/Kab.32 naik pada tahun 2010 menjadi 72.46 68.26 68. kemudian tahun 2011 naik menjadi 73.

Laporan Akhir Penyusunan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang Rata-rata Lama Sekolah PPP IPG 7.84 Sumber: Hasil Analisis.35 49.469.33 7. 2012.22 menjadi 74.39 542.81 77.35. hal ini dapat dilihat dari kenaikan IPG tahun 2011 sebesar 65.43 49.63. Namun perkembangannya sudah menunjukkan adanya perbaikan pemerataan pembangunan gender.811. Berarti hal ini menunjukkan bahwa masih terjadi ketimpangan pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan untuk IPM secara komposit antara lakilaki dan perempuan sebesar 74. Menurut hasil penghitungan dan analisis menunjukkan bahwa IPG atau IPM menurut gender sebesar 74. Bab V – Analisis dan Pembahasan V-23 .94 74.47 56.03 636.35 pada tahun 2012.