You are on page 1of 33

GAMIS TERAKHIR UNTUK IBU

Menjelang hari raya, Aku ingin membelikan sesuatu untuk Ibu. Namun,
rasanya harapan itu harus dikubur dalam-dalam. Aku hanyalah gadis remaja yang
mempunyai pekerjaan sehari-hari. Hanya sebagai pemulung yang tak beruntung.
Mengumpulkan barang bekas dan disulap sedikit untuk dijual. Namun, sial akhirakhir ini aku hanya mendapatkan botol bekas. Hanya hitungan hari, hari raya tiba.
Aku merasa tak beruntung berada di dunia ini.
Fajar pagi telah menyambut. Saatnya Aku meninggalkan dunia mimpi yang
indah. Aku lupa sahur hari ini. Sial, namun untungnya tadi malam Aku sudah
mengucapkan niat. Raaa haus dan lapar menyerang perutku yang telah bergemuruh.
Aku membiarkannya dan segera menumpahkan air ke seluruh tubuh.
“Ibu, Aku pergi Assalamualaikum,” pamitku bersalam kepada Ibu tercinta dan
segera mengambil gerobak kecil. Kujalani hari ini seperti biasa. Tak ada
keistimewaan apapun. Hanya berharap ada keajaiban yang ada dari Allah Swt.
Mungkinkah itu takdirku selamanya. Tak dapat membahagaikan Ibu, dan tak bisa
membuat orang lain bahagia. Bagaimana bisa? Punya teman saja tidak ada. Huh…
Aku mendapati beberapa botol bekas di salah satu tempat sampah umum. Ada
satu botol yang menarik bagiku. Aku menyimpannya dengan baik, kupandangi gamis
yang ingin kuberi sebagai hadiah untuk Ibu. Membayangkan harganya, dadaku terasa
sesak. Tak terasa, butiran air mata menetes di pakaianku yang sudah lecek ini.
“Dek, tunggu,” teriak Bapak-Bapak berpakaian rapi. Ia menghampiriku dan
Kami berbincang-bincang. Tentang botol berkemasan keemasan yang kutemukan
tadi. Ia berharap, Aku akan menjual botol itu untuknya dengan bayaran mahal.
Ternyata, Ia adalah salah satu pengusahaan botol terkenal di kota ini. Aku dengan
mata berbinar, menerimanya dengan senang hati.
Kuterima uang merah, jumlahnya lima lembar. Rp. 500.000,- begitu ku
hitung. Alhamdulillah, Aku bersujud mengucap syukur kepada Allah Swt. Dengan
riang, Aku menghampiri toko baju. Masih ada, dan harganya adalah Rp. 250.000,Lengkap dengan kerudungnya dan sepatu. Menurutku, itu harga yang relatif murah.

Aku membungkus dengan kardus yang baru saja Aku temukan di jalanan.
Sebenarnya, Aku berencana memberinya satu hari sebelum hari raya. Aku sibuk
memikirkan cara agar bisa memberikannya di hari itu juga. Namun, tak kunjung
lampu di kepalaku muncul. Perasaan bingung menghantuiku. Melihat langit senja
telah terlihat. Dan lalu lalang kendaraan terlihat sangat banyak.
Brukkk!!! Aku merasakan sakit yang luar biasa. Semua gelap, Aku tak dapat
melihat apa-apa. Malangnya Aku, hanya seorang gadis remaja yang ingin
membahagiakan Ibu. Namun, entah mengapa sepertinya ada kendaraan yang
menabrakku. Mereka menyebutnya dengan sebutan “Truk” Aku menelusuri jalan
gelap tanpa arah.
Sesosok makhluk berwarna putih cerah mendekatiku. Menghampiriku yang
sedang dilandai kebingungan yang membara.
“Melodi, Aku punya pilihan” suaranya terdengar seperti sahabatku, Vivi ia
telah meninggal.
“Apa?” tanyaku polos, tak ingin tahu.
“Kau ingin bersamaku, atau tetap ingin di dunia,”
“Tentu saja di dunia,”
“Tidak, ini ajalmu,”
Seketika, cahaya yang suaranya mirip Vivi itu pergi menjauh dan Aku tersadar.
“Ibu…”
“Nak, akhirnya kamu sadar…”
Ibu bergejolak senang. Aku menatap kalender yang berada di sebelahku. Ibu
mencoret tanggal yang telah lewat. Ternyata hari ini lebaran. Berarti aku telah
melewati shalat Idul Fitri. Aku teringat baju gamis yang ada. Kardus itu berada di
sebelahku. Walau kardus itu berumuran darah dan sedikit penyok serta lecet. Namun,
aku yakin dalamnya masih utuh. Demi Ibu, Aku akan memberikannya,
“Ibu… Ini hadiah untuk Ibu,”
“Terima kasih Nak, Kamu memang Anak Ibu yang baik,”
Aku tersenyum kecil, dan menutup mata selama-lamanya.
Cerpen Karangan: Tita Larasati Tjoa
Facebook: Tita Larasati
Follow IG Aq : laras_189
Facebook Aq. : Tita Larasati

IT’S NOT MY FALSE

Namaku Sasya. Aku tinggal bersama om dan tanteku di Bandung. Orangtuaku
sudah meninggal 2 tahun yang lalu karena kecelakaan lalu lintas. Aku tidak tau
sebabnya.
“Tan, aku berangkat dulu ya.” Kataku sambil mengambil tas selempangku
dari sofa. ” Iya, hati hati ya, daah.” Katanya sambil melambaikan tangannya padaku.
Sembari membuka pintu kulihat sahabatku Qyisa sudah menungguku. “Dah…
berangkat yuk!” Kami berdua berangkat ke kampus dengan motor Qyisa.
Sesampainya di sana kami pun mengikuti pelajaran dengan baik. Setelah jam
pelajaran habis aku berencana mengajak Qyisa ke toko buku karena ada buku yang
perlu aku beli. “Qyis, ke toko buku yuk..” Ajakku pada Qyisa. “Gak ah males.”
Jawabnya. “Pliis. Tumben kamu diajak ke toko buku nggak mau?” Bujukku sambil
bertanya karena memang biasanya Qyisa tidak akan menolak bila kuajak ke toko
buku. “Aku ada urusan.” Jawabnya singkat. “Tadi katanya males sekarang malah
ganti ada urusan. Ada apa siih?” Tanyaku penasaran. “Nggak.. nggak ada.. cuma lagi
males aja.” Jawabnya. “Ya udah.” Kataku singkat. “Ya udah pulang gih…” Katanya.
Aku terkejut kenapa bisa Qyisa bilang begitu padaku. “Mmmm… aku pu.. pulang?”
“Iya kamu pulang. Masa kamu tetep di sini? Pasti pulang kan.” Katanya yang keliatan
dari wajahnya dia serius. “Ok..” Ujarku. Aku tidak bisa berkata apa-apa selain
mengiyakannya. Aku ragu dia berkata begitu. Karena ini sangat tidak mungkin. Dia
menyuruhku pulang sendiri dengan jalan kaki. Biasanya dia mengantarku pulang
sampai rumah. Dan ini sangat aneh. Akhirnya dengan rasa sangat penasaran dan berat
hati aku pulang sendiri.
Saat aku sedang asyik berjalan pulang, tiba-tiba… Sreeeeet Buk! Aku terkena
serempet motor. Lututku berdarah. Wajahku beset oleh aspal jalan. “A..Auu..” Kataku
kesakitan. Orang yang menyerempetku itu tidak menghiraukanku dan langsung pergi
begitu saja. Aku pun dibantu oleh kekek-kakek yang sedang berada di jalan itu.
Hanya kakek-kakek. Karena tidak ada orang lagi di sana. Kakek-kakek itu pun hanya

Kuanggap itu sebagai pelajaran saja. Kamu tidak apa-apa kan nak. Aku menyerah menyelesaikan tugas ini. Ya udah mulai besok om aja yang nganterin. kamu istirahat aja ya. “Terus orang itu masih mau bantu kamu atau pergi gitu aja?” Tanya tante “Orang itu langsung pergi. Tugas kuliahku ini sangat banyak sampai malam belum juga selesai. Seperti sangat bahaya sekali ya. Sudah kucari-cari tetapi tidak ada apa-apa.” Kata omku. Aku sih sebenarnya tidak seberapa memikirkan orang yang menyerempetku tadi. Kuputuskan untuk mengerjakannya besok saja Setelah itu tante meneriakiku dari ruang tv. “Kok gitu ya… harusnya dia bilang kenapa. Buk! Kututup laptopku..” Kataku. “Ya ampun Sasya kenapa bisa kamu sampai begini?” Tanya om dan tanteku cemas. .” Kata tante menasehatiku. “Terus mana Qyisa? Kok kamu nggak dianter sih?” Tanya tante heran. Untung saja masih ada yang menolongku. Saya tidak apa-apa. “Siapa yang nyerempet kamu itu! Awas saja dia. Gak usah nebengnebengan. Aku sempat takut dengan perkataan omku itu. “Cuma tadi ada kakek-kakek yang bantuin aku. Malamnya. Paginya. Setelah tanteku mengobati lukaku aku pun masuk ke kamar. baru nyuruh kamu pulang sendiri. Akhirnya aku memutuskan untuk mengerjakan tugas saja. tugas dikerjakan besok saja. “Aku juga heran tan kenapa dia malah nyuruh aku pulang sendiri. Hmm… sesuai dengan apa yang kumau.” Lanjutku menjelaskan. “Iya.” Ucapku pada kakek itu. “Sa. Lalu aku pun segera tidur. Kan jadi paham ada apa sebenernya. Setelah membantuku berdiri kakek itu pun pergi.. Dia juga nggak bilang kenapa. Aku malah ingin mencari tahu kenapa sikap Qyisa tadi seperti itu.” Jelasku. “Tan. Ya sudahlah mungkin dia ada masalah dengan keluarganya.kebetulan lewat. aku tadi diserempet motor.” Kataku.” Jawabku.?” “Tidak kek. Huuuffttt. “Terima kasih kek. Sesampainya di rumah. Tugas kuliah besok subuh aja tante bangunin!” “Ya tan!” Teriakku. hanya tergores. Kubuka FBku kucari mungkin ada status-statusnya yang menunjukkan kenapa sikapnya berubah.

Mulai sekarang om yang bakal nganter kamu ke kampus. Tapi aku tidak bilang itu padanya.” setelah kupanggil beberapa kali Qyisa pun keluar. Qyisa. Hehehe.” Aku pun dipersilahkan masuk dan duduk di sofa ruang tamu.” Kataku. Tiba tiba om mendadak menanyakan sesuatu padaku.” Ujarku. “Ya sudah ayo berangkat. Di kampus. Mungkin ada hubungannya dengan sikapnya kemarin.” Jawabku singkat.. Aku lihat di meja ada masker yang mirip seperti masker penyerempetku . Kubuka tasku kukeluarkan semua isinya. Sesampainya di rumah.” Ucapku. Kulihat halaman rumah Qyisa tidak menjemputku. Aku lupa bahwa tujuanku ke kampus tadi itu juga ingin menanyakan itu pada Qyisa.. Saat makan siang kami pun membahas bahas tentang persiapan semester akhirku. Dia hanya bertanya siapa pelakunya. Banyak temen temenku yang nanyain kenapa aku kok bisa luka seperti ini. “Pasti Qyisa butuh buku ini nii. iya. “Udah om. Setelah jam pelajaran habis aku pun pulang dijemput oleh omku. Aku tidak tahu siapa pelakunya. “Kamu udah nanya ke Qyisa tentang sikapnya kemarin itu. Lalu aku berencana mengembalikannya sehabis mengerjakan tugas. Sesampainya “Qyisa.. “Iya.. Aku pun menjawabnya dengan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.” Kata omku. Bagaimana bisa lupa siih… Setelah makan siang aku pun melanjutkan tugasku. “Udah sarapan?” Tanya omku. Kupikir dia tidak perlu mengetahuinya.” “O. Setelah selesai mengerjakan aku minta pada omku untuk mengantarkanku ke rumah Qyisa untuk mengembalikan buku tadi. Aku hanya ingat orang itu memakai masker bergambar smile yang tercoret goresan cat air berwarna biru. Anehnya lagi Qyisa seperti nggak menkhawatirkanku dengan bertanya sesuatu padaku tentang keadaan ataupun kejadian yang dialami olehku.Setelah kukerjakan tugasku aku pun bersiap pergi ke kampus. Qyisa. iya aku lupa om. Ternyata ada buku yang kupinjam dari Qyisa dan belum aku kembalikan tadi karena lupa. Setelah pamit tante kami pun berangkat ke kampus.. Akhirnya omku pun mengantarkanku. “Ada apa Sa? Masuk dulu yuk.

Qyisa meminta maaf padaku dan langsung memelukku erat-erat. kamu akan tetep jadi sahabatku kita harus lupain semuanya. aku bakal keinget kejadian itu dan akan lebih benci sama kamu. Lupakan apa yang sudah terjadi Qyis… aku atas nama orangtuaku minta maaf. Aku tau gimana perasaanmu. jangan sangkut pautin aku dengan masalah ini. Bagai seribu pisau menusuk jantungku!” Qyisa mengatakan semua itu padaku dengan meneteskan air matanya. “Waah dari tadi aku mencari buku ini. “Jangan deketin aku lagi. Setelah aku tau siapa orang yang menabrak orangtuaku. pedih sekali. Kuberharap mereka akan membawaku hadiah. Jadi tolong jauhi aku mulai sekarang. Merekalah yang menabrak orangtuaku! Orangtuamu! Saat itu malam ulang tahunku.. “Tapi aku tidak tau apa-apa Qyis. Tapi justru berita buruk datang! Saat itu hatiku ini pedih Sa. Apa ada hubungannya? “Ini Qyis bukumu… aku lupa belum mengembalikannya tadi. Tanpa berpikir panjang aku pun langsung melontarkan pertanyaan yang sangat ingin kusampaikan padanya..” Kataku sembari menyerahkan bukunya. “Nggak Qyis. Hatiku juga sakit. pliis. aku berusaha menyakitimu.. Bukan malah jadi penghalang untuk kita bersama...tadi. Kejadian itu harus kita jadikan pelajaran. kenapa sih kemarin sikap kamu kok kayak gitu sama aku? Terus kenapa masker kamu itu sama seperti yang dipakai orang yang nyerempet aku itu?” Bodohnya akuu kenapa aku langsung bertanya seperti itu. Kamu udah jadi sahabat terbaikku dari dulu. Kakiku lemas aku tidak dapat menahan tangis. “Qyis. Facebook: Nadira Alifia Zahra .. “Iya! Sebenarnya aku yang menyuruh orang untuk menabrakmu. Haru menyelimuti pelukan kami.” “Mendingan kamu sekarang pergi dari sini! Aku benci sama kamu!” Teriak Qyisa mengusirku.” Katanya mulai halus. Cerpen Karangan: Nadira Alifia Z.” Katanya sambil melihat lihat isi bukunya. Dan anehnya dia menjawab. Ini aneh.” Kataku sambil menangis.

Itulah bagiku. Membawaku turun. Aku kembali tepat tiga tahun yang lalu. Padahal aku di atap. kondisinya mengkritis dan ia meninggal dunia. Ia penyendiri. Tapi aku menyukainya. Ketika kulirik gerhana. Atau orang yang jenius. Kelas serasa sunyi.. Aku tak kunjung mendapatkan jawaban dari-Nya? Kalau begitu kenapa aku hidup? Kalau hidup itu semembosankan ini. Dua bulan kemudian. Bila kalian bisa jadi idola. Apakah ini cobaan dari-Nya? Tapi mengapa begitu berat? aneh. Aku cepatcepat mengambil cermin. Bahkan sebagai profesor legenda. Impian seperti omong kosong yang tak bisa kupercaya.” Dengan simpel kujawab ringan. Kelasku. “Apa artinya ini?!. Namanya Kazuhaya Jenny. Kebaikan hatinya tak tergantikan. Kenapa? Kenapa aku tak tahu jawabannya? Mengapa? Kenapa aku tidak diizinkan bermimpi? Padahal aku tahu selama ini aku ingin mempunyai impian seperti mereka. Gerhana! Mustahil!. Namun. Machelle menari di panggung tiga tahun lalu. Aku masih punya satu teman. Dia menarik tanganku. Kalian mungkin tertawa melihat tulisanku ini. Dia adalah sahabat terbaikku. Jika kalian mendapat julukan itu sekaligus? Mungkin sedikit kerepotan. Karena hanya aku dan Maena. Ke kelas VII-2.” Tanyaku. Bagaimana rasanya. Entah mengapa aku tak bisa bermimpi. Setahun kemudian. Kau disini rupanya!. Konyol sekali tingkahnya. Jangan banyak omong kalau tidak bertindak alias tindakan lebih efektif daripada omongan untuk melakukannya. Aku punya adik angkat. “Dimana ini?. Aku terkejut besar. Bagiku. “Oh kau menemukanku. Dia pun mencariku di halaman sekarang. Aku tertidur.” Batinku bingung. “Caroline!.” Maena membentakku. Kalau kalian mau. Aku dapat menebak jelas yang . Meskipun begitu. Machelle pingsan tepat setelah pertunjukannya di panggung. Harl Maena. Tiba-tiba matahari tertutupi. Tampak adikku. Apalagi belum ada berita gerhana. Dan tak pernah mau bersamaku. ‘bodoh sekali’ atau ‘tidak masuk akal’ tapi mereka tetap bersikeras mencapainya.SAYONARA Pernahkah kalian membayangkan. Tapi kalian bisa saja mewujudkannya. Dan opname di rumah sakit.

Aku mengangguk bersiap menelepon rumah sakit dengan ponselku. Setelah kami diperbolehkan masuk untuk lima menit. Tapi aku tetap mempromosikan produk-produk. Machelle ia terkena serangan jantung. Keluargaku dan aku juga sudah menyusul di rumah sakit.. Pertunjukan selesai. Aku pergi bekerja pukul empat pagi dan pulang pukul sebelas malam. “Tentu aku takkan mati untukmu. “Caroline. Dua bulan berlalu. Uangku sudah mencukupi. Kemudian datangnya pas saat Machelle pingsan. Hasilnya dua kali lipat kerjaku.. Aku merasa kelelahan. Karena menguntungkan. Membuat semuanya hidup bahagia! Itulah jawabannya. Karena dua bulan berlalu. Lebih banyak dari pada masa lalu. Sekarang! Saat itulah aku sadar… Impianku adalah. Dia bisa sembuh kalau mendapat jantung baru. Dokter bilang. Jantung yang kami ingin beli sudah terjual kepada yang membutuhkan juga. Aku menelepon rumah sakit dan siap siaga. Dengan begini kami bisa mencarikan jantung untuk Machelle.. Lima menit lagi. Batas waktunya tujuh bulan. “Machelle!. Namun aku dapat mengumpulkan biaya yang cukup. Aku harus menelepon rumah sakit lebih awal itu akan membuat Machelle terobati. Tapi kugunakan untuk membuat kafe.. Kemudian aku juga mempromosikan berbagai produk dengan bayaran yang cukup tinggi. ku. Demi adikku aku akan perjuangkan. Makanya aku harus cegah itu semua. . untuk tujuh bulan. Machelle tampak setengah sadar dan tersenyum melihat kami. Ternyata Jantung itu sangat-sangat mahal. Do’akan dia tak apa-apa. Kecuali dokter khusus yang menanganinya.” Senyumnya menguasai pikiranku. Machelle tak sadarkan diri di ruang yang tak boleh dimasuki oleh semua orang termasuk perawat.terjadi di masa depan. Aku pun berhenti menjadi part timer sebagai kasir. Kami langsung masuk.” Mama tampak sedih dan kecewa.” Aku menangis di depan adikku yang sangat kusayangi itu. Itulah hidupku semasa itu.. Kulihat dari kaca besar. Sekolah kutelantarkan begitu saja. Aku agak merasa sadis dengan kata-kata ‘beli Jantung’ Tapi. Padahal statusku adalah pelajar. Berat rasanya bagiku melihat senyum kepasrahannya. Aku mulai bekerja di kafe part time menjadi kasir. Kami semua harus kerja untuk bisa membelinya. Aku takkan biarkan kamu pergi… Sebelum.

Lima jam kemudian. Impianku tercapai .. Aku merasa diriku itu egois. Caroline juga dibenci teman-teman di sekolah. Aku menyerahkan selembar kertas yang kupercayakan pada dokter untuk memberikannya pada keluargaku. Aku begitu bodoh dan aneh.. Itulah kenapa mereka semua membenciku... Machelle bisa hidup di sisi kalian lagi. papa. Pa Ini aku Caroline. Ya kan? Lagi pula. Aku pergi ke rumah sakit dengan terburu-buru. Caroline ini dibenci papa dan mama. Jangan nangis. Bukannya kalian senang.... Caroline ini bodoh dan aneh. Tawa kalian lagi itu tak apa. Sayonara. Mama dan papa menangis sampai mengeluarkan darah dari mulutnya karena mereka tidak percaya apa yang kulakukan..Aku merasa putus asa. Asal aku bisa melihat tawa adikku lagi itu tidak masalah. Setelah satu bulan penuh berpikir. Aku akan donorkan jantungku untuk Machelle.. Aku bicara empat mata padanya. Suka putus asa…. Gelisah… Akan kondisi Machelle yang makin buruk. Ma. Jadi Caroline serahkan pada Machelle yang diperhatikan. Operasi berjalan lancar. Juga menyebalkan dan egois.. Dia menyetujuinya. Aku berpikir. Aku menemukan jalan keluar yang terbaik.” Ujarku disertai tangisan yang mendalam. Dokter memberikan kertas pada mereka... Ya.. Sebelum operasi dilaksanakan. Aku senang sekali Ma! Pa! Caroline Kersyen . Buktinya papa dan mama tidak pernah menaruh perhatian padaku.. Caroline sadar. Aku menemui dokter yang merawat adikku. Yang termungkin. Aku meninggalkan dunia yang kucintai. Lebih baik aku tiada kan? Itu adil. Tapi mama. “Kalau aku harus meninggal tidak apa-apa. Asal aku bisa lihat senyum kalian lagi. Papa dan mama pasti percaya aku sayang adik kan? Kalau begitu ini wajar kan. Kenapa aku mendirikan kafe waktu itu? Seharusnya uangnya kupakai beli jantung secepatnya. Kecewa. Cerpen Karangan: Nada Amanda . dan keluargaku tak boleh tahu rencanaku. Caroline sadar.. Dan tak dapat diandalkan. Caroline sadar hidup Cuma sekali.

karena pada masa ini yang namanya junior akan selalu salah di mata seniornya. ia memiliki cita-cita bahwa suatu saat nanti ia ingin sekali menemui orangtuanya setelah ia selesai menempuh pendidikan dan bisa memakai baju yang ia inginkan sejak kelas satu SMK. yaitu pakaian dinas harian yang berwarna biru tua. ia hanya membalas pesan atau BBM dari . ia sangat terobsesi dengan yang namanya abdi negara. karena seorang senior mempunyai hak untuk menghukum juniornya walaupun si junior melakukan kesalahan sekecil apapun.PENYESALAN SANG PERWIRA Matahari bersinar menerangi bumi ini membuat bunga-bunga bermekaran dengan indahnya. Laras memang menyukai hal-hal yang berkaitan dengan semi militer karena ia bersekolah di salah satu SMK yang memiliki sistem semi militer maka tak heran bahwa ia sangat selektif dalam memilih teman. dalam tahun pertama masa junior adalah masa yang sangat menegangkan sekaligus sangat berkesan bagi Laras dan teman-temannya. apalagi di tahun petama pendidikan. Jadi intinya seorang junior akan selalu salah di mata seniornya oleh karena itu bagi mereka masa junior adalah neraka bagi seorang taruna. dan tak jarang juga kadang tangan lembut senior mereka membelai lembut pipi juniornya dengan kecepatan tinggi (menampar). karena ia berpikiran bahwa hanya sesama tarunalah yang bisa mengerti kerasnya pendidikan dan sengsaranya menjadi seorang taruna. ditambah dengan pernyataan ada pasal yang menyatakan bahwa Pasal 1: senior tidak pernah salah dan Pasal 2: apabila seorang senior melakukan kesalahan maka kembali ke pasal 1. yang tak lain seragam itu adalah seragam PDH milik angkatan laut. Hal itu yang membuat Laras lebih suka berteman dengan sesama taruna dan hal itu juga berlaku pada kebiasaan Laras. Laras adalah seorang gadis yang tumbuh dengan sejuta mimpi dan harapan yang harus ia raih suatu saat nanti. saat mereka menyandang gelar sebagai junior. tapi cahaya yang terang itu tidak dapat menyinari hati dan perasaan Laras.

mereka sering pergi jalan-jalan berdua meski tanpa ada status yang jelas di antara keduanya. Doni adalah taruna tingkat 1 jadi tak heran jika kepalanya masih botak karena ia masih jadi junior. dan Doni pun merasakan hal yang sama. Laras sangat sedih dan kecewa dengan perkataan Doni. dan Doni mengatakan bahwa ia sudah memiliki seorang kekasih yang ia rasa jauh lebih baik daripada laras karena kekasih Doni adalah wanita yang berhijab dan tidak seperti Laras. dan Laras sadar bahwa ia suka dengan Doni dan ia merasa nyaman saat berada di samping Doni. Sampai suatu hari ia dikirimi pesan singkat melalui BBM oleh seseorang yang tidak ia kenal. dan ia tak sebaik dulu dan akhirnya mereka bertemu. namun Laras hanya membalas pesan itu dengan sepatah kata saja yaitu “iya” tapi pria itu terus mengimi Laras pesan setiap harinya. . Pria itu bernama Doni dan ia kuliah di salah satu kampus penerbangan yang ada di Yogyakarta.teman yang berseragam dan menggunakan tanda kepangkatan taruna di pundaknya dan berasal dari kalangan pelayaran ataupun penerbangan saja. Laras bertemu dengan pria itu dan ia tidak menyangka bahwa pria yang yang sering chatingan dengan nya. Tapi beberapa bulan kemudian sikap Doni berubah kepada Laras. hingga tak terasa 1 bulan Laras saling bertukar pesan dengan pria yang tak ia kenal tersebut. Laras tak menyangka bahwa selama ini ia saling bertukar pesan dengan seorang taruna karena selama di BBM Doni tidak pernah memasang foto saat menggunakan seragam jadi Laras tidak tahu sama sekali. hingga mereka memutuskan untuk bertemu di suatu acara perlombaan yang diadakan di salah satu kampus yang ada di Yogyakarta. pesan itu berisi suatu ucapan terima kasih karena ia sudah mau menerima permintaan pertemanannya. Setelah pertemuan itu Laras dan Doni menjadi semakin dekat dan akrab. mereka berdua sering curhat tentang keluarga dan masalah yang sedang mereka hadapi. dan hal itu yang membuat Laras termotivasi bahwa ia harus menjadi seorang yang sukses suatu saat nanti agar ia bisa membeli mulut orangorang yang pernah menyakitinya dulu. dan yang dikira sebagai mahasiswa biasa itu datang menemuinya dengan menggunakan baju PDH yang mirip dengan baju TNI AU serta pangkat yang melekat di pundaknya dan juga potongan rambut yang masih botak.

semenjak itu Laras dan Doni sudah tidak pernah bertemu lagi karena Doni juga sibuk dengan kuliahnya yang ada di Yogyakarta karena Doni berencana akan mendaftar menjadi TNI AU.Semenjak peristiwa itu Laras semangat untuk meraih cita-citanya dan setelah ia lulus dari SMK ia memutuskan untuk daftar BINTARA TNI AL. Doni merasa senang karena ia mendapatkan kabar bahwa Laras juga sudah menjadi TNI dan dinas di Malang juga. Tapi saat Doni bertanya pada Rendy mengapa istrinya tidak diajak untuk tinggal bersama dan membeli rumah yang dekat dengan tempat kerjanya Rendy menjawab bahwa istrinya juga seorang abdi negara. setelah mengikuti seleksi yang panjang dan rumit akhirnya Laras berhasil masuk menjadi salah satu taruna angkatan laut dan ia meninggalkan kota Yogyakarta untuk menjalani pendidikan TNI AL di Surabaya. Setelah sampai di Malang Doni tidak mengenal siapapun hingga pada akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang sangat baik yang bernama Rendy. karena ia sadar bahwa demi tugas cintanya terbatas untuk sang istri dan istrinya pun menyadari hal itu. Rendy sering menceritakan tentang istrinya. dan Laras akan selalu menemani hari-hari Doni dan Laras . Semenjak itu Doni mendaftar dan mengikuti pendidikan sebagai perwira TNI dan setelah menyelesaikan penidikan Doni yang saat itu sudah perpangkat Letnan Dua (Letda) ditugaskan di Kota Malang. ia sering merindukan istrinya karena mereka hanya bisa bertemu 2 atau 3 kali saja dalam seminggu karena Rendy harus tinggal di asrama padahal Rendy mengaku jika mereka baru menikah. ia merasa bersalah karena dulu ia telah meninggalkannya demi wanita yang telah meninggalkan Doni. Mendengar perkataan Rendy. Rendy adalah seorang Perwira TNI AU berpangkat Letnan satu (Lettu). pada saat itu juga Doni ingat pada Laras. dan Doni juga berfikir pasti hidupnya akan bahagia jika suatu saat Laras lah yang akan menjadi pendamping hidup Doni. jadi ia harus siap untuk tidak tinggal serumah meskipun mereka masih baru menikah. namun saat Doni telah menyelesaikan kuliahnya Doni harus merasa kecewa karena kekasihnya lebih memilih meninggalkan Doni dan pergi bersama orang lain. ia sangat baik pada Doni dan akhirnya mereka berdua menjalin suatu persahabatan. Doni jadi membayangkan jika seandainya hal itu juga terjadi pada Doni dan Laras seandainya mereka berdua menikah.

sebuah baju yang khusus diberikan untuk istri TNI AU dan baju itu adalah baju yang diimpikan oleh Laras sejak dulu. jika ini semua bukan Salah laras karena dulu Doni lah yang telah pergi meninggalkannya demi wanita lain. semuanya terlihat rapi karena untuk para prajurit mereka semua diharuskan untuk memakai PDH sedangkan para istri memakai sragam khusus istri TNI AU. baju itu adalah seragam PIA ARDHYAGARINI. Mereka datang mendekat ke arah Doni. Hari sudah berganti dan upacara itu siap dilaksanakan semua prajurit bersama istrinya masing-masing sudah berkumpul. ternyata Laras adalah istri sahabatnya sendiri dan Doni marah dan kecewa pada Laras tapi Laras berkata pada Doni. Dan akhirnya Doni sadar bahwa ia dulu telah meninggalkan wanita yang sangat berharga hanya demi wanita lain yang tak setia. dan hal itu membuat Doni merasa sakit hati dan kecewa karena wanita yang ada di samping Rendy itu. tak lain adalah Laras. Namun yang membuat Doni kaget adalah sahabatnya. oleh karena itu Rendi segera pergi dan meninggalkan Doni di barak sendirian. wanita yang di cari oleh Doni selama ini. Cerpen Karangan: Fanara Sidiq Facebook: Fana Fanara S . bahwa ia harus siap-siap untuk upacara penyambutan komandan baru di LANUD tersebut dan ia melihat Rendy yang sedang bersiap-siap untuk pulang karena ia akan mengajak istrinya untuk menemaninya dalam pesta penyambutan tersebut lagipula setiap prajurit di haruskan untuk membawa pasangan masing-masing. karena Rendy datang dengan ditemani oleh seorang wanita berambut pendek yang mengenakan sragam istri prajurit. Doni terus membayangkan hal itu sampai dia lupa.akan mengenakan baju yang demi baju itu Doni rela disiksa saat pendidikan.

Han adalah anak yatim piatu dok. “Bagaimana kondisi Han. kok kepalaku pusing ya?” kata Han sambil memegang kepalanya. aku memiliki sahabat bernama Han. . Siangnya. kami sudah mengambil sampel darahnya. “Han. Bu Sava. Setelah 10 menit kami sampai di sekolah. aku meminta bantuan. “Rey. “Baiklah. apakah kamu sedang sakit? mengapa hari ini sekolah. dia disekolahkan oleh pihak panti asuhan karena dia sangat cerdas dan berbakat!” kataku pada dokter. “Sebenarnya. “Han. “Apakah ada pihak panti asuhan disini?” Dokter bertanya kepadaku. dia juga berumur 10 tahun. kuantar pulang ya! istirahatlah di rumah!” ucapku “Baiklah!” ucap Han. kau boleh mengambilnya lusa bersama orangtua Han!” kata dokter lembut. “Tidak” balasku singkat. seharusnya istirahat saja” balasku khawatir. “Han sedang sakit bu. jangan lupa beritahu pihak panti asuhan tentangnya (Han)” ucap dokter lembut. dokter?” tanyaku “Kami sedang mengecek darahnya. Pagi ini seperti biasa. “Han. guru-guru menelepon ambulan. warnanya kehijauan membuatku semakin khawatir. Hari ini aku akan mengambil hasil cek milik Han. guru kelasku.BYE HAN Namaku Rey. aku naik bus kota ditemani Pak Hadi. lusa saya akan mengambil hasil ceknya!” kataku pada Bu Sava. Han muntah. umurku genap 10 tahun (setelah ini merayakan ulang tahun kesebelas). terima kasih Rey” ucap bu Sava kepadaku. aku mengajak Han berangkat sekolah bersama naik bis sekolah yang sudah menunggu. sudah boleh pulang. aku mengantar Han pulang dan aku memberi tahu pengasuh Han. namun tiba-tiba Han pingsan.

“Maaf. “Halo bisa bicara dengan Bu Sava?” “Iya. . nyawa Han tidak bisa diselamatkan” ucap dokter sedih. “Aku ingat punya sesuatu di tasku. aku pergi ke Panti Asuhan. “Rey? apakah kau ada? aku melihatmu di mimpiku. “Maaf dek. setelah itu aku langsung naik ojek motor untuk pulang ke rumah meninggalkan pak Hadi. tapi kalau tidak dilakukan kemoterapi. tahap penyembuhan bisa melalui kemoterapi.sesampai di rumah sakit. “Sahabatmu!” balasku. ternyata kankernya menjadi tak terkendali pertumbuhannya. saya sudah mengambi cek dari Han. itu untukmu!” ucap Han. disana aku menjenguk Han. “Dimana ucapan selamat tinggalmu untukku?” ucap Han lagi. aku menangis. Aku meninggalkan ruang dokter dan memberikan isi amplop itu pada Pak Hadi. “ReyHan. tetapi saudara Han harus segera melakukannya karena sudah akan memasuki stadium 2. dia bahkan berubah suara. bapak bisa menunggu di sini!” jelas suster kepada kami. saya Bu Sava. matanya menjadi kuning dan hampir buta. “Hasil cek uji coba lab “Re Medika” menyatakan bahwa saudara Han Suprapto positif mengidap kanker otak. ini sudah stadium akhir. Dokter memberiku sebuah amplop putih. dan dia mengidap Kanker Otak” “Apaa? apa itu benar nak Rey?” “Iya saya tidak bohong” Bu Sava Menutup telepon dan aku hanya bisa menangis. aku pun masuk “Bagaimana hasil ceknya?” kataku. Forever” Han menatapku. ini dengan siapa?” “Ini saya Rey. dia memegang tanganku. mohon dimengerti segenap keluarga” kataku membaca isi amplop tersebut. dia terbaring di kasurnya. kulihat dia dan kukatakan. siapakah engkau?” Tanya Han. untuk saat ini hanya Rey yang akan masuk dulu ke ruang dokter.

aku terkejut. tetapi Memang ini sudah rencana Tuhan Yang Maha Esa. dia menyayangiku apa adanya. dan tiba-tiba Han Kejang-Kejang. Aku dan Han sudah seperti saudara. itu memang terjadi. adalah hari tersedih bagi hidupku. dan Dokter berkata kepadaku. disaat ulang tahunku aku malah kehilangan sahabatku.Aku terkejut bukan main. bagaimana ini bisa terjadi. tapi besok. dan kini dia akan meninggalkanku dengan sebuah kotak makan di tasnya. rencananya dia akan memberikannya di ulang tahunku besok. dia selalu berkata ingin mempunyai orangtua yang layak. kami punya cita-cita yang sama. “Umurnya tinggal 1 hari lagi. dia ada di stadium 1 waktu itu dan ini sudah terakhir?” ucap dokter kebingungan. Kepala Panti Asuhan membawanya ke rumah sakit. TAMAT Cerpen Karangan: Arachelly Sucipto Nama: Arachelly Sucipto . aku berbagi dengannya. esoknya aku melihat jenazah Han yang dibacakan do’a.

Tana Toraja itu salah satu daerah yang unik. hari ini entah mengapa Kota Makassar begitu panas. mayoritas warganya beragama Kristen-Protestan saya beberapa kali pernah mengunjungi daerah yang bernama asli Tondok Lepongan Tana Bulang Mata Arik Allo” sejenak kuhentikan penjelasanku terhadap Adit. Adit hanya menganggukngangguk mendengerkan penjelasanku. “Bang Hilda saya penasaran dengan Tanah Toraja. pemuda asal Lauki Sulawesi Tenggara menatapku dengan sedikit perasaan gusar. “Adit. pertemuanku dengan Adit terjadi ketika diadakan Kongres Mahasiswa Sejarah SeIndonesia di Makassar. “Masih lama yah?” sahut Adit Tryanto Ruslan. Suatu keanehan di bulan Desember yang biasanya langit Kota Makassr akan mendung kelabu. untunglah ‘polusi’ itu tidak sampai menyergap hidungku yang sensitif. Sejenak sebuah Mobil Mini Bus memasuki kawasan terminal. aku sedikit meregangkan badan karena suntuk menunggu berjam-jam. . bisakah kamu memberikan sedikit gambaran tentang daerah yang akan saya tuju ini?” tanya Adit kepadaku. Seharusnya Adit sudah berangkat ke Tanah Toraja dalam rangka liputan khusus acara Lovely December.RUANG TUNGGU TERMINAL Terik matahari semakin menyengat kulit. mudah-mudahan saya akan mendapatkan liputan yang ‘unik’ tentang Tana Toraja” sahut Adit yang sesekali melihat Arlojinya. Sosok pria yang telah lama kukenal sejak Tahun 2013. “Yah entah-lah Adit. yah wajarlah ia gusar karena sudah menuggu tiga jam di Terminal. “Tana Toraja itu salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan. Karena kebudayaan leluhur mereka masih dipegang teguh. kamu yang sabar saja jangan gusar begitu dong” sahutku kepada Adit. bannya berputar-bergesekan dengan jalanan yang sedikit berpasir menyebabkan deru debu bercampur asap knalpot beterbangan ke udara. mulai dari Rambu Solo atau upacara kedukaan Rambu Tuka’atau upacara suka cita dan terlebih lagi disana banyak objek budaya yang menarik minat wisatawan” “Oh begitu rupanya yah bang Hilda.

pertama baca doa sesuai keyakinan masing-masing. memposisikan diri menghadap ke area Ruang Tunggu Terminal. kamu masih ingat tidak?” Sejenak kulihat Adit berpikir mencoba mereduksi memori-memori yang tersimpan di otaknya. 15 menit kemudian aku kembali ke ruang tunggu Terminal sembari membawa dua cangkir kopi. dan di sisi lain saya mencoba menghibur Adit yang sedari tadi gusar karena Bus yang akan ia tumpangi tidak kunjung datang. . Sesampainya di kedai Kopi. “Iya Adit. aku hanya mengikut kepada sahabatku yang nampaknya kegusaran telah menguap bersama aroma kopi. ini namanya Kopi Toraja Sesean” Adit kemudian mengambil cangkir kopi yang berukuran sedang. Suasana makin cair ketika langit Kota Makassar tiba-tiba mendung dan hujan. “Yah Bang Hilda sudah lama sejak Kongres di Bali kita bertemu” sahut Adit yang kini duduk di depanku.“Kamu pasti akan mendapatkan banyak momen yang unik untuk rubrik koranmu. kamu tahu tidak Adit? di Tana Toraja itu banyak hal yang dapat dijadikan bahan berita selain dari pada upacara kedukaan Rambu Solo ataupun upacara kesyukuran Rambu Tuka yah… seperti halnya Kopi Toraja yang begitu terkenal hingga ke Mancanegara. saya masih ingat ketika kita kesasar di daerah Legian. “Eits… Adit jangan main seruput-seruput begitu. namun Adit pengalaman yang paling berkesan itu ketika perjalanan Laut dari Kendari menuju Baubau. salah satunya Kopi Toraja Sesean” sahutku kemudian aku beranjak dari tempatku menuju salah satu kedai yang terdapat di Terminal Regional Daya. “Wah Hujan lagi mari kita menepi di kedai itu” ajak Adit kepadaku. dan terakhir seruputlah dengan perlahan maka kamu akan mendapatkan sensasi nikmatnya Kopi dari pegugunungan Sesan Tana Toraja” Kami pun berdua larut dalam suasana penuh pertemanan. “Nah Adit kamu coba cicipi ini. sesaat kulihat Adit langsung menyeruput Kopinya namun niatannya itu kucegat. kedua perlahan-lahan hirup aromanya. kami kembali berbincang bernostalgia akan kenangan semasa aktif di Organisasi. minum Kopi Toraja itu ada aturannya.

saat itu kita menyebrangi Pelabuhan Kendari menuju Pelabuhan Murhum” Burung camar beterbangan di horizon jingga. aku cekikian melihat tingkah mereka berdua seperti orang pacaran saja gumamku. Kapal Ferry Darma Lautan telah bersandar menunggu para penumpang. “Kalau ombak bagus dan tenang kita akan sampai ke Pelabuhan Murhum enam jam lagi” sahut Adit. kami sibuk semua dengan urusan masing-masing. mentari perlahan-lahan mulai menepi kembali ke peraduan. daerah yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan Kabupaten Wakatobi. Sesekali kulihat Syahrul dan Raim nampak mesra memandang gugusan bintang yang perlahan-lahan bersinar. pacaran tanpa menghiraukan situasi. bukan sewaktu kita bersama Roni Vebrian. dibelakangnya ikut Raim. Syahrul dan Raim lebih memilih berdiri di Haluan Kapal meniru salah satu adegan dalam Film Titanic. Roni hanya sibuk berlalu lalang antara Buritan dan Haluan Kapal. Syahrul dan Raim?” “Iya betul. Sayup-sayup suara adzan maghrib menggema di sekitaran Pelabuhan Kendari. “Hey Adit lihat deh sepasang kekasih itu. . sore temaram berubah perlahan menjadi gelap gulita.“Tunggu sebentar Bang Hilda. kami menikmati semilir angin senja dan menatap lautan biru yang berombak. “Bang Adit kira-kira berapa jam lagi perjalanan yang akan kita tempuh menuju Kota Baubau?” tanya Roni kepada Adit. sesekali kami memerhatikan sepasang sejoli yang memadu kasih. Syahrul dan Raim terlibat “Romantisme Jenaka”. seorang pemuda dan Mahasiswa Kendari University yang berasal dari Kepulauan Tukang Besi. tidak malu apa dia bermesraan di buritan kapal” sahutku kepada Adit dan sesekali mencuri pandang pada dua sosok anak manusia yang dimabuk asmara. Perlahan namun pasti di balik angin malam dan deru ombak Kapal Ferry melaju memecah lautan menuju Pelabuhan Murhum. maklum ini pengalaman pertama Roni diatas laut. Sedangkan aku dan Adit hanya menikmati secangkir kopi di cafetaria kapal. “Syahrul cepat kita akan terlambat!” seru Roni Vebrian Mahasiswa Andalas University menatap Syahrul yang berlari kecil menghampiri Kapal Ferry yang telah bersandar. Di atas geladak Kapal Ferry.

semakin dekat… dan. “Gini loh Adit. perlahan-lahan pria itu mendekatkan wajahnya ke gadis pujaannya kedua bibir mereka semakin dekat. kulihat nampaknya mereka semakin “berani” kulihat pria itu menengok ke kiri dan ke kanan seperti memerhatikan situasi sekitar. perlahan-lahan hujan pun mulai reda sebuah bus besar terparkir di dekat ruang tunggu terminal.“Saya rasa tidak ada yang salah. “Terserahlah kepadamu wahai Adit penguasa Tanah Lauki” ledekku kepada Adit. “Kalau diingat-ingat untunglah ada si Roni jadi kamu tidak semakin Baperan” sahut Adit. semakin dekat. namanya juga dua insan dimabuk asmara” sahut Adit singkat dan menyeruput secangkir kopi untuk menghilangkan hawa dingin yang cukup menusuk tulang. mungkin ini efek Baperan karena cinta ditolak berkali-kali. Entah kenapa ada perasaan iri melihat dua sejoli itu memadu kasih. bermesraan. coba kalau tidak sudah saya buang mereka ke laut” sejenak kami dan kami menikmati semilir angin sore. aku hanya tertawa mengingat-ngingat kejadian itu. Kami memutuskan untuk meninggalkan kedai menuju bus bewarna merah yang bertuliskan “Makassar – Toraja” . “Bilang saja kamu Iri Bang Hilda dasar Jomblo Ngenes” aku sedikit terperanjat atas pernyataan Adit. Kami berdua kembali melihat sepasang sejoli itu. “Rese juga si Roni” sahutku. berpelukan seperti teletubis. ada warga Kendari yang memerankan Lakon Titanic dengan epik seperti itu” Timpal Adit kepadaku sembari menunjukkan dua sejoli yang meniru salah satu adegan di Film Titanic yang mengingatkanku akan adegan “Romantika Jenaka” Raim dan Syahrul beberpaa waktu lalu. Saya dan Adit hanya menahan tawa melihat Roni “menggagalkan” usaha pria itu. “Bro Toilet dimana?” Tanya Roni kepada dua sejoli yang salah tingkah. Lagak mereka laksana Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet yang memerankan lakon Jack Dawson dan Rose DeWitt Bukater tokoh sentral Film Titanic” “Wah bagus dong. apa dia orang yang mampu membaca pikiran? “Hehehe…” sahutku singkat dan dihiasi senyum masam. “Untunglah ada si Roni. kalau saya lihat mereka serasa pemilik kapal melakukan seenaknya.

Perlahan-lahan bus melaju meninggalkan Terminal Regional Daya menembus jalanan kota bersama temaram senja dan semilir angin. Cerpen Karangan: Ilyas Ibrahim Husain Twitter: @adilbabeakbar Facebook: Ilyas Ibrahim Husain . semoga perjalananmu menuju Tana Toraja menyenangkan” Kami pun bersalaman sebagai bentuk perpisahan.“Bang Hilda terimah kasih sudah menemani saya. coba kalau tidak ada kamu pasti saya mati karena bosan” “Yah sama-sama Adit.

menghampiri ruang kelas 9. “Mmmhaa mmmhaa” terpenggal penggal nafas gadis itu sambil mengetuk pintu kelas. Natnat hanya bisa tertunduk dengan muka merah sambil menaruh tasnya di kursi.” kata guru matematikanya. Tanpa berpikir panjang Natnat langsung masuk menuju bangkunya. Para siswa SMP Makroni bergegas menuju kelas mereka masing-masing termasuk pula guru yang mengajar di jam pelajaran pertama. Pelajaran berlangsung seperti biasa tak terasa tiba waktu istirahat. Saat sedang bercerita tentang model-model .. Tak ada kata yang bisa dikatakan lagi selain kata maaf yang keluar dari mulut Natnat dengan muka memelas. Setelah semua siswa masuk kedalam kelas terutama kelas 9. Gadis itu bernama Natnat Vellecia. Kebiasaannya saat istirahat adalah di kelas bercerita dengan 2 teman perempuannya yaitu Gina dan Rena. Tidak sampai 2 menit semua teman kelasnya menatapnya dengan tajam dan tiba-tiba kelas hening. ternyata ada seorang siswa yang berlari sangat kencang dengan seragam yang compang-camping. mimik wajahnya menggambarkan kata terserah mau masuk boleh mau keluar kelas juga boleh.TELITILAH AKU Kring… kring… kring… bell sekolahpun berbunyi tepat pada pukul 07. “hahaha. “Sudah jam berapa ini! berapa kali saya harus menghukum kamu?! Sudah 9 kali kamu terlambat dan ini yang ke sepuluh!. Karena gurunya sudah lelah memperingatkan Natnat yang sering terlambat tak lama api kemarahan itu dilepaskannya dan tidak memedulikan Natnat.00 WIB. Natnat hanya tersenyum saja tapi dalam hatinya sangat rapuh karena yang mengatakan hal tersebut adalah salah satu laki-laki yang pernah ia sukai saat berada di bangku kelas 7. dasar gadis culun pakai kaos kaki saja tidak bisa” kata salah satu teman laki-laki. rambutnya yang bergelombang lebat terurai tampak belum disisir dan kaos kaki yang panjang sebelah. saat dia masuk semua teman kelasnya menertawainya bahkan ada yang sampai bergulingguling di lantai karena tidak kuat menahan tawa.

. Entah apa maksud dari cerita Gina. Semenjak hari itulah Natnat benar-benar mulai mengikuti hati kecilnya yang berkata bahwa mungkin Gina berteman dengan dirinya karena ada maunya tetapi kemauannya itu tidak bisa tercapai bersama Natnat maka dari itu ia mulai memutar balik stir berteman dengan “musuh” demi keinginannya sendiri. tapi berbeda dengan Natnat yang perasaannya sangat peka apalagi dengan teman yang sudah berhari hari selalu bersamanya saat istirahat. Kalimat itu membuat Natnat dan Rena merasa aneh dengan tingkah laku temannya itu. adik kelas pun ia dekati demi memenuhi keinginan dirinya sendiri. Tak lama setelah Gina bercerita tentang keinginannya itu esok harinya Gina mulai tidak menghabiskan waktu istirahat dengan Natnat dan Rena. Profesi Natnat yang sebenarnya adalah seorang pelajar sekaligus seorang model majalah yang hampir saja setaraf internasional dan ia adalah anak dari seorang ibu yang memiliki 500 cabang rumah makan ternama dan seorang ayah yang memiliki tambang emas terbesar tingkat nasional. Natnat berusaha untuk tidak memedulikan hati kecilnya dan akhirnya lanjut bercerita bersama mereka. Gina yang terus membayangkan menjadi orang terkenal dan merasa semua orang pasti akan membutuhkan dirinya apabila tidak semua masalah tidak akan pernah terselesaikan. nggak ada hujan nggak ada petir tiba-tiba saja Gina membahas tentang keinginannya menjadi orang terhormat dan tidak boleh ada yang lebih hebat selain dirinya di sekolah. Mungkin bagi Rena tidak pengaruh apa-apa ia cuek saja mengira itu hanya bahan cerita saja. jika ia mendapatkan itu semua secara otomatis ia akan menjadi sorotan di sekolahnya. Bisa dibilang anggapan teman-temannya salah total. Sebenarnya Natnat adalah seorang gadis yang tercantik dan manis di sekolahnya jika ia mau merapikan penampilannya sedikit.terkenal di dunia. Natnat juga sering menceritakan kelemahannya dan kelebihannya pada Rena dan Gina karna ia percaya pada kedua temannya itu. ia mulai mendekati teman-teman yang biasanya mengejek Natnat karna menganggap dia anak culun. namun mereka memang jarang sekali pergi ke sekolah dengan pakaian mewah ditambah lagi Natnat yang selalu berpenampilan acak-acakan di sekolah. hidungnya yang mancung dan mukanya yang tirus dengan tinggi dan berat badan yang ideal sudah ia miliki. Tidak hanya itu yang ia dekati. jadul dan miskin.

bahkan ada beberapa cerita yang sangat berkebalikan dari kenyataan yang dialami Natnat. tapi Rena sangat tidak mungkin karena ia masih terus bersama Natnat seperti perangko dengan surat. Wuooohhhh… sorak penonton yang menunggu Natnat keluar dari persembunyiannya. Sudah panas telinga Natnat mendengar semua cerita yang beredar. Rena yang berusaha menyabarkan dirinya dengan kata-kata yang lembut sudah tidak masuk lagi dalam hati Natnat. Tiba waktunya pentas seni sekolah diselenggarakan. dia tidak bisa menundukkan Natnat. Sambil musik dimainkan Natnat melepas jaket dan kain yang ia . Tetapi Natnat berusaha tidak memikirkan hal itu.” Sambutan MC untuk dirinya. “Mari kita sambut Natnat Vellecia. Kebencian sesungguhnya dalam diri Gina yaitu karena ia iri dengan Natnat yang kaya dan cantik. Natnat semakin lama semakin terpuruk dengan rasa kecewanya terhadap seorang yang ia anggap “sahabat” dulu . terbukti ketika Natnat masuk ke dalam kamar mandi ia mendengar suara Gina yang membicarakan dirinya dengan beberapa teman kelas lainnya yang tidak menyadari keberadaan Natnat di dalam kamar mandi. Banyak yang menertawai dan mencibirnya atas semua yang ia lakukan. mereka semakin panas menceritakan kelemahan-kelemahannya terutama tentang masalah cintanya yang tidak pernah tersampaikan.Semua itu ia lakukan karena tidak ingin masuk dalam pergaulan yang salah yang hanya melihat fisik saja lalu memanfaatkannya. Padahal harapannya berteman dengan Natnat dia bisa menjadi terkenal ya paling tidak kecipratan sedikit dari apa yang Natnat miliki. siapa lagi yang tahu tentang seluk beluk dirinya dan yang mengungkapkannya pada seluruh teman-temannya selain Gina dan Rena. Tak mau ambil pusing. Ya sudah jelas Gina yang mengumbar itu semua. Natnat mendaftarkan dirinya menjadi model diacara pentas seni sekolahnya sekaligus mendaftar lomba modeling tingkat nasional atas nama sekolahnya. Natnat menyembunyikan dirinya dengan jaket dan sehelai kain yang dililitkan pada gaunnya agar tidak dilihat banyak orang sebelum dia benar-benar naik dan menjalankan aksinya di atas panggung. Sebulan sudah berlalu. hasilnya ia diterima oleh panitia pengurus pentas seni salah satunya adalah Gina karena sangat ingin melihat Natnat lebih jatuh lagi. sekarang semakin banyak anak yang meledeki dirinya.

tapi ia tidak pernah melupakan Rena sebagai sahabat karibnya juga tidak menjadi sombong. Cerpen Karangan: Irene CN Facebook: Irene Cahya Natalia .pakai itu dan naik keatas panggung dengan percaya diri. tap. dia tidak mau terjerumus dua kali. Akhirnya semua teman-temannya yang pernah mengejeknya sekarang sangat menyesal karena mereka tahu bahwa mereka selama ini salah menilai Natnat dan termakan oleh kata-kata Gina yang tampak manis awalnya. Belum cukup sampai disitu Natnat memukau kembali hati setiap orang dengan diumumkannya pemenang lomba modelling taraf nasional yang juara satunya diraih oleh Natnat Vellecia. Natnat belajar dari apa yang sudah terjadi selama ini dan akan lebih waspada lagi dalam pergaulan begitu pula ia mulai mengikuti kata hati kecilnya. Natnat lebih memilih fokus dengan profesi sebagi model dan sebagai pelajar terlebih dahulu.. Tap. Sekarang Natnat membuka semua profesi yang sesungguhnya dan menjadi sangat terkenal di sekolahnya.. tap… langkah yang perlahan tapi pasti Natnat berjalan selayaknya model professional memberikan pesona yang memukau semua mata yang melihatnya. Lelaki yang pernah disukai Natnat meminta maaf dan ingin menjadi pacar Natnat tapi alhasil Natnat menolak cintanya. sebab kata pepatah mulutmu harimaumu. Serentak semua penonton hening lalu berdiri dan bertepuk tangan dengan sangat meriah. Sekarang Ginalah yang tidak disukai oleh teman-temannya. penampilannya juga berubah selayaknya model.

. “dasar cewek” ucap Fakri. lo sanggup kalo lari pagi selama sejam tanpa berhenti. “gue lebih milih lari 2 jam 3 jam daripada berdiri buat upacara” jawab Nurul asal. Mereka selalu pergi bareng setiap harinya ke sekolah. Mereka pun diam. Ditambah lagi dengan papa mereka yang bekerja bersama di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. sebagai penerus bangsa. “serius lo?” tanya Fakri lagi. “Tapi Ung. Kebiasaan Nurul yang sangat tidak disukai sama Fakri adalah malas mengikuti upacara. Adalah kegiatan rutin bagi Fakri dan Nurul untuk berolahraga setiap paginya dengan jogging di sekitar taman perumahan. Nurul selalu menolak dan beralasan bahwa dia malas upacara. Nurul terlalu capek untuk mengikuti upacara dikarenakan fisiknya yang lemah. Fakri memulai larinya duluan lalu melihat Nurul yang terburu-buru memakai sepatunya dan berlari menyusul Fakri. kecuali hari senin. Hari ini adalah hari minggu. Setiap Fakri mengajak Nurul untuk datang lebih awal di hari senin. Setelah hampir 1 jam mereka jogging. mereka berhenti dan duduk di bangku taman sambil meminum air putih. yaitu panggilan Fakri ke Nurul. wajar saja kalau Fakri enggak suka melihat orang apalagi sahabat dekatnya sendiri malas berpartisipasi mengikuti bela negara dengan cara salah satunya mengikuti upacara rutin setiap hari senin. kalau udah ga telap lagi langsung aja ke belakang barisan temui anggota PMR” tapi Nurul selalu berkata tidak. Fakri hanya membalas dengan desahan lalu tersenyum. “serius” jawabnya singkat. Mereka pun berlari bersama. tapi kenapa untuk ngikutin upacara lo ga sanggup. Sebagai seorang duta kepemimpinan se-SMA di Jakarta. Dimulai dari kepindahan Fakri di sebuah rumah di perumahan Perum Asri yang bersebelahan dengan rumah Nurul. Bukan berarti mereka pacaran. Mereka telah mengenal satu sama lain. “lo bisa. “namanya juga cewek” sahut Nurul. kita harus ikut melaksanakan pembelaan terhadap negara dengan salah satunya mengikuti upacara rutin setiap hari senin.PENYEMANGAT HIDUPKU Fakri dan Nurul adalah 2 sejoli yang sudah bersama-sama sejak kecil. Dari TK mereka sudah kebiasaan bareng hingga SMA sekarang ini mereka tetap bareng dan juga sekelas bareng. Fakri memaklumi itu tapi Fakri juga pernah bilang kalau “ikuti aja dulu upacaranya. Ung?” tanya Fakri kepada Uung.

sudah gitu doang” ceramah Fakri. pikirnya begitu. Fakri Vilano Putra. Seketika Nurul cemas karena saat Nurul bohong. “itu tadi lo bilang kesehatan-kesehatan gitu” “lho? Emang salah kalau gue bilang kesehatan? Emang benar kan olahraga jogging itu buat kita sehat dan menjaga kebugaran jasmani kita” jelas Nurul. Nurul ga akan mau ngucapi Fakri tengah malam karena dia membiarkan Fakri sedih mengapa sahabatnya tidak menjadi yang pertama mengucapkan selamat atas hari lahirnya. Tahun lalu.Lagian apa sih capeknya upacara? Lo Cuma harus berdiri dengan khidmat selama sejam. Nurul sepertinya lupa dengan hari ulang tahunnya. Kudus yang paling legendaris. Tapi tadi nada bicara lo seperti mengandung makna tersirat gitu” tanya Fakri sambil menatap mata Nurul. Nurul yang dikenalnya adalah Nurul yang aktif dan susah ditebak. Fakri seperti biasa menjemput Nurul buat pergi sekolah bareng. “bubur ayam H. Kan udah gue bilang mending gue lari sampe 3 jam ada juga manfaatnya buat kesehatan gue” ucap Nurul. dia ga bisa natap mata lawan bicaranya. Gue biasanya aja tuh” balas Nurul sambil menghindari tatapan mata Fakri. Seketika. “tau ah. Padahal setiap Nurul ulang tahun. Di kelas. hehe” balas Nurul sambil tersenyum. Besok adalah tanggal 30 Desember. “justru itu gue males. Nurul ngucapi Fakri dikelas dengan dekorasi kelas yang penuh dengan balon dan pita. Di papan tulis tertulis “Selamat Ulang Tahun My BestBeloved Friend. Fakri masih saja menunggu Nurul berbicara mengucapkan selamat ulang tahun. Keesokan paginya. Fakri selalu menjadi yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun kepada Nurul. emang bener. Semoga Panjang Umur dan Sehat Selalu” dan itu sukses buat Fakri tersentuh. “kesehatan? Emang lo lagi ga sehat? Lo sakit apa emang?” tanya Fakri mulai mengintrogasi. gue ga sanggup berdiri kaku selama sejam. . Kudus ya? Dan lo yang bayarin. hari ulang tahun Fakri! Nurul sudah mempersiapkan surprise buat sahabat terbaiknya itu sejak sebulan yang lalu. Nurul ingat kalau dia sudah membuka sebuah obrolan panjang dengan Fakri. “dasar nih bocah” balas Fakri sambil tersenyum. Fakri mengharapkan Nurul mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya tetapi tetap saja. “ga salah sih. Mereka lalu menghambiskan sarapan paginya sambil bercanda dan akhirnya pulang. Mereka pun berjalan menuju tempat makan bubur ayam H. “sakit? Siapa yang sakit juga” tanya Nurul agak sedikit gugup. Dan Fakri tau itu. “hm yaudah deh. Yuk sarapan” ajak Fakri.

Kenapa. “Fakri. “halo” ucap Fakri “hai. “selamat ulang tahun ya. Nak” ucap papa mamanya sambil mencium kening Fakri. “gimana kalau gua minta lo ngelakuin sesuatu?” tawar Fakri. “simpel kok. Nyusul aja ya kadonya” tawar Nurul. Rasa sayang Fakri melebihi batas rasa sayang sesama sahabat. dan enggak lebih. . Fakri masih dengan wajah seperti itu sampai Nurul tersenyum menyadarkannya. “dasar. “happy birthday to you. “Ngelakuin apaan? Jangan yang aneh-aneh ya” balas Nurul. Aku ga bisa. Nurul lalu membawa kue ulang tahun sementara yang lainnya memegang balon dan kado sambil menggunakan topi ulang tahun. Fakri menelpon Nurul. Hm by the way. Ung. sejak pertama kali bertemu. Fakri cinta sama Nurul. Mau gak mau. Malamnya. “ga ada. “uhh. Mereka lalu masuk kedalam dan duduk di kursi favorit mereka. Nurul mengajak Fakri buat mampir di restoran favorit mereka. Fakri sayang sama Nurul. Kan kamu tau itu” tolak Nurul. Happy birthday to you. Fakri juga harus seperti itu karena dia ga mau kehilangan Nurul apabila dia menyatakan perasaannya yang sebenarnya kepada Nurul. Haha” balas Nurul “yayaya. Lumayan berkelas” ujar Fakri dengan nada menyindir gitu. Ri. Tapi Fakri merasa Nurul Cuma menganggapnya sebatas sahabat dekat. Ri? Tumben banget” balas Nurul. Happy birthday happy birthdaay. yang lain ajadeh. dekat jendela yang langsung menghadap ke pemandangan kota metropolitan ini. Selalu saja begini” ucap Fakri. Sore harinya sebelum pulang sekolah. “Selamat ulang tahun” ucap Nurul. Hm lo belum ngasih kado nih ke gue” tagih Fakri “hehe sorry bos. Mereka pun lalu berpesta bersama merayakan hari ulang tahun Fakri. tanggal tua nih. Cuma ngikutin upacara hari senin doang” balas Fakri. Nurul berjalan dengan tergesa-gesa ke toilet wanita yang ternyata disana sudah ada teman dekat mereka dan papa mamanya Fakri. Masih mending juga dirayain. “duh. gue permisi dulu ya ke toilet” ucap Nurul yang dibalas dengan anggukan kecil Fakri.Sejujurnya. happy birthday Fakri” nyanyi mereka yang sukses membuat Fakri terdiam dan bengong dengan wajah idiotnya dan mulut menganga kecil. makasih yang surprisenya.

“oke. Setelah upacara berjalan 20 menit lebih. Setelah 10 menit pingsan.“ayolah. ngantuk nih” ujar Nurul sambil menguap. lo ga papa?” tanya Fakri cemas “enggak papa kok. Ri” jawab Nurul lemas. tepat saat amanat pembina upacara. Nurul membuka matanya dan tersenyum melihat Fakri. Dan upacara pun dimulai. “gitu dong. Fakri Vilano Putra” Hari senin pun tiba. Spontan Fakri langsung mengangkat Nurul dan membawanya ke ruang UKS. lo ga papa?” maafin gue ya” balas Fakri yang hanya dibalas dengan senyuman. Nurul pingsan. Fakri pun mengoleskan minyak kayu putih di sekitar hidung dan dahinya agar dia cepat siuman. “lo seharusnya bilang kalau lo udah ga kuat berdiri. Fakri melihat Nurul sudah berkeringat. Gue mau. Selamat malam juga buat M. Ri” ucapnya sambil tersenyum dan menghadap ke depan dengan sikap khidmat. “okelah. Sering-sering ikut upacara dong. “makanya. “Iya. Mereka memasuki sekolah yang tampak sedang ada latihan gladi bersih bagi para petugas upacara. Ung. “serius. Selamat malam dan mimpi indah Nurul Annissa” “bye. Bye. “Ung. Setelah 5 menit . Dia juga merasa dirinya seperti melayang dan penglihatannya mulai kabur lalu lama kelamaan menjadi gelap. Mereka pun pergi bersama. “Ung. Fakri menjemput Nurul lebih awal dan dilihatnya Nurul sudah rapi. Ung?” tanya Fakri lagi. 5 menit upacara Nurul masih baik-baik saja. Nurul akhirnya sadar. “alah lebay deh lo. Nurul pun hanya bisa tersenyum. hehe” Nurul hanya tersenyum. Upacara akan dimulai sebentar lagi. Ya udah deh gue tutup ya. Begitupun juga dengan Nurul. Fakri sudah mulai cemas dengan keadaan Nurul.” Balas Nurul. “janji lo akan selalu berdiri di sebelah gue dan mengawasi gue?” tanya Nurul lagi. Gue janji kalo lo capek lo boleh istrirahat langsung dan gue janji gue akan selalu berdiri di sebelah lo buat jaga-jaga” balas Fakri meyakinkan Nurul. Ini bakal jadi kado terindah dari lo kalau lo berhasil ngelakuinnya” balas Fakri. Ung. “iya gue janji” jawab Fakri. “ternyata gini ya suasana hari senin” ucap Nurul. Nurul dan Fakri berjalan menuju barisan kelasnya. Nurul berpikir sejenak dan akhirnya menyetujui. Ung sekali ini aja. Ung” ucap Fakri lagi dengan perasaan yang cemas.

Ung?” tanya Fakri “maafin aku” ucap Nurul sambil menahan air mata. aku penderita leukimia. Mereka pn berlarut dalam kesedihan. enggak mungkin. “hai” balas Nurul sambil tersenyum. “Fakri” panggil Nurul lagi dengan lemah. Nurul. “Ya Tuhan” ucap Fakri terbata-bata sambil menangis memeluk Nurul. Ri” ucap Nurul lemah sambil berlinang air mata. kamu kalau mau bercanda dengan aku jangan ngomong kayak gini deh. Itulah yang setiap hari dilakukan Fakri. Semenjak tau dia adalah penderita leukimia. Hariharinya yang biasa dilakukan bersama Nurul perlahan berganti menjadi sendirian. petugas PMR yang lain keluar dari ruang UKS sehingga hanya ada Fakri dan Nurul didalam sana. Aku ga suka” balas Fakri. Nurul mau menghabiskan sisa waktunya dengan tenang dan bahagia. Nurul hampir selalu menangis setiap malamnya. “enggak. “aku lagi ga bercanda. 3 bulan berlalu. 4 bulan lagi. “maafin aku ga bisa kasih kamu kado terindah seperti yang kamu harapkan” balas Nurul. Ung?” “sebenarnya. “iya kenapa. “iya. Fakri berfikir ini pasti hanya surprise tambahan dari Nurul untuk ulang tahunnya. Nurul enggak mau melihat orang-orang disekitarnya dan Fakri tau kalau Nurul terkena penyakit leukimia. . Nurul jadi sering ga masuk sekolah karena dia harus sering rawat inap di rumah sakit.kemudian. terutama bersama Fakri. Fakri ga bisa menerima kenyataan bahwa selama ini sahabatnya adalah penderita leukimia turunan dari kakeknya. Fakri banyak diam di kelas. Tetapi dia bersikap ceria kepada semua orang terutama Fakri. sahabat terbaiknya sendiri. Nurul hanya tersenyum. Nurul sudah divonis leukimia baru 2 bulan yang lalu. “hai” sapa Fakri sambil masuk kedalam ruang inap Nurul dengan membawa martabak keju coklat kesukaan Nurul. Aku serius” ucap Nurul sambil menatap mata Fakri dalam-dalam sambil menahan tangis. “Ari” panggil Nurul kepada Fakri dengan nada lemah. Ri. “enggak Ung. Seketika juga hati Fakri langsung hancur mendapat pengakuan seperti itu dari Nurul. “kenapa jadi kamu yang minta maaf? Harusnya aku yang minta maaf Ung sudah maksa kamu buat ngikutin upacara” jelas Fakri. Makasih Ung” . ini sudah cukup indah buat aku. Dia selalu menunggu jam pelajaran selesai karena begitu pulang sekolah dia langsung bergegas menuju rumah sakit. Semenjak itu Fakri mulai merasa kehilangan Nurul.

malah lebih parah. “hahaha. “Gue sayang sama lo. Sejak kita kelas 4 SD” ungkap Fakri. Nurul hanya berusaha tersenyum walaupun hatinya sakit mendengar pertanyaan dari Fakri.“bawa apaan tuh?” tanya Nurul lagi. “semoga aja. Fakri hanya tersenyum miris mendengarnya. “seriously?? Yeay” ucap Nurul kegirangan sambil meraih kotak dari tangan Fakri. Spontan Nurul terkejut mendengarnya. Fakri memperhatikan Nurul yang memakan martabaknya dengan lahap. sudah lama. Nurul langsung membukanya dan menghirup sejenak aromanya lalu memakannya. . Nih liat” ujar Nurul sambil menunjukan rambut di kepalanya yang ditutupi dengan topi yang sudah mulai botak akibat dari kemoterapi yang dijalaninya. Nurul meminta minum air putih lalu duduk disebelah Fakri sambil berjalan tertatih-tatih. Fakri pun mengubah posisi duduknya berhadapan dengan Nurul dan memegang dagu Nurul lalu tersenyum. Ri?” jawab Nurul pelan. “bakal kangen dengan aroma ini” terawang Nurul. tetap aja begini. “ih gaje” balas Nurul sambil tersenyum sinis. Ri?” tanya Nurul. “hm?” balas Nurul. “MKC nih” balasnya. Gue cuma mau manggil nama lo aja” “hm terserah” balas Nurul sambil terus makan martabaknya. “Gimana? Udah baikan?” tanya Fakri. “Ung. kira-kira pas gue udah bisa masuk IPDN. “kenapa. Fakri menatap mata Nurul dalam-dalam. lo masih ada ga ya?” tanya Fakri sambil menerawang. “ga ada” balas Fakri sambil tersenyum. Ri” balas Nurul pelan. Fakri pun terkejut melihatnya tapi tetap tenang walaupun perasaannya sedih melihat Nurul seperti ini. Setelah kenyang. “Ung” panggil Fakri lagi. “gue mau ngomong jujur sama lo” ujar Fakri. “Ung?” panggil Fakri “kenapa. “baikan gimana. “Nurul Annissa?” panggil Fakri lagi.

Itu yang gue takutin dan ternyata benar” ujar Fakri sambil tersenyum sedih. mereka pun mulai bisa mengendalikan diri mereka masing-masing. aku akan datang ke pusara kamu memakai baju IPDN ku” balas Fakri sambil duduk tegap. Nurul menatap mata Fakri dalam-dalam begitu juga dengan Fakri. Betapa hancurnya hati Fakri. Fakri mengikuti tes seleksi masuk IPDN yang terdiri dari 4 tahap. Papa Nurul . Selama sebulan kemudian. Setelah cukup lama berlarut dalam kesedihan. punya jiwa patriotisme yang tinggi. Nurul mulai berlinang air mata. Ntar kalau aku udah di terima di IPDN dan kamunya udah ga ada. Nurul pun hanya tertawa lalu tersenyum. Mereka berdua kembali berlarut dalam kesedihan masing-masing.“gue tau lo cuma nganggap kita sahabatan aja. Mereka saling menatap lalu tersenyum sendiri. “makasih. Fakri pun mulai menangis. “Janji sama aku” pinta Nurul. bertanggung jawab. “iya. Hingga tinggal orang tua Nurul dan Fakri disana. Gue jujur sekarang karena gue rasa gue ga punya waktu lagi buat nyatain ke lo saat kita udah sukses nanti. Kamu harus tetap jadi Fakri yang aku kenal. Fakri pun mengikuti serangkaian proses Nurul menuju tempat terakhirnya dimulai dari solat jenazah sampai membawa Nurul mengantarkannya menuju pusara terakhirnya. Dan sekarang lo ngomong begini ke gue buat gue nyesal. pergilah orang-orang yang bertakziah itu pulang. “Iya aku janji sama kamu. Ri udah sayang sama gue. mungkin dia masih bisa melihat Nurul untuk yang terakhir kalinya. Setelah tiba disana lalu yasinan dan berdoa. “dan sekarang gue lega udah ngungkapin perasaan gue ke lo” ujar Fakri lagi sambil menatap mata Nurul dalam-dalam dan tersenyum. Saat Fakri ingin menunjukan ke Nurul. pantang menyerah. Nurul telah menghembuskan nafas terakhirnya saat perjalanan Fakri ke rumah sakit tempat Nurul dirawat. Kamu harus buktikan ke semua orang kalau kamu emang pantas mendapatkan gelar tersebut” ucap Nurul sambil tersenyum. Jangan permalukan gelar kamu sebagai Duta Kepemimpinan. Dan Alhamdulillah Fakri lolos. gue ga siap buat pergi. Gue masih pengen bareng sama lo sampai kita sukses” ujar Nurul sambil menangis. Nurul?” jawabnya. Kalau saja dia bisa lebih ngebut lagi mengendarai mobilnya. Gue juga sebenarnya sayang sama lo lebih dari batas sahabat. Mereka saling tersenyum. “Fakri” panggil Nurul. “kamu harus masuk IPDN. Dan sekarang dia melihat Nurul yang pertama kalinya dengan wajah tertutup dan terbujur kaku. Fakri menyenderkan kepala Nurul ke bahunya dan mengusap rambutnya yang sedikit.

hari itu adalah upacara pertama dan terakhirku. yang selalu mengkaitkan hidupku dengan jiwa patriotisme dan bela negaramu yang entahlah apa saja itu. Fakri pun melihat pusara terakhir Nurul. Gue juga berterima kasih sama Allah karena gue sudah dipertemukan sama orang kaya lo. Mereka berpamitan ke Fakri dan pergi. My bestbeloved friend in the world and maybe heaven too M. berkarisma. Fakri pun membuka isi surat itu. Dear Fakri. “Nurul Annissa.facebook. Hehehe � Aku kepikiran. Tetap ngikutin upacara di sana yang bahkan mungkin upacaranya lrbih rumit lagi dari SMA. Semua. belajar yang benar.id / https://www. selama hampir 12 tahun aku sekolah. Fakri With love Nurul Annissa Fakri pun menangis membaca surat terakhir dari Nurul. Tetap jadi Fakri yang bertanggung jawab. aku tidak tau. Gue ga nyangka lo pergi begitu cepat. Terima kasih telah meyakinkanku untuk melakukannya. sahabat terbaiknya.com/amirahsalwa24 . makasih lo sudah mau menjadi sahabat terbaik gue selama hampir 17 tahun ini. Selamat sudah menjadi anak IPDN. Fakri Sampai jumpa lagi di kehidupan yang berikutnya It’s always been you. Fakri selalu berdoa agar Nurul baik-baik saja disana semoga dia menemukan tempat terbaik disisi-Nya. karena kamu.co. Begitu juga dengan mama Nurul yang memeluk Fakri dan memberi secarik surat bertuliskan “Untuk Fakri dari Nurul”. Gue berharap semoga kita bisa bersama lagi di kehidupan selanjutnya” ucap Fakri dengan terbatabata karena menahan tangis sambil tersenyum.blogspot. Fakri Vilano Putra. Maaf aku kecepatan perginya.menepuk pundak Fakri dan memeluknya. hehe Jaga diri baik-baik ya. SELESAI Cerpen Karangan: Amirah Salwa Blog / Facebook: amirahsalwaa.