You are on page 1of 14

Staphylococcus aureus Keratitis: Tinjauan

Kasus Rumah Sakit
Abstrak
Latar Belakang: Infeksi methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan suatu
masalah kesehatan publik yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menandai demografi
pasien, sifat klinis, kerentanan antibiotic, dan hasil klinis dari keratitis yang disebabkan oleh S.
aureus, dan untuk melakukan perbandingan antara isolat MRSA dan methicillion-sensitive S.
aureus (MSSA).
Metolodologi/hasil temuan utama: Pasien (n = 59) dengan culture-proven S.aureus keratitis
dirawat di Chang Gung Memorial Hospital antara 1 Januari 2006 dan 31 Desember 2010
dimasukkan dalam penelitian kami. Demografi dan data klinis pasien sudah ditinjau sebelumnya.
Isolat dua puluh enam MRSA (44%) dan 33 MRSA (56%) dikumpulkan. MRSA keratitis secara
signifikan lebih umum di kalangan pasien dengan paparan perawatan kesehatan (P=0.038), tetapi
46.2% (12/26) pasien dengan MRSA keratitis dianggap memiliki infeksi yang dikaitkan dengan
masyarakat. Semua isolat rentan terhadap vancomycin. Isolat MRSA secara signifikan lebih
tahan terhadap clindamycin, erythromycin, dan sulfamethoxazole/trimethoprim. Penyakit
permukaan mata merupakan faktor risiko yang signifikan untuk MRSA keratitis (P=0.01). Hasil
visual tidak berbeda secara signifikan antara kelompok MRSA dan MSSA. Akan tetapi, usia
(B=0.01, P=0.035, 95% confidence interval [CI]: 0.001-0.019) dan ketajaman visual pada
presentasi (B=0.749, P<0.001, 95% CI: 0.573-0.926) dikorelasikan secara signifikan dengan hasi
visual.
Kesimpulan/Signifikansi: penyakit permukaan mata merupakan faktor penting yang berpengaruh
untuk S.aureus keratitis, utamanya untuk infeksi MRSA. Usia lanjut dan ketajaman penglihatan
yang buruk pada presentasi merupakan indikator prognostik yang penting untuk hasil
penglihatan yang buruk dalam S. aureus keratitis. Data tahan oxacillin tidak menjadi indikator
prognostik yang signifikan.

aureus (MRSA) merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan tekanan S. aureus (MSSA). manifestasi yang paling umum dari infeksi MRSA mata adalah konjungtivitis atau kelainan kelopak mata. aureus keratitis di Chang Gung Memorial Hospital (CGMH). Kami membandingkan karakteristik klinis.9. 10. bertanggung jawab untuk 36.3. yang memberikan surat bebas izin karena anonimitas pasien dipertahankan oleh sumber data.16 Di sini. rumah sakit rujukan tersier 3000 kamar di Taiwan. aureus keratitis bervariasi di seluruh dunia. suatu penyakit yang mengancam penglihatan. . Metode Etik Penelitian kami didasarkan pada panduan Declaration of Helsinki.15 Cakupan penelitian kami sebelumnya pada infeksi MRSA mata utamanya fokus pada epidemiologi dan spektrum penyakit yang luas. 6. modalitas perawatan.Pendahuluan Staphylococcus aureus merupakan salah satu patogen yang paling penting dalam keratitis bakteri. sehingga kami tidak bermaksud untuk menganalisis sifat dan hasil klinis.5 Methicillin-resistant S. kami melakukan penelitian selama 5 tahun mengenai S.8 sedangkan keratitis merupakan diagnosis mata yang paling umum dalam penelitian kami sebelumnya di Taiwan. MRSA meningkatkan prevalensi di kalangan pasien yang justru dalam keadaan sehat tanpa risiko faktor yang diketahui. dan hasil penglihatan dari pasien dengan MRSA keratitis untuk mereka yang disebabkan oleh methicillin-sensitive S. tren daya tahan untuk antibiotik tertentu membuat kondisi ini menjadi sebuah isu perawatan kesehatan global yang penting.1% infeksi mata MRSA. Sebelum mempertimbangkan patogen nosokomial. 1. Infeksi ini dijelaskan sebagai infeksi MRSA yang dikaitkan dengan masyarakat (CS-MRSA).9 Penelitian sebelumnya mengenai keratitis MRSA telah dibatasi untuk laporan kasus dan rangkaian kasus yang kecil. faktor yang mempengaruhi.2 Meskipun kejadian S. Di negara-negara Barat. aureus yang tahan terhadap semua antibiotik -lactam. Kemunculan tekanan MRSA relevan secara klinis karena daya tahan mereka untuk menggandakan banyak antibiotik membatasi pilihan perawatan untuk infeksi MRSA. dan disetujui oleh Dewan Peninjau Lembaga CGMH. kerentanan antibiotik.

Kami mengartikan MRSA yang dikaitkan dengan perawatan kesehatan (HA-MRSA) dan CA-MRSA sesuai dengan pengertian yang diajukan oleh Naimi et al. antibiotik yang tersedia secara komersial yang digunakan merupakan fluoroquinolones yang aktuil (ciprofloxacin 0. Isolat disimpan untuk pengujian tambahan untuk kerentanan terhadap fluoroquinolones (ciprofloxacin. Antibiotik standar yang dibentengi terdiri dari amikacin yang aktuil (25 mg/ml). perawatan. atau therapeutic penetrating keratoplasty. atau (4) kultur positif yang diketahui untuk MRSA sebelum permulaan periode penelitian. (2) riwayat rawat inap. dialisis atau waktu tinggal dalam fasilitas perawatan jangka panjang dalam satu tahun tanggal kultur MRSA. Intervensi bedah. Data yang dikumpulkan meliputi informasi demografis. . trimethoprim/sulfamethoxazole. aureus keratitis. patch graft.3% atau levofloxacin 0. Kami menentukan kerentanan isolat bakteri terhadap clindamycin. meliputi transplantasi membrane amniotik. menyajikan tanda-tanda dan gejala-gejala. tarsorrhaphy. Kami menggunakan cefoxitin untuk menguji daya tahan antibiotik -lactam. riwayat medis dan mata. di kemudian hari di tahun 2010. cefoxitin. lama peninjauan. dan vancomycin yang menggunakan metode difusi disk yang didasarkan pada standar untuk pengujian kerentanan antimicrobial yang dibentuk oleh Lembaga Standar Laboraturium dan Klinis (CLSI).5%). Ukuran dan lokasi kornea dan adanya hypopyon juga didokumentasi. teicoplanin. Untuk memperlakuan S. cefazolin sodium (25 mg/ml). dan VA akhir. (3) kateter permanen atau perangkat medis perkutan pada waktu kultur. 17 Pasien yang memenuhi satu atau lebih dari kriteria berikut ini dianggap sebagai kasus HA-MRSA: (1) infeksi MRSA yang diketahui dalam 48 jam setelah masuk rumah sakit. erythromycin.Peserta dan prosedur Kami menanyakan database komputer dari laboraturium mikrobiologi dalam CGMH dan meninjau rekam medis yang sesuai untuk mengidentifikasi pasien dengan S. kerentanan antibiotik. dan moxifloxacin). dan respon klinis. aureus keratitis yang dirawat antara 1 Januari 2006 dan 31 Desember 2010. antibiotik empiris atau yang dibentengi diberikan setiap jam. atau vancomycin (25 mg/ml). menyajikan ketajaman penglihatan (VA). Baik pasien rawat inap dan pasien rawat jalan dimasukkan. Kasus yang tidak memenuhi kriteria apapun ditetapkan sebagai infeksi CA-MRSA. penicillin. kerentanan antibiotik. faktor berpengaruh sistemik dan lokal. levocefoxitin. bedah. Regimen perawatan antibiotik disesuaikan kemudian sesuai dengan hasil kultur.

18 Analisis Genotyping. Kriteria yang diajukan oleh Tenover et al. aureus keratitis diidentifikasi. unsur SCCmec dan deteksi gen Panton-Valentine leukocidin (PVL). PFGE digunakan untuk mengambil sidik jari isolat klinis MRSA sesuai dengan prosedur yang dijelaskan sebelumnya. 21 Tekanan kontrol untuk SCCmec tipe I.dilakukan seperti yang dibutuhkan.3%. pergerakan tangan. perangkat lunak komputer (IBM. K. 53. tipe III.05.388).038). Hiramatsu. atau lateralitas diamati diantara kasus MRSA dan MSSA. diberikan oleh Dr. USA). NCTC10442. NY. Hasil Demografi (Tabel 1) Lima puluh sembilan kasus S. 85/2082. JCSC4744. Uji Mann-Whitney U digunakan untuk variabel berlanjut. meliputi pulsed-field gel electrophoresis (PFGE) typing. 20 digunakan untuk menganalisis sidik jari DNA yang dihasilkan oleh PFGE.22 Analisis Statistik Semua analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS. dilakukan pada isolat MRSA yang tersedia.41 tahun) dan MSSA (1. SCCmec typing ditentukan oleh strategi reaksi rantai multiplex polymerase (PCR) yang dijelaskan sebelumnya.69 tahun.8%) daripada yang ada dalam kelompok MSSA (9/33. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam jenis kelamin. Signifikansi statistik ditetapkan sebagai P < 0. 27. II. Regresi bertahap linier digunakan untuk menentukan faktor yang dikaitkan dengan hasil penglihatan. Armonk. meliputi 26 (44%) disebabkan oleh MRSA dan 33 (56%) disebabkan oleh MSSA. dan nilai VA Snellen diubah menjadi unit logMAR untuk analisis statistik. usia. VA menghitung jari. P=0. N315. adalah sebagai berikut: tipe I. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam periode peninjauan rata-rata antara kasus MRSA (1. Versi 17. III dan Iva. dan tipe Iva. dan tidak ada persepsi cahaya (NLP) dicatat sebagai unit logMAR seperti yang dijelaskan sebelumnya. Waktu penyembuhan dicatat setelah infiltrasi berkurang dan kerusakan epitel disembuhkan. VA dicatat pada waktu >2 bulan setelah keratitis berkurang dan stabil. persepsi cahaya. tipe II. P=0. Amplifikasi PCR dari gen lukS-PV dan lukF-PV yang menyandi komponen PVL dilakukan seperti yang dijelaskan sebelumnya. . Uji chi square atau uji eksak Fisher (saat nilai yang diperkirakan < 5) digunakan untuk membandingkan variabel nominal.57  1.65  1. Tingkat infeksi yang dikaitkan dengan perawatan kesehatan secara signifikan lebih tinggi dalam kelompok MRSA (14/26.

01) memiliki ulkus kornea yang terpusat.2% (7/33) kasus MSSA (P=0. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan diamati dalam ukuran infiltrasi atau adanya hypopyon antara kelompok MRSA dan MSSA. aurreus keratitis diringkas dalam Tabel 3.011). Tidak terdapat perbedaan dalam faktor risiko lokal lainnya. . atau penggunaan lokal dari immunosuppressant/antibiotik. tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam faktor risiko sistemik untuk keratitis. termasuk adanya komorbiditas yang mendasar atau penggunaan sistemik dari immunosuppressant atau antibiotik. sedangkan 21. Selanjutnya. diamati antara kelompok MRSA dan MSSA. pasien dengan penyakit permukaan mata memiliki risiko keratitis MRSA yang secara signifikan lebih besar (P=0. Selain itu. Faktor berpengaruh yang paling umum baik untuk keratitis MRSA dan MSSA adalah penyakit permukaan mata. seperti yang ditetapkan dengan sentrasi infiltrasi kornea. dengan ulkus kornea dalam 61. termasuk pemakaian lensa kontak. bedah mata sebelumnya. bertanggung jawab untuk 62. diamati antara kelompok MRSA dan MSSA. trauma. Faktor yang mempengaruhi (Tabel 3) Faktor berpengaruh lokal dan sistemik untuk S.Hasil temuan klinis (Tabel 2) Kasus MRSA memiliki tingkat ulkus kornea terpusat yang secara signifikan lebih tinggi. aureus keratitis.5% (16/26) kasus MRSA.7% (37/59) semua S.

dan moxifloxacin. oxacillin. Enam belas dari 26 (61. Dari enam isolat MRSA dan sembilan MSSA yang tersedia untuk pengujian kerentanan ciprofloxacin. dua isolat MRSA tahan terhadap ketiga fluoroquinolones yang diuji. Semua isolat MRSA dan MSSA rentan terhadap baik vancomycin dan teicoplanin. levofloxacin. tetapi rentan terhadap levofloxacin dan moxifloxacin.5%) isolat MRSA rentan terhadap sulfamethoxazole/trimethoprim. .Kerentanan antibiotik (Tabel 4) Isolat MRSA secara signifikan tahan terhadap clindamycin. Satu isolat MRSA dan dua isolat MSSA tahan terhadap ciprofloxacin. dan sulfamethoxazole/trimethoprim daripada isolate MSSA. erythromycin.

Empat pasien menerima transplantasi membrane amniotik atau tarsorrhaphy untuk mendorong reepithelialization.660 dan 0. kecuali untuk empat pasien yang datanya hilanh dan sembilan pasien yang tidak mampu untuk melengkapi evaluasi VA dikarenakan penyakit sistemik . sedangkan satu pasien dengan NLP yang diakibatkan dari keratitis MRSA parah menerima pembedahan perut.Perawatan dan hasil (Tabel 5) Semua pasien dirawat dengan antibiotik khusus. VA dicatat untuk semua pasien. Lima pasien sulit disembuhan dengan perawatan medis.3% atau levofloxacin 0. tingkat rawat inap.765 untuk kelompok MRSA dan MSSA). atau waktu penyembuhan diamati antara kasus MRSA dan MSSA.5%) merupakan perawatan empiris yang paling umum. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat intervensi bedah. empat dari mereka (dua dari tiap kelompok) menjalani therapeutic penetrating keratoplasty atau patch graft dengan glycerol-preserved cornea. Kombinasi dari antibiotik yang dibentengi (cefazolin sodium 25 mg/ml dan amikacin 25 mg/ml) atau fluoroquinolone sendiri (ciprofloxacin 0.057). tetapi tingkat perubahan tidak berbeda secara signifikan antara kelompok MRSA dan MSSA (P=0. aureus keratitis tidak dikaitkan secara signifikan dengan kebutuhan untuk mengubah terapi (masing-masing P=0. tingkat komplikasi yang parah (meliputi perforasi kornea dan endophthalmitis). Perbedaan dalam pilihan perawatan nomor satu dari S. aturan pengobatan diubah ke vancomycin 25 mg/ml setelah hasil kultur diperoleh. Dalam 32 kasus. Sembilan pasien dalam tiap kelompok membutuhkan intervensi bedah.

Analisis regresi linier univariat mengungkapkan bahwa enam faktor berikut secara signifikan dikorelasikan dengan hasil penglihatan yang buruk. adanya komplikasi yang parah (P=0. ukuran infiltrasi (P=0.926) secara positif dikorelasikan dengan hasil penglihatan yang buruk.001). P=0. Klon CA-MRSA ini berbagi karakteristik genetik yang umum untuk tekanan CA-MRSA yang sebelumnya diidentifikasi di Taiwan.008 dan 0.012).036). Analisis regresi linier bertahap. Satu dari isolat HA-MRSA (n=2) ditandai sebagai PFGE tipe F/SCCmec II/PVL-negatif. 95% CI: 0. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil visual akhir diamati antara kelompok MRSA dan MSSA.23 . intervensi bedah (P=0.019) dan VA awal yang buruk (B=0. membenarkan bahwa usia lanjut (B=0.047). dan lainnya sebagai PFGE tipe A/SCCmex IIIA/PVL-negatif.749. yang meliputi delapan faktor ini. P<0. Hasil ini sesuai dengan isolat HA-MRSA dalam penelitian kami sebelumnya.001. penyakit permukaan mata (P=0. Lima dari enam isolat CA-MRSA ditandai sebagai PFGE tipe C/SCCmec IV/PVLnegatif dan lainnya sebagai PFGE tipe D/SCCmec V T/PVL positif. VA awal yang buruk (P<0.035.001-0. 95% confidence interval [CI]: 0. dan penyakit sistemik (P=0.01.yang parah. usia (P=0. bedah mata sebelumnya (P=0.573-0. Analisis genotipe Delapan isolat MRSA tersedia untuk analisis genotype.013).018).001).014).

12 menjelaskan 12 kasus keratitis yang disebabkan oleh MRSA dan methicillin-resistant S.4%) dari kasus MRSA dan empat (12. Dalam penelitian ini. dengan empat (15.9 Seperti yang sudah kami perkirakan. aureus mungkin sama dengan proporsi keratitis MRSA pada infeksi S. aureus. Meskipun proporsi yang secara signifikan lebih besar dari pasien keratitis MRSA dalam penelitian kami ini memiliki ulkus kornea yang terpusat. Lichtinger et al. aureus keratitis dan hampit setengah dari keratitis MRSA terkait dengan masyarakat. penelitian prevalensi keratitis MRSA sedikit. 5 melaporkan MRSA ada dalam 1. tetapi CA-MRSA juga memainkan peran. merupakan penyebab yang penting dari keratitis bakteri. kebanyakan pasien dalam kelompok MRSA dan MSSA memiliki infiltrasi berukuran sedang.1%) dari kasus MSSA dengan perforasi kornea atau . 6 dan Freidlin et al. proporsi yang secara signifikan lebih besar dari pasien keratitis MRSA dikelompokkan sebagai infeksi yang terkait dengan perawatan kesehatan daripada yang diamati pada pasien keratitis MSSA. dibandingkan dengan yang ada pada kasus MSSA. Shanmuganathan et al. dimana kebanyakan kasus yang disajikan sebagai infiltrasi kornea intraepitel dan keratitis buatan.25) Akan tetapi. Proporsi yang secara relatif tinggi dari kasus keratitis MRSA dalam penelitian kami ini sesuai dengan penemuan dari laporan sebelumnya dari prevalensi MRSA pada lembaga kami dan rumah sakit lain di Taiwan.3% dari isolat S. aureus dalam peninjauan keratitis mikroba 11 tahun di Kanada.Pembahasan Data kami menunjukkan bahwa MRSA dan MSSA berkontribusi hampir sama dengan S.5. (1.3. yang bertanggung jawab untuk kurang lebih 8-22% semua keratitis bakteria. melaporkan bahwa keratitis MRSA tidak biasanya merusak dan mengancam penglihatan. S.27 Karena banyak pasien penyakit mata diamati dan dirawat dalam situasi rawat jalan. Sotozono et al. Temuan kami sesuai dengan yang ada dalam penelitian sebelumnya yang melaporkan frekuensi yang meningkat dari isolat CA-MRSA di Taiwan dan dimanapun. CA-MRSA sepertinya merupakan sumber yang penting dari keratitis S. Proporsi keratitis MRSA pada keratitis S. tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam manifestasi klinis ditemukan antara kelompok MRSA dan MSSA. epidermidis (MRSE). 26. dengan hanya satu pasien yang mengalami perforasi yang disebabkan oleh keratitis MRSA yang sangat parah. aureus. aureus mata.24. perhitungannya dapat bervariasi di seluruh dunia dari 3% hingga 53% dalam satu lembaga.

31. Semua faktor ini mempengaruhi pasien kami terhadap infeksi kornea MRSA.4.29 melaporkan bahwa MRSA dapat muncul sebagai flora konjungtiva normal dalam sebanyak 10. Vancomycin merupakan obat yang paling efektif untuk isolat MRSA kornea dalam penelitian ini. Selain itu. Penelitian terbaru telah melaporkan tingkat yang meningkat dari daya tahan in vitro terhadap fluoroquinolones dalam isolat mata MRSA.33 Kami tidak menguji fluoroquinolones dalam laboraturium mikrobiologis karena mereka tidak dimasukkan dalam daftar antibiotik yang disarankan yang diterbitkan oleh CLSI.32 sulfamethoxazole-trimethoprim kurang efektif dalam penelitian kami daripada penelitian sebelumnya.8. trichiasis. Selain itu.sulfamethoxazole-trimethorprim menahan beberapa tingkat aktivitas terhadap isolat MRSA dari pasien kami. Laporan sebelumnya telah menunjukkan bahwa penyakit permukaan mata merupakan faktor risiko yang signifikan untuk keratitis MRSA. Pasien tersebut sering membahayakan integritas permukaan mata dan kerusakan epitel kornea. pengangkutan tekanan bakteria yang samak dalam lubang hidung dan tenggorokan. Meskipun hasil temuan sesuai dengan laporan lainnya untuk infeksi MRSA mata 9. sindrom Stevens-Johnson. 3. Kato dan Hayasaka 30 meneliti 628 pasien pra-operasi. aureus keratitis dalam penelitian kami adalah penyakit permukaan mata.3% pasien usia lanjut. paparan keratitis.12 S. mereka pada umumnya dirawat dengan kortikosteroid khusus dan antibiotik. dan pasien dengan keratitis MRSA juha memiliki frekuensi yang lebih tinggi dari penyakit permukaan mata yang sudah ada sebelumnya. status imunitas lemah lokal dapat memberikan kesempatan untuk MRSA yang ditempati untuk menjadi patogenik. Hori et al.6. Hanya delapan isolat MRSA dan sembilan MSSA di tahun 2010 disimpan dan tersedia untuk pengujian kerentanan fluoroquinolones selanjutnya. dan mereka terkadang memakai lensa kontrak terapeutik. obstruksi duktus nasolakrimalis. dan pemfigoit mata. Fukuda et al. Pada pasien kami dengan keratitis MRSA. sifat penyakit permukaan mata meliputi mata kering.endophthalmitis. diantaranya 10 pasien positif kultur untuk MRSA atau MRSE pada konjungtiva. mata kering dan rawat inap. Faktor berpengaruh yang paling umum untuk S. faktor risiko untuk untuk kolonisasi MRSA atau MRSE meliputi pasien yang lebih tua dari 80 tahun. Hasil temuan kami menunjukkan komplikasi yang lebih parah daripada yang dilaporkan dalam penelitian sebelumnya tentang keratitis MRSA. 75% (6/8) isolat MRSA rentan terhadap levoflaxcin . aureus merupakan salah satu dari flora yang umum dalam kantung konjungtiva.28 menemukan bahwa 1% dari pasien pra-operasi mengidap MRSA pada konjungtiva.

untuk isolat MRSA.1. 31 Meskipun ukuran sampel bisa jadi terlalu kecil untuk mengambik kesimpulan yang baik. waktu penyembuhan.dan moxifloxacin. atau perawatan bedah. usia lanjut dan VA awal yang buruk. Dalam penelitian saat ini tentang 32 kasus yang berkaitan dengan S.4 menganalisis isolat S. kami meneliti perbedaan dalam bahaya antara isolat MRSA dan MSSA. Oleh karena itu. kami tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam hasil penglihatan antara kasus MRSA dan MSSA. standar serum tidak dapat memberikan kajian yang akurat dari daya tahan antibiotik dalam isolat mata karena konsentrasi antibiotik yang lebih tinggi dari pemberian perlahan yang khusus dapat mengatasi daya tahan yang ditetapkan oleh konsentrasi serum penghambat yang sedikit. aureus dari keratitis dan konjungtivis di Amerika Serikat dari bulan Januari 2000 hingga Desember 2001. 35. kerentanan terhadap semua fluroquinolones adalah 79. Tingkat kematian di kalangan bakteremia dan endokarditis yang infektif telah ditunjukkan lebih tinggi dari infeksi MSSA. melaporkan bahwa. meskipun mereka kurang rentan terhada fluoroquinolones yang lebih baru daripada pada isolat MSSA (100%). yang mengawasi pola kerentanan antimikroba dari patogen bakteri di Amerika Serikat. kami tidak melihat perbedaan yang signifikan dalam tingkat perforasi atau endophthalmitis.34 Karena tingkat infeksi MRSA meningkat di seluruh dunia. Selain itu. Mereka melaporkan tingkat ciprofloxacin dan levofloxacin masing-masing sebesar 95.2% untuk isolat MRSA. Major et al. 37 tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam hasil VA antara mata MRSA dan MSSA selama peninjauan 3 bulan. tetapi kekuatan statistik dari penelitian terbatas oleh ukuran sampel yang secara relatif kecil. Akan tetapi.1% untuk isolat MSSA dan 15.aureus dari endophthalmitis. daripada daya tahan oxacillin. hasil kami dapat berbeda dari laporan sebelumnya dikarenakan perbedaan dalam lokasi geografis. Standar serum sekarang digunakan untuk menafsirkan kerentanan isolat mata karena tidak ada standar mata yang khusus. Dalam penelitian kami ini. MRSA dan MSSA dapat menunjukkan bahaya yang sama dalam infeksi mata. Karena fluoroquinolones merupakan antibiotik spektrum luas yang efektif yang umum digunakan untuk monoterapi empiris untuk keratitis bakteria. dikaitkan dengan hasil penglihatan yang buruk pada pasien dengan S. aureus keratitis. penelitian masa mendatang dari perbedaan dalam kerentanan fluoroquinolones antara isolat MRSA/MSSA dan tekanan CAMRSA/HA-MRSA dijamin. periode waktu dan populasi penelitian. Selain itu.9% hingga 81.7% dan 82. Marangon et al. .36 Akan tetapi. Surveillance Network. antara bulan Oktober 2005 dan Juni 2006.

semua pasien kami datang dari lembaga perawatan tersier yang berbasis rujukan.aureus keratitis disebabkan oleh MRSA. yang dapat setidaknya juga bertanggung jawab untuk hasil penglihatan yang buruk dalam keratitis mikroba. hasil molekul yang terbatas meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan kriteria epidemiologis untuk mengelompokkan CA. Miedziak et al38 menyimpulkan bahwa usia lanjut.2 melakukan calon penelitian 3 tahun tentang pasien dengan ulkus kornea yang mengancam penglihatan di Inggris dan menyimpulkan bahwa usia lanjut. riwayat bedah mata. Otri et al. Meskipun tekanan MRSA secara signifikan lebih umum di kalangan pasien dengan paparan perawatan kesehatan. dan lokasi pusat ulkus merupakan faktor risiko untuk hasil yang buruk dalam keratitis mikroba. ukuran ulkus yang besar. Seperti yang diperkirakan. Selain itu. dan terdapat pula cacat yang dikaitkan dengan menggunakan VA sebagai ukuran hasil berdasarkan pada penilaian yang dibuat pada interval variabel. hasil temuan kami harus meningkatkan perhatian dokter untuk pasien usia tua atau pasien dengan VA yang buruk. Meskipun tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil . Oleh karena itu. keparahan VA juga secara signifikan berkaitan dengan hasil penglihatan. Akan tetapi. kriteria pemilihan pasien dapat mempengaruhi hasil kami. Kesimpulannya. Berdasarkan pada kebutuhan untuk penetrating keratoplasty. Batasan penelitian kami meliputi rancangan terdahulu dan ukuran sampel yang relatif kecil. kami menggunakan pengujian cefoxitin sebagai pengganti untuk mengidentifikasi tekanan MRSA. Digabung dengan penelitian sebelumnya. daripada pada karakterisasi genetik. dan menyarankan bahwa pasien tersebut harus dirawat lebih agresif untuk menghindari hasil penglihatan yang buruk. keterlambatan dalam spesialis kornea. penelitian terdahulu selama 5 tahun menemukan bahwa hampir setengah kasus S. Perhatian harus diberikan dalam memperluas hasil temuan kami untuk populasi pasien lainnya. seperti permukaan mata yang berbahaya. penggunaan steroid. atau degenerasi macula. Semua isolat MRSA rentan terhadap vancomycin. Kemudian. dan VA yang buruk pada presentasi merupakan indikator prognostik yang penting. perawatan steroid khusus. katarak.dan HA-MRSA. Pasien yang lebih tua mungkin memiliki prevalensi yang lebih tinggi dalam morbiditas mata. Protokol perawatan bervariasi di kalangan dokter. dan kami menetapkan CA-MRSA dan HA-MRSA berdasarkan pada kriteria epidemiologis.Beberapa faktor risiko telah dilaporkan untuk meramalkan hasil penglihatan yang buruk dalam keraritis mikroba. VA yang buruk. 46% kasus MRSA dikelompokkan sebagai infeksi yang terkait dengan masyarakat.

penglihatan antara kasus MRSA dan MSSA. . yang dapat membantu para dokter memilih perawatan yang paling tepat dan membuat prognosis yang lebih akurat. usia lanjut dan VA yang buruk secara signifikan terkait dengan hasil penglihatan yang buruk. utamanya untuk keratitis MRSA. aureus keratitis. Hasil temuan kami memberikan informasi yang penting mengenai profil klinis dari S.