You are on page 1of 17

BAB I

PENDAHULUAN

Bercak hitam atau coklat disebut juga dengan kelainan hiperpigmentasi atau
hipermelanosis. Kelainan ini merupakan keluhan yang sangat sering ditemukan dalam
praktek sehari-hari dengan manifestasi yang dapat terdistribusi pada semua
permukaan kulit seperti melasma, hipepigmentasi pasca inflamasi, lentigo solaris,
feckle, nevus, dan keganasan kulit. Hipermelanosis bahkan dapat merupakan bagian
dari kelainan sistemik seperti pada penyakit Addison dan Akantosis Nigricans.
Pemilihan terapi untuk mengatasi kelainan hiperpigmentasi sangat beragam
tergantung pada patologi kelainannya. Saat ini tersedia beragam modalitas terapi
untuk mengatasi kelainan hiperpigmentasi kulit diantaranya adalah dalam bahan
topical.

1

atau salep. PENGERTIAN Hiperpigmentasi adalah perubahan warna pada kulit menjadi lebih gelap disebabkan oleh bertambahnya sel melanosit maupun hanya karena pigmen melanin saja yang bertambah.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Keberhasilan pengobatan topical pada kulit tergantung pada:umur. penetrasi obat topical pada kulit. PATOGENESIS PENYEBAB HIPERPIGMENTASI Secara patologi. pemilihan agen topikal yang tepat. hiperpigmentasi yang terjadi dapat disebabkan oleh:   Peningkatan jumlah melanin di epidermis seperti pada lentigines Peningkatan jumlah melanin di epidermis dan dermis bagian atas yang tersebar seperti pada melasma dan apabila sebaran melanin ini 2 . penentuan lama pemakaian obat. konsentrasi bahan aktif dalam vehikulum. Obat yang biasa digunakan untuk pemberian obat topikal pada kulit adalah obat yang berbentuk krim. stadium penyakit. Pemberian obat secara topikal adalah pemberian obat secara lokal dengan cara mengoleskan obat pada permukaan kulit. Pemberian obat topikal pada kulit terbatas hanya pada obat-obat tertentu karena tidak banyak obat yang dapat menembus kulit yang utuh. B. lokasi dan luas tubuh yang terkena atau yang sakit. lotion. metode aplikasi. Hal ini dilakukan dengan tujuan melakukan perawatan kulit atau luka. atau menurunkan gejala gangguan kulit yang terjadi.

Sementara melanin yang berwarna kuning kemerahan.bersama makrofag dapat dijumpai pada hiperpigmentasi pasca  inflamasi Dijumpainya melanin di dalam melanosit dan melanofag pada dermis  bagian tengah dan bawah seperti pada blue nevi Deposisi melanosit pada dermis yang terutama dijumpai pada kelainan  hiperpigmentasi congenital Peningkatan jumlah melanosit (hipermelanositosis) pada epidermis  dan dermis seperti pada nevus pigmentosus Adanya melanin pada keratinosit bersama dengan sebaran hemosiderin  paa melanofag. Berdasarkan atas warna akhir dari sintesis melanin. sukar larut dan berat molekulnya tinggi disebut eumelanin. pada pemakaian jangka panjang dapat memicu peradangan yang pada akhirnya meninggalkan hiprpigmentasi yang justru dapat lebih berat dari sebelumnya. BIOSINTESIS MELANIN1. disamping mengatasi hiperpigmentasi. Secara umum dikenal modalitas terapi topkal untuk kelainan pigmentasi seperti hidrokuinolon sebagai bahan pemutih kulit. Bahan pemutih kulit tersedia sangat beragam.2 Melanin adalah turunan indole DOPA (dihidroksi fenilalanin) yang dibentuk dalam melanosom melalui beberapa tahapan oksidasi. mudah larut dan berat molekulnya lebih rendah disebut feomelanin. 3 .2 Dengan melihat patologi ini. berat molekul dan derajat kelarutannya dikenal dua tipe melanin dengan ciri berwarna hitam atau coklat. C.1. maka seseorang dapat menentukan pilihan terapi untuk mengatasi kelainan hiperpigmentasi. misalnya pada hemokromatosis dan Deposisi pigmen eksogen pada dermis pada tato.

D. LDOPA dioksidasi menjadi DOPAquinone. L-DOPA berfungsi sebagai co-factor dalam proses oksidasi berikutnya dan sebagai substrat enzim tirosinase. DOPAchrome kemudian dikonversi oleh enzim tirosinase menjadi DHI (5. DOPAquinone juga dapat berikatan dengan glutathione atau cysteine membentuk cysteinyl DOPA yang berwarna kuning kemrahan.6-dihydroxy-indole2-carboxylic acid). kurang larut dan mempunyai berat molekul sedang.Sintesis melanin dimulai dengan hidroksilasi asam amino tyrosine oleh enzim tirosinase menjadi L-DOPA. DHI kemudian dikonversi menjadi DHI yang berwana hitam. larut dan empunyai berat molekul ringan yang disebut feomelanin. A. sedangkan DHICA dikonversi menjadi melanin DHICA yang berwarna coklat. TERAPI TOPIKAL UNTUK LESI HIPERPIGMENTASI 4 .6-dihydroxyindole) atau dikatalis oleh enzim DOPAchrome taumerase atau TRP2 menjadi DHICA (5. tidak larut dan mempunyai berat molekul tinggi. kemudian DOPAquinone dikonversi menjadi DOPAchrome.

Disamping itu hidrokuinon ini juga menghambat sintesa DNA dan RNA serta mempercepat degradasi melanosom.Sampai saat ini dikenal banyak sekali jenis bahan pemutih dengan efetivitasnya berdasar pada kaidah-kaidah ilmiah. kadang dijumpai efek samping berupa okronosis yang berdampak kurang baik dalam prognosis 5 . Hidrokuinon dipasaran tersedia dalam konsentrasi 2%-5%. hiperpigmentasi pasca inflamasi dan kelainan hiperpigmentasi lainnya.4. Hidrokuinon didapatkan secara alamiah pada kopi. : Hidrokuinon3. Mekanisme kerja bahan pemutih adalah dengan menghambat pada satu atau beberapa tahapan sintesis melanin. dan penghancuran melanosit. Mekanisme kerja hidrokuinon adalah dengan menghambat aktivitas tirosinase sehingga mengganggu konversi tyrosine menjadi melanin. terutama untuk melasma dan kelainan hiperpigmentasi wajah lainnya. the. Beberapa bahan pemutih yang sering dipakai untuk kelainan hiperpigmentasi adalah sebagai berikut 1.6-8 Hidrokuinon adalah bahan pemutih yang sangat sering digunakan pada saat ini. Komponen fenol hidrokuinon dipakai secara luas untuk melasma. labil mudah berubah warna terutama apabila terpapah UV dan merupakan baku emas sebagai bahan pemutih kulit. Besarnya aktivitas penghambatan tirosinase sampai 90%. Secara umum hidrokuinon tergolong relatif aman.4 Hidrokuinon merupakan senyawa kimia hidroksifenolik yang dapat menginhibisi perubahan DOPA menjadi melanin melalui penghambatan aktivitas enzim tirosinase. degradasi melanosom.1. Walaupun demikian. Beberapa efek samping yang sering terjadi adalah iritasi kulit dan dermatitis kontak. Mekanisme lainnya adalah penghambatan sintesis DNA dan RNA. bird n anggur.

Vitamin C Topikal4. Asam kojik juga sering memunculkan efek iritasi kulit sehingga sering dikombinasikan dengan preparat steroid topical. 2.efek lightening bersifat selektif dengan menghambat enzim tirosinase pada melanosit yang sangat aktif. Asam Kojik (5-hydroxymethyl-4 pyrone)3.4.terapi kelainan pigmentasi. Efek pencerahan kulit akan tampak setelah pemakaian selama 1-2 bulan. Asam azeleat secara umum ditoleransi dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang. Jepang dan Eropa melarang penggunaan hidrokuinon untuk terapi kelainan hiperpigmentasi. rasa gatal. asam kojik dipakai untuk mencegah perubahan warna makanan menjadi kecoklatan dan untuk mempercepat pamatangan buah strawberi. tersedia pada konsentrasi 20%. Asam Azeleat (Azelaic Acid) 3.6-8 6 . begitu seterusnya secara periodik. Di pasaran tersedia dalam konsentrasi 1% dan 4% yang dioleskan 2 kali sehari.6-8 Merupakan asam dekarbosilat berasal dari Pityrosporum ovale. 4. 3.6-8 Merupakan inhibitor tirosinase berasal dari Aspergillus dan Penicilium.4. hidrokuinon dianjurkan pemakaiannya selama 4 bulan kemudian diganti dengan bahan pemutih lainnya. panas dan skuamasi yang akan menghilang setelah 2-4 minggu pemakaian. sehingga di beberapa Negara seperti Afrika. dioleskan sehari 2 kali selama 3-12 bulan. Di pasaran. sehingga tidak berpengaruh pada perubahan warna kulit normal. Hidrokuinon inni dilaporkan mempunyai efek mutagenic. Pada industry makanan. Efek samping dirasakan sedikit rasa menyengat beberapa saat setelah dioleskan berupa eritema. Untuk mengurangi efek yang tidak diinginkan. Okronosis ini terutama muncul apabila diberikan dalam konsentrasi tinggi dan jangka waktu lama pada pasien berkulit gelap.

sebagai bahanaktifnya.Vitamin C berefek pada beberapa tahap oksidasi melanogenesis. Bearberry dan Arbutin4.6-8 Arbutin merupakan beta D glucopyranoside dari hidrokuinon yang berasal dari tanaman bearberry (Uva ursi folium) dan juga didapatkan dari daun cranberry dan blueberry. Mekanismeterjadinya efek pengurangan pigmentasi.6hydrokyindole 2 carboxylic acid) polymerase. Kedelai (Soy) 4. Mekanisme aksi diperkirakan pada penghambatan tirosinase dan DHICA (5. disebabkan oleh karena vitamin C ini mampu berinteraksi dengan ion Cu (copper/tembaga) pada tempat kerja tirosinase dan mengurangi konversi menjadi DOPAquinon.6-8 Didapat dari akar Glycyrrhiza glabra linneva yang mengandung 10-40% glabridin. Glabridin (Ekstrak Licorice)4. tetapi konsentrasi yang lebih tinggi dapat menimbulkan hiperpigmentasi paradoksal. Secara umum sediaan vitamin C topical bersifat labil. Mekanismenya melalui penghambatan pecahnya protease-activated receptor 2 (PAR-2) yang diekspresikan di keratinosit. Kedua protein ini terbukti secara invitro dan in vivo mengurangi pigmentasi dan mampu mencegah pigmentasi yang disebabkan oleh paparan UV. tetapi diantara sediaan vitamin C topical ternyata magnesium Lascorbic acid 2 phosphate (MAP) merupakan yang paling stabil. Di Jepang bahan ini dipakai dalam konsentrasi 3%. Glabridin dapat menghambat aktivitas tirosinase tanpa efek sitotoksik.5% dapat mengurangi eritema dan pigmentasi akibat UVB dan mempunyaiefek antiinflamasi karena dapat menghambat produksi superoksid. Glabridin 0. sehinngga diperkirakan berefek 7 . serta penghambatan maturasi melanosom.6-8 Dikenal dua fraksi protein yang berefek mengurangi pigmentasi yaitu soybean trypsin inhibitor dan Bowman-Birk inhibitor. 7. 6. 5.

Niasinamid dapat mennghambat transfer melanosom ke keratinosit epidermis. Mekanisme yang sama juga terdapat pada niasinamid yang merupakan turunan vitamin B3.menghambat transfer melanosom dari melanosit ke keratinosit. Mekanismenya sebagai bahan pemutih belum jelas. Sehingga dari berbagai pernyataan diatas terlihat jelas bahwa asam retinoat akan berefek mengurangi pigmentasi pada kelainan-kelainan pigmentasi yang berupa bercak atau peninggian kulit akibat percepatan epidermopoiesis. Niasinamid4. BAHAN YANG MENINGKATKAN EFEKTIVITAS BAHAN PEMUTIHAN 9. Penelitian lain mengatakan bahwa asam retinoat juga mengganggu transfer melanin ke keratinosit dan mempercepat pengelupasan epidermis.6-8 Asam retinoat merupakan turunan vitamin A dan telah banyak digunakan sebagai bahan pemutih pada kelainan melasma dan hiperpigmentasi pasca inflamsi (HPI) akibat acne. Pada tahun 1975 Kligman Willis menyatakan bahwa mekanisme kerja asam retinoat mampu lebih meratakan distribusikan granula pigmen di keratinosit. 8.6-8 Niasinamid atau nikotinamid. Pemakaian niasinamid 5% dua kali sehari selama 8 minggu memperbaiki lesi hiperpigmentasi. Pemakaian susu soya segar dan tidak dipasteurisasi. dua kali sehari selama 12 minggu memperbaiki lesi hiperpigmentasi dengan efek samping minimal.5% dan retinil palmitat dua kali sehari menunjukan perbaikan lesi hiperpigmentasi setelah 4 minggu dibandingkan vehikulum saja. Asam retinoat tersedia dalam 8 . tetapi suatu penelitian pada binatang didapatkan bahwa asam retinoat mampu menghambat tirosinase. Kombinasi niasinamid 3. merupakan bentuk aktif dari vitamin B3. Asam Retinoat dan Retinol4.

GA mampu melepaskan ikata antar keratinosit sehingga deskuamasi keratinosit yang berpigmen menjadi lebih cepat. yang mempunyai efek pencerahan.1% dalam vehikulum solusio.6-8 Asam glikolat merupakan asam hidroksi alfa yang berasal dari gula tebu. 10.025%. gel maupun krim. 11. banyak yang tersedia sebagai bahan persiapan over-the-counter. 9 . 0. uji klinis terkontrol diandalkan sebagian besar kurang.konentrasi 0. 0.5%. deskuamasi dan rasa seperti terbakar yang disebut retinoid dermatitis. telah diteliti untuk peran potensial mereka dalam mengurangi pigmentasi melanin. walaupun kurang efektif dibandingkan asam retinoat dan tretinoin. Disamping asam retinoat dikenal turunan-turunan vitamin A yang lain seperti retinol dan adapalene. sehingga menghambat aktivitas enzim. Beberapa senyawa yang diformulasikan dalam produk kombinasi dan dipasarkan oleh perusahaan farmasi. Telah dilaporkan lebih stabil dan menyebabkan iritasi kurang dari hydroquinone. sednag dalam konsentrasi tinggi menyebabkan efek epidermolisis sehingga dapat digunakan dalam pengelupasa kimiawi guna menghilangkan lapisan epidermis sampai lapisan dermis bagian atas. PENEMUAN TERBARU DAN AGEN EKSPERIMENTAL LAINNYA Sejumlah agen. Manifestasi klinis GA sangat tergantung pada konsentrasi. Pada konsentrasi rendah. baik sintetis dan lainnya yang berasal dari sumber alami seperti tanaman. Efek samping yang tidak diinginkan berupa eritema. Asam Glikolat4. Meskipun bukti eksperimental menunjukkan manfaatnya mungkin. N-asetil-4-S-cysteaminylphenol NCAP adalah agen fenolik yang bertindak sebagai substrat alternatif untuk tirosinase.

Dengan aplikasi topikal harian.2-fosfat (MAP) telah disintesis. MAP memiliki efek perlindungan terhadap UVB radiasi [49] 10 . asam askorbat mungkin memainkan peran dalam terapi melasma karena hampir tanpa efek samping dan dapat digunakan sendiri atau dalam terapi kombinasi. [48] asam askorbat. [12] Membandingkan khasiat asam askorbat 5% dan 4% hydroquinone pada 16 pasien dengan melasma dalam double-blind uji klinis. perubahan klinis yang jelas setelah 2-4 minggu. dapat menyerap ultraviolet (UV) radiasi dan dengan demikian mempertahankan tokoferol dalam keadaan stabil. juga antioksidan terhubung dengan ikatan ester. para penulis menyimpulkan bahwa meskipun hydroquinone menunjukkan respon yang lebih baik.Dalam sebuah studi dari 12 pasien dengan melasma. ditemukan memiliki efek yang signifikan dalam pengobatan melasma. [44] 12. Asam askorbat Asam askorbat memiliki sifat antioksidan dan mempengaruhi melanogenesis dengan mengurangi dopaquinone untuk DOPA dan mencegah produksi dan penyerapan radiasi ultraviolet radikal bebas. adalah sangat tidak stabil dalam larutan dan stabil berair ester seperti magnesium ascorbyl. 25% asam L-askorbat dirumuskan dengan penambah penetrasi. agen ini ditemukan memiliki dampak yang signifikan terhadap keterbelakangan dari melanogenesis. menggunakan 4% NCAP. 66% dari pasien menunjukkan peningkatan yang nyata dan 8% menunjukkan resolusi lengkap lesi melasma. Dalam penelitian eksperimental. [47] dalam sebuah terbuka percobaan -label. Alpha-tokoferil Ferulate Senyawa alfa-tokoferol dan asam ferulic. bagaimanapun. mungkin dengan menghambat tirosin aktivitas hidroksilase secara tidak langsung. 13. alpha-tokoferil ferulate (alpha-TF).

menjadi substrat dari tyrosinase. stroberi. Banyak senyawa flavonoid yang berasal dari tumbuhan memiliki efek hypopigmentary dan peran mereka masih dalam penyelidikan. bertindak sebagai inhibitor kompetitif pembentukan melanin prekursor. dan sifat anti kanker. antioksidan. Pengaruh keringanan signifikan di 19 dari 34 pasien dengan melasma atau bintik-bintik pikun dan 3 dari 25 pasien dengan kulit normal 14. Mequinol Mequinol (4-hydroxyanisole. yang unggul HQ 3% untuk lesi pada lengan bawah dan khasiat serupa untuk lesi pada wajah. asam ellagic (dari teh hijau. Metode acak. Flavonoid Flavonoid alami senyawa polifenol yang terkenal antiinflamasi. antivirus. Semua pasien dipertahankan hasil di followup kunjungan 16-minggu. 15. kayu putih dll). Namun. Mekanisme kerjanya tidak jelas.01% tretinoin sebagai penambah penetrasi.dan itu menghambat melanogenesis in vitro dan in vivo. hasil uji coba dengan serangkaian kasus pasien laki-laki dengan hiperpigmentasi menunjukkan bahwa empat dari lima pasien mencapai izin lengkap pada 12 minggu. Eksperimen menunjukkan bahwa MAP krim diserap ke dalam epidermis dan 1. dan aloesin. Ini termasuk katekin terkonjugasi dengan asam gallic (dari daun teh hijau). mequinol 2% / tretinoin 0. Efek samping yang minimal dan terjadi pada satu pasien. 11 . dan satu pasien menunjukkan perbaikan moderat. kelompok paralel. hydroquinone monomethyl ether) merupakan turunan dari HQ. studi double-bertopeng yang melibatkan 216 subyek.6% tetap 48 jam setelah aplikasi. Saat ini dipasarkan di Amerika Serikat pada konsentrasi 2% dalam kombinasi dengan 0.01% solusi ditemukan menjadi sangat efektif dan pengobatan untuk lentigines surya dan lesi hiperpigmentasi terkait.

Para penulis menyimpulkan bahwa bila digunakan dengan tabir surya SPF 25 atau lebih besar. Misalnya. Selain memiliki efek sinergis. Di sisi lain. deskuamasi. pembakaran / menyengat / kesemutan. dan hipopigmentasi. PENGOBATAN KOMBINASI Melanogenesis merupakan proses yang kompleks. halo hipopigmentasi. Efek tak diinginkan dari kombinasi topikal ini berada dalam bentuk eritema. akhirnya menghasilkan warna kulit secara visual jelas. aplikasi dua kali sehari selama 24 minggu dengan tabir surya bersamaan dalam pengobatan lentigines surya dan lesi hiperpigmentasi terkait. iritasi kulit. Kombinasi dari agen hypomelanotic dengan tabir surya juga tersedia di pasar. Berbagai agen topikal bertindak atas berbagai tahap proses ini. steroid topikal dapat mengurangi efek iritan dari HQ atau retinoid. retinoid dapat mencegah steroid-induced atrofi kulit. obat tertentu dapat membatalkan efek buruk dari obat lain dirumuskan dalam kendaraan yang sama. Dikendalikan uji klinis dengan sejumlah besar pasien diperlukan untuk memperjelas peran agen baru ini menjanjikan dalam pengelolaan rutin hiperpigmentasi. multi-tahap di mana prekursor molekul ditindaklanjuti oleh tyrosinase enzim untuk menghasilkan kompleks biopolimer yang bernama melanin di organel khusus yang disebut melanosom.Sebuah studi label terbuka dilakukan untuk menentukan tingkat efek samping dari topikal mequinol / tretinoin. kombinasi itu aman dan ditoleransi dengan baik dan tidak menghasilkan efek samping tak terduga atau tidak biasa. sehingga memberikan alasan untuk kombinasi dari agen untuk efek terapi yang lebih baik. pruritus. melanosom Melanized kemudian ditransfer dari melanosit ke keratinosit. 12 .

atau kortikosteroid.1% deksametason dan ditemukan efektif dalam pengobatan melasma. Pertama kali diusulkan oleh Kligman dan Willis. kombinasi yang paling banyak dipelajari dan banyak digunakan adalah yang disebut 'kombinasi tiga'. dan fluocinolone asetonid 0. formulasi yang mengandung HQ.Berbagai kombinasi dari agen topikal yang berbeda telah dipelajari dan banyak dipasarkan oleh perusahaan farmasi. Hydroquinone umumnya komponen utama dari formulasi. asam retinoat. Hal ini dikombinasikan dengan obat-obatan seperti asam glikolat. dan hanya jika kombinasi tiga tidak tersedia atau ketika pasien memiliki hipersensitivitas terhadap mereka.6-8 Dikenal berbagai formulasi berbagai bahan yang mampu mengatasi permasalahan kelainan hiperpigmentasi. campuran sewenang-wenang berbagai agen demelanizing lainnya dipasarkan meskipun efikasi dan keamanan belum ditetapkan oleh uji klinis terkontrol untuk kebanyakan dari mereka. modifikasi dari tema telah dicoba (HQ 4%. Namun. Karena 13 . ephelides. terutama dalam bentuk kombinasi tiga. asam retinoat. dan dexametason 0.1%. Selain itu. Salah satu yang paling dikenal adalah Formula Kligman yang terdiri dari hidrokuinon 5%. dan 0. dan hiperpigmentasi pasca. Formulasi ini ditujukan untuk meningkatkan efek terapi kelainan hiperpigmentasi dan mengurangi efek samping komponen bahan-bahan formula. asam azelaic.05%. [55] kombinasi asli dimanfaatkan 5% HQ.1% dalam vehikulum berbasis krim. harus bahan ganda atau tunggal agen dipertimbangkan Kombinasi dengan kortikosteroid dan komponen lainnya4. asam kojic. [34] Ia telah mengemukakan bahwa lini pertama terapi melasma harus terdiri dari terapi topikal yang efektif.01%) dan telah ditemukan sangat efektif dalam studi klinis jangka panjang .1% tretinoin. dan kortikosteroid. asam retinoat 0. tretinoin 0. 0. Prihatin tentang potensi iritasi dari kombinasi ini untuk konsentrasi tretinoin yang tinggi.

sehingga mulai banyak dijumpai efek samping akibat formula ini. dan tretinoin 0.01% hidrokuinon 4%. trichlor acetic acid (TCAA) 50% dan asam salisilat 20-30%. Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efek samping formula ini.4. 14 . memantulkan atau menghamburkan energy sinar matahari yang sampai di kulit. Merujuk pada mekanismesi aksi tabir surya pada kejadian pigmentasi karena paparan sinar matahari.efektivitasnya yang cukup tinggi dengan efek samping yang relative rendah maka terjadilah booming dalam pemakaiannya. maka dikembangkanlah formula modifikasi Kligman. Pengelupasan kimiawi dengan asam glikolat 30-40% setiap 2-3 minggu ternyata mampu meningkatkan kerja bahan pemutih seperti hidrokuinon. mempercepat turnover epidermis dan menghilangkan keratinosit berpigmen.7 Tabir surya adalah bahan yang ditujukan untuk mengurangi efek buruk pajanan sinar matahari seperti efek terbakar surya. sehingga dapat dipakai untuk kelainan hiperpigmentasi.9 Pengelupasan kimiawi merupakan salah satu prosedur pengolesan bahan kimia yang mengakibatkan parubahan struktur epidermis maupun dermis. PENGELUPASAN KIMIAWI3.05%. Dikenal berbagai bahan pengelupas kimiawi seperti asam glikolat (GA). walaaupun untuk itu diperlukan kehatihatian dalam pemakaiannya oleh karena pemakaian bahan ini pada pasien berkulit gelap dapat mmenyebabkan munculnya hiperpigmentasi pasca inflamasi. salah satunya adalah Triluma yang terdiri dari campuran fluocinolone 0. TABIR SURYA3. tanning dan supresi respon imun dengan cara menyerap. maka merupakan kewajiban penggunaan tabir surya pada pasien yang mendapatkan terapi untuk kelainan hiperpigmentasi.

Tabir surya yang beredar dipasaran mempunyai variasi nilai FPS dari 15 sampai 50 sesusai rekomendasi dari berbagai institusi kesehatan dunia bahwa penggunaan tabir surya danjurkan dengan FPS>15. Dasar pemilihan terapi adalah ketepatan dalam diagnosis. sedangkan tabir surya topical dapat diukur efek proteksinya terhadap efek terbakar sinar matahari dengan melihat Faktor Perlindungan Surya (FPS). alergi. BAB III KESIMPULAN Pilihan bahan topikal dapat digunakan sebagai modalitas terapi untuk kelainan hiperpigmentasi kulit yang berfungsi sebagai bahan pemutih topical dan pengelupasan kimiawi. lebih berisiko terjadi reaksi iritasi. Tidak dianjurkan tabir surya lebih tinggi oleh karena berisiko terhadap timbulnya perasaan aman yang berlebihan.Dikenal dua macam tabir surya yaitu tabir surya sistemik seperti beta karoten. biaya tinggi. vitamin E dan tabir surya topical baik yang bersifat fisik maupun kimiawi. mengetahui patologi kelainan hiperpigentasi. kesiapan pasien 15 . vitamin C. fototoksik maupun fotoalergi. Tabir surya sistemik belum terbukti mempunyai efek perlindungan terhadap paparan sinar matahari dan penurunan respon imun.

Lapeere H. Saghari S. alergi. pengetahuan teknis obat-obatan dan tindakan.dalam menerima terapi atau tindakan. Disamping itu pemakaian tabir surya yang sesuai merupakan kewajiban untuk pasien yang mendapatkan terapi kelainan hiperpigmentasi untuk mengurangi kemungkinan terjadinya efek samping seperti reaksi iritasi. DAFTAR PUSTAKA 1. Saghari S. hiperpigmentasi pasca inflamasi dan timbulnya perasaan aman yang berlebihan serta biaya tinggi pada pasien. Ongenae K. 2. Geel NV. New York. Principles and Practice. MC Graw Hill Medical. Schepper SD. faktor resiko dan efek samping. In: Wolf K.2009. dosimetri. Weisberg E (eds) Cosmetic Dermatology. Boone B. mengetahui indikasi. Glichrest BA. Verhaeghe e. kontra indikasi. Skin pigmentation and Pigmentation Disorders. (eds) 16 .98-108. Gold-Smith LA.2nd. fototoksik maupun fotoalergi. Hypomelanosis. Katz St. In: Baumann L.

8. 7. Jorge I.1885-1895. In : Wolf K.2009:103-9. Lee J.623-40 3. Dermatol Surg 2005:31:886-9. Review of Skin Lightening Agents. China. New York.593608 6. McGraw Hill medical. Gaviria. Richards. pp. 892 -894. Policarpio B. Management of Dyschromias in Ethnic Skin. 7thed. New York. Skin Lightening Agents. 2008.com. Halder Georgianna M. Biology of Melanocytes. (eds) Fitzpatricks Dermatology in General Medicine. Skin Lightening and Depigmenting Agents. Edition.2008. 5. Jorge I. 15th ed. Pongpudpunth M. Dermatol Therapy 2004. P. 1996.Straus. Schmader. seventh edition. vol 17:153-7 4. 7thed. Marta I. Yaar M. Marta I. 17 . vol 1. Katz St. Rendon. Oxman. vol 1..medscape. Park HY. Elsevier Saunders. Stephen E. Rebat M. Glichrest BA. Rendon. In: Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. http://emedicine. Varisela. In : Draelos ZD (ed) Cosmeceuticals 2nd. Michael N. Gold-Smith LA.2008. McGraw Hill medical. Kenneth E. Gaviria.Fitzpatricks Dermatology in General Medicine. vol 1 and 2.