You are on page 1of 2

Untuk menunjang kebutuhan akan sistem perpajakan diatas maka SISMIOP memasukkan Program Komputer

sebagai salah satu unsur pokoknya. Program komputer adalah aplikasi komputer yang dibangun untuk dapat
mengolah dan menyajikan basis data SISMIOP yang telah tersimpan dalam format digital.
Kegiatan pendaftaran, pendataan dan penilaian objek dan subjek PBB dimaksudkan untuk menciptakan suatu
basis data yang akurat dan up to date dengan mengintegrasikan semua aktivitas administrasi PBB ke dalam satu
wadah, sehingga pelaksanaannya dapat lebih seragam, sederhana, cepat, dan efisien. Dengan demikian,
diharapkan akan dapat tercipta: pengenaan pajak yang lebih adil dan merata, peningkatan realisasi
potensi/pokok ketetapan, peningkatan tertib administrasi dan peningkatan penerimaan Pajak Bumi dan
Bangunan, serta dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wajib pajak. Untuk menjaga akurasi data
objek dan subjek pajak yang memenuhi unsur relevan, tepat waktu, andal, dan mutakhir, maka basis data
tersebut di atas perlu dipelihara dengan baik.

Pendataan objek PBB adalah kegiatan yang dilakukan oleh kantor pelayanan pajak (KPP) atau pihak lain yang
ditunjuk untuk mengumpulkan data objek pajak. Kegiatan pendataan dilaksanakan dalam suatu wilayah
administrasi desa/kelurahan secara utuh. Kegiatan pendataan ini selalu diikuti oleh kegiatan penilaian.
Pendataan objek PBB merupakan salah satu bagian dari proses bisnis SISMIOP (Sistem Manajemen Informasi
Objek Pajak). Hasil dalam kegiatan pendataan objek PBB ditampung dalam suatu modul untuk merekam dan
memutakhirkan seluruh produk pendataan atas PBB yang telah dituangkan dalam Surat Pemberitahuan Objek
Pajak (SPOP ) dan Lampiran SPOP. Modul ini membentuk suatu basisdata PBB yang menjadi jantung
administrasi PBB. Pemanfaatan Database Management Sistem memungkinkan data dipakai ulang dan
dimanipulasi sesuai tujuan organisasi.

Peta blok dalam pengelolaan PBB P2 adalah peta yang menggambarkan setiap bidang objek PBB P2 yang terdapat dalam satu blok. sehingga peta blok yang dihasilkan dapat dibaca dan dimengerti dengan baik oleh fiskus maupun wajib pajak. Pembuatan peta blok dilakukan melalui langkah-langkah persiapan. Peta blok dibuat berdasarkan hasil survey dan pengukuran tiap-tiap bidang objek pajak. dapat dipenuhi dengan alat ukur manual (seperti roll meter) maupun alat ukur digital (seperti Global Positioning System/GPS). Namun peta blok yang dapat dihasilkan hanya peta blok manual.000. Peta blok merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari data subjek dan objek pajak dalam administrasi pengelolaan PBB P2. sehingga kalau mau dilakukan pengelolaan peta secara digital perlu dilakukan digitasi peta manual menjadi peta digital. Setiap bidang tanah. Setiap blok diberikan nomor urut yang menyatakan nomor blok. Selanjutnya sket peta utuh satu blok disalin/digambar ulang pada kertas peta yang telah dilengkapi dengan legenda peta sesuai kebutuhan. Setiap desa/kelurahan dibagi menjadi beberapa blok yang dibentuk oleh petugas pengelola PBB P2. Selain itu penggunaan roll meter juga sangat efisien dari segi biaya karena harganya sangat murah. Setiap blok dibatasi oleh batas alam dan/atau buatan manusia yang tidak akan berubah dalam waktu yang lama. Blok PBB P2. dan penggambaran peta blok. sebagai satuan administrasi terkecil dalam administrasi PBB P2. Untuk mencapai hal tersebut hendaknya peta blok dibuat oleh mereka yang mengetahui dengan baik kaedah-kaedah umum pemetaan. termasuk fasilitas umum serta yang tidak kena pajak. Keberadaan peta blok dapat mendukung pelayanan maupun pengenaan PBB P2 secara objektif. digambar dan diberikan nomor objek pajak. Keuntungan penggunaan roll meter adalah tidak terlalu membutuhkan teknologi tinggi sehingga mudah diajarkan. melalui proses digitasi peta blok manual . Alat ukur yang dipakai dalam pemetaan untuk kepentingan PBB P2. merupakan satuan wilayah tertentu dalam satu desa/kelurahan. maka penulis sarankan memakai alat ukur manual (roll meter) saja. pelaksanaan lapangan. Hasil pengukuran di lapangan dibuat sket peta dengan skala 1 : 1. Setiap bidang objek pajak yang ada dalam satu blok diberikan pula nomor urut yang menyatakan nomor objek pajak. yang selanjutnya disebut NOP. Hal ini penting karena jumlah bidang objek pajak yang harus diukur dan dipetakan cukup banyak sehingga membutuhkan banyak personil. Peta blok dapat dibuat secara manual maupun secara digital. Namun mengingat peruntukan yang terpenting dari peta blok adalah mengetahui letak objek pajak dan disisi lain luas bidang objek pajak PBB P2 biasanya tidak terlalu luas.