You are on page 1of 16

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari situs Bursa
Efek Indonesia (www.idx.co.id).Data yang digunakan merupakan data laporan
keuangan yang dipublikasikan selama periode 2011-2013.Sebelum melakukan
pengujian hipotesis melalui pengujian model, penelitian ini terlebih dahulu
melakukan analisis statistik deskriptif dan pengujian asumsi klasik.Tujuannya
yaitu untuk menjamin terpenuhinya asumsi yang diperlukan dalam melakukan
pengujian terhadap model regresi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Quick
Ratio,Total Asset Turn Over,Net Profit Margin,dan Ukuran Perusahaanbaik secara
parsial maupun simultan terhadap Return On Asset pada perusahaan Food and
Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
4.1.1 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif ini memberikan gambaran mengenai nilai minimum,
nilai maksimum, nilai rata-rata,varians serta standar deviasi data yang digunakan
da;am penelitian. Statistik dalam penelitian disajikan dalam tabel 4.1 berikut :

37

53680 7.02241 .81311. diperoleh rata-rata sebesar 1. Multi Bintang .6018 28.09 Maximum 65.79 . Untuk variabel Total Asset Turn Over (TATO).72 5.09148 1.96 pada perusahaan PT. Sekar Laut Tbk serta standar deviasinya 12.9503 1.79 pada perusahaan PT.88 pada perusahaan PT.6018 dengan nilai tertinggi sebesar 32. diperoleh rata-rata sebesar 9.43 pada perusahaan PT.72 pada perusahaan PT.99 Mean 12.1 menunjukkan deskriptif variabel penelitian dengan jumlah data setiap variabel yang valid ada sebanyak 39 sampel.02241.43 . Multi Bintang Indonesia Tbk serta standar deviasinya sebesar 1.54706 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Tabel 4. Untuk variabel Return On Asset (ROA) perusahaan sampel diperoleh rata-rata sebesar 12.81311 1.67 26. Untuk variabel Net Profit Margin (NPM).3638 9.38 Tabel 4.49 1.13 2. Deviation 12.3585 dengan nilai tertinggi sebesar 5.1 Deskriptif Tabel Penelitian Descriptive Statistics N ROA QR TATO NPM SIZE Valid N (listwise) 39 39 39 39 39 39 Minimum 2.3156 Std. Prasidha Aneka Niaga Tbk dan nilai terendah sebesar 0.88 31.96 32.3638 dengan nilai tertinggi sebesar 2. Multi Bintang Indonesia Tbk dan nilai terendah sebesar 2.49 pada perusahaan PT.13 pada perusahaan PT. diperoleh rata-rata sebesar 1.3585 1. Delta Djakarta Tbk dan nilai terendah sebesar 0. Untuk variabel Quick Ratio (QR).53860.9503 dengan nilai tertinggi sebesar 65. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk serta standar deviasinya sebesar 0.

39 Indonesia Tbk dan nilai terendah sebesar 1. Sig (2-tailed) dibawah tingkat signifikansi sebesar 0.185 -.1.09148 .09148.81311 . Calculated from data.250 -.1 Uji Normalitas Uji normalitas data bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi.166 .05 maka data residual tidak berditribusi normal.3156 dengan nilai tertinggi sebesar 31.b Most Extreme Differences Mean Std. Test distribution is Normal. Indofood Sukses Makmur Tbk dan nilai terendah sebesar 26.3585 1.2 diperoleh besarnya nilai signifikansi lebih kecil dari 0.203 .203 -.214 1.05 maka diartikan bahwa variabel-variabel tersebut memiliki data distribusi tidak normal.185 .99 pada perusahaan PT.081 TATO 39 1. Sig.979 .132 1.67 pada perusahaan PT.154 . Data yang tidak berditribusi normal dapat disebabkan oleh adanya data sangat .3156 1.015 QR 39 1. Tabel 4.139 NPM 39 9.187 -.6018 7.265 .561 .086 1.09 pada perusahaan PT. (2-tailed) 39 12.02241 .187 .3638 .157 -.182 1.9503 12.54706. Prasidha Aneka NiagaTbk serta standar deviasinya sebesar 7. Diuji dengan menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov test variabel-variabel yang mempunyai asymp. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.2.53680 . diperoleh rata-rata sebesar 28.2 Uji Asumsi Klasik 4.075 . Dari hasil pengolahan data pada tabel 4. 4.250 .132 SIZE 39 28.1. Untuk variabel Ukuran Perusahaan(SIZE). Sekar Laut Tbk serta standar deviasinya sebesar 1.293 a. variabel dependen dan variabel independen memiliki distribusi normal atau tidak.157 . Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 b.54706 .2 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ROA N Normal Parametersa.

139 -.227 39 1.167 -.326 a.3 pada variabel ROA.36576 .152 -.22118 .152 .152 -.329 NPM 39 2. .05 maka H0 diterima yang berarti data residual berditribusi normal.1472 .437 TATO 39 1.123 -. QR.951 .139 . berikut ini hasil pengujian dengan Kolmogorov-Smirnov. NPM.108 .093 . kemudian data diuji ulang berdasarkan asumsi normalitas.600 SIZE 39 5.06564 .1082 .3090 1.b Most Extreme Differences Mean Std.123 . Calculated from data.43305 . Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Dari hasil pengolahan data pada tabel 4. peneliti melakukan transformasi data ke model akar kuadrat.Setelah dilakukan transformasi data ke model akar kuadrat. Sig. Beberapa cara mengatasi data berditribusi normal yaitu : - Melakukan trasnformasi data kebentuk lainnya Melakukan trimming.9147 1. (2-tailed) ROA QR 39 3.126 1. TATO.152 . Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. yaitu membuang data outliner Melakukan winsorizing.3 Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi Akar Kuadrat One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N Normal Parametersa.167 . b.075 .042 . dan SIZE diperoleh besarnya nilai signifikansi lebih besar dari 0.071 . Tabel 4.40 menyimpang dari nilai data lainnya. Test distribution is Normal.766 .14395 . yaitu mengubah nilai data yang outliner ke suatu nilai tertentu Untuk mengubah nilai residual agar berditribusi normal.3193 .869 .949 .

2 Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). . Tabel 4. dan SIZE dimana nilai tolerance dan VIF berbeda.275 1.Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas.1.2.41 4.919 .1. Dependent Variable: ROA Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Dari Tabel 4. Nilai Tolerance untuk QR. TATO. NPM.544 a. NPM.648 1.649 .540 1.3 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya).784 .4 diatas pada variabel dependen ROA.2.088 1. 4. dengan variabel QR. TATO. dan SIZE diatas 0.4 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model 1 QR TATO NPM SIZE Collinearity Statistics Tolerance VIF .1 dan nilai VIF dibawah 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan model regresi yang diajukan bebas dari multikolinieritas.

4.739 a. maka disebut Homokedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homokedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas.7215 dan nilai batas bawah (dl) sebesar 1.713 berada diatas nilai du = 1.4 Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Untuk nilai Durbin Watson sebesar 2. Dasar pengambilan keputusan yaitu : .2. Dependent Variable: ROA Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Hasil uji autokorelasi diatas menunjukan nilai statistik Durbin Watson (DW) sebesar 2. NPM. dan jumlah variabel independennya 4 (k=4). Berdasarkan tabel Durbin-Watson didapat nilai batas atas (du) sebesar 1.713.1.42 Tabel 4. Predictors: (Constant). SIZE. Jika variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap.7215 dan kurang dari 4. Nilai ini akan peneliti bandingkan dengan nilai tabel menggunakan signifikansi 5% jumlah pengamatan (n) sebanyak 39. QR.2734. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.5 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb a Model 1 Durbin-Watson 1. TATO b. Salah satu untuk menguji ada tidaknya Heteroskedastisitas pada penelitian ini adalah dengan menggunakan program SPSS.

1 Hasil Uji Heteroskedastisitas Pada Pola Scatterplot di gambar 4.43 S c a t e r p l o t D e p n d e t V a r i b l e : R O A 423 1 1. 0-12 -3-2-1R 0 1 2 3 4 egrsionStadrizedPrictedValue Gambar 4. Jika tidak ada pola yang jelas. 2. maka telah terjadi Heteroskedastisitas.1 yang memperlihatkan titik-titik heteroskedastisitas terdapat diagram tidak membentuk pola tertentu dimana pola .melebar kemudian menyempit). Jika ada pola tertentu. maka tidak terjadi Heteroskedastisitas. serta titik-titik menyebar di atas dan di R egrsionStudentizdR esidual bawah angka 0 pada sumbu Y. seperti titik-titik yang membentuk suatu pola yang teratur (bergelombang.

Kesimpulannya adalah bahwa regresi terbebas dari kasus heteroskedastisitas dan memenuhi persyaratan uji asumsi klasik tentang heteroskedastisitas.000 .3Persamaan Regresi Dalam pengolahan data dengan menggunakan regresi linear dilakukan beberapa tahap untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen melalui pengaruh QR.162 .186 Sig.252 t -2.125 -.0.022 . Error -3.129 . .399 1. Hasil regresi dilihat pada table 4.416 .287 X3.429 16.330 45.164 1.287 .399 + 0.090 2.047 . 4. dan SIZE terhadap ROA pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. TATO.6 Persamaan Regresi Coefficientsa Model 1 (Constant) QR TATO NPM SIZE Unstandardized Coefficients B Std.1. Dependent Variable: ROA Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Berdasarkan data diatas dapat dirumuskan suatu persamaan regresi untuk Return On Asset (ROA) pada perusahan Food and Beverage sebagai berikut Y = -3. NPM.029 -.000 .854 a.047 X4 .6 berikut : Table 4.670 .401 1.670 X2+ 1.129 X1+ 2.44 tertentu serta titik-titik heteroskedastisitas menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y.

Artinya apabilaFirm Size (SIZE) naik sebesar 1 satuan makaReturn On Asset (ROA) turun sebesar 0.287 dengan asumsi variabel lain dianggap nol. 5. . Artinya apabila Net Profit Margin (NPM) naik sebesar 1 satuan maka Return On Asset (ROA) naik sebesar 1. Nilai Koefisien regresi Net Profit Margin (NPM) sebesar 1.399.399 menunjukkan bahwa variable Quick Ratio (QR). dan Firm Size (SIZE) sama dengan nol maka Return On Asset (ROA) mengalami penurunan sebesar 3. Konstanta (B) sebesar -3.129 dengan asumsi variabel lain dianggap nol. Artinya apabila Quick Ratio (QR) naik sebesar 1 satuan maka Return On Asset (ROA) naik sebesar 0. 4. Nilai Koefisien regresiUkuran Perusahaan (SIZE) sebesar -0.287.047 dengan asumsi variabel lain dianggap nol. Total Asset Turn Over (TATO). Nilai Koefisien regresiTotal Asset Turn Over (TATO) sebesar 2.129.45 Keterangan : Y = Return On Asset (ROA) X1 = Variabel Quick Ratio (QR) X2 = Variabel Total Asset Turn Over (TATO) X3 = Variabel Net Profit Margin(NPM) X4 = Variabel Ukuran Perusahaan (SIZE) Koefisien-koefisien persamaan linear berganda diatas dapat diartikan dalam kalimat dibawah ini : 1.670. Nilai Koefisien regresi Quick Ratio (QR) sebesar 0. Artinya apabilaTotal Asset Turn Over(TATO) naik sebesar 1 satuan makaReturn On Asset (ROA) naik sebesar 2. 3.670 dengan asumsi variabel lain dianggap nol.047. 2. Net Profit Margin (NPM).

05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel ROA atau hal diatas juga menjelaskan bahwa variabel independen penelitian (Quick Ratio.061 sedangkan F tabel 2.4 Hasil Uji Simultan (Uji-F) Uji statistik F dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen.061 > 2.000 < 0.649) sehingga hipotesis diterima.1. 4. Net profit Margin. QR. NPM. Hasil uji statistik F dalam penelitian ini dapat dilihat pada table berikut ini Tabel 4.5 Hasil Uji Parsial (Uji-t) .000a a. Nilai signifikan 0.649 (596.7 Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji-F) ANOVAb Model 1 Regression F 596. .061 Sig. dapat dilihat nilai F hitung 596. Dependent Variable: ROA Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Dari tabel 4.7 diatas. Predictors: (Constant).46 4. dan Ukuran Perusahaan) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap Return On Asset.1. TATO b. SIZE. Total Asset Turn Over.

8 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji-t) Coe fficie ntsa Model 1 (Constant) QR TATO NPM SIZE Unstandardized Coefficients B Std.186 Sig.030 yaitu tidak mempunyai pengaruh dan nilai signifikansi variabel Quick Ratio sebesar 0.05 yaitu mempunyai pengaruh signifikan .47 Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial.854 a. Variabel Total Asset Turn Over dengan nilai thitung sebesar 16.125 -.029 -.129 . Nilai thitung sebesar 16.Berikut hasil uji statistik t yang dapat dilihat dilihat pada tabel 4.429 lebih kecil dari ttabel sebesar 2.047 .05 yaitu tidak mempunyai pengaruh signifikan dimana hipotesis menyatakan bahwa Quick Ratio berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013 ditolak.401 1.330 lebih besar dari ttabel sebesar 2.330 45.330 dan nilai signifikansi 0.000 .090 2. Nilai thitung sebesar 1. Tabel 4.162 .000 lebih kecil dari 0.399 1.000. Error -3.162 lebih besar dari 0.164 1.416 . Hal tersebut berarti bahwa Quick Ratio tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Return On asset secara parsial pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013.022 .429 dan nilai signifikansi 0.670 .000 .429 16.162.287 .8 dibawah ini. Dependent Variable: ROA Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Variabel Quick Ratio dengan nilai thitung sebesar 1.252 t -2.030 yaitu mempunyai pengaruh dan nilai signifikansi variabel Total Asset Turn Oversebesar 0. .

854 Nilai thitung sebesar -0.125 dan nilai signifikansi 0.854 lebih besar dari 0.030 yaitu mempunyai pengaruh dan nilai signifikansi variabel Net Profit Margin sebesar 0.05 yaitu mempunyai pengaruh signifikan dimana hipotesis menyatakan bahwa Net Profit Margin berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013 diterima. Hal tersebut berarti . Nilai thitung sebesar 45.000. Hal tersebut berarti bahwa Net Profit Margin mempunyai pengaruh signifikan terhadap Return On asset secara parsial pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013. Hal tersebut berarti bahwa Total Asset Turn Over mempunyai pengaruh signifikan terhadap Return On asset secara parsial pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013.48 dimana hipotesis menyatakan bahwa Total Asset Turn Over berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013 diterima. Variabel Net Profit Margin dengan nilai thitung sebesar 45.000 lebih kecil dari 0.030 yaitu tidak mempunyai pengaruh dan nilai signifikansi variabel Ukuran Perusahaan sebesar 0.186 lebih kecil dari ttabel sebesar 2. Variabel Ukuran Perusahaan dengan nilai thitung sebesar -0.186 dan nilai signifikansi 0.05 yaitu tidak mempunyai pengaruh signifikan dimana hipotesis menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset pada perusahaan Food and Beverageyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013 ditolak.125 lebih besar dari ttabel sebesar 2.

984 a.49 bahwa Ukuran Perusahaan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Return On asset secara parsial pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013. Total Asset Turn Over.1. dan SIZE. Pada tabel 4. dan Ukuran Perusahaan berkorelasi kuat. NPM.993 atau 99.6 Uji Korelasi dan Determinasi (Uji R2) Tujuan koefisien determinasi adalah untuk melihat sejauh mana variabel independen mampu menjelaskan variasi variabel dependen.9 Koefisien Determinasi Hipotesis Model Summaryb Model 1 R . Nilai koefisien determinasi mempunyai nilai sebesar 0. SIZE. . TATO. NPM. Predictors: (Constant). TATO b. Dependent Variable: ROA Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Nilai koefisien korelasi yang mendekati -1 atau 1 menyatakan bahwa kedua variabel (X dan Y) adalah kuat. 4.4% perubahan dalam nilai ROA dapat dijelaskan oleh QR. Berikut hasil pengujiannya : Tabel 4.8 dapat disimpulakn bahwa nilai koefisien korelasi atau R sebesar 0. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 1. QR. Akan tetapi apabila R mendekati 0 hubungan antara kedua variabel (X dan Y) sangat lemah atau mungkin tidak ada sama sekali. Net profit Margin. Artinya sebesar 98.3% hal ini menunjukkan bahwa hubungan Quick Ratio.993a Adjusted R Square .984.6% dijelaskan oleh factor variabel lain yang tidak dijelaskan dalam model penelitian ini.

dimana Quick Ratio tidak berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA).2. Menurut replikasi Merti dengan pengujian simultannya adalah QuickRatio.1 Pengaruh Quick Ratio (QR) terhadap Return On Asset (ROA) Dari hasil uji t parsial terhadap variabel penelitian menunjukan bahwa Quick Ratio (QR) tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA).2 Pengujian Secara Parsial Pengujian secara parsial ini digunakan untuk menguji pengaruh QuickRatio.1 Pengujian secara Simultan Berdasarkan Quick Ratio. Net Profit Margin dan Firm Sizeberpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap Return On Asset (ROA) pada perusahaan Kimia & Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 20082011. Net Profit Margin dan Ukuran Perusahaanterhadap Return On Asset (ROA) pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013.Hal ini berarti aktiva lancar yang dimiliki perusahaan digunakan untuk membayar hutang .2. dan Ukruan Perusahaan berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap Return On Asset (ROA) pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013.2. Net profit Margin. 4.2.2 Pembahasan 4. Total Asset Turn Over. Total Asset Turn Over. Hasil pengujian hipotesis Quick Ratio menunjukkan hipotesis ditolak.50 4. 4. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Merti (2013).

Hasil penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Merti (2013). Hal ini disebabkan efektivitas perusahaan dalam mengunakan keseluruhan aset untuk menciptakan penjualan sehingga dapat berpengaruh terhadap laba yang dihasilkan.2. Hasil penelitian ini tidak sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yudhistira (2012).2.51 jangka pendek perusahaan sehingga tidak memberi pengaruh terhadap besar kecilnya laba yang dihasilkan.2 Pengaruh Total Asset Turn Over(TATO) terhadap Return On Asset (ROA) Dari hasil uji t parsial terhadap variabel penelitian menunjukan bahwa Total Asset Turn Over(TATO) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). 4. dimana Net Profit Margin (NPM) berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA). 4.2. Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi Quick Ratio maka Return On Asset suatu perusahaan tidak berpengaruh terhadap kenaikan Quick Ratio. dimana Total Asset Turn Over (TATO) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA). .3 Pengaruh Net Profit Margin(NPM) terhadap Return On Asset (ROA) Dari hasil uji t parsial terhadap variabel penelitian menunjukan bahwa Net Profit Margin (NPM) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Hasil pengujian hipotesis Total Asset Turn Over (TATO) menunjukkan hipotesis diterima.2.Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi Total Asset Turn Over maka semakin tinggi juga Return On Asset suatu perusahaan.

Hal ini berarti besar kecilnya perusahaan tidak berpengaruh terhadap besar kecilnya labayang dihasilkan oleh perusahaan.4 Pengaruh Ukuran Perusahaan (SIZE) terhadap Return On Asset (ROA) Dari hasil uji t parsial terhadap variabel penelitian menunjukan bahwa Ukuran Perusahaan (SIZE) tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). 4. Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi Ukuran Perusahaan maka Return On Asset suatu perusahaan tidak berpengaruh terhadap kenaikan Ukuran Perusahan. dimana Firm Size berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA).2.2. dimana perusahaan besar memerlukan dana lebih besar dibandingkan perusahaan kecil. Artinya biaya yang dihasilkan perusahaan dapat ditutupi dengan penjualan bersih yang dihasilkan sehingga dapat menghasilakan laba. Hasil penelitian ini tidak sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Merti (2013). Hasil pengujian hipotesis Ukuran Perusahaan(SIZE) menunjukkan hipotesis ditolak. Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi Net Profit Margin maka semakin tinggi juga Return On Asset suatu perusahaan. . Hal ini disebabkan tinggi rendahnya penjualan yang dihasilkan pada tingkat biaya tertentu dapat mempengaruhi tinggi rendahnya laba yang akan dihasilkan pula.52 Hasil pengujian hipotesis Net Profit Margin (NPM) menunjukkan hipotesis diterima.