You are on page 1of 7

BAB 2

ASUHAN KEPERAWATAN TEORI
2.1 Pengkajian
1. Aktivitas/ Istirahat :
Letih, Lemah, Sulit Bergerak / berjalan, kram otot, tonus otot menurun.
2. Sirkulasi
Ada tidaknya hipertensi, AMI, klaudikasi, kebas, kesemutan pada ekstremitas, ulkus
pada kaki yang penyembuhannya lama, takikardi, perubahan tekanan darah.
3. Integritas Ego
Stress, ansietas.
4. Eliminasi
Perubahan pola berkemih (poliuria, nokturia, anuria), diare.
5. Makanan / Cairan
Anoreksia, mual muntah, tidak mengikuti diet, penurunan berat badan, haus,
penggunaan diuretik.
6. Neurosensori
Pusing, sakit kepala, kesemutan, kebas kelemahan pada otot, parestesia, gangguan
penglihatan.
7. Nyeri / Kenyamanan
Abdomen tegang, nyeri (sedang / berat).
8. Pernapasan
Batuk dengan/tanpa sputum purulen (tergangung adanya infeksi / tidak).
9. Keamanan
Kulit kering, gatal, ulkus kulit.
2.2 Diagnosa Keperawatan
1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan osmotik, kehilangan gastrik
berlebihan, masukan yang terbatas.
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak
cukupan insulin penurunan masukan oral, status hipermetabolisme.
3. Resti infeksi berhubungan dengan kadar glukosa tinggi, penurunan fungsi leukosit,
perubahan sirkulasi.
4. Resti perubahan sensori perseptual berhubungan dengan perubahan kimia endogen
(ketidak seimbangan glukosa/insulin dan elektrolit.
5. Ketidakberdayaan berhubungan dengan ketergantungan pada orang lain, penyakit
jangka panjang.
6. Kurang pengetahuan mengenai penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan
berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi.
7. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik
(neuropati perifer).

masukan yang terbatas.3 Prioritas Masalah 1. Pantau masukan dan urin tepat secara normal. Untuk mengetahui suara nafas.2. Catat hal-hal seperti mual. 2. muntah dan mengetahui perubahan frekuensi dan kualitas pernafasan klien. masukan yang terbatas. 2. TD pernafasan kusmaul. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan osmotik. Hypovolemia seperti Hasil: -Pasien diraba. 3. dan . Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak cukupan insulin penurunan masukan oral. kehilangan gastrik Dengan Kriteria berlebihan. Pantau frekuensi dan menunjukkan kulit tanda-tanda 1. nadi perifer dapat haluaran dan kadar elektrolit dalam batas hipotensi nafas dan takikardi. Pantau nadi perifer. pengisian turgor kapiler. fungsi ginjal. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik (neuropati perifer). oleh turgor pengisian kapiler individu ortostatik. Rasional pengeluaran. hidrasi yang dibuktikan oleh tanda vital stabil.4 Intervensi No Diagnosa Tujuan Intervensi . dan 5. Pantau volume cairan kebutuhan cairan vital. 4. catat adanya dapat berhubungan atau hidrasi perubahan dimanifestasikan dengan osmotik. Untuk otot bantu nafas. Keperawatan Kekurangan Tujuan: 1. adanya 2. atau sirkulasi volume yang adekuat. kualitas pernafasan. kehilangan gastrik berlebihan. 3. kulit dan membran mukosa. 4. pasien terpenuhi. Pantau pola penggunaan adekuat baik. status hipermetabolisme. 7. Pertahankan untuk memberikan cairan paling sedikit 2500 ml/hari dalam batas yang dapat ditoleransi jantung. 5. 6. Memberikan perkiraan kebutuhan akan cairan pengganti. 1. 3. Merupakan indikator dari tingkat dehidrasi. 2.

edema. hari atau pemasukan makanan yang adekuat diet dan pola makan pasien (termasuk absorbsi dan dan kalori atau utilisasinya). bandingkan dengan 2. Tipe dan jumlah peningkatan BB. dari cairan tergantung pada derajat kekurangan cairan respons dan pasien secara individual. nutrisi pasien. catat adanya abdomen terpenuhi. badan 3.Agar tepat. nadi tidak teratur. Memantau dari kebutuhan nutrisi setiap kebutuhan tubuh pasien terpenuhi. Na. / 3.distensi lambung. Meningkatkan ke nyeri rentang perut kembung. BUN. pertahankan keluarga untuk keadaan puasa sesuai memahami dengan indikasi. K). Kolaborasi : berikan terapi cairan normal dengan tanpa terapi yang meningkat. Untuk nutrien yang makanan yang dapat mengetahui suara dihabiskan pasien. rasa mual. -Berat stabil atau penambahan arah biasanya nutrisi klien usus. Observasi adanya kelelahan yang diberikan. salin keefektifan dari atau dextrosa. Perubahan nutrisi Tujuan: kurang 1. Tentukan program berhubungan dengan cukupan penurunan masukan Dengan Kriteria ketidak Hasil: -Pasien dapat insulin mencerna jumlah oral. pantau pemeriksaan laboratorium (Ht. makanan belum yang sempat memberikan informasi pada dicerna. 9. Berikan makanan 4. 6. Auskultasi bising bising usus. Untuk cair yang mengetahui . Timbang berat badan 1. status hipermetabolisme . muntahan keterlibatannya. 4. 2. sesuai dengan indikasi. 2. 8.

7. adanya dan epitelisas. 7. warna. Mengidentifikasi kekurangan dan penyimpangan dari kebutuhan terapeutik. Kolaborasi pemberian pengobatan insulin.mengandung makanan zat (nutrien) dan elektrolit dengan segera jika pasien sudah dapat melalui oral. edema . 9. Untuk epitelisasi. cemas. peka rangsang. Kolaborasi memiliki awitan cepat dan karenanya dengan cepat pula dapat membantu memindahkan glukosa ke dalam sel. Observasi tanda tanda hipoglikemi. Kolaborasi dengan ahli gizi. 8. denyut nadi cepat. 5. adanya 1. 6. 3. sakit kepala. Libatkan keluarga pada pencernaan makan ini dengan sesuai indikasi. 5. frekuensi perubahan ganti balut. discharge. warna. Insulin reguler mentoleransinya pasien perubahan tanda- tanda- hipoglikemia seperti perubahan tingkat kesadaran. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik (neuropati Tujuan : gangguan integritas 1. kulit dapat berkurang atau menunjukkan perubahan edema. . kulit lembab/dingin. melakukan pemeriksaan gula darah. 6. Pantau luka. Untuk mengetahui gula darah klien. mengetahui luka. lapar.

Pantau adanya nyeri. tanda-tanda vital. luka. Mencatat hal-hal seperti mual. 2. 6. 5. Memantau frekuensi dan kualitas pernafasan. Memantau berhubungan dengan osmotik. discharge dan 3. 3. kehilangan gastrik berlebihan. Agar klien merasa nyaman. turgor kulit dan membran mukosa. Pantau tanda vital. 7. masukan yang terbatas. 1. Lakukan perawatan Hasil : balut. pengisian kapiler. Kolaborasi mengetahui tidak terinfeksi pemberian antibiotik lokasi nyeri dan sesuai indikasi. 4. Memantau nadi perifer. Untuk mengatur kecepatan dan keefektifan gula darah. Dengan Kriteria frekuensi ganti 4. Memanantau pola nafas seperti adanya pernafasan kusmaul. Diagnosa Keperawatan Implementasi Kekurangan volume cairan 1. 6. catat adanya perubahan TD ortostatik.5 Implementasi No. 5. Untuk jaringan dan 6. 3. kualitas nyeri. Kolaborasi menunjukkan mengetahui TTV pemberian insulin adanya perbaikan klien. . Mempertahankan untuk memberikan cairan paling sedikit 2500 ml/hari dalam batas yang dapat ditoleransi jantung. muntah dan distensi lambung. penggunaan otot bantu nafas. 2. 4. Untuk mengurangi neuropati perifer 2. Untuk 5.perifer). Memantau masukan dan pengeluaran. -Kondisi luka 2. penyembuhan. dan medikasi.

8. edema. Na. 6. Melibatkan keluarga pasien pada pencernaan makan ini sesuai dengan indikasi. perubahan 2. adanya epitelisasi. sakit kepala. warna. cemas. Berkoolaborasi melakukan pemeriksaan gula darah. 9. 4. Berkolaborasi : berikan terapi cairan normal salin dengan atau tanpa dextrosa. 1. status dihabiskan pasien. 4. 2. Melakukan perawatan luka. Berkolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi. 3. Memberikan makanan cair yang mengandung zat makanan (nutrien) dan elektrolit dengan segera jika pasien sudah dapat mentoleransinya melalui oral. Menimbang berat badan setiap hari atau sesuai dengan indikasi. pertahankan keadaan puasa sesuai dengan indikasi. 3. 7. mual. pantau pemeriksaan 2. Memantau tanda vital. denyut nadi cepat. Menentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dapat cukupan insulin penurunan masukan oral. lapar. 6. K). kulit lembab/dingin. 3. dan discharge. abdomen / perut kembung. BUN. nadi tidak teratur. catat adanya nyeri hipermetabolisme. 5. muntahan makanan yang belum sempat dicerna. Mengobservasi tanda-tanda hipoglikemia seperti perubahan tingkat kesadaran. Berkolaborasi pemberian insulin dan medikasi. Berkolaborasi pemberian pengobatan insulin. edema. Berkolaborasi dengan ahli gizi. Mengobservasi adanya kelelahan yang meningkat. 1. Memantau adanya nyeri. . Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik (neuropati perifer). Perubahan nutrisi dari kebutuhan kurang tubuh berhubungan dengan ketidak laboratorium (Ht. Mengauskultasi bising usus. 5. peningkatan BB. Memantau luka. frekuensi ganti balut. peka rangsang. 8. 9.

. EGC. Ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 3. 2009. 8. Hanafi B. Trisnohadi.Refrensi: Doenges. Smeltzer Suzanne C. Jakarta : Balai Penerbit FKUI . Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan. Jilid I. Edisi 3. Jakarta. 2000. Jakarta : EGC. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien (terjemahan).2001. Jakarta : EGC. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Alih bahasa Agung Waluyo Edisi. Doengoes. 3. Marylin. Marilynn. 2001.