You are on page 1of 14

REFERAT

TICS

OLEH :
R.A RISA NOVIANA K (406148012)
PEMBIMBING :
dr. Natan P, Sp.S
KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA
RUMAH SAKIT PENYAKIT INFEKSI SULIANTI SAROSO
PERIODE 6 JUNI 2016 – 16 JULI 2016

LEMBAR PENGESAHAN

.Nama : R..S TELAH DIPERIKSA DAN DISAHKAN TANGGAL: .S BAB I PENDAHULUAN ..A Risa Noviana K NIM : 406148012 Fakultas : Kedokteran Universitas : Universitas Tarumanagara Tingkat : Program Pendidikan Profesi Dokter Bidang Pendidikan : Ilmu Penyakit Saraf Periode Kepaniteraan Klinik : 6 Juni 2016. Pembimbing Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Mengetahui Pembimbing dr...16 Juli 2016 Judul Referat : Tics Diajukan : Pembimbing : dr. Sp. Natan P . Sp.. Natan P ..

jalan cepat. gerakan kepala. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Gerakan involunter ini merupakan gangguan yang terjadi di ganglia basalis.1 DEFINISI Gerakan involunter sederhana berupa kedipan mata. memukul benda-benda di sekitar sewaktu kita marah. Sistem susunan saraf pusat yang berkaitan dengan gerakan motorik kasar yang disebabkan karena ganglia basalis seperti nukleus kaudatus. gerakan mengangkat bahu. Gangguan akan pengendalian kasar yang berlebihan disebut juga gangguan ekstrapiramidal. tidak dapat diramalkan sewaktu-waktu dan tidak dikendalikan oleh kemauan pada waktu orang tersebut beraktivitas dan menghilang waktu tidur. tidak bertujuan. menyepak bola. Gerakan ini bersifat stereotipik yang terkadang dapat diamati oleh kita semua jika ada Anda menemui kasus ini. menyeringai. Aktivitas kasar yang biasanya dilakukan seperti lari. Latar Belakang Gerakan involunter merupakan suatu gerakan spontan yang tidak terkendali. bersepeda. gerakan wajah (twitching). sedangkan gerakan yang kompleks dapat berupa . Gerakan kasar pada tubuh disebut juga gerakan ekstrapiramidal. gerakan jari kaki. gerakan leher. Ganglia basalis adalah bagian otak yang paling dalam yang mengatur gerakan-gerakan yang sifatnya kasar sehingga gerakan yang dihasilkan menjadi halus. suara mendengkur. tidak disadari. putamen dan globus palidus. batuk. mengetik secara cepat. Gerakan tic umumnya terjadi pada otot-otot yang kecil seperti kelopak mata seperti mengedip-ngedipkan mata seperti merayu seseorang atau gerakan mendehem yang tidak ada keluhan apa-apa. Tic merupan gerakan yang secara tiba-tiba diulang-ulang dengan waktu yang cepat dan bersifat non-ritmik tanpa tujuan. Berbagai macam gerakan akibat gangguan di ganglia basalis diantaranya seperti chorea dan tic. Secara reflek diatur oleh ganglia basal tersebut.A. menjulurkan lidah.

 Racun (karbonmonoksida)  Gangguan perkembangan (ensepalopati. berkata-kata. tiba-tiba. Sekunder :  Infeksi obat (Stimulan L-Dopa. Sebanyak 1 dalam 100 orang mungkin mengalami beberapa bentuk gangguan tic. yang . retardasi mental. Keluhan ini menetap atau menurun bahkan dapat menghilang. phenitoin. Biasanya berhubungan dengan gangguan kompulsif dan ADD. Perilaku tic umum di kalangan anak-anak usia sekolah. stroke. 2. dan kelainan generatif). carbamazepin. yang dianggap disebabkan oleh kerentanan genetik yang sama.gerakan menggosok. kecemasan. menciumi objek atau bagian tubuh. tidak berirama dan mengatakan stereotipik ( Kaplan & Shadock 1997 ). melompat. Hipotesis tersebut mengatakan bahwa gangguan tic hasil dari adanya gangguan pada ganglia basal. antipsikotik. dimana adanya gerakan motorik atau vokalisasi involunter. berjongkok.  Gangguan psikis (stress. emosi) 2. atau gerakan berurutan yang stereotipik yang bertambah saat anak stres.3 ETIOLOGI  Belum diketahui secara pasti  Genetik/idiopatik diduga akibat kegagalan fungsi inhibisi jaras frontal subkortikal   yang memodulasi gerakan involunter. kelainan kromosom)  Lain-lain (trauma capitis. Kelainan dalam dopamin atau neurotransmiter lainnya. Anak laki-laki dua kali lebih mungkin akan terpengaruh oleh gangguan tic dibanding perempuan.1 Tic merupakan bagian dari gangguan kecemasan. biasanya sebelum masa pubertas. 2.2 EPIDEMIOLOGI Sebuah komunitas di US. kafein). copropraxia dan echopraxia. Anak-anak dengan gangguan tic dalam penelitian yang biasanya terdiagnosis. fenobarbital. schizophrenia.4 PATOFISIOLOGI Patofisiologi pada penyakit ini masih bersifat hipotesis. yang berbasis penelitian besar menunjukkan bahwa lebih dari 19% dari anak-anak usia sekolah memiliki gangguan tic. kokain. Tourette sindrom adalah ekspresi lebih parah dari spektrum gangguan tic.

.thalamokortikal Kegagalan disinhibisi diskrit striatal neuron proyeksi Pengaktifan general motor kortikal Mendesak motor dan tics vocal Ketidakseimbangan fokus di daerah ganglia basalis Memunculkan gejala mata berkedip. Grup A streptokokus eksposur. hidung berkedut. Adanya gangguan di ganglia basalis dan kortikostriatal . Mekanisme imunologi juga menjadi hipotesis yang berperan dalam patofisiologi gangguan tic. dan somatosensori ke ganglia basal.1 untuk sindrom Tourette.pengulangan vocals (Harris K. yang mengkode untuk L-histidin dekarboksilase. Ini gangguan kontroversial ini ditandai dengan gangguan tic atau obsesif-kompulsif (OCD) dan merupakan gangguan neuropsikiatri terkait dengan infeksi streptokokus ( Harris K. Gen lain yang sedang diselidiki termasuk gen SLITRK1 dan gen HDC. Gangguan tic sering hadir di beberapa anggota keluarga. lengan tersentak. Studi korelasi telah menemukan beberapa area kromosom yang berbeda bertanggung jawab. Hipotesis ini didukung oleh MRI yang menunjukkan bahwa patofisiologi sindrom tourette melibatkan proyeksi dari korteks primer.menyebabkan disinhibisi dari sistem motorik dan sistem limbik. sekunder. Banyak peneliti merasa bahwa sindrom tourette kemungkinan besar tidak memiliki genetik Mendel monogenik. Singer HS . 2006 ). telah dikaitkan dengan gangguan tic. termasuk kromosom 14q31. menunjukkan dasar genetik untuk gangguan ini. Beberapa studi volumetrik MRI menemukan bahwa pasien dengan tics parah sering disertai dengan penipisan korteks sensorimotor. Singer HS . yang diindikasikan oleh peningkatan O antistreptolysin (ASO) titer. melainkan hasil dari interaksi beberapa gen. 2006 ).

melompat. meniru gerakan orang lain Mendehem. streotipik. Diagnosis and statistic manual of mental disorder edisi IV (DSM IV) memiliki empat gangguan tik antaranya adalah : 1. Tik motorik kompleks: gerakan mendadak dari sekelompok otot yang menghasilkan  suatu gerakan tertentu dan bertujuan.) .rekuren. non ritmik.2. cepat. berupa gerakan menyentak berulang yang  tunggal kurang dari beberapa detik. mulut dan  hidung. Gangguan tourete Kriteria diagnostic untuk gangguan Tourette menurut DSM IV  Multiple tik motoric dan satu atau lebih tik vocal telah ditemukan pada suatu saat selama penyakit.5 KLASIFIKASI Jenis Motorik Sederhana Kompleks Vocal Sederhana Kompleks Deskripsi Klonik: singkat/sentakan Distonik : menggeliat/sikap bertahan singkat Tonik : sikap yang bertahan Gerak otot yang majemuk/beruruta n terkoordinasi Berbunyi. berlangsung beberapa detik atau lebih lama. melenguh Kata atau frase Contoh Memejamkan mata/angkat bahu/mengerutk an hidung Blefarospasme gerak okulogirik Menegangkan otot Menggelengkan kepala. walaupun tidak selalu bersamaan.tiba. Tic sederhana : gerakan beberapa otot saja. faring. tertawa Koprolalia  Tic fokal: tic motorik yang melibatkan otot-otot pernapasan. Tic vocal kompleks: gerakan tic yang menghasilkan suara yang terdiri dati kata dan kalimat yang mengandung makna. laring. ( yaitu gerakan motoric atau vokalisasi yang tiba.

. stimulan) atau kondisi medis umum Onset gangguan tik motorik dan vocal kronis tampak pada masa anak. stimulan) atau kondisi medis umum 2. Gangguan tik vocal atau motoric kronis Disebut juga vokal Motor tunggal atau beberapa atau tics vokal hadir beberapa waktu selama penyakit. Tic terjadi beberapa kali sehari hampir setiap hari atau sebentarsebentar selama jangka waktu lebih dari satu tahun dan selama periode ini tidak pernah ada periode tic-bebas lebih dari 3 bulan berturut-turut. Gangguan tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya. streotipik. Tik vocal biasanya tidak mencolok.) tetapi tidak keduanya telah  ada pada satu waktu selama penyakit. Onset adalah sebelum usia 18 tahun. Onset adalah sebelum usia 18 tahun. Kriteria diagnostic untuk gangguan tik vocal dan motoric kronis menurut DSM IV  Tik vokal atau motoric tunggal atau multiple ( yaitu gerakan motoric atau vokalisasi yang tiba. dan selama periode  ini tidak pernah ada periode bebas tic lebih dari tiga bulan berturut-turut.rekuren. Tics terjadi berkali-kali sehari (biasanya dalam serangan) hampir setiap hari atau sebentar-sebentar selama jangka waktu lebih dari satu tahun.Tik vocal kronis lebih jarang dari pada tik motoric kronis. Tics terjadi berkali-kali sehari (biasanya dalam serangan) hampir setiap hari atau sebentar-sebentar selama jangka waktu lebih dari satu tahun. tidak keras atau nyaring seperti dengkuran atau suara lain.Tipe tik dan lokasinya adalah serupa dengan gangguan tik transien. Onset adalah sebelum usia 18 tahun. cepat. Gangguan tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya. dan selama periode ini tidak pernah ada periode bebas tic lebih dari tiga bulan berturut-   turut.tiba. Gangguan menyebabkan penderitaan yang jelas atau gangguan bermakna dalam   fungsi social pekerjaan atau fungsi penting lainnya. Gangguan ini bukan karena efek fisiologis zat atau kondisi medis umum.anak awal.

Hanya sejumlah kecil yang menjadi gangguan tik motoric dan vocal kronis atau gangguan tourete 4. Kriteria tidak pernah bertemu untuk gangguan Tourette atau motor kronis atau Vocal Tic Disorder. Sebagian besar orang dengan tik transien tidak berkembang menjadi gangguan tik yang lebih serius.Anak dengan tik dimulai usia 6-8 tahun. rekuren. Gangguan ini bukan karena efek fisiologis zat atau kondisi medis umum. Kriteria diagnostic untuk gangguan tik transien menurut DSM IV  Tik vocal dan atau tunggal atau multiple ( yakni gerakan motoric atau vokalisasi  yang tiba-tiba. Gangguan tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat  (misalnya.stereotipik). Onset adalah sebelum usia 18 tahun. cepat. Gangguan tik yang tidak ditentukan Gangguan Tic Dinyatakan Tidak Ditentukan Kategori ini adalah untuk gangguan dicirikan oleh tics yang tidak memenuhi kriteria untuk Tic Disorder .nonritmik.gerakan kebiasaan seperti tik yang transien dan kedutan otot akibat perasaan tegang misalnya pada anakanak. Tic ini terjadi berkali-kali sehari. 3. tetapi tidak lebih dari 12 bulan berturut-turut. Tik terjadi berulang kali dalam sehari. stimulan) atau kondisi medis umum Tidak pernah memenuhi kriteria untuk gangguan Tourette atau gangguan tik motoric atau vocal kronis. Onset adalah sebelum usia 18 tahun. Gangguan tik transien Satu atau beberapa motor dan / atau vokal tics. Gangguan menyebabkan penderitaan yang jelas atau gangguan bermakna dalam   fungsi social pekerjaan atau fungsi penting lainnya. hampir setiap hari selama sedikitnya 4 minggu. Tik mereka menghilang secara permanen atau kambuh selama periode stress khusus. Gejalanya berlangsung selama 4 sampai 6 tahun dan berhenti pada masa remaja awal.hampir setiap hari selama sekurangnya  empat minggu tetapi tidak lebih lama dari 12 bulan berturut-turut.

tertentu. Pendapat pendapat lain mengatakan bahwa tik dapat muncul saat tidur dengan intensitas yang lebih ringan. Tidak terjadi saat tidur. 5. Di-eksaserbasi (diperburuk) oleh stres. Tic Motorik Kompleks Perilaku berdandan Membaui benda Meloncat Kebiasaan menyentuh Meniru perilaku orang yang diamati ( Ekopraksia) Menunjukkan gaya yang cabul ( Kopropraksia) 2. Bergelombang. "Sensasi aneh" yang merupakan sensasi sensoris ini mungkin melibatkan sistem limbik dalam interaksi jalur motorik dan sensorik. Setelah tik muncul. namun berakibat meningkatnya "dorongan dari dalam". Dengan kata lain. Tic Vokal Sederhana . 4. 2. menguat dan melemah 2. yaitu: 1. Tic Motorik a. Tic Vokal a. Tic Motorik Sederhana Kedipan mata Mengerutkan dahi Bola mata digerakkan ke salah saru arah Sentakan leher Mengangkat bahu Seringai wajah mencucu b. 1. Meskipun dapat ditekan atau dicegah sebentar. tik sering didahului oleh "sensasi aneh". cemas dan kelalahan 3. dorongan beraksi yang sulit ditahan. namun terdeteksi dengan pemeriksaan polisomnogram. penderita merasa lebih lega. Contohnya termasuk tics yang berlangsung kurang dari 4 minggu atau tics dengan onset setelah usia 18 tahun.6 MANIFESTASI KLINIS Tic mempunyai ciri khas.

2010). khususnya. “tic”seringkali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai variasi gangguan emosional yang luas. “Tic” jenis motorik dan jenis vokalmungkin dapat dibagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks. ataupun suatu hasil vocal yang timbul mendadak dan tidak ada tujuannya yang nyata. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai “tic”. Kurang beriramanya “tic” itu yang membedakannya dari gerakan yang stereotipik berulang yang nampak pada beberapa kasus autism dan retardasi mental. Ciri khas yang membedakan “Tic”dari gangguan motorik lainnya adalah gerakan yang mendadak. dan terbatasnya gerakan. dan berulang-ulang. cepat. sekejab. Tidak terdapat garis .Batuk Membersihkan tenggorokan Mendengkur Mengirup Mendengus Menghardik b.7 1. Tic Vokal Kompleks Pemakaian kata atau frasa yang cabul ( Koprolalia) Pengulangan kata yang diucapkan sendiri (Palilalia) Pengulangan kata terakhir yang terdengar daru ucapan orang lain (Ekolali) (Sadock. (biasanya) terhenti saat tidur. otot yang terlibat. tanpa bukti gangguan neurologis yang mendasari. berlangsung cepat. sifatnya berulang – ulang. DIAGNOSA “Tic”adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup sekelompok otot khas tertentu) yang tidak di bawah pengendalian. walaupun demikian acapkali sulit untuk membedakannya. sekalipun penggarisan batasannya 2. fenomena obsesi dan hipokondrik. dan mudahnya gejala itu ditimbulkan kembali atau ditekan dengan kemauan. 2. tidak berirama. Aktivitas motorik manneristik yang tampak pada gangguan ini cenderung mencakup gerakan yang lebih rumit dan bervariasi daripada gejala “tic”. Gerakan Obsesif – Kompulsif sering menyerupai “tic” yang kompleks namun berbeda karena bentuknya ditentukan oleh tujuannya(misalnya menyentuh atau memutar benda secara berulang) daripada oleh sekelompok 3. kurang jelas.

ditingkatkan setiap 5-7 hari. biasanya berupa . ditingkatkan bertahap sampai 3 mg/ hari - dibagi dalam 2 dosis Klonazepam  terapi ajuvan pada pasien dengan kecemasan. ditingkatkan sampai 2-6 mg/hari Flufenazin  awal 1 mg/hari sebelum tidur.1-0. Tier 1 dizziness. Bila anak terganggu saat sekolah. namun pada beberapa kasus lain hilang timbul selama beberapa bulan.S : mengantuk. Diagnosisnya mencerminkan gangguan utamanya. obat hanya diberikan saat sekolah saja. pada beberapa kasus hanya berupa episode tunggal. ditingkatkan bertahap sampai 2-4 - mg/hari Haloperidol  awal 0. Gangguan ini tidak lebih dari 12 bulan.05mg. 2. Mulai dengan dosis rendah dan tingkatkan secara bertahap Evaluasi efektifitas obat dan efek samping yang terjadi Gunakan monoterapi Gunakan Tier 1 terutama pada tic yang ringan Pemeriksaan EKG sebelum menggunakan obat Tier 2 Turunkan dosis obat secara bertahap - Klonidin  awal 0. 6. - - Non farmakologi : o Situasi kelas / lingkungan sekolah yang tidak menimbulkan stres o Terapi behaviour Farmakologi : Prinsip terapi : 1.pemisah yang khas antara gangguan “tic” dengan berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “tic”.5 mg/hari.8 TATA LAKSANA Tujuan : meningkatkan kualitas hidup pasien dan bukan untuk menghilangkan tic. ditingkatkan bertahap sampai 1-5 mg/hari Neuroleptik yang atipik - Risperidon -> maksimal 3 mg/hari dibagi dalam 2 dosis Olanzapin  5-10 mg/hari sebelum tidur dibagi dalam 2 dosis . 4. kedipan mata. muka menyeringai. maksimal 0. 4. Bentuk ini paling sering terjadi pada anak – anak usia 4-5 tahun. (E. 2.4 mg/hari Guanfasin  awal -. 3.5-1 mg/hari sebelum tidur. 5. atau kedutan kepala.5 mg malam hari. fatigue) Tier 2 - Pimozid  awal 0.

2.10 PROGNOSIS Tics pada anak akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan bulan. dopamin - agonis (pergolid 0. dosis terbagi) Botulinum toxin Beberapa studi menunjukan injeksi toksin botulinum tipe A menunjukkan penurunan frekuensi dan intensitas tics dystonic pada 10 pasien (Jankovic. Terapi obat tidak dapat menghilangkan semua gejala karena terapi obat bertujuan untuk mengurangi gejala t i k t a n p a e f e k s a m p i n g o b a t y a n g b e r a t .9 KOMPLIKASI Pada kebanyakan kasus tidak dijumpai adanya komplikasi 2. 2009).Obat lain - Dopaminergik  dopamin antagonis (tetrabenazin 25-100mg/hari). Tics yang kronis mungkin akan terus untuk jangka waktu yang lama. P r o g n o s i s t i k i n i adalah baik. et al. dalam Truong.1-0. 1994. BAB 3 KESIMPULAN .3 mg/hari.

Klasifikasinya adalah motorik (sederhana. DAFTAR PUSTAKA 1. 2. USA: Lippincott Williams & Wilkins.Jusuf Misbach. Sadock BJ. Prof. dkk. Jakarta : Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK UNIKA Atmajaya 3. Pocket Handbook of Clinical Psichiatry.html 6. . Rusdi.dr. menggerakkan hidung. 2003. tidak berirama dan mengatakan stereotipik. 2005. Sadock VA. Jakarta : PERDOSSI. dimana adanya gerakan motorik atau vokalisasi involunter. 771-781. 4.gov/ncbddd/tourette/diagnosis. tiba-tiba.H.Jakarta 5.III.Tic merupakan bagian dari gangguan kecemasan. kompleks). 4th Edition.SpS. kompleks) dan vokal (sederhana. Lumbantobing SM. http://www. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ. Standar pelayanan medis(SPM) & Standar prosedur operasional(SPO).cdc. Contoh manifestasi klinis : mengedipkan mata. Maslim. 2005. Gangguan gerak. Prinsip terapi tics adalah meningkatkan kualitas hidup pasien dan bukan untuk menghilangkan tic. 2006.