You are on page 1of 23

Tugas Asuhan Keperawatan

OLEH :
KELOMPOK IX
YULIANA

13-071-014-039

ACHMAD N

13-071-014-011

ARIFUDDIN LA RIDU

13-071-014-026

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR

2016
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrrahim
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt sehingga kami dapat
menyusun asuhan keperawatan ini tanpa mengalami hambatan yang berarti dan
tak lupa pula kita kirimkan salam dan salawat kepada junjungan kita Nabi besar
Muhammad saw keluarga dan para sahabatnya.
Asuhan keperawatan ini kami susun sebagai bahan diskusi dan diharapkan
dengan disusunnya tugas ini akan menjadi acuan untuk mendukung proses
pembelajaran keperawatan anak secara sederhana dan permasalahan yang ada di
masyarakat.
Tentang Meningitis pada anak, untuk selanjutnya akan di bahas dalam
pokok pembahasan pada tugas ini. Demikian, semoga asuhan keperawatan ini
dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Penulis
mengharapkan saran dan kritik dari berbagai pihak yang membangun.

Makassar, 12 April 2016

Penyusun

................................................................................... 2.. 3................. Manifestasi Klinis................. BAB I PENDAHULUAN 1........... 5............ Pemeriksaan Diagnostik............................................................. Klasifikasi.............. Pengertian Meningitis.. Latar Belakang................. Latar Belakang ................................................................. 7.................. Diagnosa keperawatan.............................. 8........................... Intervensi................. Evaluasi. Kesimpulan.......................................... 3............. BAB III KONSEP DASAR KEPERAWATAN 1..................... BAB IV PENUTUP 1....................................................... 2.............................. Rumusan Masalah....................................................................................................................................................................................... Saran................................................................................................ 2.................. Patofisiologi............................. Penatalaksanaan............................. BAB II PEMBAHASAN 1........... 3............................................................................................................................... 4..................... 5............................................................................ 2........ Etiologi............. Pengkajian....................................................................... Implementasi................................... Tujuan......................................................... Komplikasi.........................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.... 6........ 4.............

Daerah “Sabuk Meningitis” di Afrika terbentang dari Senegal di barat Ethiopia di timur.000 orang menderita penyakit ini dengan 25. 2. Daerah ini ditinggali kurang lebih 300 juta jiwa manusia. Meningitis bacterial terjadi pada kira-kira 3 per 100.000 orang. Oleh karena itu mengingat jumlah penyebaran penyakit infeksi meningitis semakin hari semakin meningkat. bahkan kematian. jamur atau parasit yang menyebar dalam darah dan cairan otak. angka meningitis bacterial lebih tinggi. pikiran. Pada 1996 terjadi wabah meningitis dimana 250. Bagaimana etiologi dari meningitis? . bakteri.000 orang setiap tahunnya di Negara-negara barat.000 korban jiwa. yaitu 45.8 per 100. kami bermaksud untuk mengulas lebih lanjut mengenai penyakit Meningitis melalui makalah yang berisi laporan pendahuluan serta asuhan keperawatan teori. dan lebih sering terjadi pada musim panas. Apa yang dimaksud dengan meningitis? 2.9 per 100. Studi populasi secara luas memperlihatkan bahwa meningitis virus lebih sering terjadi sekitar 10. Di Brasil. Kebanyakan kasus meningitis disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus.000 orang setiap tahun. Rumusan Masalah 1.Dewasa ini penyakit meningitis merupakan penyakit yang serius karena letaknya dekat dengan otak dan tulang belakang sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak.

Memahami pemeriksaan diagnostic dari meningitis 7. Bagaimana penatalaksanaan medis dari meningitis? 8. Memahami penatalaksanaan medis dari meningitis 8. Memahami klasifikasi dari meningitis 4. Memahami manifestasi klinis dari meningitis 6. Tujuan 1. Bagaimana patofisiologi dari meningitis? 5. Memahami patofisiologi dari meningitis 5. Bagaimana manifestasi klinis dari meningitis? 6. Memahami etiologi dari meningitis 3. Bagaimana klasifikasi dari meningitis? 4. Bagaimana komplikasi dari meningitis? 9. Bagaimana pemeriksaan diagnostic dari meningitis? 7. Memahami konsep dasar asuhan keperawatan dari meningitis . Memahami pengertian dari meningitis 2. Bagaimana konsep dasar asuhan keperawatan dari meningitis? 3. Memahami komplikasi dari meningitis 9.3.

kuman-kuman dapat masuk ke setiap bagian ruang subaraknoid dan dengan cepat sekali menyebar ke bagian yang lain. Meningokok. 2001). 2001). ETIOLOGI . Meningitis / Radang selaput otak adalah Infeksi pada cairan serebrospinal (CSS) disertai radang pada pia dan araknoid. (Harsono : 1996) 2. Meningitis adalah radang pada meningen (membran yang mengelilingi otak dan medula spinalis) dan disebabkan oleh virus. cairan serebrospinal dan spinal column yang menyebabkan proses infeksi pada sistem saraf pusat (Suriadi & Rita. Meningitis adalah peradangan pada selaput meningen. Meningitis adalah radang dari selaput otak (arachnoid dan piamater). bakteri atau organ-organ jamur(Smeltzer. Bakteri dan virus merupakan penyebabnya. Streptokok. Hemophilus influenza dan bahan aseptis (virus) (Long. PENGERTIAN Meningitis merupakan infeksi akut dari meninges. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa meningitis selalu merupakan suatu proses serebrospinal. Stafilokok. jaringan superficial otak dan medulla spinalis.BAB II PEMBAHASAN 1. biasanya ditimbulkan oleh salah satu dari mikroorganisme pneumokok. sehingga leptomening medulla spinalis terkena. ruang subaraknoid.

Meningitis purulenta . Penyebab lainnya lues. Kelainan sistem pembedahan atau injury yang berhubungan dengan sistem persarafan 3. 6. Neisseria meningitis haemolyticuss. Penyebab terseringnya adalah Mycobacterium tuberculosa. Virus. Toxoplasma gondhii dan Ricketsia 3. pneumoniae Streptococus Haemophilus influenzae. Faktor imunologi : defisiensi saraf pusat. mekanisme imun. yaitu : 1. Peudomonas aeruginosa 2. (pneumokok). defisiensi imunoglobulin. Klebsiella pneumoniae. infeksi maternal pada minggu terakhir kehamilan 5. aureus. Bakteri. Escherichia coli. KLASIFIKASI Meningitis dibagi menjadi 2 golongan berdasarkan perubahan yang terjadi pada cairan otak. 2.1. Staphylococcus Diplococcus (meningokok). Virus. Faktor maternal : ruptur membran fetal. Faktor predisposisi : jenis kelamin lakilaki lebih sering dibandingkan dengan wanita 4. Meningitis serosa Adalah radang selaput otak araknoid dan piameter yang disertai cairan otak yang jernih. Mycobacterium tuberculosa. Toxoplasma gondhii dan Ricketsia. Penyebab lainnya lues.

PATOFISIOLOGI Meningitis bakteri dimulai sebagai infeksi dari oroaring dan diikuti dengan septikemia. telinga bagian tengah dan saluran mastoid menuju otak dan dekat saluran vena-vena meningen. aureus. 4. Staphylococcus (meningokok). Faktor predisposisi mencakup infeksi jalan nafas bagian atas. edema serebral dan peningkatan TIK. Organisme masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan reaksi radang di dalam meningen dan di bawah korteks. Penyebabnya antara lain : Diplococcus pneumoniae (pneumokok). trauma kepala dan pengaruh imunologis. Peudomonas aeruginosa. Meningitis bakteri dihubungkan dengan perubahan fisiologis intrakranial. yang terdiri dari peningkatan permeabilitas pada darah. kolaps sirkulasi dan dihubungkan dengan meluasnya hemoragi (pada . Saluran vena yang melalui nasofaring posterior. Haemophilus influenzae. otitis media. Neisseria meningitis Streptococus haemolyticuss.Adalah radang bernanah arakhnoid dan piameter yang meliputi otak dan medula spinalis. Jaringan serebral mengalami gangguan metabolisme akibat eksudat meningen. Pada infeksi akut pasien meninggal akibat toksin bakteri sebelum terjadi meningitis. prosedur bedah saraf baru. Eksudat purulen dapat menyebar sampai dasar otak dan medula spinalis. daerah pertahanan otak (barier oak). yang dapat menyebabkan trombus dan penurunan aliran darah serebral. semuanya ini penghubung yang menyokong perkembangan bakteri. Infeksi terbanyak dari pasien ini dengan kerusakan adrenal. Escherichia coli. anemia sel sabit dan hemoglobinopatis lain. vaskulitis dan hipoperfusi. yang menyebar ke meningen otak dan medula spinalis bagianatas. mastoiditis. Klebsiella pneumoniae. Radang juga menyebar ke dinding membran ventrikel serebral.

. Tanda brudzinki : bila leher pasien di fleksikan maka dihasilkan fleksi lutut dan pinggul. Mengalami foto fobia. Bila dilakukan fleksi pasif pada ekstremitas bawah pada salah satu sisi maka gerakan yang sama terlihat peda sisi ektremita yang berlawanan. Kejang akibat area fokal kortikal yang peka dan peningkatan TIK akibat eksudat purulen dan edema serebral dengan tanda-tanda perubahan karakteristik tanda-tanda vital(melebarnya tekanan pulsa dan bradikardi). b. 5. atau sensitif yang berlebihan pada cahaya. 2. tidak responsif. pernafasan tidak teratur. 6. Sakit kepala dan demam (gejala awal yang sering Perubahan pada tingkat kesadaran dapat terjadi letargik. dan koma. muntah dan penurunan tingkat kesadaran.sindromWaterhouse-Friderichssen) sebagai akibat terjadinya kerusakan endotel dan nekrosis pembuluh darah yang disebabkan oleh meningokokus. Rigiditas nukal ( kaku leher ). Adanya ruam merupakan ciri menyolok pada meningitis meningokokal. Upaya untuk fleksi kepala mengalami kesukaran karena adanya spasme otot-otot leher. Iritasi meningen mengakibatkan sejumlah tanda sebagai berikut: a. MANIFESTASI KLINIS Gejala meningitis diakibatkan dari infeksi dan peningkatan TIK : 1. 3. Tanda kernik positip: ketika pasien dibaringkan dengan paha dalam keadan fleksi kearah abdomen. c. 4. sakit kepala. kaki tidak dapat di ekstensikan sempurna. 5.

glukosa dan protein biasanya normal. Glukosa serum : meningkat ( meningitis ) d). Meningitis virus : tekanan bervariasi. c). cairan keruh/berkabut. Secara ringkas penatalaksanaan pengobatan meningitis meliputi pemberian antibiotic yang mampu melewati barier darah otak ke ruang subarachnoid dalam konsentrasi yang cukup untuk menghentikan perkembangbiakan bakteri. LDH serum : meningkat ( meningitis bakteri ) e). . lesi purpura yang menyebar. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan medis lebih bersifat mengatasi etiologi dan perawat perlu menyesuaikan dengan standar pengobatan sesuai tempat bekerja yang berguna sebagai bahan kolaborasi dengan tim medis. syok dan tanda koagulopati intravaskuler diseminata. kultur biasanya negatif. Meningitis bakterial : tekanan meningkat. Infeksi fulminating dengan tanda-tanda septikimia : demam tinggi tiba-tiba muncul.7. cairan CSS biasanya jernih. jumlah sel darah putih dan protein meningkat glukosa meningkat. kultur positip terhadap beberapa jenis bakteri. b). Baisanya menggunakan sefaloposforin generasi keempat atau sesuai dengan hasil uji resistensi antibiotic agar pemberian antimikroba lebih efektif digunakan. kultur virus biasanya dengan prosedur khusus. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Analisis CSS dari fungsi lumbal : a). 6. sel darah putih meningkat. Sel darah putih : sedikit meningkat dengan peningkatan neutrofil 7.

3. Antikonvulsi. 4-6 x sehari 3. oral. Klorafenikol 50 mg/kgBB/24 jam IV 4 x sehari. Pemenuhan oksigenasi dengan O2.4-0. Isoniazid 10-20 mg/kgBB/24 jam. Antipiretik: parasetamol/asam salisilat 10 mg/kgBB/dosis. atau fenitoin 5 mg/kgBB/24 jam. Antiedema serebri: Diuretikosmotik (seperti manitol) dapat digunakan untuk mengobati edema serebri. Sefalosporin generasi ketiga 2. 2. 3 x sehari atau Fenobarbital 57 mg/kgBB/24 jam. Amfisilin 150-200 mg/kgBB/24 jam IV. IM. 3 x sehari. 1 x sehari selama 1 tahun. Rifampisin 10-15 mg/kgBB/24 jam. 3. Streptomisin sulfat 20-40 mg/kgBB/24 jam.5 mgkgBB/dosis. oral.Obat anti-infeksi (meningitis tuberkulosa): 1. Obat anti-infeksi (meningitis bakterial): 1. 0. Pengobatan simtomatis: 1. 1-2 x sehari selama 3 bulan. Diazepam IV. 4.6 mg/kgBB. .2-0. 2x sehari maksimal 500 mg selama 1 setengah tahun. atau rectal: 0. 2.

Hidrosefalus obstruktif 2. Gangguan mental 10. DIC. 8. Attention deficit disorder BAB III adrenal .5. Sindrome water-friderichen (septik syok. Gangguan belajar 11. Efusi subdural 6. KOMPLIKASI 1. SIADH ( Syndrome Inappropriate Antidiuretic hormone ) 5. Cerebral palsy 9. MeningococcL Septicemia ( mengingocemia ) 3. Edema dan herniasi serebral 8.perdarahan bilateral) 4. Pemenuhan hidrasi atau pencegahan syok hipovolemik: pemberian tambahan volume cairan intravena. Kejang 7.

disritmia. taikardi. Tanda : ataksia. Makan . Riwayat kesehatan yang lalu 1. nadi menurun. gerakan involunter. dan tekanan nadi berat. Jenis kelamin. tanggal MR 2. Apakah pernah menderita penyait ISPA dan TBC ? 2. agama. Sirkulasi Gejala : Adanya riwayat kardiopatologi : endokarditis dan PJK. meliputi Nama. pendidikan. status pekawinan. 5.KONSEP DASAR KEPERAWATAN 1. Eliminasi Tanda : Inkontinensi dan atau retensi. kelumpuhan. alamat. Data bio-psiko-sosial 1. Pernahkah operasi daerah kepala ? 3. nomor regitrasi. Apakah pernah jatuh atau trauma kepala ? 3. 4. 6. Umur. pekerjaan. Aktivitas Gejala : Perasaan tidak enak (malaise). Biodata klien. Tanda : tekanan darah meningkat. PENGKAJIAN 1.

hemiparese. Tanda : letargi sampai kebingungan berat hingga koma. 8.Gejala : Kehilangan nafsu makan.reflek abdominal menurun dan reflek kremastetik hilang pada laki-laki. Tanda : gelisah. 7. kejang umum/lokal. kehilangan sensasi. Higiene Tanda : Ketergantungan terhadap semua kebutuhan perawatan diri. muntah. parestesia. babinski positif. ketulian dan halusinasi penciuman. 9. frontal). menangis. Tanda : anoreksia.anisokor. sulit menelan. kehilangan memori. 10. afasia. nistagmus. kejang. hiperalgesia. . fotofobia. rigiditas nukal. Nyeri/keamanan Gejala : sakit kepala (berdenyut hebat. Tanda : peningkatan kerja pernafasan. diplopia.ptosis. tanda brudzinki positif dan atau kernig positif. Neurosensori Gejala : Sakit kepala. Pernafasan Gejala : riwayat infeksi sinus atau paru. turgor kulit jelek dan membran mukosa kering. delusi dan halusinasi. terasa kaku pada persarafan yang terkena.

toksin dalam sirkulasi. INTERVENSI 1. ancaman kematian. Mandiri : 1. 5. kelemahan umum. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Risiko tinggi terhadap perubahan serebral dan perfusi jaringan berhubungan dengan edema serebral. Beri tindakan isolasi sebagai pencegahan 2. Anxietas berhubungan dengan krisis situasi. 3. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan neuromuskular. Pantau suhu secara teratur .2. Risiko tinggi terhadap trauma sehubungan dengan kejang umum/fokal. 3. Resiko tinggi terhadap penyebaran infeksi berhubungan dengan diseminata hematogen dari pathogen 2. 4. Pertahankan teknik aseptik dan teknik cuci tangan yang tepat. penurunan kekuatan 6. 3. Nyeri (akut) berhubungan dengan proses inflamasi. hipovolemia. vertigo. Resiko tinggi terhadap penyebaran infeksi berhubungan dengan diseminata hematogen dari patogen.

Pantau tanda vital dan frekuensi jantung. Resiko tinggi terhadap perubahan cerebral dan perfusi jaringan berhubungan dengan edema serebral. Pantau status neurologis. Auskultasi suara nafas ubah posisi pasien secara teratur. Tinggikan kepala tempat tidur 15-45 derajat. nadi yang tidak teratur demam yang terus menerus 5. penafasan. membatasi batuk. ampisilin. hipovolemia. 3. 2. klorampenikol. . Bantu berkemih. muntah mengejan. 2. 5. Kolaborasi : 1. suhu. masukan dan haluaran. 3. gentamisin. dianjurkan nfas dalam 6. 2. kejernihan dan bau ) Kolaborasi : 1. Mandiri : 1. Pantau BGA. Berikan cairan iv (larutan hipertonik. elektrolit ).4. Tirah baring dengan posisi kepala datar. Kaji keluhan nyeri dada. Cacat karakteristik urine (warna. peka rangsang dan kejang 4. Berikan terapi antibiotik iv: penisilin G. Kaji regiditas nukal.

Gunakan pelembab hangat pada nyeri leher atau pinggul Kolaborasi : Berikan anal getik. Resiko tinggi terhadap trauma berhubungan dengan kejang umum/vokal. codein . asetaminofen 3. Dukung untuk menemukan posisi yang nyaman(kepala agak tingi) 3. clorpomasin.4. pakaian dingin di atas mata. Berikan obat : steoid. Tirah baring selama fase akut kolaborasi berikan obat : venitoin. Pertahankan penghalang tempat tidur tetap terpasang dan pasang jalan nafas buatan 3. 2. asetaminofen. Mandiri : 1. Mandiri : 1. diaepam. 4. toksin dalam sirkulasi. kelemahan umum vertigo. berikan posisi yang nyaman kepala agak tinggi sedikit. Letakkan kantung es pada kepala. 4. latihan rentang gerak aktif atau pasif dan masage otot leher. Pantau adanya kejang 2. Berikan latihan rentang gerak aktif/pasif. Nyeri (akut ) berhubungan dengan proses infeksi. venobarbital.

5. 1. 3. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan neuromuskuler. Validasi persepsi pasien dan berikan umpan balik. Hilangkan suara bising yang berlebihan. Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan defisit neurologis 1. 7. Beri kessempatan untuk berkomunikasi dan beraktivitas.wicara dan kognitif. 3. .5. Ansietas berhubungan dengan krisis situasi. Berikan program latihan dan penggunaan alat mobiluisasi. Observasi respons perilaku. Kaji kesadara sensorik : sentuhan. 7. Bantu latihan rentang gerak. 4. Berikan perawatan kulit. berikan matras udsra atau air perhatikan kesejajaran tubuh secara fumgsional. sensorik dan proses pikir. Periksa daerah yang mengalami nyeri tekan. 2. 2.alam perasaaan. terapi okupasi. 1. 6. panas. dingin. masase dengan pelembab. kemamapuan berbicara. Kaji status mental dan tingkat ansietasnya. 6. Kaji derajat imobilisasi pasien. 4. 5. Pantau perubahan orientasi. ancaman kematian. Kolaborasi ahli fisioterapi. 2. Berikan penjelasan tentang penyakitnya dan sebelum tindakan prosedur.

peningkatan toleransi aktivitas. 7.3. reduksi/peningkatan nyeri. mendemonstrasikan tanda-tanda vital stabil. pencapaian tingkat nutrisi yang optimal. Beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaan. Tidak mengalami kejang/penyerta atau cedera lain. pemeliharaan kesehatan dan tidak adanya komplikasi. prosedur pembedahan. 6. 4. perawatan diri setelah pulang dari rumah sakit. 2. tanpa bukti penyebaran infeksi endogen atau keterlibatan orang lain. Mencapai masa penyembuhan tepat waktu. Mempertahankan tingkat kesadaran biasanya/membaik dan fungsi motorik/sensorik. reduksi ansietas. IMPLEMENTASI Sasaran utama dapat mencakup eliminasi yang adekuat dari produk sisa tubuh. Mencapai kembali atau mempertahankan posisi fungsional optimal dan kekuatan. 4. EVALUASI Adapun hasil yang ingin dicapai yaitu sebagai berikut : 1. pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit. Libatkan keluarga/pasien dalam perawatan dan beri dukungan serta petunjuk sumber penyokong. . 4. Meningkatkan tingkat kesadaran biasanya dan fungsi persepsi. 5. Tampak rileks dan melaporkan ansietas berkurang dan mengungkapkan keakuratan pengetahuan tentang situasi. 3. penjelasan informasi tentang diagnose. Melaporkan nyeri hilang/terkontrol dan menunjukkan postur rileks dan mampu tidur/istirahat dengan tepat. 5.

4. Mycobacterium tuberculosa. Menurut Smeltzer (2001). pembedahan atau injury yang berhubungan dengan sistem persarafan. Meningitis merupakan radang pada meningen (membran yang mengelilingi otak dan medula spinalis) dan disebabkan oleh virus. Kelainan sistem saraf pusat. Sedangkan faktor imunologinya adalah defisiensi mekanisme imun. infeksi maternal pada minggu terakhir kehamilan. Intervensi yang dapat diberikan kepada pasien dengan meningitis antara lain: . Peudomonas aeruginosa. Faktor predisposisi yang berperan antara lain jenis kelamin laki laki lebih sering dibandingkan dengan wanita. Streptococus haemolyticuss.BAB IV PENUTUP 1. Klebsiella pneumoniae. bakteri atau organ-organ jamur. KESIMPULAN Dari uraian singkat tentang meningitis diatas dapat diperoleh beberapa poin antara lain : 1. 5. Staphylococcus aureus. Faktor maternal anatar lain ruptur membran fetal. Neisseria meningitis (meningokok). Virus. Diplococcus pneumoniae (pneumokok). 2. Penyebab lainnya lues. Escherichia coli. Penyebab dari penyakit meningitis antara lain Bakteri. defisiensi imunoglobulin. Meningitis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu Meningitis serosa dan Meningitis purulenta. Toxoplasma gondhii dan Ricketsia 3. Haemophilus influenzae.

Letakkan kantung es pada kepala. Kaji status mental dan tingkat ansietasnya 2. Pantau perubahan orientasi. Semoga makalah ini dapat dijadikan sumber literature yang layak digunakan untuk mahasiswa. d. Pantau adanya kejang c. berikan posisi yang nyaman kepala agak tinggi sedikit. f. Beri tindakan isolasi sebagai pencegahan Tirah baring dengan posisi kepala datar. pakaian dingin di atas mata. SARAN Diharapkan dengan adanya makalah ini pembaca khususnya mahasiswa keperawatan dapat memperoleh ilmu yang lebih tentang penyakit meningitis dan bagaimana penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan meningitis. b.alam perasaaan. . latihan rentang gerak aktif atau pasif dan masage otot leher. Kaji derajat imobilisasi pasien.a. kemamapuan berbicara. sensorik dan proses pikir. e.

Jakarta : EGC. perawatan Medikal Bedah : Suatu Pendekatan Proses Keperawatan. N Made Sumarwati. Monica Ester. 1998.Ed.dkk. Alih bahasa Yasmin asih. Suzanne C & Bare.Editor edisi bahasa Indonesia. Alih Bahasa. Marilyn E.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. dkk.I. Tucker. Alih Bahasa Peter Anugrah. Ed. : yayasan Ikatan Alumni Pendidikan . And Outcome.Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta : EGC. Jakarta : EGC. Price. Barbara C. 4. Ed. Smeltzer. Monica Ester. Long. Harsono. Patient care Standards : Nursing Process.(1999). 1996. diagnosis. Jakarta : EGC.Ed. Susan Martin et al. Ed.Brenda G. I Made. Pathophysiology : Clinical Concepts Of Disease Processes.3. Sylvia Anderson. Editor edisi bahasa Indonesia. Bandung Keperawatan.(1996).Yogyakarta : Gajah Mada University Press.Buku Ajar Neurologi Klinis.(2001).DAFTAR PUSTAKA Doenges.8. Kariasa.Alih bahasa. 1994. 5. Agung Waluyo. Yasmin asih.

com/ 2007/12/askep-pada-meningitis. Farly. Disitasi http://nursingbegin.html. Diakses tanggal 12 Desember 2010 Anonymous.blogspot. http://erathenurse.http://one.Erathenurse. 2010. 2010. 2007. Di akses tanggal 2 Desember 2009 pukul 18. Diakses tanggal 12 Desember 2010 .allrefer. 2008. Disitasi http://augusfarly.40 Farinqhustank.com/2010/07/29/asuhankeperawatan-meningitis/.com/judul-skripsi-tugasmakalah/kedokteran/meningitis.wordpress. Di akses tanggal 2 Desember 2009 pukul 18. Meningitis . Diakses tanggal 12 Desember 2010.indoskripsi.com/askep-meningitis/.40 Anonymous. Augus. Askep pada meningitis. Disitasi http://health.com/pictures-images/kernigs-sign-ofmeningitis.html.