You are on page 1of 12

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Peneliti melakukan penelitian pada Perusahaan Food and Beverage di
Bursa Efek Indonesia melalui media internet dengan situs www.idx.co.id.
Waktu penelitian dimulai dari Januari 2015 hingga Juni 2015.
Tabel 3.1
Waktu Penelitian

Jenis
Kegiatan

Januari

Tahun 2015
Maret
April

Februar
Mei
Juni
i
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Penyusunan
Proposal
Bimbingan
Proposal
Seminar
Proposal
Perbaikan
Proposal
Penyusunan
Skripsi
Pengajuan
Ujian
Skripsi

25

Sedangkan Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.co. diklasifikasikan.26 3. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Tahap pertama dilakukan melalui studi pustaka yakni pengumpulan data pendukung berupa penelitian terdahulu dan laporan-laporan yang dipublikasikan untuk mendapatkan gambaran dari masalah yang akan diteliti.id 3. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. b. Tahap kedua dilakukan melalui pengumpulan data sekunder yang diperlukan berupa laporan-laporan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui www. penelitian terdahulu. dianalisis. jurnal.2 Jenis dan Sumber Data Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif yang merupakan analisis dimana data dikumpulkan. .idx. dan diinterprestasikan secara objektif sehingga memberikan informasi dan gambaran mengenai topik yang dibahas. Data sekunder yang digunakan adalah data yang diperoleh berdasarkan hasil publikasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu laporan keuangan.3 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. serta data-data yang diperoleh dari media internet.

Perusahaan Food and Beverage yang menerbitkan laporan keuangan secara berturut-turut selama periode 2011-2013.27 Populasi dalam penelitian ini seluruh perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013. Jumlah Sampel Penelitian Sumber: www. Perusahaan Food and Beverage menghasilkan laba selama periode 2011-2013. Tabel 3.3 Daftar Pengambilan Sampel No. 3.idx. sedangkan sampel yang dilakukan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling.id. Perusahaan-perusahaan yang dijadikan sampel disajikan dalam tabel dibawah ini. Ada kriteria pengambilan sampel yang ditetapkan oleh peneliti sebagai berikut: 1. yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan suatu kriteria tertentu.co. Keterangan 1. Perusahaan Food and Beverage yang tidak menerbitkan laporan keuangan secara berturut-turut selama periode 2011-2013 3. 2. Perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013 2. Data tahun . Perusahaan Food and Beverage mengalami kerugian selama periode 2011-2013 4. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 17 perusahaan yang terdaftar (listing) di Bursa Efek Indonesia dengan periode penelitian selama tiga tahun. data diolah (2015) Jumlah 17 (3) (1) 13 Berdasarkan kriteria tersebut maka diperoleh sampel perusahaan Food and Beverage yang memenuhi persyaratan adalah sebanyak 13 perusahaan. Perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2013.

dan Patricia. Perusahaan-perusahaan yang memenuhi kriteria dapat dilihat pada lampiran 1. Total Asset Turn Over. 1.4 Definisi Operasional Pengukuran Variabel Variabel dependen adalah Return On Asset (ROA) adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk melihat perbandingan antara laba bersih yang dilaporkan terhadap total aktiva di neraca. Net Profit Margin dan Ukuran Perusahaan. Daniel.(Robert.28 yang digunakan yaitu selama tahun 2011-2013.1996 : 83) Rumusnya meliputi : Return On Assets ( ROA ) = Laba Bersih Setelah Pajak Total Aktiva Variabel Independen dalam penelitian ini adalah variabel yang mempengaruhi variabel Y yaitu Quick Ratio. 3. Angka tahun pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 tahun berturut-turut sehingga jumlah observasi dalam penelitian ini sebanyak 39 observasi. Rasio cepat membandingkan aset cepat yang didefinisikan sebagai kas dan aset yang dekat dengan kas terhadap kewajiban lancar.(Helfert. Quick Ratio Quick Ratio merupakan alat uji likuiditas yang lebih ketat daripada rasio lancar.2008 : 716) .

2011 : 264).(Harrison.Walter.4 sebagai berikut : . Total Asset Turn Penjualan = (TATO) Total Aktiva 3. dkk.(Mukhlasin. Laba Bersih Setelah Pajak Net Profit Margin ( NPM )= Penjualan Perusahaan 4. Net Profit Margin Net Profit Margin menunjukkan persentase dari setiap penjualan yang dihasilkan sebagai laba bersih. 2002 dalam Julyana. 2012:185).2014) Rumusnya adalah : ¿ Logaritma Natural(¿ Total Asset) Definisi operasional dan pengukuran variabel yang sudah dijelaskan pada Tabel 3.29 Rumusnya adalah : Quick Ratio ( QR )= Aset Lancar −Persediaan Kewajiban Lancar 2. Ukuran Perusahaan Ukuran Perusahaan menunjukkan seberapa besar perusahaan dilihat dari total aktiva yang dimilikinya. Total Asset Turn Over (TATO) Total Asset Turn Over mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari setiap rupiah aktiva (Kasmir.

Regresi linier berganda menggunakan model persamaan sebagai berikut : . Analisis Linier Berganda dipergunakan karena variabel terikat yang dicari dipengaruhi oleh tiga variabel bebas.30 Tabel 3.4 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel Definisi Operasional Profitabilitas (Y) Kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba tergantung pada efisiensi dan efektivitas pelaksanaan operasi. analisis terhadap data yang dilakukan menggunakan analisis linier berganda.5 Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini. serta sumber daya yang tersedia untuk melakukannya kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang lebih likuid yaitu tanpa memasukkan unsur persediaan dibagi dengan kewajiban lancar Quick Ratio (X1) Total Asset Turn Over (X2) Net Profit Margin (X3) Ukuran Perusahaan (X4) Rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dengan membandingkan penjualan dan total aset perusahaan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan Suatu ukuran perusahan dinilai dari besar kecilnya aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Indikator Variabel Skala Pengukuran Laba Bersih RasioSetelah Pajak Return On Assets ( ROA ) = Total Aktiva Rasio Quick Ratio ( QR )= Aset Lancar −Persediaan Kewajiban Lancar Total Asset Turnover( TATO)= Net Profit Margin ( NPM )= ¿ ln(¿ Total Asset ) Penjualan Rasio Total Aset Laba Rasio Bersih Setelah Pajak Penjualan Perusahaan Rasio 3.

6 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. disperse (deviasi standard dan varian) dan koefisien korelasi antar variabel penelitian. Statistik deskriptif dapat digunakan bila peneliti hanya ingin mendeskripsikan data sampel. Ukuran yang digunakan dalam statistik deskriptif antara lain berupa frekuensi. median.b2. .b3.31 Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Keterangan : Y = Return On Asset (ROA) a = Konstanta b1. b4 = Koefisien Regresi yang menunjukan perubahan variabel dependen berdasarkan pada variabel independen X1 = Variabel Quick Ratio (QR) X2 = Variabel Total Asset Turn Over (TATO) X3 = Variabel Net Profit Margin (NPM) X4 = Variabel Ukuran Perusahaan (SIZE) e = Persentase Kesalahan (0. modus). tendensi sentral (rata-rata. dan tidak ingin membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi dimana sampel tersebut diambil.05) 3.

b. Pada unit normalitas data-data tersebut dapat dilihat dengan normal probability plot dan dengan menggunakan metode One Sample Kolmogorov-Smirnov.7 Uji Asumsi Klasik Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini model analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 13. Pengujian asumsi tersebut antara lain : uji normalitas.32 3. Penggunaan metode analisis regresi dalam pengujian hipotesis. . uji multikolinieritas. Jika nilai signifikan lebih besar dari 0. Dasar pengambilan keputusan normal atau tidaknya data yang akan diolah adalah sebagai berikut : a. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah sampel yang digunakan dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. terlebih dahulu diuji apakah model tersebut memenuhi asumsi klasik atau tidak. uji autokorelasi dan uji heteroskesdastitas.7. Apabila hasil signifikan lebih kecil dari 0.05 maka data tersebut tidak terdistribusi secara normal. variabel dependen dan variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. 3.05 maka data terdistribusi normal.1 Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah regresi.

2013 : 105). Jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10.7.2 Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Pada penelitian ini. gejala autokorelasi dideteksi penulis dengan menggunakan Uji Durbin – Watson lewat SPSS. Masalah ini timbul karena residual (masalah penggangu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. 3. Model regresi yang baik adalah model yang tidak terjadi multikolinearitas (Ghozali.3 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan penggangu padaperiode t dengan kesalahan pada periode t – 1 (sebelumnya). dan jika nilai Tolerance lebih dari 0.10 menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antar variabel independen sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas. Hasil pengujian multikolinearitas dapat dilihat berdasarkan nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan nilai Tolerance.7.33 3. Pengambilan keputusan ada tidaknya Autokorelasi ditentukan berdasarkan kriteria berikut (Ghozali. Autokorelasi muncul karena obsevasi yang berurutan sepanjang waktu dan berkaitan satu sama lain. Hal ini sering ditemukan pada data runtun waktu atau time series karena “gangguan” pada individu atau kelompok cenderung mempengaruhi individual atau kelompok padaperiode berikutnya. 2013:110): . maka dinamakan ada problem autokorelasi. Jika terjadi korelasi.

7. maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y.8 Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap. melebar kemudian menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedatisitas. menggunakan lebih dari satu variabel independen yang mempengaruhi variabel dependen agar taksiran menjadi lebih akurat. . Heteroskedastisitas dalam penelitian ini dideteksi dengan melihat grafik scatter plot.34 Hipotesis nol Tdk ada autokorelasi positif Keputusan Tolak Jika 0 < dw < dl Tdk ada autokorelasi positif No decision dl ≤ dw ≤ du Tdk ada korelasi negatif Tdk ada korelasi negatif Tdk ada autokorelasi.4 Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Positif atau negatif Tolak No decision 4 . 2013:139). Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas.dl < dw < 4 4 . sebaliknya jika tidak ada pola yang jelas. maka tidak terjadi heteroskedatisitas (Ghozali.dl Tdk ditolak du < dw < 4 – du 3.du ≤ dw ≤ 4 . seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang. 3. Jika dalam grafik ada pola tertentu.

Seperti halnya dengan uji hipotesis secara simultan.05 maka hipotesis ditolak. b.2 Uji Signifikansi Simultan (Uji-F) Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen dari suatu persamaan regresi (Ghozali. Maka pedoman yang digunakan adalah jika nilai signifikansi lebih kecil maka kesimpulan yang diambil adalah menerima hipotesis yang berarti koefisien signifikan secara statistik (Ghozali. 2014). 2014).8.05.1 Uji Signifikansi Parsial (Uji-t) Uji t digunakan untuk menguji seberapa jauh pengaruh variabel independen secara individual terhadap variabel dependen (Ghozali. 3. uji signifikansi simultan. pengambilan keputusan uji hipotesis secara parsial juga didasarkan pada nilai probabilitas yang didapatkan dari hasil pengolahan data melalui program SPSS Statistik Parametik sebagai berikut: a.8.35 Pengujian jipotesis dalam penelitian ini dibagi menjadi uji signifikansi parsial. dan koefisien determinasi. 2014). . 2006 dalam Julyana.05 maka hipotesis diterima. 2006 dalam Julyana. 2006 dalam Julyana. 3. Jika probabilitas > 0. Jika probabilitas < 0. Hipotesis nol yang dikemukakan dalam pengujian ini adalah bahwa semua variabel independen yang dipergunakan dalam model persamaan regresi serentak tidak berpengaruh terhadap variabel dependen jika nilai signifikansi lebih besar dari 0.

8.36 3. Koefisien ini dapat ditentukan berdasarkan hubungan antar dua macam variasi yaitu variasi variabel y terhadap garis regresi dan variasi variabel y terhadap rata-ratanya.3. . Besarnya koefisien determinasi (R2) antara 0 (tidak ada pengaruh) sampai dengan 1 (pengaruh sempurna). Koefisien determinasi merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat hubungan variabel independen dan variabel dependen. Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi yang biasa disimbolkan dengan R kuadrat (R-square).