You are on page 1of 15

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari situs Bursa
Efek Indonesia (www.idx.co.id). Data yang digunakan merupakan data laporan
keuangan yang dipublikasikan selama periode 2011-2013. Sebelum melakukan
pengujian hipotesis melalui pengujian model, penelitian ini terlebih dahulu
melakukan analisis statistik deskriptif dan pengujian asumsi klasik. Tujuannya
yaitu untuk menjamin terpenuhinya asumsi yang diperlukan dalam melakukan
pengujian terhadap model regresi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Quick
Ratio, Total Asset Turn Over, Net Profit Margin, dan Firm Size baik secara parsial
maupun simultan terhadap Return On Asset pada perusahaan Food and Beverage
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
4.1.1 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif ini memberikan gambaran mengenai nilai minimum,
nilai maksimum, nilai rata-rata,varians serta standar deviasi data yang digunakan
da;am penelitian. Statistik dalam penelitian disajikan dalam tabel 4.1 berikut :

38

54706 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Tabel 4.72 5.6018 dengan nilai tertinggi sebesar 32. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk serta standar deviasinya sebesar 0.88 pada perusahaan PT.39 Tabel 4.88 31.13 pada perusahaan PT.02241.81311 1.96 pada perusahaan PT. diperoleh rata-rata sebesar 1.3585 dengan nilai tertinggi sebesar 5.43 . diperoleh rata-rata sebesar 9.53860.09148 1.1 menunjukkan deskriptif variabel penelitian dengan jumlah data setiap variabel yang valid ada sebanyak 39 sampel. Multi Bintang Indonesia Tbk serta standar deviasinya sebesar 1.9503 dengan nilai tertinggi sebesar 65. Multi Bintang Indonesia Tbk dan nilai terendah sebesar 2.53680 7. diperoleh rata-rata sebesar 1.96 32.1 Deskriptif Tabel Penelitian Descriptive Statistics N ROA QR TATO NPM SIZE Valid N (listwise) 39 39 39 39 39 39 Minimum 2.99 Mean 12. Sekar Laut Tbk serta standar deviasinya 12. Untuk variabel Net Profit Margin (NPM). Untuk variabel Quick Ratio (QR).3156 Std.3638 dengan nilai tertinggi sebesar 2.6018 28.02241 .49 pada perusahaan PT. Delta Djakarta Tbk dan nilai terendah sebesar 0. Multi Bintang .43 pada perusahaan PT.81311. Deviation 12.9503 1.79 . Prasidha Aneka Niaga Tbk dan nilai terendah sebesar 0.13 2.09 Maximum 65.3638 9. Untuk variabel Total Asset Turn Over (TATO).72 pada perusahaan PT.49 1. Untuk variabel Return On Asset (ROA) perusahaan sampel diperoleh rata-rata sebesar 12.79 pada perusahaan PT.3585 1.67 26.

132 1.40 Indonesia Tbk dan nilai terendah sebesar 1. 4.1 Uji Normalitas Uji normalitas data bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi.2 diperoleh besarnya nilai signifikansi lebih kecil dari 0. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 b.015 QR 39 1.3638 . Dari hasil pengolahan data pada tabel 4.09 pada perusahaan PT.81311 .561 .1. Indofood Sukses Makmur Tbk dan nilai terendah sebesar 26.214 1.2.185 -.67 pada perusahaan PT.154 .203 -. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.53680 .250 . diperoleh rata-rata sebesar 28. Data yang tidak berditribusi normal dapat disebabkan oleh adanya data sangat .081 TATO 39 1. Sig.265 .086 1.54706.187 .3156 1.187 -.9503 12.1. Sig (2-tailed) dibawah tingkat signifikansi sebesar 0.157 -. Prasidha Aneka Niaga Tbk serta standar deviasinya sebesar 7.979 .05 maka diartikan bahwa variabel-variabel tersebut memiliki data distribusi tidak normal. variabel dependen dan variabel independen memiliki distribusi normal atau tidak.54706 .139 NPM 39 9.99 pada perusahaan PT.09148. Diuji dengan menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov test variabel-variabel yang mempunyai asymp.3156 dengan nilai tertinggi sebesar 31.6018 7.075 . Sekar Laut Tbk serta standar deviasinya sebesar 1. Untuk variabel Firm Size (SIZE).166 .185 .b Most Extreme Differences Mean Std. Tabel 4.250 -.157 . Calculated from data.182 1.02241 .09148 .05 maka data residual tidak berditribusi normal.293 a.2 Uji Asumsi Klasik 4.2 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ROA N Normal Parametersa. (2-tailed) 39 12.3585 1.203 . Test distribution is Normal.132 SIZE 39 28.

Tabel 4.093 .766 . Beberapa cara mengatasi data berditribusi normal yaitu : - Melakukan trasnformasi data kebentuk lainnya Melakukan trimming.1472 .2 Uji Multikolinieritas .3 Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi Akar Kuadrat One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N Normal Parametersa. yaitu mengubah nilai data yang outliner ke suatu nilai tertentu Untuk mengubah nilai residual agar berditribusi normal.1. (2-tailed) ROA QR 39 3.869 .951 . yaitu membuang data outliner Melakukan winsorizing.042 .126 1. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Dari hasil pengolahan data pada tabel 4. 4.9147 1.326 a.139 .3090 1. Sig. berikut ini hasil pengujian dengan KolmogorovSmirnov. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.05 maka H0 diterima yang berarti data residual berditribusi normal. Calculated from data.b Most Extreme Differences Mean Std.2.949 .123 . Setelah dilakukan transformasi data ke model logaritma natural.41 menyimpang dari nilai data lainnya. NPM.14395 .06564 .152 -. dan SIZE diperoleh besarnya nilai signifikansi lebih besar dari 0.227 39 1.152 -.071 .329 NPM 39 2.123 -.22118 . kemudian data diuji ulang berdasarkan asumsi normalitas. peneliti melakukan transformasi data ke model logaritma natural.3193 .3 pada variabel ROA.36576 . Test distribution is Normal.152 .600 SIZE 39 5.075 .108 . TATO.167 -.139 -.1082 . b.167 .43305 .152 .437 TATO 39 1. QR.

544 a. Dependent Variable: ROA Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Dari Tabel 4. 4.42 Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). TATO.2.1 dan nilai VIF dibawah 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan model regresi yang diajukan bebas dari multikolinieritas. dan SIZE dimana nilai tolerance dan VIF berbeda.3 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). TATO. dan SIZE diatas 0.649 .088 1.4 diatas pada variabel dependen ROA.784 .5 Hasil Uji Autokorelasi . Tabel 4. NPM. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas.540 1. Nilai Tolerance untuk QR.648 QR TATO NPM SIZE 1.275 1. dengan variabel QR.919 .1. Tabel 4. NPM.4 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model 1 Collinearity Statistics Tolerance VIF .

Predictors: (Constant).7215 dan nilai batas bawah (dl) sebesar 1. Nilai ini akan peneliti bandingkan dengan nilai tabel menggunakan signifikansi 5% jumlah pengamatan (n) sebanyak 39.713 berada diatas nilai du = 1.2.43 Model Summaryb a Model 1 Durbin-Watson 1. Dasar pengambilan keputusan yaitu : . TATO b.2734. Salah satu untuk menguji ada tidaknya Heteroskedastisitas pada penelitian ini adalah dengan menggynakan program SPSS.7215 dan kurang dari 4. Dependent Variable: ROA Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Hasil uji autokorelasi diatas menunjukan nilai statistik Durbin Watson (DW) sebesar 2. Untuk nilai Durbin Watson sebesar 2. 4. Model regresi yang baik adalah yang Homokedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas.713. SIZE. Berdasarkan tabel Durbin-Watson didapat nilai batas atas (du) sebesar 1. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi. Jika variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap.1. NPM.739 a.4 Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. dan jumlah variabel independennya 4 (k=4). maka disebut Homokedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. QR.

seperti titik-titik yang membentuk suatu pola yang teratur (bergelombang. 0-12 -3-2-1R 0 1 2 3 4 egrsionStadrizedPrictedValue Gambar 4. serta titik-titik menyebar di atas dan di R egrsionStudentizdR esidual bawah angka 0 pada sumbu Y. maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.melebar kemudian menyempit).1 Hasil Uji Heteroskedastisitas Pada Pola Scatterplot di gambar 4. 2.1 yang memperlihatkan titik-titik heteroskedastisitas terdapat diagram tidak membentuk pola tertentu dimana pola . maka telah terjadi Heteroskedastisitas.44 S c a t e r p l o t D e p n d e t V a r i b l e : R O A 423 1 1. Jika ada pola tertentu. Jika tidak ada pola yang jelas.

330 45.429 16.000 .0.6 berikut : Table 4.3 Hasil Uji Parsial Dalam pengolahan data dengan menggunakan regresi linear dilakukan beberapa tahap untuk mencari hubungan antara variable independen dan variable dependen melalui pengaruh QR.252 t -2. . Dependent Variable: ROA Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Berdasarkan data diatas dapat dirumuskan suatu persamaan regresi untuk Return On Asset (ROA) pada perusahan Food and Beverage sebagai berikut Y = -3. 4.000 .401 1.164 1.416 .670 .1.162 .670 X2+ 1. Hasil regresi dilihat pada table 4.029 -.45 tertentu serta titik-titik heteroskedastisitas menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y.129 .287 .186 Sig.129 X1 + 2. Kesimpulannya adalah bahwa regrsi terbebas dari kasus heteroskedastisitas dan memenuhi persyaratan uji asumsi klasik tentang heteroskedastisitas. NPM.125 -. dan SIZE terhadap ROA pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.022 .854 a.6 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji-t) Coefficientsa Model 1 (Constant) QR TATO NPM SIZE Unstandardized Coefficients B Std.287 X3. Error -3. TATO.399 + 0.047 X4 Keterangan : .090 2.399 1.047 .

Konstanta (B) sebesar -3. 3. Quick Ratio (QR) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA).46 Y = Return On Asset (ROA) X1 = Variabel Quick Ratio (QR) X2 = Variabel Total Asset Turn Over (TATO) X3 = Variabel Net Profit Margin (NPM) X4 = Variabel Ukuran Perusahaan (SIZE) e = Persentase Kesalahan (0. hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan 0.000 sehingga hipotesis diterima.670.129 dengan asumsi variabel lain dianggap nol.670 dengan asumsi variabel lain dianggap nol. Artinya apabila Quick Ratio (QR) naik sebesar 1 satuan maka Return On Asset (ROA) naik sebesar 0.05) Koefisien-koefisien persamaan linear berganda diatas dapat diartikan dalam kalimat dibawah ini : 1. hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan 0. dan Firm Size (SIZE) sama dengan nol maka Return On Asset (ROA) mengalami penurunan sebesar 3. 2.129.399. Net Profit Margin (NPM). Nilai Koefisien regresi Total Asset Turn Over (TATO) sebesar 2.399 menunjukkan bahwa variable Quick Ratio (QR). Nilai Koefisien regresi Quick Ratio (QR) sebesar 0. Total Asset Turn Over (TATO) berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA). Total Asset Turn Over (TATO).162 sehingga hipotesis ditolak. . Artinya apabila Total Asset Turn Over (TATO) naik sebesar 1 satuan maka Return On Asset (ROA) naik sebesar 2.

47 4. hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan 0.047. hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikan 0. 4.4 Hasil Uji Simultan (Uji-F) Uji statistik F dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen.854 sehingga hipotesis ditolak.000 sehingga hipotesis diterima. Artinya apabila Firm Size (SIZE) naik sebesar 1 satuan maka Return On Asset (ROA) turun sebesar 0. 5.7 Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji-F) .047 dengan asumsi variabel lain dianggap nol.287. Net Profit Margin (NPM) berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA). Nilai Koefisien regresi Firm Size (SIZE) sebesar -0.1. Hasil uji statistik F dalam penelitian ini dapat dilihat pada table berikut ini : Tabel 4. Nilai Koefisien regresi Net Profit Margin (NPM) sebesar 1. Firm Size (SIZE) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA).287 dengan asumsi variabel lain dianggap nol. Artinya apabila Net Profit Margin (NPM) naik sebesar 1 satuan maka Return On Asset (ROA) naik sebesar 1.

649) sehingga hipotesis diterima. SIZE. . Nilai signifikan 0. Dependent Variable: ROA Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Dari tabel 4.993a Adjusted R Square . Predictors: (Constant). Total Asset Turn Over. Akan tetapi apabila R mendekati 0 hubungan antara kedua variabel (X dan Y) sangat lemah atau mungkin tidak ada . dan Firm Size) secara simultan (bersamasama) berpengaruh terhadap ROA.1. TATO b. 4.7 diatas.984 a. QR.061 > 2.061 Sig. SIZE. Berikut hasil pengujiannya : Tabel 4. Net profit Margin. NPM.000 < 0. NPM. QR.649 (596. Dependent Variable: ROA Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 13 Nilai koefisien korelasi yang mendekati -1 atau 1 menyatakan bahwa kedua variabel (X dan Y) adalah kuat.5 Uji Determinasi (Uji R2) Tujuan koefisien determinasi adalah untuk melihat sejauh mana variabel independen mampu menjelaskan variasi variabel dependen.48 ANOVAb Model 1 Regression F 596.8 Koefisien Determinasi Hipotesis Model Summaryb Model 1 R .000a a.05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel ROA atau hal diatas juga menjelaskan bahwa variabel independen penelitian (Quick Ratio.061 sedangkan Ftabel 2. TATO b. dapat dilihat nilai F hitung 596. Predictors: (Constant).

Menurut replikasi Merti dengan pengujian simultannya adalah Quick Ratio.649 (596.649) dengan nilai signifikan 0. Total Asset Turn Over. Nilai koefisien determinasi mempunyai nilai sebesar 0. Pada tabel 4.2. Artinya sebesar 98.061 > 2.993 atau 99.061 sedangkan Ftabel 2.1 Pengujian secara Simultan Berdasarkan Quick Ratio. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 1.3% hal ini menunjukkan bahwa hubungan Quick Ratio. Net Profit Margin dan Firm Size terhadap Return On Asset (ROA) pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013. Net profit Margin.49 sama sekali. TATO.1 Pengaruh Quick Ratio (QR) terhadap Return On Asset (ROA) .4% perubahan dalam nilai ROA dapat dijelaskan oleh QR. dan Firm Size berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap Return On Asset (ROA) dimana nilai Fhitung 596. NPM.2 Pengujian Secara Parsial Pengujian secara parsial ini digunakan untuk menguji pengaruh Quick Ratio.05.984. Total Asset Turn Over.6% dejelaskan oleh factor variabel lain yang tidak dijelaskan dalam model penelitian ini. dan SIZE. 4. Net profit Margin. Net Profit Margin dan Firm Size berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap Return On Asset (ROA) pada perusahaan Kimia & Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 20082011. 4.2.2 Pembahasan 4. 4.2. Total Asset Turn Over. dan Firm Size berkorelasi kuat.2.8 dapat disimpulakn bahwa nilai koefisien korelasi atau R sebesar 0.000 < 0.

Hal ini menunjukan bahwa Quick Ratio (QR) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini menunjukan bahwa Total Asset Turn Over (TATO) berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Asset (ROA).2.2.05. Hasil pengujian hipotesis Quick Ratio menunjukkan hipotesis ditolak. Hal ini berarti penggunaan aktiva lancar dalam membayar hutang jangka pendek tersebut tidak memberi pengaruh terhadap besar kecilnya laba yang dihasilkan. 4.030 (thitung > ttabel ) dan tingkat signifikan 0. Hasil pengujian hipotesis Total Asset Turn Over (TATO) menunjukkan hipotesis diterima. Hal ini disebabkan efektivitas perusahaan dalam mengunakan . Hasil penelitian Yudhistira (2012) menunjukkan Total Asset Turn Over (TATO) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA).429 sedangkan nilai ttabel yang diperoleh sebesar 2. Dari hasil pengujian diperoleh nilai thitung Total Asset Turn Over (TATO) sebesar 16.330 sedangkan nilai ttabel yang diperoleh sebesar 2.2 Pengaruh Total Asset Turn Over (TATO) terhadap Return On Asset (ROA) Pengujian hipotesis untuk menguji pengaruh Total Asset Turn Over (X2) terhadap Return On Asset (ROA) digunakan uji t. Dari hasil pengujian diperoleh nilai t hitung Quick Ratio (QR) sebesar 1.05. Penelitian ini tidak sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yudhistira (2012).162 lebih besar dari 0.030 (thitung < ttabel ) dan tingkat signifikan 0.50 Pengujian hipotesis untuk menguji pengaruh Quick Ratio (X1) terhadap Return On Asset (ROA) digunakan uji t. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Merti (2013).000 lebih kecil dari 0. Quick Ratio juga tidak berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA).

186 sedangkan nilai ttabel yang diperoleh sebesar 2. Hasil pengujian hipotesis Net Profit Margin (NPM) menunjukkan hipotesis diterima.854 lebih besar dari 0. Dari hasil pengujian diperoleh nilai t hitung Firm Size (SIZE) sebesar -0. 4. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Merti (2013). Hal ini menunjukan bahwa Net Profit Margin (NPM) berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Asset (ROA).2. Hal ini disebabkan tinggi rendahnya penjualan yang dihasilkan pada tingkat biaya tertentu dapat mempengaruhi tinggi rendahnya laba yang akan dihasilkan pula.030 (thitung < ttabel ) dan tingkat signifikan 0.2. Net Profit Margin (NPM) berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini menunjukan bahwa Firm Size (SIZE) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Asset (ROA).125 sedangkan nilai t tabel yang diperoleh sebesar 2. Hasil Penelitian ini tidak sama dengan .05.000 lebih kecil dari 0.05. 4.51 keseluruhan asset untuk menciptakan penjualan sehingga dapat berpengaruh terhadap laba yang dihasilkan.4 Pengaruh Firm Size (SIZE) terhadap Return On Asset (ROA) Pengujian hipotesis untuk menguji pengaruh Firm Size (X4) terhadap Return On Asset (ROA) digunakan uji t.2.2.3 Pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap Return On Asset (ROA) Pengujian hipotesis untuk menguji pengaruh Net Profit Margin (X3) terhadap Return On Asset (ROA) digunakan uji t.030 (thitung > ttabel ) dan tingkat signifikan 0. Dari hasil pengujian diperoleh nilai thitung Net Profit Margin (NPM) sebesar 45.

. Hasil pengujian hipotesis Firm Size (SIZE) menunjukkan hipotesis ditolak.52 penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Merti (2013). Hal ini berarti besar kecilnya total aktiva yang dimiliki perusahaan tidak berpengaruh terhadap besar kecilnya profit yang dihasilkan oleh perusahaan. Firm Size (SIZE) berpengaruh secara parsial terhadap Return On Asset (ROA).