You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Sebagai materi penyusunan makhluk hidup, sel dapat melakukan
aktivitas untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dengan kata lain,
sel dapat dikatakan sebagai kesatuan struktural dan fungsional yang
keberadaanya dalam makhluk hidup akan memberikan pengaruh yang besar
terhadap kepribadian dan tingkah laku masing-masing makhluk hidup
tersebut dalam menjalankan kehidupannya.
Dari kupu-kupu hingga kanguru, dari pohon kelapa hingga cemara
semua tersusun atas sel. Makhluk hidup ada yang tersusun dari satu sel saja,
disebut organisme uniseluler, dan ada makhluk hidup yang tersusun lebih
dari satu sel, disebut organisme multiseluler. Sel meskipun memiliki ukuran
sangat kecil, sel tergolong luar biasa. Kenapa? Sel bagai sebuah pabrik yang
senantiasa bekerja agar kehidupan terus berlangsung. Ada bagian sel yang
berfungsi menghasilkan energi, ada yang bertanggung jawab terhadap
perbanyakan sel, dan ada bagian yang menyeleksi lalu lintas zat masuk dan
keluar sel.
Dengan mempelajari komponen sel, kita akan dapat memahami fungsi
sel bagi kehidupan.
Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke (yang hidup pada 1635-1703).
Hooke (pada tahun 1665) mengamati sel gabus dengan menggunakan
mikroskop sederhana. Ternyata sel gabus tersebut tampak seperti ruanganruangan kecil. Maka, dipilihlah kata dari bahasa Latin yaitu cellula yang
berarti kamar kecil untuk menamai objek yang ditemukannya itu. Dalam
kesempatan kali ini, penulis akan membahas mengenai sel hewan, baik
struktur juga fungsi nya.
1.2. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan sel ?
2. Bagaimana organisasi sel hewan ?
3. Jelaskan fungsi masing-masing organel sel hewan ?

1.3. TUJUAN PENULISAN


1. Untuk mengetahui pengertian sel
2. Untuk mengetahui bagaimana organisasi sel hewan
3. Untuk mengetahui fungsi masing- masing organel sel hewan
1.4. MANFAAT PENULISAN
Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat
bagi semua pihak khususnya kepada mahasiswa untuk menambah
pengetahuan dan wawasan mengenai struktur dan fungsi sel pada
hewan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Organisasi Sel Hewan


Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Setiap Organisme di dunia

initersusunatassel-sel yang saling berintegrasi membentuk suatu fungsi


tertentu dalam tubuh makhluk hidup. Baik organism tingkat seluler

(Uniseluler) maupun organism Multiseluler. Sel pertama kali dikenalkan oleh


ilmuwan dari Inggris bernama Robert Hooke pada tahun 1665 yang
mengamati jaringan gabus pada pada tumbuhan dengan menggunakan
lensa pembesar. Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di
bawah mikroskop. Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat ronggarongga yang dibatasi oleh dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan,
strukturnya mirip sarang lebah. Satuan terkecil dari rongga tersebut
dinamakan sel. Nama sel diambilnya dari bahasa Yunani Kytos yang berarti
ruang kosong, sedangkan bahasa latin ruang kosong adalah cella.
Perkembangan teori tentang sel dimulai pada tahun 1839 sampai akhir
abad XIX.
Schleidendan T. Schwann. Sel sebagai unit structural terkecil makhluk
hidup. Teori ini menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup disusun atas
sel-sel. Sel adalah bagian terkecil makhluk hidup yang menyusun
makhluk hidup.
Max Schultze. Sel sebagai unit fungsional terkecil makhluk hidup. Teori ini
menjelaskan bahwa sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup yang
melakukan fungsi kehidupan. Fungsi-fungsi kehidupan di dalam sel dapat
ditunjukkan dengan adanya metabolism sel dan pengaturan sel oleh
nukleus.
Rudolf Virchow. Sel sebagai unit pertumbuhan terkecil makhluk hidup. Sel
sebagai penyusun terkecil makhluk hidup selain menjalankan suatu
fungsi kehidupan juga mengalami pertumbuhan. Sel dapat mengalami
perpanjangan ukuran maupun perbesaran volume sel.
Akhirabad XIX. Sel sebagai unit hereditas terkecil makhluk hidup. Sel
memiliki struktur yang dinamakan degan nukleus (intisel). Nukleus
memiliki peranan sebagai pembawa materi genetik (tersimpan sebagai
molekul DNA) yang memiliki sifat di wariskan kegenerasi sel selanjutnya.
Sel

dapat

digolongkan

menjadi

dua

berdasarkan

ada

tidaknya

membran nukleus (membran inti), yaitu sel prokariot, jenis sel yang tidak
dilengkapi dengan membran inti contohnya bakteri dan ganggang alga biru
1

(Cyanophita); dan sel eukariot, yaitu jenis sel yang memiliki membran inti
contohnya sel hewan, tumbuhan, fungi.
Organisasi Sel
Sel memiliki dua bagian besar yaitu nukleus dan sitoplasma. Nukleus
dipisahkan dari sitoplasma oleh membran nuklear dan sitoplasma dipisahkan
dari cairan disekelilingnya oleh membran sel. Berbagai bahan yang
membentuk suatu sel secara kolektif disebut protoplasma. Protoplasma
terutama terdiri dari lima bahan dasar yaitu : air, elektrolit, protein, lemak
dan karbohidrat.
a. Air
Medium cairan utama dari sel adalah air, yang terdapat dalam
konsentrasi 70-85%. Banyak bahan-bahan kimia sel larut dalam air,
sedangkan yang lain terdapat dalam bentuk suspensi atau membranous.
b. Elektrolit
Elektrolit

terpenting

dari

sel

adalah

Kalium,

Magnesium,

Fosfat,

Bikarbonat, Natrium, Klorida dan Kalsium. Elektrolit menyediakan bahan


inorganis untuk reaksi seluller dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel.
c. Protein
Protein memegang peranan penting pada hampir semua proses fisiologis
dan dapat diringkaskan sebagai berikut
1. Proses enzimatik
2. Proses transport dan penyimpanan
3. Proses pergerakan
4. Fungsi mekanik
5. Proses imunologis
6. Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf
7. Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi
d. Lemak
Asam lemak yang merupakan komponen membran sel adalah rantai
hidrokarbon yang panjang, sedang asam lemak yang tersimpan dalam sel
adalah triasilgliserol, merupakan molekul yang sangat hidrofobik. Karena
1

molekul triasilgliserol ini tidak larut dalam air/larutan garam maka akan
membentuk lipid droplet dalam sel lemak (sel adiposa) yang merupakan
sumber energi. Molekul lemak yang menyusun membran sel mempunyai
gugus hidroksil (fosfolipid dan kolesterol) sehingga dapat berikatan dengan
air sedangkan gugus yang lainnya hidrofobik (tidak terikat air) sehingga
disebut anfifatik.
e. Karbohidrat
Suatu karbohidrat tersusun atas atom C, H dan O. Karbohidrat yang
mempunyai 5 atom C disebut pentosa, 6 atom C disebut hexosa adalah
karbohidrat-karbohidrat yang penting untuk fungsi sel.
Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida.
Polisakarida berperan sebagai sumber energi cadangan dan sebagai
komponen yang menyusun permukaan luar membran sel. Karbohidrat yang
berikatan dengan protein (glikoprotein) dan yang berikatan dengan lemak
(glikolipid) merupakan struktur penting dari membran sel. Selain itu glikolipid
dan glikoprotein menyusun struktur antigen golongan darah yang dapat
menimbulkan reaksi imunologis.
SEL PROKARIOT DAN SEL EUKARIOT
Struktur sel eukariot berbeda dengan prokariot. Ukuran sel eukariot
lebih besar dan memiliki struktur yang lebih kompleks daripada prokariot. Sel
prokariot

dan

eukariot

memiliki

perbedaan

utama

yaitu

keberadaan

membran inti sel. Inti sel pada prokariot tidak diselubungi oleh membran inti,
inti selnya terkumpul di tengah sel. Berikut ini adalah perbandingan antara
sel prokariot dengan sel eukariot (Prescott et all, 2004:96-97)

Gambar Sel Prokaryote dan Eukaryote


2.2.

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL HEWAN

Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun
jaringan hewan. Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain, seperti sel
tumbuhan, karena mereka tidak memiliki dinding sel, dan kloroplas, dan
biasanya mereka memiliki vakuola yang lebih kecil, bahkan tidak ada. Karena
tidak memiliki dinding sel yang keras, sel hewan bervariasi bentuknya.
(Sagitarani,T,2009).
Sel hewan tidak memiliki dinding sel. Protoplasmanya hanya dilindungi
oleh membran tipis yang tidak kuat. Ada beberapa sel hewan khususnya
hewan bersel satu, selnya terlindungi oleh cangkok yang kuat dan keras.
Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik dan pelikel, dijumpai
misalnya pada Euglena dan Radiolaria.
Secara umum sel hewan tidak memiliki vakuola. Jika ada vakuola,
ukurannya sangat kecil. Pada beberapa jenis hewan bersel satu ditemukan
adanya vakuola, misalnya pada Amoeba dan Paramaecium. Terdapat dua
macam vakuola, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) dan vakuola non
kontraktil (penyimpan makanan). Bagian paling besar pada sel hewan adalah
nukleus.
Sel yang membentuk makhluk hidup dibedakan menjadi tiga bagian
utama, yaitu :
1.
Membran sel atau membran plasma
2.
Sitoplasma
3.
Nucleus atau inti sel

Dengan kata lain, sebuah sel adalah setitik masa protoplasma yang
tersusun atas membran sel, sitoplasma dan nucleus atau inti sel, yang
masing-masing dijelaskan sebagai berikut:

Gambar 1. Sel hewan (Sumber: Yusuf, A P, 2011)


2.2.1. MEMBRAN PLASMA
Membran sel adalah suatu struktur lapisan elastic yang sangat tipis melapisi
seluruh

bagian

sel.

Membrane

sel

disebut

juga

membran

plasma

atau

plasmalemma. Berikut ini adalah beberapa penjelasan tentang membran sel

1. Struktur dan karakteristik membran sel


a. Membrane sel merupakan membran trilaminer yang disusun oleh lipid
dan protein
b. Terdapat beberapa konsep yang mengemukakan susunan sel ini,
antara lain
1) Konsep Trilaminer dikemukakan oleh Danieli dan Davson (1935),
menyatakan bahwa membran plasma disusun oleh dua lapisan lipid
yang berada di antara dua lapisan protein (seperti lapisan
sandwich).
2) Model membrane fluid mosaic oleh Singer & Nicolson, menyatakan
bahwa lipid merupakan matriks dari membran plasma dan protein
berada dipermukaan atau tertanam dalam matriks, yang dibedakan
menjadi:
Protein perifer (disebut protein estrinsik, yang terdapat pada
permukaan membrane
Protein integral (disebut protein instrinsik), yang tertanam dalam
matriks membran
1

c. Membran sel tebalnya sekitar 7,5-10 nm


d. Sebagian besar membran sel terdiri dari lemak (45%) dan protein
(55%).

Gambar 2. Membran Sel


(Sumber: Sembiring SPK, 2010)
2. Fungsi membran sel
Membran sel mempunyai fungsi antara lain:
a. Memisahkan sel dari lingkungan luar,
b. Sebagai pembatas selektif antara lingkungan internal sel (cairan intra
seluler) dengan lingkungan eksternal sel (cairan ekstra seluler)
c. Mengatur peredaran dari dan ke dalam sel (mengatur keluar
masuknya molekul/ion-ion)
d. Sebagai alat komunikasi antara sel dengan sel dan dengan lingkungan
luar.
2.2.2. SITOPLASMA
Sitoplasma berasal dari kata cyto,yang berarti sel, dan plasma yang berarti
bentuk. Jadi sitoplasma adalah hal yang hidup di dalam membran plasma dan di
luar nucleus yang menentukan bentuk sel. Sitoplasma merupakan cairan yang
mengisi ruang antara membran sel dan inti sel. Sitoplasma yang dekat nucleus
disebut

endoplasma,

sedangkan

yang

didekat

membran

plasma

disebut

ektoplasma. Sitosol adalah bagian semiliquid dari sitoplasma yang mengelilingi


organel-organel sel. Di sitosol terjadi metabolisme sel.

1. Struktur sitoplasma

Struktur yang menyusun sitoplasma dapat dijelaskan sebagai berikut:


a. Dilihat dari segi fisiknya, sitoplasma dapat digambarkan sebagai
sesuatu yang tebal, semitransparent, dan terdiri dari cairan suspense.
b. Dilihat dari segi kimianya, sitoplasma terdiri dari:
1) 75-90% terdiri dari air
2) 10-25% dari komponen zat padat, antara lain adalah karbohidrat,
lemak dan zat-zat organik yang lebih sederhana.

Gambar 3. Sitoplasma
(Sumber: Frediandika,F, 2010)
2. Fungsi sitoplasma
Sitoplasma mempunyai fungsi antara lain:
a. Sebagai tempat kegiatan metabolisme sel
b. Terdapatnya fungsi sitoplasma yang berhubungan dengan sitosol,
yaitu:
Pengaturan enzimatik dan metabolisme
Sintesis protein ribosom
Penyimpanan lemak dan glikogen
3. Sitoplasma terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
a.
Sitosol, yaitu cairan yang mengelilingi organela-organela sel. sitosol
b.

menempati kira-kira 55% dari total volume sel


Organela-organela sel, yang merupakan struktur-struktur penting pada
sel, yang terdiri dari nucleus, retikulum endoplasma, ribosom, aparatus
golgi, ribosom, mitokondria, lisosom dan sentriol yang akan dijelaskan
sebagai berikut ini :
2.2.3. RETIKULUM ENDOPLASMA
Retikulum endoplasma merupakan salah satu bagian dari organel sel

yang terdapat di dalam sitoplasma. Retikulum endoplasma adalah saluran

kecil di dalam saluran sitpolasma yang dibatasi oleh mebrane, bisa halus
bisa kasar, sesuai dengan banyaknya ribosom yang melekat. (Maryunani, A,
2010)

1. Struktur Retikulum Endoplasma


Struktur yang menyusun Retikulum endoplasma antara lain dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a. Retikulum endoplasma berbentuk sisternae (kantong pipih)
b. Dinding reticulum endoplasma terbentuk dari membrane berlapis
ganda yang tersebar luas di sitoplasma dan terdiri atas banyak sekali
protein yang membran sama dengan membrane sel.
c. Matriks endoplasma merupakan media cair yang berbeda dengan
cairan diluar reticulum endoplasma.
d. Bahan-bahan yang dibentuk pada beberapa bagian sel akan masuk ke
dalam ruangan reticulum endoplasma dan kemudian akan disalurkan
ke bagian-bagian sel
2. Jenis Retikulum Endoplasma
Terdapat dua jenis reticulum endoplasma yaitu retikulum endoplasma
granulosum dan retikulum endoplasma agranulosum, Yang masingmasing dijelaskan sebagai berikut :
(1)Retikulum Endoplasma granulosum
Retikulum ini mengandung granula-granula ribososm dibagian luar

membrannya.
Retikulum ini berbintik butir-butir dikarenakan ribosom melekat

pada permukaan embrane.


Retikulum endoplasma granuler banyak ditemukan pada sel-sel
yang memproduksi protein yang digunakan diluar sel. Misalnya selsel kelenjar pencernaan atau sel-sel plasma yang membuat

antibody.
(2)Retikul endoplasma Agranulosum
Disebut juga retikulum endoplasma agranuler (Smooth

Surfaced

Endoplasmic retikulum), karena fisiknya berupa berupa mikrosom

halus.
Retikulum ini berbentuk halus/licin karena tidak dilekati oleh
ribosom.
1

Didalam reticulum endoplasma agranuler terjadi metabolisme asam


lemak,fospolipid dan steroid.

Gambar 4. Retikulum endoplasma


(Sumber:Prasetyo,R J, 2010, Biology, 1999)
2.2.4. RIBOSOM
Ribosom adalah partikel berbentuk bulat yang berenang bebas di
dalam sitoplasma atau menempel pada dinding reticulum

endoplasma.

Ribosom merupakan suatu struktur non membran berupa granula-granula


tipis yang menempel pada reticulum endoplasma atau mengambang bebas
di sitoplasma. (Maryunani,A, 2010)
1. Struktur Ribosom
a. Ribosom tersusun oleh rRNA (ribosomalRNA)
b. Ribosom berukuran 15 mm
c. Kecuali terdapat dalam sitosol, ribosom ditemui juga melekat pada
retikulum

endoplasma

sehingga

retikulum

endoplasma

kelihatan

bergranula dan didalam mitokondria.


d. Ribosom bekerja sebagai pabrik pembentukan protein.
2. Fungsi Ribosom
a. Ribosom yang melekat di retikulum endoplasma mensintesis protein
untuk diekspor ke lumen retikulum dan aparatus golgi.
b. Ribosom bebas yang terdapat di sitoplasma membuat protein untuk
kebutuhan sel itu sendiri.
1

Gambar 5. Ribosom
(Sumber:Suparmuji,2011)
2.2.5. APARATUS GOLGI
Aparatus golgi disebut juga sebagai kompleks golgi atau badan golgi.
Kompleks golgi atau aparatus golgi merupakan saluran-saluran yang terletak
di dekat nukleus dan terlibat dalam proses sekresi. Sekresi misalnya
hormone dan neurotransmitter. (Maryunani,A, 2010)
1. Letak dan Struktur Aparatus Golgi
a. Aparatus golgi terletak didekat nukleus (inti sel)
b. Aparatus golgi berbentuk sisternae (kantong pipih ) yang tersusun
dalam tumpukan 6-30 kantong pipih. Struktur tumpukan ini disebut
diktiosom.
c. Gelembung berisi enzim pencernaan yang keluar dari badan golgi
disebut lisosom.
2. Fungsi Aparatus Golgi
Fungsi aparatus golgi antara lain :
a. Mengolah zat-zat yang sudah dibentuk dalam retikulum endoplasma
b. Mensintesis karbohidrat yang tidak dapat dibentuk dalam retikulum
endoplasma (seperti asam siasalat,fruktosa,galaktosa).
c. Dalam kantong aparatus golgi terjadi modifikasi protein-protein yang
dihasilkan oleh retikulum endoplasma sebelum dikirim ke tempat
tujuan (misalnya,penambahan oligosakarida).
d. Aparatus golgi berperan dalam transportasi zat keluar dari sel.

2.2.6. MITOKONDRIA
Mitokondria merupakan organel sel yang berbentuk filament atau
granula. Mitokondria merupakan unit sel penghasil tenaga yang dikenal
sebagai power houses (pusat tenaga) dimana 95% ATP yang dibentuk berada
di mitokondria. Mitokondria terletak di sitoplasma. Mitokondria berbentuk
tongkat-tongkat kecil yang berfungsi dalam proses katabolisme dan respirasi
sel dalam rangka membentuk energi. (Maryunani, A, 2010)
1. Struktur Mitokondria
Mitokondria mengandung sejumlah kecil DNA. Mitokondria terdiri daridua
lapisan membran lipid layer,yang disebut membran luar dan membran
dalam:
a. Membran luar: Mengandung enzim-enzim yang berperan dalam
oksidasi biologik.
b. Membran dalam: Berlipat-lipat membentuk krista-krista, sebgai tempat
melekat enzim-enzim oksidatif. Jumlah krista pada tiap

jenis sel

bervariasi

Gambar 6. Mitokondria
(Sumber:Kalesaran,P,2011)
2. Fungsi Mitokondria
Fungsi mitokondria adalah sebagai berikut:
a. Sebagai penghasil energi/tenaga melalui proses oksidasi.

b. Berperan penting dalam proses kimia pada pembentukan ATP. Energi


yang dihasilkan dalam bentuk energi kimia terikat dalam ATP.
c. Mitokondria bertugas dalam melakukan respirasi sel dan melepaskan
energi yang diperklukan oleh sel-sel untuk menjalankan fungsinya.
2.2.7. LISOSOM
Lisosom adalah organel yang termasuk dalam sistem endomembran,
produk atau hasil ER kasar dan Golgi aparatus. Lisosom merupakan kantung
terikat

membran

yang

berisi

enzim

hidrolitik yang

digunakan

untuk

mencerna makromolekul. Nama lisosom berasal dari dua kata Latin


yang berarti

badan

pemecahan.

Terdapat enzim

lisosom yang dapat

menghidrolisis protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. Enzim-enzim


tersebut bekerja sangat baik pada keadaan asam kira-kira pada pH 5.
(Wulanda,A F, 2009)
1. Struktur Lisosom
Struktur Lisosom terbagi menjadi:
a. Membran lisosom
Membran lisosom sebagai suatu kompartemen di mana enzim
pencernaan disimpan secara aman terpisah dari bagian sitoplasma
yang lain.
b. Enzim Hidrolitik
Enzim hidrolitik dibuat pada retikulum endoplasma, yang
mengalami pemaketan di badan Golgi dan kemudian ke endosom
lanjut yang nantinya akan menjadi lisosom.
2. Fungsi Lisosom
Fungsi utama lisosom adalah berperan dalam pencernaan intrasel. Fungsi
lisosom ada 3 yaitu endositosis, fagositosis, dan autofagi.
a. Endositosis.
Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar ke dalam sel
melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan
dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan,yang disebut endosom
awal.
b. Fagositosis.

Fagositosis adalah merupakan proses pemasukan partikel berukuran


besar dan mikroorganisme seperti bakteri atau virus ke dalam sel.
c. Autofagi.
Proses autofagi untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri,
organel yang tidak berfungsi lagi
3. Jenis Lisosom: Terdapat dua macam lisosom, yaitu:
a. Lisosom primer, yaitu yang merupakan hasil jendolan aparatus golgi.
b. Lisosom sekunder, yaitu yang sudah berfusi dengan vakuola dalam
proses endositosis (vakuola makanan, vakuola autofag)

Gambar 7. Lisosom
(Sumber: Sagitarani,T, 2009)
2.2.8. SENTRIOL
Dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol ini
terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. (Wulanda, A F, 2009)
1. Struktur Sentriol
Sentriol berupa kumpulan mikrotubulus strukturnya berbentuk bintang,
dari

sentriol

memancar

benang-benang

gelendong

pembelahan

sehingga kromosom akan terjerat pada benang tersebut. Melalui benang


gelendong inilah nantinya tiap-tiap kromosom berjalan menuju kutub
masing-masing.
2. Fungsi sentriol

Sentriol berperan dalam proses pembelahan sel, yang

terjadi secara

mitosis dan miosis.

Gambar. 8 Sentriol
(Sumber:Essentials of Biology, 2007)
2.2.9. NUKLEUS
Nukleus adalah inti sel. Nukleus merupakan struktur yang besar
dalam sel, dimana hampir di semua sel hanya ada satu nukleus, yang
merupakan campuran granula yang kaya DNA dan protein DNA yang lebih
dikenal sebagai gen. Nukleus adalah organel sel yang utama, di mana
didalamnya terdapat kromatin, benang panjang DNA. (Maryunani,A, 2010)
1. Letak dan Struktur Nukleus
a. Membran luar berhubungan dengan retikulum endoplasma granular
b. Membran nukleus strukturnya seperti membran plasma.
c. Membran dalam membatasi bagian koloid nukleus yang disebut
nukleoplasma.
d. Dalam nukleoplasma didapatkan: kromatin, nukleolus, enzim-enzim
yang berperan dalam sintesis asam nukleat, protein-protein lain,
kalium, natrium, magnesium dan kalsium.

Gambar 9. Nucleus
(Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006)
2. Nukleus terdiri dari:
A. Membran inti.
Ciri-ciri membran inti adalah:
1. Hanya ada (1) satu mengelilingi inti sel
2. Struktur membran inti sama seperti membran plasma.
3. Berfungsi sebagai pemisah antara nukleus (inti) dan sitoplasma.
B. Kromatin
Ciri-ciri dari kromatin adalah:
1. Terdiri dari DNA ( Deoxiribonukleat Acid) dan protein.
2. Kromatin menjadi kromosom pada saat pembelahan.
C. Nukleolus (Inti Sel)
Ciri-ciri nukleolus antara lain:
1. Inti dari banyak sel yang mengandung satu atau lebih struktur yang
terang, tidak mempunyai batas yang tegas, mengandung RNA yang
banyak dan protein.
2. Nukleolus terlihat dibawah mikroskop cahaya sebagai bentuk
spheris atau bulat pada nukleus sel dalam keadaan interfase.
3. Nukleolus akan menjadi besar bila sedang aktif mensintesis protein.

4. Fungsi Nukleus
a. Sebagai pengirim dan pemberi tanda dan informasi genetik.

b. Nukleus juga befungsi sebagai pusat pengatur dalam sel yang


mengatur reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam sel dengan cara
menentukan bahan-bahan yang akan disintesis di dalam sel.
2.2.10. MIKROTUBULUS DAN MIKROFILAMEN (SITOSKELETON)
Mikrotubulus berbentuk seperti benang silindris, disusun oleh protein
yang disebut

tubulin.

Sifat

mikrotubulus

kaku

sehingga

diperkirakan

berfungsi sebagai kerangka sel karena berfungsi melindungi dan memberi


bentuk sel. Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol, silia,
maupun flagela.
Mikrofilamen mirip seperti mikrotubulus, tetapi diameternya lebih kecil.
Bahan yang membentuk mikrofilamen adalah aktin dan miosin seperti yang
terdapat pada otot. Dari hasil penelitian diketahui ternyata mikrofilamen
berperan dalam proses pergerakan sel, endositosis, dan eksositosis. Gerakan
Amuba merupakan contoh peran dari mikrofilamen.

Gambar 10. Mikrotubulus dan Mikrofilamen (Sitoskeleton)


2.2.11.BADAN MIKRO (PEROKSISOM)
Peroksisom

adalah

kantong

yang

memiliki

membran

tunggal.

Peroksisom berisi berbagai enzim dan yang paling khas ialah enzim katalase.
Katalase berfungsi mengkatalisis perombakan hydrogen peroksida (H 2O2).
Hidrogen peroksida merupakan produk metabolism sel yang berpotensi

membahayakan sel. Peroksisom juga berperan dalam perubahan lemak


menjadi karbohidrat. Peroksisom terdapat pada sel tumbuhan dan sel hewan.
Pada hewan, peroksisom banyak terdapat di hati dan ginjal, sedang pada
tumbuhan peroksisom terdapat dalam berbagai tipe sel.

Gambar 11. Peroksisom

BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
1. Sel adalah unit terkecil dari kehidupan. Sel tidak hanya dimiliki
manusia, tapi hewan dan tumbuhan juga mempunyai sel.
1

2. Sel hewan termasuk sel eukariotik.


3. Sel memiliki dua bagian besar yaitu nukleus dan sitoplasma.
4. Sel yang membentuk makhluk hidup dibedakan menjadi tiga bagian
utama, yaitu Membran sel atau membran plasma, Sitoplasma, dan
Nucleus atau inti sel
5. Membran plasma berfungsi sebagai alat komunikasi antara sel
dengan sel dan dengan lingkungan luar. Sedangkan sitoplasma
berfungsi sebagai tempat kegiatan metabolisme sel.
6. Pada sitoplasma terdapat macam-macam organel penyusun sel
hewan beserta fungsinya secara umum yaitu :
Organel
Nukleus (inti sel)
Retikulum

Fungsi
Pengendali seluruh kegiatan sel.
Tempat melekatnya ribosom

endoplasma
Ribosom
Kompleks Golgi
Mitokondria

Tempat sintesis protein


Ekskresi sel dan pembentukan lisosom
Penghasil energi karena terlibat dalam proses

Lisosom
Sentriol

respirasi
Melakukan pencernaan intrasel
Berperan dalam proses pembelahan sel

3.2. SARAN
Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca dan
apabila ada kekurangan, kami mohon saran dan kritik membangun
sehingga dapat kami tingkatkan dikemudian hari.

DAFTAR PUSTAKA
Frediandika, F. (2010). Sitoplasma. Diunduh dari http://kecipirkuncup.blogspot.com/2010/12/sitoplasma_03.html (Diakses 18
Februari 2013)
Kalesaran,P. (2011). Mitokondria. Diunduh dari
http://pricilliafebriany.blogspot.com/2011/11/mitokondria-catatankuliah-biosel.html (Diakses 18 Februari 2013)
Kusumawati, R dan Windarsih G.2010. Detik-Detik Ujian Nasional Biologi.
Intan Pariwara, Klaten
1

Maryunani, A. 2010. Biologi Reproduksi dalam Kebidanan.Trans Info Media,


Jakarta
Mustahib. (2007). Sentrio dan Nukleus. Diunduh dari
http://bilogi.blogsome.com/2007/2006/22/sentriol (Diakses 18
Februari 2013)
Prasetyo, RJ. (2010). Retikulum Endoplasma. Diunduh dari
http://www.try4know.co.cc/2010/03/retikulum-endoplasma-reatau.html (Diakses 18 Februari 2013)
Sagitarani,Talita.(2009).Struktur dan Fungsi Sel. Diunduh dari
http://brutalogic. blogspot.com /2009/12/struktur-dan-fungsi-sel.html
(Diakses 18 Februari 2013)
Sembiring,SPK. (2010). Membrane Sel. Diunduh dari
http://www.morphostlab.com/artikel/membran-sel.html (Diakses 18
Februari 2013)
Suparmuji. (2011). Biologi Sel. Diunduh dari
http://biologicasman1nusa.wordpress.com/2011/09/07/artikelwahana-biologi (Diakses 18 Februari 2013)
Wulanda, Ayu Febri. 2009.Biologi Reproduksi. Salemba Medika, Jakarta
Yusuf, AP. (2011). Sel Hewan. Diunduh dari
http://agungpriyatnayusup.wordpress.com/2011/07/21/sel-hewan
(Diakses 18 Februari 2013)