You are on page 1of 3

1.4.

Pembahasan
Pada praktikum teknologi sediaan steril, praktikan membuat formulasi Total
Parenteral Nutrition (TPN). TPN digunakan untuk memberikan nutrisi tambahan yang
dibutuhkan untuk membentuk energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan
perbaikan jaringan, serta untuk mempertahankan fungsi normal setiap organ dan
jaringan tubuh.
Formulasi TPN terdiri dari dua jenis, yakni three-in-one solutions dan two-inone solutions. Formulasi TPN three-in-one solutions terdiri dari karbohidrat, protein,
dan lemak, sedangkan formulasi TPN two-in-one solutions terdiri dari karbohidrat dan
protein. Kebutuhan energi orang dewasa ialah 25 kkal/kgbb/hari. Sehingga rata-rata
kebutuhan energi orang dewasa per hari (bila dimisalkan berat badan 60 kg) ialah
sebesar 1500 kkal/hari. Dalam praktikum ini, praktikan memutuskan untuk membuat
sediaan TPN formula two-in-one solutions dengan jumlah kalori 500 kkal dalam cairan
500 mL per sediaannya.
Komposisi TPN yang dibuat oleh praktikan mengandung karbohidrat berupa
dekstrosa, protein berupa asam amino esensial, dan elektrolit. Dekstrosa berfungsi
sebagai sumber kalori, sedangkan asam amino berfungsi sebagai sumber pembentukan
protein yang bermanfaat dalam regenerasi sel dan perbaikan jaringan.
Adapun TPN yang dibuat oleh praktikan mengandung dekstrosa sebesar 80,95%
dari total energi dalam sediaan dan asam amino esensial sebesar 19,05% dari total
energi dalam sediaan. Total kalori di dalam sediaan 500 mL ialah sebesar 525 kkal.
Produk ini diindikasikan untuk pasien yang tidak mampu mentoleransi nutrisi enteral
karena disfungsi traktus GI, misalnya akibat penyakit gastrointestinal berat, malabsorbsi
besar, dan sebagainya; serta untuk pasien dengan kebutuhan metabolisme meningkat
yang kemungkinan tidak adekuat dengan pemberian nutrisi enteral, misalnya pada
pasien luka bakar berat dan trauma, fibrosis kistik, sepsis berat, gagal ginjal, dan gagal
jantung berat. Osmolaritas yang dihasilkan oleh produk TPN yang praktikan buat adalah
1670,358 mOsmol/L. Hal tersebut berarti bahwa larutan bersifat hipertonis sehingga
tidak boleh diberikan melalui vena perifer. Larutan dengan osmolaritas lebih dari 900
mOsmol/L diberikan melalui vena sentral. Oleh karenanya, pemberian larutan TPN ini
dapat dilakukan melalui vena sub klavian (vena sentral).

Terdapat dua jenis evaluasi yaitu In Process Control dan Post Process Control. Uji-uji lainnya tidak dapat dilakukan karena keterbatasan waktu. dapat dibuat vakum. kuat dan stabil dalam bentuk. sediaan tidak memenuhi standar persyaratan jumlah protein serta rasio nitrogen. dan uji pirogen.51. maka keluar atau masuknya gas dapat diabaikan. jumlah protein hendaknya sebesar 15% dari kalori total serta rasio antara kalori nitrogen dan kalori non-nitrogen sebesar 1:150200 untuk meningkatkan efisiensi penggunaan protein oleh tubuh. Uji yang dilakukan oleh praktikan hanya uji pH dan uji kejernihan. serta rasio kalori nitrogen : kalori non-nitrogen sebesar 1:106. yakni rentang pH 5 – 9. dengan penutupan yang benar. praktikan melakukan evaluasi untuk mengetahui baik atau tidaknya formulasi sediaan TPN yang dibuat oleh praktikan. PPC terdiri dari uji keseragaman volume. larutan TPN yang akan diberikan melalui vena sentral memiliki konsentrasi akhir dekstrosa dalam sediaan sekitar 25%. kaca merupakan bahan yang tidak permeabel (tidak mudah bocor). Hasil ini memenuhi rentang pH larutan yang dapat diterima tubuh melalui vena sentral. konsentrasi akhir dekstrosa dalam sediaan ialah 125 gram dalam 500 mL cairan atau sebesar 25%.04% dari kalori total. Secara organoleptis. Pada larutan TPN yang diformulasikan oleh praktikan.25. jumlah protein sebesar 19. wadah kaca mudah dalam pencucian saat pengisian karena permukaannya yang halus. Uji dengan indikator universal memberikan hasil pH sebesar 6 dan uji dengan pH meter memberikan nilai pH 6. kaku. Selain itu juga dilakukan uji kejernihan. IPC terdiri dari uji pH dan uji kejernihan. Menurut Aryano Hendarto dan Sri Nasar (2002). sesuai dengan ketentuan umum yang ada.Biasanya. Wadah yang digunakan untuk produk ini adalah wadah kaca. Hal ini berdasarkan kebaikan dari kaca itu sendiri. Pembuatan sediaan TPN ini dilakukan dengan teknik aseptis. Uji pH dilakukan dengan menggunakan indikator universal dan dengan menggunakan pH meter. sediaan TPN yang dihasilkan berupa cairan jernih dan tidak berbau. tahan terhadap tusukan. Hal ini dikarenakan terlalu banyaknya jumlah asam amino yang digunakan. Setelah sediaan TPN selesai dibuat. Berdasarkan perhitungan yang praktikan lakukan. Dalam formulasi sediaan yang dibuat oleh praktikan. antara lain tahan terhadap interaksi kimia dengan zat pengisi dan tidak mengabsorpsi serta melepas zat-zat kimia. uji sterilitas. uji kebocoran. dimana menggunakan kertas berwarna putih untuk .

Dengan demikian. Dari kedua uji yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa formulasi sediaan TPN yang dibuat oleh praktikan tergolong baik dan memenuhi persyaratan pH dan kejernihan. praktikan menyimpulkan bahwa formulasi sediaan TPN yang dibuat oleh praktikan tergolong baik dan memenuhi standar. Hasil dari uji kejernihan menunjukkan bahwa cairan jernih dengan tidak adanya baik partikel hitam maupun putih di dua kali pengujian. .melihat ada/tidaknya partikel berwarna hitam dan kertas berwarna hitam untuk melihat ada/tidaknya partikel berwarna putih. dari serangkaian analisis perhitungan dan evaluasi yang dilakukan oleh praktikan.