You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Trauma masih merupakan penyebab kematian paling sering di empat
dekade pertama kehidupan, dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat
yang utama di setiap negara (Gad et al, 2012). Sepuluh persen dari kematian
di seluruh dunia disebabkan oleh trauma (Maegel, 2010). Diperkirakan bahwa
pada tahun 2020, 8,4 juta orang akan meninggal setiap tahun karena trauma,
dan trauma akibat kecelakaan lalu lintas jalan akan menjadi peringkat ketiga
yang menyebabkan kecacatan di seluruh dunia dan peringkat kedua di negara
berkembang (Udeani, 2013). Di Indonesia tahun 2011 jumlah kecelakaan lalu
lintas sebanyak 108.696 dengan korban meninggal sebanyak 31.195 jiwa
(BPS, 2011).
Pembangunan manusia adalah sebuah proses pembangunan yang bertujuan
agar manusia mempunyai kemampuan diberbagai bidang, khususnya dalam
bidang pendapatan, kesehatan, dan pendidikan. Salah satu cara untuk
meningkatkan pembangunan manusia yaitu melalui pembangunan kesehatan.
Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua
komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya. Upaya kesehatan yang semula
dititikberatkan pada upaya penyembuhan penderita secara berangsur-angsur
berkembang ke arah upaya peningkatan derajat kesehatan, pencegahan,
penyembuhan, dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan secara
menyeluruh, terpadu, berkesinambungan antara pemerintah dan masyarakat.
Indonesia sebagai negara berkembang ikut merasakan kemajuan teknologi,
diantaranya bidang transportasi. Majunya transportasi mengakibatkan
mobilitas penduduk ikut meningkat. Namun kemajuan ini juga mempunyai
dampak negatif yaitu semakin tingginya angka kecelakaan.
Hal ini
diakibatkan karena mobilitas menyebabkan meningkatnya proses interaksi
antara manusia dengan lingkungan sehingga berisiko untuk terjadi cedera
fisik. Cedera itu sendiri merupakan suatu kerusakan fisik yang terjadi ketika
tubuh manusia mengalami atau mendapat kontak yang tiba-tiba dari tingkat
energy yang tidak tertahankan.
Data dari kepolisian RI 2009 menyebutkan , sepanjang tahun itu terjadi
sedikitnya 57.726 kasus kecelakaan di jalan raya, artinya dalam tiap 9,1 menit
sekali terjadi satu kasus kecelakaan. (Departemen perhubungan, 2010).

Di Indonesia. sebagian besar (70%) korban kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor dengan golongan umur 15-55 tahun. dan cedera kepala mengendalikannya dapat dilakukan melalui tatalaksana penanganan korban kecelakaan di tempat kejadian kecelakaan maupun setelah sampai di sarana pelayanan kesehatan. Kejadian ini terjadi seiring meningkat pesatnya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia .

kerugian ekonomi akibat cedera khususnya untuk lalu lintas diperkirakan sebesar 2.2% dari kematian secara keseluruhan) dan diestimasikan menempati peringkat ketiga disability adjusted life years (dalys) pada tahun 2020.4 juta (9. serta faktor risiko penyebab terjadinya cedera. supaya derajat kesehatan pasien lenih menigkat. ruang lingkup dan karakteristik.000 penduduk.2 Cedera akibat kecelakaan lalu-lintas adalah penyebab utama kematian dan disabilitas (ketidakmampuan) secara umum terutama di negara berkembang.2 Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab terbanyak terjadinya cedera di seluruh dunia.234 jiwa di Indonesia.2 Di indonesia. dengan mengetahui besaran masalah.9% pendapatan domestik bruto (PDB). Selanjutnya dapat dilakukan pendekatan epidemologi berbasis kesehatan masyarakat dalam rangka penanggulangan pencegahan terjadinya cedera.2 Masalah cedera memberikan kontribusi pada kematian sebesar 15%.000 penduduk dan pada laki-laki 71 per 100. . Pada tahun 2001 cause specific death rate (csdr) kecelakaan lalu lintas pada perempuan di Indonesia yaitu 18 per 100. Gambaran Umum Kasus Trauma Kematian akibat cedera diproyeksikan meningkat dari 5. WHO pada tahun 2002 mengestimasi 1.2 Kecelakaan lalu lintas menempati urutan ke-9 pada DALY dan diperkirakan akan menempati peringkat ke-3 di tahun 2020. Oleh sebab itu.2 juta orang yang terbunuh akibat kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya dan 50 juta orang yang mengalami 3 luka-luka.000 jiwa dan di tahun 2010 meningkat menjadi 31.1 Sedangkan di negara berkembang urutan ke2. beban penyakit 25% dan kerugian ekonomi 5% growth development product (GDP). Dapat menjadikan bahan masukan bagi perawat dalam melakukan tindakan dan mengambil kebijakan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pada pasien dengan masalah fraktur tibia fibula.Menurut National Consultant for Injury dari WHO Indonesia (dikutip dari data kepolisian RI) terdapat kecelakaan selama tahun 2007 memakan korban sekitar 16.1 juta menjadi 8.

...2.....3... supaya derajat kesehatan pasien lenih menigkat.3 Tujuan Penulisan 1...3....2..1...........2 Tujuan Khusus 1...... 1.4..4....1 Untuk mengidentifikasi faktor faktor penyebab kasus trauma di Rumah Sakit .. 1........... 1.1.... Kota Malang pada tahun ..................3 Bagi Masyarakat Meningkatkan pelayanan pada penderita trauma untuk mengurangi angka mortalitas. 1....... mengelompokan jenis trauma.................. penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor faktor penyebab kasus trauma di Rumah Sakit .....2..2... Kota Malang pada tahun .... Kota Malang pada tahun ....3 Untuk memperoleh data penyebab yang paling sering menyebabkan terjadinya trauma pada penderita yang datang di Rumah Sakit .....1 Tujuan Umum 1....4 Bagi Rumah Sakit Dapat menjadikan bahan masukan bagi perawat dalam melakukan tindakan dan mengambil kebijakan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pada pasien dengan masalah fraktur tibia fibula. BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..1 Untuk memperoleh data penderita berdasarkan jenis kelamin dan umur yang didiagnosa mengalami trauma di Rumah Sakit .....3..............4 Manfaat Penulisan 1..........4 Untuk mengetahui tindakan yang dilakukan pada penderita trauma di Rumah Sakit ........3.. Kota Malang pada tahun ......... 1......... 1...4.........2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas... penyebab terjadinya trauma dan tindakan yang dilakukan ? 1......... 1......3........... Kota Malang: Bagaimana mengkaji karakteristik pasien yaitu jenis kelamin dan umur pasien..1 Bagi Peneliti Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman tentang mengidentifikasi standar prosedur pada pasien trauma. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan data dasar yang mendukung penelitian yang lain di masa akan datang...3. Kota Malang pada tahun .....2 Untuk memperoleh data penderita jenis trauma apa saja yang sering datang ke Rumah Sakit ...2 Bagi Instansi Pendidikan Dapat menjadi salah satu bahan masukan mengembangkan pengetahuan di bidang ilmu kesehatan khususnya Trauma dan Emergency departement 1...............4.3.

jatuh atau trauma/luka tembus. dsb.2 Penyebab Trauma Secara Umum Secara umum. ketinggian dari tempat jatuh. “trauma” memiliki makna yang berbeda dan mengacu pada pengalaman emosional yang menyakitkan. Di dalam trauma ini setidaknya melibatkan dua orang yang satu menjadi korban. tetapi juga keluarga pasien tersebut. kejang. Trauma yang disebabkan oleah alam (nature-caused). kekerasan. ketidak adilan. atau mengejutkan. 2. . 2. dll. Pengalaman dikehidupan sosial ini (psiko-sosial). perang. tsunami. dll.1.keker asan rumah tangga. seperti melihat sendiri.2. di antaranya: 1. penyiksaan (secara fisik atau psikis).penculikan. Tapi ada juga bencana alam yang diakibatkan oleh manusia itu sendiri.1 Definisi Trauma Trauma adalah cedera fisik atau emosional. tsunami.pemerkosaan. gunung meletus. Tipe kejadian trauma. Trauma akibat penyakit. Dalam psikiatri. TBC. misalnya: tabrakan kendaraan bermotor. kondisi trauma yang dialami individu (anak) disebabkan oleh berbagai situasi dan kondisi. Contohnya : HIV. 2. tanah longsor.korupsi. Secara medis. kaliber atau ukuran senjata. teror. saat dan sesudah kejadian. contohnya : banjir. banjir. “trauma” mengacu pada cedera serius atau kritis. tanah longsor. malaria.3 Mekanisme Trauma Biomekanik trauma adalah proses / mekanisme kejadian kecelakaan pada saat sebelum. seperti gempa bumi. Informasi yang rinci mengenai biomekanik dari suatu kecelakaan dapat membantu identifikasi sampai dengan 90 % dari trauma yang diderita penderita. Pengalaman langsung atau tidak langsung. contohnya : gempa bumi. Anamnesis yang berhubungan dengan fase ini meliputi : a.1. angin topan. Informasi yang rinci dari biomekanik trauma ini dimulai dengan keterangan dari keadaan / kejadian pada fase sebelum terjadinya kecelakaan seperti minum alkohol. yang sering menghasilkan efek mental dan fisik berkelanjutan. atau syok. 2.demonstrasi.dll. 2. dsb(). Keuntungan mempelajari biomekanik trauma adalah dapat mengetahui bagaimana proses kejadian dan memprediksi kemungkinan bagian tubuh atau organ yang terkena cedera. pemakaian obat.1.terorisme. sakit dada. Contohnya : perkelahian. menyedihkan. Trauma yang disebabkan oleh manusia (human-made). dsb. 3. kehilangan kesadaran sebelum tabrakan dan sebagainya. Peristiwa atau kejadian alamiah (bencana alam). luka. b.1 Konsep Trauma Secara Umum Secara umum trauma di bagi menjadi 3 yaitu : 1. mengalami sendiri (langsung) dan pengalaman orang lain (tidak langsung). yang mengalami trauma tidak hanya pasien. Perkiraan intensitas energi yang terjadi misalnya: kecepatan kendaraan. seperti pola asuh yang salah.dan yang satu menjadi pelaku. 3.

trauma psikosis. dsb. Penderita trauma ini biasanya saat terjadi tidak sadarkan diri. 2. dsb. amputasi salah satu anggota tubuh. 3. tanpa sabuk pengaman menabrak pohon secara frontal terlempar ke kaca depan”. Pada saat-saat tertentu gangguan kejiwaan ini biasanya terjadi akibat bayang-bayang pikiran terhadap pengalaman/ peristiwa yang pernah dialaminya. 2014). tembus. terjadi pemukulan. atau dalam kasus trauma thermal terjadi perpindahan energi (panas/dingin) kejaringan (sudiarto. iritasi. Jenis tabrakan atau benturan yang terjadi pada penderita: mobil. 1. teror. seperti cacat tubuh. Trauma Diseases: Gangguan kejiwaan jenis ini oleh para ahli ilmu jiwa dan medis dianggap sebagai suatu penyakit yang bersumber dari stimulusstimulus luar yang dialami individu secara spontan atau berulangulang. yang memicu timbulnya histeris atau fobia. termal dan ledakan (Blast Injury). lalu sgera lakukan survey primer serta resusitasi. Trauma Neurosis: Trauma ini merupakan suatu gangguan yang terjadi pada saraf pusat (otak) individu. 4. 2. yang terjadi secara spontan (mendadak) pada diri individu tanpa berkemampuan untuk mengontrolnya (loss control and loss helpness) dan merusak fungsi ketahanan mental individu secara umum. Pada semua kasus diatas terjadi pemindahan energi (Transfer energy) kejaringan. dsb.1. Yang menimbulkan shock dan gangguan emosi. dan trauma diseases. . hilang kesadaran.4 Jenis-Jenis Trauma Dalam kajian psikologi dikenal beberapa jenis trauma sesuai dengan penyebab dan sifat terjadinya trauma. seorang dapat menceritakan kejadiannya sementara anda melakukan penelitian seluruh badan. pisau dan lain-lain.1. kondisi otak individu mengalami pendarahan. seperti keracunan. Jika ada saksi. dsb. Ekses dari jenis trauma ini dapat menyerang individu secara menyeluruh (fisik dan psikis). Trauma Psikologis: Trauma ini adalah akibat dari suatu peristiwa atau pengalaman yang luar biasa.5 Riwayat Trauma Mengkaji riwayat trauma sangat penting untuk mengetahui riwayat trauma ekstrimitas. 2. karena penampilan luka terkadang tidak sesuai dengan parahnya cedera. yaitu trauma psikologis. Implikasinya. Mekanisme trauma dapat diklasifikasikan sebagai berikut: tumpul. Contoh: “korban gawat darurat terluka parah. Jika keadaan korban gawat darurat parah. pohon. jangan melanjutkan detil dari riwayat trauma sampai anda dapat mmbereskan jalan nafas. pernafasan dan sirkulasi. untuk sementara cukup riwayat seperti ini : “pengemudi mobil sedan.c. akibat benturan-benturan benda keras atau pemukulan di kepala. trauma neurosis. ancaman. Trauma Psychosis: Trauma psikosis merupakan suatu gangguan yang bersumber dari kondisi atau problema fisik individu.

1. Sementara itu nilai ulang apakah jalan nafas bebas. Sirkulasi . Breathing Menilai pernafasan cukup. Chin lift / jaw thrust (lidah itu bertaut pada rahang bawah) b. Apakah pasien dapat bicara dan bernafas dengan bebas ? Jika ada obstruksi maka lakukan : a. Circulation. Exposure) ini disebut survei primer yang harus selesai dilakukan dalam 2 . Perdarahan berat eksternal dan internal 4. Survei ABCDE (Airway. 2. dada. Breathing. Obstruksi jalan nafas 2. Cedera dada dengan kesukaran bernafas 3. Dekompresi rongga pleura (pneumotoraks) b. Fraktur pada pelvis juga sering menyebabkan kehilangan darah yang sangat banyak. karena beberapa mekanisme yang menyebabkan luka ekstrimitas tidak terlihat pada saat pemeriksaan awal : 1. Guedel airway / nasopharyngeal airway d. Suction / hisap (jika alat tersedia) c. Tujuannya adalah segera mengenali cedera yang mengancam jiwa dengan SurveyPrimer. Apabila ada fraktur pelvis maka mungkin syok harus segera diduga dan dicegah. Hal yang sama pada lutut dan proksimal fibula pada tungkai bawah.5 menit. seperti : 1. 4.Pada korban yang gelisah anda harus berusaha mendapatkan riwayat trauma pada saat anda melakukan survey sekunder. Jatuh pada lengan sering menyebabkan trauma pada siku. Trauma apapun yang mengenai bahu harus diperhatikan secara seksama karena dapat melibatkan leher. 2. 3. Terapi dikerjakan serentak jika korban mengalami ancaman jiwa akibat banyak sistim yang cedera : 1. Jika pernafasan tidak memadai maka lakukan : a. Pernafasan buatan berikan oksigen ika ada 3. Airway Menilai jalan nafas bebas. Intubasi trakhea dengan leher di tahan (imobilisasi) pada posisi netral 2. atau bahu.6 Penatalaksanaan Trauma ABCDE DALAM TRAUMA Pengelolaan trauma ganda yang berat memerlukan kejelasan dalam menetapkan prioritas. Tutuplah jika ada luka robek pada dinding dada c. Cedera abdomen Jika ditemukan lebih dari satu orang korban maka pengelolaan dilakukan berdasar prioritas (triage) Hal ini tergantung pada pengalaman penolong dan fasilitas yang ada. Trauma pada tungkai (akibat jatuh dari ketinggian) sering disertai dengan trauma pada lumbal. Sehingga lengan dan siku harus dievaluasi bersama. Disability. Trauma pada lutut saat korbn jatuh dengan posisi duduk dapat disertai dengan trauma panggul. Karena riwayat trauma ini menjadi sangat penting pada trauma ekstrimitas.

Menilai sirkulasi / peredaran darah. Survei Primer Dulu (CAB) Bila cidera ekstrimitas yang mengacu CAB misalnya shock karena luka dan perdarahan aktif. 3. Luka neurovascular 4. Keseleo 5. Tidak dianjurkan mengukur Glasgow Coma Scale a. walaupun perhatian kita tercurah pada keadaan yang mengancam nyawa. Disability Menilai kesadaran dengan cepat. 2. Berikan infus cairan 4. harus dilakukan dalam bentuk kontrol perdarahan. Sindrom kompartemen 7. 1.6. TAK ADA RESPONS = U 5. amputasi. maka imobilisasi in-line harus dikerjakan. Survei Skunder Kerusakan pada Ekstremitas sudah harus mendapatkan perhatian. 2. Mengetahui jumlah darah yang hilang dari fraktur pelvis dan ekstrimitas 8. luka terbuka. Anatomi dan letak pembuluh darah yang terkena . tidak boleh mengesampingkan atau melupakan luka ekstremitas.1. 3. 2. hanya respons terhadap nyeri atau sama sekali tidak sadar. AWAKE = A b. Eksposure Lepaskan baju dan penutup tubuh pasien agar dapat dicari semua cedera yang mungkin ada. Mampu mengenal komplikasi dan menangani trauma ekstremitas tersebut : fraktur.1. RESPONS BICARA (verbal) = V c. Jika sirkulasi tidak memadai maka lakukan : a. Tidak memprioritaskan penanganan trauma ekstrimitas dan luka kecuali dapat mengancam CAB 2. dislokasi. Sementara itu nilai ulang apakah jalan nafas bebas dan pernafasan cukup.1 Prinsip Penanganan Dalam penangaan luka.2 Hal-Hal Yang Harus Menjadi Perhatian Saat Merawat Luka Trauma Beberapa hal yang harus diperhatikan saat kita merawat luka pada korban gawat darurat yaitu : 1.16 G) c. Memprioritaskan penanganan trauma ekstremitas dan luka hanya apabila menggunakan CAB. Jika ada kecurigaan cedera leher atau tulang belakang. Segera pasang dua jalur infus dengan jarum besar (14 . Perdarahan Beberapa hal yang perlu dicermati saat kita berupaya untuk menghentikan perdarahan pada korban gawat darurat adalah : a. Impaled object 6. Hentikan perdarahan eksternal b. RESPONS NYERI = P d.6. apakah pasien sadar.

Gejala yang didapat adalah nyeri. 10. yang hilang. femur .Balut tekan . Fraktur tertutup sama bahayanya dengn fraktur terbuka karena luka dari jaringan lunak menyebabkan perdarahan yang banyak. poplitea. Laserasi langsung arteri.6. femuralis. klem arteri 9.Torniquet c.Fraktur Fraktur biasa terjadi dengan patahnya tulang dimana bisa tetap berada di dalam fraktur tertutup atau diluar dari kulit pada fraktur terbuka. Fraktur tertutup femur dapat tertutup sehingga menyebabkan penekanan pada syaraf dan pembuluh darah. Evaluasi sirkulasi dan neurologis sebagai bagian distal sangatlah penting. Kehilangan fungsi sering kali terjadi pada luka dan kerusakan nerovarkular. karena bisa menjadi pintu masuk dari kontaminasi dengan kuman. radialis.. edema. 2. Fraktur ujung tulang yang tajam dapat menyebabkan bahaya untuk jaringan lunak. Luka pada syaraf dan pembuluh darah yang mengalirkan darah ke tangan dan kaki merupakan komplikasi yang sering terjadi. cubiti. dorsalis pedis dan tibialis posterior b. 1.Arteri: carotis. Sama seperti syok. dan kelemahan. Penyebab obstruksi pada pasien tidak sadar umumnya adalah jatuhnya pangkal lidah ke belakang. biasanya otot sedikit banyak akan ikut rusak yang mengelilingi tulan tersebut.Shock dikelola pleh tenaga kesehatan yang bersertifikasi ATLS . anda harus memikirkan diagnosis ini sebelum timbulnya gejala lebih lanjut. Pasien yang tidak sadar mungkin memerlukan jalan nafas buatan dan bantuan pernafasan. Shoc hemoragic atau shock akibat perdarahan Sock hemoragik dapat sebagai resiko dari terjadinya cidera otot dan tulang. aillaris.P3K yang tidak tepat : Torniquet. leher atau dada .Humerus. Bicara kepada pasien Pasien yang dapat menjawab dengan jelas adalah tanda bahwa jalan nafasnya bebas.3 Penatalaksanaan Umum PENGELOLAAN JALAN NAFAS Prioritas pertama adalah membebaskan jalan nafas dan mempertahankannya agar tetap bebas. Sangat penting untuk mengenal adanya luka di dekat patahnya tulang. Perdarahan dapat dihentikan dengan berbagai cara . Syaraf dan pembuluh darah yang berjalan dekat tulang dapat ikut terluka. fraktur pelvis dan femursering disertai dengan perdarahan dan dapat menimbulkan shock. Hal ini meneybabkan kegagalan sirkulasi. Kita harus waspada pada “life before limb” berakibat pada kematian jaringan . parestesi. Biasanya luka ini berlanjut dalam beberapa jam. termasuk juga syaraf.1. Jika ada cedera kepala. denyut nadi.

4. dsb) f. Luka tembus leher dengan hematoma yang membesar 3. Trauma wajah / maxillo-facial . Sianosis Waspada adanya benda asing di jalan nafas. uara nafas abnormal (stridor. 5. Cara membebaskan jalan nafas diuraikan pada Appendix 1 Jangan memberikan obat sedativa pada pasien seperti ini. Obstruksi jalan nafas yang sukar diatasi 2. Apnea 4.2. Menjaga stabilitas tulang leher Pertimbangkan untuk memasang jalan nafas buatan Indikasi tindakan ini adalah : 1. 3. Berikan oksigen dengan sungkup muka (masker) atau kantung nafas ( self. Suara berkumur e. Hipoksia 5. Bernafas menggunakan otot nafas tambahan / gerak dada paradoks h. Trauma kepala berat 6. maka pada waktu intubasi trakhea tulang leher (cervical spine) harus dilindungi dengan imobilisasi in-line.invlating) Menilai jalan nafas Tanda obstruksi jalan nafas antara lain : d. Pasien gelisah karena hipoksia g. Trauma dada 7.