You are on page 1of 2

Judul

: Pelajaran dari Kota Hijau di Swedia
Nama
: FERDI ANDA SITEPU
NPM
: 1606876563
Data
Publikasi : http://www.antaranews.com/berita/415885/pelajaran-dari-kota-hijau-vaexjoe-di-swedi
a

Peta konsep:
bermanfaat sebagai

Abu

pupuk

menghasilkan sisa
Pembakaran
limbah hutan

untuk

Masyarakat kota

dihasilkan dari
Danau

40% kebutuhan
listrik

untuk dipakai

Hutan

seperti

Sistem
pembangkit panas

Kawasan
hijau

Dewan
lokal

Tempat pembangkit panas
masyarakat

diatasi oleh
memiliki
Sistem pemompa
panas

Kota Hijau
Vaexjoe
mendapat
berawal dari
memiliki kendala
dari
Warga
vaexjoe

Tujuan
Hijau

seperti
Pembersihan danau
Trummen

karena
60% menggunakan
mobil

Ketergantun
gan BBM

Respon
positif

dengan alasan lambatnya
Respon
negatif

Apresiasi
masyarakat

rencana

Bahan bakar
fosil

pada tahun

Armada bus
biogas kota

berupa

mempunyai

meninggalkan

berakibat pada
Peningkatan
emisi karbon

memiliki

Daur ulang
limbah makanan

Transportasi
publik

mengurangi
Separuh emisi
karbon

dari

mengajak masyarakat
Pemakaian
sepeda
Pemakaian kertas

Kota hijau Vaexjoe yang2030
merupakan kota
terhijau di Eropa,pada awalnya sangat
20 tahun
sebelumnya
tercemar. Langkah pertama dalam mewujudkan
kota hijau adalah dengan
membersihkan danau. Kota ini juga memiliki tujuan hijau dengan berbagai rencana
seperti rencana meninggalkan penggunaan bahan bakar fosil pada tahun
2030,mengurangi separuh emisi karbon dari dua dekade sebelumnya,mengurangi
pemakaian kertas,dan mengajak masyarakat menggunakan transportasi publik atau
sepeda. Tujuan ini berdampak pada waktu sekarang yaitu emisi karbon Vaexjoe
menurun hampir separuh dari tahun 1993.
Tujuan hijau kota Vaexjoe memiliki kendala dari masyarakat sendiri. Hal ini terjadi
karena lebih dari setengah penduduk menggunakan mobil. Penggunaan kendaraan
tersebut berdampak pada meningkatkan tingkat emisi karbon dan ketergantungan
pada bahan bakar minyak.
Kota Vaexjoe memiliki daerah kawasan hijau seperti hutan pinus dan danau. Kota ini
juga membagun pemanas distrik dan sistem pembangkit panas juga pemompa air
panas. Fasilitas ini digunakan untuk masyarakat dan sebagian untuk pemasok
kebutuhan listrik. Tempat pembangkit panas ini memperoleh energi dari pembakaran
limbah industri kehutanan. Sisa pembakaran yang berupa abu bermanfaat sebagai
pupuk untuk menyuburkan hutan pinus.
Julukan kota Vaexjoe sebagai kota terhijau di Eropa mendapat respon positif dan
negatif dari masyarakat sendiri. Respon negatif dari sebagian penduduk Vaexjoe
berupa masih sulit menerapkan tujuan hijau kota Vaexjoe juga dalam kelamaan
dalam proses daur ulang. Untuk menjawab respon tersebut,dewan lokal mulai
mengumpulkan limbah organik yang diikuti lebih dar separuh masyarakat
mengumpulkan sisa-sisa limbah secara sukarela. Sekarang sudah ada armada bus
biogas kota yang mulai beroperasi. Respon positif masyarakat berupa apresiasi
bahwa kota Vaexjoe sebagai perubahan kerevolusi hijau.