STRUKTUR ATOM

Disusun oleh: MARKUS EKO WAHYUDI (085013029)

PROGRAM STUDI MEKATRONIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2008

1

A. STRUKTUR ATOM MENGGAMBARKAN BAGAIMANA PARTIKEL – PARTIKEL TERSUSUN DALAM ATOM Kira – kira seabad yang lalu para ahli sains percaya bahwa atom merupakan bola padat sangat kecil yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi bagian yang lebih sederhana. Sejak saat itu, mereka berusaha untuk mengungkapkan dan bagaimana struktur atom itu melalui berbagai eksperimen. Dari berbagai eksperimen, akhirnya ditemukan partikel – partikel dasar penyusun atom. Pada tahun 1887, J.J Thompson berdasarkan percobaan dengan tabung sinar katoda menemukan elektron. Tahun 1886, E. Goldstein dan W. Wien menggunakan tabung sinar katoda yang dimodifikasikan menemukan partikel positif, kemudian tahun 1920 dinamakan proton oleh Rutherford. Tahun 1908, R.A Millikan berhasil menemukan muatan elektron. Tahun 1911, Rutherford berdasarkan penghamburan sinar α menemukan inti atom. Tahun 1932, J. Chadwick menemukan neutron. Di samping itu, masih banyak penemuan lainnya yang berpengaruh terhadap teori maupun model atom, dari model lama sampai model atom modern. Menurut teori atom modern elektron dalam atom berada dalam orbital – orbital yang membentuk kulit atom

B. STRUKTUR ATOM

♫ Elektron Massa: 9,1056 x 10-28 gram, muatan ( -1 ) ♫ Proton Massa: 1,67261 x 10-24 gram, muatan ( +1 ) ♫ Neutron, massa dan muatannya 0

2

Atom terdiri dari 1. 2. Inti atom yang terdiri dari proton dan neutron. Elektron

- ( jumlah proton + neutron = no.massa(A) atau P + N = A ) - ( jumlah proton = jumlah elektron = no.atom(Z) atau P = E = Z ) - ( jumlah neutron = no.massa – no.atom atau N = A – Z ) ISOTOP, ISOBAR, dan ISOTON 1. Isotop adalah unsur yang mempunyai nomor atom sama tetapi mempunyai nomor massa berbeda. Contoh: 612C, maka P =6, E =6, dan N = 12-6=6 Ternyata bahwa isotop mempunyai jumlah proton sama dan jumlah electron sama, hanya berbeda neutronnya. Jadi pengertian dari isotop dapat disimpulkan bahwa : a. Atom – atom yang mempunyai jumlah proton, tetapi juga jumlah neutron berbeda. b. Atom – atom yang mempunyai nomor atom sama, tetapi nomor massa berbeda. Sifat isotop sendiri ditentukan dari jumlah elektron karena isotop mempunyai jumlah proton dan elektron sama, maka sifat isotop tersebut adalah sama. 2. Isobar adalah unsur yang mempunyai nomor atom berbeda, tetapi mempunyai nomor massa sama. Contoh : 1840Ar dengan 1940K 3. Isoton adalah unsur yang mempunyai jumlah neutron sama, tetapi mempunyai nomor atom berbeda. Contoh : 1. 49Be 2. 510B Jawab: 1. Be mempunyai jumlah proton = jumlah elektron No.atom = 4 No.massa = 9 Sehingga neutron nya = no.massa – no. atom =9–4 =5

3

2. B mempunyai jumlah proton = jumlah elektron No.atom = 5 No.massa = 10 Sehingga neutron nya = no.massa – no.atom = 10 – 5 =5 C. PERKEMBANGAN TEORI ATOM Domecritus ( diskontinus ) adalah tidak dapat dibagi lagi. Aristoteles ( kontine ) adalah atom dapat dibagi – bagi lagi. Dalton Thompson Rutherford

 

Bohr 1. Dalton

modern

Teorinya adalah : a. Atom adalah partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi. b. Atom suatu unsur memiliki sifat dan massa berbeda. c. Gabungan antara atom 1 dan lainnya akan membentuk suatu senyawa. ( Hidrogen + oksigen → air ) d. Reaksi kimia hanya melibatkan penata ulangan atom – atom. ( NaCl + H2O → NaOH + HCl )

4

2. Thompson Teorinya adalah : a. Atom digambarkan seperti kue kismis. b. Atom terdiri atas materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron - elektron bagaikan kismis. 3. Rutherford Teorinya adalah atom merupakan rongga hampa yang terdiri atas inti yang sangat kecil dan rapat di mana massa atom dan muatan positifnya dipusatkan, sedangkan elektron beredar mengelilingi intinya. 4. Neils Bohr Teori ini didasarkan pada spektrum unsur. Spektrum unsur disebut juga dikontinu atau spektrum garis. Dari teori ini didapatkan bahwa spektrum unsur tertentu memberikan warna yang khas tertentu. Spektrum garis menunjukkan bahwa elektron beredar menempati tingkat – tingkat energi tertentu dalam orbitnya. Selama elektron beredar dalam orbitnya, maka energinya akan tetap. Pemancaran atau penyerapan energi terjadi pada saat elektron berpindah dari orbit yang 1 ke orbit yang lain, jika elektron berpindah dari orbit dengan tingkat yang rendah ke orbit yang tingkat yang lebih tinggi, maka elektron akan menyerap energi dan jika sebaliknya elektron akan membebaskan energi. 5. Model Atom Modern Model atom ini diawali oleh Louis De Broglie, bahwa partikel yang bergerak sangat cepat mempunyai ciri – ciri gelombang. Hal ini terbukti ketika ditemukan bahwa elektron menunjukkan sifat difraksi supaya halnya sinar-X. D. BILANGAN – BILANGAN KUANTUM Dalam model atom, bilangan kuantum setiap kulit terdiri atas 1 atau beberapa sub kulit. Setiap sub kulit, terdiri atas 1 atau beberapa orbital. a. Bilangan Kuantum Pertama Lambang = n, menyatakan tingkat energi utama atau kulit atom, bilangan kuantum utama mempunyai harga 1,2,3, dan seterusnya. Contoh Kulit pertama : kulit K→ n = 1 Kulit kedua : kulit L → n = 2

5

b. Bilangan Kuantum Azimuth ( L ) Bilangan kuantum azimuth menyatakan bilangan sub kulit. Hal ini dikaitkan dengan nilai bilangan kuantum utamanya. Nilai L itu sama dengan ( n – 1 ). contoh ► 1. subkulit s dari kulit L dinyatakan dengan 2s ( n = 2; l = 0 ) 2. subkulit p dari kulit M dinyatakan dengan 3p ( n = 3; l = 1 ) c. Bilangan Kuantum Magnetik Bilangan kuantum magnetik menyatakan orbital khusus di mana yang ditempati elektron pada suatu subkulit. Nilai bilangan kuantum magnetik tergantung pada nilai bilangan azimuth mulai dari –l → + m. Kulit K L M N Nilai n 1 2 3 4 Nilai l yang diijinkan 0 0,1 0,1,2 0,1,2,3 Sub kulit 1s 2s,2p 3s,3p,3d 4s,4p,4d,4f

Contoh ►1. L = 0 → m = 0 2. L = 1 → m = -1 , 0 , +1 3. L = 2 → m = -2 , -1 , 0 , +1 , +2 d. Bilangan Kuantum Spinx ( s ) Bilangan kuantum spin menyatakan kemungkinan arah rotasi elektron, jika searah jarum jam (┐) → s = + 1/2 tapi jika berlawanan jarum jam (└ ) → s = - ½ Contoh : Tentukan bilangan – bilangan kuantum dari : 1. Sub kulit = 2p4 → n = 2 →l=1 ┐└ ┐ ┐

6

→ m = -1

-1

0

+1

2. Sub kulit = 4s1 → n = 4 →l=0 →m=0 →s=+½ 3. Sub kulit = 3d8 → n = 3 → l=2 →m=0 → s=-½ E. KONFIGURASI ELEKTRON Konfigurasi electron menggambarkan susunan elektron dalam atom Gambaran tentang persebaran elektron – elektron ke dalam orbital – orbital kulit elektron disebut konfigurasi elektron. Ada 3 prinsip yang harus dipertimbangkan dalam penentuan konfigurasi elektron, yaitu asas Aufbau, asas larangan Pauli, dan prinsip Hund. 1. Asas Aufbau Pengisian orbital dimulai dari tingkat energi yang rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Dengan demikian atom berada pada tinggi energi minimum ( Aufbau berasal dari bahasa Jerman yang berarti pembentukan: Atom yang lebih rumit dibentuk dari atom yang lebih sederhana dengan setiap kali menambahkan 1 proton dan sejumlah neutron ke dalam inti serta 1 elektron pada orbital atomnya. Untuk atom hidrogen dan spesi berelektron tunggal seperti He+ dan Li2+, tingkat energi orbital hanya bergantung pada tingkat energi utama. Artinya, orbital – orbital dari kulit yang sama ( bilangan kuantum utama yang sama ) mempunyai tingkat energi yang sama. ( Orbital 2s ┐└ -2 ┐└ -1 ┐└ 0 ┐ +1 ┐ +2

0

7

sama tingkatnya dengan 2p;3s;3p sama tingkatnya dengan 3d,dan seterusnya ). Untuk atom berelektron banyak, terjadi pemisahan tingkat energi dan subkulit – subkulitnya sebagai akibat adanya tolak menolak antar elektron itu. Dalam hal ini tingkat energi orbital bergantung pada harga bilangan kuantum utama (n) dan bilangan kuantum azimuth ( l ). Orbital dengan harga(n+l) sama, maka orbital yang harga n-nya lebih besar mempunyai tingkat energi lebih besar. U
7s_ 5f_ _ _ _ _ _ _ 6p_ _ _ 5d_ _ _ _ 4f_ _ _ _ _ _ _ 6s_ 5p_ _ _ 4d_ _ _ _ 5s_ 4p_ _ _ 3d_ _ _ _ 4s_ 3p_ _ _ 2d_ _ _ _ 3s_ 2p_ _ _ 2s_ n=2 ► n=3 ► n=4 ► n=5 ► ► n=6 ► n=7

E n e r g i O r b i t a l

R U T A N T I N G K A T

1s_

n=1

Contoh : Bagaimana urutan tingkat energi dari orbital – orbital berikut, 3p, 3d, dan 4s? Jawab : Untuk menjawab pertanyaan ini, baiknya kita periksa harga n + l dari orbital – orbital itu. Orbital 3p 3d n 3 3 l 1 2 n+l 4 5

8

4s

4

0

4

Jadi urutan tingkat energi orbital – orbital itu adalah : 3p, 4s, 3d 2. Asas Larangan Pauli Pada tahun 1926, Wolfgang Pauli mengemukakan bahwa tidak ada dua elektron dalam satu atom yang boleh mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama. Dua elektron yang menempati satu orbital mempunyai bilangan kuantum utama, azimuth, dan magnetik yang sama, tetapi bilangan kuantum spinnya haruslah berbeda. Kedua elektron itu disebut berpasangan dan dinyatakan dengan diagram sebagai berikut: ┐└ Dengan demikian satu orbital dapat ditempati maksimum oleh dua elektron, sebab jika elektron ketiga dimasukkan, maka elektron itu akan mempunyai spin yang sama dengan salah satu elektron terdahulu sehingga keempat bilangan kuantumnya menjadi sama. Dengan demikian jumlah maksimum elektron pada setiap subkulit sama dengan dua kali jumlah orbitalnya. ☻Subkulit s (1 orbital) maksimum 2 elektron ☻Subkulit p (3 orbital) maksimum 6 elektron ☻Subkulit d (5 orbital) maksimum 10 elektron ☻Subkulit f (7 orbital) maksimum 14 elektron Oleh karena jumlah orbital pada kulit ke-n = n2, maka jumlah maksimum elektron pada kulit ke-n = 2n2. Jumlah maksimum elektron pada kulit ke-n = 2n2 Contoh : 1. Jumlah maksimum elektron pada kulit K(n = 1) → 2 x 12 = 2 2. Jumlah maksimum elektron pada kulit M(n = 3) → 2 x 32 = 18 C. PRINSIP HUND Pada pengisian orbital – orbital yang mempunyai energi sama, mula – mula elektron menempati orbital secara sendiri – sendiri dengan spin yang paralel, baru kemudian berpasangan.

9

Hal ini dapat dimengerti karena semua elektron bermuatan sama sehingga elektron akan menempati orbital yang masih kosong sebelum harus berpasangan.

F. SISTEM PERIODIK UNSUR – UNSUR 1. Dasar Penyusunan Sistem periodik bentuk panjang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom ( kenaikan jumlah proton / muatan inti ). Sistem periodik bentuk panjang dibagi ke dalam : periode dan golongan. Periode : ►Lajur horizontal ►Ditunjukkan oleh nomor kulit yang paling luar. ►Banyaknya periode system periodik ada 7 buah. ►Artinya suatu atom maksimum mempunyai kulit sebanyak 7 buah. Jumlah unsur dalam periode adalah : ▪ Periode 1 dan 2 unsur ▪ Periode 2 dan 8 unsur ▪ Periode 3 dan 8 unsur ▪ Periode 4 dan 18 unsur Golongan : ☻Lajur vertikal ☻Unsur – unsur yang terletak dalam satu golongan mempunyai sifat – sifat yang mirip. Kemiripan sifat tersebut karena adanya kesamaan konfigurasi electron, kulit terluarnya. ☻Dalam sistem periodik, unsur – unsur dibagi menjadi 2 kelompok : 1. Unsur golongan utama : Golongan – golongan unsur yang terdapat dalam blok s dan blok p. 2. Unsur transisi : Golongan – golongan unsur yang terdapat dalam blok d dan blok f. ▪ Periode 5 dan 18 unsur ▪ Periode 6 dan 32 unsur ▪ Periode 7 dan 17 unsur

10

2. Sifat – Sifat Periodik
Kuadrat I ♣ Energi ionisasi ♣ Afinitas electron ♣ Elektronegatifan ♣ Asam Oksi Kuadrat III ♣ Jari – jari ♣ Logam ♣ Basa ♣ Reduktor

Sifat Periodik Pada Kuadran I : - Huruf awal : vokal ( huruf hidup ) - Dalam suatu golongan makin ke atas makin besar / makin kuat. - Dalam satu peride makin kanan makin besar / makin kuat. Sifat Periode pada kuadran III : - Huruf awal : konsonan ( huruf mati ) - Dalam satu golongan makin ke bawah makin besar/makin kuat. - Dalam satu periode makin ke kiri makin besar/makin kuat.

G. IKATAN KIMIA 1. Peranan Elektron Dalam Ikatan Kimia Atom – atom dikatakan stabil apabila konfigurasi elektronnya sama dengan konfigurasi gas mulia( struktur duplet atau oktet ). Struktur duplet : mempunyai dua elektron di kulit luar (sama dengan konfigurasi elektron Helium).

11

Struktur Oktet : mempunyai delapan electron di kulit terluar ( sama dengan Ne, Ar, Kr, Xe, Rn ).

2. Macam – Macam Ikatan Kimia a. Ikatan Ion : Ikatan ion dapat terjadi karena adanya serah terima elektron antar atom. Ikatan ini terbentuk antara : ►Ion positif dengan ion negatif (oleh gaya elektro statis) ►Atom – atom berenergi potensial ionisasi kecil dengan atom – atom berelektronegatif besar. (Atom - atom unsur golongan IA, IIA, dengan atom – atom unsur golongan VIA, VIIA) Contoh : Na → Na+ + e Cl Cl + e → sifat senyawa ion : 1. Bila cair dapat menghantarkan arus listrik. 2. Bila padat berbentuk kristal. 3. Titik lebur dan titik didihnya tinggi. 4. Larut dalam pelarut polar. 5. Keras tetapi rapuh. b. Ikatan Kovalen Ikatan kovalen terjadi berdasarkan pemakaian pasangan elekron bersama. Ikatan ini terjadi sesama unsur bukan logam yang perbedaan elektronegatifitasnya rendah. Pembagian ikatan kovalen 1. Ikatan kovalen non polar : jika PEI tertarik sama kuat semua atom. Ciri : - momen dipol = 0 - mengandung jenis atom yang sama Contoh : H2, N2, Cl2, O2

Antara ion Na+ dan ion Cl terjadi tarik menarik sehingga terjadi senyawa NaCl. Sifat –

12

2. Ikatan kovalen polar : jika PEI tertarik lebih kuat ke salah satu atom. Ciri : - momen dipol > 0 - beda elektronegatifas antar atom yang berikatan besar. Contoh : HCl, N2O, H2O, NH3, HCN 3. Ikatan semi polar (kovalen koordinat) : jika PEI hanya berasal dari salah satu atom. Contoh : H3N: + BF3 → H3N : BF3 Kovalen koordinat Sifat – sifat senyawa kovalen : 1. Senyawa kovalen polar dapat menghantarkan arus listrik. 2. Senyawa kovalen non polar tidak dapat menghantarkan arus listrik. 3. Titik didih dan titik lebur relatif lebih rendah disbanding senyawa ion. 4. Larut dalam pelarut non polar. 5. Mudah menguap.

13