You are on page 1of 2

Asuhan Keperawatan dengan Diagnosa Keperawatan Deprivasi Tidur

Oleh Rahmi Logita Waldi, 1006672895


Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
Deprivasi tidur adalah periode panjang yang lama tanpa tidur (terputusnya kesadaran
relatif yang periodik dan alami dan secara terus menerus).
A. Aspek yang perlu dikaji pada klien untuk mengidentifikasi mengenai gangguan tidur
meliputi:
1. Pola tidur
Jam berapa klien masuk kamar untuk tidur dan keteraturan pola tidur klien
2. Kebiasaan yang dilakukan klien menjelang tidur, seperti membaca buku, buang air
kecil, gosok gigi dan lain-lain.
3. Kebiasaan klien untuk tidur siang
4. Lingkungan tidur klien.
Bagaimana kondisi lingkungan tidur klien?, apakah bising, gelap, atau suhunya
dingin?
5. Peristiwa yang baru dialami klien dalam hidupnya.
Perawat mempelajari apakah peristiwa yang dialami klien yang menyebabkan
klien mengalami gangguan tidur
6. Status emosi dan mental klien
7. Perilaku deprivasi tidur
1. Penampilan wajah, misalnya adakah area gelap di sekitar mata, bengkak di
kelopa mata, konjungtiva kemerahan, mata terlihat cekung
2. Apakah klien mudah tersinggung, selalu menguap. Kurang konsentrasi, atau
terlihat bingung?
3. Apakah klien tampak lelah dan lesu?
B. Diagnosa: Deprivasi tidur berhubungan dengan perubahan tahap tidur yang
berhubungan dengan proses penuaan, demensia, hipersomnolen sistem saraf pusat
idiopatik, mimpi buruk dan paralisis tidur familial
C. Tujuan/kriteria evaluasi NOC
- Menunjukkan tidur yang dibuktikan dengan perasaan segar setelah tidur
- Penurunan gejala deprivasi tidur
D. Intervensi NIC
- Manajemen energi
Mengatur penggunaan energi untuk mengatasi atau mencegah keletihan dan
-

mengoptimalkan fungsi
Menejemen medikasi
Memfasilitasi penggunaan obat resep
Menejemen alam perasaan
Menciptakan keamanan, kestabilan, pemulihan, dan pemeliharaan pasien yang
mengalami disfungsi alam perasaan seperti depresi
Peningkatan tidur

Memfasilitasi siklus tidur-bangun yang teratur


E. Aktivitas keperawatan
- Ciptakan lingkungan rasa nyaman dan rileks untuk klien dengan mengatur posisi
yang nyaman untuk tidur, tempat tidur yang bersih dan rapi dan pada klien nyeri
-

berikan obat analgesik 30 menit sebelum tidur.


Membantu kebiasaan klien sebelum tidur misalnya mendengarkan musik, membaca

dan berdoa
Anjurkan klien untuk memakan makanan yang mengandung tinggi protein dan

hindari banyak minum.


- Hindari latihan fisik yang berlebihan sebelum tidur
- Ajarkan pada klien dan keluarga tentang faktor yang dapat menggangu tidur
F. Aktivitas kolaboratif
- Diskusikan dengan dokter tentang penggunaan obat tidur yang tidak menekan tidur
REM

Daftar pustaka
Asmadi. (2008). Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan
Dasar Klien: Jakarta. Salemba Medika
Wilkison, J. ( 2009). Buku Saku Diagnosis Keperawatan: Diagnosis Nanda, Intervensi
NIC. Kritesia Hasil NOC. Ed. 9. Terj. Esti. W: Jakarta. EGC