You are on page 1of 6

Asuhan Keperawatan Syok Anafilaksis

NC Immunogic System
UNTUK MEMENUHI TUGAS
Nursing Care of Immunologic System
Oleh kelompok 6
Anastasia Maulida

(125070218113008)

Fitri Dyah Anggraini

(125070218113050)

Hairul Anam

(125070218113024)

Ilmiatin Rizqimah

(125070218113048)

Mahelviva Nevi P

(125070218113058)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
KEDIRI 2013
I. Data yang perlu ditambahkan :

1. ABC ( airway, breathing, circulation)


2. Feses
3. Urin
4. Intrakranial
5. Kardiovaskular
6. EKG(elektrocardiogram)
7. TTV
8. Derajat keparahan syok anafilaksis
9. Integritas ego: mengalami sress yang berat baik emosional maupun
fisik, emosi labil, depresi
10.Intake makanan atau nutrisi
11.BMI(body mass indeks)
12.Riwayat pengobatan
13.CBC (complate blood count)

II. Buatlah analisa data kasus diatas


Pengkajian Umum :

1. Wanita usia 56 tahun


2. riwayat pangkreatitis akut
3. riwayat masa lalu : penyakit divertikular, myocardial infark, alergi
terhadap metronidazole dan buscopan
4. riwayat keluarga : tidak alergi obat
Pemeriksaan Fisik :
1. GCS 15/6
2. wajah terlalu edema
3. leher dan ekstremitas edema
4. lidah terlalu membengkak
5. sianosis
6. ronki difus atas kedua bidang paru

Diagnosa 1 : Impaired Swallowing ( Gangguan Menelan)

Domain 2 : Nutrition
Class 1 : Ingestion
Analisa Data

Etiologi

Masalah Keperawatan

DO :

Diagnosa : Impaired
Swallowing ( Gangguan

-lidah terlalu bengkak

Menelan)

-leher bengkak

Domain 2 : Nutrition

DS :

Class 1 : Ingestion

-keluhan pembengkakan
lidah
-penyakit divertikular
-riwayat myocardial
infark
-ketidaknyamanan
epigastrium

Kriteria Hasil :
Setelah dilakukan perawatan selama

x24jam pasien diharapkan mampu

melaporkan :
ketidaknyamanan epigastrium teratasi
lidah dan leher kembali normal

Intervensi keperawatan:
1 . Tinjau ulang kemampuan pasien menelan, catat luasnya paralisis
fasial.

Tingkatkan upaya untuk dapat melakukan proses menelan yang efektif


seperti membantu pasien menegakkan kepala.

Letakkan pasien pada posisi duduk/tegak selama dan setelah makan.


R/ Gaya gravitasi untuk memudahkan proses menelan dan
menurunkan risiko terjadinya aspirasi.

Stimulasi bibir untuk membuka dan menutup mulut secara manual


dengan menekan ringan diatas bibir/dibawah dagu.

R/ Membantu melatih kembali sensori dan meningkatkan kontrol


muskuler.

Letakkan makanan pada daerah mulut yang tidak sakit/terganggu.

R/ Memberikan stimulasi sensori yang dapat menimbulkan usaha untuk


menelan.

Sentuh bagian pipi paling dalam dengan spatel untuk mengetahui


adanya kelemahan lidah.

R/ Meningkatkan gerakan dan kontrol lidah dan menghambat jatuhnya


lidah.
Berikan makan dengan perlahan pada lingkungan yang tenang.
R/ Pasien dapat berkonsentrasi selama mekanisme makan tanpa ada
gangguan dari luar/lingkungan.

Mulai dengan memberikan makanan per oral setengah cair, makanan


lunak ketika pasien dapat menelan air.

R/ Makanan lunak/kental/cair lebih mudah untuk mengendalikannya di


dalam mulut sehingga mudah ditelan.

Bantu pasien untuk memilih makanan yang kecil atau tidak perlu
mengunyah dan mudah ditelan.

Anjurkan pasien menggunakan sedotan untuk meminum cairan.

R/ Menguatkan otot-otot fasial dan otot menelan serta menurunkan


risiko terjadinya aspirasi/tersedak.

Diagnosa 2: ineffective breathing pattern (ketidak efektifan pola nafas)


Domain 4: activity rest

Class 4: cardiovascular/pulmonary responses


Data

Etiologi

DO

Masalah keperawatan
Diagnosa : ineffective

sianosis

Ronkidifus atas
kedua bidang
paru-paru
DS

breathing pattern
(ketidak efektifan pola
nafas)
Domain 4: activity rest
Class 4:

Sesak nafas

cardiovascular/pulmonar
y responses

Kriteria hasil :
Setelah dilakukan perawatan selama 2x24 jam, diharapkan pasien:

Frekuensi pernafasan kembali normal


Pasien tidak merasakan sesak lagi
Pasien tidak tampak memakai alat bantu pernafasan
Tidak terdapat tanda-tanda sianosis

Intervensi:
Kaji frekuensi pernafasan, kedalaman dan ekspansi paru
Auskultasi bunyi nafas dan catat adanya bunyi nafas
Tinggikan posisi kepala pasien (semifoler) dan batu pasien dalam
mengubah posisi
Observasi pola batuk dan karakter sekret
Ajarkan pasien untuk batuk efektif untuk menghilangkan secret
Berikan oksigen tambahan