UPT PUSKESMAS UNIT I SUMBAWA

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
PENANGGULANGAN KLB MALARIA

1.

Tgl. Terbit : 01 April 2015
No. Dok.

: SPO-MAL.PKM-01

No. Revisi : 00

Tujuan
Prosedur ini menerangkan urutan tata laksana kegiatan penaggulangan KLB Malaria jika
telah ada konfirmasi terjadinya KLB.

2.

Ruang Lingkup
Prosedur ini meliputi kegiatan perencanaa, penanggulangan hingga kegiatan Pasca KLB.

3.

Definisi
KLB Malaria adalah kejadian meningkatkan kasus yang melebihi keadaan biasa di suatu
kelompok masyarakat atau wilayah rawan KLB.

4.

Ketentuan Umum
4.1. Konfirmasi terjadinya KLB hanya dilakukan jika telah mendapatkan kesimpulan dari
hasil akhir kegiatan SKD KLB Malaria
4.2. Kegiatan Pengggulangan KLB ini melibatkan semua sector kesehatan dan lintas sector
terkait yaitu Puskesmas, Rumah Sakit, Dinkes Kabupaten, Provinsi, Pemerintah Desa,
Camat dan Daerah
1.1. KLB Malaria dinyatakan selesai setelah pemantauan 2x masa inkubasi (20-28) hari
atau jika angka kesakitan telah menunjukkan kembali pada keadaan semula

5.

Referensi
5.1. Pedoman SKD dan KLB Malaria (DItJen PP dan PL) Depkes RI Th. 2007.

6.

Uraian Prosedur
6.1. Menuyusun rencana kegiatan meliputi kegiatan pegobatan MBS, penyemprotan/IRS
(Indoor Residual Spray), Klambunisasi, PE lanjutan dan pengamatan Entomogi.
6.2. Menyusun rencana kebutuhan dan anggaran meliputi obat, survey Kit, alat dan bahan
Laboratorium, Kelambu, Insektisida, IRS Kit, Biaya.
6.3. Pelaksanaan kegiatan penanggulangan
6.3.1. Puskesmas
- Pembentukan TIM pennggulangan yang berkoordinasi dengan Dinas
Kesehatan

Hal : 1 / 2

PKM-01 No. Dinas Kesehatan Provinsi .4.Dilokasi KLB dilakukan MBS dan bila ditemukan kasus selajutnya diobati .Menyiapkan media komunikasi dan konsultasi . Catatan Mutu / Rekaman 7.1.Membentuk posko pengobatan dan melakukan penanganan kasus. : SPO-MAL.Membentuk TIM Penganggulangan KLB Kabupaten .Melakukan pengawasan dan asistensi teknis dalam kegiatan penganggulangan yang dilakukan kabupaten serta memastikan laporan pada Departemen Kesehatan Ditjen PP dan PL 6.1. Dinas Kesehatan membuat laporan kegiatan paska penanggulangan.2. Dok. serta meneruskan ke tingkat provinsi 7. Evaluasi kasus dan pengendalian vector. Terbit : 01 April 2015 No.Mengajukan permintaan kebutuhan biaya kebagian anggaran provinsi sesuai ketentuan yang berlaku di provinsi tersebut . cadangan obat dan peralatan penunjang .Pengoabatan dilanjutkan dengan MFS dilakukan setiap 2 minggu terhadap semua penderita demam dan bila posisif diobati sesuai protap .3.Melakukan kunjungan lapangan berdasarkan laporan puskesmas 6.2.UPT PUSKESMAS UNIT I SUMBAWA STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENANGGULANGAN KLB MALARIA Tgl.3.4.Menyiapkan Tim penanggulangan KLB yang merupakan bagian dari TIM Dinas Kesehatan . Rumah Sakit .Melakukan perawatan terhadap penderita malaria yang dirujuk dan penanganan terhadap malaria berat atau komplikasi dan efek samping 6.Menganalisa serta memproses Laporan W1. Laporan Program Bulanan Hal : 2 / 2 . Dinas Kesehatan .4.Menyiapkan anggaran.2.3. tempat dan waktu . API < 1 permil dan PR < 2% (bila perlu dengan penyemprotan ulang) 6. Kegiatan Pasca Penaggulangan 6. Format W2 7.4.3. SKD KLB tetap ditingkatkan dengan mengintensifasikan Surveilansi Epidemologi 6. rincian kegiatan dan biaya opreasional dari kabupaten .Menentukan batas wilayah penanggulangan dan jadwal kegiatan .4.Membuat laporan kejadian dan tidnakan dengan form WI ke Dinkes Kabupaten dalam tempo 24 jam 6.Melaksanakan PE berdasarkan aspek orang. Revisi : 00 . malaria berat atau dengan komplikasi di rawat inap atau dirujuk . kasus positif diobati sesuai protap.3.