Contoh soal

:
1. Suatu tanah basah (asli) mempunyai volume (Vt) = 0,84 m³, berat (Wt) = 12 kN, apabila kadar air (w) = 12 %
dan berat jenis (Gs) = 2,72, berapakah nilai : → [w = 9,81 kN/m³]
a). berat volume basah (t)

d). porositas (n)

b). berat volume kering (d)

e). derajat kejenuhan (Sr = %)

c). angka pori (e)

f). volume air (Vw)

solusi :
t 

a).
d 

b).
e

c).
2.

Wt
12

 14,29kN / m³
Vt 0,84
t
14,29

 12,76kN / m³
1  w 1  0,12

Gs.  w
2,72.9,81
1 
 1  1,09
d
12,76

n

d).

e
1,09

 0,52
1  e 1  1,09

Sr 

w .Gs 0,12.2,72

 0,2994  29,94%
e
1,09

Vw 

Sr .Vt .e 0,2994.0,84.1,09

 0,13m³
1 e
1  1,09

e).

f).

Suatu tanah jenuh air mempunyai berat jenis (Gs) = 2,67, berat tanah basah (W t) = 150,63 gram, berat tanah
kering (Ws) = 131,58 gram, berapakah nilai : → [w = 1 gr/cm³]
a). kadar air (w)
b). berat volume kering (d)
c). berat volume jenuh air (sat)
solusi :
w

Ww Wt  Ws 150,63  131,58


 0,1448  14,48%
Ws
Ws
131,58

d 

Gs
2,67
 w 
1 1,93 gr / cm³
1  w.Gs
1  0,1448.2,67

a).

b).
 sat 

1 w
1  0,1448
Gs. w 

2,67.1 2,20 gr / cm³
1  w.Gs
1  0,1448.2,67

c).
3.

Suatu tanah jenuh air mempunyai derajat kejenuhan (Sr) = 100 %, berat volume tanah (t) = 17,72 kN/m³,
kadar air (w) = 42 %, berapakah nilai : → [w = 9,81 kN/m³]
a). porositas (n)
b). berat jenis tanah (Gs)
solusi :
kondisi jenuh air : Vt = 1 m³, Vv = Vw
W
w  w  0,42  Ww  0,42.Ws
Ws

67.85  w   9.Sr 0.Ws  Ws  17.48 kN   d  s 12.85.03% Gs 2.81 Suatu tanah jenuh air mempunyai berat jenis tanah (Gs) = 2. berat volume tanah (t) b).1813 Gs.05 100%  100%  18.1 2. kadar air (w) b). 5.74  0. berat volume tanah (t) solusi : w e.74 t  Gs  Sr . berat volume tanah kering (d) .42. kadar air (w) b).42  12.t  a).63 – 131.67 c.72 /1. 6.48kN / m³ Vt 1 Vt  12.63 gram. Berat cawan + tanah kering (W 2) = 131.42 kN / m³ 1 e 1  0.85 a).42 100%  100%  13.10 d  Gs 2.48 n  w  d 0.  w (1  0.0.Gs 1  0.67 a). b).58 gram.1813.48   2.48 = 105.e 2. berapakah nilai : a).799 gr / cm³ 1  w. Suatu tanah asli mempunyai berat tanah (Wt) = 207 gram.42. sedangkan berat cawan (W 3) = 26.10 gram w Ww 19. derajat kejenuhan (Sr) d).534).  sat  1 w 1  0.74.58 – 26.81 Gs  b).81 kN/m³] a).0.731 (1  n). volume tanah (Vt) = 110 cm³ sedangkan berat tanah kering (Ws) = 163 gr dan berat jenis tanah (Gs) = 2.85.2.0 gr/cm³] a).1813.9.67. berat volume kering (d) [w = 1 gr/cm³] c). Berat cawan + tanah basah (W 1) = 150.81 16.2. w   2.05 gram Ws = W2 – W3 = 131. derajat kejenuhan (Sr) = 42% dan berat jenis (Gs) = 2.48 gram. berapakah nilai : → [w = 1. berat volume jenuh air (sat) solusi : Ww = W1 – W2 = 150.42  0.Gs 1  0. b).67  w  1 1. 4. berapakah nilai : → [w = 9. Wt Ww  Ws W   0.13% ws 105.68. Suatu tanah asli mempunyai nilai angka pori (e) = 0.13 gr / cm³ 1  w. d 12.58 = 19. angka pori (e) c).72 kN  Ws  17.534 w 9.

575 108.68 Sr  w 100%  100%  89. Porositas (n) n= e 0.575 = =0. Berat volume kering (γd) γd = γ 1+ wc = 122 1+0.  w 2. Gs.93 108.1 ft3 dan berat 12. Suatu tanah basah mempunyai volume 0.365 1+ e 1+ 0.6 −1 = −1=0. 5.68.110.0.31% Ws .Gs 44.solusi : e a). 4. 2. Berat Volume Basah Berat Volume Kering Angka pori Porositas Derajat kejenuhan Volume yang ditempati air Penyelesaian : A.1 = 122 Ib/ft3 B.2 lb.81 Ws 163 Ww = Wt – Ws = 207 – 163 = 44 gram W . Berat volume basah (γ) γ= w 12. Apabila kadar airnya adalah 12% dan berat spesifik dari butiran padat adalah 2.1 1   1  0.2.2 = v 0.93 Ib/ft3 C. 3. b).81 t  Wt 207   1.575 E.e 163. 6.88 gr / cm³ Vt 110 d  Ws 163   1.Vt . d). Derajat kejenuhan (S) .93 D.75 × 62.12 =108. Angka pori (e) γd = Gs × γ w 1+ e maka e = Gs × γ w γd = 2.48 gr / cm³ Vt 110 c).75 tentukan: 1.4 171.

1 = 160 0.1 Ws γd = V → 1600 = m Ws →W s = 1600 x 0.75 = 33. Angka pori (e) e= n 0.387 = =0. Angka pori 3.564 w b.631 1−n 1−0.12× 2.575 Volume yg ditempati oleh air (Vw) Vw = WxGs = 12. Apabila Gs=2. Berat spesifik (Gs) Misal : V m = 0.1 W s 160 Gs = γ = 62.387 Berat volume basah suatu tanah adalah 19.098 Angka pori (e) γd = Gs×γ w 1+e = 17.2 kN/m3.3 e 0.55 ft3 Berat volume kering dari suatu tanah yang mempunyai porositas 0. Porositas 4.8%.573 →57.4 =2. Tentukan: 1.S= F. Penyelesaian : a.2 = 1+ wc 1+ 0.2 x 2. wc ×Gs 0.75 = =0.486 kN/ m3 . Berat volume kering (γd) γd = b. Tentukan berat spesifik dari butiran padat dan angka pori tanah tersebut. γ 19. Berat volume kering 2.75 dan wc=9.387 adalah 1600 kg/m3. Derajat kejenuhan Penyelesaian : a.

543 Untuk suatu tanah jenuh air. 200 = 58 %.75 = =0.985 kN/ m3 Contoh soal : “Sistem klasifikasi USCS” 1. sebagai berikut : Jenis tanah : Tanah A Tanah B . seperti pada gambar di bawah ini : Data plastisitas untuk kedua jenis tanah. tentukan berat volume jenuh dan berat volume dan kN/ m 3 Penyelesaian : Berat volume jenuh (γsat) dan kering (γd) e= W c ×Gs = 0.81 −1= −1=0.4 x 2.846 kN /m3 1+ e 1+1.maka e = c.Tanah butiran lolos no.098 × 2.543 = =0.496 → 49. Gs× γw 2.4 = =81.1 γd = G s × γ w 2. Hasil dari uji analisis distribusi butiran suatu tanah adalah sebagai berikut : Persentase butiran yang lolos ayakan no.6 e 0.75× 9.714 Ib /ft 3=12.4 ( 0.Bagan plastisitas nilai LL = 30 dan PI = 10 → Klasifikasi CL atau OL 2. 40 = 58 % dan lolos ayakan no. 10 = 100 %. dengan kering dalam satuan lb/ ft 3 W c =40% dan Gs=2.75 = 1.075 mm) = 58 % [  50 % lolos F200] → Tanah berbutir halus .1 γsat = G s × γ w ( wc +1 ) 2.75 ×62. Distribusi ukuran butiran 2 contoh tanah.351 1+ e 1+ 0. 200 ( : 0. Porositas (n) n= d.75× 62.543 γd 17.4 Ib /ft 1+ e 1+1.543 Derajat kejenuhan (S) S= W c ×G s 0.4+ 1 ) 3 = =114. Dari butiran yang lolos ayakan no. lolos ayakan no.75.486 e 0.1 = 17. 40 diketahui : batas cair (LL) = 30 dan indeks plastisitas (PI) = 10 Solusi : .

sehingga : D 0. 40 diketahui : batas cair (LL) = 30 dan indeks plastisitas (PI) = 10 Solusi : 26 20 .75 mm) → Tanah berpasir . indeks plastisitas (PI) = LL – PL = 26 – 20 = 6 : 4 ≤ PI ≤ 7 → di daerah yang diarsir Sehingga didapat hasil klasifikasi = CL-ML Contoh soal : “Sistem klasifikasi AASHTO” 1.085 Cc  (D30 )² (0.nilai D10 = 0. 40 = 58 % dan lolos ayakan no.12 dan D60 = 0. lolos ayakan no.kira-kira 8 % tanah lolos saringan no.135.batas cair (LL) = 30.0. indeks plastisitas (PI) = LL – PL = 30 – 22 = 8 > 7 → di atas garis A Sehingga didapat hasil klasifikasi = SP-SC. Tanah B : Dari kurva distribusi diketahui : .59  4  tidak terpenuhi D10 0.harga 8 % tersebut terletak pada 5 % ≤ F200 ≤ 12 % → mempunyai simbol ganda .25  1  Cc  3  terpenuhi D10 . 4 ( : 4. Dari butiran yang lolos ayakan no. D30 = 0.075 mm) [  50 % lolos F200] → Tanah berbutir halus . Hasil dari uji analisis distribusi butiran suatu tanah adalah sebagai berikut : Persentase butiran yang lolos ayakan no.D60 0. 200 ( : 0.LL PL 30 22 Solusi : Tanah A : Dari kurva distribusi diketahui : .12)²   1.085.075 mm) [ < 50 % lolos F200] → Tanah berbutir kasar . 200 = 58 %.085.135 Cu  60   1.batas cair (LL) = 26.kira-kira 61 % tanah lolos saringan no.135 .harga 100 % dari total tanah lolos saringan no. 200 ( : 0. 10 = 100 %.

(F200 – 15).Nilai plastisitas nilai LL = 54 dan PI = 23 → Klasifikasi A-7 (tanah berlempung) .(F200 – 15).Nilai GI = (F200 – 35).(60 – 40)] + 0.01.[0.(LL – 40)] + 0.075 mm) = 95 % [  50 % lolos F200] → Klasifikasi tanah lanau – lempung .Tanah butiran lolos no.2 + 0.050 65 0.29 5519.01.6  19 Sehingga didapat hasil klasifikasi = A-7-5 (19).(23 – 10) = 18.2 + 0.005.01.(PI – 10) = (75 – 35).[0.[0.005.01.Nilai plastisitas nilai LL = 30 dan PI = 10 → Klasifikasi A-4 (tanah berlanau) . diperoleh data sbb : Nomor contoh 1 2 3 4 Berat contoh (gr) Wt 3227.10 Kadar air (%) w 7. 200 ( : 0. % lolos Data plastisitas (mm) saringan 2. Setelah dilakukan penumbukan dan dicari kadar air tiap-tiap contoh.000 10 100 Batas cair (LL) = 54 % 0.2 + 0. 200 ( : 0.005 33 0.[0.Tanah butiran lolos no. Hasil dari uji analisis distribusi butiran suatu tanah adalah sebagai berikut : 95 % dari berat suatu tanah lolos saringan no.(58 – 15). 3.2 + 0..82 4773. Contoh : Suatu pengujian pemadatan di laboratorium menggunakan standat proctor. 200 ( : 0.[0.(F200 – 15).(54 – 40)] + 0.005.(75 – 15).2 + 0.Nilai plastisitas nilai LL = 60 dan PI = 40 → Klasifikasi A-7 (tanah berlempung) .nya .075 mm) = 75 % [  50 % lolos F200] → Klasifikasi tanah lanau – lempung . 200 dan batas cair (LL) = 60 dan indeks plastisitas (PI) = 40 Solusi : .Tanah butiran lolos no.(PI – 10) = (95 – 35).2 + 0.002 18 Solusi : .Penentuan tipe A-7 : Nilai : PI > LL – 30  40 > 60 – 30 → Klasifikasi A-7-6 . Analisis butiran dari suatu tanah anorganik ditunjukkan tabel sebagai berikut : Ukuran saringan No.(LL – 40)] + 0.[0.45  3 Sehingga didapat hasil klasifikasi = A-4(3).075 200 75 Indeks plastisitas (PI) = 23 % 0.Nilai GI = (F200 – 35).Penentuan tipe A-7 : Nilai : PI ≤ LL – 30  23 ≤ 54 – 30 → Klasifikasi A-7-5 .01.(95 – 15).50 3815.(30 – 40)] + 0. 2. dengan cetakan berdiameter 15 cm dan tinggi 20 cm.01.(PI – 10) = (58 – 35).075 mm) = 58 % [  50 % lolos F200] → Klasifikasi tanah lanau – lempung .(10 – 10) = 3.005.Nilai GI = (F200 – 35).(40 – 10) = 42 Sehingga didapat hasil klasifikasi = A-7-6 (42).5 15 25 35 Tentukan : MDD dan OMC .005.(LL – 40)] + 0.005.

AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials).80 1.29 cm3 Berat isi tanah (t) t = Wt Vt : Berat isi kering (d) : d = t (1 + w) Hasil perhitungan : Nomor sampel Satuan Kadar air (w) % Berat isi tanah (t) gr/cm³ Berat isi kering (d) gr/cm³ 1 7.17 3 25 1. 10. kekuatan mengembang (swelling) yang tinggi pada umumnya daya dukungnya rendah. .5 0. USCS (Unified Soil Classification System) 2.91 0. 15² .56 1. Dua sistem klasifikasi tanah yang paling umum dipakai oleh orang sipil adalah: 1. Pemadatan tanah akan mempengaruhi sifat-sifat tanah seperti : . d² . Jelaskan pengaruh pemadatan terhadap sifat-sifat tanah. Apa yang dimaksud dengan IP (Index Plastis) suatu tanah ? Apa yang terjadi pada tanahtanah yang mempunyai harga IP tinggi ? Jawab : IP = Perbedaan kadar air (range kadar air) dimana tanah dalam keadaan plastis.  .25 4 35 1.memperkecil kompressibilitas tanah dan settlement karena harga void ratio e mengecil. 20 = 3534. 1. Jawaban : Secara umum pemadatan akan meningkat (improve) sifat teknis tanah atau merupakan salah satu stabilisasi tanah.  . IP = LL – PL Tanah-tanah yang mempunyai IP tinggi memiliki sifat kembang susut yang besar. t = ¼ .85 2 15 1.08 0.35 1.Penyelesaian : Volume sampel (Vt) : Vt = ¼ . Apa guna sistem klasifikasi tanah ? Sebutkan dua sistem klasifikasi tanah yang paling umum dipakai oleh orang teknik sipil ? Jawab : Guna sistem klasifikasi tanah adalah untuk memberikan cara (metode) yang sistematik dalam penggolongan tanah yang berkaitan dengan sifat teknis tanah.

. jelaskan secara singkat. .test batas-batas Atterberg (Atterberg Limits) Liquid limit.test hydrometer .mudah didapatkan .koefisien rembesan kecil SP daya dukung tinggi. plastic limit. 11. Untuk menentukan klasifikasi tanah. : Sand yang Poorly graded (bergradasi jelek).meningkatkan stabilitas lereng (slope) timbunan. karena void ratio e mengecil.. dan CH.berbutir halus dengan perubahan bentuk yang relatif kecil. .test kandungan material organis (organic conent) jika diperkirakan tanah banyak mengandung material organis. SP. Sifat-sifat teknisnya : sulit dipadatkan rembesan tidak merata Daya dukung rendah ML : Silt dengan low-plastisity Sifat-sifat teknisnya : .memperkecil permeabilitas tanah. Menurut USCS (Unified Soil Classification System). a) Jelaskan maksud dari masing-masing simbol diatas dan bagaimana sifat-sifat teknisnya. tanah dapat digolongkan ke dalam beberapa golongan dengan notasi yang berbeda-beda diantaranya adalah : GW. . ML. Jawab : a) GW : Gravel yang wellgraded (bergaransi baik) Sifat-sifatnya : .analisa ayakan (sieve analysis) .meningkatkan data dukung tanah (bearing capacity). . . Jawab : Macam-macam test tan harus dilakukan adalah : . jenis test apa saja yang perlu dilakukan.

berbutir halus dengan perubahan bentuk besar (sifat mengembang menyusut besar). .CH : Clay dengan High-Plastisity Sifat-sifat teknisnya : .