You are on page 1of 4

RINGKASAN MATERI UN

MATPEL BINDO
MEMBACA
 Menentukan unsur-unsur paragraf, ide pokok,
kalimat utama, kalimat penjelas.
 Menentukan isi paragraf : fakta, opini,
pernyataan/jawaban pertanyaan sesuai isi, tujuan
penulis, arti kata/istilah isi biografi.
 Menentukan opini penulis dan pihak yang di tuju
dalam bentuk rencana/editorial.
 Menentukan dan simpulan grafik, diagram/tabel.
 Menentukan unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik
sastra melayu klasik/hikayat.
 Menentukan unsur-unsur intrinsik/ekstrinsik novel,
cerpen/drama.
 Menentukan unsur-unsur intrinsik puisi
 Menentukan isi puisi lama, pantun, gurindam.
MENULIS
 Menentukan paragraf padu
 Melengkapai berbagai bentuk dan jenis paragraf
dengan kalimat yang padu
 Melengkapi teks pidato
 Melengkapai paragraf dengan kata yang baku, kata
serapan, kata berimbuhan, kata ulang, ungkapan,
peribahasa
 Menyunting penggunaan kalimat/frasa/kata
penhubung/istilah dalam paragraf
Menulis surat resmi
Surat merupakan sarana bagi kita untuk menginformasikan hal-hal
penting kepada orang lain. Surat merupakan sarana kmunikasi tertulis
untuk menyampaikan informasi dari seseorang kepada pihak lain. Apabila
surat itu berisi informasi yang menyangkut kepentingan sekolah, tugas,
dan kegiatan kedinasan, maka surat itu disebut surat dinas.
Surat dinas sering juga disebut surat resmi. Surat dinas isinya berkaitan
dengan kegiatan dinas atau kepentingan tugas kedinasan. Format sebagai
berikut.
1. Kepala surat berisi nama instansi atau badan, alamat lengkap.
2. Tanggal surat.
3. Nomor surat.
4. Lampiran.

5. Hal surat.
6. Alamat yang dituju.
7. Salam pembuka.
8. Isi surat berisi paragraf pembuka, paragraf isi, dan paragraf penutup.
9. Salam penutup.
10. Tanda tangan, nama jelas (kalau ada cantumkan jabatan).
Meski sudah banyak ditemukan alat-alat yang lebih canggih dan cepat
dalam berkomunikasi, surat tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Jaman
sekarang, surat masih dibutuhkan, terutama dalam pembuatan surat
resmi. Tidak mungkin kan jika kita memberitahukan sesuatu lewat sms
kepada atasan kita, atau mungkin dalam bisnis niaga, tidak mungkin juga
kita melakukan sponsor lewat saluran telepon, bayangkan berapa uang
yang kita habiskan untuk membeli pulsa…
Kali ini kita akan bahas mengenai surat, terutama surat dinas / surat
resmi, karena jaman sekarang, hal itu masih dibutuhkan.
Inilah ciri-ciri surat dinas
Adapun ciri dari surat dinas, yang diantaranya sebagai berikut ini:
1. Adanya kop surat dan nama instansi ataupun lembaga.
2. Adanya nomer surat dan lampiran.
3. Adanya salam pembuka maupun salam penutup.
4. Menggunakan bahasa resmi, karena surat dinas merupakan surat resmi.
5. Adanya stempel instansi atau lembaga pada surat.
Syarat untuk surat dinas
Beberapa persyarat untuk membuat sebuah surat dinas, yang diantaranya
sebagai berikut ini:
1. Format dari surat harus teratur sesuai dengan format surat dinas.
2. Isi dari surat tidak terlalu panjang harus langsung pada inti yang ingin
disampaikan.
3. Bahasa yang digunakan harus bahasa resmi, sopan dan mudah untuk
dipahami pembaca.
4. Dan surat harus menggambarkan citra dari instansi atau lembaga yang
membuatnya.

Menyunting kalimat dalam surat resmi
Sistematika penulisan surat dinas:
a.
Kepala Surat.
Kepala surat yang lengkap terdiri atas (a) nama instansi, (b) alamat lengkap, (c)
nomor telepon, (d) nomor kotak pos, (e) alamat kawat, (f) lambing/logo.
Penulisan nama instansi hendaknya jangan disingkat. Begitu juga kata jalan,
telepon, kotak pos, jangan disingkat jln., telp., pos., kotpos.
b.
Tanggal Penulisan Surat.
Tanggal surat ditulis lengkap, yaitu ditulis dengan angka. Bulan ditulis dengan
huruf secara lengkap (November bukan Nov.), dan tahun ditulis dengan angka,
dan setelah tahun tidak diikuti tanda baca apapun. Sebelum tanggal tidak
dicantumkan nama kota/daerah karena nama kota dan daerah sudah tercantum
pada kepala surat.
c.
Nomor, Lampiran, dan Perihal Surat.
Kata nomor, lampiran, dan hal ditulis dengan huruf awal capital, dan diikuti
dengan tanda titik dua.
d.
Alamat Surat.

Nama dari penerima surat diawali huruf capital pada setiap unsurnya, bukan menggunakan
huruf kapital seluruhnya.
Untuk menyatakan yang terhormat pada awal nama penerima surat cukup ditulis Yth.
Penggunaan kata kepada sebelum Yth. tidak diperlukan karena kata kepada berfungsi sebagai
penghubung antarbagian kalimat yang menyatakan arah.
Jika digunakan kata sapaan Bapak pada awal penerima, kata itu hendaknya ditulis penuh,
yaitu Bapak. Kata saudara cukup ditulis Sdr.
jika nama orang yang dituju bergelar akademik atau memiliki pangkat sebelum namanya,
maka kata sapaan Bapak, Ibu, Sdr. tidak digunakan.
jika ditunjukkan nama jabatan seseotang, kata sapaan tidak digunakan.
e.
Penulisan Salam.
Salam pembuka yang lazim digunakan yaitu ungkapan dengan hormat, dengan
penulisan (Dengan hormat,) sedangkan salam penutupnya adalah hormat kami,
hormat saya, Wassalam, dengan ketentuan yang sama dengan salam pembuka
(Hormat kami,)
f.
Isi Surat.
Isi surat terdiri dari tiga bagian, yaitu pembuka, isi/inti, dan penutup surat.
Usakan untuk menggunakan bahasa yang formal.
g.
Nama Pengirim.
Nama pengirim ditulis dibawah tanda tangan di bawah salam penutup. Penulisan
nama dapat mengikut sertakan gelar/jabatan, tetapi tidak perlu menggunakan
huruf kapital seluruhnya, tidak perlu diberi tanda kurung, digaris bawah, dan
tidak perlu diakhiri dengan tanda baca apapun. Tanda tangan diperlukan sebagai
keabsahan surat.
h.
Tembusan Surat.
Kata tembusan ditulis denmgan huruf awal huruf kapital dan diikuti tanda titik
dua, tanpa digarisbawahi.
Tembusan hanya digunakan jika surat itu memerlukan tembusan. Tembusan
adalah pihak-pihak yang mensdapat tembusan/salinan surat selain yang
dialamatkan.
Ketentuan tembusan:
(1)
Jika pihak yang diberi tembusan itu lebih dari satu, hendaknya diberi
nomor urut sesuai jenjang jabatan pada instansi itu. Jika tembusan hanya satu,
tidak perlu diberi nomor.
(2)
Pihak yang diberi tembusan hendaknya nama jabatan atau nama orang
dan bukanm nama kantos/instansi.
(3)
Dalam tembusan tidak perlu digunakan ungkapan Kepada Yth. atau Yth.
(4)
Dibelakang nama yang diberi tembusan tidak perlu diberi ungkapan
untuk perhatian, untuk menjadi perhatian, sebagai laporan, atau ungkapan lain
yang mengikat.
(5)
Dalam tembusan tidak perlu dicantumkan tulisan Arsip atau Tertinggal
karena setiap surat resmi/dinas itu harus memiliki arsip.
i.
Inisial.
Inisial sandi ditempatkan pada bagian bawah kiri dibawah tembusan (kalau ada).
Inisial merupakan tanda pengenal yang merupakan singkatan nama pengonsep
dan pengetik surat.
Contoh: AB/CD
AB singkatan nama pengonsep: Arjuna Bayu, CD singkatan nama pengetik surat:
Choirul Dimas.

 Menulis judul sesuai EYD

 Menulis karya ilmiah ( latar belakang dan rumusan
masalah )
 Melengkapi larik puisi lama/baru (dengan kata
kias/berlambang/berirama/bermajas)
 Melengkapi dialog drama
 Melengkapi kalimat resensi
 Menentukan kalimat kritik
 Menentukan kalimat esai