You are on page 1of 3

Antangin Vs Tolak Angin, Panasnya

Perang Obat Masuk Angin
JUM'AT, 25 SEPTEMBER 2015 | 15:38 WIB




Mulyo Rahardjo, Managing Director PT Deltomed Laboratories (Dok. SWA)

SWA, Jakarta - Tidak benar masuk angin itu sakit biasa yang bisa diabaikan. Buktinya,
makin banyak orang mengonsumsi obat penangkalnya. Bahkan, diperkirakan nilai pasar
obat masuk angin mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun, meningkat sekitar 15% setiap tahun.
Ada puluhan pemain turut menikmati hangatnya pasar obat masuk angin ini. Di antaranya,
Tolak Angin dari PT Sido Muncul Tbk. dan Antangin dari PT Deltomed Laboratories yang
telah lama bertempur di pasar. Kemudian hadir Bejo Bintang Toedjoe Masuk Angin dari PT
Bintang Toedjoe. Sebelumnya, produk ini bernama Bintangin, tetapi dirasa kurang nendang,
akhirnya menggunakan nama besar Bintang Toedjoe agar direspons pasar. Belakangan
muncul produk baru yang juga sudah memiliki nama besar, yaitu Antimo Herbal dari PT
Phapros Tbk. Pemain lain yang sudah memasarkan obat herbal masuk angin ini, PT Jamu
Jago melalui merek Buyung Upik Masuk Angin (BUMA).
Yang menarik, obat antimasuk angin ini umumnya menawarkan konsep herbal. Hal ini
sejalan dengan makin tingginya kesadaran menjaga hidup yang lebih sehat. “Tren herbal
makin tumbuh, terutama di Indonesia, di mana masyarakat mulai peduli terhadap hal yang
bersifat back to nature,” ungkap Fanny Kurniati dari Unit Bisnis Strategis PT Bintang
Toedjoe. Konsumen ketika masuk angin cenderung mengonsumsi produk, terutama obat,
herbal karena dipersepsi lebih sehat sehingga Bintang Toedjoe melihat adanya kebutuhan
masyarakat Indonesia terhadap obat herbal untuk masuk angin dalam format praktis. Itu

sebabnya. Deltomed menjajakan obat masuk angin sejak 1981. mengatakan bahwa Antangin selalu tumbuh di atas industrinya. jika dari jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 240 juta. “Pada tahun itu. Nah.” katanya memperkirakan. Sekarang tidak bisa begitu. “Jika melihat pertumbuhan industrinya 15%. Direktur Pengelola Deltomed.” kata Mulyo. Pertumbuhan Bejo Bintang Toedjoe pun ditargetkan bisa lebih dari pertumbuhan industrinya. ini sekarang sedang gencar-gencarnya mempromosikan Bejo Bintang Toedjoe dengan duta mereknya penyanyi dangdut Cita Citata. “Jangan produksi. semestinya target pertumbuhan Bejo Bintang Toedjoe melebihi itu. Karena itulah. yaitu anti. Kemudian pada 1988/89 karena regulasi pemerintah tidak membolehkan penggunaan bahasa Inggris. anak perusahaan PT Kable Farma Tbk. yaitu 15%-20% . “Pertumbuhan pasar obat masuk angin ini masih menjanjikan dengan growth double digit. “Pasar obat masuk angin secara nasional mencapai Rp 2. sehingga berganti nama menjadi Antangin. Menurut Fanny.” ujarnya. Rata-rata growth 15% per tahun. masuk ke cair pada tahun 2000 sehingga terlihat lebih modern.” ujarnya memperkirakan. hanya ada dua obat masuk angin herbal yang bertarung sengit. Mulyo Rahardjo . Kemudian. yaitu Tolak Angin dan Antangin. pihaknya harus betul-betul mengetahui kebutuhan/keinginan konsumen tentang obat herbal/jamu masuk angin. misalnya 33% masuk angin dan 50% dari orang yang terkena masuk angin tersebut mengonsumsi obat herbal masuk angin.5 triliun. Dalam menggarap pasar.” ujarnya tanpa menyebutkan angka pastinya. “Beberapa produk baru sudah masuk dan rasanya persaingannya itu semakin ke sini semakin ramai dan pasar semakin membesar. semakin lama pasarnya semakin ramai dan tentunya lumrah dalam bisnis mulai bermunculan pemain baru yang ikut masuk untuk mencoba keberuntungan. Strategi kami . kemudian kita jejelin ke mereka suka atau tidak suka. Waktu itu masih dalam bentuk bubuk yang bernama Antingin. Itu sebabnya. prospek obat herbal masuk angin makin cerah. Antangin muncul dalam bentuk tablet. Dalam perkembangannya. Hal ini sejalan dengan kondisi masyarakat yang sudah mulai menyukai dan kemudian terbiasa minum jamu masuk angin. bisa dikatakan potensi pasar masuk angin adalah sekitar 40 juta orang.

antara lain Tolak Angin Care Aromatherapy dan Tolak Angin Bebas Gula. yaitu Product. Bicara soal kinerja Tolak Angin. dan anak-anak sukanya seperti apa.sekarang lebih dekat ke konsumen.” ujar Irwan. Terlebih saat ini menjelang era Masyarakat Ekonomi ASEAN. dan Antangin Fit sebagai vitamin untuk mencegah masuk angin. Nanti tanggal 1 Januari 2016 kan semua produk Indonesia akan menjadi produk global. Produk ini pun tidak hanya dipasarkan di dalam negeri. Perusahaan ini pun sudah membuat iklan dengan menggandeng petinju dunia Manny Pacquiao atau Pacman. Produk Tolak Angin pun semakin beragam. taste yang dimau seperti apa. Seperti saat ini sudah hadir beberapa produk baru. Deltomed pun memiliki berbagai varian Antangin.” ungkapnya.000 orang. Price (harga). Sido Muncul juga akan makin gencar menggarap pasar ASEAN. Untuk strategi pemasarannya. orang tua. Promotion. “Karyawan MPM sebanyak 600-500 orang.” ujar Irwan hidayat.” ujarnya. Deltomed memiliki perusahaan distribusi sendiri bernama Mulia Putra Mandiri (MPM) yang memiliki 70 cabang. ada Antangin JRG untuk orang dewasa.” ujarnya. Irwan mengaku tidak ingat angkanya. semester lalu dibandingkan semester sekarang penjualan Sido Muncul (secara keseluruhan) naik 2. Pokoknya. sedangkan karyawan Deltomed ada 1. dan Place (distribusi). tetapi sudah sampai ke luar negeri. Direktur Utama Sido Muncul. “Saya tidak terlalu hafal. Antangin Junior untuk anak-anak. “Tolak Angin merupakan produk Sido Muncul yang pertama dan keluar pada 1940 dalam bentuk cair. . yaitu Tolak Angin. Saya juga udah seneng-lah soalnya yang lain banyak yang turun. Khusus untuk distribusi. Satu lagi pemain besar obat masuk angin. “Kami pakai Pacquiao itu buat masuk ke ASEAN. Deltomed memegang prinsip rumus pemasaran 4P.2%. mereka sukanya apa? Anak muda.