You are on page 1of 16

Prinsip Diit pada Ibu Hamil dengan Anemia

9 Mei 2013 pukul 19:03

Anemia gizi lebih sering dijumpai dalam kehamilan karena pada masa ini terjadi peningkatan
kebutuhan zat-zat makanan untuk mendukung perubahan-perubahan fisiologis selama hamil.
Pengertian
Menurut Beck (1995:196) mengatakan anemia gizi adalah keadaan dimana kadar hemoglobin
dalam darah lebih rendah dari normal, akibat kekurangan satu macam atau lebih zat-zat gizi
yang diperlukan untuk pembentukan darah (misalnya: zat besi, asam folat, vitamin B12) tanpa
memandang kekurangan tersebut. Sarwono Prawirohardjo (2002:281) mengemukakan anemia
dalam kehamilan ialah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin di bawah 11 gram% pada trimester
1 dan 3 atau kadar 11 gr%
Sumber : Kuliah Gizi Kesehatan Masvarakat (STIKes. Respati Tasikmalaya)
Gejala
Tanda dan gejala yang terjadi akibat anemia menurut Sarwono Prawirohardjo (2002:282) adalah
sebagai berikut :
a. Keluhan lemah
b. Pucat
c. Mudah pingsan, sementara tensi masih dalam batas normal (perlu dicurigai anemia
defisiensi)
d. Secara klinik dapat dilihat tubuh yang malnutrisi
4. Penyebab
Menurut Beck (1995:197) mengatakan bahwa anemia gizi disebabkan karena beberapa hal yaitu
menu makanan sehari-hari kurang mengandung zat besi, penyerapan zat besi didalam usus
kurang baik atau terganggu, infestasi atau infeksi parasit / infeksi yang lain, kemampuan
menampung zat besi menurun atau kebutuhan zat besi meningkat. Menu makanan sehari-hari
yang meliputi pola makan terdiri dari frekuensi makan, jumlah makanan, jenis makanan dan
pemilihan makanan.
Faktor lain yang mempengaruhi kehamilan menurut penelitian Suarna (2004:22-23) dan Waliman
(2005:15-20) yaitu biomedis ibu yang meliputi umur ibu, paritas, umur kehamilan, jarak kelahiran
dan penyakit ibu.
5. Akibat Anemia Kehamilan

Atonia uteri menyebabkan perdarahan 2). Saat inpartu 3) Gangguan his primer dan sekunder 4) Janin lahir dengan anemia 5) Persalinan dengan tindakan tinggi : a). Trimester kedua 1) Persalinan prematur 2) Perdarahan antepartum 3) Gangguan pertumbuhan janin dalam rahim 4) Asphixia intrauterin sampai kematian 5) Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) 6) Gestosis dan mudah terkena infeksi 7) IQ rendah Dekompensaio kordis-kematian ibu c. Gangguan perjalanan persalinan perlu tindakan operatif d. Ibu cepat lelah b). Pascapartus 1). Retensio plasenta : a) Plasenta adhesive . Hamil Muda (trimester pertama) 1) Abortus 2) Missed abortus 3) Kelainan congenital b.Akibat yang akan terjadi pada anemia kehamilan menurut Manuaba (2001:51-52) : a.

Jadi sejumlah makanan harus dimakan untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut. dan makan lebih banyak kacang-kacangan. Didaerah pedesaan. Pertumbuhan janin dan kesehatan janin hampir sama sekali tergantung pada penyediaan zat gizi dari tubuh ibu yang hamil. termasuk juga jadwal. berasal dari sumber-sumber yang tinggi kandungannya seperti serelia/umbi-umbian. Studi tentang kelompok makanan yang diperlukan untuk pembinaan gizi baik dan pola makanan yang representatif untuk Indonesia. Ibu hamil membutuhkan zat gizi lebih banyak daripada yang diperlukan sebelum hamil. Seringkali di Asia Tenggara. sebagian besar makanan yang dikonsumsi. Pemilihan makanan beraneka ragam. sayursayuran temtama yang berdaun hijau tua dan berwarna kuning tua. 1. tapi pada saat hamil kebiasaan ini sebaiknya ditinggalkan. beberapa kali dalam satu minggu. Pola Makan Pola makan sebelum hamil asal makan saja untuk mengisi perut yang lapar. Studi tentang pola makan di Indonesia menunjukan bahwa makanan pokok merupakan . ibu yang hamil tidak cukup makan makanan yang kaya akan protein. Pola Makan Untuk Ibu Hamil Zat gizi juga diperlukan selama ibu mengandung.b) Plasenta akreta c) Plasenta inkreta d) Plasenta perkreta 3) Perlukaan sukar sembuh 4) Mudah terjadi febris peurperalis 5) Gangguan involusi uteri 6) Kematian ibu tinggi : a) Perdarahan b) Infeksi peurperalis c) Gestosis B. baik untuk pertumbuhan organ reproduksi ibu yang kuat maupun pertambuhan janin. Filipina dan Muangthai memperlihatkan bahwa penduduk Asia Tenggara akan mendapat manfaat dari peningkatan konsumsi lemak dan minyak. Pola makan yang sehat bukan saja dalam pemilihan jenis makanan.

yaitu dirinya sendiri dan janin yang dikandungnya. jenis makanan. makan siang dan makan malam. sayuran dan buah-buahan tertentu. Dengan demikan dapat dimengerti bahwa selama kehamilan kebutuhan makanan meningkat.penghasil kalori terbesar dari jumlah yang dimakan. jumlah makanan dan pemilihan makanan. Jumlah Makanan Kebutuhan fisiologi sewaktu hamil ialah energi. perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Untuk memperoleh gizi yang baik tersebut. Sayuran merupakan penyerta menu sehari-hari tetapi konsumsinya sangat bervariasi Banyak pantangan terhadap makanan yang dijumpai dalam masa kehamilan. Patuhi jadwal makan. yaitu sarapan. Purwaningsih dalam Info Lengkap Kehamilan dan Persalinan. Protein diperoleh terutama dari bahan nabati. 3. Makan 1 sampai 2 piring lebih banyak dari sebelum hamil.2 Kebutuhan Makanan I bu Hamil Sehari-hari Jenis makanan Jumlah Nasi/Pengganti Lauk Hewani Lauk Nabati . dan 2 kali makan makanan selingan (Kasdu. 2001:95). 2. 2000:15 ). Pola makan yang akan dibahas disini adalah pola makan untuk ibu hamil yang meliputi frekuensi makan. Frekuensi Makan Ibu hamil harus sering makan untuk memenuhi kebutuhan makanan karena ibu hamil makan untuk dua orang. Jenis Makanan Jenis makanan berpengaruh dalam pemilihan macam lauk pauk untuk memperoleh keadaan gizi yang baik. makan 4 sampai 5 kali sehari (Depkes dan Kesos RI. yaitu beberapa jenis ikan. daging kambing dan sebagainya untuk ibu. 4. taraf gizi baik akan dapat dicapai. tidak perlu suatu pola makan tertentu yang harus ditaati. Angka Kecukupan Gizi (AKG) rata-rata yang dianjurkan per orang per hari khusus untuk ibu hamil disederhanakan dalam bentuk ukuran rumah tangga yaitu sebagai berikut : Tabel 2. yaitu makan makanan bergizi 3 kali sehari pada waktu yang tepat. namun dengan diversifikasikan menu. Pengetahuan dasar tentang cara menyusun makanan sehari (menu) yang seimbang sangat diperlukan guna mendapat variasi dengan harga yang terjangkau tetapi memenuhi selera. protein dan zat besi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta pertambahan besar organ kandungan. Meilisari.

Menu makanan yang tergolong rendah dapat ditingkatkan menjadi sedang asalkan ada bahan makanan hewani didalamnya. sumber lemak. dan buah-buahan. Kategori Pola Makan Pola makan pada garis besarnya dapat digolongkan menjadi tiga katagori. Sebaiknya menu makanan ini lebih banyak terdiri dari bahan makanan yang mengandung fitat. sumber mineral terutama zat besi dan sumber vitamin terutama vitamin C. . serat. 1989). Pola menu yang tergolong rendah absorpsi zat besinya (5%). yang menghambat absorpsi zat besi. yaitu rendah. Untuk sumber-sumber bahan makanan akan dibahas di gizi seimbang dalam kehamilan. sedang dan tinggi dengan tingkatan absorpsi zat besi masing-masing 5% (FAO/WHO. serta sering ada daging atau ikan atau ayam. menrpakan pola menu yang hanya terdiri dari nasi atau umbi-umbian dengan kacang-kacangan dan sedikit Vitamin C. sumber protein. C. Oleh karena itu. poliphenol. umbi-umbian atau jagung. ibu hamil harus memakan makanan yang merupakan sumber dari zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh meliputi sumber karbohidrat. roti. biasanya terdiri dari nasi. Menu makanan yang tergolong bioavailabilitas zat besi sedang. bekatul dan lain-lain. Semakin bervariasi bahan makanan yang dikonsumsi. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari tergantung pada pemilihan makanan yang dapat mempengaruhi kandungan zat gizi makanan yang masuk kedalam tubuh ibu hamil. walaupun jumlahnya tidak banyak. Demikian pula menu makanan yang tinggi bioavailabilitas zat besinya dapat berubah menjadi sedang kalau secara rutin meminum atau memakan bahan makanan yang banyak mengandung zat inhibitor seperti teh atau kopi. Tipe makanan ini merupakan ciri spesitik yang bisa dikonsumsi oleh keluarga-keluarga dengan sosio-ekonomi rendah seperti di negara-negara berkembang. Pemilihan Makanan Pemilihan makanan yang dimakan harus beraneka ragam dan bervariasi. sayur-sayuran.Sayuran Buah-buahan 4-5 ½ Piring 4-5 Potong 2-4 Potong 2-3 Mangkok 3 Potong Sumber : Depkes dan Kesos RI (2000:7) 5. maka pemenuhan kebutuhan zat gizi semakin baik.

Beberapa perubahan peredaran darah: a. Sistem Metabolisme Pada wanita hamil Basal Metabolic Rate (BMR) meninggi. Kalsium yang dibutuhkan janin untuk pembentukan tulang¬-tulangnya sebesar 30-40 gram. 1991 : 1008). Gizi Seimbang dalam Kehamilan Masa kehamilan terdapat perubahan pada selunrh tubuh wanita. Untuk lebih lengkap. Hormon Samatomammotropin. Makanan tiap harinya diperkirakan telah mengandung 1. 2.5 gram kalsium. Sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Kadar kolesterol meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 mg. estrogen dan progesterone mempunyai Perubahan yang terdapat pada wanita hamil antara lain sebagai berikut (Mata Kuliah Asuhan Kebidanan I STIKes.Penilaian pola makan biasanya menggunakan riwayat diet 24 jam. Bahan inter seluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsur¬unsur padat. Hormon Somatomammotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak dan mamae.7 gram kalsium tertahan dalam badan untuk keperluan semasa hamil sehingga cukup untuk pertumbuhan janin. Darah dan Pembekuan Darah Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. yaitu sel darah. Protein diperlukan sekali dalam kehamilan badan. Respati Tasikmalaya) : 1. D. alat kandungan mamae dan untuk janin.5 sampai 2. khususnya pada alat genitalia internal dan eksternal juga pada payudara. Kalori yang dibutuhkan untuk itu diperoleh terutama dari pembakaran hidrat khususnya sesudah kehamilan 20 minggu ke atas. system endokrin juga meningkat dan tampak lebih jelas kelenjar gondoknya. sehingga terjadi semacam pengenceran darah (hemodilusi). Diperkirakan 1 gram protein setiap kg BB dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. dengan puncaknya pada . dapat dinilai konsumsi makanan seseorang selama lebih dari tiga hari atau selama satu minggu (Kozer. Ini terjadi terutama dalam trimester terakhir. Keseimbangan asam alkali sedikit mengalami penurunan dari 155 mEq perliter menjadi 145-147 mEq perliter yang disebabkan hemodilusi darah dan kebutuhan minera yang diperlukan janin.2-0. BMR mengingkat hingga 15-20% yang umumnya ditemukan pada triwulan terakhir. Diperkirakan 0. Maka dari itu perlu diperhatikan agar wanita hamil memperoleh cukup protein selama hamil. Volume darah Volume darah sernakin meningkat dimana jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah. tanpa menggangu kalsium ibu.

tetapi pertambahan sel darah tidak seimbang dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang disertai anemia fisiologis. Inervasi dari uterus Syaraf-syaraf uterus dipengaruhi oleh serat syaraf simpatis maupun parasimpatis menuju ke ganglion cervicale dari frenkenhauser yang terletak di pangkal ligamen sacrouternum. 4. c. Kontraksi pada dinding uterus bersifat autonom. Protein darah dalam bentuk albumin dan gammaglobulin dapat menurun pada triwulan pertama sedangkan fibrinogen meningkat pada post partum dengan terjadinya hemokonsentrasi dapat terjadi tromboplebitis. Persyarafan Inervasi Pelvis a. ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25% dari biasanya. . Inervasi dari corpus perinealis Diinervasi dari cabang-cabang perineal nervus pundendus d.000 per ml dan produksi trombosit pun meningkat. Pernafasan Pada kehamilan terjadi perubahan system respirasi untuk dapat memenuhi kebutuhan O2. Jumlah leukosit meningkat sampai 10. 3. Disamping itu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umur kehamilan 32 minggu. Dengan hemodilusi dan anemia fisiologis maka laju endap darah semakin tinggi.umur kehamilan 32 minggu. Sel Darah Sel darah merah makin meningkat jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalam rahim. Inervasi pada otot-otot superficial dasar pelvis plexus Inervasinya berasal dari segmen ketiga dan keempat sakralis dan plexus pudendus. b. nervus sakralis kelima dan nervus coxygeus melewatinya tetapi tidak menginervasinya. b. Serum darah (volume darah) bertambah sebesar 25-30%. Sebagai kompensasi terjadinya desakan rahim dan kebutuhan O2 yang meningkat. sedangkan sel darah bertambah sekitar 20%. tidak memerlukan rangsangan syaraf pusat hanya mengkoordinar kontraksi. Inervasi otot-otot profundal dasar pelvis Inervasinya berasal dari nervus sakralis ketiga dan keempat.

otot. Mengkonsumsi cukup karbohidrat kompleks dapat mencegah sembelit. Pilih bahan makanan protein hewani yang berlemak rendah. unggas. Misalnya sumber karbohidrat yang perlu dibatasi adalah gula dan makanan yang mengandung banyak gula. bahan makanan sumber protein nabati adalah kacang-kacangan seperti tahu. terjadi perubahan metabolisme karbohidrat. Karena protein berfungsi sebagai pembentuk jaringan baru dan mempertahankan jaringan yang telah ada. rambut. Menurut Glade B.enzim ibu dan janin. kulit. Bahan makanan yang merupakan sumber karbohidrat adalah serelia (padi-padian) dan produk olahannya. Meiliasari dan Retno Purwaningsih dalam Info Lengkap Kehamilan dan Persalinan (2001:86-92) sebagai berikut : 1. Namun. Selain itu protein juga dibutuhkan untuk pembentukan semua bahan pengatur. kentang. oncom dan selai kacang mengkonsumsi bahan makanan kaya protein secara bervariasi. maka seimbangkan asupan protein hewani dan nabati.E. Namun. umbi dan jagung. juga kentang. bahwa tidak ada satu rekomendasipun yang mengatur berapa sebenarnya kebutuhan ideal karbohidrat bagi ibu hamil. yaitu pertumbuhan jaringan otak. serelia atau padi-padian yang tidak digiling. yaitu sekitar 6O gam/hari. ikan. dan lemak. Oleh karena itu ibu hamil disarankan untuk memperoleh tambahan protein minimal sebanyak 12 gram per hari dari kebutuhan sebelum hamil. ibu hamil membutuhkan karbohidrat sekitar 1. Bahan makanan sumber protein hewani adalah daging sapi. Selain itu karena protein yang berasal dari ternak juga kaya dengan lemak. Adapun kebutuhan zat gizi dan sumber zat gizi untuk ibu hamil menurut Dini Kasdu.. Perubahan metabolisme ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil yang meningkat dan kebutuhan janin yang sedang tumbuh dan berkembang. Kebutuhan Protein Protein penting untuk ibu dan bayinya. Mila. 3. EAACOG dalam Your Pregnancy Afier 30 Years menyebutkan. Sedangkan karbohidrat yang sebaiknya dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks yang terdapat pada roti gandum. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi. Kebutuhan Karbohidrat Zat gizi ini penting untuk memenuhi gizi seimbang. protein. Tambahan protein tersebut diperlukan untuk pertumbuhan janin. Karbohidrat dapat melindungi protein terhadap pembakaran menjadi energi. seperti hormone dan enzim . maka ibu hamil harus bisa memilih yang tepat. Jenis ini mengandung serat dan cukup kalori. dan permen. beberapa ahli gizi sepakat sekitar 60% dari seluruh kalori yang dibutuhkan tubuh adalah karbohidrat. Kebutuhan I. tempe. kuku dan perkembangan janin. 2.emak .500 kalori. Oleh karena itu tubuh ibu hamil membutuhkan lebih banyak hampir semua zat gizi dibanding dengan wanita tidak hamil. karena tidak semua sumber karobhidrat baik. Zat Gizi dan Sumber Zat Gizi untuk Ibu Hamil Selama kehamilan. seperti cake. Jadi. Curtis MD.

Sumbernya adalah kuning telur. Sedangkan bahan makanan sumber asam lemak Omega 3 antara lain kacang-¬kacangan dan hasil olahannya. labu kuning. susu. Sebaliknnya. Vitamin B12 penting bagi perkembangan sistem syaraf janin dan pematangan sel darah merah. rambut. c. dan B3 (Niasin) dibutuhkan untuk membantu metabolisme energi. Turunan asam lemak Omega 6 adalah asam arakhidonat yang penting untuk otak janin dan jaringan lainnya. mata. biji-bijian dan hasil olahannya. Bahan makanannya antara lain kacang-kacangan. antara lain jeruk. bayam. kulit dan organ dalam. Asam lemak esensial adalah asam lemak linoleat. serta jenis ikan laut lainnya. hati. ikan dan hati. Turunan asam lemak Omega 3 adalah DHA (Asamdokosaheksaenoat) yang mempunyai peran penting antara lain pada tumbuh kembang jaringan syaraf dan retina. Vitamin ini dibutuhkan setiap hari dan hanya sedikit disimpan dalam tubuh. Sumber vitamin B adalah hasil ternak dan hasil olahannya. 5. Vitamin A Vitamin A berfiungsi untuk membantu proses pertumbuhan sel dan jaringan tulang. 4. Vitamin B Vitamin BI (Tiamin). kol. Asam lemak esensial lainnya adalah asam lemak Omega 6. Lemak ini tidak dapat dibuat tubuh dan harus diperoleh dari makanan. Sumber provitamin A atau karoten adalah wortel. Oleh karena itu. bila asupannya berlebih dikhawatirkan berat badan ibu hamil akan meningkat tajam. B2 (Riboflavin). Ibu hamil membutuhkan vitamin C sebanyak 70 mg perhari. meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan stres. dan buahbuahan berwarna kemerah-merahan. brokoli dan tomat. ibu hamil tidak boleh sampai kurang mengkonsumsi lemak tubuh. b. Vitamin B6 dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu mengatasi mual dan muntah. Pilihan jenis lemaknya yaitu yang mengandung asam lemak esensial (ALE). Bila hal ini sudah dilakukan maka sebenarnya sudah dapat memenuhi kebutuhan lemak tubuhnya. Keadaan ini akan menyulitkan ibu hamil sendiri dalam menjalani kehamilan dan pasca persalinan. keju. dan fungsi rahim. kangkung. telur. Mineral . seperti daging. Kebutuhan Vitamin a. sarta membantu penyerapan zat besi. kiwi. Sumber vitamin C adalah buah dan sayuran segar. terutama ikan laut dalam. bayam. Omega 3. kacangkacangan dan sayur-sayuran.Lemak dibutuhkan tubuh terutama untuk membentuk energi dan serta perkembangan system syaraf janin. yaitu suatu asam lemak tidak jenuh. Karena itu ibu hamil dianjurkan makan makanan yang mengandung lemak tidak lebih dari 25% dari seluruh kalori yang dikonsumsi selrari. pepaya. Selain itu untuk membangun kekuatan plasenta. Vitamin C Asupan vitamin C dapat mencegah anemia berperan dalam pembentukan kolagen interseluler dan proses penyembuhan luka.

Secara umum seorang perempuan disebut slap secara fisik jika ia telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya. yaitu sekitar 900 mg. Selain itu tingginya resiko anemia pada golongan umur ini Shutter Stock . Biomedis Ibu 1. b. Umur yang kurang dari 20 tahun atau yang lebih dari 35 tahun beresiko tinggi untuk hamil. Kekurangan zat besi sejak sebelum hamil dan tidak diatasi dapat mengakibatkan ibu hamil menderita anemia. ikan. Sumber kalsium adalah susu dan produk susu lainnya. yang menyebutkan minimal usia menikah bagi perempuan adalah 16 tahun dan bagi laki-laki 18 tahun. Untuk memenuhi kekurangan tersebut ibu hamil harus memenuhi kebutuhan zat besinya yaitu sekitar 45-50 mg/hari. tempe. Kesiapan seorang perempuan untuk hamil atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam 3 hal. Remaja dimungkinkan untuk menikah pada usia dibawah 20 tahun sesuai dengan UndangUndang Perkawinan No.l Tahun 1979. Selain itu jika asupan zat besi sejak awal kehamilan cukup baik maka janin akan menggunakannya untuk kebutuhan tumbuh kembannya. kesiapan mental. sehingga perlu dipertimbangkan hambatan yang akan terjadi antara lain : Ibu muda pada waktu hamil kurang memperhatikan kehamilannya terenasuk kontrol kehamilan. Zat Besi Zat besi bagi ibu hamil penting untuk pembentukan dan mempertahankan sel darah merah. Karena tubuhnya belum berkembang secara maksimal. hati. Besi nonheme yang harus dikonsumsi bersama buah-buahan yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan penyerapan. yaitu kesiapan fisik. Asupan zat besi ini harus ditambah selama hamil sebanyak 20 mg per hari. sehingga bisa menjamin sirkulasi oksigen dan metabolisme zat-zat gizi yang sangat dibutuhkan ibu hamil. kuning telur. Ini berdampak pada meningkamya resiko kehamilan. yoghurt. udang kecil. kacang-kacangan.a. teri. Kalsimn Kalsium dibuthkan untuk pembentukan tulang dan bakal gigi janin yang dimulai sejak usia kehamilan 8 minggu. sayuran berdaun hijau. emosi dan psikologi dan kesiapan sosial-ekonomi. dan kacang-kacangan. yaitu sekitar usia 20 tahun. Tetapi perlu diingat bahwa perempuan yang belum mencapai usia 20 tahun. Bahaya yang ditimbulkan diantaranya adalah anemia. sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik. Kebutuhan itu dapat dipenuhi dari makanan yang kaya akan zat besi seperti daging berwarna merah. Ibu hamil membutuhkan kalsium 2 kali lipat sebelum hamil. seperti keju. roti dan serelia. ketika tubuhnya berhenti tumbuh sehingga usia 20 tahun dapat dijadikan pedoman kesiapan fisik. F. Umur Menurut penelitian Waliman (2005:15) umur seorang perempuan yang sedang hamil sebaiknva tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

penanganan seperti transfusi darah mungkin saja diperlukan. banyak ibu hamil kurang mengonsumsi zat besi. Jika hemoglobin pada kehamilan trimester pertama di bawah 11 g/dL dan pada trimester kedua dan ketiga di bawah 10 g/dL. lelah. Selain itu. pada awal kehamilan dan kembali menjelang aterm. tergantung dari bagimana kasusnya. Atas alasan tersebut. berkurangnya asupan makanan karena mual dan muntah serta risiko perdarahan pada waktu persalinan juga akan meningkatkan risiko anemia. Pengaruh keadaan anemia terhadap kehamilan bergantung pada derajat anemia. Namun. padahal zat besi dapat dipenuhi dari komposisi makanan yang bergizi dan seimbang. kalau sampai terjadi anemia berat. persalinan lama. Konsentrasi hemoglobin lebih rendah pada pertengahan kehamilan. Jika anemia ringan. bahkan sampai pingsan. mudah mengantuk. hingga kemungkinan bayi lahir dengan cacat bawaan. termasuk perempuan muda. itu sudah dianggap anemia. Gejala anemia pada ibu hamil sama seperti anemia yang dialami orang dewasa. yaitu ibu menjadi tidak fit. sesak napas. Kehamilan dapat menimbulkan anemia karena saat hamil terjadi peningkatan volume darah sehingga sel darah merah relatif menjadi lebih rendah. lalai (5L). Ibu hamil juga menjadi sering pusing. Namun. baik pada ibu maupun janinnya. kelahiran prematur. anemia juga bisa terjadi akibat kehamilan. kadar hemoglobin pada sebagian besar wanita sehat yang memiliki cadangan besi adalah 11g/dl atau lebih. lemah. 23 Desember 2008 ANEMIA PADA IBU HAMIL A. biasanya dokter akan memberikan suplemen zat besi dengan asam folat. DEFINISI ANEMIA Anemia pada wanita tidak hamil didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin yang kurang dari 12 g/dl dan kurang dari 10 g/dl selama kehamilan atau masa nifas. Secara rutin biasanya pada kehamilan perlu diperiksa hemoglobin sehingga dapat dilakukan terapi. Centers for disease control (1990) mendefinisikan anemia sebagai .KOMPAS. Anemia sebaiknya tidak dibiarkan saja karena akibatnya bisa fatal. perdarahan pasca-melahirkan. Untuk mencegah terjadinya anemia. Sayangnya. bayi lahir dengan berat rendah. Namun. jika hemoglobin di bawah 6 g/dL. bahkan dapat terjadi gangguan fungsi jantung. ibu akan merasa lekas lelah. daya tahan tubuh menurun. masih cukup tinggi. mata berkunang-kunang. Risiko yang terjadi antara lain keguguran. dan mudah jatuh sakit. Penyebab anemia pada kehamilan yang sering adalah karena kurang besi. mungkin pengaruhnya hampir tak ada. Keadaan ini memang dapat disebabkan oleh adanya anemia sebelum kehamilan karena anemia pada perempuan. letih. lesu.com — Anemia pada kehamilan masih sering dijumpai di Indonesia.

b. Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester ke II kehamilan. Kebutuhan zat besi meningkat. Hipervolemia. menurun sedikit menjelang aterem serta kembali normal 3 bulan setelah partus. ETIOLOGI ANEMIA PADA KEHAMILAN Etiologi anemia defisiensi besi pada kehamilan. dan masa penyembuhan dari penyakit. Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma. . C. lesu. bisa juga gejala-gejala penyakit dasarnya yang menonjol. dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan meningkatnya sekitar 1000 ml. Stimulasi yang meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasenta. bisa hampir tanpa gejala. Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya anemia defisiensi besi. masa pertumbuhan. antara lain. kadar besi serum (Serum Iron = SI) dan jenuh transferin menurun. d. Gejala-gejala dapat berupa kepala pusing. ataupun bisa ditemukan gejala anemia bersama-sama dengan gejala penyakit dasarnya. adanya gangguan absorbsi diusus. perubahan jaringan epitel kuku. yang menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron. dan kurang dari 10. e. PATOFISIOLOGI ANEMIA PADA KEHAMILAN Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan sirkulasi yang makin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan payudara. kurangnya asupan zat besi dan protein dari makanan. dan meningkatnya kebutuhan zat besi seperti pada wanita hamil. D. menyebabkan terjadinya pengenceran darah.5 g/dl pada trimester kedua (Suheimi. Gangguan pencernaan dan absorbsi. Pada umumnya sudah disepakati bahwa bila kadar hemoglobin < 7 gr/dl maka gejala-gejala dan tanda-tanda anemia akan jelas. palpitasi. GEJALA KLINIS Wintrobe mengemukakan bahwa manifestasi klinis dari anemia defisiensi besi sangat bervariasi. Kurangnya zat besi dalam makanan. disphagia dan pembesaran kelenjar limpa. yaitu: a. lelah. B. yang ditandai dengan gambaran sel darah merah hipokrom-mikrositer. perdarahan akut maupun kronis. 2007). kapasitas ikat besi total (Total Iron Binding Capacity/TIBC) meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang serta ditempat yang lain sangat kurang atau tidak ada sama sekali. gangguan sistem neurumuskular. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh.kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dl pada trimester pertama dan ketiga. berkunang-kunang. c. lemah. sehingga kebutuhan zat besi (Fe) untuk eritropoesis tidak cukup.

F. mikrosomi. Hb 9-10 gr% : Anemia ringan c. besi glukonat atau suatu polisakarida. gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim. dan lainlain) G.28 mg/dl. Kemampuan usus untuk menyerap zat besi adalah terbatas.63 mg/dl dan tertinggi 14. PENCEGAHAN ANEMIA . Zat besi hampir selalu menyebabkan tinja menjadi berwarna hitam. Klasifikasi anemia yang lain adalah : a. Dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan abortus.00 mg/dl. anemia ringan (8-11 g/dl). sebab wanita yang anemis tidak dapat mentolerir kehilangan darah. PENGOBATAN ANEMIA Pengobatan anemia biasanya dengan pemberian tambahan zat besi. perdarahan atonis). Tablet besi akan diserap dengan maksimal jika diminum 30 menit sebelum makan. berat badan bayi lahir rendah. Hb 7 – 8 gr%: Anemia sedang d. gangguan proses persalinan (inertia. kadar hemoglobin terendah 7. Di samping itu. produksi ASI rendah). dismaturitas. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah ternyata rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil adalah sebesar 11. yaitu normal (≥11 gr/dl). Risiko kematian maternal. Hb 11 gr% : Tidak anemia b. kadang diperlukan 2 tablet. daya tahan terhadap infek¬si dan stress kurang. DERAJAT ANEMIA Nilai ambang batas yang digunakan untuk menentukan status anemia ibu hamil. BBLR. kematian peri¬natal.E. Biasanya cukup diberikan 1 tablet/hari. didasarkan pada criteria WHO tahun 1972 yang ditetapkan dalam 3 kategori. angka prematuritas. partus lama. Pada wanita hamil. dan angka kematian perinatal meningkat. Sebagian besar tablet zat besi mengandung ferosulfat. partus imatur/prematur). karena itu pemberian zat besi dalam dosis yang lebih besar adalah sia-sia dan kemungkinan akan menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit. atonia. DAMPAK ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA KEHAMILAN Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. dan anemia berat (kurang dari 8 g/dl). dan ini adalah efek samping yang normal dan tidak berbahaya H. dan gangguan pada janin (abortus. perdarahan antepartum dan postpartum lebih sering dijumpai pada wanita yang anemis dan lebih sering berakibat fatal. anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Hb < 7 gr% : Anemia berat.

buncis. Bahaya Anemia pada Kehamilan Anemia dalam kehamilan ialah suatu kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr % terutama pada trimester I dan trimester ke III atau kadar Hb ( style="color: rgb(255. 0. meskipun tak disertai pendarahan . perlu diupayakan agar jarak antar kehamilan tidak terlalu pendek. kurang nafsu makan. DAMPAK ANEMIA Abortus. Perlu diperhatikan bahwa zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap tubuh daripada zat besi pada sayuran atau pada makanan olahan seperti sereal yang diperkuat dengan zat besi. minimal lebih dari 2 tahun. GEJALA Pucat. Zat besi dapat diperoleh dengan cara mengonsumsi daging (terutama daging merah) seperti sapi. Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan shock bahkan kematian ibu saat persalinan.Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. · Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil · Pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan · Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe) pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi. Jika persediaan cadangan Fe minimal. akan makin banyak kehilangan zat besi dan menjadi makin anemis. pusing.") PENYEBAB Anemia pada Kehamilan disebabkan meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin. Makin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan. Oleh karena itu. rasa lemah. menurunnya kebugaran tubuh dan gangguan penyembuhan luka. maka setiap kehamilan akan menguras persediaan Fe tubuh dan akhirnya menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. 0). Anemia juga bisa dicegah dengan mengatur jarak kehamilan atau kelahiran bayi. rentan infeksi. lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim. pendarahan post – partum. rawan dekompensasi cordis pada penderita dengan Hb kurang dari 4 g – persen. serta kacang-kacangan. letih. lahir prematur. kacang polong. Zat besi juga dapat ditemukan pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam dan kangkung.

BESI (Fe) Merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. yaitu sebanyak 3 – 5 gram FUNGSI BESI (Fe) Besi merupakan bagian dari Haemoglobin yg berfungsi sebagai alat angkut oksigen dari paru – paru ke jaringan tubuh. sel darah 18% tetapi Hb hanya bertambah 19%. abortus. Dengan berkurangnya Fe. Kematian janin.Kematian bayi dalam kandungan. Anemia pada bayi yang dilahirkan. rentan infeksi. Akibatnya frekuensi anemia pada kehamilan cukup tinggi 10% – 20% Wanita hamil cenderung terkena anemia pada 3 bulan terakhir. BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). DIAGNOSA Diagnosis Anemia pada ibu hamil biasanya ditegaskan dan dapat diketahui melalui pemeriksaan darah atau kadar hemoglobin (Hb) ANEMIA PADA WANITA HAMIL Selama kehamilan seorang wanita mengalami peningkatan plasma darah sampai 30%. karena pada masa itu janin menimbun cadangan zat besi untuk diri sendiri sebagai persediaan bulan pertama sesudah lahir. ANGKA KECUKUPAN BESI (Fe) Bayi : 3–5mg Balita : 8–9mg Anaksekolah : 10mg Remaja laki–laki : 14–17mg Remaja perempuan : 14–25mg . lahir prematur. sitesis Haemoglobin berkurang dan akhirnya kadar haemoglobin akan menurun. KEKURANGAN ZAT BESI Hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak. Pendarahan. cacat bawaan. kematian bayi pada usia sangat muda serta cacat bawaan.

dan sulit buang air besar. Pertimbangan itu membuat suplementasi tablet besi folat selama ini dianggap sebagai salah satu cara yang sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah anemia. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat. setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0. Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pengangkut oksigen) kurang dari normal. Selama kehamilan. muntah. dan sayuran berwarna hijau tua. Agar tidak terjadi efek samping dianjurkan minum tablet setelah makan pada malam hari. tetapi apabila prevalensi anemia tinggi. kadang diare. defisiensi besi biasanya dianggap sebagai penyebab yang paling dominan. kacang-kacangan. Untuk memenuhi asupan zat besi.25 mg asam folat. diperlukan lebih banyak zat besi (yang diperlukan untuk menghasilkan sel darah merah) karena ibu harus memenuhi kebutuhan janin dan dirinya sendiri. Selama hamil. Jenis anemia yang paling sering terjadi pada kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi. nyeri lambung. . Pada beberapa orang. Kepada ibu hamil umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. tingkatkan konsumsi bahan makanan tinggi zat besi (Fe) misalnya makanan hewani. volume darah bertambah sehingga penurunan konsentrasi sel darah merah dan hemoglobin yang sifatnya menengah adalah normal. yang biasanya disebabkan oleh tidak adekuatnya jumlah zat besi di dalam makanan. Defisiensi besi bukan satu-satunya penyebab anemia. pemberian preparat besi ini mempunyai efek samping seperti mual.Dewasa laki–laki : 13mg Dewasa perempuan : 14–26mg Ibu hamil : +20mg Ibu menyusui : +2mg PENANGANAN Selain terapi obat penanganannya dapat dilakukan dengan terapi diet. Anemia dapat diatasi dengan meminum tablet besi atau Tablet Tambah Darah (TTD).