You are on page 1of 161

Tutorial

SEJARAH BIOLASKA,
PEDOMAN DASAR
KEPECINTAALAMAN
DAN METODOLOGI PENELITIAN

Divisi Keorganisasian
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga (Biolaska)
Office: Jl. Marsda Adisucipto Ambarrukmo gang no
Yogyakarta
©2008
For Member Only

Kode etik Pecinta alam dan Sejarah BIOLASKA

DAFTAR ISI
Kode Etik dan Hakekat Pecinta Alam ...... ii
Tentang Biolaska ...... iii
Biologi dan Kepecintaalaman ......
I.
Mountaineering
a. Jenis-jenis pendakian, teknik dan peralatan ...... 2
b. Manajemen Pendakian ...... 20
c. Perencanaan dan pelaksanaan lapangan ...... 21
d. Bahaya di pegunungan ...... 23
II. Caving (Penesuran Gua)
a. Ilmu yang Berkaitan ...... 27
b. Jenis-jenis Gua ...... 28
c. Morfologi Gua ...... 29
d. Penelusuran Gua ...... 31
e. Tipe dan Teknik Penelusuran ...... 34
f. Intrepretasi Peta Topografi Karst ...... 36
III. Tali Temali
Teknik dan jenis Tali-temali ...... 40
IV. Navigasi
a. Iklim dan Medan ...... 45
b. Peta dan Kompas ...... 49
c. Teknik Peta dan Kompas ...... 58
d. Navigasi Sungai, Rawa dan Pantai ...... 61
e. Navigasi Praktis ...... 65
V.
Survival
a. Pendahuluan ...... 72
b. Aspek penting dalam Survival ...... 75
c. Langkah sebelum Bertindak ...... 77
d. Teknik dasar dalam Surival ...... 77
e. Berburu Binatang dan Mengolah Makanan Hewani ...... 86
f. Zoologi dan Botani Praktis ...... 93
VI. Pertolongan pertama pada Kecelakaan (P3K)
a. Pemeriksaan ABCD ...... 104
b. Basic Life Support (BLS) ...... 104
c. Memindahkan Korban ...... 105
d. Perawatan ...... 106
e. Membawa Korban ...... 110
f. Acute Mountain Sickness (AMS) ...... 111
g. Hipotermia ...... 112
VII. Search and Rescue (SAR)
a. Definisi SAR ...... 116
b. Tahap-tahap Pelaksanaan SAR ...... 116
c. Pola Pencarian SAR ...... 118
VIII. Konservasi
a. Konservasi ...... 123
b. Restorasi ...... 123
IX. Metodologi penelitian Lapangan
X.
Fotografi dan Jurnalistik
Lampiran

I

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Kode etik Pecinta alam dan Sejarah BIOLASKA

KODE ETIK DAN HAKEKAT PECINTA ALAM
KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA
1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara Alam beserta isinya serta mempergunakan sumber daya alam sesuai
dengan batas kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah Air
4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya, serta
menghargai manusia sesuai dengan martabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan sesame pecinta alam sesuai asas tujuan
pecinta alam
6. Berusaha

saling

membantu

serta

saling

menghargai

dalam

melaksanakan

pengabdian kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air.
7. Selesai

HAKEKAT PECINTA ALAM
1. Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan
Yang Maha Esa.
2. Pecinta Alam Indonesia adalah sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, sadar
akan tanggung jawab terhadap Tuhan, Bangsa, dan Negara.
3. Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa segenap Pecinta Alam adalah saudara
sesame makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha
Esa.

II

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

memahami dan mengetahui alam semesta secara luas yang spesifik pada bidang keilmuan Biologi. Tarbiyah yang merasa kurang puas terhadap ilmu yang diidapat di bangku kuliah. Rutinitas kampus yang monoton memaksa mereka untuk beralih dan keluar mencari udara bebas. “Pemuasan Dahaga” diwujudkan dengan cetusan ide pembentukan organisasi yang berkecimpung di bidang kepecinta-alaman dan Biologi. problematika akademik dan polutan yang lainnya. berih dari unsur politik kampus. Biolaska menjadi wadah eksperime bagi calon peneliti muda. tetapi juga keimanan kepada Allah SWT B. Mereka sadar layaknya teologi mempunyai panggilan ke Tuhan. b. Konferensi ini menyepakati tanggal 19 Juni 2004 sebagai hari kelahiran BIOLASKA yang bertepatan dengan aksi pertama para pendiri bearsilaturrahmi dengan alam gunung Merbabu. diawali dari kegundahan tujuh mahasiswa Pendidikan Biologi. mengenal. Fak. saat itu berinduk di jurusan Tadris. Dari kegiatan yang bersifat “pelarian”. diadakan konferensi di pantai Depok. c. Bantul yang diadakan oleh para pendiri dengan mengundang teman-teman se-ide untuk merumuskan AD/ART segaligus menyepakati berdirinya BIOLASKA (Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga). Filosofi “Exploratum in de Universum” diartikan dengan mengeksplorasi. III BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . antropologi mempunyai panggilan ke pedalaman dan biologi memiliki panggilan ke alam. Biolaska menjadi tempat berkumpulnya biolog muda yang menyukai adanya tantangan.Kode etik Pecinta alam dan Sejarah BIOLASKA TENTANG BIOLASKA SEJARAH SINGKAT BIOLASKA Biolaska lahir melalui proses yang sangat singkat. Menggugah gairah keilmuan mahasiswa Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bualn Agustus 2005. akhirnya sodoran teori yang terkemas rapi dari bangku kuliah memicu rasa dahaga keilmuan yang hanya terpuaskan dengan pencerahan di alam. MISI a. VISI DAN MISI BIOLASKA A. VISI Menciptakan Biolog yang bukan hanya berbekal pada keilmuan. Organisasi ini berdasar pada eksplorasi kealaman dengan sudut pandang Biologi.

Dengan menyebut Nama-Mu dan mengagumi Keagungan-Mu. Tracking c. secara umum Biolaska mempunyai kegiatan yang memberikan bekal kepada mahasiswa yang menunjang Tri Darma Perguruan Tinggi meliputi: A. Dan kan kami jaga selalu kelestariannya. Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga (Biolaska) IV BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Pendakian Gunung b. menggali alam semesta raya Exploratum in de universum GARIS BESAR KEGIATAN BIOLASKA Sebagai kegiatan kemahasiswaan. Kegiatan Konservasi a. Pengabdian kepada Masyarakat C. Penamaan Tumbuhan b. Telah terciptanya alam semesta ini beserta keseimbangannya. Pernyataan Bismillahirrahmanirrahim. Pendidikan B. Penelitian Kealaman B. Kegiatan Outdoor a. Penelitian Sedangkan kegiatan lain yang dilaksanakan Biolaska antara lain: A.Kode etik Pecinta alam dan Sejarah BIOLASKA MARS BIOLASKA Gegap suara buana bersabda Terjaga dan terus melangkahlah Singsingkan lengan baju. Kan kami telaah ayat-ayat kauniyah-Mu. Susur pantai dan sungai C. Dll. Penelusuran Gua d. bergiat berkaryalah Wujudkan cita-cita yang mulia Genggamlah satu tekad yang membaja Exploratum in de universum Jadikan semangatmu peneliti muda Mengenal.

I MOUNTAINEERING Introducing: Hill Walking Scarmbling Climbing Manajemen Pendakian Perencanaan dan Pelaksanaan Lapangan. Bahaya di Pegunungan .

Pendapat ini sebenarnya salah. Bahkan instansi sering menggunakannya sebagai lokasi pelatihan kepemimpinan. juga bisa didapatkan disini. mengambil keputusan dalam situasi darurat dan mendesak. reli. Proses mendapatkan ilmu pengetahuan tidak hanya di bangku atau kuliah tetapi juga dapat kita lakukan di laur kuliah. ada yang menjadikan sebagai ajang tadabbur. dll. Contohnya : pendakian di sekitar puncak Gunung Gede Jalur Cibodas. MOUNTAINEERING PENDAHULUAN Kegiatan alam bebas sekarang semakin diminati oleh banyak kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. JENIS-JENIS PENDAKIAN / PERJALANAN Olah raga mendaki gunung sebenarnya mempunyai tingkat dan kualifikasinya. Contohnya perjalanan ke Gunung Merapi atau merbabu. Ada yang dijadikan wahana pelarian dari masalah yang ada. panjat tebing. kerja sama dalam mencapai tujuan salam tim. red) pasti terbengkalai kuliahnya. Scarmbling Pendakian setahap demi setahap pada suatu permukaan yang tidak begitu terjal. disamping melatik kekuatan fisik dan mental. disini akan lebih mengenal siapa dirinya dihadapan alam maupun dihadapan yang Menciptakan. Tetapi tidak semua orang memiliki motivasi sama dalam suatu event yang sama. mereka mencari arti hidup yang sebenarnya. dll. 2 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Menurut bentuk dan jenis medan yang dihadapi. motocross. hiking. hal yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan di alam bebas yang berbasis darat seperti: mendaki gunung. Banyak yang didapatkan di alam bebas. Tangan kadang-kadang dipergunakan hanya untuk keseimbangan. bersepeda. Karena justru mereka yang menggemari kegiatan ini begitu mengerti kehidupan. pastilah masing-masing anggota kelompok memiliki motivasi yang berbeda. Tidak membutuhkan peralatan teknis pendakian. mountaineering dapat dibagi sebagai berikut : 1. ada stereotip yang mengatakan bahwa mereka para pecinta alam (anak mapala. Perjalanan ini dapat memakan waktu sampai beberapa hari.Mountaineering I. Banyak orang menilai bahwa kegiatan alam bebas dekat dengan maut. menyelesaikan masalah yang timbul dari diri sendiri ataupun dari luar. Ada psikolog yang mengatakan bahwa orang yang menggemari kegiatan alam bebas adalah orang-orang yang mencintai kematian (amor fati). 2. Misalnya kelompok pendaki gunung mendaki. Seperti yang sering kita kenal dengan istilah mountaineering atau istilah serupa lainnya. Hill Walking / Feel Walking Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai. dan masih banyak lagi yang lain. Proses belajar ini banyak dipengaruhi oleh rasa keingintahuan atau motivasi untuk mengetahui hal yang baru.

Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik mendaki dan penguasaan pemakaian peralatan. Contohnya perjalanan ke Gunung Merapi atau merbabu. Perjalanan ini dapat memakan waktu sampai beberapa hari. Yang memudahkan kita. Kita ada kalanya mementingkan ego dan merasa telah mampu menghadapi kondisi alam hingga kita kurang memperhaikan masalah perlengkapan. 3 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . menyeram dan mengeluarkan panas dalam sepatu dan kuat. dan disegala medan yang dapat ditempuh. dan memberikan perlindungan yang memadai dari bahaya yang didapatkan di medan yang relatif ganas. Beberapa tips yang yang perlu diperhatikan dalam memilih sepatu lapangan antara lain: a. Tidak membutuhkan peralatan teknis pendakian. menggigit substrat. peralatan-peralatan khusus sangat diperlukan. maka kaki harus mendapatkan perhatian penting supaya perjalanan menjadi nyaman. dengan beban berat. lentur. HILL WALKING Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai. terbuat dari karet asau bahan sintetik. crampon. Climbing Dikenal sebagai suatu perjalanan pendek. Perlengkapan Pribadi 1. Sepatu dahi kulit lebih baik asal senantiasa dirawat. b. ice screw. Peralatan Pendakian Peralatan pendakian dirancang khusus untuk mengatasi masalah yang akan didapatkan di lapangan saat melakukan petualangan atau penjelajahan di berbagai macam relief permukaan bumi. relatif nyaman. Snow dan Ice Climbing Pendakian pada es dan salju. Dengan memperhatikan beberapa medan yang sering dilalui. Jenis pendakian ini yang umumnya ada di daerah tropis. Sepatu Merupakan salah satu peralatan primer.Mountaineering 3. tahan lama.hanya rekreasi ataupun beberapa pendakian gunung yang praktis. yang umumnya tidak memakan waktu lebih dari 1 hari. ada beberapa peralatan standar yang perlu dipersiapkan sebelum perjalanan A. seperti ice axe. Pada pendakian ini. Rock Climbing pendakian pada tebing-tebing batau atau dinding karang. : a. Sepatu dengan ceruk yang dalam dan motif kasar. Karena kegiatan utama adalah berjalan. dll. Bentuk climbing ada 2 macam. sepatu kanvas mudah rusak bila terkena kayu atau benda tajam lainnya. Sepatu dengan sol yang baik.

Kaus Kaki Sangat penting digunakan karena membantu menyerap keringat. dan memungkinkan penggunaan kaus kaki rangkap untuk menahan dingin c. Bagian leher dilapisi dengan bahan lembut untuk mencegah lecet akibat gesekan dengan tepian leher sepatu. Sepatu lars (tentara) lebih baik jangan karena sulit terjadi sirkulasi udara. perlu dimasukkan koran atau tissue dalam sepatu supaya cepat kering. Satu nomor lebih besar. seperti katun b. d. panjang dan tinggi. 4 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Sepatu dengan leher lebih tinggi. Kaus kaki berjari seperti sarung tangan. Setelan kokoh. Menutupi mata kaki dan memperkuat pergelangan kaki. Pengeringan sepatu. Namun karena banyak manfaat yang didapatkan. Fungsi garter antara lain: mencegah kerikil atau tanah kedalam sepatu. Beberapa pilihan saat memilih garter: a. Sepatu. untuk perjalanan ringan hingga berat 2. Cukup tebal.1. memudahkan saat istirahat panjang. b. melindungi dari lecet. paling tidak hingga setengah betis c. direkomendasikan untuk situasi tertentu. menahan suhu dingin. 3. Gambar I. Melindungi kaki dari lecet dan jeri tertekuk saat mendaki dan menuruni gunung. Geter berupa lembaran kain kedap air yang diperkuat oleh pengencang berupa karet atau setelan pada atas tengah dan bawahnya sehingga bisa melekat pada kaki. mencegah ujung celana basah saat berjalan di daerah basah dan menyebabkan dingin. Beberapa acuan yang digunakan dalam memilih kaus kaki: a. menahan cuaca dingin yang memengaruhi persendian dan otot-otot kaki bagian bawah. Gaiter (geter) Merupakan peralatan tambahan yang tidak wajib digunakan. Berbahan lembut dan menyerap keringat. Pengeringan dengan sinar matahari atau api dapat merusak sepatu. Bahan pengikat ke bawah sol kuat.Mountaineering b. Dilakukan di tempat teduh dan berangin. tidak mudah putus. Tahan gesek dan kedap air. c.

b. ada yang tebal dan ada yang tipis. memudahkan bergerak. Bisa lepas sambung pada beberapa bagian dari celana. Hindari celana jeans. Mudah kering dan ringan. Mempunyai banyak kantung. Beberapa hal diatas dapat dijadikan acuan dalam memilih celana lapangan. sulit dikeringkan saat basah. 6.Mountaineering Gambar I. Baju Pada dasarnya sama dengan dengan memilih pakaian yang lain. Cukup kuat terhadap goresan. berat namun tidak mampu menahan dingin. Tidak terlalu ketat dan longgar. Jenis jaket juga tergantung pada cuaca dan tempat. 5. g. 5 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . c. Cukup tersedia.2. Ada yang di disain tahan air ada yang tidak. jaket bulu angsa. h. dan lutut. Mudah menyerap keringat dan melepasnya kembali namun mampu menahan udara dingin. f. Berlengan panjang. Ringkas dan fungsional. b. c. Pelapis ganda pada bagian rawan gores seperti pantat. Ini sangat tergantung pada jenis medan yang dihadapi. pakaian ganti ada yang secukupnya supaya tidak menambah beban. Gaiter 4. Kecermatan dalam memilih jaket diperlukan. Selain melindungi dari suhu ekstrim juga mampu melindungi dari goresan benda-benda tajam. Jaket Ada banyak pilihan yang dapat digunakan. Selain itu. Jangan sampai menyita tempat dalam carrier dan tidak fungsional. Jahitan yang kuat dan bagus. Ada beberapa pilihan jaket dari beberapa tipe dan bahan jaket yang bisa digunakan sesuai kebutuhan: a. Tidak ada pedoman yang baku manun yang perlu diperhatikan: a. melindungi dari sengatan panas matahari dan cuaca dingin. Celana Panjang (celana lapangan) Celana panjang atau celana lapangan sebaiknya bahan yang dapat menyerap keringat tetapi mampu menaha dingin. celana lapangan juga memiliki persyaratan yang perlu dipenuhi: a. d. e.

pemakaian seperti kaos karena tidak bisa dibuka dari depan. dapat digunakan sebagai bivak/shelter. herga relative mahal. bulu akan menggumpal dan memberatkan. Superparka Seperti parka tetapi terbuat dari bulu angsa. c. susah kering serta berat saat basah. Anorok. Terbuat dari plastik dan cordura (kain dengan lapisan tahan air atau coating).3. Menyerap keringat. mudah kering. Jas hujan Pakaian pelindung badan dari guyuran air hujan agar tidak membasahi badan dan berakibat fatal. Gambar I. Tidak cocok digunakan di daerah hujan. Ada beberapa jenis yang dapat digunakan.Mountaineering Terdiri dari dua lapis parasut dengan isi bulu angsa ditengahnya. b. Jaket woll. Ponco Berbentuk lembaran dengan lubang ditengahnya disertai tutup kepala. Jaket 7. b. Seperti anorok tetapi dapat dibuka dari depan. Jaket parasut. d. kurang hangat. Raincoat 6 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . hangat saat cuaa dingin. Digunakan di daerah bersalju. Cukup kuat. Sering digunakan oleh pengendara motor. b. Menyerap keringat. kurang baik untuk tempat sempit seperti vegetasi rapat dan celah sempit. Dari modelnya. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan: a. lengket oleh keringat. Jaket polar. Jaket jeans. Parka. Memanjang sampai paha dengan tutup kepala. ada beberapa macam yang dapat dipilih dengan berbagai macam pertimbangan antara lain: a. sia-sia saat basah. e. Sulit menyerap keringat. c.

Jika tertulis 7 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .SB sangat bermanfaat saat istirahat panjang. TNF WindProtect 10.5. Skibo. pelindung goresan saat melewati batuan atau semak belukar beruduri. melindungi kepala dari serangan cuaca dingin terutama telinga.Mountaineering Berbentuk baju dan celana yang kedap air. baik untuk tempat sempit Gambar 1.Sleeping bag Adalah selimut berbentuk kantung yang ilengkapi ritsleeting di bagian sisinya hingga bisa di buka-tutup.4. dan menutupi seluruh kepala dengan dua lubang untuk mata dan satu lubang untuk hidung. Ada yang hanya menyelimuti setengah kepala. Skibo (Kerudung kepala) Secara umum berfungsi sama dengan sarung tangan.6. Gambar I. Berbahan Fleece 9. Jas Hujan 8. Gambar I. saat memegang barangbarang yang panas. ada yang menyelimuti seluruh kepala dengan lubang segaris untuk mata tanpa lubang untuk hidung. Sarung Tangan. Untuk dua terakhir dapa dilipat keatas sesuai kebutuhan. bentuk seperti bentuk pakaian biasa. SB yang baik biasanya memiliki spesifikasi yang pasti tentang kemampuannya menahan dingin dan mengislasi panas tubuh. Sarung tangan Sebagai pelindung tangan dari udara dingin.

Mummi Berbentuk seperti mummi. kedua permukaan berbeda. b. Sleeping Bag. Gambar I. maka kemampuannya menahan dingin hingga suhu -5ºC. Tikar Seperti tikar dengan kedua sisi dihubungkan dengan ritsleeting. terbuat dari spons dengan ketebalan ideal 5 cm. Gambar I.Matras Digunakan sebagai alas tidur dan melindungi perlengkapan lain dari kotoran ketika dalam carrier. 12. Ukuran besarkecilnya juga dipengaruhi ukuran baterainya.Mountaineering max -5º C. lebih nyaman karena tidak mengganggu pergerakan tangan. dapat dipegang tangan. produk Yang dari menggunakan bohlam Kripton dan Brunton® menggunakan LED 8 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .Alat Penerangan pribadi Ada yang api dan ada yang alektrik seperti senter. bagian atas melebar dan bagian bawah menyempit. Lampu senter popular digunakan. Memiliki penutup kepala. Lampu Kepala ditampilkana ® PETZL dalah elektrik. Head lamp. dapat di buka penuh menjadi tikar. Dan juga bantal dan dipan lapangan. ada yang besar dan ada yang kecil.8. Matras cell foam. Handy lamp. Ukuran standar sebanding dengan ukuran badan. dari atas ke bawah tidak terjadi penyempitan. satu sisi halus dengan pori besar dan sisi lain halis tanpa pori. Ritsleeting memanjang hingga pertengahan badan dan tidak bisa di buka penuh. diikatkan di kepala. Mulai dari voltase 3 volt hingga 9 volt atau lebih. Ada dua tipe senter yang sering digunakan: a. Ada yang dilengkapi penutup kepala ada yang tidak. b. Mummi dan tikar 11. Ada beberapa model yang popular: a.7.

Dengan kapasitas maksimal 30 kg. 9 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .9. Ukuran dan kapasitas didesuaikan dengan menggunakannya. Jumlah anggota tim 2. Gambar I.Mountaineering Senter a. Produk ini dikenal irit menggunakan baterai. jfijike B.10. Light Emitting Diode (LED). karena tidak harus setiap orang membawa dan memiliki peralatan ini. b. tubuh Yang yang ditampilkan adalah Excelsior 65lt produk dari EIGER Adventures dan Crestone 75lt dari TNF Gambar I. Trekking poles ini menggantikan fungsi dari tongkat yang biasa dipakai. Ini menentukan jumlah peralatan yang dibawa.Trekking poles Digunakan untuk membantu memindahkan beban yang ditanggung lutut saat naik dan turun. Ransel 14. Biasanya. Sehingga tidak repot karena kelebihan beban. trekking poles ini memiliki shock absorber (peredam kejut) berupa per didalamnya. Pertimbangan dalam membawa peralatan kelompok antara lain: 1. Natrium-kabut) Yang ditampilkan adalah produk dari Maglite® Gambar I. Disamping itu untuk efisiensi dalam membawa dan pemakaian. Trekking Poles 15. Bohlam (Xenon.Tas lapangan (Ransel/Carrier) Carrier Kategori ini mencakup kapasitas antara 35-120 liter. Perlengkapan Kelompok Dalam melakukan pendakian atau penjelajahan secara berkelompok ada beberapa peralatan yang bisa digunakan bersama-sama. Kapasitas yangsanggup dipenuhi oleh kepentingan kelompok. Alat Penerangan 13.11.

a. dan udara dingin saat di lapangan. Perlengkapan kelompok antara lain: 1. instalasi mudah sehingga mudah dikemas dan dibawa. b. Memiliki 4 (empat) rangka. sangat ringkas.Mountaineering 3. Bivy. Ada yang seperti digunakan oleh pramuka. dua saling bersilangan. memiliki rangka sendiri. lapisan dalam yang dapat mengeluarkan uap panas dari dalam tenda (bernafas) dan lapisan luar untuk melindungi isi tenda dari hujan dan sinar UV. Tenda ini hanya untuk satu orang. namun sekarang. Tenda ini merupakan perlengkapan pribadi jika melakukan pendakian solo. c. ringkas tetapi instalasi susah (pemasangan dengan bantuan tiang dan tali). hujan. kapasitas kecil hingga sangat besar. tenda dibuat dengan 2 (dua) lapisan. Geodesic dome. Jangan sampai ada yang bebannya berlebihan untuk masing-masing orang dan diusahakan pembagian perlengkapan yang adil. tenda sangat rentan terhadap benda tajam dan terutama api. Semi-geodesic dome. Penentuan tenda dipengaruhi oleh bentuk relief medan. Membentuk bangun menyerupai terowongan. Tenda ini cocok digunakan untuk camp dalam waktu lama. Memiliki rangka saling bersilang. dan sisanya memotong salah satu sisi secara diagonal. Ridge. tenda komando dan tenda dome. Biasanya tenda dibuat dari bahan parasut yang tahan air. Ridge Berbentuk segi tiga seperti atap rumah. Pembagian dalam membawa. Yang perlu diperhatikan. Tenda ini termasuk free standing san memiliki stabilitas yang sangat besar terhadap hembusan angin. Bila medan yang akan ditempuh sulit maka yang digunakan adalah tenda dengan kapasitas kecil (2 sampai 6 orang). Tenda Berfungsi melindungi anggota kelompok dari panas. dengan tiga atau lebih rangka. kapasitas kecil hingga sangat besar. d. juka medan mudah maka kebalikannya. f. 10 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . dua saling bersilangan dan sisanya memotong secara diagonal. dan hanya bisa untu tidur. e. Kapasitas mulai dari 2 sampai 12 orang. ringkas tetapi instalasi susah (pemasangan dengan bantuan tiang dan tali). Dome silang. Tenda tunnel (terowongan). Tenda yang sering digunakan. memiliki 3 (tiga) rangka. cuaca. Berbentuk segi tiga seperti atap rumah.

Bersifat non- free standing. Bermacam jenis tenda yang lazim digunakan. Gambar I. efisien dalam menggunakan bahan bakar. ii. Kompor Gas. memiliki rangka lebih dari dua untu mendapatkan stabilitas dari angin. Yang ditampilkan adalah TNF Tadpole (inner tent) dan Coleman Phad X2. Frame tengah biasanya lebih tingi dibandingkan yang tepi Bivy Shelter untuk satu orang. Kompor Lapangan. iv. 11 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . untuk Yang ditampilkan adalah bagian dalam (inner tent) dari TNF Mountain 25 dan Aztec Duro Plus yang lengkap. tenda ini memiliki berat antara 3-8 kg. Didalamnya hanya bisa berbaring. berat dari tenda ini berkisar antara 1. Kompor Parafin. dapat dilipat.7-7 kg. Berat rata-rata dari dome jenis ini antara 1-6 kg Semi-geodesic Dome Ringkas. sangat ringkas. Ada beberapa macam alat masak lapangan yang bisa digunakan antara lain: a. ukuran ringkas. Kompor Spiritus. memiliki rangka sendiri. i. bisa dibedakan dari bahan bakan yang digunakan.12. Kompor Minyak tanah. pendakian digunakan gunung tinggi. tenda jenis ini biasanya masuk dalam satu kelas sendiri yaitu Summit Series atau Seri Puncak Tenda Tunnel Dibentuk dari tiga atau lebih frame yang dilengkungkan. 2. iii. Alat Masak Yang digunakan adalah alat masak lapangan. Tanpa ruang untuk perlengkapan. instalasi mudah sehingga mudah dikemas dan dibawa. Geodesic dome Memiliki 4 rangka.Mountaineering Dome Tenda yang sering digunakan.

Alat ini biasanya diperjual-belikan lengkap dengan kompor lapangan. Yang ditampilkan adalah produk dari MSR Kompor Parafin Menggunakan bahan bakar parafin. Alat ini dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan bahan baker dan bentuknya.14. diantaranya: g. baik digunakan untyuk suhu yang tak terlalu dingin. bensin. Gambar I. C2H5). Kompor Multi-Fuel Menggunakan bahan bakar White Gas. Ada juga yang berbentuk kotak. Panci masak lapangan (Nasting) Tentu tidak mungkin penjelajahan dengan membawa panci besar dari dapur. suhu dapat mencairkan gas didalam tabung.Mountaineering v. Kombinasi (Multi-fuel) Kompor Gas dan tabung refuel Menggunakan LPG (Butana. Kelebihannya adalah satu-satunya jenis kompor yang mampu beroperasi dibawah 0°C. Bermacam jenis Kompor portabel b. Yang ditampilkan adalah Trangia mini dan MSR Gambar I. dan juga baterai 12 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Ada 1 set panci berbahan aluminium berdiameter kurang lebih 20cm dan terdiri dari 3 panci dengan ukuran berbeda serta bisa saling dimasukkan sehingga lebih ringkas dan dilengkapi pemegang. Dengan menggunakan tenaga dari baterai dan cahaya dari bohlam atau LED (Light Emiting Diode) yang relatif boros dan mahal. minyak tanah (Kerosen) dan solar.13. Nasting Persegi Cooking Seat Produk ini menyatukan antara kompor dan perlengkapannya. Alat penerangan Alat penerangan ini berguna saat istirahat panjang. Kelemahannya adalah proses menghidupkannya yang lambat. Gas yang ditampilkan adalah produk dari Hi-Cook. Lampu Elektrik. Jenis-jenis nasting 3.

Bisa dengan potongan botol minuman mineral atau yang lain. Cukup terang dan tidak terlalu mahal. Harga termasuk murah dan mudah didapatkan. j. Lampu gas. Lampu ini dilengkapi kaca pelindung angin hingga perlu perlindungan dari benturan.15. h. Lampu Camp SCARMBLING 13 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .Mountaineering dapat mencemari lingkungan karena banyak yang masih mengandung merkuri sebagai bahan berat berbahaya (B3). Gambar I. Perlu sedikit trik untuk melindungi nyala api dari terpaan angina. Disamping itu penggunaan kaus lampu dan kaca pelindung rawan terhadap goncangan dan susah didapatkan di lapangan. i. Lilin Mudah didapatkan dan relatif murah. baik lampunya maupun bahan bakarnya. Tetapi butuh penempatan yang khusus supaya minyak tanah tidak tumpah mengenai peralatan yang lain. Lampu minyak tanah. Namun pada suhu rendah alirah gas menjadi tidak lancar. Seperti lampu badai.

Hal ini memberikan peluang untuk tergelincir.hanya rekreasi ataupun beberapa pendakian gunung yang praktis. CLIMBING Dikenal sebagai suatu perjalanan pendek. b. Bentuk climbing ada 2 macam. Sol sepatu yang baik dan pembebanan maksimal diatas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik. Dengan cara demikian. dan beberapa pengembangan. Ini adalah kebiasaan yang salah. Face Climbing Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan. Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertical. ice screw. Jenis pendakian ini yang umumnya ada di daerah tropis. Teknik Dasar Pendakian / Rock Climbing Teknik Mendaki 1. Fissure Climbing Teknik ini memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak. 2. Snow dan Ice Climbing Pendakian pada es dan salju. peralatan-peralatan khusus sangat diperlukan. Tangan manusia tidak bias digunakan untuk mempertahankan berat badan dibandingkan kaki. Pada pendakian ini.Mountaineering Merupakan tipe penghubung dan gabungan antara Hill Walking dan Basic Climbing. : a. yang umumnya tidak memakan waktu lebih dari 1 hari.Konsentrasi berat di atas bidang yang sempit (tumpuan kaki) akan memberikan gaya gesekan dan kestabilan yang lebih baik. Rock Climbing pendakian pada tebing-tebing batau atau dinding karang. Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik mendaki dan penguasaan pemakaian peralatan. 3. Gaya gesekan terbesar diperoleh dengan membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. 14 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . seperti ice axe. crampon. kekasaran permukaan cukup untuk menghasilkan gaya gesekan. Friction/Slab Climbing Teknik ini semata-mata hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. sehingga beban yang diberikan pada tangan akan cepat melelahkan untuk mempertahankan keseimbangan badan. dikenal teknik-teknik berikut. Teknik ini mmepergunakan tangan sebagai bantuan untuk menuju ke tingkatan selanjutnya. dll. Kecenderungan merapatkan berat badan ke tebing dapat mengakibatkan timbulnya momen gaya pada tumpuan kaki. Para pendaki pemula biasanya mempunytai kecenderungan untuk mempercayakan sebagian berat badannya pada pegangan tangan. dan menempatkan badanya rapat ke tebing.

seperti paku tebing. teknik memanjat pada celah vertical yang cukup besar (gullies). dan punggung di salah satu sisi tebing. Bahkan kadang-kadang ia harus menghapalkan dahulu segala gerakan. Free Soloing Merupakan bagian dari free climbing. Sebelah kaki menempel pada sisi tebing depan. teknik memanjat pada celah vertical dengan menggunakan tangan dan kaki. Dalam pendakian tipe ini seorang pendaki diamankan oleh belayer. Pada free climbing. sehingga hanya orang yang mampu dan benar-benar professional yang akan melakukannya. Jari-jari tangan. Namun keselamatan diri dapat ditingkatkan dengan adanya keterampilan yang diperoleh dari latihan yang baik dan mengikuti prosedur yang benar. 3. dll. Bridging. stirrup. teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu besar. Kedua tangan diletakkan menempel pula. kaki. dan sebelah lagi menempel ke belakang. baik itu tumpuan ataupun pegangan. Pada teknik ini jari tangan mengait tepi celah tersebut dengan punggung miring sedemikian rupa untuk menenpatkan kedua kaki pada tepi celah yang berlawanan. Resiko yang dihadapi pendaki tipe ini sangat fatal sekali. seorang pendaki harus benar-benar mengetahui segala bentuk rintangan atau pergerakan pada rute yang dilalui. bor. sehingga biasanya orang akan melakukan free soloing climbing bila ia sudah pernah mendaki pada lintasan yang sama. jadi walaupun tanpa alat-alat tersebut ia masih mampu bergerak atau melanjutkan pendakian. Jamming. tetapi si pendaki benar-benar melakukan dengan segala resiko yang siap dihadapinya sendiri. Caranya dengan menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua celah tersebut. c. teknik memanjat celah vertical yang cukup lebar (chomney). Posisi badan mengangkang. Chimneying. Badan masuk diantara celah. pada free climbing alat pengaman yang paling baik adalah diri sendiri. Lay Back.Dalam pergerakannya ia tidak memerlukan peralatan pengaman. Artificial Climbing Pemanjatan tebing dengan bantuan peralatan tambahan. Peralatan tersebut harus digunakan karena dalam pendakian 15 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . b. 2.Mountaineering a. Kedua tangan membantu mendororng keatas bersamaan dengan kedua kaki yang mendorong dan menahan berat badan. Dalam pelaksanaanya ia bergerak sambil memasang. atau tangan dapat dimasukkan/diselipkan pada celah sehingga seolah-olah menyerupai pasak. Pembagian Pendakian Berdasarkan Pemakaian Alat 1. Tangan menarik kebelakang dan kaki mendorong kedepan dan kemudian bergerak naik ke atas silih berganti. d. Free Climbing Sesuai dengan namanya. Untuk melakukan free soloing climbing. peralatan berfungsi hanya sebagai pengaman bila jatuh. kaki sebagai tumpuan dibantu oleh tangan yang juga berfungsi sebagai penjaga keseimbangan.

16 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Modifikasi lain dari brakebar adalah descender (figure of 8). Alpine Style Sistem ini banyak dikembangkan di pegunungan Eropa. 3. Jenis simpul yang digunakan adalah jenis Italian hitch. Sehingga dengan berhasilnya satu orang dari seluruh team. 2. Pendakian tipe ini biasanya terdiri atas beberapa kelompok dan tempat-tempat peristirahatan (base camp. Dikategorikan sebagai teknik yang sepeuhnya bergantung dari peralatan. Cara ini paling banyak dilakukan karena tidak memerlukan peralatan lain. Sistem pendakian ini umumnya lebih cepat karena para pendaki tidak perlu lagi kembali ke base camp (bila kemalaman bias membuat fly camp baru. Menggunakan gaya berat badan dan gaya tolak kaki pada tebing sebagai pendorong gerak turun. carabiner. yang dibelitkan sedemikian rupa pada badan. Himalaya Sytle Sistem pendakian yang biasanya dengan rute yang panjang sehingga untuk mencapai sasaran (puncak) diperlukan waktu yang lama. Pemakaiannya hampir serupa. dan brakebar. Menggunakan tali rappel sebagai jalur lintasan dan tempat bergantung. Body Rappel Menggunakan peralatan tali saja. Sling Rappel Menggunakan sling/tali tubuh. fly camp). dan esoknya dilanjutkan kembali). Sistem Pendakian 1. 2. Pada teknik ini terjadi gesekan antara badan dengan tali sehingga bagian badan yang terkena gesekan akan terasa panas. Teknik Turun / Rappeling Teknik ini digunakan untuk menuruni tebing. dimana gaya gesek diberikan pada descender atau brakebar. Brakebar Rappel Menggunakan sling/tali tubuh. 2. Menggunakan salah satu tangan untuk keseimbangan dan tangan lainnya untuk mengatur kecepatan. carabiner. Pendakian ini mempunyai tujuan bahwa semua pendaki harus sampai di puncak dan baru pendakian dianggap berhasil. dan dirasakan cukup aman. Prinsip rappelling adalah sebagai berikut : 1. Sistem ini berkembang pada pendakian-pendakian ke Pegunungan Himalaya. dan tali. 3. tali. berarti pendakian itu sudah berhasil untuk seluruh team.Mountaineering sering sekali dihadapi medan yang kurang atau tidak sama sekali memberikan tumpuan atau peluang gerak yang memadai. Macam-macam dan Variasi Teknik Rappeling 1.

Tali Pendakian Fungsi utamanya dalam pendakian adalah sebagai pengaman apabila jatuh. Pastikan bahwa pakaian tidak akan tersangkut carabiner atau peralatan lainnya. Static Rope. Dynamic rope.16. Carabiner Adalah sebuah cincin yang berbentuk oval atau huruf D. Carabiner Screw Gate (menggunakan kunci pengaman). Dalam rapelling. Usahakan melakukan pengamatan sewaktu turun. selain itu juga dapat melihat lintasan yang ada. yang berdiameter 9. tali pendakian yang kelenturannya mencapai 5-15 % dari berat maksimum yang diberikan. 4. Tali static digunakan untuk rappelling. dan Webbing 2.Dianjurkan jenis-jenis tali yang dipakai hendaknya yang telah diuji oleh UIAA.Mountaineering 4. usahakan posisi badan selalu tegak lurus pada tebing. sehingga apabila ada batu atau tanah jatuh kita dapat menghindarkannya. Sifatnya kaku. 2. Gambar I. ke atas dan ke bawah. 5. yang memungkinkan leader dan belayer masih dapat berkomunikasi. b. tali pendakian yang kelentirannya mencapai 2-5 % fari berat maksimum yang diberikan. Sebelum sampai ke tepi tebing hendaknya tali sudah terpasang dan pastikan bahwa tali sampai ke bawah (ke tanah). Ada 2 jenis carabiner : a. Carabiner Non Screw Gate (tanpa kunci pengaman) 17 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . jingga. Static. 3. b. Panjang tali dalam pendakian dianjurkan sekitar 50 meter. tapi sekarang ada yang berkekuatan sama. Pastikan bahwa tidak ada simpul pada tali yang dipergunakan. Umumnya diameter tali yang dipakai adalah 10-11 mm. Periksa dahulu anchornya. Usahakan mengurangi sesedikit mungkin benturan badan pada tebing dan gesekan antara tubuh dengan tali. Arm Rappel/Hesti Menggunakan tali yang dibelitkan pada kedua tangan melewati bagian belakang badan. Sebelum memulai turun. umumnya berwarna putih atau hijau. dan mempunyai gate yang berfungsi seperni peniti. Peralatan Pendakian 1. suatu badan yang menguji kekuatan peralatan-peralatan pendakian. hendaknya : 1. Biasanya berwarna mencolok (merah.8 mm. ungu). dan jangan terlalu cepat turun. Dipergunakan untuk tebing yang tidak terlalu curam. Sifatnya lentur dan fleksibel. Ada dua macam tali pendakian yaitu : a. Dynamic rope.

18 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . sehingga dapat membantu pengereman. Screw dan non-screw 3. dengan memanfaatkan pohon atau lubang di tebing. Fungsi sling antara lain : a. punggung. Carabiner.18. Ascnder. menahan berat badan di pinggang dan paha b.Mountaineering Gambar I. sebagai penghubung b. Harnes ada yang dibuat dengan webbning atau tali. Mengurangi gaya gesek / memperpanjang point d. Mengurangi gerakan (yang menambah beban) pada chock atau piton yang terpasang. pinggang. Descender Sebuah alat berbentuk angka delapan. Body Harnes. Pilot dan Basic 6. 4. Biasa digunakan untuk membelay atau rappelling. Ascender Berbentuk semacam catut yang dapat menggigit apabila diberi beban dan membuka bila dinaikkan. Gambar I. dan ada yang sudah langsung dirakit oleh pabrik. membuat natural point. c. Sling Sling biasanya dibuat dari tabular webbing. menahan berat badan di dada. Harness/Tali pengaman Tubuh Alat pengaman yang dapat menahan atau mengikat badan. Fungsinya sebagai pembantu menahan gesekan. Ada dua jenis harness a. Seat Harnes. dan paha. 5. Fungsi utamanya sebagai alat Bantu untuk naik pada tali.17. terdiri dari beberapa tipe.

Cocok digunakan pada tebing yang banyak tonjolannya atau tanggatangga kecil.Mountaineering Gambar I. Belayer harus selalu memperhatikan leader. Sepatu yang lentur dan fleksibel. piton. segera memberi abaaba pendakian. Sepatu Ada dua jenis sepatu yang digunakan dalam pemanjatan : a. memasang anchor dan merapikan alat-alat (tali yang akan dipakai). b. Gaya tumpuan dapat tertahan oleh bagian depan sepatu Gambar I. Misalnya combat boot. 2. Tugas belayer adalah membantu leader dalam pergerakan dan mengamankan leader bila jatug. Untuk leader. 8. Tugas leader adalah membuka lintasan yang akan dilalui oleh dirinya sendiri dan pendaki berikutnya. Prosedur Pendakian Tahapan-tahapan dalam suatu pendakian hendaknya dimulai dari langkahlangkah sebagai berikut 1. Bila leader telah sampai pada ketinggian 1 pitch (tali habis). Seat Harness dan Body harness 7. tipe lentur. Mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan dipakai. bolt. perlengkapan teknis diatur sedemikian rupa. Kelenturannya menolong untuk pijakan-pijakan di celah-celah. Ada dua macam anchor. agar mudah untuk diambil / memilih dan tidak mengganggu gerakan. yaitu : a. Untuk belayer. 3. jangan terlalu kencang dan jangan terlalu kendur. Contoh : chock. sehingga pendaki dapat tertahan oleh anchor bila jatuh. dan sebagainya. Menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. Bila belayer dan leader sudah siap memulai pendakian. Artificial Anchor. Tali pendakian dimasukkan pada anchor. anchor buatan yang ditempatkan dan diusahakan ada pada tebing oleh si pendaki. dan lain-lain. Natural Anchor. 19 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . bias merupakan pohon besar. ia harus memasang achor. 2. tonjolan-tonjolan batuan.20. untuk mengamankan pendaki berikutnya.19. baik aba-aba ataupun memperhatikan tali. Bagian bawah terbuat dari karet yang kuat. Anchor (Jangkar) Alat yang dapat dipakai sebagai penahan beban. b. Sepatu yang tidak lentur/kaku pada bagian bawahnya. a. lubang-lubang di tebing. Sepatu panjat. b. Leader yang sudah memasang anchor di atas selanjutnya berfungsi sebagai belayer.

Bagaimana cuaca disana 3. Contoh: Gunung Merapi. How. yang akan dilaksanakan oleh 16 panitia dan diikuti 16 orang peserta rekrutmen yang ingin dilantik menjadi anggota. Dari Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun Rencana Kegiatan yang didalamnya mencakup rincian : 1. When (Kapan) waktu pelaksanaan Kegiatan tersebut. Who. Bagaimana mendapatkan air 5. dengan memperhitungkan lokasi basecamp panitia. pembagian waktu dan sebagainya. Bagaimana perizinannya 4. Contoh: Satu Kelompok (32 Personil) Terdiri dari 16 Orang panitia dan 16 Orang peserta rekrutmen. Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut: 1. ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W & 1 H.Mountaineering MANAJEMEN PENDAKIAN Persiapan Untuk merencanakan suatu Perjalanan ke alam bebas Harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. Tempat yang digunakan untuk DIKSAR tersebut yaitu Gunung Merapi. maka didapat suatu gambaran sebagai berikut: pada tanggal 22-23 Maret 2007 akan diadakan DIKSAR. Dari pertanyaan-pertanyaan 4 W. yang kepanjangannya adalah : Where. Bagaimana kondisi Tempat 2. dan masih banyak Bagaimana ? (silahkan anda dapat mengembangkannya lagi). Why. 20 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Pemilihan medan. Where (Dimana) Untuk melakukan suatu Kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan. 2. Bagaimana pengaturan tugas panitia 6. berapa lama?. When. Bagaimana materi yang disampaikan 8. dll 4. 5. How (Mengapa) Untuk How/Bagaimana merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana Acara DIKSAR berlangsung 7. 3. Contoh: 22-23 Maret 2007. Why (Mengapa) Ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya dan bisa bermacammacam Contoh : Untuk melakukan DIKSAR. Who (Siapa) Apakah anda akan melakukan Kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok.

Rencanakan jalur sesuai kondisi tim agar tidak terkambat dalam perjalanan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan perencanaan antara lain: A. mengejar target mencapai puncak. b. Yakinlah bahwa kesabaran dan keuletan pasi akan berbuahkan suatu yang baik. Terkadang dalam melakukan perencanaan dan persiapan ini dibutuhkan kesabaran serta keuletan. berkait dengan anggaran transportasi yang direnmcanakan. Tentukan perkiraan tarif kendaraan dengan matang sehingga tidak terjadi pergeseran anggaran. atau masalah lainnya. d. c.Mountaineering 2. PERENCANAAN DAN PERSIAPAN PELAKSANAAN LAPANGAN Melakukan pendakian atau penjelajahan merupakan kesenangan tersendiri. Karena sebaik-baik perencanaan yang dibuat tetapi dalam pelaksanannya tidak ada kekompakan antara anggota makasia0sialah perencanaan yang sempurna itu. c. Saat mendapatkan problem. d. santai. atau ada agenda lain seperti Diksar dan Dikjut dengan materi tertentu. 1. Dengan melakukan persiapan melalui perencanaan yang baik akan dapat mencapai apa yang menjadi tujuan dari perjalanan tersebut. Menuju tempat pendakian. 21 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Perhatikan titik-titik dimana didapatkan air. sekedar senang-senang. Pembagian tugas panitia 4. Perhitungkan wakti tempuh realistis dari tiap-tiap pos serta tempat istirahat sementara dari bawah hingga puncak. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah anda akan mendapatkan point-point bagi kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut. Perhiungkan perkiran waktu tempuh perjalanan dan transit. shelter. Tentukan jenis alat transportasi yang akan digunakan. Pengurusan perizinan 3. tetapi justru disinilah ajang melatih diri dan juga melatih kelompok. Rencanakan jalur pendakian dengan baik dan bila mungkin gunakan referensi jalur yang ada untuk menghindari tersesat. b. Buat target pendakian. dan lain sebagainya. agendakan jika nanti akansinggah di suatu tempat. atau yang lain. Rencanakan dengan matang jalur transportasi yang akan dilalui. tetapi akan sia-sia jika tidak terencana dengan baik. Perencanaan yang baik akan memperkecil risiko yang akan ditemui di lapangan. a. Persiapan kebutuhan acara 5. Rencana Perjalanan. Selama Pendakian a. Atau bahkan penelitian lapangan. 2. saat dihadapkan konflik antar anggota. e.tidak sedikit kegagalan yang terjadi jika persiapan tidak dilakukan dengan baik. kebutuhan peralatan dan perlengkapan 6.

konsisten. Perhatikan jalur-jalur transportasi serta jadwa keberangkatan. Buatlah jadwal menu harian. Periksa kondisi peralatan sebelum berangkat. Perbekalan juga menetukan berhasil tidaknya tujuan perjalanan. dan cirri-ciri khusus masing-masing item. Rensanakan antisipasi penggantian alat transportasi atau perubahan jadwal perjalanan dengan memperhatikan kondisi keuangan yang ada. 22 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Kalimantan. Hal-hal yang perlu diperhatikan: 1. c. jangan lupakan perbekalan tambahan untuk mengantisipasi hal-ha yang tak terduga 2. Laksanakan jadwal dengan tertib.Mountaineering f. Buat data peralatan secara detail. Kadang terjadi tehentinya suatu perjalanan karena salah seorang peserta didera dehidrasi. serta penuh kebijakan 3. Rencana Perlengkapan. d. C. Dengan demikian. Tetapi untuk tujuan khusus mungkin alat seperti itu diperlukan. dan selesai kegiatan. Perhitungkan dengan cermat kebutuhan makanan dan minuman secara rinci. Seperti pendakian gunung es. Sehingga bisa diperhitungkan kebuuhan perbekalan utama dan tambahan. penelitian. jenis. Perhatikan dalam meletakkan barang bawaan dalam kendaraan. Patuhi dan jalankan jadwal tersebut dengan tertib. Perjalanan Pulang a. Sulawesi. B. atau terjadu badai yang menyebabkan jadwal mundur sedang perbekalan tidak memenuh. Gunakan alat pengaman bila perlu. Usahakan ketika angkutan transportasi aktif. Perhatukan waktu kedatangan. 3. Rencana Perbekalan. perlu ada salah satu anggota tim yang diserahi tanggung-jawab untuk mengurus perlengkapan tersebut. Data kebutuhan peralatan dengan cermat dengan cermat baik jenis maupun jumlah. dan Papua waktu pempuh pendakian 1 minggu hingga 1 bulan. Terlalu pagi atau terlalu malam akan sulit mendapatkan kendaraan. dll. baik jumlah. Packing dengan cermat sesuai kelompok peralatan (misal peralatan navigasi). disiplin. 4. Perhatikan beberapa hal berikut: 1. dengan mempertimbangkan kebutuhan tubuh. lebih baik sisa dari pada kekurangan. Perlengkapan yang akan dibawa disesuaikan dengan jenis perjalanan. Jika perjalanan biasa tentu cukup dengan peralatan standar tentu tidak perlu membawa jaring serangga lengkap dengan killing bottle dan kertas papillot. Gunung-gunung di pulau jawa rata-rata dapat ditempuh dalam 2 hari hingga 1 minggu sedangkan gunung-gunung di pulau Sumatera. b. Dan juga perlu diperhitungkan nilai kalori dari makanan tersebut. 4. 2. digunakan. 3.

merupakan bahaya yang lebih besar dari pada batu karang yang mengandung batu-batu tetap. Ditakutkan runtuh oleh getaran dari petir tersebut. dapat menyebabkan batu-batu berjatuhan. goa. Bahaya obyektif. pohon-pohonan. rawat alat-alat dengan baik dan benar. Petir Perlindungan yang terbaik dari sambaran petir ialah: mengurungkan untuk berjalan atau lebih awal pulang. duduk di atas tanah atau duduk diatas ransel atau tali yang sedang digulungkan dan menunggu sampai petir hilang. Hal-hal diatas untuk menaggulang kejadian kehilangan alat. Batu karang pada umumnya lebih berbahaya daripada salju. 1. Tempat-tempat yang menonjol sperti : puncak. menyebabkan batu-batu tersebut berjatuhan. tanah yang labil dll 3. Kejatuhan Batu Hembusan angin yang kuat. Tempat yang dihindari ketika petir a. batu karang yang menonjol. segera tinggalkan tempat-tempat tersebut b. Kita harus membawa peta. Kabut Kabut menimbulkan persoalan pada waktu kita mencari keterangan tentang tempat yang akan kita datangi. Pada batu karang yang banyak mengandung batu-batu lepas. maka di tempat tersebut terjadilah bahaya yang lebih besar 2. sehingga bisa dilacak keberadaannya. Dinding. merupakan saksi dari batu-batu yang jatuh. hujan angin. sungai-sungai. Pada masa sekarang ini dimana banyak perjalanan dilakukan di pegunungan. disebabkan oleh gunung atau lapangan/alam itu sendiri. tugu simbol puncak gunung. batu-batu yang berjatuhan. Cuaca buruk jarang datang pada siang hari atau pada pagi hari. Juga orang dan binatang. merupakan salah satu bahaya yang terpenting di pegunungan. Pada waktu ada kabut tebal. Pada waktu ada petir segera jongkok. Pada cuaca buruk. Karena batu-batu yang jatuh itu disebabkan oleh belahan. kita harus percaya pada alat-alat kita itu 23 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .Mountaineering 5. parit-parit yang sempit dan dalam di tempat-tempat dan dalam di tempat-tempat tertentu. meteran untuk mengukur tekanan udara. disebabkan oleh pendaki gunung yang kurang hati-hati. BAHAYA DI PEGUNUNGAN Bahaya di pegunungan dibedakan menjadi : A. Puing-puing yang banyak pada batu karang dan parit-parit yang sempit serta dalam. kompas. Daerah-Daerah yang Berbahaya Seperti jurang. 4.

ada harapan untuk hidup lama di pegunungan. keberanian. Disebabkan oleh orang yang mendaki gunung sendiri. kewaspadaan dan perasaan bertanggung jawab. harus mendapat perhatian yang serius. membuat orang menjadi buta dan akan memiliki nasib yang tidak baik dipegunungan. akan mejadi berani. Barangsiapa pada waktu akan terjadi bahaya. Tanpa pertimbangan. Bahaya subyektif. Udara yang Mendadak menjadi Buruk Keadaan udara yang mendadak menjadi buruk di pegunungan. “Selamat Berpetualang” 24 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Barang siapa tidak mengenal bahaya. 1. menunggu cuaca yang baik. B. untuk menggantikan prestasi orang lain. Perjalanan ke gunung yang sunyi dapat menimbulkan keajaiban. begitu saja melakukan perjalanan. tidak lain hanya merupakan kebodohan saja. Pada perjalanan yang berat. Orang yang menderita tekanan jiwa. Keadaan atau lemah badan dari orang yang akan mendaki 2. Menunggu yang sabar.Mountaineering 5. Pengetahuan dan pengalaman yang kurang merupakan unsur-unsur yang lebih rumit. pada waktu pulang. Untuk perjalanan semacam itu. Biasakan mengadakan evaluasi dan membuat laporan perjalanan dengan detail. sehingga perjalanan lebih bernilai dan mungkin di kemudian hari bisa digunakan sebagai bahan evaluasi atau referensi untuk kegiatan selanjutnya. merupakan syarat bagi pendaki gunung. Dorongan hati untuk pegang peranan dan penyakit ingin dihormati oleh sesama orang. sebaiknya. dengan cepat dan dengan cara yang benar menghindarkan diri dari bahaya-bahaya tersebut. tidak boleh mendaki gunung. kita mengambil resiko (kesempatan yang berbahaya) tentang udara yang mendadak menjadi buruk.

Panduan Teknis Pendakian Gunung. 1996. (2006).Mountaineering DAFTAR PUSTAKA Agustin. Yogyakarta:Gabungan Mahasiswa Pecinta Alam Univ Proklamasi 1945 25 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Hendri. Yogyakarta: Percetakan ANDI Galaksi 45. Buku Materi Pendidikan dan Latihan Dasar.

II PENELUSURAN GUA) Including: Ilmu yang Berkaitan Jenis-jenis Gua Morfologi Gua Penelusuran Gua Tipe dan Teknik Penelusuran Intrepretasi Peta Topografi Karst .

ketika Kaisar Habsbrug Prancis I dari Austria meninjau gua Adelsberg (sekarang bernama gua Postojna) terletak di Yugoslavia . endapan dalam gua. baik itu flora dan fauna.Sehingga dapat diartikan speleologi adalah ilmu yang mempelajari gua beserta ilmu dan lingkungannya. proses terbentuknya ornamen gua seperti stalaktit. maupun bentuk fisik gua.sungai bawah 27 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . gourdam. curah hujan yang ada di daerah tersebut. C. Bahkan sering dianggap sebagai tempat tinggal makhluk !! Dalam penelusuran gua sangat ditekankan suatu etika yang harus dipegang teguh oleh para penelusur dan hal ini sudah menjadi motto NSS (National Speleological Society). England (1674). ovala. B. sungai. ahli bedah dari Somerset. Etika tersebut yaitu Take Nothing But Picture (Tidak mengambil sesuatu kecuali foto) Leave Nothing But Footprints (Tidak meninggalkan sesuatu kecuali jejak kaki) Kill Nothing But Time (Tidak membunuh sesuatu kecuali waktu) II. Ia mengunjungi 70 gua. Hidrologi Merupakan cabang ilmu yang berkaitan dengan mempelajari proses terbentuknya lorong gua yang disebabkan oleh aliran air baik secara fisik maupun kimiawi. stalakmit. Menurut catatan yang ada. Spalion (gua) dan Logos (ilmu). baik sebagai tempat pemujaan. tower karst maupun bentuk morfologi lain seperti dolina. Menurut IUS (Interna-tional Union Of Speleology). maupun bentuk -bentuk lain yang merupakan ciri kawasan karst yang mengalami proses pelarutan. DEFINISI Speleologi berasal dari kata Yunani. yang berkedudukan di Wina Austria : " Gua adalah setiap ruangan bawah tanah yang dapat dimasuki orang" Gua memiliki sifat yang khas dalam mengatur suhu udara di dalamnya. Geomorfologi Adalah keadaan permukaan daerah kawasan gua merupakan suatu bentang alam yang khas. sesaji maupun bertapa. Sedangkan di Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan suhu. tekanan. Selain itu. canopy. dll. Klimatologi Keadaan iklim suatu daerah mempunyai pengaruh terhadap lingkungan gua. Ia adalah seorang ahli tambang dan geologi amatir. penelusuran gua dimulai oleh John Beaumont. cockpit. faktor mistik dan magis masih melekat erat di gua-gua. Untuk wisata gua pertama kali tercatat tahun 1818. sketsa dan melahirkan empat buku setebal 2800 halaman. Orang yang paling berjasa mendeskripsikan gua adalah Baron Johan Valsavor dari Slovenia. adanya bukit karst yang berbentuk cone karst. Khususnya di daerah karst. yaitu sangat stabilnya suhu udara yang ada. ILMU YANG BERKAITAN DENGAN PENELUSURAN GUA A.Penelusuran Gua CAVING (PENESURAN GUA) I. membuat peta.

Gua karst lainnya terdiri dari gypsum (banyak di AS). dan metamorfosa. gua sangat menarik. yang kesemuanya itu merupakan bagian dari proses terbentuknya gua. seperti pelipatan. Juga mempelajari tentang Tektonik. Gua ini terbentuk dari proses fisis kan kemis di alam. dan barang pecah belah. JENIS-JENIS GUA Jenis-jenis gua ini ada beberapa macam yang dapat ditemukan di muka bumi ini. Gua alamiah ini antara lain berdasarkan batuan penyusunnya yaitu: a. Pembagian dari jenis-jenis gua tersebut adalah: A. Keunikan ini terjadi karena tidak pernahnya cahaya yang masuk ke gua. dan masih banyak faktor yang lain. dan d.Penelusuran Gua tanah. Kalimantan Tengah. di Sulawesi Selatan b. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi di permukaan yang boleh dibilang selalu mendapat cahaya. Gua yang memiliki nilai arkeologi contohnya ada di : a. Sumpang Bita. Arkeologi Nilai arkeologi dari suatu gua bisa terlihat karena adanya suatu peninggalan jaman purba yang masih bisa kita saksikan di dalam gua tersebut seperti lukisan di dinding dan peninggalan lainnya seperti kapak batu. Leang-leang. Biologi Ekosistem yang berada di dalam sebuah gua sangatlah unik. Diperkirakan wilayah sebaran karst batu gamping RRC adalah yang terluas di dunia. Rumania. Maros. Karst (Kapur) Bentuk akibat terjadinya peristiwa pelarutan beberapa jenis batuan akibat aktifitas air hujan dan air tanah. Gua karst yang terjadi dalam kawasan batu gamping adalah yang paling sering ditemukan (70 % dari seluruh gua di dunia). Geologi Bagi ahli geologi. masih banyak cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan penelusuran gua seperti antropologi. III. Baik alamiah maupun artifisial. D. F. Mempelajari bagaimana terbentuknya batuan karbonat atau gamping. Hongaria) dan dolomite (banyak di Eropa Barat) 28 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . E. Flores Selain ke-6 ilmu id atas. Gua ini memiliki bentuk yang sangat beragam. sehingga tercipta lorong-lorong dan bentukanbatuan yang sangat menarik akibat proses kristalisasi dan pelarutan batuan tersebut. batuan vulkanik. pengangkatan dan pergeseran. Gua Alamiah. halite / garam NaCl dan KCl (banyak di Rusia. perubahan suhu yang sangat kecil. patung. Fak-fak Irian Jaya c.

Ilmu yang mendalami gua-gua lava dinamakan vulkanospeleologi. bentuknya seperti cerobong asap dan untuk sampai ke base/dasarnya harus dituruni dengan bantuan tali. Dinding semua lorong gua lava berwarna gelap. Bukittinggi-Sumbar. hanya meliputi 5% dari seluruh jumlah gua didunia. dan PajeringSumsel sebagai tempat perlindungan tetnara jepang saat perang kemerdekaan. yaitu gua vertikal dan horizontal. bisa membalik dan mengunci tanpa dapat dilepaskan dari alat tersebut saat mulai turun. yaitu turun menggunakan tali dengan bantuan alat descender. B. c. gua tambang di emas di Jambi. Di indonesia banyak ditemukan gua buatan seperti gua Jepang di Gunung Merapi. MORFOLOGI GUA A. Penelusuran gua horizontal bisa langsung dilakukan tanpa bantuan tali. Gua ini dibuat untuk tujian tertentu dan menguntungkan. Topografi Ruang Gua Bentukan ruang bagian dalam dari gua dipengaruhi oleh energi yang berasal dari luar dan dari dalam. bentukan dalah dibentuk oleh adanya aliran air kapur. Lubang masuk ke dalam gua lava biasanya adalah bagian atap lorong yang runtuh. terbentuk akibat terpaan air laut (abrasi) d. gua es dsb : adalah bentukan gua yang sangat jarang dijumpai di dunia. palung laut ataupun di tebing muara sungai. Teknik yang biasa dilakukan adalah descending. merupakan hasil dari aktifitas geologis gunung berapi. Dan untuk gua lava. Tali ketika masih kendor dalam Figure Eight. karena beberapa kali terjadi kecelakaan fatal di Eropa akibat menggunakan alat ini. Gua artifisial. Gua Pasir gua batu halit. Figure eight tidak boleh digunakan dalam vertical caving. Untuk gua karst. Gua vertikal adalah gua yang biasa disebut gua tegak lurus. gua tambang batubara di berbagai penjuru Indonesia. Lava Yaitu sebuah gua yang terbentuk di bagian dalam lelehan lava basalt jenis pahoehoe yang konsistensinya mirip aspal panas dan kental.Penelusuran Gua b. Gua Litoral sesuai namanya terdapat di daerah pantai. kecuali memang sangat diperlukan karena adanya faktor resiko yang tinggi dan digunakan sebagai tali pengaman IV. yaitu sebelum penelusur meluncur ke bawah. sering berwarna dan dinamakan lava cycles. Terkadang ada variasi antara gua vertikal dengan gua horizontal. sehingga sebelum menelusuri gua horizontal kita harus turun terlebih dahulu menggunakan tali. dan terlihat ornamen khas seperti stalactite dan stalagmite yg berkelokkelok. Atau sering disebut gua buatan. Bentukan yang biasa terlihat di dalam gua adalah: 29 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Gua terdiri dari dua jenis.

Bentikan ini terjadi karena air kapur pada gua karst melewati titik yang menjorok ini. k. d. Stalagmit. Styalalite merupakan garis gelombang yang terdapat pada potongan batu gamping. e. Kapur yang terbawa mengendap selama perjalanan. Lingkungan Gua 30 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Gours merupakan kumpulan kalsit yang terbentuk di dalam aliran air atau kemiringan tanah. Stalaktiti ini tajam pada ujungnya. Aragonite atau crystalline merupakan cristal yang terbentuk dari CaCO3. g. Semakin CO2 memuai (menguap). b. Rimstone Pool berbentuk seperti bendungan yang berbentuk ketika terjadi pengendapan air. CO2-nya menghilang dan menyisakan kalsit yang bersusun-susun.Penelusuran Gua a. Aliran ini mengandung banyak CO2. c. i. Merupakan endapan dari air kapur yang menetes dari stalaktit dan mengendap. Marble merupakan batu gamping yang mengalami perubahan bentuk dimetamorfasekan oleh panas dan tekanan sehingga merubah struktur yang unik dari batu tersebut. Straw merupakan formasi kalsit seperti stalactite tapi diameternya kecil. B. Itu yang menjadikannya tumpul pada ujungnya. Terdapat dilantai gua dan menjorok keatas. menggantung di langit-langit gua atau di dinding gua. Stalaktit. Helectite merupakan formasi gua yang timbul dengan sudut yang berlawanan dari gaya tarik bumi biasanya melingkar. j. Merupakan tonjolan atap gua yang menjorok kebawah. Flow Stone atau Kalsit yang terdeposisi (diendapkan) pada dinding lorong gua. tapi hal ini sangat jarang dijumpai. menjadikannya runcing dan terus memanjang. f. Merupakan lawan dari stalaktit. l. h. kalsit yang terbentuk semakin banyak. Pearls merupakan kumpulan batu kalsit yang berkembang di dalam kolam di bawah tetesan air. sebesar tetasan air. Curtain merupakan endapan yang berbentuk seperti lembaran yang terlipat. Disebut pearls karena bentuknya mirip mutiara.

Melompat adalah hal yang haram dalam kegiatan penelusuran gua. Suatu lingkungan gua yang secara total suhu dan kelembapannya relatif konstan V. Tanda-tanda umum kurangnya oksigen atau serangan gas racun biasanya terjadi pening dan halusinasi. dimana sinar matahari masih dapat masuk kedalamnya. banyak terdapat akar pohon menjulur. Terjatuh. Secara garis besar. lorong penuh kelelawar atau tumpukan guano. tidak berair. Caving kadangkala dilakukan hanya untuk kenikmatan melakukan aktivitas tersebut atau untuk latihan fisik. yaitu : Twilight Zone.Penelusuran Gua Keadaan yang gelap tanpa cahaya. Di dalam gua terdapat banyak berbagai macam dan bentuk ornamen yang kada kala orang awam akan binggung dikarena bentuk nya hampir sama Bahaya Penelusuran Gua a. adalah kejadian tak terduga yang tidak dapat dihindari bisa diakibatkan gempa bumi atau ledakan dalam gua (jangan membuang sisa karbit dalam gua atau masuk ke lorong penuh guano dengan lampu karbit). seringkali akibat kesalahan estimasi terhadap jarak (distorsi) karena gelap. c. Kekurangan oksigen dan gas beracun. air sungai yang terasa hangat dan terlihat sampah hanyut dalam aliran air. e. Untuk menghindarinya perhatikan apakah lokasi tersebut merupakan bekas penambangan kapur atau dekat dengan lokasi peledakan dinamit sebuah proyek. lingkungan gua mempunyai tiga bagian utama. atau ilmu fisik dan geologi serta biologi juga memegang peranan penting. d. Perhatikan batas air di dinding sehingga dapat diperkirakan ketinggian air saat banjir. tetap awal penjelajahan. Gua-gua hanya dapat dibentuk dari batuan yang ter-litifikasi. walaupun menurut pakar biospeleologi mereka ini hidup di daerah mulut gua sampai 31 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . suatu daerah di sekitar pintu masuk gua. tidak terlalu besar. Banjir. dan jelas bahwa karakter sedimen semula dan sejarah diagenetik adalah faktor-faktor yang mengontrol lokasi sebuah gua. suhu dan kelembaban yang tinggi merupakan ciri khas lingkungan gua. Keruntuhan atap dan meledak. tentukan juga sebuah lokasi atau cekungan di atas batas banjir sebagai tempat berlindung darurat bila terjebak banjir Hewan berbisa. b. suhu pada daerah ini berfluktuasi cukup tinggi. Completely Dark Zone. bisa dideteksi bila terdengar suara gemuruh dalam lorong. Middle Zone. berbau belerang dan pengap harus dihindari karena penuh dengan kandungan gas beracun seperti CO dan HS. tetapi fluktuasi suhunya relatif kecil. suatu lingkungan gua yang gelap total. PENELUSURAN GUA Caving adalah olah raga rekreasi menjelajahi gua wisata petualangan yang menghadirkan keindahan dunia bawah tanah yang tidak akan pernah anda temui di permukaan. Ornamen-ornamen gua seperti yang terbentuk oleh proses tetesan air selama ratusan bahkan ribuan tahun dan telah mengalami proses kristalisasi menampilkan sebuah panorama eksotis dan mempesona yang tidak akan pernah terlupakan.

seorang penelusur gua pada masa ini biasanya cuti kegiatan dan hanya diisi dengan latihan ringan atau memperdalam pengetahuan. PERALATAN PENELUSURAN GUA Peralatan itu dapat dibagi menjadi dua katagori : A. Lampu. f. Jalan terbaik sewalah pengemudi profesional yang tidak terlibat dalam tim sebagai tenaga penunjang mobilitas. Peralatan tidak lengkap. dengan warna yang menyolok. Hindarilah cekungan dan lobang di sekitar mulut gua karena di tempat itu mereka bersarang. Kegagalan peralatan. ingat penguapan cairan dan panas tubuh dalam gua terjadi sangat cepat tanpa terasa (bahkan dapat dilihat dengan jelas uap air yang keluar dari tubuh bila dilihat dengan sorot lampu) h. Jangan masuk gua di musim hujan. Jumlah anggota kelompok tidak kurang dari 4 orang. b.Penelusuran Gua 100 m. Tidak memaksakan menelusuri gua bila badan kurang sehat. apabila anggota terlemah mengalami gangguan maka saat itu juga penelusuran harus dihentikan tanpa dapat ditawar lagi. perhatikan dengan cermat serta patuhi segala wejangan atau nasihat mereka VI. h. g. ke dalam namun bisa saja hewan seperti ular ditemui jauh di dalam gua karena terhanyut aliran air atau terperosok ke dalam dari atap atau ventilasi gua. Eksposure. g. kurang terawat dan sudah uzur. Anggota terlemah adalah patokan standar penelusuran. b. baju yang basah karena berendam terlalu lama dalam air gua. syaratnya harus bisa ditempelkan pada helm. diusahakan yang tidak mudah pecah. c. Dehidrasi dapat dihindari dengan jalan minum sebelum haus (ingat sedia payung sebelum mendung) karena minum di saat haus datang berarti sudah sangat terlambat karena lebih dari 25% cairan tubuh telah lenyap. kotorannya (guano) menyebabkan histoplasmosis (penyakit jalan pernafasan seperti TBC). Kesiapan mental kurang (sedang patah hati atau stress). kelengkapan dan kecanggihan peralatan bukan jaminan apabila tidak diikuti dengan perawatan dan pengetesan rutin. Pencegahan Bahaya a. Helm. Jika ternyata pecah tidak akan melukai kepala. namun umumnya hewan gua tidak mengganggu. kelelahan akibat padatnya jadwal penelusuran mengurangi konsentrasi pada saat mengemudi. 32 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . e. Bahaya terbesar bagi penelusur gua 99% justru adalah di jalan raya. Bahaya lain adalah gigitan atau kelelawar dapat mengakibatkan rabies. Keterampilan kurang terutama pada gua vertikal. f. Perlengkapan pribadi : a. hipotermia dan dehidrasi sangat mungkin terjadi akibat terpaan angin kencang dari aven (ventilasi gua atau jendela karst). Coverall (Werkpak). d. Mintalah ijin kepada orang tua dan aparat daerah setempat dan instansi terkait sekaligus berpamitan dengan sejujurnya tentang tujuan dan lokasi kegiatan. i.

penunjuk waktu yang akurat sangat penting dalam penelusuran. kompas prisma. dapat pula untuk mengisi tabung karbit. tali pengaman dada. Perlengkapan pribadi ini harus diperluas apabila hendak melakukan penelusuran dalam jangka waktu yang lama. harap dibawa jika menelusuri gua lebih dari 6 jam. Sarung tangan. Pelampung. yang kering luar dan dalam. c. Masker hidung. untuk penelusuran yang rumit dan jauh sebagai catatan perjalanan dan untuk keperluan pemetaan. banyak terdapat air dan banyak memiliki lorong. i. aneka lensa filter. penyambung harnes dan tempat mengait alat. BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Hand Jammer. Alat penunjuk jalan. Buntut sapi (Cow's Tails) atau tali pengaman darurat. rollmeter. Untuk keperluan tersebut dikenal suatu cara yang disebut SRT (Single Rope Technique) atau teknik menaiki dan menuruni tali tunggal. Peralatan pemetaan. Tempat air minum. Jam tangan kedap air. untuk berenang. atau gua hanya yang dapat agak dipergunakan rumit hingga untuk gua memerlukan keterampilan untuk mendaki dan menuruni secara bebas tanpa peralatan (Free Climbing). j. ini terutama digunakan untuk gua yang banyak Guanonya (penyebab sakit paru-paru). Alat-alat yang perlu ditambah yaitu : a. Pakaian. lampu kilat minimum 2 unit. h. f. alat menaiki tali. Croll (Chest Jammer) alat menaiki tali. tali pita. d. f. Sumber cahaya cadangan. Peluit. e. Tali prusik. bisa berupa lilin senter korek api. lensa zoom. alat untuk menuruni tali. barometer. tripod dan bila ada kamera tahan air. Harnes duduk. shutter release. Decender. h. Untuk melakukan eksplorasi gua vertikal atau sumuran. Alat fotografi. Maillon Rapide (Delta). sebagai alat komunikasi darurat. f. alat ini bisa berupa bendera. tali pengaman/tambatan pinggang c. untuk keperluan dokumentasi diperlukan kamera SLR. g. Perlengkapan horisontal tersebut (datar). benang dll. maka kita harus melengkapi dengan alat lainnya yaitu: a. altimeter. e. klinometer. usahakan yang tinggi sehingga dapat melindungi dari gigitan binatang berbisa atau terkilirnya pergelangan kaki. Alat tulis kedap air. tentunya peralatan tersebut diatas tidak memadai. b. sebaiknya dari kulit yang lemas atau karet. 33 Webbing. thermometer dan tripod. b. d. i.Penelusuran Gua c. Sepatu. d. dibutuhkan bila penelusuran lebih dari 3 jam. e. Makanan. Sit Harnes (dada). 2 pasang. dipergunakan untuk gua yang banyak lorongnya. g.

11 mili. sampai lorong yang membutuhkan teknik khusus untuk dapat melewatinya. dalam hal ini mutlak diperlukan dalam kegiatan penelusuran gua vertikal. Lumpur Lorong yang berlumpur dapat dengan mudah kalau lumpur tersebut tidak terlalu tebal. Tiap penggunaan tangga baja ini harus menggunakan pengaman (Safty line) tali dinamis. Medan pada gua horisontal sangat bervariasi. VII.Penelusuran Gua B. Tali dan harness dapat digunakan untuk menghubungkan antar penelusur dan keamanan proses penelusuran. dalam hal ini sangatlah tidak tepat. Adapun metode penelusuran gua adalah: A. a. Untuk melewatinya kita bergerak dengan posisi seperti berenang. Horizontal/mendatar dan vertikal (menyerupai sumur. Sangat aman untuk melintasi air terjun terurtama jika rombongan sebagian besar kurang mampu menggunakan peralatan SRT. Namun adakalanya kecenderungan dalam suatu organisasi untuk melimpahkan tanggung jawab tersebut pada pemula. Air 34 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . a. Tangga kawat baja. gua ini hanya membutuhkan peralatan dasar untuk menelusurinya. TIPE DAN TEKNIK PENELUSURAN Berdasarkan bentuk fisiknya. e. Sebaiknya yang memelihara alat tersebut diserahkan pada orang yang mengerti pada peralatan tersebut. c. Untuk panjang tali disesuaikan dengan kebutuhan. d. sering disebut dengan katrol dan bermanfaat untuk Rescue. kita tidak mudah untuk melaluinya. Tali. Tapi dalam kondisi lumpur setinggi lutut bahkan sampai setinggi perut. Melihat dari bentukannya. mulai pada loronglorong yang dapat dengan mudah di telusuri. gua secara umum dibagi menjadi dua tipe. Pulley. untuk mengarungi sungai atau danau. luweng). Tas besar (speleo bag). b. sangat fleksibel dalam penggunaannya dan mudah dibawa. Perahu karet. jangan diberikan pada pemula karena sensitifnya peralatan. Pemeliharaan barang kolektif ini sebaiknya dilakukan bersama dan dapat juga ditugaskan kepada satu orang. Penelusuran Gua Horizontal Gua horizontal dapat disusuri secara langsung tampa peralatan yang sekompleks penelusuran gua vertikal. untuk tempat tali atau peralatan yang lainnya. Dengan posisi seperti ini akan lebih mudah bergerak dan menghemat tenaga. b. Perlengkapan kolektif : Peralatan ini sangat dibutuhkan untuk kegiatan bersama (beregu) dan harus ada seseorang yang bertanggung jawab pada peralatan tersebut. Alat ini sangat sensitif dan nyawa penelusur bergantung pada kualitas dan cara pemeliharaannya. Untuk penelusuran dipergunakan tali statik atau tali Speleo dan diperlukan yang berdiameter 9 .

Dalam kondisi tertentu kita melakukan ducking dengan jongkok. teknik berenang dalam gua berbeda dengan berenang di kolam renang. Seperti memasang pengaman sisip dan bor tebing untuk pembuatan lintasan. 2) Climbing Dalam suatu penelusuran gua terkadang kita menjumpai adanya water fall ataupun lorong yang terletak di atas kita. Tetapi dengan kondisi lorong yang serba terbatas. Penelusuran Gua Vertikal Menggunakan teknik Single Rope Technique (SRT) atau Teknik satu tali.Penelusuran Gua Untuk kondisi lorong gua yang berair. seyogyanya tidak meneruskan penelusuran jika tanpa alat pendukung yang standart. Untuk melewatinya kita harus melakukan DUCKING ( kepala menengadah). yang melakukan adalah leader dan kemudian anggota yang lain melewatinya dengan SRT. Untuk dapat meneruskan penelusuran kita harus menggunakan teknik-teknik Rock Climbing. Kadang-kadang kita harus melepas helm untuk menambah ruang gerak kepala. terutama gua yang belum pernah di masuki kita tidak mengetahui kedalaman air dan kondisi di bawah permukaan air. karena leader harus membuat lintasan dan mempelajari kondisi medan. Sedang resiko caving 15 %. perahu karet terutama untuk lorong yang panjang dan berair dalam. b) Gua yang berbentuk celah dan menyempit bagian dasarnya c) Sungai besar atau danau yang dalam. e) Menghindari calcite floor atau oolith floor. Di sini kita memakai pakaian lengkap. siphon). Teknik rock climbing harus bisa di lakukan pada kondisi medan seperti : a) Aliran air yang deras dan kita tidak mengetahui kedalamannya. Pembagian team juga harus di sesuaikan. untuk leader ia tidak boleh membawa beban berat. Dengan melihat perbandingan resiko kematian yang besar ini kita di tuntut untuk ekstra hati-hati. bahkan dengan berbaring kalau badan tidak dapat masuk seluruhnya. sepatu bahkan mungkin membawa beban yang cukup berat. Untuk perbandingan resiko kematian di cave diving adalah 60% tewas. Ada juga lorong yang hampir semua di penuhi oleh air hanya ada ruangan sedikit yang tersisa. Dalam kondisi tertentu kita menggunakan pelampung. B. Dengan menggunakan hanya seutas tali dan perlengkapan legkap seperti 35 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . untuk itu kita harus mengetahui prosedur dan mempunyai fasilitas pendukung. Teknik ini di lakukan pada lorong yang seluruh bagiannya tertutup oleh air (sump. d) Pemasangan rigging pada waterfall. 1) Diving Adalah teknik penyelaman dengan alat bantu pernafasan dan pakaian khusus. Syarat utama untuk melewati lorong yang berair adalah harus bisa berenang.

Terjadi dari perluasan uvala karena proses solusi dan collapse I. dan beban air hujan. Vaucluse Gejala karst yang berbentuk lubang tempat keluarnya aliran air tanah K. Ponor Tempat berakhirnya alir air pada alur permukaan E. alat menaiki tali. Alur air permukaan (surface drainage) D. tali pita diperlukan dalam penelusuran gua tipe ini. Diameternya 10 sampai 1000 m. Kedalamannya 2 m sampai 100 m. J. tali pengaman/tambatan pinggang. Hand Jammer. Karst window. alat untuk menuruni tali. Uvala Merupakan lahan cekungan memanjang berbentuk oval akibat proses berkembangnya bentuk dan ukuran doline. Kedalamannya 100 sampai dengan 200 m. pelapukan. Hum Penampakan residual dari uvala yang meluas akibat proses collapse dinding akibat korosi. berbentuk bulat oval. Decender. dan Webbing. Harnes duduk. Gapura/ pintu gua Terjadi dari tingkat kemajuan peristiwa fisis (erosi dan collapse) Identifikasi pencirian adanya mulut gua dari interpretasi peta topografi. VIII. natural bridge Hasil pelarutan dan erosi batuan oleh air yang mengalir L.Penelusuran Gua yang digunakan pada panjat tebing seperti Sit Harnes (dada). Tali yang digunakan kebanyakan yang bersifat elastis seperti kernmantle dan bukan tali statis. foto udara: 36 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Tanah regolith Merupakan residu pelarutan yang mengandung FeO2 pada lantai gua ataupun dasar doline B. Ini melihat bahaya ketika penelusur terlepas dari pegangannya dan tergantung di tali. Lapies Menampakkan batuan kapur dalam bermacam relief kasar dengan selingan kesan bekas terjadinya pelarutan C. Polje Cekungan di daerah kapur yang mempunyai drainage di bawah permukaan. Baik proses pelarutan maupun runtuhnya dinding doline. H. Doline Depresi yang terjadi oleh proses larutan dan runtuhan sinkhole. tali pengaman dada. INTREPRETASI PETA TOPOGRAFI KARST Bentuk fenomena karst yang nampak di permukaan bumi : A. G. Sinkhole Bentuk cekungan yang terjadi oleh proses pelarutan batu kapur atau sejenisnya yang terletak di bawah permukaan F.

shaft. C. Kalau mau lebih teliti gunakan kompas bidik. kelelawar. resurgence (tempat munculnya kembali aliran air ke permukaan. dome pit. scarp. seperti kertas minyak. Nama gua. Misal untuk penelitian. Gua yang sudah terpetakan akan memudahkan para penelusur selanjutnya untuk menyusuri gua tersebut. C. Lembar catatan / Buku. Grade peta. cockpit. Untuk swallow hole. Bentuk : lobang sumuran. Dapat diidentifikasi di lapangan dan foto udara. Bentuk : resurgence. B.Penelusuran Gua A. ketelitian sampai Centimeter. Kompas. Usahakan sesuai dengan nama yang diberikan oleh penduduk setempat. Ciri morfologi permukaan : adanya tebing akibat sesar. E. E. closed depression (uvala. burung sriti. spring. Ciri morfologi permukaan: dari peta topografi atau foto udara terlihat aliran sungai yang terputus. B. celah vertikal. Pita ukur / meteran. Untuk resurgence dan spring. C. D. Arah utara peta. baik aliran periodik maupun aliran semua musim. burung walet yang menuju atau dari satu titik daerah tertentu Pemetaan Gua Pemetaan gua sangat penting untuk dilaksanakan. Peralatan A. Gunakan kompas yang simpel seperti kompas orienteering. bisa spring (sumber air /mataair). Bentuk : Swallow hole (hilangnya aliran sungai / air). pothole. doline/ sinkhole). Pensil dan Penghapus Kelengkapan Peta Hal – hal yang harus diperhatikan dan dicatat selama pemetaan diantaranya : A. Ciri morfologi permukaan : tidak tentu. B. Digunakan untuk menunjukkan ketelitian daripada pemetaan. pola aliran yang terputus. aliran air masuk menghilang kebawah permukaan tanah melewati mulut gua. D. fosile. Skala peta 37 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Gunakan meteran yang terbuat dari karet/plastik. bisa sungai. Bentuk: lembah-lembah karst yang tertutup Identifikasi pencirian adanya mulut gua di lapangan: A. B. aliran air muncul dari bawah tanah melewati mulut gua. SAR. Digunakan untuk mencatat data yang diambil selama pemetaan. Clinometer. Gunakan kertas yang tahan air. vegetasi lebih lebat atau dengan jenis tumbuhan yang berbeda dengan vegetasi endemis disekitarnya. maupun untuk sekedar penyusuran biasa. escarpment. Lokasi Gua. Digunakan untuk mengukur sudut kemiringan terhadap bidang datar D. dan panjang sejauh mungkin ( ± 30 m).

Diakses dari website http://www. Diktat Pendidikan Dasar Mahasiswa Pecinta Alam STT Telkom Astacala. Menggambarkan penampang melintang lorong gua sesuai skala.php?option=com_content&task=blogcategory &id=32&Itemid=46. Index susur gua.mapala-upn-yk.html. Cross section. Digunakan untuk menggambarkan keadaan / bentukan dari gua yang spesifik seperti runtuhan. sungai. Bandung: Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam UPN "Veteran" Yogyakarta. Teknik Penelusuran Gua Horizontal. Simbol –simbol. 1995.Penelusuran Gua F.org/index.org/rubrik-susur-gua. Satu Bumi. 38 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .satubumi. dan danau. 2008. DAFTAR PUSTAKA Astacala. 2008. G. Diakses dari website: http://www.

TALI TEMALI Introducing: Simpul Reef Simpul Delapan Simpul Penggabungan Simpul Nelayan Simpul Webbing Simpul Bowline Simpul Manharness Hitch Simpul Quick Release Simpul Pancing .III.

Tali Temali TALI TEMALI Simpul. Gambar III. SIMPUL PENGGABUNGAN 40 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Gambar dibawah menunjukkan proses pembuatan simpul delapan secara langsung dan tidak. Ada beberapa jens simpul yang layim digunakan di kegiatan luar ruangan yaitu: 1. Simpul Delapan. SIMPUL REEF Simpul ini digunakan untuk penggabungan dua tali yang sama. Simpul ini banyak digunakan oleh pemanjat tebing pada pengamannya dan juga dapat digunakan sebagai simpul tambat. Gambar III. 3.1. Saat menentukan simpul. dapat dipastikan menggunakan simpul yang tepat. langsung dan tidak langsung. bagi penggiat aktifitas luar lapangan menjadi bagian utama yang terintegrasi didalamnya.2. Sangat penting menguasai berbagai jenis simpul yang sangat membantu di alam bebas. SIMPUL DELAPAN Simpul ini lumrah digunakan oleh penggiat olahraga luar ruangan. Simpul Reef 2.

Kegiatan luar ruangan banyak menggunakan simpul ini terutama yang menggunakan tali sebagai alat utama seperti panjat dan telusur gua. SIMPUL BOWLINE Simpul ini mudah digunakan sebagai jerat ataupun menghubungkan tali pada harness tubuh pada pemanjat.3. SIMPUL WEBBING Simpul ini berguna untuk mengatukan dua tali pipih seperti pita dan webbing. tali licin. Proses pembuatannya tergambarkan di gambar IV. 41 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Simpul penggabungan antara tali yang berbeda ukuran 4.5. Simpul Webbing 6. sulur.Tali Temali Simpul ini digunakan yntuk menyatukan dua tali yang berukuran tidak sama diantara keduanya. Simpul Nelayan (Fisherman) 5. dan tali pancing. Simpul ini kuat dan kadangkala susah dilepaskan kembali. Juga cocok untuk digunakan sebagai penggantung.4. Gambar III. Gambar III. Gambar III. kawat. SIMPUL NELAYAN Digunakan untuk menggabungkan atau menyambung dua tali.6 di bawah ini.

Disarankan untuk tidak memakainya di olahraga panjat akan tetapi digunakan sebagai temporary anchor (tambatan sementara) seperti tali tenda ke pohon. simpul ini termasuk saimpul kuat dan aman. Akan tetapi. Gambar B merupakan gabungan dari beberapa simpul Manharness Hitch Gambar III.Tali Temali Gambar III.7. Gambar yang ada merupakan proses pembuatan simpul ini. SIMPUL QUICK RELEASE (HIGHWAYMAN’S HITCH) Simpul ini merupakan jenis simpul yang dapat dilepaskan hanya dengan satu tarikan saja.6. 42 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Dapat juga digunakan sebagai gantungan perkakas di basecamp. proses pembuatan Simpul Bowline 7. Simpul Manharness Hitch 8. SIMPUL MANHARNESS HITCH Simpul ini dugunakan untu membuat tangga tali yang hendaknya tidak dibuat dari tali yang licin.

Bisa membawah keberatan Anda (ujung-B) dan untuk membuka cepat cabut ujung-A 9. Beberapa contoh simpul pancing DAFTAR PUSTAKA Agustin.Tali Temali Gambar III. Panduan Teknis Pendakian Gunung. SIMPUL PANCING Keempat metode dibawah ini merupakan contoh dari metode pengikatan mata pancing.8.4t. Tt.9. Yogyakarta: Percetakan ANDI DAPALA. http://dapala.com 43 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Hendri. Simpul Quick Release (Highwayman’s Hitch). Gambar III. Simpul-simpul DAPALA. (2006).

IV NAVIGASI Introducing: Peta Kompas Tanda Medan Teknik Peta dan Kompas .

 Amplitudo lebih kecil dibandingkan dataran tinggi. Pembagian iklim yaitu: 1. Iklim Laut a. turun kadang-kadang dan sebentar. adakalanya disertai taufan. Sifat-sifat yang penting:  amplitude harian dan tahunan kecil  banyak awan. b.  Hujan sedikit. hujan sedikit. daerah tropis dan sub tropis sampai 40º LU/LS. Kadangkadang turun salju. daerah rendah. tekana udara. IKLIM DAN MEDAN A. Sifat-sifat penting didaerah ini adalah:  rata-rata suhu tahunan tidak terlalu tinggi  amplitude suhu harian kecil  banyak awan. Iklim gunung yang terdapat pada puncak-puncak terpencil. angin. IKLIM Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam jangka waktu tertentu serta di suatu tempat tertentu pula. hujan terutama pada musim dingin tetapi hanya rintik-rintik  pergantian musim tidak drastis 2.  Udara kering dan kelembaban rendah  Jarang turun hujan b. menurut arah angina. Sedan unsure-unsur yang menentukan adalah suhu. dll)  Amplitude suhu harian dan tahunan besar. 3. Iklim daerah tinggi Sifatnya sangat tergantung pada relief daerah masing-masing: a. siang hari sangat panas dan malam sangat dingin. daerah sedang pengaruhnya juga melunakkan perbedaan musim panas dan musim dingin. Iklim dataran tinggi (terdapat didaerah seperti: Tibet. daerah tropis atau sub-tropis sampai 40º LU/LS mempunyai amplitude suhu tahunan besar (sahara).  Amplitude suhu harian tinggi. kelembaban dan awan. kadang-kadang badai b. trdapat mata air sungai (hulu sungai) 45 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . NAVIGASI I. Daerah sedang. dengan sifat-sifat:  Rata-rata suhu pada musim panas tinggi sedangkan pada musim dingin rendah. Iklim darat atau Kontinental a. Amplitudo tahunan kecil.Navigasi IV. hamper sama dengan iklim laut  Hujan turun di bagian depan gunung. Balkan. hujan lebat. terutama pada musim panas.

Disini bertiup angina darat. Pada umumnya hujan turun pada musim panas tetapi bisa juga turun du kedua musim. dan turunnya hujan. tekanan udara. hujan hanya turun beberapa kali dalam setahun 3. Terdapat jumlah maksimum dari keduanya. b. Karakter yang mudah dikenali dari jenis tumbuhannya. Daerah iklim sedang Mempunyai pergantian iklim yang tertentu dalam satu tahun. Iklim Muson Sifat terpenting dari musim ini ialahprubaham arah angin yang berlawanan arah setiap setengah tahun. Daerah gurun pasir Terdapat pada 20º-40º LU/LS. pulau komodo. Antartika dan arktika.Navigasi 4. Daerah iklim sabana. dengan karakteristik:  curah hujan tinggi. seperti di Jepang dan Filipina. Dengan karakteristik: 46 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Setengah tahun angin darat dan selebuhnya angin laut. angin yang bertiup adalah angin darat. sedikt di musim kemarau  terbagi menjadi musim hujan dan kemarau  terdapat di daerah khatulistiwa (0º -10º LU/LS). seperti pada pulau sunda kecil. dengan tinggi mencapai 50 m. Permukaan bumi dapat dikategorikan dalam beberapa daerah iklim menurut keadaan meteorologis yang sama didaerah itu. Akan tetapi tidak dapat ditentukan batas-batasnya dengan jelas.  Keragaman vegetasi tinggi. angina.  Keragaman vegetasi rendah 2. Daerah iklim kutub Terdapat pada kedua kutub di bumi. Bumi dibagi menjadi empat daerah iklim besar yaitu: 1. Daerah iklim tropis Daerah ini dibagi menjadi: a.  Mempunyai iklim kemarau yang nyata. masih turun hujan walaupun hanya sedikit b. mendekati sepanjang tahun. dan kadang-kadang angina ribut dan badai 4. Jadi menurut temperatur. Daerah ini dibagi lagi menjadi: a. Daerah iklim sub-tropis Daerah ini terdapat antara daerah tropika sedang. Daerah hutan tropis dan hutan hujan tropis. kanopi rapat membentuk atap hutan. Daerah iklim stepa Berupa padang rumput luas yang masih ada sedukit pepohonan kecil.

Navigasi a. 3. Iklim darat boreal. temperature rata-rata. Indonesia hanya terdapat di Puncak Jaya. arah angina. 7. Embun dank abut pada pagi hari berarti cuaca baik. dapak dikategorikan daerah sub-tropis sebagai daerah sedang. yaitu daerah yang menerima hujan sepanjang tahun. Berikut sekilas tentang pengetahuan cuaca praktis. 5. Pembagian tersebut yaitu: 1. Iklim sedang yang basah. dengan suhu rata-rata. terdapat dibawah garis salju (pegunungan). Garis batas salju di kutub utara terdapat di lautan sedangkan kutub selatan di daratan antartika dan lautan. Sedangkan di pegunungan. sore. 6. 4. pegunungan Jaya Wijaya Papua. Awan terbatas terang berarti angin. Matahari terbit dari awan tinggi berarti hujan. Iklim sub-tropis dengan musim dingin yang kering atau iklim tiongkok B. suhu terpanas hanya 10º C b. KARAKTER MEDAN 1. terdapat juga di pegunungan yang tinggi. Iklim Salju Suhu rata-rata dibawah 0º C. terdingin 0º C 3. tergantung pada kerapatan vegetasi yang ada. Kuning pucat pada waktu matahari tenggelam berarti hujan. Iklim tundra Vegetasi berupa lumut. 2. Matahari terbit dari awan rendah berarti cuaca baik. Suhu terdingin hingga -30º C 2. 8. Iklim sub-tropis dengan musim panas kering atau iklim laut tengah 4. Hutan Primer (hutan tropis dan hutan hujan tropis) Terdapat di daerah dengan iklim tropis. Merah pada pagi hari berarti akan turun hujan. diperlukan informasi hasil pengamatan pada pagi. 1. Jarak pandang terbatas. ditempat lain 47 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . bahkan malam hari. C. Di Indonesia hutan jenis ini yang masih alami mungkin hanya terdapat di Irian Jaya (Papua). Kuning pada waktu matahari tenggelam berarti angin. Merah pada malam hari berarti cuaca baik. berkisar 3-50 m. atau informasi dari masyarakat atau BMG. Awan bergerigi berarti angin kuat. Berbeda dengan pembagian iklim diatas. CUACA Cuaca adalah keadaan keadaan suatu tempat yang dapat berubah-ubah secara cepat seperti suhu. terdapat di kedua kutub bumi. sebagai contoh Alpen pada 2400 mdpl. 10. 9. dll Untuk mengetahui cuaca. siang. Awan halus berarti cuaca angin.

Hutan ini merupaka bentuk stepa dengan tubuhan menonjol yang berpencar. Terutama di tropis dan sub-tropis. 7. Musim hujan stepa akan hijau sedangkan kemarau akan kering. II. dan daya erosi besar kebawah. dll. ditebang atau diolah menjadi ladang dan kemudian ditinggalkan begitu saja. daya erosi hamper nol. Hutan Skunder Ketika hutan primer telah kebakaran. Ciri khusus dari hutan jenis ini adalah dengan pepohonan besar. banyak terdapat sedimentasi di dasar sungai mengakibatkan sungai mendangkal. 4. volume kecil. Bagian hilir sungai Debit air rendah. 5. membentuk jurang. Hutan Homogen Hutan dengan satu jenis tumbuhan. 2. daun membentuk kanopi yang rapat dan dapat dikatakan menjadi atap hutan.Navigasi seperti Sumatera. Stepa Padang rumput di daerah sedang atau sub-tropis dan kadang-kadang dari daerah tropis yang masing-masing miskin hujan. Hutan Heterogen Hutan dengan bermacam-macam tumbuhan (berbagai jenis). Ini yang disebut hutan skunder. 6. Savana Merupakan padang rumput yang diselingi pohon-pohon perdu di daerah katulistiwa. Terdapat hampir di semua iklim. biasanya akan tumbuh kembali menjadi hutan. diameter batang lebih dari 1 m. Kalimantan. 3. Sungai a. menjulang hingga 30m atau lebih. volume air terbesar. Bagian tengah sungai Debit air sedang (menurun). daya erosi kesamping. Bagian hulu sungai Debit air tinggi. volume air makin besar. b. c. PETA DAN KOMPAS Kegiatan kepecintaalaman merupakan kegiatan di alam terbuka dengan risiko besar. lereng sungai mulai melandai. Untuk mengantisipasi risiko tersebut diperlukan pengetahuan dan keterampilan 48 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . perkebunan. Sulawesi kebanyakan telah dirambah dan dijadikan wilayah produksi seperti industri kayu.

49 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita. Nomor helai peta. 2. Keterangan pembuatan. seorang pecinta alam atau penggemar jegiatan alam bebas. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. dalam segala macam keadaan dan cuaca dengan aman dan efisien. Judul peta Terletak dibagian atas tengah peta. instansi ayng membuat. Navigasi darat adalah ilmu praktis. kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Navugasi darat merupakan salah satu pengetahuan pokok yang harus dipelajari oleh mereka yang gemar melakukan kegiatan di alam bebas. Peta topografi yang baik memiliki kelengkapan peta sebagai berikut: 1. dan tanah air.Navigasi dasar bagi setiap pelakunya. sedikitnya harus tahu dan paham tentang cara membaca peta dan menggunakannya bersama kompas serta yang utama mampu mengaplikasikannya di alam bebas sehingga kenal dan paham dengan medan yang dipelajari. untuk memberikan nama daerah yang digambarkan. (fade2blac) A. serta tujuan dari pembuatan peta. Untuk itu. dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya. PETA Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas. latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu. Merupakan gambar sebagian atau seluruh bumi yang di proteksikan ke dalam suatu bidang datar dengan perbandingan atau pengecilan tertentu yang dinamakan kadar atau skala. dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap. Memberikan keterangan mengenai tahun pembuatan. Kata Navigasi berasal dari bahasa Yunani yaitu navis yang berarti kapal dan agere yang berarti cara untuk menuntun atau mengarahkan suatu perjalanan atau misi menuju suatu tempat atau tujuan. 3. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Dari peta banyak didapatkan informasi tentang daerah yang akan didatangi sehingga dengan demikian pemakai akan memiliki bayangan atau gambaran tentang daerah tersebut dan mampu merencanakan perjalanan dengan baik. Dasar dari navigasi darat adalah pengetahuan peta dan kompas. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.

Navigasi
Menyebutkan nomor dari peta tersebut dan ditempatkan pada kanan atas dari
tiap helai peta.
4. Indeks peta.
Memberikan informasi tentang nomor-nomor peta lain di sekitar peta yang
digunakan, terletak di bagian kiri bawah dari peta.
5. Garis koordinat.
Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta, ditentukan dengan sistem
sumbu, yaitu garis pasti yang saling bersilangan vertikal dan horizontal.Yaitu gari
aksis

(x)

dan

koordinat

(y)

yang

saling

berpotongan,

digunakan

untuk

menentukan kedudukan suatu tititk pada peta. Ada dua Koordinat resmi di dunia:
a. Koordinat Geografis (Geographical Coordinate) yaitusumbu tyang digunakan
adalah garis lintang ( LU dan LS sejajar dengan khatulistiwa) dan garis bujur
(BB dan BT) yang dinyatakan dalam satuan derajat, menit, dan detik. Mis
108º 45’ 56”
b. Koordinat Grid (Grid Coordinate) kedudukan suatu titik dinyatakan dalam
jaraknya terhadap titik acuan. Wilayah Indonesia, titik acuan terletak pada
sebelah barat barat Jakarta (6º LU 98º BT). Garis vertikal (MN) dinomorurutkan dari bawah ke atas. Garis horizontal (ME) diurutkan dari barat ke
timur. Sistem koordinat Grid dinyatakan dengan tiga macam tipe:
1) Sistem 4 angka, misalnya titik A=23 ME:55 MN
2) Sistem 6 angka, misalnya titik A=23,3 ME:55,7 MN
3) Sistem 8 angka, misalnya titik A=23,35 ME:55,75 MN
6. Legenda peta.
Keterangan peta yang berupa symbol atau tanda medan yang memberikan
informasi tambahan kepada pemakai peta dan memudahkan interpretasi peta.
Letaknyan

biasanya

dibawah

atau

disamping

peta.

Tanda

medan

yang

ditampilkan dapat berupa simbol rumah, jalanan, pohon, dll.

50

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Navigasi

Gambar IV.1. Daftar Legenda Peta Topografi
7. Skala peta.
Yaitu perbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak mendatar antara 2
titik serupa di medan. Terletak dibagian bawah peta atau di bawah judul peta.
Ada beberapa macam model skala
a. Skala angka

51

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Navigasi
Perbandingan antara angka dengan angka (dalam satuan cm). Sebagai
contoh 1:25.000, berarti 1 cm di peta=25.000 cm (250 m) dilapangan
b. Skala garis
Perbandingan jarak antara garis-garis vertikal yang memotong garis
horizontal
c. Skala verbal
Perbandingan langsung antara angka dengan angka (dalam satuan m).
Contoh 1 cm mewakili 250 m
Rumus dasar menentukan jarak dengan menggunakan peta:

skala peta (SP) 

jarak di peta (JP)
Jarak di medan sesungguhn ya (JM)

8. Arah Utara
a. Utara sebenarnya (US)/True north (TN) yaitu menunjukkan utara bumi
dilambangkan dengan bintang
b. Utara Peta (UP)/ Grid North (GN) yaitu arah utara yang digambarkan dengan
garis lurus pada peta topografi, dilambangkan dengan dwi sula
c. Utara Magnetik (UM)/ Magnetic north (MN) yaitu arah utara magnet bumi.
Kutub utara magnet bumi terleta pada 100º BB 76º LU, sedangkan kutub
selatan

magnet

bumi

pada

139º BT 65º

LS. Pengaruh

rotasi

bumi

menyebabkan pergeseran kutub magnet bumi dari tahun ke tahun yang
disebut variasi magnetik. Filambangkan dengan setengah anak panah

Gambar IV.2. Simbol arah Peta
d. Ikhtilaf Magnetis
Bumi yang berbentuk lonjong jika diproyeksikan ke bidang datar akan
berbeda dengan kondisi aslinya. Perbedaan ini yang disebut dengan ikhtilaf
atau deklinasi. Kutub magnet bumi juga memiliki letak yang tidak sama, itu
juga yang menyebabkan deklinasi ini. Sebagai contoh, ikhtilaf magnetik (IM)
kekiri (timur) 8°, berarti sudut antara UM dan US juga 8° kekiri.

52

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Ikhtilaf Magnetis Dari selembar peta topografi yang lengkap. Garis kontur.000. walaupun kerapatan keduanya berubah-ubah d. Sebagai contoh Peta dari Bakosurtanal skala 1:50. Garis Kontur adalah garis khayal yang menghubungkan titik berketinggia sama dari permukaan laut. Garis kontur penolong menyatakan 0.000 dengan garis tebal tiap 250 m atau selangan 10 garis kontur. Tidak pernah berpotongan tetapi bisa berhimpitan b. Sedangkan Garis kontur penolong dinyatakan dengan garis putus-putus Sifat2 –sifat garis kontur adalah: a.5 dari interval kontur 53 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Informasi itu yang akan dipelajari sebelum menjelajahi daerah yang tergambar di peta. Kemampuan membaca peta termasuk hal terpenting dalam navigasi. rumus ringkas menentukan interval kontur 1/2000 x 50. Peta dai AMS 1:50.000 dengan indeks kontur tiap interval 100 m. Indeks Kontur adalah garis tebal di setiap kelipatan tertentu. Ada beberapa hal yang harus dipelajari dari peta: 1. Garis yang menjorok menjauhi puncak adalah bukit/gunung g. daerah terjal/curam memiliki garis kontur rapat e. Garis yang menjorok ke puncak (dilihat dari atas) adalah dataran rendah/lembah (bentuk U) dan jurang atau celah dalam (bentuk V) f. Daerah datar memiliki jarak garis kontur renggang. Beda ketinggian antara kedua garis kontur adalah tetap. bisa didapatkan berbagai macam informasi tentang daerah yang digambarkan peta tersebut. Garis kontur dengan ketinggian rendah pasti mengelilingi kontur dengan ketinggian tinggi c.Navigasi Gambar IV.3.

b. Dilengkapi dengan piringan derajat didalam c. ketinggian suatu tempat diukur dari permukaan air laut d.Navigasi Gambar IV. Titik ini berupa tonggak/patok yang menyatakan ketinggian mutlak. Digunakan dengan mengarahkan panah hitam dan merah kearah tujuan. Senjata tangan (2 meter). ketinggian suatu tempat diukur dari permukaan tanah 3. Interpretasi Contouring (penentuan kontur) 2. Diginakan dalam pembuatan dalam pembuatan peta b. 54 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Tanda Medan B. digunakan di alam terbuka. Berfungsi sebagai titik tolong pengamat akan suatu ketinggian. 2. Oleh karena itu. Angka yang ditunjuk jarum adalah sudut kompas. KOMPAS Bekerja dengan pengaruh medan magnet bumi yang berfungsi sebagai penunjuk arah Utara-Selatan. keduanya dapat memengaruhi kerja kompas karena dipengaruhi medan magnet yang dihasilkannya. Bentuk dua tangkup b. Senjata berat. Dua macam ketinggian c. penggunaan kompas harus memperhatikan kondisi lapangan di sekitarnya. Kabel telepon (10 meter). Logam yang ada pada tubuh (1/2 meter). Titik Triangulasi a. Bentuk kepingan mika dengan lingkaran (housing) kompas diatasnya. Ketinggian mutlak. Yang ditunjuk jarum kompas adalah utara magnet bumi bukan utara sebenarnya. Saluran Listrik Tegangan tinggi (55 meter). Kompas Bidik a.4. Ketinggian nisbi. Kompas orientasi a. Menghindari penggunaan dekat dengan besi dan listrik. 1. kendaraan (18 meter).

Anatomi Kompas 3. Azimuth dan Back-Azimuth a. Gambaran teknis penggunaan Kompas Bidik 4.Navigasi Gambar IV. Anka yang tertera tepat dibawah lensa menunjukkan sudut derajat yang dituju (azimuth) Gambar IV.6. Kompas dibuka hingga membentuk sudut 90º b. Cara penggunaan Kompas Bidik a. Kaitan ibu jari ditarik sejauh mungkin ke bawah d. Kompas diarahkan ke tanda medan yang dituju dengan melihat melalui celah tutup dan menempatkan serat kawat “visir” tepat pada benda yang dituju g.5. Ibu jari dimasukka ke kaitan e. Azimuth 55 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Tutup kompas dan lensa disejajarkan dengan mata f. Dirikan kaca lensa sesuai dengan mata c.

56 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Atau disebut dengan sudut kompas. Sebagai contoh. Jawa Barat. membukit.7. Diamati dengan seksama.Navigasi Adalah sudut antara arah hadap pengamat dengan utara magnet bumi. Lembah dan Punggungan Jalan stapak menuju tujuan seperti puncak atau yang lainnya lebih mudah dilakukan dengan menyusuri punggungan (garis-garis titik-titik pada gambar). merapat dan jarang kembali. Fungsi 1) Mengoreksi lintasan yang ditempuh agar tetap lurus 2) Mempermudan resection Gambar IV. punggungan membentuk bangun U dan jarak garis konturnya cukup jarang. maka back azimuthnya adalah Xº 180º c. Gambaran ini menunjukkan bahwa punggungan awalnya landai.8. BENTUKAN ALAM PADA PETA 1. Plato Merupakan daerah dataran tinggi yang luas dan membentuk sebuah dataran. dan melandai lagi. Back Azimuth Besar sudut belakang dari sudut yang dituju (sudut yang ditunjukkan dengan jarum selatan) 1) Jika azimuth (Xº) kurang dari 180º. Punggungan dan Lembah 2. plato Bandung. Gambaran dalam penentuan Azimuth dan Back-Azimuth C. b. maka back azimuthnya adalah Xº + 180º 2) Jika azimuth (Xº) lebih dari 180º. Adapunkedua sisinya adalah lembah dengan sungai disana. Gambar IV.

Gambar IV. Sadel juga mrupakan dataran kecil diantara dua ketinggian. Col 4.9.Navigasi Gambar IV. Pass (Celah) Merupakan celah memanjang yang membelah siatu daerah terutama berupa ketinggian. Plato 3. Sadel Hampir sama dengan Col. Sadel 5. Hanya saja ketinggian yang ada tidak terlalu tinggi dan dataran terhimpitnya terbilang cukup luas. Gn. Seperti terlihat di Pendopo Parangendog. 57 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .10.11. Col Col adalah daerah dataran rendah yang sempit diantara dua buah ketinggian. Kidul Gambar IV.

e. Samakan utara peta dengan utara kompas (secara praktis. bukit. dan letakkan peta sesuai dengan bentang medan yang ada. d. Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda medan yang ada b.Navigasi Gambar IV.dianggap sama dengan Utara Sebenarnya –US-).12. Pass (celah) D. Letakkan peta pada bidang datar c. Ingatlah tanda medan tersebut. Cari tada medan yang paling mencolok dan cocokkan dengan kontur yang ada pada peta. 58 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Utara Kompas – UM. atau mengamati bentang alam dan dicocokkan dengan kontur pada peta. TEKNIK PETA DAN KOMPAS 1. teknik orientasi medan yang umum adalah: a. Lakukan untuk beberapa tanda medan untuk meyakinkan. di medan atau di peta. atau tugu dengan bertanya pada masyarakat atau literatur. Mengetahui tanda medan yang ada di lokasi berupa gunung. Orientasi Medan Adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya atau secara praktis menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya. Secara umum.

Cari tanda yangdikenali di medan dan di peta c. catat sudut komsasnya d.Navigasi Gambar IV. Bidik tanda medan tersebut.13. Hitung back azimuth dari sudut kompas yang diperoleh e. Lakukan orientasi medan b. Teknik ini memerlukan alam terbuka. Orientasi Medan 2. Adalah metode menentukan posisi kita di peta dengan menggunakan dua tanda medan yang ada. Teknik ini melalui beberapa proses yaitu: a. Resection. 59 Perpotongan dua garis tersebut merupakan posisi pengamat pada peta BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Pindahkan hasil back azimuth ke peta dan tarik garis lurus f.

Lakukan kembali langkah kedua dan ketiga f. Proses penetuan lokasi obyek (Intersection) 60 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .Navigasi Gambar IV. Penetuan lokasi pengamat (Resection) 3.15. Perpotongan garis perpanjangan dari sudut adalah lokasi obyek di peta Gambar IV. Intersection Metode untuk menentukan tanda mendan yanng susah dicapai dengan menggunakan dua tanda medan yang ada dan posisi kita di peta sudah diketahui a. Pindahkan sudut ke peta d. yang masih melihat obyek dan pastikan posisi tersebut pada peta e. Bidik obyek yang akan diamati c.14. Pindahlah ke posisi lain. Lakukan orientasi dan tentukan posisi pasti kita di peta b.

jurang a. Tambah sudut dengan 90º hingga sama dengan sudut arah perjalanan awal Gambar IV.000. yang tergambar adalah sungai dan desa yang ada di sepanjang daerah aliran sungai. sedang pada navigasi sungai acuan dasarnya adalah bentuk dari tepi kiri dan kanan sungai.000 atau 1:25. Peta Ada dua macam peta yang digunakan yaitu peta situasi sungai dan peta topografi. Kurangi sudut dengan 90º hingga menjadi 0º atau 360º. Peta ini umumnya dibuat oleh perorangan yang pernah tinggal atau melakukan survey dan pemetaan disepanjang sungai tersebut. 1.Navigasi 4. Sedangkan Peta topografi. Kurangi sudut dengan 90º hingga menjadi 90º d. yang diambil sebagai acuan dasar adalah bentuk permukaan fisik bumi yang digambarkan oleh garis kontur. NAVIGASI SUNGAI Navigasi sungai adalah teknik untuk menentukan kedudukan secara tepat dalam perjalanan penyusuran sungai. Skala peta yang dipakai sebaiknya 1:50.16. yaitu belokan-belokan sungai yang tergambar di peta. Peta situasi sungai. peta ini tidak mempunyai garis kontur. Arah perjalanan awal misalnya adalah 90º b. samakan jarak dengan poin ke-2 e. Melalui penghalang geografis alami (Melambung) III. Tambah sudut dengan 90º hingga menjadi 180º. c. Melambung (Menghindari Penghalang Geografis) Untuk melewati rintangan yang tak mungkin dapat dilintasi mis bukit. mempunyai kelebihan jika dibandingkan 61 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . yang cukup jelas menggambarkan kondisi fisik sungai. hitung jaraknya. Pada navigasi darat. Perlengkapan Navigasi sungai a. Perbedaan yang mendasar antara navigasi sungai dan navigasi darat terletak pada acuan dasar untuk menentukan kedudukan.

kompas bidik dan kompas orienteering dengan keakuratan yang baik dapat digunakan untuk keperluan ini. tetapi lebih tepat untuk mengetahui gradien sungai. maka perlu dilakukan penyusuran sampai pada tanda alam berikutnya yang dapat lebih memperjelas kedudukan kita. Ada dua cara yang dapat dipakai untuk menentukan kedudukan: a.) apabila masih kurang jelas. jika tidak memenuhi persyaratan tersebut tidak akan digambarkan pada peta. Altimeter Altimeter bukan merupakan peralatan yang paling utama untuk menentukan posisi. d. yaitu beda tinggi antara dua titik di sungai dalam jarak 1 km (contoh gradien sungai 9 m/km.Navigasi dengan peta situasi karena dapat membantu membaca kondisi alam di sekitar sungai seperti berupa rawa. Menentukan Kedudukan Pada Peta Dilakukan dengan cara bergerak menyusuri sungai sambil memperhatikan perubahan arah belokan sungai. c. Kompas Digunakan untuk menentukan sudut belokan-belokan sungai. b. kemudian cari padanannya pada peta (perlu diketahui bahwa delta yang terdapat pada sungai adalah delta yang cukup besar. kemudian gambar situasi sungai yang telah di dapat. bukit maupun pegunungan. untuk menentukan kedudukan pada saat ini adalah: Lakukan orientasi peta. Dipakai untuk menentukan posisi. busur derajat. 2. setelah terlebih dahulu membidik sudut kompas dari sungai dan melakukan penaksiran jarak. tebing. ingat tanda alam sebelumnya yang terdapat di belakang ( misalnya di belakang kita terdapat sebuah delta) dan lihat juga tanda alam di depan (misalnya belokan sungai ke arah kiri). kemudian amati sekitar medan dengan teliti. dan di tumbuhi pepohonan. kemudian pada suatu tempat dijumpai sebuah muara anak sungai di sebelah kiri. Alat Tulis Berupa kertas tulis. yaitu beda tinggi 9 m antara dua titik yang berjarak 1 km. ukur sudut kompas (azimuth) dari lintasan sungai pada belokan di depan dan di belakang dengan menggunakan kompas. Dengan Bantuan Tanda-Tanda alam Misalnya kita sedang melakukan penyusuran sungai dari titik A ke titik B. tidak tertutup pada saat banjir. dibantu dengan tanda-tanda alam tertentu yang terdapat disepanjang sungai. b. Membuat Peta Sendiri 62 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . penggaris dan alat tulis.

catat sudut kompasnya 3. Jika pada rawa daerahnya datar dan kadang di penuhi aliran sungai yang dapat berubah akibat banjir. Ukur dan catat jarak tempuh perjalanan dengan sudut kompas tersebut. hitung jaraknya sambil bergerak maju setiap 50 dan 100 meter. Tentukan titik pemberangkatan kita di peta 2. maka pada gurun pasir pun daerahnya selalu berubah-ubah akibat tiupan angin. skala dapat di misalkan 1 cm untuk 100 meter atau lebih kecil lagi. kemudian cari padanan atau bentuk yang mirip dari gambar sungai yang kita buat dengan peta sungai yang kita bawa. sebaiknya mata kita di latih dahulu untuk menaksir jarak. Cara mengukur jarak: 63 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . jika belum di dapat juga ulangi sampai beberapa belokan lagi. garis pantai (jika dekat dengan pantai). bidik kompas pada awal pergerakan. Jika ingin lebih teliti dapat ditambahkan dua kolom lagi. lakukan terus untuk setiap bagian perjalanan sampai menemukan tanda yang dapat dijadikan patokan.Navigasi Teknik pelaksanaannya yaitu dengan penaksiran jarak dan pengukuran sudut kompas (azimuth). Langkahlangkah yang harus diperhatikan dalam pembuatan sungai adalah : sediakan peralatan yang diperlukan. Tanda-tanda medan yang dapat dijadikan sebagai patokan adalah sungai. misalnya untuk jarak 50 meter atau 100 meter. Tidak ada tanda ekstrim (bukit atau lembah) yang dapat dijadikan patokan. dan taksir jaraknya dengan mata yang sudah terlatih. NAVIGASI RAWA Navigasi rawa adalah teknik berjalan dan menentukan posisi dengan tepat di medan rawa. ulangi sampai melampaui 3 belokan sungai. buat tabel pada kertas yang terdiri dari dua kolom. Navigasi rawa merupakan navigasi pada daerah dataran sehingga prinsipnya sama dengan navigasi gurun pasir. lokasi desa terdekat. Setelah sampai pada batas yang telah ditentukan dari ruas sungai. tebing terjal di kiri dan kanan sungai dan lainnya). Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam navigasi rawa adalah: 1. misalnya sungai. Seperti pada navigasi darat (gunung hutan). jika menggunakan perahu sebaiknya dilakukan dari tengah sungai. kolom pertama untuk derajat (azimuth)dan kolom kedua untuk jarak (meter). yang berbelok-belok sesuai dengan sudutnya. lakukan pembidikan dan taksirkan jaraknya kembali. IV. Jadi kita membuat sungai menjadi sebuah batang yang terdiri dari banyak ruas panjang dan pendek. jadi perlu diperhitungkan kecermatan orientasi medan yang teliti. Bidik arah perjalanan yang diambil. dengan demikian kedudukan kita di peta dapat ditentukan yaitu pada titik terakhir yang kita buat. yaitu untuk lebar sungai dan keterangan yang diperlukan (misalnya jika ada penyempitan. maka langkah pertama yang paling penting sebelum memulai perjalanan adalah mengetahui letak titik pemberangkatan di peta. jika belum dijumpai. Sebelum melakukan cara ini. batu besar di tengah sungai. kemudian buat gambar sungai tersebut berdasarkan hasil catatan yang ada pada tabel. lakukan terus sambil mencari tempat beristirahat. isikan hasil bidikan pada kolom 1 dan 2.

Dengan penaksiran jarak (jika sudah mahir). rumput. Dengan alat bantu ukur yang di pasang pada pinggang pemegang kompas. Ambil patokan 10 langkah sama dengan beberapa meter. tetapi didapat hasil yang lebih teliti. 6. maka semakin ringan beban yang ditanggung oleh salju. d. Jika tersesat. c. yaitu pemegang kompas berjalan paling belakang. Waspadalah terhadap binatang yang banyak terdapat di sekitar tanaman yang tumbuh di daerah rawa. prinsipnya sama seperti orang berjalan di atas salju yang lunak dengan menggunakan sepatu ski. Tebas ranting pohon. maka plot di peta arah lintasan kita. Usahakan bejalan berdekatan dengan tanaman yang ada. jadi panjang suatu segmen relatif. pemegang kompas berjalan di belakang dan rekan lainnya berjalan menurut sudut kompas.Navigasi a. seperti navigasi man to man atau pemakaian back azimuth pada navigasi gunung hutan. 4. Lakukan perjalanan dengan sudut kompas tersebut dan pergunakan cara melambung jika medannya tidak memungkinkan untuk dilalui. Berjalan secara beriringan. tergantung medan yang dihadapi. caranya sama seperti di atas. atau kelipatan yang habis dibagi dengan 10. Putuskan benang dan ikat kembali ujung yang baru pada titik belok. 5. rekan yang di depan membuka jalur sesuai arah sudut kompas. 4. Catat jumlah langkah untuk setiap arah sudut kompas. atau akar tumbuhan yang ada kaarena tanahnya relatif lebih keras. b. Tongkat untuk mengukur kedalaman lumpur rawa. Plot hasil pengukuran tersebut pada peta. dan letakkan secara melintang pada jalur yang akan diinjak. minimal kita mempunyai catatan perjalanan untuk kembali ke tempat semula. umunya mereka berbisa. semakin luas permukaan yang diinjak. ikat ujung benang pada titik awal pada saat membelok atau merubah arah. artinya sampai batas pengelihatan jika medannya tertutp atau sampai batas pendengaran jika medannya terbuka. NAVIGASI PANTAI 64 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . lihat angka yang tertera pada alat pengukur tersebut. 2. 3. jika pengukuran jarak dan sudut kompas teliti maka akan didapat hasil yang akurat. Bawa tongkat dan tali. dengan tidak melupakan poin 2 dan 3. Dengan alat pengukur langkah yang dipasang pada pinggang bagian depan. Pemeriksaan posisi akhir dengan orientasi medan. injak bekas tumbuhan semak. Catatan: cara berjalan di rawa 1. Jika sudut kompas dan jarak tempuh sudah ditentukan. dan tali untuk membantu menarik teman yang terbenam. pergunakan skala peta yang sesuai dengan skala peta yang dimiliki. V. Batas jarak pengukuran untuk satu segmen tergantung dari mata dan telinga. Dengan menggunakan pita ukur atau tali. gunanya untuk menahan lajunya turunnya badan kita ke dalam rawa.

Catat waktu perjalanan untuk waktu yang berbeda atau tiap menjumpai tanda yang mudah dikenal. 4. Tunggu 10-15 menit sampai ujung bayangan bergerak beberapa cm. 65 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . lakukan resection untuk menentukan posisi terakhir sebelum tebing tersebut. yaitu sebuah garis tepi pantai. tumbuhan dan lainnya dapat membantu menggantikan perlengkapan navigasi tadi. agar tongkat tersebut bisa menghasilkan bayangan yang dibutuhkan. ranting atau yang lainnya. Ini dilakukan untuk mempermudah kita jika kehilangan posisi. Jika menemui rintangan yang berupa tebing karang yang tidak mungkin dilewati. Tancapkan tongkat di tanah yang datar dan bebas rumput dimana bayangan akan dihasilkan. kompas dibutuhkan jika harus melakukan perjalanan potong kompas. . areal datar yang bebas rumput dan sinar matahari cukup. 2. karena pada navigasi pantai lebih ditekankan pembacaan peta. Navigasi pantai jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan navigasi rawa dan sungai. A. Langkah-langkahnya adalah: a. sebab sebuah garis posisi sudah diketahui. Tandai ujung bayangan di tanah dengan batu.muara sungai. Pemanfaatan potesi alam seperti matahari. Buatlah garis lurus yang menghubungkan titik pertama dan kedua. Metode Ujung Bayangan Metode ini membutuhkan sbatang kayu lurus degan panjang 1 m.kampung nelayan Jika sudah terlatih navigasi gunung hutan. kemudian tandai titik kedua seperti langkah pertama. .Navigasi Navigasi pantai adalah teknik berjalan dan menentukan posisi dengan tepat di daerah pantai. umumnya perjalanan harus melewati tanjakan dan turunan yang terjal. misalnya tanjung dan muara sungai. Tanpa bantuan kompaspun sebenarnya kita dapat berjalan di tepi pantai. Berjalan mengikuti garis pantai selama masih memungkinkan. maka navigasi di daerah pantai tidak menjadi masalah. . Titik pertama merupakan arah barat dimanapun di bumi ini. NAVIGASI PRAKTIS Adalah cara bernavigasi praktis dengan hanya bantuan benda-benda sederhana dan petunjuk alam. Pada tebing karang. Setelah itu rencanakan perjalanan melambung dengan bantuan kompas sampai melewati rintangan. VI. menghindari rintangan yang berupa tebing terjal yang tidak mungkin untuk dilewati.tanjung atau teluk. b. . Periksa posisi kita di peta setiap menjumpai tanda-tanda medan yang mudah dikenal. jadi hanya dibutuhkan sebuah tanda lagi untuk melakukan resection. Tanda-tanda medan yang dapat dijadikan patokan adalah: . c. Langkah-lagkah yang harus dilakukan dalam navigasi pantai: 1. 3. Plot posisi kita dengan cara resection.pulau atau karang yang terdapat disekitar pantai..bukit yang terdapat didaerah pantai. Cara ini sangat berguna ketika perlengkapan navigasi tak berfungsi sempurna. berarti garis tersebut mengarah ke timur-barat.sudut arah dari garis pantai.

Navigasi d.17. Metode Arloji analog 3. Garis tengah antara jarum pendek dan angka 12 adalah arah utara. Metode ujung bayangan. Ada dua rasi yang umumnya dikenali sebagai penunjuk utara dan selatan. Garis pembagi antara jarum pendek dan angka 12 adalah arah utara. Jika berada di selatan ekutor. Rasi bintang 66 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Dengan Arloji Analog Jika berada di utara ekuator. Dengan Bintang Pelaut sejak dahulu menggunakan bintang sebagai penunjuk arah. Dengan bantuan Tumbuhan Pohon tinggi juga dapat dijadikan patokan arah. 1. Bagian yang paling tebal lumutnya menandakan bagian tersebut menghadap ke timur. Gambar IV. Gambar IV. garahkan angka 12 ke matahari. Cari pohon yang banyak lulutnya. Letakkan kaki kiri di tanda pertama dan kaki kanan di titik kedua. Badan saat tersebut menghadap ke utara. Karena sinar matahari tak terlalu terik di matahari 2. pegang secara korizontal dan arahkan jarum pendek kearah matahari.18.

Membuat kompas sederhana IV.20. Jarum akan menunjukkan arah utara dan selatan. yang terdiri dari formasi tujuh bintang Gambar IV. 67 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . hanya saja tidak sempurna. Kemudian digantungkan dengan benang atau diapungkan ke air dengan kertas kecil. Keduanya berperan spesifik dan tak tergantukan.Navigasi layang-layang memiliki empat bintang membentuk formasi latang-layang dan dua membentuk ekor yang menunjukkan arah selatan dan rasi bintang perahu menunjukkan arah utara. Keduanya dapat berfungsi terpisah. PERLENGKAPAN YANG DIGUNAKAN A. Jrum dapat digantukan dengan silet baru. Peta dan Kompas Peta dan Kompas merupakan bangian paling utama dalam Navigasi. Penentuan arah dengan rasi bintang B. jarum digosokkan ke kain sutera atau dengan magnet. Pertama.19. Gambar IV. langsung diapungkan ke air tenang. Membuat Kompas Darurat Menggunakan material yang sederhana.

Protaktor yang lumrah digunakan adalah berbentuk persegi dengan tali ditengahnya. Alat ini bekerja berdasarkan tekanan udara yang berkurang sesuai dengan bertambahnya angka ketinggian. Prinsipnya. Protaktor Digunakan untuk menerjemahkan sudut kompas ke peta dalam proses orientasi dan penentuan lokasi di alam. Gambar IV. GPS Berfungsi sebagai penentu lokasi global. Yang ditampilkan dapat hanya berupa angka-angka koordinat dan dilanjutkan dengan orientasi menggunakan peta. Kompas. Alat ini menangkap sinyal dari minimal 4 satelit geostasioner untuk menentukan koordinat geografis dimana alat ini berada. Sebaiknya digantungkan diluar yang berhungan langsung dengan udara luar. protaktor sama dengan busur derajat lengkap 360’. Alat ini tidak dapat bekerja secara sempurnya pada tmpat yang tertutup.21. 68 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . C. namun juga bisa dalam bentuk peta digital.22. Brunton® Compass Eclipse 8099 B.Navigasi Gambar IV. Altimeter Digunakan untuk mengukur ketinggian. Protaktor D.

com/survival. termometer.pendakierror. Navigasi. http://www. Hendri. (2006). Yogyakarta: Percetakan ANDI Hijjau. Panduan Teknis Pendakian Gunung.Navigasi Untuk produk terbaru. Gambar IV. barometer. dan juga kompas digital. GPS.23. 2004.htm 69 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . juga berfungsi sebagai Altimeter. Yang diyampilkan adalah produk dari Garmin ® dan Magellan® Triton 3000 DAFTAR PUSTAKA Agustin.

Navigasi 70 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .

V SURVIVAL Introduction: Keadaan Survival Aspek Penting dalam Survival Langkah sebelum Bertindak Teknik dalam Survival Survival Darat Survival Air Botani dan Zoologi Praktis Mengenal Jejak .

Akibatnya sulit untuk menentukan arah perjalanan yang diinginkan dan yang telah direncanakan sebelimnya. Basis survival merupakan ilmu yang harus dikuasai oleh penggemar kegiatan alam bebas dengan harapan tidak pernah digunakan. Keadaan kritis inilah yang disebut kondisi survive. binatang buas. penelusur goa. dan orang yang mengalami keadan ini disebut survivor. risiko apa saja yang akan ditemui dan apa jenis bahayanya. seperti pilot. Versi petugas khusus. Risitance. Dengan demikian kita akan membuat antisipasi senga mempersiapkan semua yang diperlikan dengan baik. Survival berasal dari kata survive yang dalam arti sederhana adalah upaya untuk mempertahankan hidup. penempuh rimba. kondisi tubuh kurang prima dan sebagainya. badai. longsor. Hal ini disebabkan karena kurangnya persiapan. Survival darat. dan Escape) 2. Survival di padang pasir (desert survival) b. Hal ini tak dapat dihindari tetapi dengan pengetahuan yang cukup kita bisa mengantisipasi sekaligus menghadapinya. cuaca yang sangat ekstrim. dll. maka secara naluriah akan berusaha bertahan hidup. Evasion. Kemungkinan-kemungkinan yang akan ditemui dalam perjalanan haruslah diperhitungkan pada waktu perencanaan.Survival V. pendaki gunung. dll. SURVIVAL PENDAHULUAN Tersesat merupakan risiko yang sangat mungkin dialami di alam bebas. Dimana kita tidak mengetahui dimana berada. survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. Versi militer. survival dapat dibedakan menjadi: 1. nahkoda. panik. disini dikenal istilah SERE (Survive. Sumber bahaya bisa berasal dari diri sendiri (subjective danger) seperti ceroboh. Versi avonturir. Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. kuncinya adalah menggunakan otak untuk improvisasi. meliputi: a. Menurut versinya. Baik fisik maupun mental dan minimnya pengetahuan tentang bagaimana melakukan perjalanan atau hidup di alam bebas. seperti gempa bumi. 3. Survival di gunung hutan (jungle survival) 72 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . survival dibagi menjadi: 1. Sementara perbekalan menipis. Kehilangan jejak atau jalur dalam perjalanan. kemudian salah mengambil keputusan sehingga semakin jauh dari jalur yang benar. Bahaya lain dating dari luar atau alam dimana kita melakukan kegiatan (objective danger). Berdasarkan medannya.

2. Kelelahan g. Matahari / panas a. 6. seperti: a. Banjir. Pasir atau Lumpur hidup. Binatang buas. Hujan lebat. d. c. Baru sembuh dari penyakit c. Survival air. 4. Sungai lebar. 5. Berpikir positif dan optimis c. Demam d. Tersesat dan terpisah dari kelompok. seperti: a. Sengatan panas Keadaan yang menambah parahnya keadaan panas : a. Kelelahan panas b. Sering berlatih b. 73 Pernah mengalami sengatan udara panas BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .Survival c. Angin kencang. Kejang panas c. Kurang tidur f. d. c. Survival di salju (arctic and antartic survival) 2. e. Bahaya-bahaya yang kemungkinan dapat terjadi dalam survival dan akan kita hadapi. meliputi: a. Terlalu gemuk h. b. Tebing terjal. Kehabisan perbekalan. Penyakit akut/kronis b. Hutan yang sangat rapat. Persiapan fisik dan mental 2. Jurang dalam. Baru memperoleh vaksinasi e. Peralatan yang terbatas. antara lain : 1. Survival di laut (sea survival) b. b. Keadaan alam. Penyakit kulit yang merata i. Ketegangan dan panik Pencegahan : a. Terjebak di medan sulit. 3. Survival sungai atau rawa (swamp or river survival) Keadaan bahaya atau darurat yang dapat terjadi dalam kegiatan alam bebas diantaranya adalah: 1. Longsor.

Pakaian : i. Minum teh pekat 74 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Serangan penyakit a. Garam dapur e. Minum air sabun mandi panas c. Mengurangi aktivitas d. Aklimitasi b. Keadaan lingkungan mencekam Pencegahan a. Keracunan binatang beracun dan berbisa Gejala a. bisa pingsan. Penyebab a. Usahakan tenang b. Disentri c. Lemah. Persedian air c. Malaria 4. kejang-kejang seluruh badan e. histeris Penyebab a. Kaos oblong 3. kadang-kadang mencret d. Minum alcohol k.Survival j. Demam b. Kejiwaan dan fisik lemah b. Typus d. Air garam di minum b. Longgar ii. Dehidrasi Pencegahan keadaan panas : a. Kemerosotan mental Gejala a. Lengan panjang iii. lesu b. Hal yang lain yang mengandung racun Pencegahan a. Banyak berlatih 5. Pusing dan muntah b. Celana pendek iv. Makanan dan minuman beracun b. nyeri dan kejang perut c. kurang dapat berpikir dengan baik c.

Kepercayaan diri. dan Kemampuan belajar dari pengalaman dalam keadaan darurat sangat diperlukan. 3. Di tohok anak tekaknya 6. Lecet 9. ASPEK-ASPEK PENTING DALAM SURVIVAL. Adanya perasaan takut. stress. Membatasi kegiatan 7. Ketiga hal diatas saling berkaitan dan saling memengaruhi. hal ini tidak mudah karena sikap ini perlu latar belakang pengetahuan dan keterampilan. Rasa sakit. 1. Setiap orang harus dapat berbuat yang terbaik dalam memprioritaskan pandangan terhadap lingkungan darurat. Fisik yang lemah dapat diatasi dengan mental dan semangat tinggi untuk bertahan hidup dan keluar dari kesulitan. Sikap Sikap cepat tanggap. Tidak mudah putus asa dalam mencoba untuk mencari jalan keluar dari kondisi kritis. bosan. dan sebagainya. Akal sehat.Survival d. cemas bingung. 75 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . sedangkan aspek lingkungan muncul dari interaksi dengan alam sekitar. bahaya dari lingkungan sekitar. tertekan. Dan semua aspek tersebut saling berkaitan. Kedinginan Untuk penurunan suhu tubuh < 30° C bisa menyebabkan kematian Dengan kondisi kritis ini sehingga harus mengambil tindakan untuk mempertahankan hidup (survive). maka ada hal yang akan dirasakan berkenaan dengan keadaan diri sendiri. 2. Yaitu: 1. dan hal-hal yang berkaitan dengan fisik. akan menimbulkan perasaan tenang sehingga dapat mengambil keputusan dan tindakan yang seksama. Aspek psikologis dan fisiologis muncul dari diri sendiri. kering. 2. lelah. Makan makanan berkalori b. Aspek lingkungan. basah. Mental yang baik dan semangat tinggi untuk bertahan hidup. Mrasakan dingin. lapar. haus. Fisiologis. Semangat dan Mental. panic. Keletihan amat sangat Pencegahan a. Psikologis. dan sebagainya. panas. Kelaparan 8. Disiplin dan rencana matang. Ada beberapa aspek yang mendukung keberhasilan seseorang dalam menghadapi kondisi survival. A.

Ini akan sangat mendukung proses keluar dari keadaan survival. Cara memperoleh air .Survival bila semua prioritas telah diperoleh. Peralatan. Cara mengatasi gangguan binatang. peralatan yang lengkap bukanlah jaminan. Belajar dapat berasal dari literatur dan pengalaman. Semua aspek diatas didasari dari proses ini. dll 6. Pengalaman dan latihan a. sikap mental positif sangat diperlukan untuk menganalisa semua yang bertentangan dengan tubuh. jalan keluar dari kondisi survival akan didapatkan. Latihan mengidentifikasikan tanaman b. jika tidak didukung dengan keterampilan hidup di alam bebas serta mental dan semanga tinggi untuk menghadapi masalah yang dihadapi. Ini adalah hal yang juga sangat penting. Pengetahuan dan Keterampilan seorang survivor memberikan pengaruh yang besar dalam melewati masa survival. 5. Pisau dan tali tentunya lebih bermanfaat dari pada kartu ATM dengan miliaran rupiah isinya. Pengetahuan orientasi medan. Pengetahuan dan Keterampilan. oleh karena itu setiap orang juga mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kehidupan b. Cara membuat api . Antisipasi untuk menghadapi kemungkinan yang berasal dari diri sendiri maupun bahaya yang datang dari alam. Apa saja yang berguna dalam menghadapi situasi survival dapat dilihat dalam dua persoalan : a. survival. Cara membuat bivak. Banyak kegiatan survival yang menunjukkan adanya jalan keluar dari periode fisik ekstrem dan mental stress ke posisi tenang. sadar atau tidak orang mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kematian. 76 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Cara mendapatkan makanan. tali-temali. Sehingga kemungkinan selamat akan lebih besar disbanding yang tidak menguasainya. juga yang perlu diingat janganlah meremehkan sesuatu yang anda lihat. 4. didukung semangat untuk bertahan hidup. Jumlah dan jenis peralatan yang dimiliki survivor. 3. Pengetahuan navigasi. hal ini didapat jika kita mampu mempertahankan kondisi tubuh. Kemampuan untuk memecahkan persoalan. Latihan membuat trap. Kemauan belajar Bagian ini merupakan terpenting dari yang diatas. Namun dengan demikian. Cara mencari pertolongan dan sebagainya sangat bermanfaat dalam kondisi kritis seperti ini. Secara naluriah manusia mempunyai insting untuk menjaga diri. Kesiapan mendiskusikan dengan jelas apakah anda ingin hidup?. P3K.

Survival

B. LANGKAH-LANGKAH SEBELUM BERTINDAK.
Keadaan darurat atau kritis biasanya memengaruhi kondisi mental
seseorang. Keadaan ini juga memengaruhi pola tindakan yang kadang kala
menyimpang dari yang seharusnya dilakukan. Karena itu, perlu adanya suatu
perencanaan,

tindakan

dengan

landasan

pengetahuan

yang

dimilikinya

sehingga tidak mengalami kesalahan yang dapat memperburuk keadaan.
Langkah-langkah yang dapat diambil ketika dalam kondisi survival. Yang
sering disebut STOP:
1. Stop
Berhenti, tenangkan diri untuk mengatasi kepanikan, ketakutan, dan
perasaan yang berpotensi memperkeruh suasana.
2. Thingking
Berfikir dengan jernih, mengingat-ingat kembali jalur perjalanan dan
merencanakan langkah berikutnya.
3. Observation
Perhatikan lingkungan sekitar, apakah ada yang dapat dimanfaatkan?
Seperti air, sumber makanan, tempat berlindung untuk mengatasi kondisi
yang sedang dihadapi dan hal-hal yang membahayahan kondisi survivor.
4. Planning
Rencanakan, langkah-langkah lanjutan untuk keluar dari kondisi survival
dengan tenang dan hati-hati agar tidak memperburuk suasana yang ada.
Selanjutnya Laksanakan!!!
C. TEKNIK-TEKNIK DASAR YANG HARUS DIKUASAI DALAM SURVIVAL.
Pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menaggulang
kondisi survival. Teknik ini meliputi beberapa bagian yang saling berkaitan satu
dengan yang lain.untuk mendapatkan tenaga dan mempertahankan hidup,
serta usaha agar bebas dari kondisi survival ada beberapa aspek prioritas yang
harus diusahakan.
Aspek prioritas ersebut merupakan kebutuhan yang bersifat simultan
dan bobot dari masing-masing tergantung dengan kondisi yang ditemui
dilapangan. Yaitu:
1. Udara
Tentunya ini yang paling utama. Bernafas dilakukan setiap detik untuk
bertahan hidup oleh karena itu udara mendapat prioritas utama untuk
bertahan hidup. survival tanpa udara umumnya hanya bertahan selama 3
sampai 5 menit
2. Perlindungan diri/Shelter/Bivak
dibutuhkan perlindungan, dari cuaca buruk dan keganasan alam. sejak
keberadaannya

manusia

dibatasi

lingkungannya

sendiri

mulai

dari

temperatur yang sangat berpengaruh pada tubuh. untuk itu diperlukan
77

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Survival
sesuatu yang dapat melindunginya. contohnya, rumah, tenda, bivak, atau
gua.
Berikut jenis-jenis shelter/bivak dengan bermacam-macam bahan
dasarnya:
1. Alami

Gua

Cerukan batu

Tempat alami yang terdapat pada

Kepingan yang menyusun ruang

tanah, tebing, atau bebatuan

atau cerukan alami pada batu

2. Buatan dari bahan-bahan alami

Bahan Alami (Menggunakan kayu

Bahan Alami (Menggunakan kayu

dan dedaunan)

dan dedaunan)

Tepee

Ranjang Rawa

Bahan Alam (kayu dan

Dibuat menggunakan kayu,

Batu)Shelter-

digunakan pada rawa-rawa yang

Digunakan oleh suku Indian

berair.

Gambar V.1. Bivak Berbahan dasar Alami
78

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Survival

3. Buatan dari bahan non alami

1. Perahu/Raft

2. Flysheet/Ponco

- Menggunakan perahu

- Menggunakan lembaran plastik

- Digunakan di tepian sungai

(flysheet)/ponco

(rafter)

- Di tebing (rock climber)

3. Tenda

4. Dome

- Menggunakan kain windproof atau

- Menggunakan bahan waterproof

waterproof/non-waterproof

di luar dan non-waterproof di dalam

- Digunakan di medan yang

- Disemua medan yang

memungkinkan

memungkinkan

Parasut dibentuk menjadi tepee yang digantungkan pada dahan pohon
atau yang lainnya dan bagian bawahnya dipasakkan ke tanah.

79

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

parasut dapat diganti dengan flysheet (Lembaran plastik) atau kain. guna menahan angin 2. Plastik (Flysheet) atau Kain 1. . dengan menggunakan penyangga kayu yang membentang antara pohon dan tanah. sehingga mengecil di bagian ujung. 2 80 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Bivak berbahan dasar Non-alami Parasut Berbagai variasi yang didapatkan dari sebuah parasut yang berbentuk kanopi.tepee berdiri Tepee berdiri. Dibuat dengan penyangga tali yang membentang antar pohon.2.Survival Gambar V. yang digantung pada kayu atau yang lainnya dan bag bawahnya dipasakkan .tepee gantung. Dalam fungsinya.Kabin/tempat tidur yang diikatkan antar 2 pohon . dengan menggunaan rangka kayu dan didalamnya dapat dihidupkan api 1 Parasut.

Survival Bivak didasarkan pada kebutuhannya Darurat/Segera Ponco/Flysheet Menggunakan Lembaran plastik (Ponco/Flysheet). Dapat dibuat dengan berbagai variasi Gua Menggunakan gua yang ada Pohon Menggunakan pohon/cabang pohon yang ditumbangkan dan kanopinya dibentuk menyerupai atap dengan arah pangkal pohon sebagai pintu. tiang dan pasak. tali. Alas dapat menggunakan dedaunan atau rerumputan. Salju Seperti diatas namun sebagai atap digunakan salju (Digunakan didaerah bersalju) Alang-alang Alang-alang diikat menjadi besar dan dibentuk sebagai rangka bivak kemudian ditutupi dengan ponco/flysheet 81 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Ranting Menggunakan ranting yang disusun pada dahan yang tumbang dan sebagai atap dapat berupa rerumputan atau yang lain.

Digunakan pada malam hari. Gambar V. Air 82 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . hanya dibuat di pantai tetapi buat agak jauh dari air. Batu Berupa batu yang ditumpuk melingkar cukup tinggi dan diatasnya diberi atap Padang pasir 1. 2. kemudian diberi atap dari plastik.Survival Cerukan Berupa bekas aliran air atau tanah yang turun/depresi Pohon Tumbang Disisi pohon diberi rangka untuk menyusun rangka atap. kain atau kulit dan ujung-ujungnya diikatkan ke tanah. memanfaatkan panas matahari yang tertahan oleh pasir.3. Pasir di gali serupa tungku. Digunakan pada siang hari yang bersuhu tinggi untuk mendapatkan suhu yang lebih sejuk dangan memanfaatkan aliran udara. Pantai Serupa dengan yang diatas. Menggunakan empat batu yang diatasnya diberi atap dari plastik. Bivak yang dibutuhkan segera 3. diberi pemberat dan ditinggikan beberapa sentimeter dari plastik supaya plastik tidak terbawa badai atau angin jika terjadi.

kondisi lingkungan yang exstrem tanpa air dapat mengurangi kemampuan bertahan hidup hingga tiga hari. sangatlah bijaksana apabila pemakaian air dapat dihemat.Survival Kehilangan cairan dan kondisi air yang tidak dapat diminum adalah persoalan didalam survival. rotan bagian bawah ditebas dan akan meneteskan air. Bambu juga ada kalanya menyimpan air diruasnya. tubuh manusia kira-kira terdiri dari 2/3 jaringan yang mengandung air. 3) Letakkan misting / rantang di dasar lubang. penyulingan matahari (solar still) Gambar V. tegakkan batang / ranting tadi dan tutupi dengan pastik. Gambar 2. b. (lihat gambar 1) 4) Tunggulah air menguap dari permukaan tanah. jangan lupa letakkan batu disekelilingnya agar tidak mudah bergeser. Baik memanfaatkan uap air dari daun ataupun air gutasi. dan nyalakan (perhatikan api jangan terlalu besar). Untu dari tumbuhan. tutupkan kantong plastik ke cabang pohon dan ikat. air dapat menjaga suhu tubuh. Tunggulah air yang menguap dari permukaan tanah (hal ini dapat dilakukan kapan pun). memperlancar buang air dan mencerna makanan. Tumbuhan dan Kondensasi Untuk kondensasi.4. a. Mendapatkan air dengan metode solar still Gambar 1 1) Galilah lubang sedalam kira-kira 30-50 cm dengan diameter yang lebih besar dari misting / rantang (apa pun yang dapat digunakan untuk menampung air) 2) Potonglah ranting kering dengan panjang kira-kira 50 cm. Genangan air yang terdapat sisa organisme mati disekitarnya sebaiknya tidak digunakan. dan merupakan bagian sistem sirkulasi di dalam organ tubuh. ada indikasi bahwa ai tersebut tercemar. Kelamaan akan keluar air dan dapat langsung diminum (berasa getir) 83 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Hal ini dapat dilakukan siang dan malam. teknik pembuatannya sama dengan gambar 1 hanya saja dibuat tumpukan daun kering disekelilingnya dengan jarak yang cukup agar ponco / plastik tidak meleleh. siapkan selembar plastik yang cukup lebar (bisa juga menggunakan ponco / jas hujan). Batang pisang ditebang dan bongkolnya dilubangi sebesar gelas.

Filtrasi Air secara sederhana d.7. Filtrasi Penyaringan sederhana dengan membuat bangun segitiga dari kayu dan kemudian diikatkan tiga kain. Gambar V. ikatkan pakaian bersih di betis dan berjalanlah di rerumputan dengan tinggi selutut. Pengumpulan air hujan/embun Untuk mendapatkan air hujan. Air hasil filtrasi ditampung. dapat digunakan daun yang lebar sebagai corong. atau dapat juga flysheet dan plastik untuk menampung air tersebut. Sedangkan untuk mendapatkan air dari embun. Mendapatkan air dari tumbuhan c. Teratas diisi dengan rumput.Survival Gambar V. Gambar V. Air yang ada dapar dimin dengan diperas atau dihisap. kain bagian tengah diisi dengan pasir dan kain terbawa diisi dengan arang. Mengumpulkan air hujan dan embun 84 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .6.5.

Untuk sungai.8. d. menjaga temperatur tubuh. Gesekan kayu dengan kayu. Gambar V. Cara ini adalah cara yang paling susah. disalurkan ke umpan yang muda terbakar. Makanan 85 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Flint dan Stell Dua batu api digesekkan dengan keras hingga menimbulkan percikan api. Busur dan gurdi Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut. a. Menggali sungai kering Suangai yang kering masih mendapatkannya dengan mungkin menggali terdapat kelokan air disana. Mungkin juga didapatkan ikan yang suka berhibernasi di lumpur seperti lele dan gabus. caranya dengan menggesekgesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala. yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah. percikan api yang didapatkan. kawul terdapat pada dasar kelapa. gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. Menemukan Air di kelokan sungai mati 4. dan menjauhkan dari binatang buas. Dengan lensa / Kaca pembesar Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar. b. kapuk. hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.Survival e. Bila mempunyai bahan untuk membuat api. Api Api yang dapat digunakan untuk memasak. atau daun aren 5. Bahan penyala yang baik adalah rambut. kapas. menghangatkan. sehingga terbakar c.

Berburu Binatang Berburu disini dapat diartika dengan menangkap secara langsung (memburu) ataupun dengan menggunakan jerat.9. Sedangkan untuk macam-macam metode jerat yang mudah dilakukan antara lain: a. Perangkap Jerat b. Penghematan dalam penggunaan energi adalah salah satu cara untuk mengimbangi kekurangan makanan. Aturan yang berlaku dalam pembuatan jerat antara lain: a. c. Kamuflase. Binatang yang tertangkap akan berusaha keras untuk melepaskan dirinya hingga menyerah. d. Catatan menunjukkan bahwa tanpa makanan survivor dapat bertahan selama 40 sampai 70 hari.Survival Tubuh manusia membutuhkan makanan yang cukup sesuai porsi yang dibutuhkan tubuhnya. b. Buatlah jerat dengan kuat. Gambar V. Perangkap Jerat Perangkap ini menjerat kaki binatang kecil seperti burung terrestrial ataupun mamalia kecil lain dengan menyentuh tali yang dilintangkan di jalur yang sering dilalui binatang tersebut. Banyak manusia di benua lain hanya dapat makan sekali sehari atau bahkan tidak makan berhari-hari. Hewan yang berukuran kecil akan lebih mudah dimanfaatkan dan didapatkan ketimbang binatang besar. Perangkap Jerat Kaki dengan Umpan 86 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Minimalisir bau manusia di lokasi dengan mengasapi wilayah jerat dengan asap unggun. Jangan meninggalkan jejak yang kentara di alam lingkungan. Usahakan jerat tersamarkan sempurna ke lingkungannya dengan memanfaatkan apa yang terdapat didaerak tersebut. jerat ini dapat dibuat dari tali ataupun kawat. Hindarkan jerat dari bau-bau yang tidak disukai binatang yang akan ditangkap.

Perangkap dengan Pegas d.11. tali akan terbebas dan nenarik simpul yang ada. Gambar V. Perangkap dengan Umpan c. Pada kayu tersebut ditempatkan kawat serupa laso yzng dapat menjerat leher tupai ketika menabrak. 87 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . dan kemudian dimasukkan ke lengkung kayu dan diganjal dengan batang kayu berumpan. Lau di siapkan serupa cincin untuk memicu hunjaman tombak tersebut yang dihubungkan dengan dengan seutas tali yang diikatkan di pohon.Survival Dua kayu diikatkan dan ditncapkan ke tanah (dapat juga kayu yang dilengkungkan). Perangkap tombak pegas Perangkap ini tergolong mematikan.10. Jebakan ini ditempatkan di jalur pergerakan hewan. Perangkap tupai Disiapkan sebatang kayu di tempat yang banyak terdapat aktifitas tupai. Kawat disusun rapat sehingga di salah satunya terjerat tupai. Tali diikatkan ke pegas yang pertengahan tali diikatkan ke poongan kayu kecil. Kayu panjang dengan kelenturan bagus dan di ujungnya diikatkan kayu yang telah diruncingkan. Posisi laso sekita 2. Jerat berfungsi.5 cm dari kayu. Sisa tali dibentuk simpul dan diletakkan di ujung kayu berumpan. Gambar V. Ketika umpan dipaksa diambil. Dapat digunakan untuk membunuh rusa atau sejenisnya.

Mata pancing yang digunakan dapat beraal dari kawat. Gambar V. kayu. Metode pancing di malam hari 88 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Perangkap Tupai e. logam lain. Memancing di Malam Hari Siapkan seutas tali sepanjang tali panjang tersebut yang diikatkan diujungnya diikatkan beberapa mata batu. jarum.14.12. tulang dan lainnya.Survival Gambar V.13. Di pancing secara berurutan beserta umpannya. Umumnya. Gambar V. Pancing ini ditinggal dan tidak ditunggu. Tali tersebut dimasukkan ke air dan ujung satunya diikatkan ke patok di tepi sungai. Mata pancing hasil Improvisasi f. Memancing Memancing di situasi survival dapat dibuat sebagai istirahat sambil menunggu perangkap yang dipasang mengenai salah satu satwa yang berkeliaran. Hanya improvisasi survivor yang diperlukan. peniti. pancing yang digunakan bukanlah pancing tunggal melainkan banyak dalam satu joran. dan juga duri.

Survival g. Pancingan perahu apung Untuk gerombolan ikan yang letaknya jauh di tengah perairan. hruslah menggunakan yang masih sehat. Gambar V. Untuk ikan yang sudah hampir membusuk. Di perahu diikatkan beberapa mata kail dengan umpannya. Kemudian disayat bagian bawah ular hingga ujung ekor. dapai dibuat serupa perahu layar sehingga dapat berlayar ke gerombolan ikan tersebut.15. dan kemudian kulitnya ditarik.16.17. Ular Ikan dipotong kepalanya sekitar 10-20 cm dari ujung moncong. atau sekitar 25% dari panjang tubuh. Gambar VI. sisik dibuang dengan menggunakan senjata tajam dari arah belakang. Ikan Untuk ikan. Menyiangi Ikan air tawar b. Sedangkan untuk ikan tanpa sisik. Menyiangi ular 89 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . kulit dapat dibuang. Pancingan perahu apung Mengolah Makanan Hewani a. Gambar V. Untuk ikan bersisik. sebaiknya tidak digunakan.

19. Binatang tersebut disembelih dan dikuliti setelah membuang alat kelamin dan kelenjar bau yang ada. Tinggu beberapa lama hingga kandungan air mnghilang Gambar V.18. Rute pengulitannya dapat dilihat di gambar dengan mata pisau terletak dl kuar (kulit) dukan didalam. kulit bagian punggung di sobek melintang. digantungkan dengan tali yang diikatkan di lutut belakang. Pengasapan Daging Daging yang telah didapatkan dari proses diatas. Bukan api.Survival c. Daging dipotong kecil memanjang dan diletakkan diatas bangun kayu diatas bara api. kemudian jari tengah dan telunjuk kanan dan kiri dimasukkan untuk menaruk kutil tersebut kearah yang berlawanan. Menyiangi Mamalia besar dan kecil d. Pengasapan daging 90 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Gambar V. Untuk mamalia kecil. Pengawetan yang mudah dengan diasap. Mammalia Untuk mamalia berukuran besar seperti rusa. dapat dimakan langsung atau diawetkan.

Korek api Senjata tajam dan alat berburu Sumber cahaya Navigasi Gambar V. Peralatan umum Kotak First Aid (PPPK) Makanan dan obat-obatan Pemicu. Survival Kit Keterangan Gambar 91 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .20.21. Peralatan a. Perlengkapan pendukung Survival b.Survival 6. Survival kit Gambar VI.

Ada jenis lili yang sekali pakai dan ada yang dapat dipakai berulang-ulang. berguna saat dalam kondisi survival. Alam. 11) Peniti berbagai Ukuran. Bermanfaat walaupun dikala basah.selain itu dapat digunakan sebagai penerangan di malam hari. Penggunaan GPS-jika ada C. First Aid (PPPK) ii. Beberapa ukuran mata pancing dan pemberatnya. Dengan memusatkan titik fokus (titik api) pada obyek yang mudah terbkar seperti humus kering atau kapas. Pemakaian senjata api. 5) Jarum Jahit dan Benang. Terbuat dari kawat besi yang lentur. Navigasi ii. senjata tajam atau peralatan serbaguna (untuk berburu dan pertahanan diri) 92 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Koreknya adalah jenis tahan air (waterproof). diperlukan keahlian yang dibutuhkan: v. 7) Kompas Kecil/jarum kompas. Lazim digunakan ketika persediaan korek api menipis. 6) Mata Pancing dan Benang. Orientasi medan. Untuk jangka panjang. 14) Kotak Survival kit Teknik-teknik dasar yang harus dikuasai survivor dalam kondisi survive antara lain: 1. Keseleo. dan Patah tulang v. dengan membaca peta dan menggunakan kompas iv. 10) Kantong Plastik/kondom.Survival 1) Korek Api. 8) Gergaji Kawat. A. Bisa digunakan sebagai kantong air dan berbagai keperluan lainnya. Kemampuan untuk mendapatkan aspek-aspek penting diatas. digunakan sebagai sinyal ke pesawat atau obyek yang lainnya ketika tersesat. dan Infeksi iii. Gigitan/patukan binatang berbisa iv. Sebagai cadangan ketika kompas utama tidak dapat berfungsi dengan baik. B. Tumbuhan dan binatang yang dapat digunakan sebagai obat. Merupakan kaca berlubang. Flint dilengkapi dengan gergaji kecil untuk menggesekkannya. luka baker. jika tidak ada. 12) Tablet Pemurni Air 13) Heliograph. 2) Lilin. panjang antara 60-90 cm. Dipakai untuk memicu api dikala siang. Luka. 9) Kawat. Beberapa jarum jahit dengan benang berbagai ukuran yang dililitka di jarum tersebut. disertai dengan benang panjang. dengan menggunakan sinar matahari dan langit saat malam iii. 4) Kaca Pembesar. 3) Flint dan Pengapian. Berguna dalam pembuatan api unggun. dapat dibuat dengan mencelupkan pentol korek api kedalam cairan lilin dan kemudian dimasukkan ke wadah tahan air. pengikat tenda ataupun berfungsi lain. Memiliki fungsi sebagai perangkap.

setelah itu baru buah. viii. Teknik Climbing dan Mountaineering vii. b. berbisa. atau dapat menganmcam keselamatan jiwa. Karena daerah di Indonesia ini dapat dikelompokan menjadi beberapa zona geografi tumbuhan. Tumbuhan yang tidak berbulu. serat tumbuhan.Survival vi. b. dan daun. c. Tali-temali a. Tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap. Bagian tumbuhan yang dapat dimakan dan memberikan energi yang cukup adalah umbi (umbi batang / umbi akar). Tumbuhan yang tidak mengandung getah. karena dikhawatirkan mengandung racun alkaloid. Tumbuhan yang dimakan oleh hewan mamalia. Selain itu alam tropis dengan jumlah populasi yang tidak terlalu banyak menyebabkan kita harus sedikit berusaha lebih keras lagi guna memanfaatkannya. Daerah tropis memiliki karakteristik sebagai berikut : Keanekaragaman species yang tinggi tetapi dalam satu species jumlah populasinya rendah. biji. Ciri umum tumbuhan yang dapat dimakan : a. Hal ini penting karena alam Tropis memiliki karakteristik yang berbeda dengan alam Sub Tropis. mendapatkan tali dari material kayu. atau bagian tubuh hewan. Secara garis besar. Langkah-langkah yang perlu bila akan memakan tumbuhan : a. 93 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . d. BOTANI PRAKTIS Permasalah dalam survival mengenai masalah Botani Praktis adalah survivor harus mengenal karakteristik alamnya. Makan tumbuh-tumbuhan yang sudah dikenal. metode penggunaannya. b. Tumbuhan yang dapat dimakan. Pembuatan rakit atau perahu BOTANI DAN ZOOLOGI PRAKTIS Mempelajari botani dan zoology praktis dianggap penting untuk lebih mengenal jenis tumbuhan dan hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan darurat (survival food) atau obart-obatan. Yang terakhir cuaca alam tropis relatif stabil dan perbedaan yang drastic dan ekstrim jarang ditemukan. Selain itu kita dapat mengenal jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan yang harus dijauhi karena beracun. Bagian tumbuhan yang masih muda /tunas. A. e. c. tumbuh-tumbuhan dibedakan pada tiga hal : 1. Makan jangan hanya satu jenis tumbuhan saja. Sebaiknya jangan memakan tumbuhan yang buahnya berwarna ungu. Artinnya harus lebih banyak mengenal keanekaragaman species yang lebih banyak bila dibandingkan dengan yang di Sub Tropis.

Bratawali (Anamitra cocculus). Sembung/sembung manis (Blumen Balsmifira). Dimakan/diminum. paku tanah. Ambil daunnya. pembersih luka. dimasak untuk obat pinggang dan infeksi/keracunan pada pencernaan. konyal (markisa hutan). b. Jamur Kayu 2. sakit perut. Getah pohon Kamboja. Berbahaya jika terkena tubuh atau terkonsumsi langsung. Umbi di dalam tanah: jenis talas. Daunnya diseduh dengan air panas. Air rebusan Bratawali untuk mencuci luka. nipah (dirawa) d. bengkuang. dapat digunakan untuk sakit panas.Survival d. contoh : i. 3. Bila tidak ada rasa aneh (panas. untuk menghilangkan bengkak. umbut kelapa. f. begonia. g. Bagian batangnya: umbut muda pisang. atau daun Ploso untuk anti sengatan kalajengking. c. biji saniten yang sudah tua e. Cara memakan buah-buahan yang belum kita kenal adalah dengan mengoleskan sedikit ke bibir dan tunggu reaksinya. Kirinyuh. tumbuhannya merayap. Buah: kelapa. rebung. biji rumput teki (di Madura). anti malaria. juga untuk terkilir. Obat Luar. iv. Daun Sambiloto ditumbuk halus. Semuanya: Jamur Merang. juga air batang pohon randu (kapuk hutan). Batangnya direbus. Gunanya obat anti demam. ketela pohon. pahit) berrati cukup aman. pisang. iii. antanan. penambah nafsu makan. Tumbuhan yang berbahaya (beracun). Tumbuhan semak dan di hutan. Bunga: turi. ubi rambat. Jenis rumputrumputan. arbei hutan. terdapat di padang rumput yang banyak anginnya. sagu. rasanya pahit. melinjo. Terdapat di hutan. ii. Keji Beling/ngokilo (Strobilateses). iii. ii. Daun: rasamala. jagung. kentang. Seperti: 94 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . singkong. untuk luka i. e. tespong. Yan paling baik adalah terlebih dahulu memasak bagian tumbuhan yang akan dimakan. Tumbuhan Obat Dapat dikelompokan menjadi dua : a. Biji: padi. b. di kampung. babadotan. Contoh tumbuhan yang dapat dimakan : a.

Survival a. Tumbuh dari kotoran hewan 8. f. dapat menyebabkan gatal-gatal dan pedih. dll). Ciri-ciri jamur beracun : 1. tidak memberi efek warna hitam bila disentuh kan ke benda-benda perak. Daun Pulus dapat menyebabkan gatal-gatal dan panas h. Pedoman umum untuk menentukan makanan yang dapat dimakan. Bila dimasukkan ke dalam nasi. seperti sabun kecuali sawo 3. Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya 7. e. beracun bila dimakan. Buah Aren mentah menyebabkan gatal-gatal. Getah pohon paku putih dapat menyebabkan kebutaan. b. Indikator air bersih : tespong. kaktus dll. rotan. d. tidak berbau memuakkan 5. g. Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lenganbibir-lidah. kantung semar. Mengeluarkan getah putih 95 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . 2. tumbuhan merambat. Bila diraba mudah hancur 6. ingas/semplop. Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan 5. sangat berbahaya karena merusak jaringan. Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia 8. tunggu sesaat. sagu dll. selain itu kadar kalori jamur sangat rendah karena tubuh jamur banyak mengandung air. nasinya menjadi kuning 4. Rarawean. Tumbuhan pembuat atap/perlindungan : daun nipah. Kecubung. Tumbuhan Berguna Lainnya 1. Apabila aman bisa dimakan 7. Baunya tidak sedap 3. Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Jamur di hutan sebaiknya jangan dimakan karena sulit untuk membedakan Janis yang bias dimakan atau yang beracun. aren. c. selada air. keculai bagi yang sudah ahli. Getah Jambu Monyet menyebabkan gatal-gatal. Mempunyai warna mencolok 2. Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih. seperti: 1. 6. Tumbuhan penyimpan air : tumbuhan beruas (bamboo. tidak bercahaya 4. Getah pohon Rengas. Si Cantik Beracun. Tidak berwarna menyolok 2. Pengusir ular dan serangga : lemo 4. 3.

Pacet. Kesulitannya adalah bagaimana cara mendapatkannya. Saat seperti inilah yang baik untuk menangkapnya. b. setelah 30 menit kemudian akan mengakibatkan perut sakit sekali. untuk melepaskannya siram dengan air tembakau. 1. hewan-hewan biasanya kurang peka terhadap sekelilingnya. Habitat Hewan Habitat yang paling banyak jenis hewannya adalah pantai dan laut dangkal. 96 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Amanita Verna dan Amanita virosa yang berwarna berwarna putih bersih memiliki racun yang mematikan. e. Banyak juga jamur yang mempunyai ciri-ciri diatas justru mengandung racun. 3. Bekas sengatannya sakit. Lebih baik turun. Lalat dayak/lalat kerbau (besarnya 2 kali lalat biasa) terdapat dihutan Kalimantan. kapan harus menghindarinya. ZOOLOGI PRAKTIS Sebagaian besar hewan pada dasarnya dapat dimakan. 6 jam kemudian dapat menyebabkan kematian. Apabila kita ingin mendapatkan bermacam hewan. d. Dalam hal ini kita akan dihadapkan pada satu masalah. Burung-burung pindah dari daerah dingin ke daerah panas. Nyamuk di daerah malaria. Menghispa darah. c. Kelabang. kalajengking. justru memiliki racun yang mematikan manusia. Contohnya Amanita phallolder berwarna putih kecoklatan. Prilaku Hewan Prilaku setiap hewan adalah khas. Untuk menangkap hewan diperlukan keberanian dalam mengambil keputusan. Bila di dekat sumber air banyak hewannya berarti juga banyak hewan yang berbahaya bagi kita. Lebah. Sulawesi. Ikan salem atau belut/lindung yang berpindah tempat di sungai dan laut untuk bertelur. kemungkinan besar akan menemukan berbagai jenis hewan. Jadi bila tersesat digunung dan ingin mencari makanan (hewan). Ketiga jamur itu bila dimakan. Binatang Berbahaya a. 2. Bekas gigitannya bengkak dan gatal. jangan terus naik ke puncak gunung. jenis hewan yang ada semakin sedikit. dan tingkah laku hewan tersebut.Survival Pedoman seperti itu sebenarnya terkadang sangat berbahaya. tembakau dan sambiloto. tidak mempunyai gelang. Untuk itu diperlu pengetahuan tentang habitat. dalam jumlah besar/banyak dapat mematikan. bengkak. B. harus menuju sumber air. sengatannya beracun. Kapan kita akan mudah menangkap suatu hewan. misalnya : hewan selalu mencari air untuk keperluan sehari-harinya. Bila tidak dirawat segera. Irian Jaya. Pada musim kawin. lintah. Semakin tinggi permukaan tanah. Untuk mengurangi rasa sakit dapat dengan ammonia. bias infeksi. Ular yang menjaga telur atau anaknya biasanya bertambah ganas.

dan tidak panaik.  Hemotoksin. Hydrophiidae. Ular yang banyak menyebabkan kematian antara lain ular tanah (angkistrodon). tidak mempunyai gigi bias. yang diserang adalah otot jantung. mempunyai gigi bias di depan. Menyebabkan kelumpuhan pada alat pernafasan dan rusaknya jaringan otak. Contoh : ular Sanca / phyton. yang menyerang darah dan system peredarannya. Contohnya Crotalidae. ular hijau (Trimeresurus). leher relatif kecil. Anggota badan yang banyak digigit adalah tungkai. BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . ular sawah (umumnya dari keluarga Colubridae). ular sendok/kobra.  SOLENOGLYPHA. i.  Ular yang menggigit harus ditangkap dan diketahui jenisnya. menyebabkan sel darah rusak dan menggumpal. mempunyai gigi bias di depan dan dapat dilipat. Viperridae. ular tanah.  Miksotoksin. Ular Pucuk/Ular Daun (Dryophis). Bila berbisa. ii. Macam gigi bisa :  AGLYPHA. Penanggulangan gigitan Ular:  Korban jangan banyak melakukan gerakan.  PHISTOGLYPHA. Umumnya gigi bias tersebut besar. yang diserang cairan dalam tubuh. Ular berbisa : ular Hijau. Contohnya Elapidae. ular Anang.  Luka dibersihkan. ular belang dll. mempunyai gigi bias dibelakang. Ular pada umumnya aktif di siang hari. Dapat menguraikan protein. iii. yang menyerang jaringan saraf dan bersifat bertentangan dengan tranmisi rangsangan saraf. Serpentes (Ophidia) Di Indonesia banyak sekali jenis ular termasuk yang berbisa. Obat yang biasa digunakan untuk menawarkan bisa:  97 Aspirin untuk menghilangkan rasa sakit. iv.  Korban dibawa ke puskesmas setempat / rumah sakit terdekat v. Macam-macam bisa :  Neurotoksin. yang efektif untuk menyalurkan bias. Umumnya jenis ular berbisa dapat diketahui dengan melihat bentuk kepala (segi tiga).  Torniket digunakan untuk mencegah kemungkinan menjalarnya bias ke Jantung. Contoh : Ular Cincin Mas (Boiga dendrophila). dapat ditentukan jenis bisanya.Survival f. Biludah. ular bakau.  Kardiotoksin. kemudia jari kaki. mempunyai gigi bisa. terdapat lekukan antara mata dan hidung.  PROTEROGLYPHA. Torniket diletakkan antara luka dengan jantung (luka di daerah anggota badan).

 Antivenin Papua Black Snake. Ular. serum anti bisa yang bersifat umum. Mengandung bisa: lipan dan kalajengking b. Binatang yang dapat dimakan a. bagia belakang dan ekor j. Binatang yang tidak dapat dimakan a. Binatang Yang Berguna a. Laron g. 4. Binatang besar lainnya 6. Pengetahuan mengenai cara-cara dalam mengolah makanan dari sumber hewani untuk dimasak atau disimpan guna persediaan makanan beberapa hari kemudian sebagai cadangan makanan. kadal. madu h. serumuntuk gigitan ular Taipan. Siput i. serum untuk gigitan ular hitam Irian. Ikan Semua ikan tawar dapat dimakan. a.Survival  Vitamin B kompleks dan Paracetamol untuk menghilangkan rasa nyeri dan panas. Jenis burung f.  Antivenin Polyvalent.  Antivenin Taipan. Cacing e. 1/3 bagian tubuh tengahnya l. c. Ular. Memasak ikan yang 98 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Yang mempunyai panjang dibawah 5 cm tidak perlu disiangi. Mengandung bau yang khas: sigung 7. Mengandung racun: penyu laut c. Mengolah makanan hewani. kura-kuran dapat dimakan. Cacing dan siput hutan dapat dimakan. larva. Jangkrik c.  Antivenin Brown Snake. Lebah bias diambil madu dan larvanya. d. makan saja semuanya. Ikan yang panjangnya >5 cm perlu dikeluarkan isi perutnya dan disiangi. Tempayak putih (gendon) d. Kadal. Lebah . Hampir semua mamalia dan burung dapat dimakan dagingnya b. Jangan memakan ikan yang tidak baik lagi kondisinya. 5. Pengolahan yang tidak benar akan mengakibatkan binatang tangkapan tidak dapat dimakan dan bertahan lama. serum untuk gigitan ular Mulga. Katak hijau k. Belalang b.

Survival
sudah busuk atau tidak baik lagi kondisinya pun tidak akan membuat
ikan tersebut dapat dimakan.
Adapun tanda-tanda umum dari ikan yang sudah membusuk antara lain:
i. Mata cekung
ii. Berbau aneh
iii. Warna mulai berubah
iv. Membentuk cekungan yang lama hilangnya ketika ditekan
v. Permukaan lengket
vi. Rasanya tajam dan menyengat
Memakan

ikan

yang

sudah

tidak

baik

kondisinya/busuk

bisa

menyebabkan mual, diare, muntah, kram, dan gatal. Gejala ini muncul
tiba-tiba setelah 1-6 jam kemudian setelah memakannya. Ikan akan
cepat membusuk setelah mati apalagi di cuaca yang panas.
Siangi ikan secepatnya setelah ditangkap, keluarkan isi perutnya,
buang sisik dan siripnya jika memang harus dibuang, buanglah sisiknya
menggunakan pisau dari arah kepala ke ekor. Untuk menyiangi yang
tidak bersisik seperti ikan lele, lais, tapah dan belut, tancapkan sepotong
kayu dikepalanya dan gantungkan. Kemudian buatlah irisan melingkar di
dkat kepala untuk membuang kulitnya, setelah terkelipas, tariklah
kulitnya kearah ekor.
Ikan dapat di tusuk dari pangkal ke ujung ekor dan memanggangnya
diatas api atau bara api (mmm). Akan tetapi merebus ikan dengan
kulitnya merupakan cara terbaik untuk mempertahankan kandungan
nutrisi yang ada. Lemak dan minyak yang ada dibawah kulit yang berupa
air kaldu akan terselamatkan ketika direbus. Atau dengan ikan dan
bumbu –sesuai selera- dibungkus tanah liat dan pendam dalam bara api
hingga

tanah

liatnya

mengeras,

pecahkan

tanah

liatnya

untuk

mendapatkan ikan yang telah matang didalamnya.
Jika berencana menyimpan ikan sebagai bahan makanan cadangan,
asapi atau keringkan terlebih dahulu. Untuk menyiapkan ikan yang akan
diasapi atau dikeringkan, buang kepalanya dan seluruh duri-durinya dan
tipiskan irisan dagingnya (untuk mempercepat proses pengeringan) atau
dengan seni melayu (salai) belah saja ikan menjadi dua dari bagian
perut kearah punggung dan jangan sampai lepas lalu asapi.
b. Ular
Untuk mengolah ular menjadi bahan makanan yang aman, potong
kepala ular sekitar 10-15 cm untuk ular yang relatif kecil dan 15-20 cm
untuk ular yang

besar dari

ujung depan

kepala, hal

ini

untuk

menghindari termakannya kelenjar, kantung, dan bagian-bagian yang
berhubungan dan terkontaminasi dengan bisa. Lalu, iris memanjang
kulitnya kemudian tarik kulitnya untuk memisahkan antara kulit dan
dagingnya. Untuk ular yang besar, baik juga dibelah untuk memudahkan
pengulitannya, dan buang isi perutnya.

99

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Survival
Daging ular dipotong-potong menjadi bagian yang kecil dan masak
dengan direbus atau dibakar setelah sebelumnya dibersihkan.
c. Burung
Setelah menagkap dan menyembelihnya, buanglah bulu-bulunya baik
debngan

dicabut

atau

dikuliti.

Namun

ingat,

mengulitinya

akan

menyebabkan beberapa kandungan nutrisi yang ada dikulitnya juga ikut
terbuang. Belahlah tubuhnya dan keluarkan isi perutnya kecuali jantung,
hati, dan limpa, karena masih dapat dimanfaatkan. Potong kakinya, lalu
dimasak dengan cara direbus atau dipanggang.
Untuk burung pemakan bangkai, direbus dengan air mendidih selama
kurang kebih 20 menit untuk mematikan parasit yang ada di dagingnya.
d. Mammalia

8. Pengawetan makanan hewani.
a. Pengasapan
b. Pengeringan.
C. MEMBACA JEJAK
Jenis :
1. Jejak alami : tanda jejak sebagai tanda keadaan lingkungan
b. Jejak alami biasanya menyatakan tentang :
i.

Jenis binatang yang lewat

ii. Arah gerak binatang
iii. Besar kecilnya binatang
iv. Cepat lambatnya gerak binatang
c. Membaca jejak alami dapat diketahui dari :
i.

Kotoran yang tersisa

ii. Pohon atau ranting yang patah
iii. Lumpur atau tanah yang tercecer di atas rumput
2. Jejak buatan : dibuat oleh manusia

Jejak Binatang
Kelinci

Pada kaki belakang jejak lonjong dengan kuku
yang lembut, kaki depan yang lebih pendek
hampir bulat yang juga tercetak lembut.

Kambing Liar

Kuku terbelah dua agak memanjang, tidak
terhubung dan sedikit berdekatan, bagian
belakang membulat.

Rusa

Dalam,

memiliki

kuku

lengkung

seperti

banteng, agak kurus seperti kambing, ada
kuku
100

tambahan

seperti

hak

sepatu

pada

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Survival
belakang kaki.
Babi Hutan

Jejak

hampir

mengotak

dengan

ujung

terbelah, pijakan dalam pada bagian tengah,
bagian belakang ada kuku yang keluar.
Domba Liar

Kuku

terbelah

kambing,

dua

tidak

lebih

panjang

terhubung

dan

dari

sedikit

berdekatan, bagian belakang membulat.
Sapi/Banteng

Dalam, dua tanda lengkung identik terpisah
ujung atas agak meruncing, pola mirip pantat.

Anjing Liar

Berjalam menggunakan empat jemari kaki
dan meninggalkan lubang jejak dan satu agak
lebar bagian dibelakang, dengan kuku sedikit
keluar.

Otter (Sejenis

Meninggalkan

jejak

lima

jari

kaki

yang

Berang-

berselaput, ukuran kaki hampir sama sekitar

berang)

6x6 cm dan daerah atau sarangnya sangat
bau.

Berang-berang

Kaki

belakang

berselaput

agak

besar

dibanding kaki depan berkuku tajam, ukuran
berkisar 15x10 cm, umumnya hidup didekat
air/sungai.
Luak

Dengan lima jari kaki dan kuku yang panjang
dengan

bagian

depan

afak

memanjang

digunakan untuk menggali, mirip jejak anak
beruang.
Cerpelai

Jejak tidak terlalu jelas kecuali pada tanah
gembur, memiliki lima jari kaki dan ada ruang
antara jari dan kukunya, ukuran badannya
kecil.

Beruang

Ukuran jejak mirip manusia berkisar 30x18
cm, memiliki lima jari dangan kuku panjang,
jarak kaki belakang cukup dekat dibanding
dengan manusia saat berjalan.

Serigala

Ukuran jejak berkisar 8x7 cm, jejak lima jari
dengan kuku yang kuat dan tajam, bulu
kakinya kadang membuat jejak bagian kaki
kabur.

Gambar V.22. Pengetahuan jejak binatang liar

101

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Yogyakarta:Gabungan Mahasiswa Pecinta Alam Univ Proklamasi 1945 Hijjau. ketika pernah memasuki gerbang kematian.Survival “Kita akan menghargai hidup.com/survival.” (Pepatah) DAFTAR PUSTAKA Agustin. Survival Dan Pengendalian Diri. Trinawa. 2004. Panduan Teknis Pendakian Gunung. http://www. 2002.htm 102 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Hendri. E-mail Pengirim: Tanggal: 4/2/2002 12:24:08 PM http://www27.brinkster. Buku Materi Pendidikan dan Latihan Dasar. 1996.com/gappala/lihattips.pendakierror. Survival. Maka berjuanglah untuk hidup.asp?no=33 Galaksi 45. Yogyakarta: Percetakan ANDI Bhuwana. karena hidup itu sendiri adalah perjuangan. (2006).

VI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN P3K Including: Pemeriksaan ABCD Basic Life Support (BLS) Memindahkan Korban Perawatan Membawa Korban Acute Mountain Sickness (AMS) Hipotermia Kasus Tenggelam Kasus Luka Bakar Kompleksitas Pertolongan Pertama .

Perhatikan juga denyut. sehingga tujuan dari P3K sesungguhnya adalah: mencegah agar cedera yang timbul tidak lebih parah. 2. Daya tanggap terhadap rasa sakit d. kurangi dengan menekan luka agar darah tak mengalir keluar. PENDAHULUAN P3K secara harfiah merupakan tindakan yang dapat diberikan / dilakukan oleh orang yang terlatih atau memahami tentang seluk-beluk anatomi-kesehatan dasar. BASIC LIFE SUPPORT (BLS) Merupakan keahlian dasar untuk menjaga peredaran darah dan pernafasan pada korban fungsi keduanya berhenti sampai ada pertolongan medis. lalu tanyakan bagaimana keadaannya b. Goyang-goyang dan pukul perlahan. Buka aliran udara 104 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Breathing (nafas). Penggiat kegiatan alam bebas sebaiknya menguasai teknik CPR (Cardiopulmonary resuscitation). Jika tidak bernafas. segera lakukan pernafasan buatan. Aliran udara harus bebas hambatan. tetapi juga kompleks sehingga penolongpun diharuskan untuk mampu memberikan pertolongan sekaligus ataun sesuai prioritas yang mengancam nyawa. Daya tanggap terhadap suara c. Berikut prosedur pengecekan BLS: A. lanjutkan ke langkah kedua B. pelatihan ataupun pengalaman. sehingga korban dapat terselamatkan dari bahaya maut semaksimal mungkin. mencegah nyeri dan menjamin fungsi saluran napas. Kemampuan dasar ini dapat diperoleh melalui pendidikan umum formal. Jika tak ada tanggapan. Apakah korban pinsan? a. Dalam kesempatan ini akan dibahas P3K secara praktis pada kasus-kasus darurat yang sering kita amati dan alami di sekitar kita. Circulation (sirkulasi darah) dan Deadly bleeding (pendarahan parah). ABCD merupakan akronim dari Airway (aliran udara). Reaksi yang ada atau tidak bereaksi. Ada juga korban tidak hanya mengalami trauma sejenis. Pertolongan pertama mempunyai makna tindakan yang pertama sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih baik. Waspada b. sirkulasi darah dan tekanannya. PEMERIKSAAN ABCD Sebelum melakukan pengecekan ABCD. 1. dilakukan pemeriksaan utama untuk mengenali dan mengatasi kondisi fatal dengan melihat kesadaran korban yang mencakup: a. menghentikan perdarahan.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) I. Jika terjad pendarahan parah.

Jika tak ada tanda pernafasan.5-2 cm kebawah b. 1 menit pada penderita hipotermia parah b. MEMINDAHKAN KORBAN Ada saatnya. Satu orang harus memegang kepala korban dan menjadi komando. Periksa denyut nadinya paling tidak 10 detik. pindahkan korban dengan papan penyangga. Pastikan dalam proses pemindahan. Jika korban diperkirakan menderita cidera tulang belakang. lakukan empat kali pernafasan b. 3. tempatkan kedua tangan diatasnya F. Luruskan kepala dan naikkan dagu b. Tekan lurus kebawah dengan siku lurus. Pindahkan korban dengan tahapan kecil B. lanjut ke langkah selanjutnya E. korban harus dipindahkan dalan suatu kondisi dan akan menolongnya keluar dari kondisi darurat.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) a. Jika udara tak mau masuk. Perhatikan. Lakukan hingga udara dapat masuk dengan mengodisikan tubuh korban D. Saat memindahkan korban. b. Adapun teknik memindahkan korban ada dua cara: A. C. Jika yang melakukan satu orang. membengkok atau melintir. Berikan empat kali pernafasan cepat a. ada beberapa hal yang harus diperhatikan: A. lanjutkn ke langkah selanjutnya C. Penekanan pada dada dan memberikan nafas buatan a. buat selangnya 15 kali tekanan dan 2 kali nafas buatan c. lakukan pernafasan buatan c. Prnafasan buatan dilakukan dengan selang dua kali nafas setiap 15 detik d. Proses pengangkatan harus serempak dan dengan jarak yang tidak jauh. Dalam proses pemindahan. Tekan 1. Cari bagian tengah tulang dada. Jika tak ada denyut dan nafas. Jika memungkinkan. Periksa denyut a. 105 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .atur ulang posisi kepala untuk membuka saluran udara. Tutup hidengnya. tempatkan orang disetiap titik berat korban (bahu. pinggang dan kaki) D. Satu orang dibagian kepala dan paling tidak satu orang disetuap titik berat badan. dengarkan dan rasakan nafasnya c. Jika yang melakukannya dua orang. Jika ada denyut dan tak ada nafas. Memindahkan dengan cara mengangkut a. diusahakan tulang punggung tidak bergerak. semuanya bersamaan. buat selangnya 5 tekanan dan 1 nafas. Pemegang kepala sebagai komando yang memberikan aba-aba bagi semua tim.

Gambar VI. kedua di dada. 106 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . PERAWATAN A. Simpulkan dibawah siku agar tidak turun. Lengan dibawah Siku. a. Telapak tangan dan Jemari Tempatkan penahan (sweater) antara lengan dan tubuh. Semuanya berjongkok. Menaikkan posisi lengan seperti ini akan mencegah pembengkakan.1. memindakhkan korban dengan mengangkut dan menggulirkan. c. Dengan aba-aba dari komando. Tahan pergerakan dari siku hinggan pertengahan jari. Berikut cara perawatan sesuai dengan tempatnya. Memindahkan dengan cara menggulirkan a. bagian yang patah harus diberi penyangga. korban diglirkan kembali keatas tandu seperti proses awal. b. Komando memutar kepala korban dan memosisikannya seperti saat terlentang. Teknik ini dilakukan oleh 3-4 orang penolong. Penolong pertama sebagai komandi dibagian kepala. Patah tulang ini dapat terbuka dengan tulang yang patah menembus daging dan dapat berupa tertutup dengan tulang yang patah tetap berada didalam daging. ketida di pinggang dan pinggul dan keempat di tungkai korban.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) B. serempak tubuh korban digulirkan dan diusahakan tubuh korban tetap sejajar. Merawat Patah Tulang Kegiatan luar ruangan rawan dengan kejadian patah tulang. Tandu dipempatkan dibawah tubuh korban. Lilitkan tangan sweater yang satunya melewati tengkuk dan diikatkan dengan satunya. 4.

Tempatkan lembar penyangga pada ketiak dan ikatkan pengan pada tubuh.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Gambar VI. Gambar VI. tempatkan lembar penyangga dibelakang kaki dan kompres dibagain lutut. Patah Bagian Siku Jika siku membengkok. Jika tidak ada denyut. Patah dibagian lengan atas d. Patah pada Lutut Jika kaki dalam kondisi lurus. sokong dengan tali pendek.3. Kemudian sebagai penyangga tangan.2. jangan sampai terhambat. Perawatan dilakukan harus dengan meluruskan kaki oleh tim medis. satukan kedua kaki. Jika lutut dalam keadaan bengkok. Periksa juga sistem peredarannya.4. Siku yang patah lurus jangan dibengkokkan. Patah tulang di lengan b. Patah bagian Lengan Atas Tempatkan lembar penyangga di bawah ketiak melingkar dari bahu ke siku di bagian luar lengan. ikatlah melalui bagian atas lengan dan dada. Gambar VI. tempatkan bantalan diantara betis dan paha lalu ikat. ikatkan seutas tali pada pergelangan tangan dan gantungkan di leher. Patah tulang dibagian Siku c. segera mendapatkan pertolongan medis. 107 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . luruskan sedikit posisi lengan dan tetap tidak ada denyut.

Patah tulang leher B. Kondisi ini dapat mengakibatkan lemahnya peredaran darah di sendi yang tergeser dan menimbulkan rasa sakit yang sangat.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Gambar VI. Pata di tungkai bawah f. Patah pada Kaki bagian Bawah Tempatkan pengangga sepanjang tungkai.5. Penyangga dapat berupa kayu atapun matras busa yang biasa digunakan sebagai alas tidur. Pergeseran ini mengakibatkan sendi tidak pada posisi sebenarnya. Untuk itu. Penyangga dipasangkan melingkari leher korban. Leher jangan digerakkan sebelum disangga. lalu diikat. 108 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Merawat pergeseran Sendi Pergeseran sendi kerap terjadi di penggemar olahraga luar ruangan. harus segera dikembalikan. Gambar VI. susah bergerak.6. dan bengkak. bentuk sendi yang tak lazim. Cidera Tulang Leher Berikan penyangga disepanjang leher yang berasal dari gulungan handuk atau matras yang dipotong seukuran panjang leher korban dan dirangkap. Patah tulang di bagian lutut e. Gambar VI.7. memar.

Jika mungkin. Pola rekaman gigi ular pada korban 109 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .8. Saat hal ini terjadi. Rasa sakit berkurang tatkala sendi telah kembali normal. Istirahatkan daerah terkilir tersebut b. Beri es selama 24 jam. Merawat Gigitan Ular Kemungkinan untuk terkena gigitan ular kecil ketika kita mengetahui habitatnya. Penarikan secara manual dan menggunakan berat badan merupakan cara yang aman dan mudah. bungkus atau ikat untuk menjaga posisi tetap stabil. c. Posisikan daerah keseleo lebih tinggi mungkin. lalu hangatkan. perlu diketahui apakah ular yang menggigit berbisa atau tidak. Gambar VI. kelebihan gerak sendi dapam mengakibatkan keseleo. yang dilakukan adalah: a.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Beberapa metode untuk mengembalikannya ke posisi semula. Racun ini menyebabkan jaringan sekitar rusak. Untuk memberikan perlakuakn yang sesuai. Kompres. Hal utama yang harus dilakukan ketika tergigit adalah dengan membatasi area kerusakan akibat gigitan. Untuk melihat keberhasilannya. Bisa ulah ridak hanya merusak sistem syaraf (neurotoksin) dan racun darah (hemotoksin) namun juga enzim pencerna (sitotoksin) yng membantu ular mencerna makanannya. pembengkakan dan memar (menghitan dan membiru). Tanda-tanda dan gejalanya adalah rasa sakit. tanggalkan sepatu jika terjadi di ankle kaki agar sirkulasi darah lancar d. Rasa sakit yang tersisa dapat dihilnagkan dengan tenaga medis yang berkompeten. D. C. Kondisi panik dapat mempercepat peredaran darah sehingga racun semakin mudah terserap. Merawat Terkilir/Keseleo Secara tidak sengaja. bandingkan dengan sendi sejenis.

5. e. Jangan gerakkan bagian yang terkena gigitan. b. Dan hal ini haruslah sesuai.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Perlakuan yang dilakukan ketika ular tersebut berbisa adalah: a. Jangan menyentuhkan darah korban dari luka ke bagian tubuh lainnya terutama mata. jangan dengan mulut. sayat melintang di luka gigitan dan tekan supaya bisa keluar. tergantung dengan masalah yang dideritanya. Tanggalkan barang-barang yang mengganggu proses perawatan. sehingga berkala harus dikendurkan supaya tidak etrjadi kerusakan jaringan akibat tak mendapat suplai oksigen dan nutrisi. f. 110 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .9. dan letakkan luka lebih rendah dari jantung. Gunakan kai paling tidak selebar 5 cm untuk mengikat bagian antara luka gigitan dengan jantung. Gunakan penghisap untuk mengeluarkan bisa. c. Berikut beberapa gambar yang menunjukkan cara membawa korban. Memberikan minuman beralkohol atau berkafein dan rokok b. Teknik ini disebut dengan tournquet. Teknik ini menghentiksn peredaran darah. yang berpantang untuk dilakukan adalah: a. Agar bisa tidak mudah menyebar ke jantung. Rendahkan posisi luka dari jantung. Jika tidak. karena akan mempermudah bisa untuk menyebar dan rawan infeksi dari mikrobia. MEMBAWA KORBAN Membawa korban dapat dilakukan dngan berbagai cara. Menenangkan korban dan menjada korban agar tidak banyak bergerak. Gambar VI. Teknik Tourniquets c. Oleh karena iru. Mambuat lebar luka. Bersihkan darah luka dengan alkohol d.

11.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Gambar VI. Membawa korban dengan bantuan tali/sling Gambar VI. ACUTE MOUNTAIN SICKNESS (AMS) Adalah penyakit ketinggian yang menyerang pendaki di ketinggian lebih dari 3000 mdpl. Proses ini perlu dipelajari bagi penggiat olahraga alam bebas yang dikenal rawan dengan kcelakaan. Banyao yang terkena AMS saat penyesuaian diri (aklimatisasi) dengan kondisi sekitar. Membawa korban dengan membopong Gambar VI. laju pendakian dan tingkat ketahanan individu. harus melalui tangan medis yang berpengalaman. AMS ringan terlihat dari gejala sakit kepala. Terjadinya AMS tergantung dengan ketinggian.12. 6. Membawa Korban dengan tenaga dua orang Cara membawa korban seperti ini perlu sering dilatih. supaya dalam kondisi darurat tidak terjadi kebingungan. 111 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Untuk tindakan selanjutnya.10. Gejala yang terjadi biasanya 12-24 jam setelah sampai di ketinggian.

C. kondisi mental mulai berubah. kesadaran mulai melemah. Hal ini dapat memperparah keadaannya. Gejala AMS dapat diatasi dengan obat sakit kepala. Korban juga kadang kala meracau dan berusaha melepaskan pakaian. gantilah pakaiannya dengan yang kering. Tingkatan hipotermia adalah: A. Korban pinsan. 112 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . AMS dapat menyerang pendaki pemula pada ketinggia 2000 mdpl. Sedang (Moderate) Suhu tubuh turun hingga rentang 35°C-34°C. perasaan tidak enak. Tingkatan ini memperlihatkan gejala mulai gemetar. beri alas yang memadai. Tingkatan ini korban sudah mulai gemetar tak terkendali dan menghebat. sedikit bingung. kematian menyapa. hujan dan udara dingin. seolah kepanasan. setelah tubuh sukses menyesuaikan diri dengan kondisi luar tubuh. seringkali tersandung. Solusi dari kejadian ini adalah aklimatisasi yang cukup dan turun ke tempat yang lebih rendah. Tempatkan korban jauh dari angin. Parah (Severe) Suhu tubuh turun pada rentang 29°C-27°C. nafas pendek-pendek. Jangan sampai tubuhnya bersentuhan langsung dengan tanah. pertolongan yang dapat diberikan untuk menyelamatkan jiwa korban adalah: A. detak jantung dan pernafasan melemah. Otot semaik tak terkoordinir. dan secara umum. B. denyut nadi tak terasa. Biasanya disebabkan karena besentuhan dengan suhu dingin dalam jangka waktu yang lama. mual. Dengan kondisi yang terjadi diatas. kehilangan nafsu makan. hanya mengurangi dan tidak menyembuhkannya. B. susah tidur. 7. setiap anggota memberitahukan kepada yang lain mengenai yang dirasakannya. Lebih baik istirahat sejenak di lereng sebelum memulai pendakian. gemetar ringan hingga parah. tidak bisa melakukan sesuatu dengan tangan. HIPOTERMIA Adalah kondisi panas tubuh yang turun dibawah kondisi normal atau hingga dibawah 35°C. Sangatlah penting. Proses mengganti pakaiannya satu per satu. gerak lamban dan lemah.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) pusing. Jantung dan organ pernafasan gagal berfungsi. tangan berasa beku dan kaku. Bagi pemula. pendakina masih dapat dilakukan perlahan dan akan hilang setelah 2-4 hari di ketinggian. Pastikan korban dalam kondisi kering dan hangat. jangan serempak. Ringan (Mild) Suhu tubuh turun hingga tentang 36°C-35°C. hindari pola pendakian SKS (sistem kebut semalam) karena tubuh belum terbiasa dengan komposisi udara di ketinggian. AMS ringan tidak mengganggu pendakian. kelelahan. Penurunan suhu tubuh ini dapat menyebabkan kematian. saat nafas melambat. Gejala ini akan memburuk saat malam.

13. Masukkan juga benda-benda yang hangat untuk menambah kehangatan. Hindari memberikan rokok. Selain itu juga perlu mendapat perhatian sumber penyebab luka bakar itu apa? Api dan air/ uap panas sangat berbeda. Masukkan korban dalam sleeping bag yang telah dihangatkan terlegih dahulu. untuk berbagi panas tubuh. sehingga penolongpun tidak menjadi korban berikutnya. terutama daerah sungai atau pantai. Hal ini tentu akan dilakukan oleh orang yang sangat terlatih dalam hal berenang. 9. Berikan koban makanan dan minuman hangat yang mudah dicerna. air asin atau air tawar. Perlu diketahui adanya perbedaan media air sebagai sumber persoalan. F. sehingga syaraf-syaraf nyeri banyak mengalami rangsangan.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) C. D. 113 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . KASUS TENGGELAM Kasus tenggelam merupakan kasus yang sering terjadi pada wilayah perairan seperti di Indonesia. Teknik menyelamatkan penderita Hipotermia 8. terutama pada luka bakar yang tidak terlalu dalam. E. Semakin cepat diketahui/ ditolong korban tenggelam maka semakin lebih baik dan mudah untuk penanganan selanjutnya. KASUS LUKA BAKAR Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri. dan mengeluarkan air yang sudah terminum dengan cara merangsang terjadinya refleks muntah (bagi pasien sadar). sedangkan bagi korban tak sadar/ koma kita harus menghindari terjadinya aspirasi (masuknya air dalam saluran napas) serta sesegera mungkin dibawa ke fasilitas kesehatan yang memadai. Kegawatan pada korban tenggelam adalah terjadinya kegagalan fungsi pernapasan akibat masuknya cairan(air tawar/ asin) ke dalam jaringan paru yang dapat menyebabkan gangguan fungsi respirasi. Korban didekap oleh seseorang. menuman beralkohol atau yang menagndung kafein. Tetapi pada prinsipnya dalam P3K kasus tenggelam adalah sesegera mungkin mengangkat korban tenggelam ke permukaan air atau daratan. Lakukan saat sadar. Setelah korban tenggelam ini dapat di keluarkan dari air maka mengusahakan untuk membebaskan fungsi pernapasan. jangan saat pinsan. Terbakarnya permukaan tubuh membuat sensasi nyeri yang sangat hebat. Gambar VI.

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) begitu juga dengan lokasi tubuh yang terbakar. Buku Materi Pendidikan dan Latihan Dasar. Penggunaan bahan selain air bersih merupakan hal yang sangat tidak menguntungkan bagi korban. Pertolongan Pertama Galaksi 45. Panduan Teknis Pendakian Gunung. Pada keadaan demikian ini berlaku “ skala prioritas”. hal ini berarti kita tidak berhasil. 1996. karena selain air yang bersih dapat menyebabkan semakin kotornya permukaan luka. Tidak jarang di Emergency suatu Rumah Sakit tertentu para korban yang sudah kita tolong justru sudah meninggal. sehingga untuk menghasilkan hasil yang baik diperlukan ketrampilan serta pengetahuan yang cukup agar tidak terjadi kesalahan dalam bertindak. Hendri. hal ini akan segera menyebabkan udema jaringan saluran napas. barulah korban-korban yang berikutnya. Hal ini tergantung juga dari jumlah personil penolong. tetapi tidak juga berhasil maka bukan berarti kita gagal. Yogyakarta:Gabungan Mahasiswa Pecinta Alam Univ Proklamasi 1945 114 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . tanah longsor. mempersulit pembersihannya pada saatnya nanti dan dapat menambah rangsangan nyeri itu sendiri. sehingga kita masih dapat menyelamatkan nyawa korban. sehingga terjadi obstruksi saluran napas. Terpenting adalah menjaga system saluran pernapasan dan detak jantung berfungsi dengan baik. Paling tidak usaha kita sudah maksimal disertai dengan kecermatan saat-saat kita menolong korban. 2007.KOMPLEKSITAS PADA PERTOLONGAN PERTAMA Tidak jarang terjadi korban kecelakaan dengan multiple injury. (2006). kebanjiran dan sebagainya maka dikenal adanya “Samaritan law”. Setiap usaha pertolongan berarti diawali dengan niat yang baik. DAFTAR PUSTAKA Agustin. setelah meraka teratasi. 10. Yogyakarta: Percetakan ANDI Anandamarga Indonesia. Mengurangi perasaan nyeri yang paling ideal adalah air bersih yang dingin. tetapi memang proses perjalanan kehidupan sudah sampai waktunya. Pada kecelakaan massal seperti kecelakaan pesawat terbang. Sangat berbahaya adalah mengirup uap panas. Kalau memungkinkan berikanlah siraman air mengalir. yaitu penolong berhak menilai korban yang masih layak untuk ditolong dengan kemungkinan harapan hidup masih tinggi. sehingga mempersulit bagi penolong. Seringkali terjadi kesalahan dalam penanganan luka bakar pada tahapan ini.

VII SEARCH AND RESCUE Introduction: Definisi SAR Tahap-tahap Pelaksanaan SAR Organisasi SAR Sistem SAR Pola Pencarian SAR .

Banjarmasin. Menado. Menganalisa data yang masuk/diperoleh agar : a. KKR (Kantor Koordinator Rescue) : ada dilokasi : Jakarta. wartawan. dan Biak 4. SC (SAR Coordinator) : Biasanya pejabat pemerintah yang mempunyai wewenang dalam penyediaan fasilitas. menentukan jumlah unsure yang dipakai d.Sosial. 2. BASARI (Badan SAR Indonesia) : 6 menteri (Keuangan. Tugas SMC 1. menentukan daerah pencarian c. strategi pencarian (berapa unit. menentukan datum (MPP / Most Probable Position) b. Hankam. Awareness Stage (Tahap Kekhawatiran) Adalah kekhawatiran bahwa suatu keadaan darurat diduga akan muncul (saat disadarinya terjadi keadaan darurat/ musibah 116 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Sorong. tergantung wilayah komunikasi dan kesulitan jangkauaanya. Melakukan koordinasi dengan semua unsure yang terlibat serta melayani hubungan. Organisasi Operasi SAR 1. SRU (Search And Rescue Unit). SKR (Sub Koordinasi Rescue) : ada didaerah : Medan. 2. 3. Tanjung Pinang. Luar Negeri. Tahap Pelaksanaan SAR Ada 5 tahapan dalam operasi SAR : 1. Padang.koordinasi (misalnya dengan pejabat-pejabat. Balikpapan. memperkirakan berapa lama waktu operasi. dan lainlain). Merauke. Dalam Negeri. 3. Kupang. Menyediakan fasilitas logistik yang diperlukan SRU. BASARNAS (Badan SAR Nasional) : di bawah koordinasi Departemen Perhubungan. dan Perhubungan) 2. tapi juga bias lebih dari satu. Pontianak. Ambon. Surabaya. teknik dan fasilitas). menentukan area pencarian. OSC (On Scene Commander) : Tidak mutlak ada. SMC (SAR Mission Coordinator) : Harus orang yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan tinggi dalam nenentukan MPP (Most Probable Position).Search and Rescue (SAR) SEARCH AND RESCUE (SAR) Organisasi SAR Yang Dikenal Di Indonesia 1. 3. Jayapura. 4. Ujung Pandang. Denpasar.

yaitu seperti dilakukan operasi pencarian dan pertolongan serta penyelamatan korban secara fisik. e. c. 117 Mengirim/ memberangkatkan fasilitas SAR. Search Planning Computating (perhitungan perencanaan pencarian). BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Berarti. c. d. Operation Stage (Pertolongan) Detection Mode/ Tracking Mode And Evacuation Mode. Initial Action Stage (Tahap Kesiagaan/ Preliminary Mode) Adalah tahap seleksi informasi yang diterima. dalam hal ini memberi perawatan gawat darurat pada korban yang membutuhkannya dan membawa korban yang cedera kepada perawatan yang memuaskan (evakuasi). f.Search and Rescue (SAR) 2. d. Mengadakan briefing kepada SRU. Search Planning Event (tahap perencanaan pencarian). Mengikuti jejak atau tanda-tanda yang ditinggalkan survivor (Tracking Mode). Tahap operasi meliputi : a. INCERFA (Uncertainity Phase/ Fase meragukan) adalah suatu keraguan keadaan mengenai emergency keselamatan yang jiwa ditunjukkan seseorang dengan karena adanya diketahui kemungkinan mereka dalam menghadapi kesulitan. b. Search Planning Sequence (urutan perencanaan pencarian). maka keadaan darurat saat itu diklasifikasikan sebagai : a. Melakukan pencarian dan mendeteksi tanda-tanda yang ditemui yang diperkirakan ditinggalkan survivor (Detection Mode). DITRESFA (Ditress Phase/ Fase Darurat Bahaya) adalah suatu keadaan emergency yang ditunjukkan bila bantuan yang cepat sudah dibutuhkan oleh seseorang yang tertimpa musibah karena telah terjadi ancaman serius atau keadaan darurat bahaya. Degree of Search Planning (tingkatan perencanaan pencarian). Planning Stage (Tahap Perencanaan/ Confinement Mode) Yaitu saat dilakukan suatu tindakan sebagai tanggapan (respons) terhadap keadaan sebelumnya. Menolong/ menyelamatkan dan mengevakuasi korban (Evacuation Mode). untuk segera dianalisa dan ditetapkan bahwa berdasarkan informasi tersebut. Fasilitas SAR bergerak ke lokasi kejadian. 3. ALERFA (Alert Phase/ Fase Mengkhawatirkan/ Siaga) adalah suatu kekhawatiran keadaan mengenai emergency yang keselamatan ditunjukkan dengan adanya seseorang karena adanya jiwa informasi yang jelas bahwa mereka menghadapi kesulitan yang serius yang mengarah pada kesengsaraan (distress). b. antara lain : a. c. dalam suatu operasi SAR informasi musibah yang diterima bisa ditunjukkan tingkat keadaan emergency dan dapat langsung pada tingkat Ditresfa yang banyak terjadi. b. 4.

Pola Pencarian Track 2. 118 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Track line (T) Pola ini dipakai jika orang yang dinyatakan hilang dan jalur perjalanan yang dilaluinya merupakan petunjuk utama dan satu-satunya informasi. memanjang dan rata dan datar. Paralel (P) Daerah pencarian cukup luas dengan permukaan datar.1. 5. sebagai berikut : 1.Search and Rescue (SAR) g. Kalau berada di punggungan. Gambar VII. tim SAR hanya memiliki posisi duga. Pola-pola Pencarian Ada 8 kelompok utama pola pencarian. evaluasi hasil kegiatan. Melaksanakan operasi SAR di lokasi kejadian. Metode ini baik digunakan di medan persegi.2. tim SAR akan turun ke jurang-jurang dan dataran yang lebih rendah. Dan selalu mengganggap survivor berada tak jauh ataupun disekitar dari garis rute. Gambar VII. Creeping line (C) Daerah pencarian sempit. penyiagaan kembali tim SAR untuk menghadapi musibah selanjutnya yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Melakukan penggantian/ penjadualan SRU dilokasi Kejadian. Pola pencarian Paralel 3. h. mengadakan pemberitaan (Press Release) dan menyerahkan jenasah korban. meliputi penarikan kembali SRU dari lapangan ke posko. survivor kepada yang berhak serta mengembalikan SRU pada instansi induk masing-masing dan pada kelompok masyarakat. Mission Conclusion Stage (Tahap Akhir Misi / Evaluasi) Merupakan tahap akhir operasi SAR.

Sector (S) Lokasi dan posisi survivor diketahui dengan daerah pencarian yang tidak cukup luas. melainkan dengan perhitungan. Gambar VII. Pola Kontur 7.3. Contour (CT) Lokasi survivor kemungkinan di bukit-bukit. Pencarian dilakukan dengan cara melingkar dari titik tertinggi. Pola pencarian Creeping line 4.5.4. Gambar VII. Pencarian dengan pola Sector 6. Pola ini memerlukan perhitungan tepat untuk posisi survivor. Pola Square 5. Square (SQ) Digunakan di daerah datar. Gambar VII.Search and Rescue (SAR) Gambar VII. Daerah pencarian berupa lingkaran dan rute pencarian berbentuk segitiga sama sisi.6. Pembelokan yang digunakan tidak acak. Flare 119 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .

Bila daerah pencarian cukup luas dan medannya relatif datar. PM parallel track. multi unit. circle) 7. PSS (parallel track. PSL (parallel track. return) TMR (track line. Biasanya digunakan dengan huruf-huruf awal yang terdiri dari 3 huruf. non return) Pencarian dengan pola parallel (sejajar memanjang/melingkar). Huruf 3 : Keterangan pelengkap. single unit. 2.Search and Rescue (SAR) 8. multi unit. loran) 120 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . multi unit) 3. multi unit. misalnya T (track line). PMR (parallel track. misalnya : S (single unit). misalnya : C = coordinated (dengan koordinasi) atau circle (melingkari) R = radar (digunakan untuk pengendalian) atau return to starting point N = Non return (tidak perlu kembali ke titik awal) L = Loran line (sesuai garis loran) Pencarian dengan pola garis lintasan (track line) digunakan : 1. digunakan : 1. PS (parallel track. Pola track line dikenal 4 jenis : TSR (track line. M (multi unit). Untuk usaha pencarian secara fisik yang pertama kali dapat dilakukan misalnya meminta bantuan pada pesawat komersil yang kebetulan melintas jalur tersebut. non return) TMN (track line. non return) 5. return) TSN (track line. PSC (parallel track. Bila seseorang dinyatakan hilang pada jalur perjalanan yang direncanakan dan tidak diketahui data-data lain. 9. Untuk menamakan sesuatu pada pencarian SAR. Cara ini dilakukan dengan menunggu survivor di lokasi yang memungkinkan. dan contour. Dikenal 9 bentuk : 1. Huruf 1 : Pola pencarian yang digunakan. single unit. single unit. return) 4. circle) 6. P (parallel) Huruf 2 : Unit yang terlibat. parallel. Barrier (B) Jika survuvor tidak dapat didekati karena masalah geografis. single unit. spiral) 8. PMN (parallel track. Homing Pola-pola pencarian yang sering dilakukan pada misi SAR darat (khususnya di Indonesia) adalah track line. Hanya diketahui posisi duga fari sasaran yang dicari. single unit) 2. PMC (parallel track. multi unit. 2. singe unit. multi unit. berarti jalur perjalanan/garis lintasan merupakan satu-satunya data.

termasuk visibility (jangkauan pandang) dan keadaan anginnya. Anggota SRU harus berpengalaman. 2. PDW. Syarat : 1. dengan peta yang cukup luas.id 121 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .or. Agustin. 3. single unit. Briefing harus baik. Keadaan cuaca harus baik. mempunyai kondisi dan daya tahan tinggi. (2006). Panduan Teknis Pendakian Gunung. http://basarnas. Hendri. arc) Pencapaian dengan pola contour digunakan untuk daerah yang bergunung dan berbukit. Yogyakarta: Percetakan ANDI Basarnas.Search and Rescue (SAR) 9. PSA (parallel track.

viiI KONSERVASI Introducing: Konservasi Restorasi .

pendidikan. 3. Cagar Alam Kawasan cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan. 123 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .Konservasi VIII. preservasi. mewakili formasi biota tertentu dan atau unit-unit penyusunnya. Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS. Adapun Kriteria untuk penunjukkan dan penetapan sebagai kawasan cagar alam : 1. konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang. penelitian. atau jika memungkinkan. Konservasi merupakan manajemen udara. 1982). 2. 3. sebagai berikut : 1. 1980). mengganti bagian-bagian yang hilang dari suatu koleksi. namun secara bijaksana (wise use). satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang. Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang optimal secara sosial (Randall. A. Apabila merujuk pada pengertiannya. Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi. 1968). baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia. mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa dan tipe ekosistem. mempunyai kondisi alam. konservasi didefinisikan dalam beberapa batasan. pemanfaatan dan latihan (IUCN. mineral ke organisme hidup 4.KONSERVASI Konservasi Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have). mempunyai luas yang cukup dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dan menjamin keberlangsungan proses ekologis secara alami. sedangkan dari segi ekologi. konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu. upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang. termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai. administrasi. air. 2. Sedangkan menurut Rijksen (1981). Restorasi Restorasi adalah upaya untuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak. Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American Dictionary). 4. tanah.

Suatu kawasan cagar alam dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspekaspek ekologi. melakukan perburuan terhadap satwa yang berada di dalam b. merusak. Ekonomi : Dapat dikembangkan sebagai kawasan yang mempunyai nilai ekonomis. menunjang budidaya. Memiliki sumber daya alam yang khas dan unik baik berupa jenis tumbuhan maupun satwa dan ekosistemnya serta gejala alam yang masih utuh dan alami.Konservasi 5. Merupakan kawasan yang dapat dibagi kedalam Zona Inti. dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan. pengawetan dan pemanfaatan kawasan. mengambil. menebang. Memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh sebagai pariwisata alam. Rencana pengelolaan cagar alam sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan. Kriteria Penetapan Kawasan Taman Nasional (TN) adalah sebagai berikut : 1. ketergantungan penduduk sekitar kawasan. Taman Nasional Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli. dapat ditetapkan sebagai zona tersendiri. 124 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . perlindungan dan pengamanan kawasan 2. kawasanmemasukan jenis-jenis tumbuhan dan satwa bukan asli ke dalam kawasan c. Memiliki keadaan alam yang asli dan alami untuk dikembangkan. 3. penelitian dan pengembangan yang menunjang pengawetan. pariwisata dan rekreasi alam. Zona Pemanfaatan. mempunyai ciri khas potensi dan dapat merupakan contoh ekosistem yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi. teknis. dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. ekonomis dan sosial budaya. Beberapa kegiatan yang dilarang karena dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan cagar alam adalah : a. penduduk pesisir bahkan devisa negara. Zona Rimba dan Zona lain yang karena pertimbangan kepentingan rehabilitasi kawasan. 4. 3. dan memusnahkan tumbuhan dan satwa dalam dan dari kawasan menggali atau membuat lubang pada tanah yang mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa dalam kawasan B. Pemerintah bertugas mengelola kawasan cagar alam. dan atau mempunyai komunitas tumbuhan dan atau satwa beserta ekosistemnya yang langka atau yang keberadaannya terancam punah. sebagai contoh potensi terumbu karang merupakan sumber yang memiliki produktivitas dan keanekaragaman yang tinggi sehingga membantu meningkatkan pendapatan bagi nelayan. inventarisasi potensi kawasan 3. pendidikan. ilmu pengetahuan. Ekologi : Dapat menjaga keseimbangan kehidupan baik biotik maupun abiotik di daratan maupun perairan. Estetika : Memiliki keindahan sebagai obyek wisata alam yang dikembangkan sebagai usaha pariwisata alam / bahari. Upaya pengawetan kawasan cagar alam dilaksanakan dalam bentuk kegiatan : 1. 2. Manfaat taman nasional Pengelolaan taman nasional dapat memberikan manfaat antara lain: 1. 2. Kawasan yang ditetapkan mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami. 5. memotong. dan dalam rangka mendukung upaya pelestarian sumber daya alam hayati dan kosistemnya.

penelitian dan pengembangan dalam menunjang pengelolaan. 4. perlindungan dan pengamanan. mempunyai komunitas tumbuhan dan atau satwa beserta ekosistemnya yang langka atau yang keberadaannya terancam punah. 2. teknis. mewakili formasi biota tertentu dan atau unit-unit penyusunnya. Rencana pengelolaan taman nasional sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan. Suatu kawasan taman nasionali kelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi. mempunyai ciri khas potensinya dan dapat merupakan contoh yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi. 2. Kriteria zona pemanfaatan. kawasan yang ditetapkan mampu mendukung upaya perkembangan dari jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasi. 3. inventarisasi potensi kawasan. pendidikan dan penelitian. 3. ekonomis dan sosial budaya. Kriteria zona inti. baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan atau tidak atau belum diganggu manusia. dan atau yang ditetapkan Menteri berdasarkan kebutuhan pelestarian sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. Zona pemanfaatan 3. mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan. 3. Jaminan Masa Depan : Keanekaragaman sumber daya alam kawasan konservasi baik di darat maupun di perairan memiliki jaminan untuk dimanfaatkan secara batasan bagi kehidupan yang lebih baik untuk generasi kini dan yang akan datang. satwa atau berupa formasi ekosistem tertentu serta formasi geologinya yang indah dan unik. 5. dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan. yaitu : 1. yaitu : 1. 3. Zona inti 2. Upaya pengawetan kawasan taman nasional dilaksanakan sesuai dengan sistem zonasi pengelolaannya: Upaya pengawetan pada zona inti dilaksanakan dalam bentuk kegiatan : 1. 2. 125 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .Konservasi 4. yaitu : 1. pengawetan dan pemanfaatan kawasan. merupakan tempat dan kehidupan bagi jenis satwa migran tertentu. 5. mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelestarian potensi dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi alam. 6. Kawasan taman nasional dikelola oleh pemerintah dan dikelola dengan upaya pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. mempunyai luas yang cukup dan bentuk tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dan menjamin berlangsungnya proses ekologis secara alami. mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. memiliki keanekaragaman jenis yang mampu menyangga pelestarian zona inti dan zona pemanfaatan. 2. Kriteria zona rimba. kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung upaya pengembangan pariwisata alam. Zona rimba. Pengelolaan Taman nasional didasarkan atas sistem zonasi. yang dapat dibagi atas : 1. mempunyai kondisi alam. Pendidikan dan Penelitian : Merupakan obyek dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

memusnahkan dan mengangkut sumberdaya alam ke dan dari dalam kawasan. Perlindungan dan pengamanan 2. melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan rencana 5. meliputi kegiatan : 1. memotong. 126 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . 3. Pembinaa Padang Rumput 2. menangkap. memindahkan. penjarangan populasi satwa 5. ilmu pengetahuan. penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon pelindung dan pohon-pohon sumber makanan satwa 4. kegiatan penunjang budidaya. kegiatan penunjang budidaya. pendidikan dan atau 4. merusak kekhasan potensi sebagai pembentuk ekosistem 2. bentuk kegiatan: Pembinaan habitat dan populasi satwa. ilmu pengetahuan.Konservasi Upaya pengawetan pada zona pemanfaatan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan : 1. Taman nasional dapat dimanfaatkan sesuai dengan sistem zonasinya : Pemanfaatan Zona inti : 1. penambahan tumbuhan atau satwa asli. pembuatan fasilitas air minum dan atau tempat berkubang dan mandi satwa 3. menebang. 2. pengelolaan dan atau rencana Pengusahaan yang telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang. 3. pendidikan. membawa alat yang lazim digunakan untuk mengambil. 4. pariwisata alam dan rekreasi. penelitian dan pengembangan dalam menunjang pariwisata alam Upaya pengawetan pada zona rimba dilaksanakan dalam 1. 2. perlindungan dan pengamanan 2. 2. Pemanfaatan zona rimba : 1. Inventarisasi potensi kawasan 3. Beberapa kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan taman nasional adalah : 1. Sesuatu kegiatan yang dapat dianggap sebagai tindakan permulaan melakukan kegiatan yang berakibat terhadap perubahan fungsi kawasan adalah : 1. atau 6. Penelitian dan pengembangan dalam menunjang pengelolaan 4. berburu. penelitian dan pengembangan yang menunjang pemanfaatan. pemberantasan jenis tumbuhan dan satwa pengganggu. Pemanfaatan zona pemanfaatan : 1. merusak keindahan dan gejala alam 3. penelitian dan pengembangan yang menunjang pemanfaatan. merusak atau menghilangkan tanda batas kawasan. Pembinaan habitat dan populasi satwa. mengurangi luas kawasan yang telah ditentukan 4. penelitian dan pengembangan yang menunjang pemanfaatan. inventarisasi potensi kawasan 3. 2. merusak.

Pemerintah bertugas mengelola kawasan suaka margasatwa. merupakan tempat dan kehidupan bagi jenis satwa migran tertentu. atau 127 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . 2. menebang. merupakan habitat dari suatu jenis satwa langka dan atau dikhawatirkan akan punah. Suatu kawasan suaka margasatwa dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi. mempunyai luasan yang cukup sebagai habitat jenis satwa yang bersangkutan. 5. penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon pelindung dan pohon-pohon sumber makanan satwa. memasukan jenis-jenis tumbuhan dan satwa bukan asli ke dalam kawasan 3. Beberapa kegiatan yang dilarang karena dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan suaka margasatwa alam adalah : 1. penambahan tumbuhan atau satwa asli. merusak atau menghilangkan tanda batas kawasan. pembinaan padang rumput 2. memotong. penjarangan populasi satwa. C. pemberantasan jenis tumbuhan dan satwa pengganggu. kegiatan penunjang budidaya. dan memusnahkan tumbuhan dan satwa dalam dan dari kawasan 4. memotong. memindahkan. merupakan tempat hidup dan perkembangbiakan dari jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasinya. seperti : 1. 4. atau 5. melakukan perburuan terhadap satwa yang berada di dalam kawasan 2. Larangan juga berlaku terhadap kegiatan yang dianggap sebagai tindakan permulaan yang berkibat pada perubahan keutuhan kawasan. perlindungan dan pengamanan kawasan. pembuatan fasilitas air minum dan atau tempat berkubang dan mandi satwa. Pembinaan habitat dan populasi satwa. pengawetan dan pemanfaatan kawasan. 2. dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan. 3. Upaya pengawetan kawasan suaka margasatwa dilaksanakan dalam bentuk kegiatan : 1. teknis. pendidikan. memiliki keanekaragaman dan populasi satwa yang tinggi. Suaka Margasatwa Kawasan suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. 4. ekonomis dan sosial budaya. 4. menggali atau membuat lubang pada tanah yang mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa dalam kawasan. merusak. Adapun kriteria untuk penunjukkan dan penetapan sebagai kawasan suaka margasatwa : 1.Konservasi 3. mengubah bentang alam kawasan yang mengusik atau mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa. enelitian dan pengembangan yang menunjang pengawetan. Rencana pengelolaan suaka margasatwa sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan. 4. dan atau 5. mengambil. meliputi kegiatan : 1. atau 6. inventarisasi potensi kawasan. pembinaan habitat dan populasi satwa. 3. 3.

6. satwa atau ekosistem gejala alam serta formasi geologi yang menarik. Kawasan taman wisata alam dikelola oleh pemerintah dan dikelola dengan upaya pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. Kegiatan penelitian di atas. pembinaan habitat dan populasi satwa. dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan. penelitian untuk menunjang pemanfaatan dan budidaya. penelitian dan pengembangan yang menunjang pelestarian potensi 4. merusak. mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelestarian fungsi potensi dan daya atarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi alam. 3. cagar alam dapat dimanfaatkan untuk : 1. meliputi : a. Upaya pengawetan kawasan taman wisata alam dilaksanakan dalam bentuk kegiatan : 1. perlindungan dan pengamanan 2. ilmu pengetahuan 3. pendidikan 4. berburu.Konservasi 2. penelitian dan pengembangan 2. kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung upaya pengembangan pariwisata alam. mengangkut. menebang. penjarangan populasi satwa 5. wisata alam terbatas 5. Adapun kriteria untuk penunjukkan dan penetapan sebagai kawasan taman wisata alam : 1. Taman Wisata Alam Kawasan taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam dengan tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. inventarisasi potensi kawasan 3. penelitian dasar b. ekonomis dan sosial budaya. teknis. membelah. membawa alat yang lazim digunakan untuk mengambil. D. Suatu kawasan taman wisata alam dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi. 2. penambahan tumbuhan atau satwa asli. pengawetan dan pemanfaatan kawasan. Pembinaan habitat dan populasi satwa. atau pemberantasan jenis tumbuhan dan satwa pengganggu. pembinaan padang rumput 2. Sesuai dengan fungsinya. memusnahkan satwa dan tumbuhan ke dan dari dalam kawasan. penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon pelindung dan pohon-pohon sumber makanan satwa 4. Rencana pengelolaan taman wisata alam sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan. mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan. meliputi kegiatan : 1. pembuatan fasilitas air minum dan atau tempat berkubang dan mandi satwa 3. kegiatan penunjang budidaya. Beberapa kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan taman wisata alam adalah : 128 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .

jenis asli dan atau bukan asli. inventarisasi potensi kawasan 3. Taman Hutan Raya Kawasan Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami. pendidikan 4. pendidikan. menebang pohon. 3. mengangkut kayu dan satwa atau bagian-bagiannya di dalam dan ke luar kawasan. E. Suatu kawasan taman wisata alam dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi. Rencana pengelolaan taman hutan raya sekurang-kurangnya memuat tujuan pengelolaan. Mempunyai luas yang cukup yang memungkinkan untuk pembangunan koleksi tumbuhan dan atau satwa baik jenis asli dan atau bukan asli Kawasan taman hutan raya dikelola oleh pemerintah dan dikelola dengan upaya pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. penelitian dan pengembangan (kegiatan pendidikan dapat berupa karya wisata. Merupakan kawasan dengan ciri khas baik asli maupun buatan baik pada kawasan yang ekosistemnya masih utuh ataupun kawasan yang ekosistemnya sudah berubah. pariwisata alam dan rekreasi 2. dan 3. ilmu pengetahuan. Sesuai dengan fungsinya. ekonomis dan sosial budaya. yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian. Pembinaan dan pengembangan bertujuan untuk koleksi. kegiatan penunjang budaya. melakukan kegiatan usaha yang menimbulkan pencemaran kawasan 3. Beberapa kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan taman hutan raya adalah : 1. widya wisata. serta memusnahkan sumberdaya alam di dalam kawasan 2.Konservasi 1. Memiliki keindahan alam dan atau gejala alam. merusak keindahan dan gejala alam 3. Upaya pengawetan kawasan taman hutan raya dilaksanakan dalam bentuk kegiatan : 1. merusak kekhasan potensi sebagai pembentuk ekosistem 2. perlindungan dan pengamanan 2. pembinaan dan pengembangan tumbuhan dan atau satwa. mengurangi luas kawasan yang telah ditentukan 129 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . dan pemanfaatan hasil-hasil penelitian serta peragaan dokumentasi tentang potensi kawasan wisata alam tersebut). Adapun kriteria penunjukkan dan penetaan sebagai kawasan taman hutan raya : 1. budaya. dan garis besar kegiatan yang menunjang upaya perlindungan. 2. taman wisata alam dapat dimanfaatkan untuk : 1. teknis. penelitian dan pengembangan yang menunjang pengelolaan 4. melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan rencana pengelolaan dan atau rencana pengusahaan yang telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang. menunjang budidaya. pariwisata dan rekreasi. berburu. pengawetan dan pemanfaatan kawasan.

3. Akta buru b. 4. Areal Buru. Sedangkan berdasarkan tempat/lokasinya dapat dibedakan menjadi : 1. Ketentuan 130 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Kebun Buru. jenis kegiatan berburu di Indonesia digolongkan menjadi : 1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. menangkap. berburu. 2. d. Selanjutnya pemburu dapat Iangsung menuju lokasi taman buru dan melapor kepada petugas taman buru. taman hutan raya dapat dimanfaatkan untuk : 1. Sesuai dengan fungsinya. penelitian dan pengembangan (kegiatan penelitian meliputi penelitian dasar dan penelitian untuk menunjang pengelolaan kawasan tersebut). ilmu pengetahuan 3. menebang. 2. Pemburu yang akan melaksanakan kegiatan berburu baik perorangan maupun menggunakan jasa penyelenggara wisata buru. adalah lahan di luar kawasan hutan yang diusahakan oleh badan usaha dengan sesuatu alas hak untuk kegiatan perburuan. Berburu tradisional 3. Berburu untuk keperluan olah raga dan trofi. 2.Konservasi 4. melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan rencana pengelolaan dan atau rencana pengusahaan yang telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang. 2. membawa alat yang lazim digunakan untuk mengambil. pendidikan 4. pelestarian budaya F. memindahkan. Pelaksanaan Berburu untuk Olah Raga dan Trofi di Taman Buru 1. Sesuatu kegiatan yang dapat dianggap sebagai tindakan permulaan melakukan kegiatan yang berakibat terhadap perubahan fungsi kawasan adalah : 1. dapat Iangsung melapor kepada petugas Seksi KSDA dan Kepolisian Sektor setempat dengan membawa: a. pariwisata alam dan rekreasi 6. 3. merusak. Senjata buru yang akan digunakan untuk berburu.13 Tahun 1994 tetantang perburuan satwa buru. Pemburu tidak diperkenankan melakukan kegiatan perburuan di taman buru diluar ketentuan yang berlaku yang tercantum di dalam surat izin berburu. adalah areal di luar taman buru dan kebun buru yang didalamnya terdapat satwa buru. merusak atau menghilangkan tanda batas kawasan 2. Taman buru adalah kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat diselenggarakannya perburuan secara teratur. Surat izin penggunaan senjata api buru atau senapan angin. Selama pemburu berada di lokasi taman buru harus didampingi oleh pemandu wisata buru dan wajib mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku di taman buru. memusnahkan dan mengangkut sumberdaya alam ke dan dari dalam kawasan. yang dapat diselenggarakan perburuan. Taman Berburu Berburu adalah menangkap dan/atau membunuh satwa buru termasuk mengambil atau memindahkan telur-telur dan/atau sarang satwa buru. Berburu untuk keperluan lain-lain. Surat izin berburu c. Taman Buru. memotong. kegiatan penunjang budidaya 5.

Ketentuan tersebut meliputi lokasi. Setelah selesai berburu. jenis satwa buru yang boleh diburu dan jatah buru. d. Apabila pemburu akan membawa hasil buruan tensebut dan tempat berburu ke propinsi lain. 8. 8. Laporan Hash Buruan (LHB) tersebut berfungsi sebagai surat keterangan asal usul satwa atau hasil buruan satwa dan sekaligus dapat berfungsi sebagai surat izin angkut satwa dan lokasi berburu ke tempat tujuan pemburu terdekat. Laporan Hasil Buruan (LHB) tersebut berfungsi sebagai surat keterangan asal usul satwa atau hasil buruan satwa dan sekaligus dapat berfungsi sebagai surat izin angkut satwa dan lokasi berburu ke tempat tujuan pemburu terdekat. Selanjutnya pemburu dapat Iangsung menuju lokasi kebun buru dan melapor kepada petugas kebun buru. pemburu wajib melaporkan hasil kegiatannya kepada petugas Seksi KSDA dan Kepolisian Sektor setempat untuk metaksanakan pemeriksaan atas hasil buruan. Apabila hasil buruan satwa tersebut akan dibawa ke luar negeri. Setelah selesai pemeriksaan atas hasil buruan. waktu berlakunya surat izin berburu. 7. Hasil buruan yang berupa satwa hidup atau mati atau bagian-bagiannya. pemburu harus membayan pungutan hasil buruan kepada Pengusaha Kebun Buru. surat izin berburu c. surat izin penggunaan senjata api buru atau senapan angin. Pelaksanaan Berburu untuk Olah Raga dan Trofi di Kebun Buru 1. 9. 4. pemburu perlu melapor ke Direktorat Jenderal Penlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) untuk mendapatkan surat izin angkut satwa ke luar negeri dan Direktur Jenderal PHPA. 131 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . 6. Setelah selesai berburu. 3. tersebut meliputi lokasi. jenis satwa buru yang boleh diburu dan jatah buru. dapat Iangsung meIipor kepada petugas Seksi KSDA dan Kepolisian Sektor setempat dengan membawa: a. 2. pemburu perlu melapor ke Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Pelestarian Alam (PHPA) untuk mendapatkan surat izin angkut satwa ke luar negeri dan Direktur Jenderal PHPA. Selama pemburu berada di lokasi kebun buru harus didampingi oleh pemandu buru yang telah terdaftar di kebun buru tersebut dan wajib mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku di kebun buru. waktu berlakunya surat izin benburu. pemburu perlu melapor ke Balai KSDA setempat untuk mendapatkan surat izin angkut satwa. akta buru b. pemburu wajib melapor ke Balal KSDA untuk mendapatkan surat izin angkut satwa. 9. dicatat dan dibuat Iaporannya oleh pemburu dalam bentuk Laporan Hasil Buruan (LHB) yang diperiksa dan disyahkan oleh petugas Seksi KSDA dan -ditembuskan kepada pengusaha taman buru.Konservasi 5. senjata buru yang akan digunakan untuk berburu. Apabila hasil buruan satwa tersebut akan dibawa ke luar negeni. Pemburu yang tidak melalui jasa penyelenggara wisata buru maupun pemburu yang pelaksanaan perburuannya diatur oleh penyelenggara wisata buru yang akan melaksanakan kegiatan berburu. Pemburu tidak diperkenankan melakukan kegiatan perburuan di kebun buru diluan ketentuan yang berlaku yang tercantum di dalam surat izin berburu. 5. 7. Apabila pemburu akan membawa hasil buruan tersebut keluar dan tempat berburu ke propinsi lain. sesuai dengan tarif yang berlaku. 6. pemburu dan petugas pengusaha kebun buru wajib melaporkan hasil buruan kepada petugas Seksi KSDA setempat untuk dilaksanakan pemeriksaan atas hasil buruan.

Setelah selesai berburu. surat izin berburu c. Selama pemburu benada di lokasi areal buru harus didampingi oleh pemandu buru dan atau petugas Seksi KSDA setempat dan wajib mentaati peraturan penundangundangan yang berlaku di areal buru. melapor ke Seksi KSDA dan Kepolisian Sektor setempat dengan membawa a. 132 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . akta buru b. Pemburu yang akan melaksanakan kegiatan berburu di areal buru. Selanjutnya pemburu dapat langsung menuju lokasi areal buru. 2. Ketentuan tersebut meliputi lokasi. 3. senjata buru yang akan digunakan untuk berburu. 5. 4. Pemburu tidak diperkenankan melakukan kegiatan perburuan di areal buru diluar ketentuan yang berlaku yang tercantum di dalam surat izin berburu. d. waktu berlakunya surat izin berburu. jenis satwa buru yang boleh diburu dan jatah buru. pemburu wajib melaporkan hasil kegiatannya kepada petugas Seksi KSDA dan Kepolisian Sektor setempat Untuk melaksanakan.Konservasi Pelaksanaan Berburu untuk Olah Raga dan Trofi di Areal Buru 1. surat izin penggunaan senjata api buru atau senapan angin.

LAMPIRAN Introduction: Merencanakan Perjalanan Memilih Ransel Packing Cara Memakai Ransel Membeli Tenda Mendirikan Tenda Mendirikan Tenda saat Hujan Menghindari Dehidrasi Membeli Sleeping Bag Menghangatkan Sleeping Bag Mencuci Peralatan Masak Menghindari Petir Mengeringkan Sepatu Basah Mempertahankan Panas Tubuh Berjalan Berkelompok Menghindari Hipotermia Menghindari Infeksi pada Luka Perlengkapan Dasar Ekspedisi Manajemen Konsumsi .

Hari Pertama. Ransel dirancang sesuai dengan style perjalanan. Sehingga fisik dapat terkondisi seperti semula. Usahakan jangan membeli dengan menitipkan kepada orang lain. jangan dipaskan. ii BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . e. MERENCANAKAN RUTE PERJALANAN a. sehingga dapat merencanakan perjalanan sebaik-baiknya. Sehingga perjalanan selama tiga hari. B. maka dibuat hari istirahat diantaranya. Perjalanan yang panjang membutuhkan satu hari istirahat. dan bukan di punggung atau pinggang. Supaya berat jatuh di pundak. f. Tambahkan dan lebihkan waktu perjalanan. ransel. g. b. Medan dan kondisi jalan setapak akan memengaruhi kemampuan fisik pejalan. sepatu dan gerakan fisik. Coba back system dari ransel. Karena yang nantinga mengunakan adalah kita sendiri. Jika perjalanan dapat ditempuh selama dua hari. Sebaiknya dilakukan latihan sebelum memulai perjalanan. Coba beberapa merek. Untuk memperbandingkannya. c. d. Cari yang sesuai dengan tubuh. c. Hindari Musim Ramai. b. jika jalur utama tidak dapat digunakan.Lampiran LAMPIRAN KUMPULAN TIPS A. Hari pertama di alam bebas merupakan hari penyesuaian dan pembisaan diri dengan keadaan yang tidak biasa. MEMILIH RANSEL a. Alternatif. Hari Istirahat. tinggi tubuh pengguna dan lama perjalanan. PACKING Faktor yang perlu diperhatikan dalam packing perlengkapan perjalanan adalah: a. Sehingga kita akan kesusahan dalam memilih lokasi camp dan suasana yang nikmat. Cocokkan dengan badan. Hindari melakukan perjalanan yang melebihi kemampuan fisik dan pengetahuan dengan medan yang ditempuh. Coba sebelum membeli. C. tempat camp dan kesunyian lapangan yang sedikit. d. Keseimbangan ransel juga perlu diperhatikan. Faktor berat Letakkan barang ringan seperti sleeping bag dan jaket penghangat di bawah dan yang berat sepert logistik dan pakaian harian diatas. Belilah sesuai dengan kebutuhan. Rute cadangan sebaiknya ditentukan. Usahakan dapat diatur sesuai dengan badan. Medan. Musim ramai hanya akan menyisakan jalan. Rata-rata pejalan bisa berjalan 8-16 km per harinya dengan membawa ransel penuh. Jarak. Kemampuan Diri.

anda dpt angkat ransel dan menaruhnya di paha anda terlebih dahulu kemudian baru di kaitkan ke pundak sampai ke posisi yang paling baik iii BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . kenyamanan dalam perjalanan jauh.Lampiran b. lalu masukkan satu lengan sampai batas tali pundak di pundak. karena akan digunakan pertama saat mendirikan camp. D. kopi dll didalam nasting yang kosong. buanglah kemasan makanan yang memakan tempat sebelum memulai pendakian. Tenda di letakkan diatas dan sipisahkan dari rangkanya. Gunakan ruang kecil dalam peralatan untuk diisi dengan item yang kecil seperti gula. Faktor penggunaan barang Item yang segera dan sering diambil diletakkan diatas dan yang jarang dipakai seperti perlegkapan tidur dibawah. Dan juga. Faktor efisiensi. c. CARA MEMAKAI RANSEL Gambar Keterangan Pertama angkat ransel pada kaitnya kuat2. Jika anda tdk dapat mengangkat langsung. d. Setelah itu baru masukkan lengan satunya lagi. Merupakan seni menempatkan sesuatu di dalam ransel demi kemudahan.

Hanya barang2 yg sering di pergunakan kita taruh diluar. Kurang lebih setengah dari tali pinggang harus menutupi tulang pinggang Kencangkan tali pundak. Kencangkan stap pengangkat beban. Barang yg berat kita tempatkan dengan dikelilingi barang ringan. semakin mudah memakai ransel dan menyeimbangkan saat dibawa. ( Penting saat pendakian dan pemanjatan) Ikatkan Sternum Strap (tali dada) untuk mengikat kedua strap pundak agar tidak meleset saat digunakan di medan yang sulit. Kencangkan tali pengencang bawah mengurangi beban dari tali penyetel atas / pundak. Semakin dekat barang berat yg kita bawa ke arah tubuh. iv BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . contohnya seperti tiang tenda. Tapi jangan terlalu kencang ataupun terlalu kendur sehingga tali pengikat menjadi longgar & jauh dari pinggang atau pundak Posisi tali penyetel di pundak harus berada disekitar rusuk dengan mengencangkan secara perlahan sampai di posisi yang paling baik. tapi banyak macam ransel yang menyediakan kantung praktis disampingnya untuk menaruh barang. untuk memberikan keseimbangan dan mengangkat beban dari strap bahu ke strap pengangkat. pastikan bahan lapisan pelindung melingkar dipundak. Kantung tidur diletakkan paling bawah ransel. Posisi paling baik adalah bila sudut tali sebesar 20° dan 30° dari garis horizontal.Lampiran Selalu awali pengencangan pertama di tali pinggang kemudian baru tali pundak dan posisi tali penyetel lainnya.

E.Lampiran Rain cover Hujan yang lebat memerlukan rain cover untuk melindungi isi dari ransel yang dibawa dan dapat melindungi ransel dari kotoran dengan baik. dirikan tenda tepat dibawah lokasi yang terlindung dari air. b. Bisa jadi cuaca yang nyaman akan segera berubah menjadi hujan. b. MENGHINDARI DEHIDRASI a. v BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Dirikan tenda dengan penuh kewaspadaan akan kondisi lapangan. G. b. Apakah tahan terhadap air? Apakah pintu berfungsi normal? F. c. Gunakan tempat terlindung dari angin. Pelajari daerah calon tenda/camp. Jangan remehkan firasat akan cuaca ang akan datang selanjutny. Bentangkan flysheet atau ponco diatas lokasi pendirian tenda dengan diikatkan di pohon atau dipegang oleh anggota kelompok. Sambungan antara bagian dari tenda. c. Stabilitas tenda terhadap cuaca buruk dan ketahanannya terhadap air? Perhatikan bahan penyusunnya. MENDIRIKAN TENDA DI SAAT HUJAN a. Gunakan semua tali pengencang yang tersedia di tenda. Jika menggunakan batu sebagai pengaman. MEMBELI TENDA a. d. d. Hindari cekungan yang akan menjadi tampungan air saat hujan dan tak ada ranting tajam yang siap merobek alas tenda. Apakah ruang didalamnya sesuai dengan pengguna beserta peralatannya? Apakah terdapat teras cukup lebar? c. (Rain cover ini biasanya merupakan aksesoris dari ransel). sehingga tenda tahan terhadap terpaan cuaca buruk. Hindari air yang menandung gula. Itu dibuat bukan hanya untuk hiasan saja. gunakan yang besar dan berat. Sehingga bagian dalam tenda terlindung dari limpasan air hujan. Karena air dingin lebih muda diserap dibandingkan dengan air hangat atau panas. Minum air sebelu melakukan kegiatan fisik. MENDIRIKAN TENDA a. Minum air sedikit demi sedikit dengan teratur. Jangan gunakan daerah terbuka yang berbahaya saat cuaca buruk. Minumlah air dingin. Apakah mudah didirikan? Berdiri mandiri (free standing) atau dengan bantuan tali? d. H. b. Karena menghalangi kemampuan tubuh dalam ntdmenyerap air. sehingga lebih hangat dan aman dari cuaca buruk.

Lampiran
e. Jadikan minum sebagai kebiasaan yang teratur. Jangan hanya ketika
haus saja.
f.

Hindari alkohol dan kafein. Keduanya mengingkatkan produksi urine,
sehingga cairan tubuh banyak terbuang.

I. MEMBELI SLEEPING BAG
a. Kapan dan dimana sleeping bag tersebut digunakan, belilah sesuai pada
kondisi cuaca yang sering dihadapi. Jika musim hujan, lebih baik
mengguakan bahan sintesis. Dan sebaliknya, di saat kering dapat
mengunakan sleeping bang berbahan down atau bulu angsa.
b. Perhatikan uang yang ada. Jika longgar, belilah yang sudah teruji
kualitasnya.
c. Belilah sesuai dengan kondisi kesehatan. Jika sering kedinginan dan
susah tdur, lebih baik membeli yang hangat dan ruangannya lega.
d. Perbandingkan semua yang ada di berbagai penjual yang ada. Lihat
kondisi

luar,

dalam,

dan

jahitannya.

Jangan

sungkan

untuk

membukanya.
J. MENGHANGATKAN SLEEPING BAG
a. Masukkan botol berisi air panas kedalam sleeping bag sbelum tidur.
Biarkan sleping bang menyerap panas yang ada. Cara ini juga berguna
untuk menyimpan air hangat untuk malam hari.
b. Lakukan olahraga ringan dalam sleeping bag sebelum tidur seperti push
up dan sit up.
K. MENCUCI PERALATAN MASAK
a. Gunakan air panas yang tersisa, beguna untuk melarutkan sisa minyak
yang ada san juga sebagai proses sterilisasi.
b. Buang sisa makanan yang ada, bersihkan dengan kertas tisu, kemudian
disiram dengan air panas. Langkah terakhir dikeringkan dengan kertas
tisu.
L. MENGHINDARI PETIR
a. Jangan berdiri di puncak atau punggungan terbuka. Turun sedikit akan
memperkecil kemungkinan tersambar petir.
b. Hindari obyek yang berdiri sendiri. Ia akan mengalirkan istrik melalui
tanah.
c. Hindari obyek metal, ia merupakan konduktor baik.
d. Keluar dari air. Air mineral juga merupakan konduktor listrik yang baik.
e. Alasi tubh dengan isolator yang bisa digunakan. Baik berupa matras,
ransel, dan juga mendirikan tenda.
f.

Tempat teraman di alam bebas saat petir adalah daerah berpohon lebat.

g. Dalam grup, buat jarak antara anggota kurang lebih 8 m. Jika ada yang
tersambar, yang lainnya dapat membantu dengan aman.

vi

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Lampiran

M. MENGERINGKAN SEPATU BASAH
Masukkan gumpalan kertas koran atau tissue ke dalam sepatu hingga
semalam. Usahakan kertas diganti secara teratur jika memungkinkan,
sesuai dengan seberapa basah sepatu tersebut.
N. MEMPERTAHANKAN PANAS TUBUH
a. Makan yang teratur dan mengonsimsi air secara teratur. Upaya ini untuk
menjaga metabolisme tubuh supaya teratur.
b. Gunakan alas tidur yang memadai. Untuk memisahkan antara tubuh dan
tanah yang dingin dan lembab.
c. Tempatkan balaclava di tempat yang mudah dijangkau tangan, supaya
dapat mudah digunakan saat membutuhkan, dan gunakan kaus kaki
kering.
d. Masukkan botol berisi air panas kedalam sleeping bag.
e. Jika merasa dingin saat bangun, hangatkan tubuh dengan cara makan
dan minum.
f.

Tempatkan botol khusus untuk menampung air seni. Tenda yang terbuka
menyebabkan suhu dalam tenda menyesuaikan dengan suhu luar,
dingin.

O. BERJALAN BERKELOMPOK
a. Tetapkan ritme perjalanan dengan sebaiknya. Jangan sampai membuat
anggota kelompok yang lambat kepayahan. Aturlah ritme perjalanan
hingga yang cepat tidak terlalu jauh meninggalakn dan yang lambat tak
tertinggal jauh. Berikan waktu istirahat sehingga yang lambat dapat
menyusul dan sempat beristirahat.
b. Anggota yang lambat lebih baik ditempatkan di depan sehingga yang
lainnya dapat menyesuaikan kecepatan jalannya. Dan akan menjaga

vii

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Lampiran
kelompok untuk terus berjalan bersama dan dapat memotivasi yang
lambat untuk lebih cepat dari biasanya.
c. Berikan peralatan kelompok kepada anggota yang memiliki fisik dan
tenaga lebih kuat.
d. Tetap bersama kelompok, jangan sampai kehilangan kontak dengan
anggota lainnya stsu saling menunggu.
e. Saat berhenti, berdirilah atau istirahatlah di tepi jalan.
f.

Saat

berpapasan

dengan

kelompok

lain,

bertenggang

rasalah.

Berhentilah untuk memberikan jalan untuk kelompok lain dan istirahat
bagi kelompok.
g. Tempatkan anggota yang berpengalaman di belakang, untuk mengawasi
dan menjaga anggota lain yang lebih amatir.
h. berlaku ramah dan saling menolong. Jadilah orang yang disenangi
selama perjalanan.
P. MENGHINDARI HIPOTERMIA
a. Hindari tubuh basah, jika basah keluarlah dari kondisi basah tersebut
dan berganti pakaian dengan yang kering.
b. hindari angin yang dingin, jika tida bisa secepatnya beranjak pergi dai
daerah berangin dingin tersebut.
c. hindari dehidrasi, jika terjadi gantikan cairan tubuh dengan minum
secukupnya.
d. berikan tubuh isolasi yang cukup dengan memakai pakaian yang sesuai
dengan cuaca.
Q. MENGHINDARI INFEKSI PADA LUKA
a. Selalu mencuci tangan sebelum memegang luka
b. Menggunakan sarung tangan ketika merawat luka
c. Mencuci dan membesihkan lika dan sekitarnya
d. Luka ditutup dengan plaster, bandage atau kain kasa steril
e. Penutup luka diganti tiap hari

viii

BIOLASKA
Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga

Lampiran APENDIKS A. Kaki  Sepatu bot  Sandal  Kaos kaki dan cadangannya  Gaiter 4. PERLENGKAPAN DASAR EKSPEDISI PERSEORANGAN 1. Penelitian (Lapangan)  GPS receiver  Perlengkapan Navigasi  Radio Komunikasi (HT)  Pita/cat penanda  Meteran roll dan tali  Peta lengkap  Altimeter  Barometer  Thermometer  Soil tester  ATK (pensil dan writing pad) 11. Packing  Ransel/Carrier  Tas Camera  Tas pinggang  Tas peralatan mandi  Stuff bag/kantong plastic  Carrier cover 2. Dokumentasi  Kamera pocket/SLR  Memory card/film cadangan  Baterai cadangan BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Emergensi dan Survival  P3K kit  Obat-obatan pribadi  Survival kit  Tali temali 6. Base Camp  Sleeping bag  Matras  Piring plastik  Mug/cangkir/gelas plastik  Sendok dan garpu  Pisau lipat serba guna ix       Botol minum Peralatan mandi Plastik untuk sampah Senter/headlamp Toilet paper Korek api TIM/KELOMPOK 8. Pakaian  Jaket parka gunung  Wind breaker  Raincoat/Ponco  Jaket Fleece  Pakaian tidur  Pakaian jalan  Pakaian ganti  Balaclava/sheebo/kupluk  Topi  Sarung tangan 3. Peralatan Kelompok  Tenda lengkap  Kompor dan bahan bakar  Lentera/lilin PENELITIAN 9. Aksesoris  Kacamata  Dompet  Bandana/syal  Kosmetik 5. Penelitian (Base Camp)  Laptop dan solar panel elastis  Radio Komunikasi (HT)  Meja dan kursi lapangan  ATK 10. Navigasi/Orientasi  Kompas bidik/orientasi  Protaktor/busur derajat  Peta dan tempatnya  Binocular/teropong  Altimeter  Kurvimeter  Thermometer  Jam tangan  Alat tulis 7.

/ / / / Harga/jumlah Rp. BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Snack Makanan / c. / / / / : Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Makan Siang Makanan / d. Rp. MANAJEMEN KONSUMSI 1. Makan Malam Makanan x / Jumlah hari / Kwantitas/orang/hari Total Jumlah hari / Kwantitas/orang/hari Total Jumlah hari / Kwantitas/orang/hari Total Total Biaya Kwantitas/orang/hari / Jumlah hari Harga/jumlah Rp. Rp. Rp. Rp.Lampiran B. Rp. METODE RANSUM a. Rp. Makan Pagi Makanan Total / b. Rp. Rp. / / / / / Harga/jumlah Rp. Rp. / / / / / Harga/jumlah Rp.

BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Makan Siang Hari Makanan Kwantitas/orang Snack Total / c. Makan Malam Hari Makanan Total Total Biaya xi Kwantitas/orang / harga Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp harga Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp harga Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp : Rp. METODE HARIAN a.Lampiran 2. Makan Pagi Hari Makanan Total Kwantitas/orang / b.

Please come back for an upcoming reference map and page for Asia. This list is one of 20 lists for the Asian ultra-prominence mountains. Compiled 2005 by Jonathan de Ferranti and Aaron Maizlish first listing. August 16. Puncak Jaya Pegunungan Arfak Puncak Mandala Pegunungan Kobowre Pegunungan Gauttier Pegunungan Wondiwoi Bon Irau Pegunungan Cycloop UndundiWandandi Pegunungan Kumawa Angemuk Deyjay Indonesia Irian Jaya 4884 4884 0 04º03'48"S 137º11'09"E Indonesia Irian Jaya 2940 2761 179 01º09'24"S 133º58'48"E Indonesia Irian Jaya 4760 2760 2000 04º42'30"S 140º17'21"E Indonesia Irian Jaya 3750 2217 1533 03º52'15"S 135º52'15"E Indonesia Irian Jaya 2230 2007 223 02º34'15"S 138º40'27"E Indonesia Irian Jaya 2180 1985 195 02º44'00"S 134º35'03"E Indonesia Indonesia Irian Jaya Irian Jaya 2500 2000 1900 1876 600 124 00º39'42"S 02º30'24"S 132º53'21"E 140º31'30"E Indonesia Irian Jaya 3640 1740 1900 03º30'24"S 136º25'21"E Indonesia Irian Jaya 1680 1636 44 03º54'57"S 133º00'39"E Indonesia Indonesia Irian Jaya Irian Jaya 3949 3340 1565 1555 2384 1785 03º31'30"S 03º58'09"S 138º35'30"E 136º11'42"E 3676 3284 3118 3069 2812 2793 0 144 147 263 527 285 08º06'27"S 07º14'21"S 07º37'39"S 08º07'33"S 07º45'51"S 06º53'36"S 112º55'21"E 109º13'12"E 111º11'39"E 114º02'45"E 112º35'21"E 108º24'24"E [B8] Papua and New Guinea 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Java 1 2 3 4 5 6 xii Gunung Gunung Gunung Gunung Gunung Gunung Semeru Slamet Lawu Raung Arjuna Cireme Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Java Java Java Java Java Java 3676 3428 3265 3332 3339 3078 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga [WP1] [WP12] .Lampiran MOUNTAINS OF THE INDONESIAN ARCHIPELAGO 92 Mountain Summits with Prominence of 1. 5 Summits in eastern Malaysia (Sarawak and Sabah on Borneo). including the following: 86 Summits in the Republic of Indonesia. corresponding to "T" on the continental map. 2 Summits that lie wholly in the new nation of Timor l'Este. including one summit that sits on the border between Malaysia and Indonesia. 2005 Rank Summit Name Country 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Island Elevation Prominence (m) (m) Borneo 4101 4101 Saddle (m) Latitude Longitude Notes 0 06º04'30"N 116º33'30"E [B1] Gunung Kinabalu Gunung Mulu Bukit Raya Gunung Murud Gunung Besar Gunung Trusmadi Gunung Niut Bukit Batu Batu Jumak Gunung Saran Gunung Rumput Malaysia Sabah Malaysia Indonesia Indonesia Indonesia Malaysia Sarawak Kalimantan Kalimantan Kalimantan Sabah 2376 2300 2423 1892 2643 2024 2018 1967 1792 1703 352 282 456 100 940 04º02'45"N 00º39'33"S 03º54'18"N 02º42'39"S 05º33'09"N 114º55'48"E 112º41'18"E 115º29'18"E 115º37'33"E 116º30'57"E Indonesia Malaysia Indonesia Indonesia Indonesia/ Malaysia Kalimantan Sarawak Kalimantan Kalimantan Kalimantan/ Sarawak 1701 2040 2250 1758 1590 1661 1572 1576 1571 1560 40 468 674 187 30 01º00'09"N 02º15'03"N 01º49'09"N 00º25'24"S 01º43'18"N 109º56'00"E 113º43'03"E 115º16'21"E 111º17'42"E 109º40'03"E Carstensz Pyramid.500 meters or greater This list includes 92 summits on the islands of the Indonesian Archipelago.

Lampiran 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Gunung Argopuro Gunung Sumbing Gunung Merbabu Pangrango Gunung Liman Gunung Cikuray Gunung Sindoro Gunung Karang Gunung Salak Gunung Butak Gunung Muria Indonesia Java 3088 2746 342 07º57'51"S 113º34'00"E Indonesia Java 3320 2577 743 07º23'06"S 110º04'21"E Indonesia Java 3145 2432 713 07º27'18"S 110º26'24"E Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Java Java Java Java Java Java Java Java 3019 2563 2820 3150 1778 2211 2868 1602 2426 2131 2103 1760 1703 1678 1675 1595 593 432 717 1390 75 533 1193 7 06º46'09"S 07º49'30"S 07º19'21"S 07º18'09"S 06º16'09"S 06º42'57"S 07º57'18"S 06º37'00"S 106º57'54"E 111º45'39"E 107º51'36"E 109º59'45"E 106º03'00"E 106º44'00"E 112º27'54"E 110º53'27"E Gunung Binaiya Gunung Kapalatmada Buku Sibela Pulau Tidore Pulau Ternate HP Pulau Obi Gunung Gamkonora Indonesia Indonesia Seram Buru 3027 2700 3027 2700 0 0 03º10'24"S 03º18'00"S 129º27'18"E 126º13'12"E Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Batjan Tidore Ternate Obi Halmahera 2111 1750 1715 1611 1560 2111 1750 1715 1611 1560 0 0 0 0 0 00º44'12"S 00º39'51"N 00º48'33"N 01º32'18"S 01º22'42"N 127º31'27"E 127º24'06"E 127º20'00"E 127º40'09"E 127º32'03"E Gunung Rinjani Gunung Agung Gunung Tambora Poco Mandasawu Pulau Sangeang Dola Koyakoya Olet Sangenges Ili Boleng Ili Labalekang Gunung Inerie Indonesia Indonesia Indonesia Lombok Bali Sumbawa 3726 3031 2722 3726 3031 2722 0 0 0 08º24'36"S 08º20'27"S 08º14'48"S 116º27'30"E 115º30'12"E 117º57'30"E Indonesia Flores 2370 2370 0 08º39'06"S 120º26'54"E Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Sangeang Alor Sumbawa Adonara Lomblen Flores 1949 1821 1840 1661 1644 2245 1949 1821 1773 1661 1644 1643 0 0 67 0 0 602 08º11'48"S 08º13'15"S 08º34'48"S 08º20'45"S 08º32'42"S 08º52'42"S 119º04'12"E 125º01'15"E 117º07'18"E 123º15'24"E 123º23'03"E 120º57'15"E Bulu Rantemario Moncong Lompobatang Fuyul Sojol Bulu Kandela Gunung Mekongga Tanete Gandangdewata Gunung Tumpu Pegunungan Pompangeo Gunung Klabat Gunung Api Bukii Dako Buyu Lumut Bulu Torompupu Buyu Balease Huidu Matabulawa Gunung Sambapolulu Huidu Tentolomatinan Indonesia Sulawesi 3478 3478 0 03º23'06"S 120º01'27"E Indonesia Sulawesi 2874 2857 17 05º20'48"S 119º55'54"E Indonesia Indonesia Indonesia Sulawesi Sulawesi Sulawesi 3030 2870 2650 2713 2258 2220 317 612 430 00º34'39"N 01º17'57"S 03º39'54"S 120º12'18"E 121º32'33"E 121º14'09"E [C3] Indonesia Sulawesi 3074 2141 933 02º44'54"S 119º22'06"E [C6] Indonesia Indonesia Sulawesi Sulawesi 2565 2590 2054 1881 511 709 01º03'57"S 01º41'03"S 122º11'30"E 120º59'54"E [C8] Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Sulawesi Siau Sulawesi Sulawesi Sulawesi 1990 1827 2260 2403 2463 1850 1827 1801 1757 1651 140 0 459 646 812 01º27'12"N 02º46'51"N 01º03'42"N 01º12'15"S 01º25'33"S 125º01'51"E 125º24'24"E 120º56'06"E 121º48'12"E 119º51'24"E [C13] Indonesia Indonesia Sulawesi Sulawesi 3016 1964 1588 1580 1428 384 02º24'21"S 00º29'18"N 120º32'33"E 123º40'30"E [C14] Indonesia Kabaena 1570 1570 0 05º18'30"S 121º57'21"E [C16] Indonesia Sulawesi 2230 1565 665 00º56'18"N 121º46'36"E [C17] Mollucas 1 2 3 4 5 6 7 [M2] Flores 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 [NT2] [NT3] Sulawesi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 xiii BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga [C5] .

Sulawesi xiv BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga [E3] . although some mountaineers insist that they signify two different summits on the same mountain. Andy Martin has pointed out that Tambora was once in the World Top 50 by prominence! It has been estimated that Tambora was as much as 14. Our DEM analysis revealed 12 ultraprominent summits. we estimate 2040m. Analysis of IFSAR data and site visits by climbers indicated that the true elevation is close to 3031.000 feet high before it exploded in April 1815. [B1] The highpoint of Malaysia and number 20 on the World's 50 finest. Although most of Kalimantan was remapped at 1:50. [NT3] The cited elevation of 2755m for Tambora appears to be too high. belonging to Error! Hyperlink reference not valid. Maluku [M2] Our analysis of SRTM data suggests that the published elevation of 2736m is probably too high.. Carstenz Pyramid is also considered by many to be one of the legitimate "seven summits. The 2722m elevation provided on this site is more consistent with the SRTM data.000 in the 1990s. Puncak Jaya (meaning "Victory Peak") signifies the mountain. if any. and the ninth most prominent point on earth. contains an additional 17 ultra summits. [WP1] This is the highpoint of Indonesia. which aside from Puncak Jaya.Lampiran 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Gunung Kerinci Gunung Leuser Gunung Dempo Gunung Ophir Gunung Marapi Bukit Mugajah Gunung Sibuatan Gunung Masurai Gunung Singgalang Gle Hulumasen Gunung Bandahara Seulawah Agam Gunung Patah Bur ni Geureudong Gunung Daun Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Indonesia Sumatera Sumatera Sumatera Sumatera Sumatera Sumatera Sumatera 3805 3466 3159 2912 2891 3079 2457 3805 2941 2446 2324 2116 1805 1802 0 525 713 588 775 1274 655 01º41'48"S 03º47'51"N 04º00'57"S 00º04'45"N 00º22'48"S 04º15'06"N 02º55'06"N 101º15'51"E 097º13'09"E 103º07'42"E 099º59'03"E 100º28'27"E 097º25'15"E 098º25'24"E Indonesia Sumatera 2933 1791 1142 02º30'09"S 101º51'30"E Indonesia Sumatera 2877 1727 1150 00º23'24"S 100º19'51"E Indonesia Indonesia Sumatera Sumatera 2310 3012 1720 1644 590 1368 05º02'39"N 03º44'57"N 095º38'00"E 097º46'54"E Indonesia Indonesia Indonesia Sumatera Sumatera Sumatera 1810 2850 2880 1610 1635 1546 200 1215 1334 05º26'51"N 04º15'27"S 04º48'36"N 095º39'21"E 103º18'21"E 096º49'00"E Indonesia Sumatera 2493 1541 952 03º23'30"S 102º20'33"E Timor 1 Timor L'Este Timor L'Este Indonesia Timor 2986 2986 0 08º54'24"S 125º29'36"E Timor 2372 2022 350 08º38'30"S 126º35'45"E 3 Foho Tatamailau Gunung Matebeanfeto Nuaf Nefomasi Timor 2351 1905 446 09º33'39"S 124º13'48"E E1 E2 E3 Peuet Sague Doro Oromboha Ibuyule Malino Indonesia Indonesia Indonesia Sumatera Sumbawa Sulawesi 2801 1605 2410 1491 1491 1485 1310 114 925 04º54'54"N 08º23'39"S 00º42'21"N 096º19'42"E 118º32'36"E 120º53'18"E 2 FOOTNOTES Borneo Elevations were derived primarily from SRTM analysis and Soviet topographic maps. the mountainous areas near the Malaysia border were unavailable to us. darkening the skies around the world. It is also the highest island summit on earth. outside of the polar regions. of the island of New Guinea. and Slayden's peakbagger page. See also de Ferranti's misquotes page. West Papua Irian Jaya may be the most poorly mapped region on earth. while Carstensz Pyramid is the name of the fine summit. [WP12] We have translitered this word from Cyrillic and have not confirmed its conventional spelling. are relatively unknown. For the most part these two names are regarded as synonomous. Nusa Tenggara [NT2] The elevation for Agung on most websites is 3142m. and causing the "year without summer" in the United States." For summits on the eastern half of the island of New Guinea please refer to the Papua New Guinea page. The eastern half of the island. [B8] Our analysis of SRTM data suggests that the published elevation of 2092m is probably too high.

This discrepancy also holds true for Nusa Tenggara and Timor. which appears to be too low based on DEM analysis. which appears to be too low based on DEM analysis. and is certainly lower than the 3225m indicated on commercial publications. The summit is called Pegunungan Ogoamas on earlier maps. Unfortunately there is a systematic discrepancy between the topographic survey and the SRTM data.000 topographic survey gives the highest contour interval as 3020m+20m. [C5] The modern topographic survey indicates a spot elevation of 2620m. DAFTAR PUSTAKA Agustin. which appears to be too low based on DEM analysis. [C13] The modern topographic survey indicates a spot elevation of 2463m. If the topographic survey is correct. (2006). [C14] The modern topographic survey indicates a spot elevation of 2894m.org xv BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . which appears to be too low based on DEM analysis. The modern 1:50. Yogyakarta: Percetakan ANDI Peaklist. which appears to be too low based on DEM analysis. which appears to be too low based on DEM analysis. [C16] The modern topographic survey indicates a spot elevation of 1533m.000 topographic series has provided us with numerous spot elevations and modern toponymy. SRTM indicates nothing in the area is higher than approx. with assistance from the Swiss. although it is possible that the true summit is in a nearby void area of the DEM. this would not be an ultra-prominence. even allowing for the possibility of interference with vegetation. [C3] The height of Fuyul Sojul is unresolved. which is generally higher.Lampiran Sulawesi was completely remapped in 1995.peaklist. and we welcome feedback or further clarification. Names for the Sulawesi summits are taken from this new survey and differ dramatically from older published data. [C17] The modern topographic survey indicates a spot elevation of 2208m. which appears to be too low based on DEM analysis. [C8] The modern topographic survey indicates a spot elevation of 2569m. source: www. [C6] The modern topographic survey indicates a spot elevation of 3037m. We believe that the SRTM data may be superior. The resulting 1:50. Sumatera (Error Range) {E3] The modern topographic survey indicates a spot elevation of 2394m. 2880m. which appears to be too low based on DEM analysis. Hendri. Panduan Teknis Pendakian Gunung.

b. b. c.Kurikulum Rekrutmen BIOLASKA KURIKULUM DIKSAR DAN DIKJUT BIOLOGI PECINTA ALAM SUNAN KALIJAGA (BIOLASKA) PENDAHULUAN Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kurikulum Diksar dan Dikjut Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga (Biolaska) ini dapat tersusun dengan sistematis. 2 lbr. Lari Marathon. Formulir. iii. Pos IV : Simpulan dari seluruh pos iv. Syarat Pendaftaran a. Push Up. Seleksi a. C. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah epada junjungan Nabi Muhammad SAW Atas keridhaannya dalam menyebarkan kedamaian di muka bumi. B.000. biaya ini hanya digunakan pada saat seleksi masuk saja. Untuk melihat ketahanan calon peserta secara keseluruhan terutama paru dan jantung. maka dilakukan per kelas. DIKSAR Pendidikan Dasar atau disingkat menjadi Diksar merupakan proses awal pendidikan keanggotaan yang ada di Biolaska. Berfungsi untuk melihat dan melatih ketahanan tubuh dan nafas calon peserta. 1 lbr. Pos I : Persiapan 2. P3K. Untuk melihat kemampuan renang dan ketahanan fisik di dalam air. 5000-Rp. Survival. 3x4. Renang. Formulir ini mencakup form pendaftaran dan pernyataan kesanggupan mengikuti acara rekrutmen. Sit Up. ii. PA (Muntaineering. d. Untuk Diksar dan Dikjut ditentukan sesuai kondisi. Navigasi. ii. Mahasiswa Biologi FST maks semester V. dsb. Stand Pendaftaran. Sosialisasi. Dilakukan jika waktu memungkinkan. Trekking dengan. calon anggota diarahkan untuk mengenal BIOLASKA 1 Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Materimateri ini merupakan pedoman dasar kegiatan luar ruangan. i. 2x3. ii. Pas foto. Pos III : Yel-yel 4. Fisik dan Mental i. Pos II : Presentasi tugas dari Pos I 3. Pendaftaran a. Sosialisasi ini dilaksanakan secara bersama-sama jika memungkinkan. Dan jika tidak memungkinkan. Penyebaran Pamflet. b. Untuk melihat kemampuan calon peserta dalam ketahanan tubuh spesifik pada beberapa bagiannya. Biologi Umum dan Lingkungan. c. Caving. Materi ini berkaitan dengan dasar dan tujuan Biolaska untuk mengarahkan anggota sebagai Peneliti biologi dan Pemerhati lingkungan. REKRUTMEN PESERTA A. Lama stand antara 7-10 hari. Ukuran ini dugunakan untuk KTA. Pamflet ini digunakan sebagai sarana pendukung dari proses publikasi pendaftaran. Pengetahuan i. dll). Dengan rincian tes sebagai berikut: 1. Tahap ini. Biaya Rp. 10. Desain pamflet diserahkan sepenuhnya kepada panitia pelaksana. Digunakan untuk perlengkapan pendaftaran.

f. Perlengkapan Pribadi dan Shalat g. b. Sepatu Lapangan/Kets i. dsb). Survival. Sebagai pengetahuan calon anggota terhadap Biolaska. Peragaan iii. Navigasi. PA (Kepecinta alaman Darat dan Air). Praktek Semua Materi ii. Materi a. Pengetahuan ini juga merupakan upaya adaptasi fisik terhadap kondisi di lapangan. Sebagai pengenalan alam luar dan liar yang merupakan laboratorium hidup dan akan dihadapi oleh biolog umumnya ataupu peneliti secara khusus. Pelengkapan a. Sandal C. d. Lampu/Lentera o. metode dalam menentukan arah dan lokasi di alam dengan bantuan peta dan kompas. Biologi. Tes Fisik (kondisional) v. Tadabbur Alam vi. Jaket. Semua Materi ii. b. Lingkungan vii. Ponco c. Untuk memberikan dasar-dasar metodologi penelitian kepada calon anggota karena Biolaska kedepan lebih terkonsentrasi kepada upaya penelitian. Sebagai pengetahuan calon peserta terhadap cara. Ketahanan fisik dan stabilitas emosi merupakan titik yang sangat diperhatikan. Lapangan i. Simbol. Mantel Hujan. Metopen (metodologi penelitian) dan Proposal Penelitian. kantong tidur f. Materi ini untuk memberikan pengetahuan kepada calon peserta akan apa yang diahadi di alam bebas. Pengetahuan calon anggota terhadap tindakan yang mungkin dapat dilakukan ketika terjadi kecelakaan. B. Plastik p. Logistik m. Tali d. Helm h. Fun 2 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Tenda.Kurikulum Rekrutmen BIOLASKA alam lingkungannya dengan cara menyatu bersama alam. e. Pemateri dari Anggota atau yang potensial iv. Pengalaman. Peralatan Masak dan Makan n. Biolaska (Sejarah. P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). A. Sleeping Bag. Tongkat. Tes Pengetahuan Alam. Tas Lapangan b. Slayer k. Waktu ± 3 hari. Korek l. Klasikal i. c. Caving (Telusur Goa) iii. Matras e. Sebagai pengetahuan calon peserta terhadap kondisi darurat di alam bebas dan cara mealuinya. Lilin. Long March iv. Senter j. Acara a.

Metodologi penelitian. Pengetahuan praktis perilaku alam. calon peserta diakrabkan dengan fenomena-fenomena yang lumrah terjadi di alam dan memancing kemampuan calon peserta unruk mengatasinya. b. B. Penyusunan Laporan. C. A. Alat Tulis e. Referensi sesuai tema Proposal C. Diskusi proposal (pengarahan) ii. Ilmu navigasi. Proposal ini merupakan syarat yang perlu dipenuhi oleh calon anggota. Presentasi Proposal D. diskusi dan Revisi (kondisional).Kurikulum Rekrutmen BIOLASKA viii. Pendalaman Metopen (Pembahasan Praktis pengolahan mentah) iii. Pengamatan ii. Acara a. BIOLASKA 3 Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Karena Dikjut terkonsentrasi pada proses pembelajaran penelitian. Waktu ± 2 hari 1 malam. Survival data PASCA DIKJUT A. Perlengkapan a. dan bukan hanya di dalam tembok. merupakan syarat mutlak keabsahan dari penelitian lapangan yang diadakan. Materi a. Protaktor) c. Pengenalan perilaku Alam (Pengetahuan praktis tentang Alam) iv. Waktu ± 7-10 hari DIKJUT Pendidikan Lanjut dan selanjutnya disingkat dengan Dikjut merupakan tahapan kedua dalam proses pendidikan awal Biolaska. Sebagai visualisasi hasil penelitian secara langsung dengan berdasarkan pada hasil yang didapat dari penelitian dan laporan yang disusun. Presentasi Hasil. Pengambilan data iii. Implementasi Navigasi dalam penelitian. Meja Dada d. PASCA DIKSAR A. Waktu ± 1 hari b. Laporan penelitian merupakan syarat penyelesaian proses penelitian yang dilakukan untuk dilaporkan kepada pihak yang berkepentingan. Kompas. Dalam materi ini. B. Penyusunan Proposal Peneliian. hanya saja secara spesifik membahas mengenai metodologi dan mekanisme yang ada dalam proses penelitia. Hal ini dimaksudkan agar peneliti selanjutnya atau masyarakat luas mengetahui dengan pasti penelitian yang dilakukan. dan sebagai syarat pelantikan menjadi anggota resmi suku Biolaska. Merupakan lanjutan dari materi di Diksar. Pada fase ini. c. calon anggota diarahkan ke proses penelitian yang mungin terjadi di bidang biologi. dan kemudia secara spesifik pada penentuan lokasi penelitian. Lapangan i. Kritik dan saran dari Peserta B. Klasikal i. Perlengkapan navigasi (Peta. Navigasi iv. Semua Perlengkapan Diksar b. Proses pendidikan penelitian ini berkaitan erat dengan Diksar karena diproyeksikan calon anggota mampu meneliti di alam liar.

Ritual peresmian calon anggota menjadi anggota resmi suku Biolaska. Oktober 2007 ttd Divisi Keorganisasian NB: 1. 4 BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . 2. Pelantikan. Kurikulum Diksar dan Dikjut ini kami susun untuk nantinya digunakan sebagai pedoman teknis dalam proses rekrutmen anggota baru Biolaska kedepan yang lebih berkualitas. Sebagai upaya peningkatan mutu anggota baru dan penanaman semangat untuk menghadapi dunia penelitian dan lingkungan kedepan. D. Pelantikan dipisah dari Pendidikan Lanjut (Dikjut). Up Grading. Pelantikan dilakukan setelah calon anggota melengkapi smua persyaratan yang ada tanpa terkecuali. PENUTUP Demikian. Yogyakarta.Kurikulum Rekrutmen BIOLASKA C.

.

21 d. Aspek penting dalam Survival . Mountaineering a.. 105 d. Iklim dan Medan . 123 b... 75 c. Navigasi Praktis ........ I.......... Survival a... 77 d........ 86 f. 116 b...... 58 d... Rawa dan Pantai .... 112 VII.. 29 d........ Pendahuluan . 23 II. teknik dan peralatan . Caving (Penesuran Gua) a. 106 e...... Definisi SAR . Morfologi Gua ... 34 f.. Pemeriksaan ABCD . Ilmu yang Berkaitan ... 77 e.. Acute Mountain Sickness (AMS) .... 2 b.. 72 b. 110 f.... 31 e. 27 b.... Pola Pencarian SAR ... Tali Temali Teknik dan jenis Tali-temali . Fotografi dan Jurnalistik Lampiran I BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .... Teknik Peta dan Kompas .... 93 VI....Kode etik Pecinta alam dan Sejarah BIOLASKA DAFTAR ISI Kode Etik dan Hakekat Pecinta Alam ... 65 V. 118 VIII. Teknik dasar dalam Surival .. 61 e......... Bahaya di pegunungan .... Manajemen Pendakian .. Hipotermia .. 45 b.. Membawa Korban .. 104 c..... Restorasi ..... Tipe dan Teknik Penelusuran ........ 116 c...... Jenis-jenis Gua ...... ii Tentang Biolaska .. 36 III. Langkah sebelum Bertindak .. 40 IV.. Search and Rescue (SAR) a. Berburu Binatang dan Mengolah Makanan Hewani ......... Metodologi penelitian Lapangan X...... Tahap-tahap Pelaksanaan SAR ....... Navigasi Sungai.... Zoologi dan Botani Praktis .. Perawatan . Navigasi a. Perencanaan dan pelaksanaan lapangan ........ 104 b. Penelusuran Gua .. 123 IX.. Konservasi a.. Peta dan Kompas .. Memindahkan Korban . Basic Life Support (BLS) ......... iii Biologi dan Kepecintaalaman ... Konservasi ... 111 g. 28 c... Jenis-jenis pendakian... 49 c....... 20 c...... Intrepretasi Peta Topografi Karst . Pertolongan pertama pada Kecelakaan (P3K) a.

Berusaha mempererat tali persaudaraan sesame pecinta alam sesuai asas tujuan pecinta alam 6. dan Negara. Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Selesai HAKEKAT PECINTA ALAM 1. Bangsa. Pecinta Alam Indonesia adalah sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. 2. Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa segenap Pecinta Alam adalah saudara sesame makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Mengabdi kepada Bangsa dan Tanah Air 4. 7. 2. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta menghargai manusia sesuai dengan martabatnya. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya. 3. Berusaha saling membantu serta saling menghargai dalam melaksanakan pengabdian kepada Tuhan.Kode etik Pecinta alam dan Sejarah BIOLASKA KODE ETIK DAN HAKEKAT PECINTA ALAM KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA 1. Memelihara Alam beserta isinya serta mempergunakan sumber daya alam sesuai dengan batas kebutuhannya. 5. sadar akan tanggung jawab terhadap Tuhan. II BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Bangsa. 3. dan Tanah Air.

Organisasi ini berdasar pada eksplorasi kealaman dengan sudut pandang Biologi. antropologi mempunyai panggilan ke pedalaman dan biologi memiliki panggilan ke alam. mengenal. Rutinitas kampus yang monoton memaksa mereka untuk beralih dan keluar mencari udara bebas. diadakan konferensi di pantai Depok. Menggugah gairah keilmuan mahasiswa Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.Kode etik Pecinta alam dan Sejarah BIOLASKA TENTANG BIOLASKA SEJARAH SINGKAT BIOLASKA Biolaska lahir melalui proses yang sangat singkat. tetapi juga keimanan kepada Allah SWT B. Bualn Agustus 2005. c. memahami dan mengetahui alam semesta secara luas yang spesifik pada bidang keilmuan Biologi. akhirnya sodoran teori yang terkemas rapi dari bangku kuliah memicu rasa dahaga keilmuan yang hanya terpuaskan dengan pencerahan di alam. b. Filosofi “Exploratum in de Universum” diartikan dengan mengeksplorasi. Konferensi ini menyepakati tanggal 19 Juni 2004 sebagai hari kelahiran BIOLASKA yang bertepatan dengan aksi pertama para pendiri bearsilaturrahmi dengan alam gunung Merbabu. diawali dari kegundahan tujuh mahasiswa Pendidikan Biologi. Fak. saat itu berinduk di jurusan Tadris. Dari kegiatan yang bersifat “pelarian”. “Pemuasan Dahaga” diwujudkan dengan cetusan ide pembentukan organisasi yang berkecimpung di bidang kepecinta-alaman dan Biologi. problematika akademik dan polutan yang lainnya. Biolaska menjadi tempat berkumpulnya biolog muda yang menyukai adanya tantangan. Bantul yang diadakan oleh para pendiri dengan mengundang teman-teman se-ide untuk merumuskan AD/ART segaligus menyepakati berdirinya BIOLASKA (Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga). VISI DAN MISI BIOLASKA A. VISI Menciptakan Biolog yang bukan hanya berbekal pada keilmuan. Mereka sadar layaknya teologi mempunyai panggilan ke Tuhan. MISI a. Biolaska menjadi wadah eksperime bagi calon peneliti muda. berih dari unsur politik kampus. III BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga . Tarbiyah yang merasa kurang puas terhadap ilmu yang diidapat di bangku kuliah.

Susur pantai dan sungai C. Tracking c. Dengan menyebut Nama-Mu dan mengagumi Keagungan-Mu. Penamaan Tumbuhan b. Pernyataan Bismillahirrahmanirrahim. Pendakian Gunung b. Kegiatan Outdoor a.Kode etik Pecinta alam dan Sejarah BIOLASKA MARS BIOLASKA Gegap suara buana bersabda Terjaga dan terus melangkahlah Singsingkan lengan baju. Dll. Kan kami telaah ayat-ayat kauniyah-Mu. Dan kan kami jaga selalu kelestariannya. Telah terciptanya alam semesta ini beserta keseimbangannya. Kegiatan Konservasi a. Penelitian Kealaman B. bergiat berkaryalah Wujudkan cita-cita yang mulia Genggamlah satu tekad yang membaja Exploratum in de universum Jadikan semangatmu peneliti muda Mengenal. Penelusuran Gua d. menggali alam semesta raya Exploratum in de universum GARIS BESAR KEGIATAN BIOLASKA Sebagai kegiatan kemahasiswaan. Pendidikan B. Pengabdian kepada Masyarakat C. Penelitian Sedangkan kegiatan lain yang dilaksanakan Biolaska antara lain: A. secara umum Biolaska mempunyai kegiatan yang memberikan bekal kepada mahasiswa yang menunjang Tri Darma Perguruan Tinggi meliputi: A. Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga (Biolaska) IV BIOLASKA Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga .