You are on page 1of 12

BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM

KIMIA DASAR I

DOSEN PENGAMPU :
NURUL KUSUMA DEWI, S.Si, M.Sc.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
IKIP PGRI MADIUN
2013

Bersihkan alat-alat sebelum atau sesudah praktikum e. 4. alat harus dikembalikan dalam keadaan bersih. Jika karena sakit atau hal lain mahasiswa tidak dapat mengikuti praktikum. PRAKTIKUM I STOIKIOMETRI . Absensi a. harap melapor kepada asisten. Cek alat-alat sebelum dan sesudah praktikum a. maka harus melapor kepada asisten dengan membawa surat. d. Petunjuk Praktikum Petunjuk praktikum harus sudah dipelajari sebelum praktikum dilaksanakan. Mahasiswa akan diabsen sebelum praktikum b. Setelah praktikum selesai. Sebelum praktikum mahasiswa wajib memakai jas labolatorium b. Mahasiswa tiga kali tidak melakukan praktiuk tanpa alasan. Mahasiswa yang tidak memakai jas lab tidak diperkenankan mengikuti praktikum. Sebelum praktikum alat-alat harus di cek.TATA TERTIB PRAKTIKUM KIMIA DASAR I 1. Alat-alat yang dipinjamkan selama praktikum menjadi tanggung jawab mahasiswa. Bila terdapa kerusakan atau kekurangan. tidak diperkenankan mengikuti ujian. c. Bila ada yang pecah atau rusak mahasiswa diwajibkan mengganti dengan alat yang f. c. mengenai jumlah dan keadaanya. sama. 3. Waktu Praktikum Sepuluh menit sebelum praktikum dimulai mahasiswa harus sudah hadir 2.

Dasar Teori Stoikiometri berasal dari bahasa yunani. C. Stoikiometri membahas tentang hubungan massa antar unsur dalam suatu senyawa (stoikiometri senyawa). Hitungan stoikiometri dengan pereaksi pembatas campuran pereaksi tersebut disebut ekuivalen jika perbandingan jumlah molnya sesuai dengan koefisien reaksi.NaOH dengan percobaan sederhana B. Masukkan 15 mL HCl 1 M ke dalam tabung reaksi kemudian ukur suhunya 6. Tabung reaksi Gelas ukur Pipet tetes Termometer Larutan HCl Larutan NaOH Larutan MgSO4 Aquades D. Stoikiometri reaksi dalam larutan adalah banyaknya zat yang terlarut dalam suatu larutan dapat dikatakan dan diketahui jika volume dan konsentrasi larutan diketahui. Cara Kerja 1. 6. yaitu dari kata Stoicheion yang berarti unsur dan metron. Alat dan Bahan 1. Buatlah larutan NaOH 1 M sebanyak 300 mL 2. digolongkan dalam stoikiometri sederhana. 8. TUJUAN Menentukan stoikiometri asam basa dan MgSO4 . 7. 4. 5. Dinyatakan dalam rumus : M = mol/V Pada dasarnya. Stoikiometri asam basa dengan NaOH dan HCl 4.A. Masukkan 5 mL NaOH 1 M ke dalam tabung reaksi kemudian ukur suhunya 5. 3. berarti mengukur. 2. Encerkan 25 mL HCl dan 250 Ml aquades 3. Usahakan kedua larutan suhunya sama sebelum dicampur . Hitungan stoikiometri dengan salah satu zat dalam reaksi diketahui dengan jumlah molnya. stoikiometri reaksi dalam larutan sama dengan stoikiometri reaksi pada umumnya yaitu “Perbandingan mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi sama dengan koefisien reaksinya”.

4 mL NaOH dan 4 mL HCl d. Ulangi langkah diatas dengan larutan c. Masukkan 6 mL MgSO4 1 M ke dalam tabung reaksi kemudian ukur suhunya 12.7. Campurlah kedua larutan. Stoikiometeri asam basa NaOH dan MgSO4 10. 15 mL NaOH dan 5 mL HCl 9. Campurlah kedua larutan. 6 mL NaOH dan 2 mL HCl E. kemudian catat temperatur maksimum larutan 8. Ulangi langkah diatas dengan larutan a. 10 mL NaOH dan 10 mL HCl b. kemudian catat temperatur maksimum larutan 14. Masukkan 2 mL NaOH 1 M ke dalam tabung reaksi kemudian ukur suhunya 11. Usahakan kedua larutan suhunya sama sebelum dicampur 13. Pengamatan Percobaan Volume Volume Ke- NaOH HCl TM (ᵒC) TA (ᵒC) T (ᵒC) Warna .

. filtrasi adalah metode pemisahan zat yang memiliki ukuran partikel yang berbeda dengan menggunakan alat berpori (penyaring/filter). Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. Tambahkan pewarna orange sebanyak 5-6 tetes. C. adsorbsi. Adsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengadsorbsi. sublimasi kristalisasi. itulah yang mendasari pemisahan campuran atau dasar pemisahan. Masukkan 100 mL air laut ke dalam gelas beaker 2. Cara Kerja 1. kemudian aduklah dan amati perbahan warnanya. Ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Pewarna makanan D. Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain sebagai berikut : Perbedaan ukuran partikel. ekstraksi. ciumlah baunya dan cobalah rasanya. metode pemisahan campuran antara lain filtrasi. perbedaan pengendapan.PRAKTIKUM II PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT A. dll. Tujuan 1. Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. dan adsorbsi. Corong kaca 6. difusi. Karbon aktif 8. Erlenmeyer 2. . Dasar Teori Dasar pemisahan campuran zat atau materi dapat dipisahkan dari campurannya karena campuran tersebut memiliki perbedaan sifat. Memahami cara-cara pemisahan dan pemurnian zat 2. Alat dan Bahan 1. Mempelajari cara-cara pemisahan dan pemurnian zat dari campurannya B. Kertas penyaring 5. Air laut 7. Pipet tetes 4. perbedaaan titik didih. perbedaan kelarutan. Gelas beaker 3.

Tambahkan karbon aktif secukupnya atau 1-3 sendok hingga pekat. Pengamatan No Data Percobaan Warna Rasa Bau . Terdapat campuran air laut. kemudian tuangkan kedalam erlenmeyer dengan corong kaca dan saring dengan kertas saring. ciumlah baunya dan cobalah rasanya. ciumlah baunya dan cobalah rasanya 4.3. Kemudian amati perubahan warnanya. pewarna dan karbon. Setelah bercampur amati perubahan warnanya. E.

NaCl D. 2. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit. Alat dan Bahan 1. Tujuan Mampu memahami sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektrolit. B. Pengaduk 5.PRAKTIKUM III SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT A. Masukkan 5 mL aquades kedalam tabung reaksi . Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya. Gelas beaker 4. Ember 7. 4. maka akan didapat suatu larutan yang mengalami: 1. Ambillah 5 tabung reaksi 2. Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut. Cara Kerja 1. Garam dapur 3. Gelas ukur 10. C. Tabung reaksi 9. sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Penurunan tekanan uap jenuh Kenaikan titik didih Penurunan titik beku Tekanan osmosis Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. Dasar Teori Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut). walaupun konsentrasi keduanya sama. 3. Aquades 2. Urea 8. Termometer 6. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit.

Masukkan butir es batu ke dalam gelas beajer kurang lebih 2/3 gelas. 1.2 gr NaCl dalam 10 mL aquades d.3. Pengamatan No Zat Terlarut Rumus Massa (gr) Titik Beku Molalitas (m) air Larutan . 1.4 gr NaCl dalam 10 mL aquades 6. Masukkan aquades kedalam campuran es batu. masukkan ke dalam campuran es dan garam 7. Ambillah 4 tabung reaksi dan isilah dengan a. Keluarkan tabung reaksi. 2. Ambillah 5 mL dari masing-masing larutan. E. Kemudian ukur suhunya tiap 30 detik dan catat hasilnya.2 gr urea dalam 10 mL aquades c. 5. 0. Masukkan 5 sendik garam dapur dan aduklah sampai merata 4. kemudian ukur suhu setiap 30 detik hingga larutan padat melebur.6 gr urea dalam 10 mL aquades b.

Suhu. C. reaksi ini dapat berlangsung selama berabad-abad. Cara Kerja 9. Satuan laju reaksi umumnya dinyatakan dalam satuan mol dm-3det-1 atau mol/liter detik. Sebagai contoh dari reaksi lambat adalah kandungan batu gamping dibawah tanah oleh air yang mengandung karbonsioksida dan membentuk goa. 6.PRAKTIKUM IV LAJU REAKSI A. Aquades 10. Dasar Teori Laju reaksi didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi reaktan atau produknya per satuan waktu. lainnya dengan laju sangat cepat dan lainnya berada diantaranya. 2. Laju reaksi ada yang berlangsung sangat lambat. Keberadaan katalis. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi: Sifat reaktan. Konsentrasi reaktan. HCl . yang dinyatakan dengan persamaan reaksi: Peraksi (reaktan) ----> hasil reaksi (produk) Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi molar atau molaritas (M). Alat dan Bahan 1. Dengan demikian maka laju reaksi menyatakan beekurangnya konsentrasi pereaksi atau bertambahnya konsentrasi zat hasil reaksi setiap satu satuan waktu (detik). 5. 4. B. 7. Contoh dari reaksi cepat adalah ledakan trinitrotoluena (TNT). Tujuan Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Tabung reaksi Erlenmeyer Pipet tetes Bunsen Penjepit Asam oksalat KMnO4 Na 2 S2 O2 D. 3. Tekanan reaktan berupa gas. Keadaan ukuran partikel. 8.

10 ml kedalam 15 ml HCl + 55 ml aquadest b. 3.Percobaan 1 : 1. 10 ml Na 2 S2 O2 kedalam HCL pekat 2. Masukkan : Na 2 S2 O2 a. Pengamatan Percobaan 1 No Percobaan Waktu Percobaan 2 No V Na 2 S2 O2 V HCL V Aquades Waktu . 2. Letakkan kertas bertanda silang dibawah erlenmeyer. 4. Masukkan 10 tetes asam oksalat dan 2 tetes KMnO 4 . panaskan sampai jernih dan hitung waktunya. Masukkan larutan kedalam erlenmeyer secara perlahan dengan pipet dan amati sampai tanda silang terlihat. Catat hasilnya. Masukkan 10 tetes asam oksalat dan 2 tetes hitung waktunya. kocok sampai jernih dan KMnO 4 . E. 10 ml Na 2 S2 O2 kedalam 20 ml HCl + 50 ml aquadest c. Percobaan 2 : 1.

Dasar Teori DO (Dissolved Oxygen) atau Kadar Oksigen terlarut menyatakan kandungan oksigen di dalam air. Kemampuan air dalam melarutkan oksigen sangat tergantung pada suhu air.PRAKTIKUM V KANDUNGAN OKSIGEN TERLARUT (DO = Dissolved Oxygen) A. tekanan dan jumlah zat yang terlarut di dalam air. . Erlenmeyer 9. Mikro burret 4. Air yang murni memungkinkan oksigen terlarut lebih banyak Umumnya air mengandung 4-6 ppm oksigen. Kandungan oksigen di dalam air dipengaruhi berbagai faktor seperti suhu.  Kemurnian air juga mempengaruhi kelarutan oksigen. Tabung reaksi 10. Pipet tetes 5. Itulah sebabnya kita merasa lebih segar jika minum air dingin. H 2 SO 4 2. B.  Tekanan yang besar dapat memaksa lebih banyak molekul oksigen masuk ke dalam ruang di antara molekul air. tekanan gas oksigen dan kemurnian air. Tujuan Untuk mengetahui kandungan oksigen terlarut dalam sebuah larutan. air pegunungan dapat mengandung sampai 8 ppm oksigen. kandungan oksigen yang terkandung semakin besar. Molekul-molekul oksigen menempati ruang di antara molekul air. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini memungkinkan untuk meningkatkan kandungan oksigen di air sampai dengan 80 ppm C. Na 2 S2 O3 3.  Semakin rendah suhu air.Oksigen dapat larut dalam air. Air sampel MnSO4 6. Alat dan Bahan 1.

kemudian goyangkan lagi dan diamkan selama 15 menit. H 2 SO 4 3. . 2. Cara Kerja 1. Masukkan air sampel sebanyak 40 cc kedalam erlenmeyer secara perlahan jangan sampai terpercik. Hitung banyak titran dan catat hasilnya. Titrasi sampel dengan dengan mikro burret 1 cc sampai terbentuk warna kuning pucat. KOH 8. KI D. Na 2 S2 O3 4.7. Tambahkan 8 tetes MnSO4 dan 8 tetes KOH-KI dan goyangkan erlenmeyer sampai terbentuk gumpalan warna kuning kecoklatan.5 cc pekat. 6. 5. Alirkan melalui dinding erlenmeyer 0. Tambahkan indikator amilum sebanyak 8 tetes sehingga larutan berubah dari warna biru menjadi tak berwarna.