You are on page 1of 10

Pendahuluan

Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada trimester
terakhir dari kehamilan. Salah satu penyebab dari perdarahan
antepartum adalah adanya plasenta previa. Kejadian plasenta previa
bervariasi antara 0.3-0.5% dari seluruh kelahiran. Dari seluruh kasus
perdarahan antepartum, plasenta previa merupakan penyebab yang
terbanyak. Oleh karena itu, pada kejadian perdarahan antepartum,
kemungkinan plasenta previa harus dipikirkan terlebih dahulu.
Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi rendah
sehingga menutupi sebagian/seluruh ostium uteri internum. Implantasi
plasenta yang normal ialah pada dinding depan, dinding belakang
rahim, atau di daerah fundus uteri.
Plasenta previa terbagi menjadi 3 tingkat, yaitu :
 Plasenta previa totalis : seluruh ostium internum tertutup oleh
plasenta
 Plasenta previa lateralis : hanya sebagian dari ostium tertutup
oleh plasenta
 Plasenta previa marginalis : hanya pada pinggir ostium terdapat
jaringan plasenta
Terdapat satu kelompok yang tidak dimasukkan ke dalam plasenta
previa, yaitu plasenta letak rendah – plasenta yang implantasinya
rendah, tetapi tidak sampai ke ostium uteri internum.
Identitas Pasien
Keterangan Umum
Nama : Ny. A. R.
Alamat : Jln. Bagus rangin II Rt 03/05
Pendidikan : SMA
Pekerjaaan : Ibu rumah tangga
Agama : Islam
Medrek : 0504XXXX
Tanggal Masuk : 10 Desember 2005-12-15
Anamnesa
Dikirim oleh Puskesmas Sekeloa dengan keterangan G4P1A2 +
Plasenta Praevia
Keluhan Utama : Perdarahan Jalan Lahir
Anamnesa Khusus
G4P1A2 mengeluh pendarahan jalan lahir sejak 2 jam SMRS.
Pendarahan banyak membasahi 1 kain panjang. Pendarahan ini
merupakan yang pertama kali. Keluhan tidak disertai nyeri perut.
Mules – mules semakin sering dan bertambah kuat dirasakan ibu sejak
1 jam SMRS. Keluar cairan banyak dari jalan lahir belum dirasakan ibu,
gerak anak masih dirasakan ibu. Ibu mengetahui letak plsentanya di
bawah saat kontrol di dokter SpOG dan dirasakan ke rumah sakit bila

SpOG 3x Sudah diberikan TT1.3 Jantung : BJ murni reguler Paru : VBS ki=ka Edema : -/Varises : -/Hepar : SDN Lien : SDN Berat badan : 52 kg Tinggi badan : 164 cm Laboratorium Hb : 11. dan darah tinggi tidak ada. Abortus spontan 5 – 6 minggu 2. STM. Dokter. Bidan. aterm. Kehamilan sekarang Keterangan tambahan Menikah : ♀. 22 tahun. baik T : 120/80 mmHg N : 88x R : 24 x S : 36. Riwayat Obsteri 1.riwayat kenikan berat badan selama hamil 7 kg. paru. 2500 gr. perempuan 4 tahun hidup 3.000/mm3 Pemeriksaan Luar FU : 28 cm AS LP : 94 cm LA : sungsang kepala di kanan BJA : 140 – 144/ menit . pekerjaan bengkel Kontrasepsi : PNC : 8x ke Puskesmas. TT2 dan tablet multivitamin HPHT : 21 Maret 2005 TP : 28 Desember 2005 Siklus haid : teratur 28 hari. 9 gr% Leukosit : 10500/mm3 Ht : 34% Trombosit : 160. 19 tahun.terjadi perdarahan. kuretase 4. Riwayat merokok tidak ada. abortus 12 – 13 minggu. spontan. Riwayat penyakit jantung. SMA. IRT ♂. 3-4 hari Status Praesens Keadaan umum : CM. Letak anak lintang tidak diketahui ibu sebelumnya.

tampak plasenta berinsersi di korpus depan dan meluas menutupi OUE Jam 02.40 : Lahir plasenta dengan tarikan ringan pada tali pusat B= 400 gr Uk = 15x15x2 cm Jam 03.30 23. Pada eksplorasi lebih lanjut.3000.30 : operasi selesai .3001.10 : Ibu tiba di ruang OK EMG.Informed Concent.30 : Operasi dimulai Jam 02.35 : Lahir bayi ♀ dengan menarik kaki BB = 2090 gr PB = 49. sedia darah . hubungi OK Observasi jam 22.3023.30 00.302.rencana SC dengan indikasi Plasenta Praevia . teraba plasenta seluruhnya D/ G4P1A2 parturien kala 1 fase laten + perdarahan antepartum yang disebabkan plasenta previatotalis pada Ø 1-2 cm + anak letak lintang + suspek intra uterine growth retardation Jam 02.30 01.1 cm APGAR 1’= 6 5’=9 NBS~38-40 mg Disuntikan oksitosin 10 IU IM. Kontraksi baik.His : 4 – 5’ 1x/ 30” KK TBA : 2000 gr Inspekulo Fluksus (+) dari OUE Flour (-) Diagnosa : G4P1A2 Parturien Aterm Kala I Fase Laten + Perdarahan yang mungkin disebabkan Plasenta Praevia + Anak letak lintang + suspek IUGR Th/ : .Infus. Dilakukan PL : HIS : 4-5’ 1x/30” KK BJA : 140-144 x/mnt Dilakukan PD : v/v : tak P : tebal lunak Ø : 1-2 cm.30 His BJA Tensi Nadi 34’x/40’ 34’x/40’ 34’x/40’ 34’x/40’ 140-144 120/80 88x Respiras i 20x 144-148 110/70 88x 20x 140-144 110/70 88x 20x 140-144 110/70 88x 20x Jam 02.

kulit dijahit subkutikular.Dilakukan insisi mediana inferior + 10 cm . Kandug kencing disisihkan ke bawah dan ditahan dengan retraktor.35 : lahir bayi ♀ dengan menarik kaki. 38-40 mg.Plica vesica uterina diidentifikasi. .Setelah peritonium dibuka tampak dinding uterus .i letak lintang + plasenta previa totalis + kecil masa kehamilan JO : SCTP Laporan Operasi: . .Abdomen dibersihkan dari darah dan bekuan darah.Perdarahan selama operasi : 400 cc . .SBR dijahit 2 lapis. fascia dijahit dengan lexon II no.Dilakukan a dan antiseptik di daerah abdomen dan sekitarnya .1 cm APGAR : 1’= 6 5’=9 NBS ̴ grav.I. di sayap konkaf ke arah pangkal ligamentum rotundum kiri dan kanan.Jam 02. . . lapisan kedua dijahit secara overhecting matras.SBR disayat konkaf bagian tengahnya. dan diperlebar ke kiri dan ke kanan secara tumpul . BB: 2090 grPB : 49.Perdarahan dirawat. kontraksi baik.Diuresis selama operasi : 400 cc Diagnosa prabedah : G4P1A2 Parturien Aterm Kala I Fase Laten + Perdarahan yang mungkin disebabkan Plasenta Praevia totalis + Anak letak lintang + suspek IUGR Diagnosa pasca bedah : P2A2 partus maturus dengan SC ai plasenta praevia totalis + letak lintang + masa kecil kehamilan Jenis Operasi : SCTP . ditembus jari penolong.40 : Lahir plasenta dengan tarikan ringan pada tali pusat.Luka operasi dijahit lapis demi lapis. .Jam 02.Perdarahan selama operasi : + 400 cc Diuresis selama operasi : + 200 cc D/ prabedah : G4P1A2 parturien aterm kala I fase laten + perdarahan antepartum yang disebabkan plasenta previa totalis pada Ø 1-2 cm + anak letak lintang + suspek intrauterine growth retardation D/ pascabedah : P2A1 partus maturus dengan SC a. setelah yakin tidak perdarahan dilakukan reperitonialisasi dengan kandung kencing. Pada eksplorasi selanjutnya tampak plasenta berinsersi di korpus depan meluas ke bawah menutupi OUI. disuntikan oksitosin 10 IU I. Berat : 400gr Ukuran : 15x15x2 cm .M. lapisan pertama dijahit jelujur interlocking.

misalnya karena atrofi endometrium atau kurang baiknya vaskularisasi desidua. Apakah etiologi dan faktor predisposisi pada pasien ini? 2.Permasalahan 1.Perdarahan sebelum bulan ke tujuh memberi gambaran yang tidak berbeda dari abortus. terutama jika jarak antara kehamilannya pendek  Mioma uteri  Kuretasi yang berulang  Umur lanjut  Bekas seksio sesarea  Perubahan inflamasi atau atrofi.yaitu di tempat yang rendah dekat ostium uteri internum. seperti pada eritroblastosis. Bagaimana mendiagnosis plasenta previa? Gejala-gejala :  Gejala yang terpenting ialah perdarahan tanpa nyeri. kemungkinan terbesar dari penyebab terjadinya plasenta previa adalah keadaan endometrium yang kurang baik. Keadaan endometrium yang kurang baik menyebabkan plasenta harus tumbuh menjadi luas untuk mencukupi kebutuhan janin. Biasanya perdarahan karena plasenta previa baru timbul setelah bulan ke tujuh. Endometrium yang kurang baik juga dapat menyebabkan zigot mencari tempat implantasi yang lebih baik. Apa yang menyebabkan terjadinya faktor-faktor patologis (letak lintang dan IUGR)? 4. Hal ini terjadi terutama pada perokok berat (lebih dari 20 batang sehari). Pada pasien ini. . Hal ini disebabkan karena : . Plasenta yang tumbuh meluas akan mendekati atau menutup ostium uteri internum. Hipoksemi yang terjadi akibat karbon monoksida akan dikompensasi dengan hipertrofi plasenta. misalnya pada wanita perokok atau pemakai kokain. atau kehamilan multipel. Keadaan ini bisa ditemukan pada :  Multipara. diabetes melitus. 2. Plasenta previa juga dapat terjadi pada plasenta yang besar dan yang luas. Apakah etiologi dan faktor predisposisi pada pasien ini? Plasenta previa meningkat kejadiannya pada keadaan-keadaan yang endometriumnya kurang baik. Bagaimana mendiagnosis plasenta previa? 3. Bagaimana pengelolaan pada pasien ini? Pembahasan 1. Faktor predisposisi dari hal tersebut adalah adanya riwayat kuretase dari kehamilan sebelumnya.

 Dilakukan pemeriksaan inspekulo terlebih dulu untuk menyingkirkan kemungkinan varises yang pecah dan kelainan serviks (polip. tidak mungkin terjadi tanpa pergeseran antara plasenta dan dinding rahim.. Jadi. . harus segera mengirim pasien tersebut selekas mungkin ke rumah sakit besar tanpa terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dalam atau pemasangan tampon.  Dapat juga dilakukan pemeriksaan fornises dengan hati-hati.  Lebih sering disertai dengan kelainan letak. Pada plasenta previa. Pemeriksaan ini hanya dapat dilakukan pada presentasi kepala karena pada letak sungsang bagian terendahnya lunak (bokong) hingga sukar membedakannya dari jaringan lunak plasenta. Saat perdarahan bergantung pada kekuatan insersi plasenta dan kekuatan tarikan pada istmus uteri. Dengan keterangan : Setelah bulan ke-4 terjadi regangan pada dinding rahim karena isi rahim lebih cepat tumbuhnya dari rahim sendiri. dalam kehamilan tidak perluada his untuk menimbulkan perdarahan. kemungkinan plasenta previa besar sekali.  Bagian terendah anak sangat tinggi. Karena plasenta terletak pada kutub bawah rahim sehingga bagian terendah tidak dapat mendekati pintu atas panggul.  Perdarahan bersifat berulang-ulang. akibatnya istmus uteri tertarik menjadi bagian dinding korpus uteri yang disebut segmen bawah rahim. tetapi sudah jelas dalam persalinan his pembukaan menyebabkan perdarahan karena bagian plasenta di atas atau dekat ostiumakan terlepas dari dasarnya. Jika tulang kepala dapat teraba dengan mudah. Hal ini disebabkan dengan majunya kehamilan regangan bertambah lagi dan menimbulkan perdarahan baru. Sebaliknya. Pada plasenta previa akan terlihat darah yang keluar dari ostium uteri eksternum.Perdarahan pada plasenta previa disebabkan pergerakan antara plasenta dan dinding rahim. erosi. tetapi dapat juga berasal dari anak jika jonjot terputus atau pembuluh darah plasenta yang lebih besar terbuka. Hal tersebut hanya akan menambah perdarahan dan kemungkinan infeksi. ca). Perdarahan pada plasenta previa terjadi karena terlepasnya plasenta dari dasarnya. Pemeriksaan :  Bila ditemukan. Darah terutama berasal dari ibu ialah dari ruangan intervilosa. jika antara jari-jari kita dan kepala teraba bantalan lunak (jaringan plasenta). kemungkinan plasenta previa kecil.

ketepatan diagnosisnya mencapai 9598%. yaitu bayi yang mempunyai berat badan di bawah 10 persentil dari kurva berat badan normal. Dengan USG transabdominal. yang merupakan faktor predisposisi terjadinya plasenta previa. Klinis kelainan letak. tanpa disertai nyeri  Adanya riwayat kuretase. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Dengan USG transvaginal atau transperineal (translabial). Dengan bantuan USG. perdarahan berulang. ketepatannya akan lebih tinggi lagi. Pemeriksaan dalam hanya dibenarkan bila dilakukan di kamar operasi yang telah siap untuk melakukan operasi segera. Hanya dilakukan apabila akan dilakukan terapi aktif. Apa yang menyebabkan terjadinya faktor-faktor patologis? (letak lintang dan IUGR) Letak lintang : Karena plasenta berinsersi di bawah mengakibatkan panjang rahim berkurang. yaitu dengan posisi melintang. dalam perkembangannya dapat terjadi migrasi plasenta karena dengan semakin berkembangnya segmen bawah rahim. Pada pasien ini :  Dari anamnesa didapatkan : keluhan berupa perdarahan dari jalan lahir yang terjadi pada kehamilan trimester akhir (bulan ke-9).  Adanya kelainan letak : anak letak lintang  Hasil Inspekulo menunjukkan adanya fluksus dari OUE  Hasil USG menunjukkan adanya plasenta previa dan anak letak lintang 3.Diagnosis : Anamnesis perdarahan tanpa keluhan. Etiologi dari IUGR :  Faktor ibu – Golongan faktor ibu merupakan penyebab yang terpenting. Namun. plasenta akan ikut naik menjauhi ostium uteri internum. Dari perabaan fornises teraba bantalan lunak pada presentasi kepala. yaitu kehamilan akan diterminasi. . Sehingga anak cenderung untuk bergerak lebih bebas mencari tempat yang lebih luas dan nyaman untuk bergerak. membuat anak kesulitan untuk mempresentasikan dirinya karena terhalang oleh plasenta. IUGR (Intra Uterine Growth Retardation): Dikenal juga dengan sebutan pertumbuhan janin terhambat (PJT).penyakit hipertensi (kelainan vaskular ibu) . diagnosis plasenta previa ataupun plasenta letak rendah dapat ditegakkan sejak dini sebelum kehamilan trimester ketiga.

Prognosisnya dubia. Prognosisnya baik. sedangkan kenaikan normal berat badan dalam masa kehamilan adalah 12-20 kg. Hal ini dapat terlihat dari kurangnya kenaikan berat badan ibu.  IUGR tipe II atau tipe asimetris – Terjadi pada kehamilan 28-40 mg. Bagaimana pengelolaan pada pasien ini? Pengobatan plasenta previa dapat dibagi dalam 2 golongan.ketinggian tempat tinggal . Prognosisnya buruk. walaupun begitu ada beberapa kelainan plasenta yang khas. misalnya penyakit TORCH (toksoplasma. Pada pasien ini : Kemungkinan terbesar dari penyebab terjadinya IUGR pada bayi adalah faktor gizi ibu yang kurang mencukupi. Dikenal 3 macam IUGR :  IUGR tipe I atau tipe simetris – Terjadi pada kehamilan 0-20 mg. akan tetapi tanpa disertai lauk pauk dengan nilai gizi yang memadai. terjadi gangguan potensi tubuh janin untuk memperbanyak sel (hiperplasia).kelainan uterus . Meskipun menurut pengakuan ibu makan banyak dan cukup. dengan 1 anak.  IUGR tipe III – Terjadi pada kehamilan 20-28 mg.kelainan genetik . rubela. dengan suami yang bekerja swasta sebagai mandor dan istri tidak bekerja. misalnya pada hipertensi dalam kehamilan disertai insufisiensi plasenta.infeksi janin. yaitu : .keadaan gizi .kelainan kongenital . sitomegalovirus. penghasilan suami belum memadai untuk mencukupi kebutuhan gizi bagi istrinya yang sedang hamil. umumnya disebabkan oleh kelainan kromosom atau infeksi janin. yaitu gangguan potensi tubuh janin untuk memperbesar sel (hipertrofi). seperti tumor plasenta. atau keracunan.  .perokok Faktor anak . Dilihat dari tingkat sosial ekonomi keluarga tersebut. kecanduan obat.dan herpes) Faktor plasenta Penyebab faktor plasenta dikenal sebagai insufisiensi plasenta. misalnya dapat terjadi pada malnutrisi ibu. Faktor plasenta dapat dikembalikan pada faktor ibu. yaitu hanya 7 kg.kehamilan kembar . 4. yaitu gangguan potensi tubuh kombinasi antara gangguan hiperplasia dan hipertrofi sel.

 Ekspektatif – Dilakukan apabila janin masih kecil sehingga kemungkinan hidup di luar baginya kecil sekali. dimaksudkan untuk mengosongkan rahim hingga rahim dapat berkontraksi dan menghentikan perdarahan. Jika kehamilan 37 minggu telah tercapai. Hanya dapat dibenarkan jika keadaan ibu baik dan perdarahan sudah berhenti atau sedikit sekali. Perlu diperhatikan bahwa sebelum melakukan tindakan apapun pada penderita plasenta previa.dengan seksio sesarea. Pada terapi ekspektatif. diusahakan untuk menentukan lokalisasi plasenta dengan pemeriksaan USG dan memperbaiki keadaan umum ibu. Syarat bagi terapi ekspektatif ialah bahwa keadaan ibu dan anak masih baik (Hb-nya normal) dan perdarahan tidak banyak. misalnya: kehamilan cukup bulan. . . Terminasi – kehamilan segera diakhiri sebelum terjadi perdarahan yang membawa maut. Selama terapi. pasien dirawat di rumah sakit sampai berat anak + 2500 gr atau kehamilan sudah sampai 37 minggu. Dipilih rencana seksio sesarea karena ada kelainan letak. Pada pasien ini : Dilakukan terminasi karena pasien sudah dalam kehamilan aterm dan parturien. perdarahan banyak. .cara vaginal yang bermaksud untuk mengadakan tekanan pada plasenta. anak mati (tidak selalu). Gambar. parturien. harus selalu tersedia darah yang cukup. Penderita juga harus diberikan antibiotik mengingat kemungkinan terjadinya infeksi yang besar disebabkan oleh perdarahan dan tindakan-tindakan intrauterin. kehamilan diakhiri menurut salah satu cara yang telah diuraikan. yang dengan demikian menutup pembuluh-pembuluh darah yang terbuka (tamponade pada plasenta). yaitu letak anak lintang dan plasenta previa totalis.