You are on page 1of 4

Portofolio Kasus Medik

No. ID dan Nama Peserta : dr. Maulvi Nazir
No. ID dan Nama Wahana : RSUD Bengkayang
Topik : Hipokalemia
Tanggal (kasus)
: 23 agustus 2015
Nama Pasien : Ny. L M
No. RM : 011231
Tanggal Presentasi :
Pendamping : dr. Diantus
Tempat Presentasi :
Obyektif Presentasi :
 Keilmuan
 Keterampilan
 Penyegaran
 Tinjauan Pustaka
 Diagnostik
 Manajemen
 Masalah
 Istimewa
 Neonatus  Bayi
 Anak
 Remaja
 Dewasa
 Lansia
 Bumil
 Deskripsi :seorang perempuan usia 73tahun, datang dengan keluhan kulit memerah dan
terkelupas
 Tujuan : Diagnosis dan tatalaksana Hipokalemia
Bahan
 Tinjauan Pustaka  Riset
 Kasus
 Audit
Bahasan :
Cara
 Diskusi
 Presentasi dan
 E-mail
 Pos
Membahas:
Diskusi
Data Pasien :
Nama : Ny. L M
No. Registrasi :
Nama Klinik :
Telp :
Terdaftar Sejak :
Data utama untuk bahan diskusi
1. Diagnosis/Gambaran Klinis: sesak , kedua tungkai lemas
2. Riwayat Pengobatan:
Riwayat Kesehatan/Penyakit: pasien pernah mengalami hal yang sama dan di rawat di rs
3. Riwayat Keluarga: tidak ada anggota keluarga lain yang menderita sakit serupa
4. Riwayat Pekerjaan: ibu rumah tangga
5. Lain-lain: Daftar Pustaka:
a. Wilson LM. Gangguan volume, osmolalitas, dan elektrolit cairan. Dalam: Price SA,
Wilson LM, ed. Pendit BU, Hartanto H, Wulansari P, et al, terj. Patofisiologi konsep
klinis proses-proses penyakit. 64th ed. Jakarta: EGC; 2005.p.342-4
b.
c.
Hasil Pembelajaran:
1. Diagnosis Hipokalemia
2. Penatalaksanaan Hipokalemia

sedangkan bentukPPH familial disebut familial hypokalemic periodic paralysis. SUBYEKTIF: Pasien datang diantar oleh keluarganya ke UGD RSUD Bengkayang dengan keluhan sesak 2 jam SMRS. 2.Pengeluaran yang banyak. tidak teraba pembesaran organ. frekuensi serangan erbanyak di usia 15-35 tahun dan kemudian . BU 3-4 x/menit. 3). Kesadaran kompos mentis.. RR: 24x/m. Pasien juga merasakan perut sakit hilang timbul dan lengannya seperti kesemutan. Hanya 2% dari kalium tubuh yang berada di cairan ekstrasel sehingga kadar kalium serum tidak mencerminkan kalium tubuh total. Ekstremitas: hipotonus pada ekstremitas bawah. betis kiri dan kanan bersamaan. disebutthyrotoxic periodic paralysis. konjungtiva tidak anemis.Perpindahan kalium ke intrasel akibat alkalosis. Intake yang berkurang. awalnya. pasien masih bisa melaksanakan kegiatan seperti biasa.8 3. 2 hari SMRS. KGB colli tidak teraba.Saat ini. ASSESSMENT (PENALARAN KLINIS): Hipokalemia adalah keadaan konsentrasi kalium plasma kurang dari 3. Dari pemeriksaan elektrolit : kalium 2. suhu: 370C.Keluhan lemas terjadi secara bertahap. tekanan darah 120/80. tonsil T2/T2.Rasa pegal-pegal ini kemudian diikuti rasa kram yang terjadi di paha kiri. Mulut: mukosa basah.5 mmol/L. hipokalemia disebabkan oleh satu dari yang berikut ini: 1). Abdomen : supel.Rasa pegal pertama kali dirasakan seusai pasien tiba di rumah setelah mengikuti bimbingan belajar. Paru dan Jantung dalam batas normal. Prinsipnya. sklera tidak ikterik.PPH didapat bisa ditemui pada keadaan tirotoksikosis. Nadi: 96x/menit (TKP).3 Usia terjadinya serangan pertama bervariasi dari 1-20 tahun. pasien merasa kesulitan berdiri dan berjalan.2. kedua tungkai terasa lemas sejak 1 hari SMRS. OBYEKTIF: Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum pasien tampak tenang. selanjutnya kram dirasakan pada kedua tungkai.Portofolio Kasus Medik RANGKUMAN HASIL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO : 1. Mata : tidak tampak cekung. capillary refill baik. mulanya. pasien merasakan pegal-pegal pada kedua tungkai. tidak ada nyeri tekan. 2). faring tidak hiperemis. PPH banyak terjadi pada pria daripada wanita dengan rasio 3-4 : 1.Paralisis periodik hipokalemik dapat terjadi secara familial atau didapat. Paralisis periodik hipokalemik (PPH)merupakan salah satu spektrum klinis akibathipokalemia yang disebabkan oleh redistribusikalium secara akut ke dalam cairan intraselular.

dan sebagainya. Pasien datang diantar oleh keluarganya ke UGD RSUD Bengkayang dengan keluhan sesak 2 jam SMRS.IVFD asering 500 ml /24jam . Konsultasi : Dijelaskan mengenai perlunya konsultasi secara rutin dengan spesialis penyakit dalam untuk mengetahui perkembangan penyakit. pasien akan membaik dengan koreksi kalium.Saat ini. terutama kadar kalium plasma yang menurun. Dispepsia 4.asparK 300mg / 8jam/po .Sukralfat cth1/8jam/po .Pantoprazole 40mg/24jam/iv .Pada pemeriksaan fisik didapatkan hipotonus dan kelemahan otot pada keempat ekstrimitas. kram.Kalium serum menurun dari nilai normal. Khasnya adalah.Portofolio Kasus Medik menurun dengan peningkatan usia. mengevaluasi serta mencegah munculnya komplikasi. Rujukan : Pasien tidak memerlukan rujukan karena tatalaksana dan fasilitas di Rumah Sakit sudah .Gejala klinis bervariasi. serta adanya aritmia jantung. Pengobatan : . pasien merasa kesulitan berdiri dan berjalan. berdebar-debar. pasien disarankan untuk perbanyak makan buah yg banyak mengandung kalium seperti pisang. dimulai dari diare atau konstipasi. Diagnosis dapat cukup ditegakkan lewat anamnesis. rasa lemas. dan penunjang. kedua tungkai terasa lemas sejak 1 hari SMRS. Namun demikian tetap perlu dilakukan pengawasan atau observasi terhadap penurunan kadar kalium.. Dengan daftar masalah : 1.Rawat inap .Evaluasi gizi Edukasi : Setelah pulang perawatan. PLAN : Diagnosis : Penegakan diagnosis pada pasien ini dinilai sudah cukup optimal. pemeriksaan fisik. .Untuk kasus hipokalemia. Kehilangan dari eksitasi listrik pada otot skeletal merupakan kelainan dasar dari periodik paralisis. Paralisis periodic flaksid ec hipokalemia 2.Sedangkan pada pemeriksaan fisik utamanya didapatkan lemahnya kekuatan otot tanpa ada gangguan sensibilitas. Pasien juga merasakan perut sakit hilang timbul dan lengannya seperti kesemutan.

Kontrol : Kontrol ulang perlu dilakukan apabila terdapat keluhan lainnya yang memerlukan perhatian lebih lanjut.Portofolio Kasus Medik memadai. .