You are on page 1of 6

Uji Kruskall Wallis merupakan pungujian yang mirip dengan ANOVA.

Contoh :
Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara tingkat penjualan
(unit) setiap bulan dari 3 merek barang yang berbeda. Berikut adalah data penjualan 5 bulan
terakhir.
merk
1

tingkat_penjualan
165

1

98

1

130

1

210

1

195

2

120

2

115

2

90

2

126

2

107

3

140

3

156

3

220

3

112

3

142

Kode merk
1 : merk_oke
2 : merk_bagus
3 : merk_mantap
Berikut langkah – langkah untuk melakukan uji Kruskall Walss :
1.

Masukkan data di atas pada SPSS. Pastikan melakukan pengkodean untuk kategori data.

2.

Klik menu Analyze > Nonparametric Tests > Legacy Dialogs > K Independent Samples..

masukkan variabel penjualan ke kotak Test Variable List. Maka pada jendela output akan muncul hasil sebagai berikut. 5. Pada kotak Minimum masukkan angka 3 (jumlah variabel kategori) Klik Continue. Pastikan pilihan Kruskal Wallis aktif.3. Karena kita mengelmpokkan kategori berdasar merk. Pada kotak Minimum masukkan angka 1. masukkan variabel merk ke kotak Grouping Variable. . Pada kotak dialog yang mncul. Klik menu Define Range. 4. Klik OK untuk melakukan analisa Kruskal Wallis.

pertama – tama kita membuat hipotesis sebagai berikut : .Output 1 Output pertama ini menunjukkan informasi mengenai banyaknya data yang diolah untuk masing – masing variabel Output 2 Output ke 2 ini memberikan informasi nilai sebagai dasar pengambil keputusan. Untuk menentukan apakah tingkat penjualan setiap bulan dari 3 merek barang sama.atau tidak .

dan diperoleh . dilakukan tes Matrikulasi.15 > 0.H0 = Tingkat penjualan setiap bulan dari 3 merek barang sama H1 = Tingkat penjualan setiap bulan dari 3 merek barang tidak sama Syarat H0 diterima atau tidak berdasarkan nilai probabilitas sebagai berikut : Apabila probabilitas > 0.088.Maka keputusan yang diambil adalah H0.05) Jadi : Tingkat penjualan setiap bulan dari 3 merek barang sama Universitas Gadjah Mada setiap tahunnya menerima Mahasiswa Baru melalui jalur-jalur khusus misalnya PBOS dan PBUPD. Dan pihak pelaksana melakukan dua kali ujian yaitu sebelum program matrikulasi dilakukan dan setelahnya untuk mengetahui keefektifan program tersebut. Dan untuk itu diambil sampel sebanyak 15 orang dari kelompok IPA untuk mata ujian FISIKA. (0.05 maka H0 diterima Apabila probabilitas < 0.05 maka H0 ditolak Dari hasil di atas pada baris Asymp Sig terlihat bahwa nilai probabilitas 0. Guna mengetahui kualitas mahasiswa yang telah diterima melalui jalur tersebut.

Analisisnya dalam SPSS adalah sebagai berikut: Klik Analyze –> Nonparametric Test –> 2 Related samples Aktifkan Wilcoxon dan masukan variabel yang akan diuji ( sebelum dan sesudah) sebagai hasil outputnya dapat anda lihat gambar di bawah ini .

022 < α =0.05 maka Ho ditolak yang berarti bahwa ada perbedaan nilai Fisika calon mahasiswa sebelum dan sesudah mengikuti program matrikulasi. .Daerah kritis H0 ditolak jika nilai asymp sig < nilai α Kesimpulan Oleh karena nilai asymp sig = 0.