You are on page 1of 1

Media tanam adalah media / bahan yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan

berkembangnya tanaman, baik berupa tanah maupun non tanah. Media tanam
digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam karena
media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar,
menyediakan cukup udara dan dapat menahan ketersediaan unsur hara. Media
tanam dibedakan menjadi bahan organik yaitu; arang, batang pakis, kompos,
moss, pupuk kandang, sabut kelapa dan sekam padi sedangkan media yang
berasal dari bahan organik antara lain: gel, pasir, kerikil, pecahan batubata dan
spons. (http://. Anggrek/yang_media_tanam dan tanaman.html)
Media tumbuh tanaman merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan,
sebab mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman untuk
mendapatkan hasil yang optimal. Menurut Haryadi (1986) menyatakan bahwa
media yang baik untuk pertumbuhan tanaman harus mempunyai sifat fisik yang
baik, gembur dan mempunyai kemampuan menahan air. Kondisi fisik tanah
sangat penting utnuk keberlangsungan kehidupan tanaman dewasa. Selanjutnya
Kramer (1975) menambahkan media yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman
adalah tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1 karena mempunyai
kemampuan menyerap air yang tinggi dan dapat memperbaiki drainase media
sebab mempunyai ruang pori yang besar.

Tanah merupakan hasil transformasi zat-zat mineral dan organik di muka
daratan bumi (Rachman Sutanto,2009). Dapat dikatakan bahwa tanah adalah
sumber utama penyedia zat hara bagi tumbuhan. Tanah juga adalah tapak
utama terjadinya berbagai bentuk zat didalam daur makanan( Andi Hakim
Nasoetion,2009). Komponen tanah(mineral,organik,air,dan udara) tersusun
antara yang satu dan yang lain membentuk tubuh tanah. Tubuh tanah
dibedakan atas horizon-horizon yang kurang lebih sejajar dengan permukaan
tanah sebagai hasil proses pedogenesis. Bermacam-macam jenis tanah yang
terbentuk merupakan refleksi kondisi lingkungan yang berbeda(Rachman
Sutanto,2009). Tanah yang menjadi media tumbuh bagi tanaman memiliki komposisi

seperti, karbohidrat ( gula, selulosa, hemiselulosa), lemak ( gliserida, asam-asam lemak,
stearat dan oleat), dan lignin yang tersusun dari C, H, dan O, juga oleh N. P, S, Fe, dan lainlain,sedangkan bagian mineralnya terdiri dari unsur hara makro dan mikro esensial( Kemas
Ali Hanafiah, 2005).