You are on page 1of 30

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK

)
TATA LAKSANA KASUS
RSUD KOTA SAWAHLUNTO
SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT
2014 - 2016
TETANUS (ICD 10: A35)
TETANUS NEONATORUM (ICD 10: A33)
1. Pengertian (Definisi)
2. Anamnesis

Penyakit toksemik akut yang disebabkan oleh eksotoksin
Clostridium tetoni
1. Riwayat mendapat trauma, pemotongan dan perawatan tali
pusat yang tidak steril
2. Riwayat tidak diimunisasi tetanus (tidak lengkap)

3. Pemeriksaan Fisik

Derajat 1
Trismus ringan sampai sedang, Kekakuan umum ,Spasme (-)
Disfagia (-)/ringan, Gangguan respirasi (-)
Derajat II
Trismus sedang , Kekakuan jelas, Spasme hanya sebentar
Takipnea, Disfagia ringan
Derajat III
Trismus berat, Otot spastis, Spasme spontan ,Takipnea ,
Apneic spell , Disfagia berat , Takikardia
Aktivitas sistem autonom 
Derajat IV (Derajat III ditambah dengan)
Gangguan autonom berat ,Hipertensi berat dan takikardia
atau

Hipotensi dan bradikardia ,Hipertensi berat atau

hipotensi berat

4. Kriteria Diagnosis
5. Diagnosis Kerja

1.
Sesuai anamnesis
2.
Sesuai pemeriksaan fisik
Tetanus

6. Diagnosis Banding

Tetanus neonatorum
1.Ensefalitis
2.Abses gigi /Abses parafarin/ retrofaring/peritonsiler
3.Rabies

7. Pemeriksaan Penunjang
8. Terapi

4.Epilepsi
Penanganan umum
Bebaskan jalan nafas dan pemberian O2
Perawatan dengan stimulasi minimal
Pemberian cairan dan nutrisi adekuat
Bantuan nafas pada tetanus berat dan sangat berat/tetanus
neonatorum
Pemantauan/monitoring kejang dan tanda-tanda penyulit
Penanganan khusus
*Antibiotik
Ampisilin 150 mg/kgbb/hr.iv. dibagi dalam 4 dosis, atau
Sefotaksim 100 mg/kgbb/hari iv, bagi dalam 3 dosis
Metronidazol loading dose 15 mg/kgbb/jam selanjutnya 7.5
mg/kgbb tiap 6 jam, atau
Eritromisin 40-50 mg/kgbb/hr p.o dibagi dalam 4 dosis
Catatan
Tetanus neonatorum : Gentamisin 5-7 mg/kgbb/hr i.v dibagi
dalam 2 dosis
Bila ada sepsis atau pneumonia + antibiotik lain ( sefalosporin,
dll)
Netralisasi toksin
HTIG 3.000–6.000 IU i.m. (utk tetanus neonatorum 500 IU
i.v)
Bila tidak tersedia  anti tetanus serum (ATS) 50.000 – 100.000 IU,
½ i.m dan ½ i.v (terlebih dahulu dilakukan tes kulit) (untuk tetanus
neonatorum 10.000 IU i.v)
Anti kejang
Anak :Diazepam 0, 1-0,3 mg/kgbb/kali i.v tiap 2-4 jam
Dalam keadaan berat  diazepam drip 20 mg/kgbb/hr dirawat
Di ruang rawat intensif
Dosis pemeliharaan 8 mg/kgbb/hr p.o dibagi dalam 6-8 dosis
Neonatus : sibital 20 mg/kgbb iv, bila 30 menit kemudian masih
kejang berikan 10 mg/kgbb, maksimal 40 mg/kgbb/hari
Perawatan luka
Dilakukan setelah diberi anti toksin dan anti kejang

9. Edukasi

(Hospital Health Promotion)

10. Prognosis
11. Tingkat Evidens
12. Tingkat Rekomendasi
13. Penelaah Kritis

1.
2.

Rawat luka traumatik dengan steril
Imunisasi Tetanus

Ad vitam
: dubia ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
IV
C
1.
2.

……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………

14. Indikator Medis

Pasien tetanus dengan atau tanpa komplikasi dirawat selama 6
hari rawatan
Target :
75% Pasien tetanus teratasi dengan atau tanpa komplikasi
dalam waktu 6 hari rawatan

15. Kepustakaan

1.

Feigin RD, Finta KM. Tetanus. Dalam : Behrman RE,
Kliegman RM, Nelson WE, Vaughan VC III, penyunting.
Nelson textbook of pediatrics.Edisi ke-14..Phidelphia :
WB Saunders CO; 1992 h.747-50
2. Weinstein L. Tetanus. Dalam : Feigin RD, Cherry JD,
penyunting. Texbook of pediatric infections diseases.
Edisi ke-3. Philadelphia. WB Saunders Co; 1992 h. 1102
-10

Kontak dengan penderita tbc dengan BTA sputum (+) Berat badan turun tanpa sebab. 11. 9.1) TUBERKULOSIS KELENJAR LIMFE (ICD 10:A18. kalsifikasi dan infiltrat. Pengertian (Definisi) 2.4) 1. 3. 6.0) TUBERKULOSIS KULIT/ SKROFULODERMA (ICD 10: A18. 10. 16. …………………………………………………………………………………………………. 2. 13.Diagnosis Banding 7. ………………………………………………………………………….kavitas. ………………………………………………………………………………………………… Rontgen thorak AP – lat atau rontgen tulang Tuberkulin tes .PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) TATA LAKSANA KASUS RSUD KOTA SAWAHLUNTO SAWAHLUNTO.2016 TUBERKULOSIS PARU (ICD 10: A16.Anamnesis 3.Pemeriksaan Penunjang Penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh M. 4. 17. 14. dengan intake gizi baik Demam > 2minggu tanpa sebab yang jelas Batuk > 3 minggu Kejang Teraba pembesaran kelenjar limfe leher Teraba gibbus pada tulang belakang Bengkak pada sendi atau tulang Kesadaran turun Tanda rangsangan meningeal Sesuai anamnesis Sesuai pemeriksaan fisis Tuberkulin tes (+) Rontgen thorak sugestif tb: pembesaran KGB. 8.Kriteria Diagnosis 5.2 TUBERKULOSIS MILIER (ICD 10:A19.Pemeriksaan Fisik 4.Diagnosis Kerja 6.9) TUBERKULOSIS TULANG (ICD 10:A18.tuberculosis 1. 19. milier. 18. SUMATERA BARAT 2014 . 7. 5. efusi pleura Sistem skoring diagnosis tuberkulosis anak TUBERKULOSIS PARU TUBERKULOSIS KELENJAR LIMFE TUBERKULOSIS MILIER TUBERKULOSIS TULANG 15. 12.

.Kepustakaan Imunisasi BCG Tidak membuang dahak sembarangan Minum obat secara teratur Makan makanan bergizi Anak tidak perlu diisolasi atau dibatasi aktivitasnya Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam IV C 29... Tuberkulosis berat ( milier.. Pencegahan ( untuk anak kontak penderita tb dewasa dgn BTA (+) ) INH 1x 5-10 mg/kgbb/hari. penyunting..h..... perikarditis tb.. Tuberkulosis tertentu (meningitis tb. pleural efusi tb.... .. 28. Dalam: Rahajoe N...... Setyanto DB... 26...2004 . 27. Pasien tuberkulosis teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu 6 hari perawatan Target : 90% Pasien tuberkulosis teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu 6 hari perawatan 30..Terapi 20..8.. Badan Penerbit FKUI... meningitis.. ditambah: Etambutol 1 x 15 mg/kgbb DM 1250 mg/hari atau Streptomisin 1 x 15 mg/kgbb DM 1 gr/hari Fase lanjutan terdiri dari 2 kombinasi obat selama 10 bulan 23.Indikator Medis 15..Tingkat Evidens 12....2008.....162-261 Indonesia pediatric respiratology meeting II: focus on tuberculosis.. Tuberkulosis.. (Hospital Health Promotion) 10.Edukasi 24. 31.... maksimal 60 mg/hari. Vitamin B6 1x1 tablet 21.. Penelaah Kritis 14.. Jakarta: UKK respirologi.. 25. peritonitis tb) Ditambahkan prednison 1-2 mg/kgbb dibagi 3 dosis. obat di point 2. Rahajoe N. milier..Prognosis 11..Tingkat Rekomendasi 13.Buku ajar respirologi anak. Pengobatan tuberkulosis Fase intensif :3 jenis kombinasi obat selama 2 bulan Fase lanjutan : 2 jenis kombinasi obat selama > 4 bulan INH 1x 10 mg/kgbb Dosis Max: 300 mg/hari Rifampisin 1x 15 mg/kgbb Dosis Max: 600 mg/hari Pirazinamid 1 x 25 mg/kgbb Dosis Max: 2 gr/hari 22.tulang) Fase intensif :Diberi minimal 4 jenis obat. 9.. Edisi 1. lanjutkan dengan tappering off. Supriyatno B.... Supriyatno B.... selama 2-4 minggu........

.

.

.

000 U Difteria faring 60. Sesuai pemeriksaan fisik Difteria nasal Difteria faring Difteria laring 6. Tonsilitis folikularis (J03.0) DIFTERI NASOFARINGEAL (ICD 10:A36. rinitis Limfadenitis servikal + edema jaringan lunak leher ( bullneck ) Sangat penting untuk diagnosis ditemukannya pseudomembran pada tempat infksi yang berwarna putih keabu-abuan.Diagnosis Banding 7. mudah 4.Kriteria Diagnosis 5.2016 DIFTERI FARING (ICD 10:A36.Diagnosis Kerja berdarah bila diangkat.000-120.Terapi perubahahan segmen S-T dan gelombang T) Netralisasi toksin bebas : ADS (Anti Difteria Sorum) Dosis : Difteria hidung/faring ringan 40.Anamnesis Penyakit infeksi akut yang disebabkan Corynebacteium diptheriae Kontak dengan penderita difteria Suara serak Stridor dan tanda lain obstruksi jalan napas 3.2) 1. faringitis.1) DIFTERI LARING (ICD 10:A36. 8.000-80. 32.Pemeriksaan Fisik Demam tak begitu tinggi Tonsilitis.PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) TATA LAKSANA KASUS RSUD KOTA SAWAHLUNTO SAWAHLUNTO.000 U Difteria faring berat/laring/dengan bullneck 100.000 U Cara pemberian : Sebelumnya dilakukan uji kepekaan.Pengertian (Definisi) 2. Uji kepekaan dengan pemberian 1 tetes antitoksin pengenceran 1:10 pada . SUMATERA BARAT 2014 .9) Laboratorium darah : Hitung Leukosit darah tepi dapat  Kadang-kadang timbul anemia Kuman difteria pada sediaan langsung/biakan (+) EKG untuk menyingkirkan miokarditis (Dapat terjadi arimia.Pemeriksaan Penunjang 34. Sesuai anamnesis 33.

selama 7 hr Imunisasi DPTDT pada anak yang belum pernah diimunisasi. Bila tidak ada reaksi alergi.10 mL larutan 1:20 s. untuk anak > 7 tahun Semua anak yang kontak dengan penderita harus dilakukan pemeriksaan sediaan langsung dari hidung dan tenggorokan.m.50 mL tanpa pengenceran i.m. sisa diberikan i.5 mL i.v. 0. Bila uji kepekaan (+) ADS secara desentisasi. tiap 6 jam selam 14 hr Isolasi Suportif Tirah rebah 2-3 mgg atau lebih lama bila terjadi miokarditis O2 bila sesak nafas Diet makanan lunak yang mudah dicerna dengan kalori tinggi Trakeostomi pada kasus dengan obstruksi saluran nafas berat Roboransia Prednison 1.10 mL larutan 1:10 s.m.Edukasi (Hospital Health Promotion) ( jika ditemukan bullneck) selama 14 hr Waktu dipulangkan : Imunisasi DPT 0.: tiap 12 jam selama 14 hr atau bila hasil biakan 3 hr berturut-turut (-) Eritromisin 40-50 mg kgbb/hr.v.05 mL larutan 1:20 s.10 mL tanpa pengenceran s. dibagi dalam 4 dosis maks 2 g/hr. untuk anak < 7 tahun DT 0. atau i.5 mL.p. p. 0. maks 2 g/hr. tiap 6-8 jam pada kasus berat 9.k.m.30 mL tanpa pengenceran i.. lambat Eradikasi kuman Penisilin prokain 25.000-50.10 mL tanpa pengenceran i. Bila hasil (-) Eritromisin 40-50 mg/kgbb/hr dibagi 4 dosis .5 mg/kgbb/hr. 0. i.o. Bila ada riwayat alergi pengenceran 1:1000 Uji kepekaan (+) bila ditemukan indurasi > 3 mm pada tempat suntikan sesudah 20 menit atau timbul konjungtivitis/berair mata.02 mL penyuntikan intradermal pengenceran 1:100. ulangan pada anak yang telah mendapat imunisasi Bila hasil (+) Pada anak tanpa gejala (karier): Eritromisin 40-50 mg/kgbb/hr . 0. masing-masing dengan interval 20 menit 0.p.000 U/kgbb/hr i.k. 0.konjungtiva atau 0. 0.m.0-1.o.o.v.k.k.

Nelson text book of pediatrics. 593-6.(maks. 2.o.Kepustakaan 1. Texbook of pediatric infection diseases. Dalam : Ferigin RD Cherry JD.Tingkat Rekomendasi 13. h. anak harus diawasi ketat Bila anak kemudian menunjukkan gejala  segera dirawat 10. tiap 6 jam selam 7 hr Imunisasi seperti di atas Selama pemberian obat. Berhman RE. Penelaah Kritis 14Indikator Medis Ad vitam : dubia ad malam Ad sanationam : dubia ad malam Ad fungsionam : dubia ad bonam IV C 35. 36. …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… Pasien difteri dengan atau tanpa komplikasi dirawat selama 10 hari rawatan Target : 75% Pasien difteri teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu 10 hari rawatan 15. 1110-6 . Philadelphia : WB Saunders Co. 2 g/hr). Edisi ke-3 Philadelphia : WB Saunders Co : 1992. p. Nelson WE. Diphteria. Edisi ke-15.Tingkat Evidens 12. h. 1996. penyunting. Starndgaard RH. Vaughan VC III. Diphtheria. Feigin RD. Stechenberg BW.Prognosis 11.

3. IVFD RL 3-5 cc/kgbb/jam… DHF grade III-IV : IVFD RL : 20 cc/kgbb/30 mnt.PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) TATA LAKSANA KASUS RSUD KOTA SAWAHLUNTO SAWAHLUNTO. 2. perdarahan kulit hebat) transfusi trombosit 5 unit dalam satu hari 1. saluran nafas. Chikungunya (ICD .2016 DEMAM BERDARAH DENGUE (ICD 10: A91) 16. Demam Hepatomegali Tanda perdarahan. 2. Diagnosis Banding 1. 3. setelah teratasi IVFD 10 cc/kgbb/jam O2 jika DHF grade III dan IV Parasetamol 3 x 10 mg/kgbb peroral jika diperlukan Jika DIC (melena.9) 22. Sesuai kriteria anamnesis Sesuai kriteria Pemeriksaan fisik Hemokonsentrasi (Ht> 20%) 4. 3 DEMAM BERDARAH DENGUE (ICD 10: A91) 2. 10: A92.pada kulit. Anamnesis Infeksi yang disebabkan karena virus dengue 1.saluran cerna.Terapi 1. 2. Demam tinggi mendadak 2-7 hari Riwayat Perdarahan. nadi cepat dan halus 1. pada kulit. 18. Haemoglobin Lekosit Trombosit Hematokrit 23. SUMATERA BARAT 2014 . 2. 2. hidung berdarah Riwayat Gangguan kesadaran 4. Pengertian (Definisi) 17. Pemeriksaan Fisik 19.0) Demam tifoid (ICD 10: A75. 3. berak berdarah. 3. 4. 4.Diagnosis Kerja 21. Trombositopeni <100. minimal Rumpel Leede (+) Hipotensi. Kriteria Diagnosis 20.Pemeriksaan Penunjang 1.000/mm . 3.

Jakarta: Balai Penerbit FKUI..... ......Tingkat Evidens IV 27........ 2. Soegijanto S... 1999. menutup........... Pasien DBD teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu 5 hari perawatan Target : 90% Pasien demam berdarah dengue teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu 5 hari perawatan 1........ Jakarta.......Edukasi (Hospital Health Promotion) 25. Demam berdarah dengue...... ..Tingkat Rekomendasi C 28................. Suroso T.... 1986.... Penelaah Kritis 29...............Indikator Medis 30.. penyunting.82-137. Tatalaksana demam dengue/demam berdarah dengue pada anak....... .24. Hadinegoro SRH.. 2.. 2....... H.. Wuryadi S.... Dalam: Hadinegoro SRH... Satari HI...Kepustakaan 1. 3M (menguras.. Laksanakan kebersihan lingkungan...............Prognosis 1...... Pencegahan dan pemberantasan demam berdarah dengue di Indonesia... menimbun) Menggunakan kelambu saat tidur Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam 26........ Simposium demam berdarah dengue.......

Tabel 1 .

Tabel2 .

Tabel 3 .

nyeri perut. mencret atau konstipasi.2016 DEMAM TIFOID (ICD 10:A01. 8. 5. leukosit. 14. 3.Pemeriksaan Fisik 5. 12.Edukasi (Hospital Health Promotion) 10.0) 1. 4. 1-3 mg/kgbb/hari bagi 3 x pemberian.Terapi 15. 4.Pengertian (Definisi) 2. Kloramfenikol 100 mg/kgbb/hari bagi 4 x pemberian.Diagnosis Kerja 6.Kriteria Diagnosis 9. Tingkatkan kebersihan diri Jaga kebersihan makanan dan minuman 16. 7.Diagnosis Banding Demam > 7 hari Gangguan saluran cerna. kembung Demam Bisa disertai gangguan kesadaran Lidah kotor Hepatomegali.Pemeriksaan Penunjang 13.PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) TATA LAKSANA KASUS RSUD KOTA SAWAHLUNTO SAWAHLUNTO. splenomegali Ruam makula papula pada kulit dada bagian bawah/perut (rose spot)  menghilang dalam 2-3 hari Sesuai anamnesis Sesuai pemeriksaan fisis DEMAM TIFOID 11. 19.Anamnesis Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella typhi 3.Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam . trombosit) Pemeriksaan widal 8. SUMATERA BARAT 2014 . 17. Darah rutin ( Hemoglobin. ganti cefixim 15-20 mg/kgbb bagi 2 x pemberian Jika ditemukan gangguan kesadaran : dexametason intra vena. jika tidak ada perbaikan setelah 10 hari terapi. 9. 6. 10. Malaria Tuberkulosis 7. selama 2 hari Jika demam : Parasetamol 3 x 10 mg/kgbb 18.

.................. Edisi 17..........Indikator Medis 15...Tingkat Rekomendasi 13..... Penyunting..Tingkat Evidens 12...Kepustakaan Ad fungsionam : dubia ad bonam IV C 20...... Feigin RD. Dalam: Behrman RE......... Pasien demam tifoid dengan atau tanpa komplikasi dirawat selama 7 hari rawatan Target : 90% Pasien demam tifoid teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu 7 hari rawatan 22. Kliegman RM...... Typhoid fever..2004......... Jenson HB.......... Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins......... . . Nelson text book of pediatric......... 21........................... Penelaah Kritis 14.11..... ........

24. berulang dan telah dapat dibuktikan bukan disebabkan oleh penyakit lain.PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) TATA LAKSANA KASUS RSUD KOTA SAWAHLUNTO SAWAHLUNTO.Radiologi : untuk menyingkirkan diagnosis banding dan mendeteksi ada tidaknya penyulit (atelektasis. Penelaah Kritis 14. 26. 5.Terapi Sesuai derajat klinis asma 9.Edukasi (Hospital Health Promotion) 10.2016 ASMA (ICD J45) 1.Pengertian (Definisi) Penyakit saluran nafas yang secara klinis ditandai serangang akut mengi dan atau batuk episodik. 28.Tingkat Rekomendasi 13. pneumotoraks. bisa ditemukan eosinofilia 2. SUMATERA BARAT 2014 .Pemeriksaan Penunjang 1. …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… Pasien asma teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu .Kriteria Diagnosis 23.Diagnosis Kerja 6.Diagnosis Banding Asma 7.Tingkat Evidens 12.Indikator Medis 25. bronkiektasis) 8. 2.Prognosis 11. 31.Laboratorium darah. emfisema.Anamnesis Liha tabel 3. Sesuai anamnesis Sesuai pemeriksaan fisik Benda asing di saluran nafas G E R (gastro esofagus refluks) Minum obat secara teratur Hindari faktor risiko Tatalaksana serangan yg optimal Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam IV C 30.Pemeriksaan Fisik Lihat tabel 4. 27. 29.

National Institute of Health. Asthma and inflamation.Kepustakaan 32. Global Initiative fos asthma.Ed ke-16. Global Strategy for Asthma Management and Prevention.. Kliegman RM.87:893-910 Behrman RE.2000.6 hari perawatan Target : 90% Pasien asma teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu 6 hari perawatan 15. J Allergy Clin Immunol 1991. 34. 33. Jenson HB.664-680 . http://www. Asthma.2004 Kay AB.Philadelphia: WB Saunders Comp.asp? 11=2&12=1&intId=87.ginasthma.com/Guidelineitem. Dalam: Nelson Text book of Pediatric.h.

Tabel 1 .

Tabel2 .

Sesuai anamnesis 42.Pemeriksaan Fisik 4.2016 PNEUMONIA (ICD 10:J18. atau cefotaxim 75-150 mg/kgbb bagi 3 dosis Anak > 5 thn : amoxicilin 25-100 mg/kgbb bagi 3 dosis Oksigen 2-3 lt/mnt Simtommatis : jika perlu diberikan parasetamol 10 mg/kgbb Cairan dan nutrisi melalui NGT atau IVFD 54.Pengertian (Definisi) 2. SUMATERA BARAT 2014 . Tuberkulosis Edema paru Gagal jantung kongestif Pemeriksaan darah rutin Rontgen foto thorak pada pneumoia berat Neonatus: ampiicilin 100-200 mg/kgbb bagi 3 dosis.Anamnesis 3. Demam. 46. 55. 53. Nyeri dada 39.Diagnosis Kerja 6. Bayi . 44.Pemeriksaan Penunjang 8. Batuk 37. nafas cuping hidung. dan gentamicin 5 mg/kgbb 1 dosis. Auskultasi paru: ronkhi basah halus nyaring.Terapi Penyakit radang akut paru yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisma dan penyebab non infeksi 35.Kriteria Diagnosis 5. 51. Sesuai pemeriksan fisik Pneumonia 43.Diagnosis Banding 7.Edukasi (Hospital Health Promotion) 10. 9.PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) TATA LAKSANA KASUS RSUD KOTA SAWAHLUNTO SAWAHLUNTO.0 ) 1. Sesak nafas 38. 52. sianosis 40. grunting. retraksi dinding dada. 47. Takipnu. 45. anoreksia 36. suara nafas melemah 41. Segera obati batuk jika anak menderita batuk Hindari anak dari asap rokok 49. 50.Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam .< 5 thn : amoxicilin 25-100 mg/kgbb bagi 3 dosis. 48.

Philadelphia:WB Saunders Co. Dalam: Behrman RE. Sectish TC.Tingkat Evidens 12. Penelaah Kritis 14. Prober CG. ED 1.350-65. …………………………………………………………………………………… 58.2008. Pasien pneumonia teratasi dengan atau tanpa komplikasi…dalam waktu 5 hari perawatan Target : 90% Pasien pneumonia teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu 5 hari perawatan 59. Setyanto DB. penyunting. Kliegman RM. Supriyatno B.Kepustakaan IV C 56. Nelson textbook of pediatric. 60. H.Tingkat Rekomendasi 13. penyunting.11.Indikator Medis 15. h. . …………………………………………………………………………………… 57. Dalam Rahajoe Nn. Badan Penerbit IDAI.1432-5 Said M. Pneumonia. Jjenson HB. Ed 17. 2004. Buku ajar respirologi anak. Pneumonia.

setelah berak atau muntah 8. 75.1) Feses rutin Darah (elektrolit ) 77. jika disertai darah disebut disentri 62. 83. Disentri (ICD 10: A06. Tanda dan gejala dehidrasi berat 69.Pengertian (Definisi) 2.Pemeriksaan Fisik 4. Minum kurang 66. muntah 64.PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) TATA LAKSANA KASUS RSUD KOTA SAWAHLUNTO SAWAHLUNTO. Meneruskan ASI Air minum dari sumber air yang bersih dan dimasak Menjaga kebersihan makanan dan minuman Menjaga kebersihan dalam penyiapan makanan Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Tanpa tanda dan gejala dehidrasi 67. Tanda dan gejala dehidrasi ringan sedang 68. Demam 63. 74. BAB lebih encer dari biasanya.Diagnosis Kerja 6.Anamnesis 3.0) Intoleransi laktosa (ICD 10: E73. menyiapkan makanan. Mual.Kriteria Diagnosis 5. Sesuai pemeriksaan fisis 72. 81.2016 DIARE AKUT 1. Nyeri perut 65. 82. SUMATERA BARAT 2014 . Sesuai anamnesis 71.Terapi 9.Edukasi (Hospital Health Promotion) (ICD 10: A09) . > 3x perhari. Dapat disertai gejala gangguan elektrolit atau keseimbangan asam basa 70. > 3x perhari. berlangsung < 2 minggu 61. 80.Pemeriksaan Penunjang Buang air besar dengan konsistensi encer. dapat disertai lendir atau darah. Dapat disertai gejala gangguan elektrolit atau keseimbangan asam basa DIARE AKUT. Oralit : Pengganti cairan sesuai dengan derajat dehidrasi ringan sedang atau berat Skema terlampir 78. 73. Zink selama 10 hari Usia < 6 bln : 1 x 10 mg Usia > 6 bln : 1 x 20 mg 79.Diagnosis Banding 7. 76.

........1972 WHO.. Harris F. Program for control diarrhea disease supervisory skill-treatment of diarrheal...........1994 .. Oxford: Blackwell Scientific Publications............... Jakarta.... .......... 87...........Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam 11.Kepustakaan 84.....Indikator Medis 15... . Penelaah Kritis 14......... Pediatric fluid therapy..... Modul pelatihan pemberantasan penyakit diare bagi supervisor tatalaksana diare........ 1987 DEPKES RI.........10... 88. 85..... Pasien diare akut teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu 5 hari perawatan Target : 90 % pasien diare akut teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu 5 hari perawatan 86....Tingkat Rekomendasi C 13...........Tingkat Evidens IV 12..

Tabel .

104. SUMATERA BARAT 2014 . 106.Pemeriksaan Penunjang 8. Sesak nafas 92. Sesuai anamnesis 96. Takipnu. nafas cuping hidung. Segera obati batuk jika anak menderita batuk 109. 99.Prognosis Tuberkulosis Edema paru Gagal jantung kongestif Pemeriksaan darah rutin Rontgen foto thorak pada pneumoia berat Neonatus: ampiicilin 100-200 mg/kgbb bagi 3 dosis.Diagnosis Banding 7.Terapi Penyakit radang akut paru yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisma dan penyebab non infeksi 89. Hindari anak dari asap rokok Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam Ad fungsionam : dubia ad bonam .Anamnesis 3. 103. 9.< 5 thn : amoxicilin 25-100 mg/kgbb bagi 3 dosis. Demam.PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) TATA LAKSANA KASUS RSUD KOTA SAWAHLUNTO SAWAHLUNTO. 105. grunting. Nyeri dada 93.Kriteria Diagnosis 5.Edukasi (Hospital Health Promotion) 10.2016 PNEUMONIA (ICD 10:J18. 102.Pemeriksaan Fisik 4. atau cefotaxim 75-150 mg/kgbb bagi 3 dosis Anak > 5 thn : amoxicilin 25-100 mg/kgbb bagi 3 dosis Oksigen 2-3 lt/mnt Simtommatis : jika perlu diberikan parasetamol 10 mg/kgbb Cairan dan nutrisi melalui NGT atau IVFD 108. dan gentamicin 5 mg/kgbb 1 dosis.Diagnosis Kerja 6. sianosis 94. 100. Bayi . 101. retraksi dinding dada. suara nafas melemah 95. Sesuai pemeriksan fisik Pneumonia 97.0 ) 1.Pengertian (Definisi) 2. anoreksia 90. 98. Batuk 91. Auskultasi paru: ronkhi basah halus nyaring. 107.

h. Philadelphia:WB Saunders Co. Pneumonia. Pneumonia. Setyanto DB.Kepustakaan IV C 110. Prober CG. Nelson textbook of pediatric. Sectish TC. penyunting. ED 1. …………………………………………………………………………………… 111.350-65. Dalam: Behrman RE.Indikator Medis 15.Tingkat Evidens 12. Buku ajar respirologi anak. penyunting. . Supriyatno B. Penelaah Kritis 14.2008. 2004.Tingkat Rekomendasi 13. Kliegman RM. Jjenson HB.1432-5 114. Said M.11. …………………………………………………………………………………… 112. H. Dalam Rahajoe Nn. Badan Penerbit IDAI. Ed 17. Pasien pneumonia teratasi dengan atau tanpa komplikasi…dalam waktu 5 hari perawatan Target : 90% Pasien pneumonia teratasi dengan atau tanpa komplikasi dalam waktu 5 hari perawatan 113.